letsing4joy

October 16, 2009

loeloes

Filed under: personal

“… dan dengan demikian sejak malam ini pukul 10.30 Anda berhak menyandang gelar M.H. … tok tok tok *palu diketok 3 kali*”

kemaren malem sidang
en gue lulus
dapet A
nilai 82.40
IPK 3.71
jadi lulus sangat memuaskan
cukup amazing
for me yang lulusan non-hukum
sidangnya susah
ditanyain BW pake bahasa belanda
padahal blanda gue pas-pasan
rasanya pengen ambles aja ke dasar bumi
biar bisa kabur dari berondongan pertanyaan
abis itu
ternyata dari 5 dosen penguji
dosen terakhir yang dapet giliran
malah bilang gini
“saya appreciate sekali
seorang lulusan sastra inggris
bisa menulis tesis hukum seperti ini
dan satu hal lagi
saya mau ambil teori dari tesis ini
untuk mengajar di S-1″
waaaaaa….
seneng banget dibilangin gitu
setelah “dicecar” selama 1 jam
terbayar sudah sleepless nights
sudden wake up at night
trying to finish this thesis
jumpalitan ngejar gelombang trakhir
detik2 terakhir penyerahan draft
nyebrang lautan kemacetan jakarta
untuk cari dosen
setengah mati juggling
ngatur waktu kantor-kuliah
terbirit-birit ngabur kantor
cuma buat kuliah
relain ga makan siang
cuma buat bikin tugas
yg mesti dikumpulin ntar sore
the journey of these 2 years
has taught me so much
that reaching ur dream
takes blood, sweat, and tears (apa seh)
after all semua mules-mules
deg-degan
sesek napas
nungguin sidang
akhirnya selesai sudah
thanks yah Lord
for being my Defender
and stand beside me till the end…

thank you Lord for everything
this MH is for You…

As the Scripture says, “Anyone who trusts in Him will never be put to shame.” (Rom 10:11)

September 30, 2009

update kali ini

Filed under: personal

End of sep 2009

Sekedar update, pengen ngobrol yang ga penting, cape ah serius mulu.

In case you wanna know pegimane kabar ane:)

About work:
I bought a “major” item recently. I just bought a new…. karburator eh salah deng… a new kalkulator hehehe… *apanya yang major* Sekedar pengumuman aja, ini kalkulator punya fasilitas check ke depan, check ke belakang, auto correct, dan auto replay! I told you it’s keren. Sangat menolong materiality calculation that I have long grappled with hihihi. Kenapa beli kalkulator aja sampe cerita-cerita segala di blog? Iya dong. Pembelian kalkulator ini merupakan tonggak bersejarah which signifies my heart acceptance to prepare for a new identity as an auditor… Apa seeeeh… Hiperbola banget:)

About school:
Akhirnya thesis gue slesai ampe bab V kesimpulan dan saran. Pfuiii….h akhirnya. Tinggal tunggu komentar dosen. Ada lah 1 bulan-an gue ga bersemangat lanjutin sejak Tuhan dengan telak told me that He wouldn’t let me switch career to become a lawyer. Yaaaa….h. Buyar dah impian. Jadi males lanjutin tesis. What for? No use. But then Roh Kudus ingetin “finish what you started”. Harus punya roh penyelesai. People remember more about 5% that we didn’t finish rather than 95% that we accomplished well. Ini kata Os Hilman yang gue baca di email pas lagi males-malesnya lanjutin tesis. Haaaaa… Sangat menohok sekali saudara-saudara :) Yo wis, cia yooo, ganbatte, semangatin diri sendiri pake segala macam cara, yang penting bisa slesai ampe garis akhir. Biar ga jadi lawyer ya gapapa, ilmunya juga bisa kepake kok di idup sehari-hari *menghibur diri mode on*. At least sekarang ada tambahan angle lah kalo baca koran. Bisa pake angle dari perspektif orang legal, selain angle dari sudut pandang orang ekonomi semata.

About finance:
Taon ini gue bisa kasih buah sulung 3 kali. Waaaaaaa… senengnya bisa buah sulung more than once in a year. Bener loh exceeding joy itu bener-bener unspeakable pas belajar praktek firTu. Pas nyerahinnya gue pengen senyum lebaaaaaa….rrrr banget. Udah kebayang janji Tuhan buat tuaian buah sulung. Kata senior pastor, kalo kita kasih buah sulung buat Tuhan, Tuhan janji akan jaga keluarga kita. To a thousand generation His covenant will stand. Amen. Gue percaya banget itu. So waktu masukin amplop yang terbayang adalah muka 2 ponakan gue. My prayer waktu itu “Tuhan jaga ya Gabriel dan Michel. FirmanMu bilang Tuhan akan jamin kehidupan seluruh anak cucuku when I consecrate the first and the best of my first fruits. I have no kids of my own yet, but I do have ponakan2. Yang aku minta Gabriel dan Michel bisa dapet the best education that this world can give. Maybe namboru-nya lulusan lokal, but not my nephews. Bisa tumbuh besar jadi orang yang berpengaruh di negara Indonesia ini, bahkan jadi berkat buat bangsa-bangsa, amen” Wayaaaa…. Tunggulah saat itu tiba wahai rekan-rekan sebangsa setanah air. Akan ada Togatorop-Togatorop (my family name) yang berdiri bersanding sejajar dengan para ahli-ahli terkenal dari seluruh dunia. Just wait !!! Wekekek gue semangat banget nih baru ngebayanginnya aja :)

About fun:
Lagi seneng makan-makan n jalan-jalan n nonton. Hari jumat ke grand indo, hari minggu ke grand indo lagi buset dah. Minggunya nonton K-20 sama temen-temen cell di blitz. Sebenernya nonton di blitz itu against my principle of hidup hemat kikikik… Masa sih nonton aja mesti bayar goban? Keterlaluan ;) Maklum biasanya kelas noban haiyaaa… Tapi yah demi Kaneshiro Takeshi *my long-term infatuation* so I bela-belain bayar haiks… Tapi lumayan lah bisa staring at him on wide screen. Ceritanya sih mixed up lah, ada panjat tembok ala spiderman, ada sayap item plus topeng ala batman, ada terbang tandem ala superman n lois lane, ada ketawa ala zorro, semuanya digado-gado. The moral of the story? Semuanya bisa dilakukan kalo mau belajar. Ada manual dikasih shifu *eh shifu itu film silat ya? Kalo versi jepang apa sih? Laotze? Makin ngaco lagi. Hmm… pokoke teacher gitu lah ala jepang* Trus manual itu dipake untuk belajar sendiri dengan tekun. Baca, trus praktek. Gagal? Besok coba lagi. Terus begitu. Sampe akhirnya orang bilang dia udah lebih jago dari yang terjago, and he doesn’t even realize that. So the point is, waktu kamu belajar sendiri, kamu ga sadar kalo kamu udah makin pinter. Bahkan lebih pinter dari shifu or whatever name you call it. Yang bisa lihat changes dan progress itu justru orang lain. So, keep on studying, learning and practicing.

For a closing remark, enjoy the picture of the coolest man on earth haizzz… awas mimisan :)

Sekian ngalor ngidul nya. Cape ah ngetik :)

September 17, 2009

human being

Filed under: personal

Tuhan tidak meletakkanmu di bumi hanya untuk mengisi daftar hal-hal yang harus dikerjakan.
Dia lebih tertarik kepada siapa kamu daripada apa yang kamu lakukan.
Karena itulah kamu disebut human being, bukan human doing.

September 16, 2009

a nice surprise

Filed under: personal

Early Sept 2009

God gave me a very nice surprise. First surprise, gue dapet promotion di kantor. Sekarang resminya jadi senior di audit division. Rada ajaib juga sih, wong education ga nyambung sama sekali sama accounting. Kok bisa jadi promote jadi senior auditor? Ga tau lah. Ikutin aja. Kan udah ”nyerah” sama Tuhan hehehe (lihat posting-an di bawah tentang perjuangan panjang untuk penyerahan total hehehe) Second surprise, gaji naik dengan skala jutaan (bukan ratusan ribu kaya’ taon2 lalu), which is a big surprise yang kalo gue inget jumlahnya sekarang masih terkaget-kaget. Third surprise, dapet THR pake gaji baru. Fourth surprise, dapet bonus 1,5 kali gaji which is quite keren by considering global crisis yang terjadi di fiscal year ini. Wowww… sekali lagi wooowwww….

Many thanks yah Lord…All I can say is wooooooowwwwwww….

Kenapa Tuhan ciptakan aku di dunia ini? part II

Filed under: personal

End of August 2009

Kenapa Tuhan ciptakan aku di dunia ini*?
Part II

Aku tahu apa yang kau inginkan. Kerinduanmu, cita-citamu, harapanmu, masa depanmu yang kau idam-idamkan. Aku tahu semua. Tapi jika engkau memaksa Aku mengikuti keinginanmu, sebenarnya kamu berpikir kamu lebih tahu segalanya. Siapa kamu hendak memerintah Allah? Mengatakan apa yang harus Aku lakukan? Tapi kamu tak sadar akan hal itu. Akibatnya kamu jadi murung dan tak bersemangat.

Kecewa karena keinginanmu pindah kerja tak Kupenuhi? Bukankah itu bagian dari pengenalanmu akan Aku? Saat engkau mengenal AKu, AKu tahu ada banyak hal yang tidak sesuai dengan keinginannmu. Tapi itu bukan akhir segalanya. Masih ada jutaan hal lainnya yang begitu indah tersimpan untukmu. Kau hanya tak tahu saja ada di sana. Tapi untuk sampai ke sana, kau harus mematikan egomu yang mengatakan kau tahu segalanya yang kau inginkan. No, you don’t. Some things are not good for you, for your future, for your mate, for your future children, for your family to-be. That’s why I prevent you from going there.

Aku ingin agar kita membangun hubungan di mana kau bisa puas dalamKu. Aku mengasihimu dengan kasih kekal, tak peduli apa pekerjaanmu, apa posisimu. Aku tidak mementingkan semua itu. Yang Aku inginkan adalah persekutuanmu denganKu. Aku ingin agar kehidupanmu lebih bermakna. Dan itu bukan karena semua harta dan jabatan yang kau punya. Honestly, none of them impress Me. Aku tak peduli dengan semua itu.

Jangan pernah bilang Aku tidak mengenalmu, Aku tidak mengabaikanmu, Aku melupakanmu. Tak pernah sekalipun engkau lepas dari pandanganKu. Bagaimana mungkin Aku melupakanmu? AKu ciptakan kamu on purpose. I created you. I designed you. You were not created for nothing. I made you with all my heart. Before you were even there, You are already in My heart….

*nangis sesenggukan sambil nulis di jurnal*

Before you were even there, You are already in My heart….

*I guess mantan anak-anak tertolak lainnya akan nangis juga kaya’ gue kalo dengar a heart-throbbing statement di atas*

You didn’t sneak in into the earth. You were made for a purpose. Do you know why I created you? To fulfill the purpose I have for you. I know that you’re dying to know what it is. But if I tell you now, it would ruin My plans for you. You don’t have to worry what you’re going to be. So, stop complaining about how difficult things are for you. You have everything, when you have Me…

Aku menyertai engkau. Hanya itu yang kau perlukan.
Kuasa-Ku dapat diperlihatkan dengan jelas di dalam orang yang lemah
2 Kor 12:9a (FAYH)

Jangan pernah berpikir bahwa pindah karir baru akan menyenangkanmu. No, it won’t. Pernahkah kau melihat orang mati membawa karirnya? Tidak ada. Begitu juga engkau. Apapun pekerjaan yang kau lakukan, Aku tahu lebih dulu.

Jika kau ingin hidupmu berarti, cobalah cari cara untuk menyenangkanKu. Aku tidak sulit untuk disenangkan. Aku tahu setiap usaha kecil untuk menyenangkanKu dan Aku menghargai itu.

Aku tahu kau berasal dari debu, and that’s why I’m so excited when you’re trying to please Me. Try this. Buatlah orang-orang mengenalKu melaluimu. Bukan usaha yang sederhana, tapi bukan juga usaha yang terlalu sulit untuk dilakukan. Jangan pernah memandang orang sebagaimana mereka adanya. Ada begitu banyak potensi dalam mereka yang tidak kau ketahui, seperti engkau tidak mengetahui besarnya rancanganKu bagimu.

In Christ, you can do many things you never dreamed of being able to overcome. I need you to know that I’m not main-main with this. I have so many things lay ahead for you. Maybe it’s difficult to see what lies ahead if you only see it from little tiny meja kecil di ruangan kecil dengan empat tembok. But first, you must trust Me. Trust me that I know the plans for you. You were made for more…

About work, why worry? I need you there in your office. Still. Many things have to be done. That’s why I want you to stay. I’m not upset when you think you’re only doing things that are not significant, not important, so little impacting the world. It’s okay. It’s okay. It’s okay. I say, it’s okay. I’m not expecting you to do great things when you’re not even there yet. Be faithful in little things. In the meantime, stay where you are now. Jangan berhenti berbuat baik. I like it when you do that. It’s just soooo “My child”…

Tak peduli berapa puluh tahun kau bekerja, 10, 11, 12, 15, so what? It’s just numbers. Don’t worry about time passing by. I own kekekalan, remember??? I do whatever it takes to make you ready for kekekalan. Remember life is not about jobs, about money, about possession. Life is about getting ready for eternity. My question is, are you ready for that? Are you ready when I ask you how many souls have you introduced to Christ? So, when you’re not ready yet, I’ll develop you terus menerus. Tak kenal menyerah. That’s all that’s important for Me.

The next question will be how am I gonna do that? You have to trust Me that I’ll keep sending you people to help, to chat, to talk, to share, to discuss, to get to know, to interact so that you have time to share your faith in Christ. Don’t be ashamed of Me. I love you and you shouldn’t be ashamed when someone loves you that much. Imagine the King of kings and Lord of lords declares boldly that He loves you. If you can easily talk about your boy friend, you should be easily talking about me as well. Isn’t it that simple? Don’t worry. I’ll make you know how much I love you and you can tell about it. That simple. Tell them that Someone loves you so dearly that He never keeps His eyes off you. He’s holding you in His hands. He breathes the breath of life in you that no one else can do. People need that. People need to know that Someone loves them no matter what.

Belajarlah untuk percaya padaKu dan kau akan melihat hal-hal besar dan ajaib yang tidak pernah kau bayangkan. Mulai sekarang, jangan pernah ragukan kesetiaanKu padamu. Aku ada dalam setiap hembusan nafasmu, setiap detik menit dalam hidupmu.

Aku sayang kamu, Fenty.
*even now mata gue masih berkaca-kaca inget ini*
Engkaulah biji mataKu, kesayanganKu, umat yang Kubentuk hanya untukKu.
Takkan Kubiarkan kau lepas dari pandanganKu
karena AKulah Bapamu, Penciptamu, Sahabatmu, Penulis Hidupmu, dan Kekasih Hatimu.
AKU, TUHAN, YANG MENGATAKANNYA…

You have everything, when you have Me.
- God

*diringkas dari 7 halaman jurnal WPDA yang Tuhan tuntun untuk ditulis while He’s talking straight to my heart for almost 3 hours…

Kenapa Tuhan ciptakan aku di dunia ini? part I

Filed under: personal

End of August 2009

Better consider opportunities now than in ten years when life may limit your choices…
(nasihat guru drama sebelum Zac Efron lulus dalam High School Musical 3)

Friends, dua bulan terakhir (Juli-Agustus) ini gue lagi banyak mikir tentang kemana arah hidup ini sebenarnya. Hal ini yang kedua kalinya terjadi dalam idup gue. Yang pertama waktu Mama gue meninggal, gue jadi mikir banyak untuk apa manusia idup di dunia ini. Yang kedua ini ya yang sekarang ini. Soalnya gue udah 10 tahun kerja di tempat yang sama, dan rencananya bentar lagi lulus. I tell God aku ga mau ngabisin idup another ten years still doing the same thing in the same place. Aku tau idup ga bisa gini-gini aja. Mendingan resign sekarang daripada kerja 10 taon lagi tapi ga ada bedanya 10 taon lalu sama sekarang. Gue pengen idup gue berarti buat orang lain, punya dampak buat orang lain, bukan sekedar jadi karyawan yang setia but honestly ga kemana-mana. Not going anywhere. Rencananya mo banting setir sekalian, pindah dari accounting firm trus pilihannya (1) cari kerja lain yang ada hubungannya sama legal supaya ijazah S2 kepake, (2) balik ke profesi lama jadi English teacher - at least jadi teacher itu rasanya lebih fulfilling, bisa leave a mark on my students or (3) totally berhenti jadi orang upahan (baca: gajian) dan bikin usaha sendiri.

Pertanyaan pertama yang gue insist cari jawabannya berhari-hari adalah apa rencana Tuhan kenapa aku mesti lahir di dunia ini. Dan Tuhan kasih ini. Pertanyaan kedua adalah Tuhan pengen gue jadi apa. So, karena jawabannya panjang, gue bikin 2 posting-an. Gue taro di sini karena gue pikir hal ini applicable juga buat semua anak Tuhan di dunia ini, more or less, tanpa menyebutkan secara spesifik satu jenis pekerjaan tertentu. My prayer is that it’ll bless you.

Kenapa Tuhan ciptakan aku di dunia ini*?

Kamu direncanakan bagi kesenangan Allah. Pada saat kamu dilahirkan, Allah ada di sana sebagai saksi yang tidak kelihatan, tersenyum atas kelahiranmu. Dia ingin kamu hidup, dan kelahiranmu memberi-Nya kesenangan besar. Allah tidak perlu menciptakan kamu, tetapi Dia memilih untuk menciptakan kamu demi kesenangan-Nya sendiri. Kamu ada untuk kepentinganNya, untuk kemuliaanNya, untuk tujuan-Nya dan untuk kesenangan-Nya.

Mendatangkan kegembiraan bagi Allah, hidup bagi kesenangan-Nya, adalah tujuan pertama hidupmu. Apabila kamu memahami kebenaran ini sesungguhnya, kamu tidak akan pernah lagi memiliki masalah dengan perasaan tidak berarti. Kebenaran ini membuktikan betapa kamu berharga. Kalau kamu sedemikian penting bagi Allah, dan Dia menganggap kamu cukup berharga untuk ada bersamaNya dalam kekekalan, apalagi yang bisa kamu anggap lebih penting dari itu? Kamu adalah anak Allah, dan kamu mendatangkan kesenangan bagi Allah lebih dari hal lain apapun yang pernah Dia ciptakan.

”Karena kasih-Nya Allah telah memutuskan bahwa melalui Yesus Kristus Dia akan menjadikan kita anak-anakNya, inilah kesenangan dan tujuan-Nya.” (Efe 1:5 TEV)

Mengapa mendatangkan kesenangan bagi Allah itu lebih penting dari hal lain? Karena mendatangkan kesenangan bagi Allah disebut ”penyembahan”. Karena itu, segala perbuatanmu yang mendatangkan kesenangan bagi Allah merupakan tindakan penyembahan.

”Tuhan senang hanya kepada orang-orang yang menyembah Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya.” (Mzm 17:11 CEV).

”Bawalah kehidupanmu sehari-hari yakni tidur, makan, pergi bekerja, dan berjalan-berjalan, dan letakkan itu di hadapan Allah sebagai sebuah persembahan” (Rm 12:1 MSG)

Karena itu, kau telah melakukan penyembahan dalam pekerjaanmu apabila kamu mempersembahkannya kepada Allah dan mengerjakannya dengan suatu kesadaran akan kehadiran-Nya.

Karena menyenangkan Allah adalah tujuan pertama hidupmu, maka tugas terpentingmu ialah menemukan bagaimana cara melakukannya.

Berusahalah mengenal apa yang menyenangkan hati Kristus, lalu lakukanlah itu.” (Efe 5:10 MSG)

to be continued…

*diambil dari buku Purpose Driven Life-nya Rick Warren yang bener-bener speaks to my heart as if God’s talking to me by Himself

June 19, 2009

childhood homes: which one is yours?

Filed under: personal

Beberapa minggu lalu gue denger khotbah tentang tipe-tipe childhood homes dan bagaimana the past itu menentukan bagaimana kita memilih jenis pekerjaan dan juga bagaimana cara kita respon waktu Tuhan berikan berkatnya bagi kita. It’s very interesting karena bisa bikin gue belajar banyak . So, I write them down here with the hope that it can be a blessing for you as it has been a blessing for me. Be blessed!

Attitude is developed in the days of your childhood. It has been planted in all your life. It’s your past, it’s your family, yang membuat how you are now. How you act today is the result of your past. The past (pengalaman/kejadian yang pernah dialami di rumah, keluarga, lingkungan where we grew up) punya andil yang sangat besar membentuk karakter/watak kita saat ini.

Semuanya ini menentukan kondisi hati kita: pahit, marah, balas dendam, kecewa, frustasi, minder, ketakutan, tertekan, dsb. Latar belakang keluarga ini akan membentuk pola pikir seseorang, even his/her choice of work in the future.

Berbagai types of childhood homes yang disfungsional:
1. controlling home
Ciri-cirinya adalah anak ini won’t be allowed by the parents to do much. Akibatnya, ga bisa ambil keputusan sendiri, karena apa-apa dipilihin. Controlling parents won’t let their children dress themselves. Anak ga mandiri, ga bisa buat keputusan sendiri, krn tergantung sama ortu atau org lain (baby sitter, nanny, etc) untuk ambil keputusan baginya. Ini namanya over protection. Dan jenis over-protection ini bikin anak tertolak. Akibatnya: di masa depan si anak ini akan ga berani ambil resiko, selalu ambil pekerjaan yang tidak banyak tanggung jawabnya. Cendurung pilih pekerjaan yg gampang dan ga butuh tanggung jawab besar. Tapi orangtua justru ngerasa mereka udah berjasa pada anaknya by doing everything for the children.

2. full of fear home
Ortu terlalu melindungi dan ga mendorong anak untuk ambil risiko. The child will grow up in fear, no motivation in life. Punya banyak ketakutan, takut coba hal-hal baru, takut gagal, takut bikin keputusan, ga belajar utk bertanggung jawab bagi dirinya sendiri. Afraid of anything that will lead in failure.

3. insecure home
Umumnya berasal dari divorced, separate family. Uang jadi issue, dan masalahnya adalah kekuatiran. Berjuang untuk mendapat sedikit aja asal aman. Life is always in worry, anxiety, because money is never enough. Constantly striving to get extra money (asal cukup, ada pensiun, aman). Misalnya nih, anak yang lahir dari orangtua yang selalu worry about money, anaknya akan inherit the sama. Mentalnya sama: striving for the same. Selalu worried about money. Karena itu, sebagai parents, jangan kuatir mengenai uang di hadapan anak. Why? Because children can’t be upright in their faith. Apakah anak jadi berani atau ga berani tergantung pada latar belakang keluarga. Contohnya, anak yang status quo begini umumnya not a high risk taker, bukan tipe CEO. Berjuang sih berjuang untuk uang, tapi berjuang untuk mendapat sedikit lebih asal cukup aja. Lebih memilih hidup pas-pasan, dan lebih suka tinggal dalam zona nyaman daripada ambil risiko. Ga berani invest dalam obligasi, reksadana, saham atau komoditas lainnya.

4. abusive home
Orangg tua melecehkan/menganiaya anak, secara verbal/fisik, atau emosional, contoh: kata-kata kasar, menghina, memaki, hukuman fisik melampaui yang layak, disiplin yg berlebihan, pelecehan. Anak tumbuh dengan kepercayaan diri rendah. Merasa tidak berharga dan tidak layak. Anak selalu berpikir “I’m of no value”. That’s why mereka lari ke drugs, gambling, alcohol, anything yang akan menyakiti dirinya sendiri. Cenderung rebellious, anti sama social values, ga cocok dimanapun juga karena mereka berpikir “kalo aku ga cocok di keluargaku sendiri kenapa juga aku bisa cocok di tempat lain?” Mereka percaya tidak punya tempat di masyarakat. Tipe anak ini tidak akan bisa kerja keras, tidak bisa nabung, tidak bisa kaya, karena uangnya dipake untuk nyakitin diri sendiri.

5. performance-based home
Merasa bahwa dia harus buktikan diri untuk bisa diterima, dihormati dan dicintai. Orang tua cenderung membanding-bandingkan anaknya dengan anak lain yang lebih baik, atau cuma muji dan nunjukin kasih sayang waktu si anak lakuin sesuatu yang bikin bangga orangtua. Akibatnya anak harus “beli” kasih sayang dari orang tua dengan cara doing something great. Anak ini akan takut gagal karena takut kehilangan kasih sayang. Ga pernah berlajar untuk membangun diri. Takut gagal, takut ga dicintai.

Baru merasa berhasil kalo sukses (sekolah bagus, gaji tinggi, etc). Berusaha nyenengin orang yang dicintai untuk mendapat pengakuan, untuk diterima, untuk dihargai. Orang-orang seperti ini umumnya disukai atasan karena mereka pekerja keras, struggle to perform.

6. hyper-responsible home
Dari orang tua cerai atau single parent. Atau ortu sibuk kerja so anak grew up sendiri or mesti jaga adik-adiknya. Anak super tanggung jawab ga sesuai umurnya. Dewasa sebelum waktunya. Take so much responsibility at an early age. Bertumbuh dewasa tanpa masa kecil yang bahagia. Waktu tumbuh dewasa jadi terlalu bertanggung jawab, pencemas, pengkhawatir sampai tidak berani ambil resiko. Nantinya pas dewasa bisa punya 2 completely different reactions: 1. sikapnya kekanak-kanakan, 2. melakukan tugas apapun dengan penuh tanggung jawab (ga sembarangan investasi, responsible-minded type). Dalam mencari pasangan ia cenderung mencari figure yang dapat menjadi orang tua baginya.

Dampak dari semuanya ini:
1. Menentukan karakter kita
2. Menentukan bagaimana kita meresponsi ketika Tuhan memberikan berkatNya ke kamu

Contoh di Alkitab:
Om Yakub.
Yakub bekerja keras bertaon-taon tapi tetap melarat, tertekan. Yakub kan nyuri hak sulung Esau. Trus kabur dan kerja sama Laban bertaon-taon tanpa bayaran, upahnya ”cuma” isteri. Yakub itu hardworker, bahkan Laban ngakuin Tuhan memberkatinya karena Yakub karena sejak Yakub kerja sama dia hartanya dia jadi berlimpah. Kalo Yakub mau dia bisa tuntut gajinya atau upahnya. Tapi Yakub sungkan-an. Orang insecure itu ga enak hati, sungkan-an. ”Ga enak ah sama orang” begitu prinsipnya. Orang insecure itu pengen aman-aman aja. Tapi Yakub akhirnya sadar kalo kerja kerasnya bikin pamannya tambah kaya tapi ga ada apa-apa untuk istrinya dan anaknya.

So bisa dilihat kalo latar belakang keluarga Yakub ngebentuk karakternya dia. Begitu juga kita. Bisa aja kamu kelihatan loyal sama satu pekerjaan tapi sebenernya kamu tertekan (insecure). Kamu punya uang sih, tapi pas-pasan. Cuma cukup untuk survive till the next paycheck. Ga bisa ambil bagian untuk bangun rumah Tuhan atau visi-nya Tuhan yang skalanya miliaran. Kamu harus sadar bahwa just barely enough itu ga cukup. Tapi kamu ga berani bergerak, move out, karena kamu takut, sungkan. Semuanya karena latar belakang kita itulah yang nentuin hati kita (penakut, sungkanan, minder, etc). Tapi firman Tuhan bilang “lupakan jaman purbakala”. Remember your past is like invisibile inventory bag. Bisa dilihat from the expression of your face. Yang jadi sakit itu pikiran, karena hati kamu masih luka. Yes 43: jangan maklumi kondisi masa lampau. Your past doesn’t determine your future. Tidak menentukan kemana kamu bergerak.

So, after ngebaca enam tipe childhood homes ini, sadari kamu masuk mana, diberesin, jangan diomongin terus. Do something, change! Kalo keluarga kamu dulu susah, jangan dibawa-bawa sampe sekarang. Jangan terlalu irit (mis: baju tahun 70an ga mau dibuang, karena sayang, ntar juga fashion balik lagi, begitu pikiran orang pelit). Itu namanya insecurity.

Inget bahwa semua orang tua punya peran bikin kerusakan di anak. Tapi harus tetap hormati mereka sebagai ortu, bukan perbuatan mereka. Efe 6: hormati dan kasihi ortu.

Biar semua sulit, harus bertekad “I’m reaching my goals”. Semua kesulitan boleh dateng tapi harus tetap maju. Semua masa lalu (insecure, ketidakadilan), beresin, lupain, terus melangkah. Iman ga bisa bekerja di masa lalu. Penghalang besar kenapa ga bisa kaya adalah your past. You’ve got to get God’s vision for your life. Pake talenta, hobi kamu, pake itu untuk visi Tuhan. Bikin personal vision: use your talent and hobby. Patahkan roh pesimis, ketakutan

Lupain apa yang di belakang, maju dengan fokus pada destinasi Tuhan bagi hidup kamu. Terima yang baru yang Tuhan janjikan buat kamu. Inget satu hal: kamu ga bisa ubah masa lalumu, tapi kamu bisa ubah masa depanmu. Jangan izinkan masa lampaumu menentukan masa depanmu.

Yes 43:18-19a
firman-Nya: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala!
Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya?

“Thank you Lord for showing me who I am. Thank you for showing the rooted fear of failure because of living a whole life trying to win the approval of my parents. Thank you for showing me that I am totally loved and accepted by my Heavenly Father. And I can stop trying to win my parents’ favor. Please bring this Scripture to my mind whenever I am feeling down due to whatever that has come… or may come… I am so thankful that my future is brighter than my past. Thank you that I can keep moving forward. You are my greatest encouragement, and I love You… In Jesus’ name, amen. ”

-fenty-
“God’s precious daughter”

… who is loved by the King…

on the road to LULUS

Filed under: personal

plak timplak timplung…

pengumuman pengumuman, gue lulus sidang proposal, lumayanlah dapet 80, berarti bisa lanjut bikin tesis :)

ok deh sekian update singkat kali ini. hopefully within the next 4 months gue akan bisa bikin posting-an dengan judul “Akhirnya Aku Luluuuuuuuu….sssss” huehehe

June 4, 2009

the exams

Filed under: personal

haiiiiiii….

singkat aja yah…

sekilas info, sekedar update gue lagi ngapain sekarang udah sebulan ga nge-blog:)

next week ada 3 ujian yang mesti gue ikutin:

senin 8 juni:
mesti ikutan tes TOEFL yang internet-based. Emang sih gue udah sering banget ikut TOEFL, tapi yang paper-based mulu. Yang ini internet based, jadi belum punya experience sama sekali… Cita-citanya sih kalo gue lulus tes ini with flying colors gue bisa freelance ngajar TOEFL yang internet-based… Lumayan kan tiap sabtu ada side-job trus tambah pinter pula hehehe….

kamis 11 juni:
gue sidaaaaaaaaaa…..ng…. Ayayayayayaaa…. Deg-degan bener gue!!!! Aduh serem ditanyain para profesor… Jiper abis… padahal baru sidang proposal doang, belom sidang thesis beneran… Gue bisa jawab ga ya??? Baru bayangin aja perut gue udah mules nih sekarang… *ngeringis*
Selangkah lagi gue bisa lulus, duh udah ngimpi wisuda pake toga dan bergelar master hihihihi… Tapi baru sidang gini aja gue udah sakit perut duluan wekekek…. DOAIN GUE YAAAAA…..! beneran loh… doain gue yaaaa biar lulus S2!

jumat 12 juni:
ada tes psikologi apa gitu buat individual assessment dan job evaluation dari kantor. Jam 8 ampe jam 5 sore….Huayaaa… udah kerja 7 taon kok dites lagi hehehe… Apa kantor mo tes kita-kita ini pada psikopat ala Hannibal Lector? Hehehe…. Udah lupa nih kisi-kisi tes psikologi jaman lulus SMA dulu. Mana sehari sebelumnya abis sidang, pala gue masih berasep ga ya paginya :)

Kenapa ya tiga-tiganya bisa berturut-turut dalem seminggu??? Hmmm…..

April 2, 2009

dipilih…dipilih…dipilih

Filed under: personal

suatu masa di belantara kemacetan kota jakarta…

me yang lagi bete kejebak macet ngomel2 dalem ati

me: duh bosen neh macet mulu *mrengut kena macet* nasib lah tinggal di jakarta… brangkat macet pulang macet…

trus tiba-tiba…ada yang respond…

God: mau ga macet?

me: *kaget dijawab Tuhan* iya, pengen tinggal di daerah yang ga ada macetnya…

God: pindah ke papua sana engga macet…

me: haaaaaaa… papua? enggaaaa maauuuuu!

God: katanya ga mau macet???

me: huehehehe…

aih lucu juga lagi bengong dibalik kaca bis, ngeluh sendirian dalem hati, eh tiba-tiba Tuhan bales ngomong:)

mangkenye, biar dikate cuma ngomel dalem ati juga kudu ati-ati, didenger Tuhan trus dikabulin keinginannya (dipindahin ke papua biar ga macet) baru tau rasa kekekkeke…

emang sih kalo tinggal di jakarta, apalagi lagi jaman kampanye gini, pasti no escape dari macet… ya udah lah, bertahan aja, cuma ampe 9 april kan, abis itu back to normal… still macet sih, tapi at least udah less parah than before:)

by the way busway, speaking of kampanye, ini petikan hasil ngobrol sama temen abis pulang kuliah. kita bedua adalah cewe2 yang jujurnya ga terlalu interested ama politik…

my friend (MF): eh pemilu entar mo pilih siapa?

me: ga tau… kamu pilih siapa?

MF: pilih dosen kita aja. daripada ga tau milih siapa

me: o dia caleg ya? dari partai mana?

MF: ga tau juga…

me: trus DPD atau DPR?

MF: eh beda ya? emang bedanya apa?

me: ga tau juga sih HUAHAHAHA….

MF: eh partainya emang ada brapa?

me: ga tau juga…

MF: banyak banget… *pusing* eh trus nyontreng nya gimana?

me: o jadi belom tau?

MF: belom *muka polos, padahal mahasiswa S2 hukum tapi ga tau cara ikut pemilu*

me: hahahaha… untung prof HTN kita ga denger…. kalo sampe denger, waaa…. kita bikin malu dosen aja :D

MF: hahaha… iya nih malu2in aja….

me: ya udah besok googling aja lah belajar cara nyontreng, ada berapa partai, ada berapa kertas yang mesti diisi, siapa yang mesti dipilih…

MF: kalo udah dapet kasih tau ya

me: ok

oalah… pemilu uda tinggal minggu depan, segelintir mahasiswa masih pada EGP. Tapi kita masih mending deh, masih berusaha nanya. At least ada keinginan untuk cari tau. Daripada golput kan lebih parah lagi. Kalo golput kan artinya kita ga mau ambil bagian untuk change this country. Itu artinya apatis, ga pedulian. Gimana mau Indonesia berubah kalo kita ga mau ngelakuin apa-apa untuk ngedukung perubahan itu. Expecting different things without doing anything. So friends, jangan pada golput ya? Pake lah hak pilih kita to change this country. Little things count loh…

oya inilah hasil research gue dari mbah google tentang tata cara contreng. Kurang lebihnya mohon maap, namanya juga penelitian 2 menit:)

Maap juga kalo bahasanya rada ngasal ato kurang resmi. Bukan berarti gue ga hormat sama bahasa Indonesia dan tata cara perpolitikan di tanah air. Sama sekali ga maksud gitu. Ini cuma bahasa sederhana sehari-hari supaya kita2 yang ga terlalu into politics bisa ngerti dan ga bikin kesalahan di bilik bambu eh bilik suara :)

FAQs from those yang pengen tau gimana cara contreng:

1. Emang ada berapa level sih yang mesti dipilih?
Ada 3, yaitu: DPR RI, DPRD, dan DPD

2. Jadi ada 3 surat suara?
Kenya gitu sih…

3. Apa bedanya ketiganya?
Hmmm… penelitian belom sampe situ:)
Sepertinya sih DPD pake foto, tapi DPR dan DPRD cuma nama aja ga pake foto
*please correct me if I’m mistaken*

4. Gimana cara contrengnya?
Kalo ga tau siapa orang yang mau dipilih, contreng aja partai-nya. Artinya, kita berikan kebebasan sama partai untuk milih siapa orang yang dapet kursi. Kalo kita contreng nama orangnya, artinya kita dukung orang itu supaya makin banyak suara buat dia biar bisa dapet kursi.

Kenapa gitu?
Karena katanya temen kuliah gue yang mantan anggota DPR, dulu orang partai yang dapet nomor urut gede (di atas nomor 3, 4, 5 dst) ga bakalan dapet kursi walopun partainya dapet banyak suara misalnya. Yang dapet kursi paling nomor 1 dan 2 aja. Jadi yang nomor urut 19 misalnya, yu dadah yu babai aja. Ga bakalan dapet kursi. Jadi sekarang, biar adil, yang dapet nomor belasan pun berhak dipilih oleh para voters. Jadi diapun berhak dapet kesempatan dipilih dan dapet kursi. Gituuuuuu…..

5. Contrengnya dimana?
Di nomor boleh, setelah nama boleh.

Buat lebih jelasnya ini gambarnya:

oke deh friends, selamat menyambut pesta demokrasi!

March 2, 2009

first fruits

Filed under: personal

Hai hai hai …
I’m back !
Langsung aja ya, gue mo kesaksian nih…

Masih inget ga cerita tentang kado ultah dari Tuhan januari lalu? Ini lanjutannya nih…

Kan Tuhan bilang kalo takaran taburan gue mesti naek tahun ini, karena kebutuhan tahun ini juga berbeda. So, this year, starting last January, Tuhan minta gue dobelin tuh offering gue tiap minggunya. Secara itung2an sih ga masuk akal, wong salary increase cuma 10% tapi Tuhan minta offering naik 100%… Gimana cara? Dan ini bikin rada jiper juga sih… meaning sekali udah janji, gue mesti jaga komitmen sepanjang tahun. Gimane kalo gue ga punya duit? Gimana mo kasih offering? Tapi gue berusaha walk by faith. Gue tau banget Lord is dealing with this issue this year. The issue in 2009 is FAITH huehehe…Stretching my faith to the level I’ve never been before.

Awal-awal Januari sih ga masalah. Eh pas akhir bulan januari keuangan bener-bener mepet. Padahal gue belom kasih buah sulung, en bulan pertama (januari) udah mo berakhir. Gue ngerasa sedih karena gue ngerasa gagal ngelakuin firman Tuhan dalam hal buah sulung. Gue bilang ama Tuhan, ”Tuhan, aku pengen naatin prinsip buah sulung ini. Tapi aku ga punya benihnya. Aku kan udah memperkatakan firmanMu. Kirimin dong benihnya supaya aku bisa nabur…Kalo bisa benihnya jangan lama-lama datengnya. Bulan februari lah at the latest. Kalo januari gagal at least februari kesampean…”

Tapi ampe akhir februari duit tinggal segitu-gitunya, cuma cukup ampe akhir minggu itu aja. Dan pas hari Minggunya gue bener-bener struggle untuk kasih offering sebesar yang gue janjiin ke Tuhan di awal tahun ini. Karena kalo gue kasih buat offering, artinya duit gue di ATM cuma tinggal ceban. Yes, only ceban left. Nothing more :)

Tapi gue berusaha taat. Gue bilang ama Tuhan ”Lord, this is all I have. Yang aku kasih ini terbaik yang aku punya. Mungkin ini ga ada artinya buat orang lain, but this means a lot for me…” So gue masukin offering itu ke kantong persembahan, sembari shaking, gemeteran, bener-bener ga tau gimana survive ampe gajian entar…

Saat itu yang gue inget cuma khotbah senior pastor. Uang bisa dijadikan indikator untuk ngukur kadar cinta kamu. Dari cara kamu pake uang bisa keliatan siapa sih number one priority in your life. Is it you yourself or God? Karena cinta mamon itu gampang sekali ketauan. Tes aja seberapa besar offering yang kamu kasih waktu kamu bener-bener ga punya uang. Dalam saat2 seperti itu bisa keliatan kadar cinta kam u sama Tuhan…

Kenapa gitu? If your offering is insignificant for you, it is also insignificant for God. Kalo yang kamu kasih itu ga berharga buat kamu, itu juga ga berharga buat Tuhan. If it doesn’t move you, it doesn’t move God. Kalo kamu bilang cinta sama seseorang, kamu berikan dia yang terbaik. Kalo kamu bilang kamu cinta Tuhan, kamu menghormati Tuhan, kamu akan memberikan the best… Bukan residu… Bukan remnants… Bukan yang sisa-sisa… Kalo yang kamu kasih itu the very dearest one, it proves that you put God as the number one in your life…Dan itu menyentuh hati Tuhan…

Cuma itu yang gue inget. Gue tau Tuhan lihat setiap step yang gue ambil. Tiap decision yang gue bikin. Termasuk tiap sacrifice. Gue tau Tuhan tau bahwa gue lagi belajar untuk percaya. Ga gampang sama sekali. Every step is a difficult step. Every step that I take is a step of faith. Belajar untuk percaya… Belajar untuk taat…Ngomongnya gampang, ngelakuinnya keringet dingin…

Dan tiga hari kemudian, ternyata honor terjemahan udah masuk ke rekening. (gue nyambi jadi freelance translator untuk satu majalah anak-anak). Tadinya gue udah seneng aja, eh ternyata Roh Kudus ingetin satu hal. “Buah sulung”. Waaaa…. Baru inget, ini kan honor pertama tahun ini. Jadi mesti kasih buah sulung. Hehehe, mesti belajar taat lagi. Musti belajar untuk percaya kalo Tuhan akan sediakan lagi. So, langsung deh transferan itu gue transfer lagi ke rekening gereja. Dan saldo ATM back to ceban :)

But things don’t stop there. Di hari senin minggu depannya, tiba-tiba, all of sudden, out of the blue, ada telpon masuk. Ada cewe (sebut aja mbak A) dari satu perusahaan graphic design yang nyari translator buat nerjemahin annual report salah satu perusahaan Tbk. Jujurnya gue bingung gimana caranya si mbak A bisa kenal gue, apalagi dapet nomor telpon kantor gue melalui operator telpon *seringkali operator ga bisa nemuin spelling nama gue dalam list ratusan nomor ekstension. Kata orang nama gue susah spelling-nya* Si Mbak A bilang dapet referensi dari temennya (sebut aja si B) yang pernah kerja di kantor gue. Dan jujurnya gue sih ga terlalu akrab sama si B karena si B ga terlalu lama kerja di kantor ini. Tapi si B mereferensikan gue. Kata si B: ”Kalo urusan annual report gitu, cari aja deh Mbak Fenty. Dia tuh jago-nya nerjemahin laporan keuangan”. So si Mbak A pun ngejar-ngejar buat nerjemahin annual report yang mesti kelar minggu itu juga. Dia tanya tarifnya dan langsung setuju ama harga yang gue minta.

Waktu itu gue amazed banget sama cara kerjanya Tuhan. Tanpa susah payah cari order, tanpa cari koneksi sana-sini, tanpa ngelamar sana-sini, tanpa susah-susah usaha, eh pas lagi tenang-tenang duduk kerja aja bisa dateng order sampingan dari orang yang ga gue kenal sama sekali. Waktu itu gue langsung inget kata senior pastor ”Bukan kamu yang ngejar berkat, tapi berkat yang ngejar kamu…” Bener banget. Gue baru kali ini ngerasain yang namanya dikejar favor Tuhan itu kaya gini ya…

Dan dikejar favor itu emang bener-bener persis Mal 3:10… sedang mencurahkan berkat yang begitu rupa atasku, sehingga aku hampir-hampir tidak mempunyai cukup ruangan untuk menerima berkat-berkat itu… Orderan itu cukup banyak dan gue ga punya cukup waktu untuk ngerjainnya (karena feb-maret itu KAP lagi peak season dan kuliah lagi marathon tiap malem karena mesti ngabisin SKS maret ini). So gue tawarin adik gue aja yang nerusin dan dia juga terima honornya. Meaning: gue bisa jadi channel of blessing buat orang lain juga.

Akhirnya bisa kelar juga, dan honor pun langsung dibayar minggu itu juga. Seneng pastinya bisa dapet side job. Tapi pas transferan masuk, gue diingetin lagi… Buah sulung! Gue inget doa gue minta benih buah sulung sebelom bulan februari berakhir. Bener-bener benihnya dateng pas sebelom hari terakhir bulan Februari! Huehehe… oiya ya. Berarti mesti buah sulung lagi. Ini kan orderan dari sumber yang berbeda. Buah sulung yang pertama kan dari majalah anak-anak. Tapi orderan ini kan sumbernya dari perusahaan desain. Dan buah sulung yang kedua ini jumlahnya 2x lipat dari yang pertama. Emang sih waktu terima duitnya rasanya pengen buat gue aja. Tapi Roh Kudus ingetin untuk hormati prinsip-prinsip dari firman Tuhan dulu. Dan begitu gue belajar untuk taat, prinsip itu ga pernah gagal. Apa yang kita tabur itu yang kita tuai. Bahkan berkali lipet. Rasanya seneeeee….ng banget bisa belajar praktekin firman Tuhan.

Tapi gue percaya semuanya ini ga brenti di sini aja. Ini baru akhir bulan Februari. Masih ada 10 bulan lagi di depan. Meaning, masih banyak hal, masih banyak miracles, masih banyak wonderful surprises yang Tuhan sediain di depan sana. But in the meantime, gue mesti naek level of faith-nya dulu. Mesti berani stretching my faith to its limit. Yang pasti gue masih harus terus belajar… belajar untuk walk by faith and not by sight…

I walk by faith and not by sight
When things go wrong it will be all right
‘Cause Someone’s greater is watching over me

My God cares too much to say
His mercies are new everyday
I get down to pray then help is on its way…

Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu (2Kor 9:10) AMIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII…..NNNNNNNN

Lord, You’re the best! Ever!

February 18, 2009

dear boss(es)

kapan ari gue baca artikel tentang tipe2 bos yang ada di dunia:)
karena terinspirasi so posting an kali ini gue mo cerita tentang my dear bosses :)
dipilih in random, ngacak aja siapa yang keinget
dilarang protes :)

Ceritanya ini gue. A smart and beautiful staff *hehehe* yang lagi cerita-cerita
fet

Yang pertama keinget of course bos gue langsung. ama
seorang senior manager, mantan auditor yang jagoan technical database. Prinsipnya adalah “kalo udah masuk database ngapain ngeprint” :) Ampun, pak, becanda:) Kata-kata favorit-nya sehari-hari adalah repository, resources, copy as link, electronic sign off, tools, enablers dan sebangsanya. Selain itu dia juga punya responsibility laen ngurusin independence and conflicts. That’s why gue kerja ama dia. Untuk urusan ini, bisa dibilang kita bedua bener2 started from scratch. Jumpalitan ngurusin new things n new systems tanpa mentor tanpa guidance. Totally belajar sendiri, tapi ajaibnya lama2 jadi “berbentuk” juga. Sekarang sih udah lumayan lah at least systems udah established, tools and procedures udah jalan. Tinggal maintenance dan enhancement aja di sana sini. The best part of his leadership style is dia mau denger pendapat/input dari anak buahnya. Ga semua leaders loh punya “kerendahan hati” kaya’ gini. Kelebihan lainnya adalah rajin, cepat tanggap/responsive, mau belajar dan cepet belajar hal-hal baru, ga terlalu demanding dan bisa ngerti some things are just beyond our control *bcs most bosses I know can’t receive no for an answer”.

cyb
next, bosnya bos gue. Ma’am satu ini asli filipino, jagoan IFRS . Spesialisasinya accounting standards kalo ga salah. Mo tanya audit issues apa tanya dia aja lah. Seorang perfectionist kelas berat. Sangat teliti *bisa dibilang ini kelebihannya* Maunya sempurna. Ya mungkin karena kerjaan dia kali yang nuntut seperti itu. Tapi being a perfectionist can be very tiring loh Ma’am, terutama buat anak buahnya hehehe… Ma’am ini jarang senyum, serius terus. Tapi sebenernya kalo dia senyum manis banget loh. Tapi entah kenapa dia ga suka senyum :)

fec
next, masih bosnya bos gue. Galak banget. Tapi sebenernya dia suka ketawa loh. Dan ketawanya sama kencengnya sama marahnya hehehe… Ampun bu, becanda:) Tapi really smart, terutama untuk audit for telecommunication industry. Teleco companies yang guede-gede level SEC udah jadi kapling-nya deh. Kelebihannya adalah orangnya down to earth dan ga jaim sama sekali. kelebihan lainnya adalah (katanya) dia sangat fight untuk kemajuan dan kesejahteraan anak buahnya hehehe

riw
next, another boss. Ga terlalu kenal banyak sih, mangkenye pic ga mirip sama sekali:) Tapi my impression sih bapak satu ini a very polite jaVanese with jaPanese decision making style. Kalo mo ambil keputusan lamaaaaa…. banget. Pernah kita ngabisin 6,5 jam cuma buat discuss satu proposal aja. Ampuuuu…n deh masuk ruangan dia jam 2 lewat en baru bisa keluar dari ruangan itu jam 9 malem. Padahal gue ada UAS di kampus sore itu. Bikin maag gue kambuh karena stress ketinggalan ujian… Terpaksalah gue ujian susulan *padahal udah belajar semaleman* Kelebihannya? Don’t know much. Mungkin kelebihannya adalah very prudent. Bagus buat auditor. Dan juga sopan dan ramah sama siapa aja, bahkan sama the so-called “lowly” level.

bel
next, another bos. A super strong woman. Suaranya keras dan tegas. Very swift, gerak cepet, cekatan, and expecting the same from others. Sepertinya tipe koleris sejati. Very smart. Lulus magna atau summa cum laude gitu dari filipin. Kelebihannya adalah mau handle hal-hal kecil dan remeh temeh dan mau bantu kerjaan kita. Very attentive to details. Orang2 panggil dia emak jambul. Hehehe, maap ya Ma’am. Emang sih jambul nya tuh bener-bener ciri khasnya. Makes me wonder merk hairspray apa yang dia pake bisa stay strong all night and day :) Bagus buat iklan (*_*) Orangnya cantik, sama cantiknya seperti namanya…


last, the big boss. Ga bisa bikin avatar-nya, jadi gue nyomot karton aja. Rada mirip sih, bukan orangnya, tapi pemandangan jendelanya hehehe. Ga berani komentar banyak, secara bos gede gitu loh:) Tipe phlegmatis sejati. Fatherly style, kelihatannya slow motion, tapi ajaibnya very quick in decision making. Kelebihan lainnya adalah sangat melindungi bawahannya. Dia bisa go extra mile untuk protect us. Mikirnya sangat jauh ke depan, which is bagaimana bawahannya bisa terus maju pada saat dia no longer around/udah pensiun nanti. Sometimes his thoughts ga bisa dimengerti dan bikin bete, tapi beberapa tahun kemudian gue baru nyadar kalo his plan for me itu semuanya buat kebaikan gue juga… Oya, dia punya Palm Reader yang keren banget loh. Selebar buku tulis, trus bentuknya mirip agenda gitu jadi orang ga bakalan tau itu gadget. Very comfortable to read, ga pake sinar biru kaya’ PDA yang bikin cape mata. Sayangnya di Indo ga ada jual palm reader. Orangnya baek, suka kasih gue gratis e-book yang baru dia beli. Untungnya dia ga nawarin gue e-book tentang golf. Secara gue ga ngerti anything tentang golf :)

(some sort of) Disclaimer: You are not authorized to copy or refer or link to any information contained herein. This information is solely made for the purpose of iseng-iseng aja and has neither actual or perceived portray of professional opinion whatsoever. Sekali lagi, any opinion expressed hereinabove was not intended or written to be used for bikin credentials:) apalagi bikin proposal:) Thank you for considering the environmental impact of printing emails. Go paperless. Go green. Yu dadah yu bai bai.

the best of un-nyambung questions

Filed under: personal

posting-an sebelomnya kan tentang bos-bos gue.
sekarang gue mo cerita tentang dosen-dosen gue.
setelah kuliah 1,5 tahun gue iseng bikin kompilasi pertanyaan2 aneh dan rada ga nyambung yang muncul di ruangan kelas:)
enjoy!

excerpt dari hukum transportasi:

Dosen: Jika ada satu kapal berbendera asing (negara A), pas sedang melintasi perbatasan negara B dan C, tiba-tiba datang perompak/pembajak dari kepulauan negara D, melakukan kejahatan pidana pada awak kapal yang kewarganegaraannya E, F, G, dan H. Menurut Anda, untuk membela kepentingan korban, hukum negara manakah yang berlaku?

Me: *belagak mikir, padahal sibuk bayangin komik ini*

potongan adegan from kuliah hukum kepailitan:

Dosen: Ditinjau dari aspek hukumnya, merger adalah bla bla bla. Konsolidasi adalah bla bla bla. Akuisisi adalah bla bla bla. Perbedaan merger dan konsolidasi adalah bla bla. Perbedaan merger dengan akuisisi adalah bla bla. Misalnya bla bla. Sekarang coba jawab pertanyaan ini. Jelaskan pekerjaan Richard Gere dalam film Pretty Woman?

Me: Dia akuisisi perusahaan2 secara hostile take over, Prof.

Dosen: Bagus!

Me: *kenapa juga tiba-tiba muncul Richard Gere???*

berikut, hukum perlindungan konsumen:

Dosen: Jika klien Anda membeli minuman ringan berwarna gelap dalam kemasan botol, dan setelah diminum ternyata ada kecoak di dalamnya. Karena jijik, serta merta ia memuntahkan dan membuang barang bukti. Apa alat bukti yang bisa Anda pakai dalam gugatan Anda?

My classmate: Mencret-mencret!

Me: *hiii… so gross!!!!*

next, hukum lingkungan

Dosen: Jika mobil tinja parkir di pinggir sungai Ciliwung di tengah malam dan Anda mencurigai bahwa mobil itu membuang limbah di sana. Namun pengendara berkilah bahwa ia sekedar parkir semata dan tidak melakukan tindakan pencemaran lingkungan di sana. Apa tindakan Anda sebagai seorang penegak hukum?

My classmate, seorang polisi: *sapa juga iseng banget tengah malem ke kali ciliwung*

Me: *cekikikan*

dari kuliah hukum dagang:

Dosen: Ciri-ciri maatschap atau persekutuan perdata adalah adanya inbreng. Inbreng ini terbagi atas?

Friend1: Uang.

Friend2: Barang

Friend3: Tenaga.

Dosen: Betul. Barang terbagi atas 2 jenis yaitu?

My classmate: Barang bergerak dan barang tidak bergerak.

Dosen: Betul.

Temen iseng: *ngebisisikin* Fen, barang bergerak kan masih dibagi dua lagi…

Me: Apa aja? *ikut bisik-bisik*

Temen iseng: Bergerak cepat dan tidak cepat…*cengar-cengir*

Me: Emang ada?! *langsung inget kuda di buku legendaris Prof. Subekti kikikikik*

pas kuliah HAKI:

Bapak Dosen, orang Ambon: Hak kekayaan intelektual meliputi banyak aspek, salah satunya hak cipta atas lagu. Misalnya lagu-lagu daerah di Indonesia, yang misalnya direkam dan djiual oleh penyanyi dari negara lain. Anda tahu lagu “Rasa Sayange”?

Mahasiswi: Tahu, Pak. *dalem hati udah deg-degan takut ditanyain WTO, GATT, TRIPs agreement, legal aspects dari pembajakan, pasal berapa UU berapa, etc etc…*

Dosen: Darimana lagu itu berasal?

Mahasiswi: Dari Ambon, Pak.

Dosen: Suka orang Ambon?

Mahasiswi: ??? *puzzled*

Dosen: Suka cowo hitam atau putih?

Mahasiswi: Putih.

Dosen: Berarti kalo item ga suka dong?

Mahasiswi: ???? *tambah puzzled*

another version of another dosen ganjen…

Petikan SMS hari Sabtu sore setelah kuliah: “Berhubung makalah Anda dapat 100, maka Anda dapat A, maka kita nonton di Grand Indonesia….bla bla bla…”

Me: *oh nooo!!! somehow ketakutan, langsung delete, biar pura-pura SMS-nya ga keterima*

best of the best, hukum kontrak…

Dosen: Jawab pertanyaan berikut. Apakah telah terjadi hubungan hukum antara nasabah dan bank dalam keadaan ini. Dalam perjanjian pinjam pakai habis, pada saat sebelum diserahkan, uang yang dipegang oleh petugas bank, namun belum diterima oleh tangan nasabah, tiba-tiba tersambar petir. Apakah telah terjadi peralihan?

My classmates: HUAHAHAA… Prof ini ga mungkin banget seee…h! Mana mungkin petir bisa specifically nyamber duit di tengah ruangan? HUAHAHAHAA … Iseng amat tuh petir!

*PS: ketawanya di luar kelas. Pas di kelas sih pada jaim semua belagak mikir:)

Remarks:
please note kalo cerita di atas tidak sepenuhnya mencerminkan daya nalar dan intelegensia seluruh mahasiswa hukum hihihi…
Tapi percayalah bahwa deep down in our hearts kita-kita ini cita-citanya menegakkan keadilan di bumi Indonesia tercinta… kita serius loh when it comes to justice…but sometimes kita kan juga stress ngeliat tumpukan buku dan bikin makalah n presentasi… that’s why lahir-lah postingan ini sebagai stress reliever wekekek

February 16, 2009

get.tagged

Filed under: personal

Gue kena tag sama rio. Here you go, Sir. I did my homework diligently:)

“The rules are simple. Use google image to search the answers to the questions below. Then you must choose a picture in the first page of results, and post it as your answer. After that tag 7 people.”

Question Satu
The age of my birthday

Ada kue berbentuk kucing eh hello kitty I presumed? Hmm… cute juga. Gue curiga ini mah buat 3th birthday kale, bukan 34th birthday hahaha

Question Dua
The place I’d like to travel

Pengen banget ke tempatnya Maria von Trapp nyanyi2 di padang rumput. Kayanya indah banget pemandangannya. Doe a deer a female deer, ray a drop of golden sun, me a name I call my self, Fa(r ) a long long way from home, lalalalalala….
Btw, itu di Austria kan ya? Austria dingin kan ya? Secara gue ga kuat dingin gitu, cuma ujan deres aja di rumah gue udah pake sweater ama kaos kaki… Pegimane mo ke Austria? Hmmm…

Question Tiga
Favorite Place

Sebenernya sih my favorite place itu sofa di rumah tempat gue baca sambil tidur2an. Tapi kalo suatu saat nanti sofa rumah itu udah perlu pensiun, I’ll consider to buy this one above. I’ll call it “Mama’s pink corner, do not disturb ;D

Question Empat
Favorite Food

Gado-gado itu TOP BGT. Ga ada yang ngalahin. Office girl yang di kantor pun udah apal menu pesenan gue yang cuma rotating di dua version ini: senin gado-gado, selasa nasi pecel, rabu gado-gado, kamis nasi pecel, jumat gado-gado dan begitu seterusnya hehehe

Question lima
Favorite Thing

Surely Bible lah. Tapi gue pengen banget punya Bible yang kata “mu” atau “kamu” atau “you” nya diganti pake nama gue ndiri. Keren banget kan? Jadi ada nama gue di sekitar 5000 bagian di PB plus Mazmur dan Amsal, atau sekitar 7000 bagian ada nama gue di seluruh PL dan PB. Yang jualan itu nama websitenya personalpromisebible. Ini contohnya, kalo misalnya kita pesen pake nama “Linda”. Selama ini sih gue bikin versi sendiri dalam bentuk buku kecil. Ketik sendiri, jilid sendiri, kagumi sendiri:) Lumayan keren juga sih hasilnya :P

Here is how this personalized Bible will read with your name:

By which He has granted to fenty His precious and exceedingly great promises; that through these fenty may become a partaker of the divine nature, having escaped from the corruption that is in the world by lust. (2 Pet. 1:4)

Question Enam
Favorite Color


Pink is the best lah. Ini pics yang gue pilih. Maap ya gue menyalahi rule of the game. Gue ga bisa pilih yang paling gue suka dari first page of results nya Mbah Google. Abisnya gue suka semua sih, susyah milihnya.

Question Tujuh
A nickname I had

Gue ketik pipin eh yang keluar malah pippa? Kok rada-rada french ya? Btw, di kampus dulu nama panggilan gue pipin. Yang declare pertama kali itu temen gue jurusan sastra prancis. Don’t know how they came up with that name. Adek gue aje ampe bingung waktu temen kuliah gue, yang jadi temen kantornya dia, refer to me as pipin. Trus di rumah dia nanya “Mbak, di kampus dipanggil Pipin ya?” Hehehe

Question Delapan
Bad Habit

Ketik “late” keluar this guy. Kesian amat tuh orang:) My bad habit: suka telat! Dateng kantor telat, dateng kuliah telat, dateng gereja telat, apa-apa telat. Dulu sih gue ga nyadar kalo bad habit ini suatu giant yang perlu gue taklukin. Gue pikir biasa lah telat, orang satu kantor juga telat mulu cincay2 aja tuh. *fyi, di ktr gue tuh biasa orang dateng telat, karena pulangnya pun selalu malem*
Tapi sejak awal tahun ini, Tuhan tegor this karatan habit (He called this “self-ruling”). Self-ruling itu artinya pemberontak, menuruti keinginan daging sendiri, ga mau tunduk sama otoritas. Meaning ga bisa setia sama hal-hal kecil yang ga dilihat orang, tapi Tuhan lihat. What a slap on my face. Bikin gue bertobat. Tapi susah banget loh ngubahnya. Dari Miss Late jadi Miss On Time itu perlu perjuangan mati2an (mati2an bangun pagi, mati2an ngejar bis, mati2an ngelawan ujan n banjir, oalah….) Still struggling with this. The battle is real and hard buat gue hihihi

Question Nine
Wish list

Kalo ditanya apa yang gue pengen saat ini, jawabannya adalah… *awas jangan pada ketawa!* Engg… gue pengen banget punya apartemen Ritz Carlton di Pacific Place wekekek *ngarep* Rasanya asik banget bisa bangun jam 8.15 trus tinggal nyebrang aja ke kantor di depan. What a luxury. Gosip yang beredar di kantor gue sih cuma CFO dan CEO yang bisa afford it. Lah gue kapan ya bisa kebeli??? Hihihi…

January 19, 2009

throw your nets

Filed under: personal

Udah ah, daripada bersedih ria mengenang job offer, mendingan gue cerita2 tentang ulang taon hari Sabtu kemaren…

Hari itu ampe sore kuliah seperti biasa. Trus sorenya sih harusnya ikutan usher di ibadah, tapi berhubung ada kuliah ampe sore jadinya ga bisa ikutan usher. Cuma ikutan ibadah aja. Trus pulangnya, bareng temen2 cell, makan-makan di salah satu resto *ga boleh sebut nama, ntar iklan lagi hehehe* Trus dikasih kado, tas kantor warna item dari charles & keith. Bagus deh, I really really really like it. Mereka tau aja gue perlu tas kantor yang guede. Biar bisa muat laptop n segala kertas-kertas A4 hehehe.

N bagian yang paling berkesan adalah waktu my leader doain gue, ada bagian doanya yang emang bener2 berkesan buat gue. Something about the breaker’s annointing yang bener2 gue rinduin…Don’t know when but I know someday I’m gonna get there… Trus something about berkat yang bilang “walaupun global crisis di sekelilingmu, krisis keuangan dunia di sekitarmu, engkau tidak akan tergoyahkan. Walaupun yang lainnya boleh runtuh, boleh collapse, tapi engkau akan tetap teguh berdiri, bahkan menjadi berkat bagi sekelilingmu… Hingga semua orang boleh melihat, bahwa Tuhanmu adalah Tuhan yang hidup… dan mereka akan mengakui bahwa Tuhanmu benar-benar nyata bekerja dalam kehidupanmu…” Hiii… sampe merinding gue waktu dengernya.. dan bahkan waktu gue nulis ini…

Tapi on top of all, bagian yang paliiiiiiii…ng berkesan tentu aja kado dari Tuhan. Pas bangun paginya, Tuhan kasih ayat ini:

Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. (2 Kor 9:8)

My heart explodes.

Ga tau kenapa tapi rasanya explode aja pas baca “melimpahkan segala kasih karunia”, trus “malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan” Gileeeee… satu kasih karunia aja udah lebih dari cukup, apalagi SEGALA kasih karunia. Jujurnya sih ga kebayang gimana realisasinya di hidup nyata, tapi roh gue rasanya lompat aja. Kaya’ pengen ngelonjak kegirangan gitu tapi ga tau persis kenapa. Yang pasti gue tau kalo Tuhan udah janji pasti jadi…

Tapi ada satu bagian yang rada ga ngerti. Itu loh bagian “senantiasa berkecukupan”. Kok rasanya rada-rada aneh ya? Meaning apa ya Lord? Kecukupan menurut Tuhan itu apa ya? Kalo menurut bahasa Indonesia sih hidup cukup-cukupan itu hidup pas-pasan huehehe… Masa sih gitu artinya???

So karena ga ngerti gue pendem aja pertanyaan itu di kepala gue. Eh tau2nya pas ibadah sorenya, pas di tengah khotbah, senior pastor bilang “kita buka 2 Korintus 9:8…” Huaaaa… itu kan ayat yang gue ga ngerti tadi pagi. Tuhan emang TOP BGT dah… tau aja gue pengen ada yang ngajarin arti ayat ini.

So, inilah penjelasan yang Tuhan kasih buat gue…

Allah menyediakan segala kasih karunia supaya saya senantiasa:
1. berkecukupan di dalam segala sesuatu
2. berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan

What is berkecukupan? Di Lukas 6:38 dibilang: Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

Dalam bahasa Grika, takaran yang baik itu artinya cukup, sufficient, mapan, ga berkekurangan. Cukup bukan berarti sekedar cukup makan doank. Tapi cukup itu artinya cukup untuk menabur di pekerjaan Tuhan, di visi Tuhan, dan tentu aja visi di skala-nya Tuhan itu ukurannya gede-gedean.

Di Lukas 6:38 ini, ada 4 level ukuran:
Level 1: takaran yang baik
Level 2: dipadatkan
Level 3: digoncang-goncang
Level 4: tumpah keluar

Ooooo….ada 4 level. Berarti selama ini saya ada di level mana sih Tuhan? Di level “belum cukup” or bahkan “ga cukup”. Kenapa ga cukup? Karena pemberian kamu ga baik takarannya. Kenapa kamu nabur-nabur terus tapi ga kecukupan? Karena takarannya salah sih.

BUUUMMM!!! My brain explodes…

Untuk masuk ke level kecukupan, takarannya harus baik. Makin tahun takaranmu harus makin naik. Karena kebutuhan tiap tahun berbeda. That’s why level pemberian tahun lalu ga bisa sama dengan tahun ini.

Trus gimana dong caranya tau takaran yang baik? Tanya Tuhan dulu. Sebelum kamu kasih offering. Jangan diprogram. Kan Tuhan udah taruh Roh Kudus di hati kamu. Tanya aja Roh Kudus. Jangan dianggurin. Roh Kudus akan kasih tau takaran yang baik. Karena Roh Kudus tau berapa kamu perlu. Berapa yang harus dituai. Jadi Roh Kudus kasih tahu berapa yang harus ditabur. Mau dapet panen 5 kuintal yang harus tau berapa banyak benih yang harus ditabur. Kalo benihnya kurang, ya nanti tuaiannya/panennya ga nyampe 5 kuintal. Mau dapet tuaian 40 juta ya ga bisa cuma nabur kecil-kecilan. Orang gila namanya doing the same thing (as last year) tapi expecting different results (this year).

So, untuk bisa tau takaran yang baik itu tergantung pada:
1. apakah bisa denger suara Tuhan
2. apakah bisa taat setelah denger suara Tuhan itu

eng ing eng…

Kenapa harus taat? Kenapa begitu kita taati suara Tuhan, Tuhan langsung kerja? Karena iman membuat Tuhan bergairah (faith excites God). Karena iman menyenangkan hati Tuhan. So, surga langsung bekerja.

Mau contoh kalo Tuhan bekerja lewat ukuran?
1. “Throw your netS”
Di versi bahasa Inggris Luk 5:4-6, Tuhan bilang ke Petrus “Throw your nets” Liat Tuhan pake bentuk plural (nets), bukan singular (net). Kenapa nets? Karena kapasitas berkat Tuhan itu multiplied. Tapi Petrus cuma pake kapasitas singular (net aja, bukan nets). Akibatnya jala sobek. Karena takarannya berkat Tuhan itu skala plural/multiplied, tapi Petrus ga ngikutin skalanya Tuhan. Because of his disobedience, he lost the blessings. Karena ga lempar nets, tuaiannya partial doang.

WAAAA… another brain explosion…

2. “Radical obedience”
Di Yoh 2:1-11, para servant itu punya radical obedience. Tau ga buyung-buyung isi aer itu seberapa banyaknya? Satu tempayan itu equal dengan 150 galon! Satu galon itu 600 liter. Dan mereka nimba untuk 6 tempayan! Bayangin nimba 6 kali 150 galon! Kamu inget kan waktu kamu nebeng minta aer di sumur tetangga waktu PAM mati, kamu nimba satu ember besar aja ngos-ngosan setengah mati. Tangan kamu ampe perih banget kena tambang. Inget kan? Ini 6 x 150 galon! Berarti kan mereka bener2 taat dan rajin banget. Coba kalo mereka males-malesan. Ga bakalan deh ada mujizat anggur. Inget, delay is not allowed kalo udah janji sama Tuhan.

So, kuncinya: pendengaran dan ketaatan yang sempurna. Inget 2 Kor 10:8 “…bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna.” Ketaatan sempurna itu artinya ketaatan yang ekstrim.

Obedience brings blessings.

Ketaatan kunci pelipatgandaan.

Your wealth ditentukan kamu sendiri di awal tahun 2009 ini.

*Okay, Lord. I get it. Really get it. Thanks for this marvelous birthday gift… love You Lord, muah muah muah*

uuhuuuuu huhuhu….

Filed under: personal

uuhuuuuu huhuhu….

beneran ga tau mo nulis judul apa

the title speaks for itself…

hari jumat sore kemaren ada telpon. dari mantan bos yang udah pindah ke accounting firm lain. dia nawarin job offer. karena ada manager-nya, orang filipino, yang cabut ke another big four. and guess what… dia nawarin gue untuk gantiin manager itu…

jreng jreng jreng… gue pikir ini birthday gift dari Tuhan…

but then… pas WPDA besok paginya… gue tanya Tuhan boleh ga terima job offer itu… And you know what apa jawaban Tuhan???

GA BOLEEEEEE….HHH

*jawabanNya telak banget… tapi maap ya ga bisa tau alasannya… I’ll have to keep it for me and God only*

huuuhuhhuuuuhuuuu… Tuhan bilang ga boleh…hiks… masa sih ga boleh Tuhan? masa sih I have to pass this great opportunity? perasaan kerja di kantor ini bertaon-taon ga pernah dapet kesempatan sekeren ini… tapi begitu kesempatan itu dateng dari kantor laen… kok ga boleh pindah sih Tuhan??? huuuuuhuuuuhuuu….batal deh jadi manager… huhuhuhuhu…

emoticon

*really speechless se-speechless speechless nya*

sibuk nengking cinta mamon :)

November 11, 2008

campur sari

Filed under: personal

brapa hari lalu gue iseng nonton tipi pas ada orkestra nyanyiin lagu daerah, judulnya ampar-ampar pisang kalo ga salah…

Ampar-ampar pisang
Pisangku balum masak
Masak sabigi, dihurung bari-bari 2x
Masak sabigi, dihurung bari-bari 2x

Manggalepak, manggalepok
Patah kayu bengkok
Bengkok dimakan api,
apinya kakurupan
Bengkok dimakan api,
apinya kakurupan
Nang mana batis kutung, dikitip bidawang 2x

dicontek dari “http://id.wikibooks.org/wiki/Ampar-Ampar_Pisang”

Kenapa gue niat banget googling n copy paste dari wiki segala? Karena pas nonton itu, gue dengan “iseng”nya protes sama bokap gue di samping:

Me : *after thoughtfully trying to mencerna isi lagu, a typical me yang hobi mikir* Pa, lagu ini sebenernya nyeritain apa sih?

Bokap: *mata ga beranjak dari koran* Hmmm… apa?

Me: Ini lagu. Tuh denger deh Pa. Sebenernya dia pengen ceritain apa sih? Pisangnya belom mateng? Trus berhari-hari belom mateng juga? Trus tiba-tiba kok cerita mangga? Dia tukang buah ya? Kok tiba-tiba ada mangga? Emang ada mangga namanya mangga lepok? Mangga apaan tuh? Eh yang bengkok itu mangganya apa kayunya? Eh trus dimakan api tuh… Eh kok apinya kesurupan? Eh salah cangcurupan… Apa sih cangcurupan… *puzzled*

Bokap: Pizzang apa belum matang? *ga nyambung karena lagi liat jadwal bola di koran* Itu mangga zudah dipotong di kulkazzz….*btw bokap gue tuh baek banget, tiap hari ngupasin mangga buat gue n dipotong2 dgn manis ditaruh di kulkas, always ready to eat tiap gue pulang kantor*

Me: Uuuuh… *Uuuuh Papa apaan sih, nanya apa dijawab apa*

Bokap: Hmmm *still reading his sport news*

Me: *ngacir ke kulkas ambil mangga* nyam nyam nyam…

Tau ga napa gue tiba-tiba bikin posting tentang lagu daerah? Soale gue lagi suka sama satu lagu rohani… n lagu itu pake bahasa batak! Bukan dari buku ende, loh… tapi dari CD-nya Sari Simorangkir…

Dang alani hagogoanki
Boi ahu mardalan di ngolungku
aut unang Ho na dilambungki
tung so boi ahu songonon

Hodo hagogoon manungkoli ahu

hubereng bohim laos martangiang ahu
mangido pangurupion diahu
sai tiop tangan hu sai togu ma ahu
ai Ho do Tuhan pargogo di ahu

ini versi Indonesia-nya:

Bukan dengan kekuatanku
Ku dapat jalani hidupku
Tanpa Tuhan di sampingku
Ku tak mampu sendiri

Engkaulah kuatku yang menopangku

Kupandang wajahMu dan berseru
Pertolonganku datang dariMu
Peganglah tanganku, jangan lepaskan
Kaulah harapan dalam hidupku

Entah kenapa gue pengen belajar bahasa Batak gara-gara denger lagu ini. Selama ini pengetahuan bhs batak gue tuh bener-bener pre-basic. Eh salah pre-pre-pre basic kaleee… Tapi kok bisa ya lagu ini bikin gue tertarik? Lumayan lah dapet brapa vocab. Kayanya gogo itu identik dengan harapan. So the root form is gogo. Pargogoon itu some sort of derivatives dari gogo, sebagai noun mungkin after possesive pronoun. Trus ada juga bentukan lainnya yaitu pargogo. Ga jelas jadi verb atau noun *I’ll think about it later* :)

Speaking of batak, gue mo bikin pengumuman kalo gue baru menemukan “rahasia” besar gimana bikin sayur singkong tumbuk ala lapo dengan cepat! Penasaran kan?

Ini resepnya:

SAYUR DAUN SINGKONG TUMBUK versi kilat
(utk 2 porsi only: me n bokap, santen sengaja dikit biar ga kolestrol:)

1 bks santan cair (gue pake Kara 20 ml, campur aer)
2 batang sere (keprok pake ulekan)
1 lembar daun kunyit (klo ga ada gapapa)
4 iket daun singkong muda
20 bh tekokak (terong kecil-kecil)

Bumbu halus:
2 cm kunyit
1 cm jahe
2 cm lengkuas
4 butir bawang merah
6 cabe merah (kurangin kalo ga suka pedes)
garem

Cara Bikin:
Masak santan cair sama bumbu halus. Masukin sere, daun kunyit
Tumbuk *baca: blender* halus daun singkong.
Cepet masukin daun singkong dan tekokak ke dalem santan berbumbu yang mendidih.
Masak setengah mateng.
Masukin santan kentel *baca: kara murni tanpa campuran air*.
Didihin, kecilin api.
Masak ampe mateng sambil diaduk supaya santan ga pecah. Setelah santan berminyak gitu, angkat, makan…

Paling enak dicampur sama teri kacang medan dipedesin ->slurp! <-

Dulu gue suka males bantuin mama bikin sayur ini, soalnya lamaaaa, Bo! Numbuk singkong nya setengah mati, mesti alus lagi… Tapi sekarang gue nemuin teknik baru! It’s called the “PULSE” button. Masukin daon singkongnya, sedikit2 aja, sejumput dua jumput, ke dalem gelas blender yang buat daging. Inget yang buat daging (gelas kecil), bukan yang buah (gelas besar). Trus jangan pencet tombol speed 1 ato 2, tapi pencet tombol PULSE. Pencet berkali2 (otomatis brenti tiap 1 detik). Akibatnya tuh daon jadi kaya abis ketumbuk ulekan, instead of being cair kaya jus… Gampang kan? Tinggal diulang-ulang aja prosesnya. Hemat waktu deh… Tapi mesti cepet loh, jangan ditinggal bikin ikan arsik mas apalagi nani ura segala :) Karena daon singkong ini mesti cepet dimasak, kalo kelamaan nanti jadi bau…

Oiya, foto menyusul ya… Lupa dipotret karena dah keburu abis dimakan si papa *wekekek*

btw ntar gue lanjutin lagi acara masak memasak, next posting-an tentang bikin ikan arsik, lengkap dengan penjelasan dan gambar apa itu tekokak, rimbung, kincung, rias, lokio bawang batak, asem sunde dan sejenisnya….

PS: buat kamu yang orang kalimantan jangan marah ya soal lagu ampar2 pisang tadi… asli gue ga ngerti isi lagu itu… kalo kamu orang kalimantan tulisin dong artinya di kolom comments… peace! indonesia bersatu hehehe…

June 3, 2008

Filed under: personal

di posting an lalu gue promised mo posting-an serius. sbenernya dah ada ide ngegolak yang siap tertumpah sih, tapi gue mo nulis ini dulu.

gini loh. hari apa tau pas lagi tanggalan merah, gue nonton tipi. filmnya airbud.

airbud

Itu loh anjing retriever yang bisa maen basket. Don’t know kenapa gue suka banget pelem-pelem anak anak yang punya binatang piaraan ajaib bisa bikin apa gitu. Ga tau dah udah brapa belas kali gue nonton airbud version ini tiap dipasang di tipi *anyway biasanya pas tanggal merah, trus pagi-pagi* So kalo kantor libur gue akan bangun siang, trus nyetel tipi n nonton film anjing-anjing an ini. Padahal blom sarapan n mandi n gosok gigi, cuek aja. Gue betah banget nonton film yang sama berulang-ulang, ampe selesai lagi. Padahal dah tau plot-nya. Ada anak kecil, ga dianggep sama geng top di sekolah, trus punya anak anjing, eh trus anak anjing itu ternyata bisa maen basket/soccer/football/etc, trus mreka berdua di-spot talent nya sama seseorang, trus mereka maen sports, kalah dulu, trus down, trus bangkit lagi sama motivator (bisa coach/bisa guru/bisa orang tua/orang2 unik lainnya yg punya otoritas), trus mereka menang… terkenal… the end… airbud terbang-terbang di udara… either lapangan basket or bola… the end… credit title…

Seneng banget deh nontonnya. Perfect way to spend my holiday. Hihihi… abis itu baru mandi… eh laper dulu deng, kan dah jam 12 siang:)

Mungkin ini adalah salah satu keanehan gue … demen nonton pelem anak-anak plus anak anjing begini. Tapi ini masih kalah aneh sama keanehan gue laennya. Tau ga apa? Selama pelem sederhana ini diputer, gue ga bisa berhenti mikir.

Friends, for your information, gue tuh orangnya pemikir. Apa juga gue pikirin. That’s why gue ga terlalu sering ngomong, karena energi gue abis di mikir. Saking parahnya, film untuk konsumsi children aja gue pikirin. Misalnya? Gini nih.

Kan waktu pengadilan si airbud turut diundang. Nah waktu pengadilan itu berjalan, gue langsung mikir macem-macem. Kenapa binatang bisa masuk ruang sidang? Dia sebagai apa? Saksi, terdakwa, pengacara? Kok bisa? Bukannya menurut KUHperdata binatang itu dianggap benda? Trus benda apa? Bergerak or tidak bergerak? Sebagai harta milik atau apa? Apakah hukum Amerika consider animals as subject to law? Mereka pake common law kan? Bagaimana dengan kepemilikannya? Adakah surat kepemilikan yang diakui?

Ini baru dari sisi legal. Dari segi ekonomi gue mikir berapa biaya untuk sidang ini. Siapa yang bayar, majikannya si air bud atau adopting parents. Gue juga mikir berapa maintenance expense untuk kasih makan anjing segede gini.

Dari sisi rohani gue mikir bagaimanakah di surga nanti. Apakah nanti kita ketemu anjing-anjing peliharaan kita yang dulu. Apakah diganti dengan mahluk-mahluk baru? Mengapa binatang bisa peka sekali sama perasaan tuannya? Mengapa mereka bisa punya karakter setia, galak, penyerang, etc. Berarti mereka punya emosi dong…

Dari segi sosiologis gue mikir apakah anjing punya jaringan sosial yang kuat dengan anjing-anjing tetangga. Apa mereka punya RT? Do they have gangs? How do they differentiate each other? Kan mukanya mirip semua? Ga punya KTP lagi.

And the list goes on and on. Kalo mau diterusin mungkin ampe pelem selesai juga gue ga akan brenti mikir. And this is one of my keanehan yang gue ga abis pikir. Udah tau ini simple movie for simple mind, which is for children. Tapi malah gue pikirin semua yang ga penting-penting. By the way bus way, adakah orang di sana yang bisa kasih advis gimana caranya ngurangin kebiasaan gue yang suka mikir ini ??? Please advise :) *hehehe kaya email ke bos aje*

April 30, 2008

those little tiny creatures

Filed under: personal

friends, setelah lama bikin blog, gue baru notice dua hal. Pertama, tulisan gue makin lama makin serius, n jarang becanda lagi *mungkin karena tambah tua ngkali ya…* Kalo dulu-dulu gue perhatiin tone tulisan gue tuh masih banyak bcanda nya, tapi skarang ntah napa jadi serius banget. Kedua, blog ini punya kekurangan yaitu… kurang… kurang apa tau ga? Kurang gambar! Yap, pics tuh limited banget. Pic yang paling setia nongkrong ya pics satu tuh di atas: merah menyala halte busway-nya hahaha… ga jelas tuh halte mana yang dipotret, mungkin halte dukuh atas kali huehehe

Anyway, that’s the reason gue nulis posting-an ini. Gue pengen nambah gambar-gambar biar blog ini lebih berwarna. Sekaligus bring back my childhood memories. Sapa tau my happy tone in writing bisa balik juga:). Dan topik yang gue pilih adalah… jreeeng… my all-time-favorites comic characters…

Kenapa gue milih comic characters? karena katanya cartoon characters yang disukai seseorang bisa mencerminkan pribadinya hehehe. Psst, by the way, gue baru denger ada orang yang bikin penelitian serius trying to prove that Christopher Robin (itu loh anak cowo temennya Winnie the Pooh) itu bisa punya masalah tendency untuk gender-nya di adulthood hihihi Maksudnya based on the characters depicted now someday he’ll grow up as Christy Robin (jadi cewe maksudnya:) Huaaaayaaa…:) Adaaa ajaaa…

Ok, back to the topic. Ini nih gambar-gambar yang selalu amazing everytime I see them. Cuma liat gambar2 mereka aja udah bikin gue happy…

Yang pertama adalah… Candy-candy! She’s my all time favorite karena baju-bajunya selalu colorful dan enak dilihat, manjain mata…

candy tomboy2
ini gaya tomboy-nya tapi tetep manis…

candy baby doll2
kalo ini gaya baby doll yang imut banget. Salah satu ciri Candy-candy yang selalu gue suka adalah pita-pita di rambutnya, yang mostly di semua scene warnanya merah…

Yang kedua yang gue suka adalah minnie mouse. Sebenernya sih dia salah satu tokoh disney yang konsisten dalam hal kostum. Kalo donal bebek selalu pake kostum biru, miss minnie ini sih trademark nya baju merah totol-totol putih dengan pita merah totol-totol yang sama (mungkin bahan baju-nya sisa trus dijadiin pita aja, lebar banget malah:) Persis nyokap gue yang sering bikinin pita buat gue kalo bahan baju gue hasil jahitan nyokap gue ada sisanya wekekek

here she is
minnie merah2

tapi dia sering juga ga konsisten dengan tampil pake kostum pink pita pink sekaligus sepatu pink…
minnie pink2
tetep manis sih… but I keep wondering why she’s always wearing oversized shoes, either they are yellow or pink, selalu aja kebesaran :)

Yang selanjutnya adalah snow white. Sebenernya sih I have no reason why I like her dari segi karakter (kok bisa-bisanya makan apel dari orang yang ga dikenal, laper kali ya si mbak snow white ini:) Satu-satunya alasan gue suka dia is because of that little tiny red ribbon on her head… gimana caranya ya kok si pita itu ga jatoh-jatoh, padahal si miss cleanliness ini udah nimba aer, ngepel, nyuci panci, etc wakakak
snow white ngepel

Trus di samping karakter-karakter ketiga tokoh yang girly banget itu, gue juga suka sama tokoh-tokoh gokil berikut:
ikyu-san kalo ikyu-san ini gue suka bukan karena pita (wong dia gundul kok:) Tapi karena gue kagum banget sama kerajinan dia yang jago banget ngepel shaolin temple sendirian… Bener! ikyu-san ini top bener deh soal ngepel mengepel, kalo ga percaya nonton aja sendiri. Going back and forth ngepel dari ujung ke ujung everytime dia ditindas sama seniornya di shaolin temple itu:)

Karakter berikutnya yang ekspresinya bener-bener kocak kalo lagi ngakak adalah …
lucky luke ngakak2
bener kan kocak abis gayanya sama si jolly jumper ini? Cuma liat gambarnya aja gue pengen ikutan ketawa sama mereka, abisnya lucu banget sih:)

Selanjutnya adalah … mimin Hehehe inget si mimin ga? Sebenernya sih kisah hidupnya rada mengharu-biru (keluarga miskin, ibu jadi buruh cuci, dst dst). Tapi mukanya si mimin ini kok selalu ceria ya? Biar abis dipukul pantatnya sama emak juga kok matanya tetap ceria ya…

Trus yang terakhir adalah.. smurf jamur inilah desa budidaya jamur yang berhasil di smurf oleh smurf karena mereka saling smurf terhadap smurf lainnya… Sebenernya sih gue rada takut ngeliat kulit mereka yang biru-biru, tadinya gue pikir mereka sakit demam ato apa ampe menggigil gitu. Tapi gue sedikit terhibur sama rumah jamur-jamur mereka yang ga kalah anehnya. Maybe that’s why mereka kena sakit kulit sampe biru gitu, pasti gara-gara tinggal di jamur sehingga kulitnya juga ikut jamuran hihihi… Trus dari segi tata bahasa, sebagai mantan guru bahasa gue salut sama kreativitas si pengarang yang merangsang daya nalar anak-anak pembaca agar bisa menggunakan kata yang tepat (verb, noun, adverb, adjective) untuk mengisi kalimat-kalimat smurf-smurf itu…*jangan smurf itu smurf-nya, nanti kamu smurf kalau tidak smurf… huayooo! isilah titik-titik eh replace the italic word with the right form of word huehehe

trus pegimane sama psychological analysis nya? ntar dulu yah pegel nih upload

November 19, 2007

feminisme ???

Filed under: personal

Friends, beberapa minggu lalu gue bener-bener pusing. Tau ga napa? Kan semester ini ada yang kuliah Etika, dan dosennya kasih tugas bikin paper per bab. Pas nama gue dibacain, eh tau-taunya gue dapet bab tentang feminisme. Yaiks!!! Mungkin karena waktu itu gue satu2nya cewe yang ada di kelas itu, mangkenye dosennya langsung assign gue bikin paper tentang feminisme.

Aduh pusyiiii…ng. Kenapa juga gue? Kenapa juga mesti feminisme? Perasaan gue kan lagi ngambil jurusan business law, tapi kenapa mesti bikin tugas kaya’ ginian? Au ah gelap…

Setelah macet berhari-hari *karena no idea at all what to write*, akhirnya gue nyerah dan coba bikin pelan-pelan. Tapi susah loh nulis tentang sesuatu yang ga kita tau. Akhirnya gue coba baca sana-sini untuk bikin summary pendapat para feminis. Tapi semakin gue baca, semakin gue tau ini bertentangan sama kebenaran firman Tuhan…

Gue berusaha bersikap akademis dengan berpijak pada dasar ilmu pengetahuan. Tapiiii… sejak gue bertobat, gue selalu mendasarkan semuanya pada Biblical principles. Firman Tuhan itu jadi buku di atas segala buku, firman Tuhan itu udah mendarah daging, jadi part of my being. Tidak bisa tidak. Mau kata ahli ini kek, itu kek, semuanya cuma jadi reference aja kalo ga sejalan sama firman Tuhan. Ibaratnya default atau template, semua pendapat para experts cuma di-copy paste insert delete aja pada satu cetakan master slide (powerpoint sekaleee…:) Maksudnya, master slide dalam otak gue itu ya Biblical principles. So, pendapat para ahli cuma jadi tambahan info aja dalam master slide.

Memang sih belajar banyak ilmu ga salah. Tapi semua ilmu itu seharusnya bukan bikin kita jadi keblinger dan sok pinter, tapi malah harus bikin kita makin rendah hati dan makin menyadari kedalaman hikmatNya Tuhan. Semua ilmu harus tunduk sama kebenaran firman Tuhan…

Soooo, setelah berkutat sekian lama baca referensi ini itu, semua reference itu — sperti biasa– patah sama kebenaran firman Tuhan.

Tapi masalahnya, gue ga tau apa pernah ada mahasiswa sekuler yang pake ayat Alkitab sebagai reference/kutipan sebagai dasarnya dalam satu karya tulis ilmiah. Gue mikir lama banget sampe akhirnya gue memutuskan untuk menyertakan ayat Alkitab itu sebagai reference gue yang final, reference yang gue setujuin sebagai landasan pemikiran gue. Terserah loh dosen nya setuju apa engga, but that’s what I believe as the final truth. Semua teori dari semua ahli boleh ngomong berbeda dengan dasar2 ilmiah yang luar biasa mantapnya, tapi semuanya ga ada yang bisa menandingi kedalaman hikmat firman Tuhan…

Dan inilah kutipan dari bagian akhir paper gue:

Sebagai kesimpulan, penulis berpendapat bahwa etika kepedulian (ethics of care) lahir dari suatu kesadaran penuh yang mengakui wanita memang lebih caring in nature. Hal ini bukanlah sekadar teori ciptaan manusia semata, namun semuanya berawal dari proses penciptaan wanita – untuk apa wanita lahir ke dunia ini. Sesuai dengan firman Tuhan yang menyebutkan wanita adalah penolong yang sepadan bagi pria (TUHAN Allah berfirman: ”Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” – Kej. 2:18)

Seorang penolong pastilah bukan seseorang yang dingin, acuh, tidak pedulian. Seorang penolong pastilah mempunyai empati, belas kasihan, dan kepedulian terhadap sesamanya. Itulah sebabnya etika kepedulian banyak didengungkan oleh kaum wanita. Bukan karena wanita lebih unggul atau superior dalam hal ini, tapi lebih karena ada sifat-sifat alamiah yang ditanamkan dalam hati seorang wanita oleh Tuhan untuk memenuhi panggilannya sebagai seorang ’penolong’.

Tuhan tidak akan meminta kita melakukan sesuatu yang Dia tahu kita tidak mampu melakukannya. Tuhan juga tidak akan memanggil kita menjadi ’penolong’ tanpa terlebih dulu memperlengkapi kita dengan kualitas-kualitas seorang ’penolong’ seperti kepedulian, perhatian, belas kasihan, kemampuan nurturing, dsb.

Hal ini bukan berarti pria tidak diperlengkapi dengan rasa kepedulian. Pria juga mempunyai rasa kepedulian, seperti dibuktikan oleh banyaknya dokter pria yang truly altruist, guru pria yang a teacher by heart, dan masih banyak contoh lainnya. Namun pria tidak dipanggil untuk menjadi ’penolong’, tetapi pria dipanggil untuk menjadi ’kepala’.

Seperti layaknya kepala yang dipenuhi oleh pikiran, maka pria lebih cenderung menggunakan pikirannya daripada hatinya. Hal ini bukan berarti pria lebih unggul atau superior dari wanita, namun di sinilah letak kedalaman dan kedahsyatan rancangan Tuhan. Tuhan mempunyai panggilan yang berbeda untuk pria dan wanita agar mereka dapat saling melengkapi. Sepertinya Tuhan merancangkan bahwa pria menjadi alat untuk mencerminkan PIKIRAN-Nya, dan wanita untuk mencerminkan HATI-Nya. Mana yang lebih unggul? Tidak ada. PIKIRAN membutuhkan HATI untuk menjaga arah langkahnya, dan HATI mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi pikiran.

Karena itu, etika kepedulian adalah salah satu bentuk kelembutan yang dapat mengatasi sisi kosong dari etika keadilan yang menemui jalan buntu untuk menjawab tingkat kekerasan yang semakin brutal saat ini. Ketika etika keadilan gagal menyelesaikan letupan-letupan kekerasan dengan mengajukan pertanyaan pada ada/tidak adanya bukti, maka etika kepedulian menjadi alternatif.

Etika kepedulian memberikan peluang bagi diberikannya kesempatan untuk merubah diri, memulai hidup baru dan memperbaiki kesalahan serta bersama-sama belajar dari kesalahan itu. Dengan ketulusan, akan terjadi sebuah pemulihan hubungan interaksi antara manusia.

Di titik ini, etika kepedulian patut untuk dibangun, dengan memusatkan diri pada saling keterhubungan. Saling mendengarkan. Saling menyampaikan. Saling mempedulikan. Dan inilah insting kewanitaan (maternal) yang menyebabkan wanita seringkali mengambil keputusan yang berbeda dengan pria.

Terakhir, penulis menyimpulkan bahwa bahwa men and women are different, but none is superior than the other. Perbedaan yang ada itu tidaklah membuat wanita lebih inferior dari pria atau sebaliknya. Perbedaan khas wanita ini berhubungan dengan pengalaman, cara dibesarkan di keluarga, dan yang terpenting, panggilan terutama dalam hidup seorang wanita. Panggilan wanita adalah memelihara dan melahirkan kehidupan. Dan nilai-nilai kehidupan – seperti memelihara dan melahirkan kehidupan itu – bukanlah nilai-nilai yang inferior.

Sebaliknya, wanita harus menyadari bahwa cara maskulin yang mengambil keputusan etis berdasarkan prinsip-prinsip etika yang abstrak (yaitu menerapkan satu prinsip umum untuk semua kasus), rasionalitas, ketidakberpihakan, keadilan, dan objektivitas, bukanlah sesuatu yang superior atau bahkan sesuatu yang tidak berperasaan. Sebaliknya, pria juga harus menyadari bahwa cara feminin yang mengambil keputusan berdasarkan particularity (yaitu menerapkan prinsip kasus-demi-kasus, dan bukannya satu prinsip umum untuk semua kasus), kepedulian, dan hubungan, bukanlah sesuatu yang inferior atau lembek atau plin-plan.

Perbedaan ini tidaklah untuk diperdebatkan yang mana lebih superior atau lebih inferior. Perbedaan ini ada sebagaimana adanya, karena memang begitulah adanya. Dengan menyadari perbedaan ini, pria dapat menjadi rambu penuntun bagi wanita untuk dapat mengambil keputusan secara bijaksana tanpa terlalu terhanyut dengan perasaannya dan kepeduliannya terhadap orang lain. Sebaliknya, wanita dapat menjadi rambu pengingat bagi pria untuk mengambil keputusan dengan tidak terlalu kaku berpegang pada prinsipnya sehingga melupakan perasaan dan kepentingan orang lain. Sekali lagi, perbedaan ada untuk saling melengkapi, karena memang kita – pria dan wanita – diciptakan untuk saling melengkapi.

God made the sun, God made the moon
To harmonize a perfect tune
One can’t do without the other
They just have to be together …

-fentybukanfeministapiharusbikinpapertentangfeminisme-

October 26, 2007

ayo sekolaaa…h

Filed under: personal

Ayo sekolaaaaa…h

Belakangan ini lagu “ayo sekolah” yang dulu sempet populer di tipi (lupa tipi apaan, TVRI kale) bertaon-taon lalu, sering banget terngiang di kuping gue. Tau ga napa? Gara-garanya kan sekarang gue balik sekolah lagi, ngambil S2. Jadi back to school, ayo sekolaaa….h:)

Tapi tau ga, ternyata S2 tuh jauuuuh lebih berat dari S1. Pertama, satu mata kuliah aja bukunya minimal 4 (kalo jaman S1 dulu kan satu mata kuliah cuma satu jegrek fotokopian aja wekekek. Baca aja tuh fotokopian, dijamin sakti waktu ujian:) wong soalnya dari situ semua… Tapi S2? Weleh, weleh, min 3 buku mesti dibaca dan di-compare, baru bisa ngomong. Itu baru untuk mata kuliah wajib semester pertama. Tapi karena gue mesti ambil matrikulasi, so SKSnya jadi 2 kali lipet banyaknya, meaning buku yg mesti dibaca juga 2 kali lipet *huaaaaa….*

Kedua, kuliah sambil kerja itu bener-bener perlu komitmen sungguh-sungguh (plus rela keluar tenaga dan waktu yg ga maen-maen). Tau ga, sebulan ini practically gue ga bisa ngapa-ngapain selain kerja dan kuliah. Dulu sih gue bisa dengan tenang tiap hari pulang kerja jam 8 or 9 malem, tapi sekarang? Jam 5:30 mesti terbirit-birit ngejar bis dari Sudirman supaya ga telat kuliah jam 6 sore ampe 10 malem di Salemba. Itu tiap hari dari Senin ampe Jumat, plus hari Sabtu jam 8 pagi ampe 7 malem hmmmpphhh *sigh*

So, karena jam-jam malem hari, yang biasanya gue pake untuk kerja, harus dipake untuk duduk di kelas dan dengerin dosen, makanya gue harus compensate for the time lost dengan jam-jam tidur gue. So begitu sampe rumah jam spuluh setengah sebelasan, gue langsung mandi n tidur. Tapi jam 2 ato 3 pagi gue mesti bangun lagi untuk catch up dengan kerjaan kantor yg tadi sore mesti gue tinggalin atau paper-paper yg mesti dikumpulin. Yah, pake sistem kalong semaleman deh:)

Keempat, kuliah itu kudu siap-siap keluar hepeng alias duit abis-abisan. Satu semester aja belasan juta, belom lagi beli buku-buku yang mahalnya najubujubuneng. So, selama belom lulus, siap-siaplah memangkas semua pengeluaran yang ga penting (mis jalan-jalan, makan-makan, shopping dll) demi bayar SPP dan beli buku.

Semuanya bener-bener major changes yang ga gampang adaptasinya. Makanya susah banget buat gue untuk ambil keputusan kuliah lagi. Gue tau persis Tuhan yang suruh gue ambil langkah ini. Tapi gue tunda-tunda terus selama satu tahun dengan alasan ini itu (“ga mau ah Tuhan, jurusan yang Tuhan suruh pilih ga nyambung sama kerjaan skarang” atau “jangan skarang dong Tuhan, kan sekarang baru pindah ke bagian baru di kantor n perlu invest waktu lebih untuk adaptasi dulu” atau “kan Tuhan tau kerjaan skrg lagi banyak-banyaknya” atau “Tuhan, gimana mo kuliah jam 5 sore di Salemba, kan dari Sudirman perlu sejam lebih after 5:30, naek bis lagi!” atau dgn alasan pamungkas gue: ”ga bisa ah Tuhan, ga punya duit buat bayar SPP” dll dll dll)

Tapi akhirnya cape juga gue reasoning sama Tuhan. So, setelah konfirmasi 700 juta kali dari Tuhan *wekekek*, peneguhan dari sana-sini sampe no escape betapapun gue berusaha menghindar, minta tanda aneh-aneh dari Tuhan supaya ga kejawab eh malahan kejawab melulu *xixixi*, akhirnya gue nyerah juga…

Tapi emang bener loh begitu kita ambil keputusan untuk taat, heaven starts to back us up. Amazingly Tuhan atur segala sesuatu untuk support gue. Tepat pada hari pertama matrikulasi, tiba-tiba gue di-assign untuk bantuin tim audit di kantor klien di daerah medan merdeka (meaning: cuma perlu 20 menit ke kampus instead of one and half hour by bus from sudirman office). Dan gue mesti stay di kantor klien ini selama 3 bulan, meaning gue ga perlu pusing sama issue terlambat masuk kelas sampe desember nanti. Trus, gue juga percaya bahwa Tuhan juga yang atur supaya kerjaan utama di kantor (yang non audit) bisa berbarengan selesai semua deadline-nya sebelom semester baru dimulai.

Bahkan, sampe untuk urusan domestik terkecil sekalipun, seperti nyuci nyetrika nyapu ngepel rumah dll, Tuhan kirimkan bala bantuan pas sebelum hari kuliah pertama dimulai. Tau ga, di rumah tuh selama 7 taon gue ga pernah pake pembokat sama sekali. Gue handle semuanya sendiri. Tapi mungkin karena Tuhan tau gue bakalan ga punya energi yang tersisa untuk itu, mangkanya Tuhan kasih a nice surprise. Tuhan datengin orang untuk bantu-bantu di rumah (sebenernya sih bukan gue yang nyari, tapi istri abang gue yang nyari) Dan sekarang gue ga perlu pusing lagi dengan urusan domestik: baju dicuciin, disetrikain tinggal pake, bahkan brangkat kerja pun makanan dah siap tinggal bungkus aja. Tuhan itu bener-bener full of surprises.

Tapi gue percaya surprises-nya ga percaya berhenti di situ aja. Gue percaya masih banyak nice surprises lain yang Tuhan sediain, selama gue mau taat sama apa yang Dia suruh. Gue ga tau what lies ahead, tapi gue tau heaven will continue to back me up. Mungkin sekarang Tuhan mau stretch me to the limit. Pertama, stretch my faith (merentangkan iman/faith gue ke titik dimana gue ga punya biaya but still take a step of faith going to college). Dan kedua, stretch my potentials (merentangkan potensi fisik/intelektual/professional untuk belajar begitu banyak hal baru di sela-sela beban pekerjaan yg numpuk).

Oke Lord, stretch it to the limit
Stretch me to the limit
To the limit that I never thought I could reach…
Cause my limit is not Your limit
And Your limit is limitless…

October 10, 2007

intelligent debt management

Filed under: Uncategorized, personal

Friends, hari ini gue legaaa… banget. Rasanya ada sekarung beras yang diangkat dari pundak gue. Tau ga napa? Karena… hari ini semua utang kartu kredit gue LUNAS! I repeat, SEMUAnya, Rp 0, lunas, impas pas pas…

Mungkin temen-temen nanya kenapa sih bisa bayar utang kartu kredit aja heboh banget? Mungkin buat temen-temen lain hal ini biasa aja, tapi buat gue ini satu major breakthrough yang luar biasa banget buat gue. Soalnya setelah lebih dari 2 tahun ini akhirnya gue lepas dari ”ikatan” cicilan kartu kredit yang bener-bener ”mencekik” leher. Padahal friends, gue sama sekali ga menikmati uang pinjaman itu. Semuanya habis dipake untuk biaya pernikahan ade gue tahun 2005 lalu, trus beberapa bulan kemudian tiba-tiba bokap gue mesti operasi jantung. Akibatnya utang credit card gue jadi membengkak ke angka puluhan juta…

Dan tau ga, seringkali malem-malem sebelom tidur gue pandangin billing statements (dari 5 bank yang berbeda!) itu dan gue miris banget ngitungin jumlah payable yang mesti gue bayar. Saat itu juga gue sadar kalo tukang becak depan rumah gue itu bisa jadi jauh lebih kaya dari gue. Kenapa? Karena tukang becak itu mungkin cuma punya 20ribu di kantongnya, tapi hutang-nya zero. Artinya dia berkelebihan, dan gue berkekurangan. Karena saldo gue minus puluhan juta, padahal gaji cuma sekian juta. Selisihnya masih puluhan juta. Berarti gue yang saldo nya minus jauh lebih miskin dari tukang becak yang saldo nya plus. Kalo keuangan gue tuh ibaratnya laporan keuangan perusahaan, mungkin opini-nya independent auditor akan bilang bahwa dia punya doubt tentang going concern yang ga jelas huehehe… Ga punya fixed assets, cash flow seret, yang ada cuma short-term liabilities. My goodness…

Saat itu juga gue bertobat di hadapan Tuhan. Gue akuin kalo gue udah jatuh dalam dosa hutang dan gue mau lepas dari semuanya. Tapi gue mau bertanggung jawab atas setiap sen yang ada. Gue ga lepas tangan dan minta Tuhan yang beresin semua. Engga, itu ga adil. Gue yang berbuat kok gue minta Tuhan yang tanggung jawab bayarin? Enak aja! Gue mesti bertanggung jawab atas semua sen hutang yang gue bikin. Di hadapan Tuhan gue janji kalo gue akan bayar semuanya, sedikit demi sedikit, dengan segenap kemampuan gue, dengan seluruh ide menghemat yang bisa gue pikir, sampe akhirnya semua bisa lunas terbayar. Dan janji itu menuntut komitmen yang sungguh-sungguh…

Langkah pertama adalah bikin list semua hutang yang ada. Dari yang paling kecil sampe yang paling gede.

Langkah kedua adalah nutupin kartu kredit, satu demi satu. Dari lima jadi empat, dari empat jadi tiga, dari tiga jadi dua. Dan itu artinya mulai dari hutang yang paling kecil dulu, supaya semakin banyak kartu yang bisa ditutup.

Langkah ketiga adalah mulai memangkas semua pengeluaran yang bisa dipangkas. It hurts, really hurts. Karena artinya gue mesti menurunkan standar hidup gue. Dan itu ga gampang sama sekali. But I have to do that. I have promised to God and I will do it. Gue dah janji sama Tuhan gue mau bayar semuanya, betapapun iritnya hidup gue sehari-hari… Ga pernah naik taksi lagi. Kemana-mana slalu berusaha naik bis, walopun pulang lembur sekalipun. Gapapa naik bis sambung-menyambung, jatohnya pasti lebih murah daripada taksi. Ga beli makan siang di kantor, tapi bawa dari rumah. Kalo di rumah ga sempet masak, beli aja di warteg deket rumah sebelom brangkat ke kantor. Jauh lebih murah daripada ngabisin 25ribu cuma buat nasi goreng doang di resto lantai 1 di kantor (belom minumnya!). Kalo kepengen jus, bikin aja sendiri dari rumah. Beli tomat di tukang sayur, trus blender sendiri dan bungkus buat di kantor. Gampang kan?

Hari-hari pertama emang berat, tapi lama kelamaan jadi biasa. Trus makin lama jadi makin mahir hidup hemat. Karena mau ngirit ongkos, jadi males ke mall. Akibatnya, jadi jarang banget belanja-belanja yang ga perlu. Beli baju jadi jarang banget. Apalagi sepatu, tas, accessories yang ga penting, wah ga kepikiran sama sekali deh. Prinsip gue selama belom rusak, akan gue pake terus itu baju/sepatu/tas. Pelit? Bukan… Ini mah kepaksa:)

Sampai suatu saat, suatu siang di kantor, Roh Kudus bawa gue nonton streaming khotbahnya Ps. Crefflo Dollar tentang intelligent debt management. Dari khotbah itu gue dapet penghiburan banyak banget, dan dari khotbah itu juga akhirnya gue bisa belajar selesaiin semua utang.

Ini ringkasannya…

Hampir semua orang tau Ps. Crefflo Dollar itu salah satu pastor terkaya di dunia. Mansion-nya luar biasa megah, punya pesawat pribadi, mobilnya super mewah, etc etc. Tapi ga banyak yang tau kalo dulunya dia itu terlilit hutang 15 ribu dollar AS. Sampai suatu saat dia masuk dari garasi rumahnya, duduk di pojokan di rumahnya, dan menyadari bahwa mobil yang dikendarainya, kursi yang didudukinya, tivi yang ditontonnya, kulkasnya, mesin cucinya, tempat tidurnya, dan semua furnitur-nya, dibeli dengan kartu kredit. Alias semua barang di rumahnya adalah HUTANG. Saat itu dia menyadari kalo dia mati nanti, dia ga punya apa-apa untuk diwariskan. He is a man of zero. Saat itu pula dia bertobat, mengakui dia punya masalah dengan hutang, dan minta Tuhan membantunya untuk mengatasi ikatan itu.

Dengan hikmat Tuhan, Ps. Crefflo Dollar mulai mengambil langkah ini:
1. bikin daftar semua hutang yang dia punya
2. mulai menabur di tanah yang subur (artinya di gereja lokal yang memang punya track record yang bagus dalam hal tabur-tuai) Kenapa? Karena, jujur dia mengakui, bahwa dia perlu gereja yang terbukti bisa open heaven when he sows there. Tanah nya mesti bagus supaya benih yang dia tabur di sana bisa berbuah.

Selanjutnya, ada juga langkah-langkah praktis yang harus dilakukan:
Pertama. keluar dari sistem pinjaman (get out of renting system). Hutang itu bondage, suatu ikatan. Dan yang namanya ikatan, dia pasti mencengkram kita terus supaya kita ga bisa lepas darinya.

Kalo rasanya there’s a hole in your pocket, watch where your money is going. And watch what your money is doing.
Tapi sebelom itu, selesaikan dulu semuanya dengan Tuhan:
- akui kalo butuh bantuan (recognize that you need help from God)
- ambil komitmen untuk menyelesaikan semua hutang, even if it takes a long time (remember God likes commitment, because God respects covenants. He is the God of covenants)
- konsolidasikan semua hutang
- jangan pernah lagi pake credit card
- usahakan untuk cari extra money from side job, even if it means you must take the heavy load
- lihat gaya hidup sekarang, dan ubah! Cut down the expenses yang ga perlu (mis. Ps. Crefflo ga pake cellphone lagi, tapi selalu kasih tau istrinya dia ada di mana- di mana, jadi istrinya bisa telpon pake telpon kantor.
Dia dan istrinya ga lagi beli-beli pizza. Semua masak sendiri. Belanja sekali seminggu, dan belanjaan itu HARUS cukup untuk seminggu. Jadi menu harus diatur seminggu.
Mereka ga pergi nonton bioskop lagi, gantinya nonton aja di rumah, artinya: hemat waktu, hemat uang, hemat bensin.
Istrinya ga lagi pergi ke salon seminggu sekali cuma buat hairdo aja. Istrinya beli satu wig aja yang bagus supaya ga perlu ke salon mulu.
Dan setelah melakukan semua perubahan itu, mereka terkaget-kaget menyadari betapa banyaknya uang yang bisa dihemat. Mereka surprised karena ternyata mereka bisa nabung. Trus mereka makin semangat nabung.
Beli bensin cuma sekali seminggu, dan bensin itu harus cukup seminggu. Kalo ga ada bensin, ya ga bisa pergi kemana-mana sampe hari beli bensin di minggu berikutnya dateng.
Ps. Crefflo waktu itu cuma punya 2 jas, tiap minggu khotbah 2 jas itu aja yang dituker pake.
- bikin agreement sama orang bank untuk bayar 2 kali per bulan (dan bukannya sekali sebulan) supaya bisa selesaiin cicilan lebih cepet *ini di Amrik, ga tau di Indo bisa apa engga* Dan tau ga, dalam 4 ½ tahun akhirnya cicilan rumahnya terbayar lunas. Mungkin denger 4 ½ tahun rasanya lama banget. Tapi kalo kamu pikirkan bahwa dalam waktu 5 tahun mendatang kamu masih punya hutang, lebih baik ambil langkah sekarang, walupun menyakitkan (kencangkan ikat pinggang etc) tapi setidaknya ada sesuatu yang selesai. At least you’re in different spot, posisi kamu dah berubah.
- Jangan pernah anggep enteng nabung 5 dollar juga. *mungkin di Indonesia-kan artinya jangan anggep enteng nabung cuma goceng aja* Mungkin kamu pikir what’s it gonna do? Tapi dari sedikit itu jangan kaget kalo kamu akhirnya bisa nabung banyak.
- Bikin pembukuan. Untuk semua pengeluaran harus ada anggarannya, harus ada posnya, harus jelas kemana larinya uang.

Jangan lupa kalo semuanya itu ada dasarnya. Semuanya itu Alkitabiah. Diligent hard work? That’s biblical. Making wise decision? That’s biblical. Setting up a budget? That’s biblical.

Mau tau rinciannya? Nih:
1. diligent hard work –> Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: (Ams 6:6)
semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas (Ams 30;25)
2. making wise decision –>Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboroskannya.
3. setting up a budget –> SEbab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya … (Luk 14:28)

Selain itu Ps. Crefflo Dollar juga kasih kesaksian bahwa setelah dia berusaha menerapkan prinsip-prinsip Alkitabiah itu, heaven starts to back him up. Tiba-tiba ada unexpected income, dari sini dari sana. Tapi kalo udah terima uang kaget gitu dia ga langsung foya-foya. Uang itu langsung dia potong perpuluhan (karena dia butuh God’s supernatural help to support his finance), dan sisanya langsung buat bayar sisa hutang. Kenapa? Karena diligence demands partnership with the Spirit. Dia perlu melaksanakan a law of diligence. Dan begitu dia taat, assistance from heaven shows up in his life.

So, gimana friends, bagus banget kan khotbahnya Ps. Crefflo Dollar ini? Khotbah ini bener-bener ngebuka mata gue kalo pastor sehebat dan setenar dia pun dulu punya pernah punya masalah seperti yang gue alami. Tapi dia berhasil mengatasi semuanya dengan prinsip Alkitab. So, begitu gue denger khotbah ini, gue langsung bertekad (dan berdoa): kalo dia bisa, gue pun harus bisa. Ps. Crefflo anak Tuhan, saya juga anak Tuhan. Dan Tuhan ga membeda-bedakan orang. Asal kita mau partnership sama Roh Kudus, pasti heaven starts to back us up, ya kan? Dan hasilnya? Ps. Crefflo bebas dari hutang sejak saat itu, dan mulai hari ini pun saya bebas lepas dari hutang…

Thanks Lord for speaking to me through his sermon, through his experience
As I have been really blessed by his sermon, I also want to bless others by sharing my experience here
Right now Lord, I’m praying for anyone who’s visiting this blog
Anyone who’s reading this blog because (s)he’s having problems with debt
Bless them Lord, wherever they are
Bless their finance, bless their income
Teach them how to manage their money
Give them wisdom how to get out of their debt
Break the curse or the bondage that they mave
So that Your children are totally debt free
And can start enjoying the life of abundance
That You have promised to us
In Jesus name I pray
Amen…

September 5, 2007

the wedding

Filed under: personal

akhirnyaaa… tanggal 1 september lewat juga…

Rasanya lega banget bisa ngelewatin minggu lalu. Minggu lalu tuh bener-bener ribet banget dah. Soalnya kan abang gue merit tanggal 1, pake acara adat batak lagi, aarrrgggh!!!

Sejak gue bertobat 7 taon lalu, Roh Kudus ngajarin gue banyak hal. Salah satunya adalah praktik okultisme yang banyak banget ditemuin di adat batak. Salah satunya yang parah adalah upacara pernikahan adat batak yang penuh penyembahan berhala. (Gue ga bisa cerita panjang lebar di sini, but someday I’ll make a posting about it - in details)

So, begitu Roh Kudus ajarin hal itu, saat itu juga katakan gue katakan gue putus hubungan sama upacara pernikahan adat batak. Gue ga akan pernah lagi terlibat dalam, hadir pada, atau ikut dalam adat pernikahan batak, siapapun orang yang menikah itu. Gue ga mau mmenyakiti hati Tuhan dengan melakukan sesuatu yang gue tau mendukakan hati-Nya.

Terserah lah gue dibilang ga tau adat sama keluarga. Lebih baik gue ditolak keluarga daripada ditolak Tuhan. Lebih baik dikucilkan keluarga daripada menyakiti hati Tuhan…

Emang sih sejak gue ambil keputusan itu, gue diejek abis-abisan sama keluarga gue, terutama abang gue. Gue dicap ga tau adat, terlalu ekstrim, dan bahkan disindir dengan bahasa rohani “ga punya kasih…” Disindir-sindir “buat apa nyanyi lagu rohani terus tiap hari di kamar tapi ga punya kasih sama keluarga” Dianggap sesat sejak masuk gereja baru. Dianggap dicuci otak sama pendeta karismatik. Dan berbagai celaan lainnya.

Selama 7 tahun ini gue berusaha bertahan diem aja kalo disindir-sindir gitu. Gue cuma minta kesabaran aja dari Roh Kudus untuk bertahan melalui itu semua. Gue berdoa agar suatu saat mata hati mereka dibukakan oleh Tuhan. Gue ga bisa mendesak Tuhan supaya hal itu terjadi segera, tapi gue tau pasti suatu saat nanti hal itu pasti terjadi…

Selain gue ga setuju sama acara adat, gue juga menentang usaha-usaha demi terlaksananya acara adat itu. Tau ga, udah tau merit biasa aja mahal, eh malah pake acara adat lagi yang jauh lebih mahal. Masih mending punya dana besar, ini ga punya dana lagi! Tau ga, demi gengsi agar bisa melangsungkan pernikahan mewah di gedung dengan full adat, bokap dan abang gue bela-belain ngutang! Ampuuuu…nnn! Udah tau ga punya duit kok malah bikin acara gede-gedean dengan cara ngutang! Gue jadi inget khotbah-nya Pst. Creflo Dollar. Dia bilang “debt is trying to impress others with what you don’t have” Bener banget! Utang itu sebenernya adalah usaha untuk membuat orang lain terkesan dengan apa yang sebenernya tidak kita punya…

Bokap dan abang gue berusaha membuat orang lain terkesan dengan (uang) yang sebenernya ga mereka miliki. Dalam usaha membuat orang lain terkesan dengan pernikahan megah, mereka berhutang dari orang lain. Dan ini juga sesuatu yang bener-bener gue tentang abis-abisan. Buat gue, pernikahan itu yang penting adalah sah di mata Tuhan. So, yang paling penting adalah pernikahan di gereja-nya. Tapi kalo emang punya uang lebih ya gapapa bikin resepsi. Tapi itu kalo punya uang loh… Kalo ga punya ya engga usah resepsi. Buat apa pesta gede-gedean kalo abis itu kelilit utang ? Buat apa pesta megah sehari doang tapi abis itu mesti nyicil kartu kredit sampe 5 taon? Buat apa kemegahan 2-3 jam (yang belom tentu diinget orang) tapi abis merit bingung mau tinggal dimana? Ga punya uang buat ngontrak, apalagi beli rumah, yang ada cuma utang kartu kredit dengan bunga 45% per taon yang mencekik leher???

Kenapa gue mesti ngomong keras gini? Karena gue dah belajar hard lesson dari pernikahan adik gue di tahun 2005 lalu. Tau ga berapa utang kartu kredit ade gue setelah merit itu? Puluhan juta!!! Dan sampe detik ini dia harus bayar semua utang itu!

Itu baru ade gue doang. Dari gue, sebagai kakaknya, gue harus nyicil bayar utang kartu kredit sampe 2 taon! Dan sampai sekarang pun masih… Tiap bulan gaji gue mesti kepotong 1/3 cuma buat bayar utang peninggalan biaya merit dari dua taon lalu. Gue sama sekali ga bangga ngomong ini. Gue cuma pengen orang laen belajar dari kesalahan yang udah gue perbuat.

Tapi bokap dan abang gue ga mau belajar dari kesalahan gue itu. Mereka lebih mementingkan terlihat keren dimata keluarga dan ga peduli sama saran dari gue dan ade gue. Mungkin karena mereka belom merasakan lelahnya harus nyicil hutang bertahun-tahun… (yang financing biaya pernikahan ade gue tahun 2005 itu emang cuma gue dan ade gue, mereka ga bisa bantu finance waktu itu…)

Dan suatu hari, di tengah ketegangan kesibukan yang makin meningkat, pertengkaran pun akhirnya terjadi. Abang gue ngatain gue terlalu ekstrim gara-gara gue bilang ga mau ada adat-adatan atau batak-batakan kalo gue merit nanti. Karena tersinggung, abang gue langsung ngatain gue terlalu ekstrim. Karena kesel, gue akhirnya bilang ya udah gue emang terlalu ekstrim. Dan karena ekstrim itulah gue bilang gue cuma mau dateng pas pemberkatan gereja dan SAMA SEKALI GA MAU DATENG pas acara adat. Dan sejak saat itu abang gue keliatan benci sekali sama gue…

Sebenernya sehabis pertengkaran itu gue sedih sekali. Gue tanya Tuhan apakah gue salah mempertahankan iman gue di tengah keadaan seperti ini? Apakah taat sama Tuhan itu artinya harus dibenci keluarga? Gue sayang abang gue, I really do. Tapi gue juga sayang sama Tuhan dan gue sama sekali menyakiti hatiNya… Kenapa orang lain ga bisa mengerti bahwa okultisme, penyembahan berhala itu kekejian di mata Tuhan? Kenapa orang ga bisa ngerti kalo kita bener-bener harus putus hubungan apapun dengan praktik okultisme, sekecil apapun itu, begitu kita decide to follow Jesus? Apakah mentaati Roh Kudus (which is tidak terlibat lagi dalam okultisme) itu begitu ekstrim nya di mata manusia sampai bikin abang gue benci sama gue?

Dan pas saat teduh berikutnya, Tuhan hibur gue dengan ayat ini…

Dengarlah firman TUHAN, hai kamu yang gentar kepada firman-Nya! Saudara-saudaramu, yang membenci kamu, yang mengucilkan kamu oleh karena kamu menghormati nama-Ku, telah berkata: “Baiklah TUHAN menyatakan kemuliaan-Nya, supaya kami melihat sukacitamu!” Tetapi mereka sendirilah yang mendapat malu (Yes 66:5)

Begitu gue baca “saudara-saudaramu, yang membenci kamu” itu, gue pengen nangis… Gue pengen nangis karena Tuhan tau apa yang gue alami. Tuhan tau apa yang rasa. Tuhan tau gue sendirian lewatin ini semua. He knows what I’m going through… Dan Tuhan kasih gue penghiburan luar biasa yang ga bisa gue dapet dari siapapun juga…

Dan begitu gue baca lanjutannya “karena kamu menghormati nama-Ku”, gue jadi tenang. Tuhan pengen bilang kalo apa yang gue lakuin itu dah bener. Tuhan sendiri yang bilang “menghormati nama-Ku”… Berarti God approves. And that’s all that matters for me… All I want is to menghormati nama-Nya, above everything else…

So, sejak dapet ayat itu, gue jadi tenang. Gue tetap stick to my belief, regardless of what people say, what people may think of me, or how they treat me. Gue bilang sama Tuhan “Tuhan, saya pernah mau diusir dari rumah ini gara-gara masalah ini. Kalaupun akhirnya saya bener-bener diusir, I’m ready Lord. I’m ready for Your name. Karena apapun yang terjadi, Yesus takkan pernah tinggalkan saya sendiri…”

Dan akhirnya pernikahan itu tiba. Gue ikut pemberkatan di gereja, of course. Tapi acara adat sama sekali gue ga terlibat. Gue cuma dateng sebentar liat pengantin masuk gedung, dari pintu luar, and that’s it. Abis itu gue pamit untuk beres-beres di rumah. Sebagai cewe sendirian di rumah, gue harus beresin rumah, bersihin ini itu, nyapu, ngepel, nyiapin makan untuk puluhan orang yang akan datang nanti malem, beserta nyiapin tetek bengek perlengkapan makan minum. Belom lagi nyuci piring, gelas, sendok, tatakan, mangkok, baskom, dll dsb yang buaaaanyaaaa…k banget. Belom lagi geser-geser perabotan yang berat-berat. Kalo cape sih jangan ditanya. Kalo gue pengen nangis dan inget mama (seandainya mama masih ada pasti gue ga bakalan secape ini nanggung beban ini sendirian), gue langsung tengking pikiran itu dan bersyukur bahwa mama udah senang di surga…

Tapi sisi baiknya sih pas hari H-nya itu gue udah terbiasa dengan segala kerepotan rumah tangga itu. Soalnya kan kalo adat batak tuh panjang banget prosesinya, ada 8 tahap kalo ga salah. Jadi beberapa minggu sebelumnya gue dah “terlatih” menyiapkan makanan untuk 60-80 orang sekaligus dalam satu rumah. So, gue dah tau apa-apa aja yang mesti disiapin, plus dah tau jaga stamina supaya engga ambruk beberes rumah sendirian tanpa pembantu. Gue juga dah sistematis ngurus prosedur persiapan, pemakaian, pencucian, sekaligus penyimpanan kembali semua perabot *wekekek*

And thank God, akhirnya semua selesai juga… Akhirnya tanggal 1 lewat juga… Dan bagian yang paling mengharukan adalah: sesaat sebelum berangkat meninggalkan rumah, abang gue dateng ke kamar gue dan bilang “De, doain abang ya…” dengan mata berkaca-kaca dan suara yang bergetar. Gue jadi terharu banget sampe ikutan mau nangis. Dia yang selama ini keliatan begitu membenci gue dan iman gue, ternyata minta gue doain dia di acara besarnya (walopun tanpa dia minta pun gue selalu doain dia…)

Pas ngeliat dia begitu gagah dengan jas pengantinnya, gue bener-bener ga tahan pengen nangis inget masa-masa kecil kita dulu. Di sekolah dulu. Dimarahin mama. Ketawa-ketawa bahagia. Terutama inget masa-masa susah waktu mama sakit. Inget gimana hancurnya hati dia, sebagai anak kesayangan mama, waktu mama meninggal. Inget masa-masa susah waktu mama sakit. Inget pengorbanan dia nginep berbulan-bulan di kolong tempat tidur mama di rumah sakit sementara gue go outside day and night working my head off untuk bayar biaya cuci darah mama. Inget betapa remuknya hati dia nangis di samping peti mati mama. I remembered well those moments with him…

Dan sekarang abang masuk tahap baru dalam kehidupannya. Meninggalkan masa lajangnya di belakang dan mulai kehidupan baru bersama istrinya. Terus terang gue sedih banget ditinggal sendirian sama papa, but I realize this is the moment that we all have to go through. So I release blessings for him. Waktu abang gue peluk gue dengan jas pengantinnya, gue peluk dia kenceng banget sambil nangis “Wah abang sekarang merit… Selamat ya Bang…” cuma itu yang bisa gue omongin sembari nangis. Kita berdua sama-sama nangis berdua di kamar itu, ga bisa ngomong apapun kecuali pelukan kenceeee…ng banget. Dan bahkan waktu lepas pun kita masih pelukan tiga kali lagi sembari nangis… Cuma kita berdua yang ngerti what we have gone through. I know he knows that I love him. Regardless of our differences, kita adalah kakak adik seumur hidup dengan ikatan darah yang ga bisa dipisahin sama apapun juga…

Selamat ya Bang…
Selamat menempuh hidup baru…
My prayers are always with you…

August 27, 2007

copet = batak ?

Filed under: personal

dasar batak eh dasar copeeee…ttt !!!

Kalo dipikir-pikir, bener ga sih copet itu mayoritas orang batak? Maap yah, bukannya gue rasis ato prejudice. Tapi ini pertanyaan beneran (n please remember juga: gue asli batak loh! 100% dari papa dan mama, including ompung boru dan doli dari dua sisi :)

Gara-garanya gini nih. Pertama kali gue ditodong di terminal senen, diambil jam tangan gue, sama orang batak (dah jelas lah dia batak, biar ga pake label nama. Dari logatnya aja dah ketauan, plus rahang hastakona yang terdeteksi dari jarak 100 m juga:) Itu sih dah lama, kira-kira 5-6 taon lalu.

Yang kedua kali, kemaren sabtu, mau dicopet di bis, sama 6 orang, gerombolan orang batak. Kan gue nunggu bis di halte rawasari. Trus gue dah berasa ga enak sih ada segerombolan cowo batak bertampang serem-serem yang ngeliatin gue terus. Gue sih cuek aja diliatin *biasa sih dimana-mana cowo-cowo suka ngeliatin gue, gue kan cakep hehehe geer pisan :) * Tapi lama-lama gue sebel juga diliatin mulu, untung bis gue dateng, trus gue naek aja.

Eh ternyata 6 batak itu ikutin naek juga. Trus mereka langsung pepet gue abis-abisan. Gue geser kiri, mereka ikut geser kiri. Gue geser kanan, mereka ikut geser kanan. Padahal sebelah sana masih kosong banget. Trus dua orang pepet gue dari depan, temen2nya di belakang. Asli gue kesel banget. Gue dorong aja tuh cowo di depan gue dengan keras dan ngomong “Apaan sih dari tadi ?!!” Eh tau ga, bukannya dia minta maap malahan dia marah-marah pake bahasa batak! Untung gue ga ngerti! Kalo gue ga ngerti, berantem kali gue saat itu juga hehehe…

Tapi untunglah tiba-tiba ada orang yang mendadak mau turun, so gue langsung bergerak cepat dan duduk. Selamat lah gue… Akhirnya gue duduk, tapi sebenernya dalem hati masih mangkel banget sama gerombolan batak itu..

Ga lama kemudian terjadi kehebohan lagi. Gerombolan itu belagak mau turun, tapi sembari sok dorong-dorongan sampe bikin satu cowok di depan gue bener-bener pissed off dan naek darah. Ya iyalah, siapa juga ga marah didorong-dorong dan dipepet gitu…

Akhirnya gerombolan itu turun. Begitu turun, langsung deh orang-orang di sekitar gue langsung pada komentar. “Mbak tadi mau dicopet ya?” “Mbak tadi saya lihat udah mau digerayangin tuh?” “Mbak sebenernya sih kita dah lihat tadi mereka mau nyopet…”

Ya amploooo….ppp! Dah tau gitu, tapi orang satu bis pada diem aje! Ga ada yang tergerak nolongin kek, ngomong kek, apa kek… Yah beginilah di jakarta, orang pada cari selamet aja… Walopun gitu, gue ga nyalahin mereka kok. Mereka juga pasti ga mau cari masalah. Biarlah gue ga diingetin siapa-siapa, tapi yang pasti Roh Kudus selalu ingetin gue…

Sejak gue nunggu di halte, emang sih Roh Kudus dah ingetin gue “Hape di kantong, hape di kantong, hape di kantong…” Saat di halte itu gue sih sebenernya pengen ngeluarin hp dari kantong trus pindahin ke tas. Tapi gue pikir risiko banget kalo gerombolan itu ngeliat, apalagi gue sendirian cewe malem-malem gitu.

Dan pas gue dikepung sama 6 cowo itu, dengan tegas Roh Kudus ingetin gue berulang-ulang “Copet. Copet. Copet…” Terus terang aja gue sebagai cewe takut dikepung sama 6 cowo yang tampangnya menyeramkan gitu. Tapi rasa takut itu kalah sama rasa kesel gue sama kepengecutan mereka. Ih, beraninya sama cewe! Cewenya sendirian lagi! Dan mereka beraninya berenam! Beraninya keroyokan! Bener-bener pengecut! Tampang aja serem, kelakuannya level keroyokan…

Jujurnya sih gue sempet bertanya sama Tuhan. “Kok gini sih Tuhan? Kok dari orang satu bis itu, cuma saya yang dipepet? Saya kan anak Tuhan… Kok Tuhan ga bikin saya invisible supaya saya ga jadi target copet-copet itu? Tuhan kan paling jago lindungin anak-anakNya…” Tapi begitu muncul pikiran itu, langsung gue tepis aja. Gue switch pikiran negatif itu ke pikiran positif aja. Gue bersyukur Tuhan masih lindungi gue malem itu. Gue juga bersyukur Roh Kudus selalu ingetin gue pada saat-saat yang tepat.

Dan besok paginya, pas saat teduh, gue dapet ayat ini:

Setiap senjata yang ditempa terhadap engkau tidak akan berhasil… (Isa 54:17)

Gue langsung senyum lebaaaaaaa….rrrr banget pas baca ayat ini. Ooooo… ternyata Tuhan mau ngajarin ini ya? Setiap senjata yang ditempa terhadap anak Tuhan tidak akan berhasil, ya Lord? Makasih ya Tuhan… Cara Tuhan ngajar tuh bener-bener orisinil dah, kaga ada duanya. So unpredictable, but so creative… Gue langsung tenang pas dapet ayat ini. Gue makin yakin kalo Tuhan ga pernah tinggalin gue SEDETIK pun. Tiap hal yang terjadi dalam hidup kita itu penting buat Tuhan. Ga ada yang insignificant. Ga ada yang missed dari kendali Tuhan. Everything is under His control…

Abis itu gue ditegur juga sama Tuhan. Gue berasa ditegor karena gue punya kebiasaan jelek yang Tuhan mau ubah. Kebiasaan jelek gue tuh suka anggap enteng hari Sabtu or weekend.

Karena hari Sabtu tuh jadual gue ga terlalu berat, lumayan ringan, alias ga ke kantor tapi cuma ngajar doang, jadi gue suka ngegampangin saat teduh hari Sabtu. Kalo hari Senin ampe Jumat, gue bener2 serius saat teduhnya, karena working days itu berat buat gue. Berat pekerjaan di kantor, susah, perlu hikmat luar biasa, dan perlu stamina untuk kerja dari pagi ampe malem. Karena workload yang berat dan susah, gue bener2 serius saat teduh pas paginya supaya I can go through the day. Supaya gue bisa jawab semua pertanyaan bos gue hari itu dengan hikmat Roh Kudus. Supaya gue bisa selesaiin those difficult tasks with wisdom. Supaya gue dikasih stamina lembur terus tanpa jatuh sakit. That’s why I’m really serious with saat teduh hari Senin ampe Jumat.

Tapiii, kalo hari Sabtu, gue jadi nyantai. Gue pikir “Ah cuma ngajar aja, ga susah kok. Ga berat. Gampang aja…” Makanya gue saat teduhnya juga cincay-cincay aja. Ga serius-serius amat. Tapiii… ternyata Tuhan ga suka itu. Tuhan pengen ngajarin gue kalo hari Sabtu pun bisa terjadi hal-hal yang di luar dugaan. Dikepung copet misalnya. Makanya gue harus selalu siap sedia setiap hari. Harus isi full tank, full armor, dengan firman Tuhan, minta Tuhan tutup bungkus kita di pagi hari supaya dijauhkan dari yang jahat…

Makasih ya Tuhan udah ngungkapin kebiasaan jelek saya. Makasih ya Tuhan udah ngajarin pelajaran yang “nyentil” saya.
Makasih ya Tuhan udah lindungin saya.
Tolong saya Tuhan untuk selalu berjaga-jaga setiap pagi.
Tolong saya Tuhan untuk selalu menganggap serius setiap hari, setiap pagi, yang masih boleh saya jalani…
Dan satu lagi…
Ampuni saya ya Tuhan yang udah prejudice sama orang batak…
Ampuni saya ya Tuhan yang udah bersikap kasar sama copet itu…
Ampuni saya ya Tuhan yang marah-marah sama mereka, walaupun seharusnya saya mendoakan mereka…
Ampuni orang batak yang suka nyopet ya Tuhan…
Sadarkan mereka, jamah hati mereka, dan terutama, cukupi kebutuhan mereka supaya mereka ga nyopet lagi…
Dan juga, ampuni saya ya Tuhan yang sebel sama orang Batak, yang sebel sama suku saya sendiri, yang malu melihat kelakuan suku saya sendiri…
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.

August 13, 2007

limited connectivity (baca: KAGA NYAMBUNG)

Filed under: personal

bbrpa hari lalu, pas iseng abis makan siang, gue baca artikel di salah satu web kristen tentang gmana caranya komunikasi alias ngobrol sama “target” supaya nyambung. Hehehe asli gue setuju banget sama tips-tips yang dia kasih, sayangnya dah telat :) karena gue bacanya pas dah putus wekekek

knapa gue setuju banget ama tips-nya dia? karena gue selama masa-masa awal pacaran bener2 ketipu sama tampang, tapi lupa satu hal yang mendasar yang akhirnya bikin gue super enek dan super cape jalanin hubungan itu…

tau ga napa? gini nih. di awal masa pedekate, si mantan gue tuh bilang, dari cewe2 yang dia kenal, dia ngerasa “cocok” banget sama gue. maksudnya tuh gue “nyambung” kalo diajak ngobrol ama die. Katanya sih dia banyak kenal cewe cakep, tapi susah nyambung. So begitu kenal gue dia ngerasa gue cocok ama die sooo dia pdkt deh ama gue. Dengan alasan utama “nyambung”

Tapiiiiii…. lama-lama, gue malah ngerasa gue ketipu berat sama dia. Kenapa? Karena kok lama-lama gue ga ngerasa nyambung sama sekali sama dia? Pertama-tama sih dia emang keliatan keren, ganteng, berwibawa, cukup rohani, dsb. Tapi kenyataannya? Belakangan gue tau semuanya palsuuuuuu……

Belakangan gue tau kalo dia tuh minderan banget. Sebenernya buat gue sih it’s okay, benerrrr it’s okay punya cowo yang pendidikannya sma. benerrr! gapapa. Asal dia dah bertobat, takut akan Tuhan, bener-bener berusaha mengetahui kehendak Tuhan dalam hidupnya, itu syarat utama buat gue. Karena kalo template-nya dah gitu, gue yakin tuh orang pasti karakternya akan terus berubah menyerupai Kristus, day by day. Tapi alangkah kecewanya gue begitu tau kenyataan yang sebenernya.

Kekecewaan pertama. Gue pikir, karena dia udah jadi pengurus di gereja, pasti dia punya hubungan pribadi sama Tuhan dan berusaha mengenal kehendakNya. Tapi tau ga? Makin lama gue makin curiga karena kalo gue ngajak ngobrol tentang apa sih arti ayat ini, kenapa Tuhan ngomong ini dan bukan itu, gimana caranya win the lost souls, doa puasa, etc, dia sama sekali GA NYAMBUNG. Bener-bener buta total dan obrolan langsung mandek sama sekali. Rasanya kaya ngomong sama tembok karena ga ada respon sama sekali. Gue pikir bahan obrolannya terlalu berat, tapi kok tiap kali ganti bahan mentok mulu?

Trus pelan-pelan gue selidiki, ternyata dia kalo hari Minggu tuh suka bolos gereja. Gue pikir sih sekali-kali mungkin karena dia cape atau sakit atau apa. Tapi kok hampir tiap Minggu gitu? Kalo ga gue ajakin dia pasti bolos dan tau ga alasannya apa? Ketiduran…. weleh weleh. Gue bener-bener kaget. Dan yang paling ngagetin adalah: waktu gue tanya kenapa Alkitabnya kok ditinggal terus di motor. Gue tanya gimana besok pagi kalo mo baca Alkitab pas saat teduh? Tau ga jawabannya apa? “JARANG BANGET, HAMPIR GA PERNAH MALAH…” dengan tampang cuek dan ga bersalah gitu. Haaaaaa??? ga pernah baca Alkitab? Gubrakssss!!! Pengurus gereja ga pernah baca Alkitab?!! Bener-bener syok berat gue malem itu…

Saat itu juga kekagumannya langsung rontok total, persis seperti debu jalanan… Semua tampang kerennya, semua pelayanannya di pemuda, semua penampilannya di mimbar gereja, hancur total di mata gue. Rasanya ditipu abis-abisan sampe gue ga tau lagi mo ngomong apa pas doa sama Tuhan tentang kelanjutan hubungan itu. Rasanya malesss banget ketemu dia lagi, rasanya gue ga punya tujuan lagi untuk ngelanjutin pacaran ama die. Buat apa???

Tapi gue ga punya alasan mo putus. Masa sih alasannya karena dia kurang rohani? Kesannya kok gue sok kudus banget? Apa nanti kata temen2 sepelayanan? Masa gue mesti bongkar kedoknya dia di hadapan semua pengurus??? Masa sih nanti kalo diintegorasi sama ketua: kenapa kalian putus? Trus gue jawab: karena dia ga pernah baca Alkitab. Apa ga pada shock itu semua pengurus? Apa gue ga dianggap sok rohani banget? Sooo, gue simpen itu semua rapet-rapet dalem hati gue dan gue berusaha jalanin hubungan itu dengan berat hati.

Gue berusaha bilang sama diri gue sendiri: okelah ga nyambung soal kerohanian, tapi soal obrolan sehari-hari kan at least dia nyambung. But girls, please remember kalo tingkat pendidikan atau kadar intelektual, seperti orang-orang tua kita yang sering bilang itu, ternyata emang penting dalam suatu hubungan. Rasanya cape loh ngobrol sama orang yang lemot. Bikin frustasi.

Misalnya nih, soal pekerjaan. Gue bener2 mati kutu kalo ngobrol soal kerjaan. Jangankan buat nanya-nanya, dia aja ga ngerti gue kerjanya di kantor apaan. Boro-boro deh jelasin tentang konsep services-nya public accounting firm. Akuntan publik aja dia kaga tau itu mahluk apaan. Mo curhat tentang kerjaan? Stuck. Mo minta pengertian lagi deadline jadi ga bisa date karena mesti kerja ampe malem? Langsung nadanya tinggi dan ga mau jemput ke kantor. Langsung tersinggung karena ga pernah ngerti arti deadline di tempat kerjanya di pabrik yang serba rutin. Mo minta pengertian Sabtu Minggu ga bisa kemana-mana karena ngejar deadline Senin? Tersinggung lagi.

So, mo discuss tentang istilah akuntansi dalam bahasa inggris? Ga nyambung. Mo ngomongin latest news in economic world? Ke laut aje. Mending baca koran sendirian. Kalo gue betah berlama-lama di bagian buku asing di Gramedia? Langsung bete dan ninggalin gue. Kalo gue lagi kumat pengen browsing itu software-software keren (bajakan:) di toko komputer? Langsung pasang tampang bosen banget. Duh Tuhan, kenapa saya mesti pacaran sama diaaaaaa….????

Ngobrol pake bahasa Inggris? Jangan harap. Gue baru pake dua kata bahasa Inggris aja (itu juga ga sengaja! keceplosan!), dia tampangnya langsung tersinggung banget. Langsung galak dan bilang “Udah tau aku ga bisa bahasa Inggris!” Ya ampuuuunnn!!! Gue kan ga sengaja, namanya juga gue translator, trus guru bahasa Inggris lagi. Yah gue breathe in dan breathe out in English!

Nanya tentang problems ecek-ecek soal gimana ya insert photoshop picture ke dalam pagemaker file buat warta gereja? Percuma, photoshop aja dia kaga pernah denger. Gimana ya caranya bikin flash buat slide pengumuman ibadah? Boro-boro deh. Sampe topik yang amat sangat umum seperti gimana caranya handle anak yang hiperaktif yang jadi murid les inggris gue? Melongo lagi.

Duh Tuhan, saya mesti cari bahan apa lagi biar nyambung ama dia? Gue bener-bener cape, makan ati luar dalem. Akibatnya, gue makin males dan malesss ketemu dia… Daripada mesti ketemu, kaya’nya mendingan tiduran di sofa ga bergerak-gerak sampe Tuhan Yesus dateng :)

Boro-boro ketemu, kalo ditelpon aja gue males banget jawab. Kalo di-sms, males banget deh balesnya. Padahal cuma gerakin jempol aja buat reply, bener2 males dan buang tenaga. Pokoknya udah bener-bener ga interested lagi deh sama everything about him…

Dan akhirnya dia bisa “baca” juga perubahan gue itu. Dan seperti yang gue tebak: dia marah-marah dengan alasan gue egois dan ga pedulian. Dan buntutnya, dah ketebak, dia minta putus. Dalem hati gue bilang yes! Gue bisa bilang sama Tuhan: “Tuhan, tuh dia kan yang minta putus? Berarti saya ga salah dong… Itu kan keinginan dia. Berarti kesalahan “melukai hati orang” bukan ada di bagian gue. Tapi di bagian dia…hehehe”

Gue bukannya cari cowo yang perfect. Engga, sama sekali engga. Tuh cowo ga harus tau segalanya. Gue bukan cari orang sempurna yang bisa segalanya. Tapi yang gue cari adalah seseorang yang punya “passion” di satu bidang tertentu, satu bidang pilihannya, jadi dia bener2 mendalami satu bidang itu, becoming an expert in that special subject.

Menurut gue, orang yang really focus on something that he is passionate about is really attractive. Orang yang pinter di bidangnya tuh sangat menarik. Dan pasti ngobrol sama orang2 seperti ini ga bakalan ngebosenin. Kenapa? Karena dia punya fokus. Dia punya keahlian, punya expertise. Dia punya specific goal(s). Dia punya visi. Dia punya special assignment dari Tuhan. Dia punya reason why he lives. Terserah bidang apa aja. Akuntan kek, auditor kek, legal kek, IT kek, apa kek, doesn’t matter to me. Yang penting ada satu bidang spesifik yang dia tekuni dengan penuh passion.

Dan akhirnya, begitu putus, gue jadi ngerasa bebasssss banget, lepassss banget. Semua temen gue akhirnya bilang: Fen, elo makan ati pas pacaran ama dia? Soalnya emang pas pacaran ama dia itu berat badan gue turun drastis. Temen2 gue gosipin katanya gue tekanan batin, makanya gue jadi kurus …HUAHAHAHAAA….

Tapi emang sih, abis putus, berat gue pelan-pelan naek lagi. Gue jadi ilang beban, dan rasanya seneeeng banget bebas merdeka. Gue bebas mo kerja sampe jam brapa aja, di hari apa aja… Gue bebas mau sekolah lagi, mau kuliah lagi… Gue bebas jalanin masa depan gue yang indah bersama Tuhan… Gue bebas dari tekanan harus menikah sama calon suami yang KAGA NYAMBUNG, bahkan kaga nyambung in all aspects of my life… hihihi…

December 11, 2006

I love you, is that ok?

Filed under: personal

Kemaren siang, sperti biasa, gue janjian jam 10.30 mo pergi ibadah bareng ama temen gue untuk ikut ibadah jam 11. Ternyata gue nyampe nya kecepetan, jam 10.15. Ya udah gue pergi ke toko buku rohani dulu buat beli majalah.

Abis beli majalah, sebelom buka pintu keluar, tiba-tiba gue tertarik sama satu gelas plastik yang dipajang deket pintu. Gelasnya sih biasa-biasa aja, tapi tulisannya bener-bener dahsyat. Tulisannya gini nih:

I love you, is that ok? – Jesus –

Deg! Pas baca itu tiba-tiba gue pengen nangis. Rasanya Tuhan Yesus sendiri yang ngomong itu ke gue. “I love you, is that ok?” Artinya: Aku mengasihimu, bolehkah? — Yesus – Bayangin, Raja segala raja, Tuhan segala tuhan, merasa perlu untuk menanyakan apakah boleh diriNya mengasihi gue yang cuma setitik debu ini. Bayangin seorang Raja minta ijin untuk mengasihi ciptaanNya.

Semakin lama gue iring Tuhan, makin gue yakin kalo Tuhan Yesus itu adalah Seseorang yang amat sangat gentle. He is a real gentleman. He is so gentle that He needs to ask for my permission before He says He loves me.

Sebenernya sih Dia ga perlu minta ijin ke saya, wong saya ni kan “cuma” ciptaanNya aja yang bisa dipites (baca: dimatiin) kapan aja Dia mau. Tapi Dia begitu respek ke saya, bahkan begitu respeknya sampai ke tingkat minta ijin dulu ke saya untuk bilang He loves me.

Kebanyakan cowo, semakin tinggi posisinya, semakin ganteng wajahnya, semakin banyak hartanya, maka makin tinggi pula tingkat kePDannya menghadapi cewe. Makin kaya/makin ganteng/makin sukses dia, makin yakin banget dia bahwa semua cewe pasti termehe-mehe sama dia :D (peace man, jangan marah ya hehehe)

Tapi Yesus, yang begitu agung, begitu kaya, begitu mulia, begitu sempurna, malah kebalikannya. Dia amat sangat sopan menyatakan bahwa diriNya mengasihi diri saya. Dia ga maen tembak langsung dengan tingkat keyakinan seribu persen, tapi Dia minta ijin dulu dengan menyatakan “is that ok?” yang sebenernya merupakan bukti betapa Dia mengasihi saya sampai Dia merasa perlu untuk merendahkan diri (baca: minta ijin) seperti itu.

Duh Tuhan Yesus, saya bener-bener keabisan kata-kata untuk mengatakan betapa saya tersanjung bisa dikasihi olehMu. Saya ga tau lagi mo bilang apa betapa saya terharu Tuhan Yesus mau mengasihi saya yang ga ada apa-apa nya ini. Saya ga tau mo nulis apa lagi untuk bilang terima kasih Engkau telah mengasihi saya. Rasanya no beautiful words can compare Your love to me.

Tapi yang saya tau, dan yang saya ingin Tuhan Yesus juga tahu…

When You say “I love you, is that ok?”

My answer is “Yes Lord, it’s ok…” with tearful eyes of mine full of love, respect and admiration …

December 7, 2006

so this is christmas…

Filed under: personal

So this is Christmas…

Belakangan ini temen-temen gue mulai pada heboh ngajakin natalan. Iya yah, ga terasa dah desember lagi, dah mo christmas lagi… Cepet banget tau-tau dah mo akhir taon lagi…

Tapi hawa natalan kok ga berasa ya buat gue:) Padahal gereja-gereja kan dah pada pasang pohon natal dan nyanyiin lagu-lagu natal. Tapi yah, just like last year, and the years before, and the years before those years, gue emang ga pernah terlalu semangat nyambut natal. Entah kenapa gue selalu lebih suka Paskah daripada natal. Kalo Paskah, apalagi sebelum Jumat Agung, gue selalu ngerasa dekeeee….ttt banget sama Tuhan Yesus. Masa-masa Paskah selalu buat gue ngerasa Tuhan tuh sayaaa…ng banget sama gue, bahkan saking sayangnya dia rela mati buat gue…

Tapi kalo Natal kok kayaknya menang hebohnya aja ya *ampuni saya ya Tuhan berpikiran seperti ini, but this is truly how I feel* Dah lama sih gue berpikir ada yang aneh sama gue. Kenapa ya gue ga bisa seheboh orang Kristen yang lain waktu menyambut Natal? Apa kadar ke-Kristen-an gue berkurang gara-gara gue kurang heboh seperti orang-orang Kristen lainnya :D Eh ini pertanyaan beneran dari hati loh, dijawab yah:)

Skarang gue mo flashback ah ke natalan di masa kecil dulu. Sapa tau nostalgia bisa bikin gue semangat natalan hehehe
Dulu waktu kecil gue seringnya sih dapet peran Maria untuk drama Natal. Peran Maria tuh enak banget loh, soalnya ga perlu ngapalin dialog *wakakak* Perannya cuma muter-muter aja di panggung sambil dipegangin sama Yusuf (yang jadi Yusuf pasti anak cowo yang tampangnya boros alias bermutu or bermuka tua… supaya matching sama gue yang dari kecil emang mukanya boros huahaha cocok dapet peran ibu-ibu)

Abis muter-muter 2 kali di panggung nunggu narator selesai ngomong, trus masuk lagi ke balik panggung, dan baru akan nongol lagi entar di ujung drama Natal dengan posisi duduk pas di samping palungan, tanpa dialog juga! hehehe enak banget kan peran Maria ini, kaga usah ngapal script, paling cuma inget blocking aja di mana palungan, di mana 3 orang majus, etc.

Trus drama Natal 3 babak ini akan ditutup dengan nyanyi sama-sama malaikat eh peran pemain malaikat (keren yah nyanyi bareng malaikat kaya di surga aje hehehe), bareng orang majus, bareng yang baca liturgi, bareng gembala, bareng pemeran domba-domba, pokoknya bareng semua deh kecuali raja herodes aja HUAHAHA… *hiii serem ya denger nama herodes, dari kecil ampe sekarang gue slalu serem tiap denger nama herodes, yang gue inget tuh orang hobi menyembelih bayi-bayi hiiii tatuuu..tttt*

Yah begitulah memori natalan waktu kecil. Gimana yah natalan anak2 sekarang? Apa mereka masih maen drama juga kaya sekolah minggu gue dulu???

December 5, 2006

demikianlah si pemalas di tempat tidurnya

Filed under: personal

…Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya… Amsal 26:14

Pagi ini gue maleee…sss banget brangkat ke kantor. Bukan, bukan karena males kerja. Kalo kerja-nya sih gue seneng-seneng aja, bahkan bisa dibilang saat-saat ini I’m really enjoying my work. New kind of job, new challenges, pokoknya new things everyday deh.

Yang bikin males adalah perjalanan ke kantor itu loh… Gara-garanya kemaren malem, karena abis ujan, jadinya perjalanan pulang ke rumah yang biasanya cuma perlu 1,5 jam jadi molor ampe 3 jam. Duh, bete banget deh. Masa perlu 3 jam aja pulang ke rumah, cuma gara-gara ujan aja? Heran deh orang Jakarta ini, kok kalo ada ujan tuh pada heboh banget sih di jalan? Dan herannya entah kenapa kalo abis ujan tuh orang2 di jalan pada gahar banget, klakson seenaknya, ga boleh disalip dikit aja langsung ngamuk kaya Hulk

Dan akibat kena macet 3 jam kmaren malem, pagi ini gue males banget mo jalan. Pengennya kerja di rumah aja deh, ga usah stress menyeberangi lautan samudera jalanan dari utara ke selatan menuju Sudirman.

Tapi setelah bolak-balik di tempat tidur memikirkan pergi engga pergi engga pergi engga, akhirnya gue bertobat juga bangun dari tempat tidur dan berangkat ke kantor. Abisnya gue malu sama Roh Kudus, masa ngaku anak Tuhan tapi bolos kerja cuma gara2 males kena macet:) Kan anak Tuhan mesti setia sama perkara2 kecil

Ternyata that’s the right choice to make. Ga disangka ga diduga ternyata mendadak bos gede calls for a meeting. Baru duduk setengah jam tau2 dipanggil ikutan meeting yang gue ga perkirakan sebelumnya (bahkan data pun masih gue simpen di kantor klien hehehe) Untunglah bos ga nanya macem-macem, tapi emang gue perlu ikut disana untuk follow up decisions yang dia buat.

Gue bersyukur hari ini gue buat pilihan yang tepat. Coba kalo pagi ini gue ngikutin rasa males gue, leyeh leyeh di tempat tidur, bolos kerja… Tau2 gue ditelpon dia trus ditanyain ada mana kan malu tuh… Malunya sih karena gue kan anak Tuhan, mesti jadi saksi Kristus yang rajin dong di tempat kerja… Tapi gimana mo jadi saksi Kristus kalo kesaksian hidup gue kaya gitu hehehe…

Makasih Tuhan dah “paksa” saya bangun pagi hari ini
Makasih Roh Kudus dah “suruh” saya berangkat kerja hari ini
Makasih Roh Kudus dah “ingetin” saya untuk jaga kesaksian hidup saya
Tuhan tolong ingetin saya terus menerus, day by day, untuk jaga kesaksian hidup saya, kapanpun, dimanapun saya berada…
Betapapun kecilnya hal itu…
Tapi saya tau Tuhan selalu memperhatikannya, karena tak ada hal yang terlalu kecil bagiMu…

December 4, 2006

mind your language, please

Filed under: personal

hari jumat lalu abis PD di kantor ada kejadian yang ga enak banget. Ceritanya nih, lift turun mulai dari lantai 30. Dan dari lantai 30 tuh dah sesak banget karena kebetulan ada pameran apaan tau di situ jadi banyak yang bejubel mau turun ke ground. Trus ada cowo di samping gue (kanan pojokan) pencet tombol 28th floor. Eh tau-tau di sudut kiri pojokan ada orang yang, entah sengaja ato ga sengaja, ke(pencet) tombol 28 itu jadi cancel. Dan lift lansung meluncur terus melaju dari lt. 30 sampe ground tanpa berhenti di lt. 28.

Begitu tuh cowo sadar udah di lantai 23, dia langsung menuduh cewe2 di pojokan kiri (sepertinya sih mbak-mbak pelayan toko) itu yang cancel. Trus dia marah-marah karena cewe2 itu ga ada yang ngaku, trus dia makin marah lagi karena dia terpaksa mesti ikut turun ke lantai dasar.

Duh, tau ga, tuh cowo kan pas di samping gue, jadi gue bisa denger jelas dia marah-marah. Tau ga yang bikin gue gerah apa? Masa dia swearing pake kalimat gini “This feels like s**t!* Ih, ampun deh ga punya manner banget sih ni cowo. Bahasa Inggrisnya sih bagus banget, ga kedengeran lagi logat asia-nya, persis kaya bahasa inggris-nya para eksekutif muda lulusan luar negeri. Penampilannya juga rapi berdasi. Tapi kata-kata yang keluar dari mulutnya tuh bener2 ga mencerminkan sopan santun orang yang berpendidikan tinggi.

Setelah kerja kantoran selama 7 taon, gue bisa lihat ternyata orang-orang yang berpendidikan tinggi (posisinya pun pasti tinggi), penampilannya berjas berdasi, ternyata ga selalu menjamin bahwa sopan santun mereka sama baiknya sama pendidikan mereka. Sering gue liat mereka bersikap kasar sama office boy/girl, marah-marah penuh murka sama tukang parkir persis di depan shiny cars mereka, ngata-ngatain betapa lambannya dan bodohnya para admin di kantor dengan kata-kata umpatan bahasa inggris yang ampun deh ga layak disebutin di sini…

Dulu gue berpikir mungkin mereka gitu karena stress banget sama tuntutan pekerjaan mereka. Tapi lama-lama gue mikir sebenernya that’s not an excuse. Kalo stress pekerjaan dijadikan excuse untuk bisa bersikap kasar sama orang2 lain, gimana dengan tukang becak yang penghasilannya mungkin cuma 1/100 dari penghasilan cowo2 berdasi itu? Pasti stress tukang becak itu berlipat kali ganda kan kalo mikirin kebutuhan sehari-hari keluarganya? Tapi kenapa tukang-tukang becak itu, yang tingkat pendidikannya jauh lebih rendah dibanding para foreign graduates itu, sikapnya jauh lebih sopan?

Emang bener ungkapan yang bilang gini: kalo mau liat karakter aslinya seseorang, lihatlah bagaimana dia memperlakukan orang-orang “kecil” yang tidak bisa memberikan apa-apa bagi dirinya (baca: can’t give anything in return). Misalnya: cara dia memperlakukan pelayan toko, waiter/waitress, pembantu, sopir, dll. Kenapa? Karena kalo dia baik sama atasan/bos/siapapun yang tingkatnya lebih tinggi dari dia, itu sesuatu yang wajar karena dia mengharapkan something in return dari posisi dan kekayaan tersebut. Tapi kalo dia baik sama orang yang lebih rendah posisinya/pendidikannya/kekayaannya (e.g. pembokat, waiters dll), dia bener-bener punya respect sama semua orang tanpa mengharapkan anything in return.

Dulu, waktu pertama-tama masuk kerja, gue dengan bodohnya terpesona sama cowo2 keren di kantor yang penampilannya keren (baju sepatu tas mahal), pendidikannya tinggi, mobilnya bagus, gajinya gede, posisinya tinggi. Tapi semakin lama gue kenal mereka, ternyata kelakuan mereka tuh bener-bener bikin gue ga betah deket-deket mereka. Cewe mana yang tahan denger cowo yang hobinya mengumpat pake f*** word dan s*** word? Cewe mana yang betah duduk di samping cowo yang nyetir sambil terus mengumpat betapa tololnya dan bodohnya semua pengemudi yang menghalangi jalan mobilnya? Cewe mana yang ga malu jalan bareng cowo yang maki-maki waiter yang dianggapnya lamban?

Cape deeeee….

semper: (in)significant place on the face of the earth

Filed under: personal

Siang ini gue baru baca berita di internet katanya bakalan ada jalur khusus motor di Jakarta. Sebenernya sih ini berita ga heboh-heboh amat, namanya juga usaha untuk ngatur lalu lintas. Tapi berita ini jadi spesial buat gue. Kenapa? Karena dari lima titik yang disebutin kena jalur khusus itu (kawasan Cawang di Jakarta Timur, Senen di Jakarta Pusat, Grogol di Jakarta Barat, SEMPER di Jakarta Utara, dan Cipulir di Jakarta Selatan), salah satunya adalah… semper. Yap! Semper saudara-saudara sekalian.

Gue kaget Semper disebut-sebut karena jarang loh ada orang yang kenal daerah yang namanya Semper. Bertahun-tahun lalu, tiap naek taksi, kalo gue sebut Semper, dijamin supirnya kaga bakalan tau. Paling mereka taunya sunter, priok, gading, sukapura, dll. Sebel deh, kesannya daerah tempat tinggal gue itu insignificant place on the face of the earth… (ya iyalah :)

Padahal semper tuh home sweet home banget buat gue *walopun macet mulu gara2 DPU hobi banget bolak-balik ninggiin jalan, belom lagi container segede-gede gunung yang menuh-menuhin jalan* Sejak lahir tahun 75 gue dah tinggal di situ (eh kepotong 5 taon sih kuliah di bandung:) and I always love my Semper no matter what (dooo segitunya…) Bahkan waktu kuliah di Bandung pun tiap kali gue liat container lewat di daerah jatinangor, container-container itu malah bikin gue homesick sama Semper dan containernya yang menghadang jalan (norak banget yah gue ?)

Eh kok jadi ngomongin container? Sampe mana tadi gue? O ya back to jalur khusus motor di Semper. Tapi jalur khususnya mana ya? Tadi pagi waktu berangkat kok gue ga liat jalur khusus itu. Padahal kan tadi pagi gue naek ojek :) Apa emang belom berlaku hari ini? Au ah, gelap. Mendingan ntar malem pulang kantor gue nonton berita aja ah, siapa tau ada berita tentang Semper di tv.

PS: Awas ya kalo pembaca beritanya salah sebut nama Semper! Bacanya sEmpEr pake e-nya EmbEr, bukan semper pake e-nya lemper :) huahaha…

November 21, 2006

cintaku di kampus biru

Filed under: personal

minggu kemaren gue ikut ujian sworn translator di UI depok. My goodness… jauh banget booo… 2 jam naek bis sodara-sodara sekalian. Terakhir kali gue kesana tuh taon 1993 waktu baru lulus sma trus ikut ujian masuk di sana. Keterima sih, tapi karena keterima juga UMPTN di Unpad jadinya UI ditinggalin. Kenapa ya dulu kok rasanya depok tuh ga jauh-jauh teuing, tapi sekarang kok rasanya depok tuh ada di belahan ujung bumi mana gitu :) Mungkin karena sekarang gue dah tambah tua huahaha

Pas nebeng bis kampus yang menih koneng pisan tea, gue jadi inget kampus di jatinangor. Settingnya mirip2 kampus jatinenjer tercinta, naik turun bukit plus pohon-pohon tapi kok tetep panas yah :) Bedanya adalah perjalanan bis/angkot kampus jatinangor dimulai dari fisip, sastra, mipa, pertanian, dan diakhiri dengan peternakan. (enak banget yah anak fisip, kampusnya paling deket gerbang jadinya ga perlu ngos-ngosan naek bukit kalo telat ga dapet angkot :) Tapi kalo kampus depok tuh memberikan privelege dapet hoek dekat gerbang kepada fakultas hukum, dilanjutkan dengan keperawatan dan seterusnya dan seterusnya baru ekonomi trus sastra eh ilmu budaya:)

Ngeliat mahasiswa-mahasiswa yang baru pada pulang kuliah tuh ngingetin jaman dulu banget waktu gue masih seneng2nya menikmati masa-masa kuliah, cekakakan di bis, nongkrong di kantin, maen basket di lapangan, duh indahnya masa-masa itu… Ga banyak pikiran, ga banyak beban, enjoy banget. Belom lagi bahan kuliahnya enak banget dan gampang banget… Jurusan inggris ya pelajarannya inggris. Ga usah belajar mitamitik, fisika, kimia ihh… Seneng banget rasanya bisa lulus sma, terbebaslah aku dari mitamitik fisika kimia yang bikin gue stress selama 3 taon hehehe. Rasanya seumur-umur belom pernah tuh gue bisa bener-bener menikmati yang namanya “sekolah” seperti masa2 kuliah di sastra

Tapi yah untuk segala sesuatu ada masanya, untuk segala sesuatu ada waktunya. Gue bersyukur Tuhan udah kasih gue kesempatan menikmati masa-masa kuliah itu, menikmati masa-masa pertemanan (sekaligus pacaran) dengan sesama teman2 kuliah, mengalami suka-dukanya hidup kos, bener-bener a real life experience yang pertama kali buat gue.

But life goes on. Ada masanya sekolah, ada masanya kerja. And I thank God for every path that I have to take in my life. So, buat “adik-adikku” yang lagi baca blog ini, nikmatin yah masa-masa kuliah kalian. Masa-masa itu ga akan pernah bisa terulang lagi. Jangan mengeluh kenapa kuliah lama banget, tapi nikmatilah itu sebagai salah satu stage of life yang harus kalian lewati (tapi jangan kelamaan kuliah ya, kasian ortu hehehe) Nanti akan datang masanya dimana kalian bisa look back to your past and wonder how great God is… How great He is that He makes you pass the entrance exam… How He helps your parents with the money to pay your school fees…. How He provides you with the things you need when you think you can’t afford it at all… How He helps you day by day, week by week, month by month, year by year till you finally graduate… And finally on your graduation day, your mother couldn’t hold back the tears in her eyes when she proudly heard your name being called… And so did Jesus…

And that’s all only because of Jesus by our side…through it all…

November 1, 2006

a piece of mother n daughter stories

Filed under: personal

waktu libur lebaran kemaren gue nonton dvd, drama korea, judulnya lupa, pemaen siapa juga lupa :) wong nontonnya juga cuman karena iseng

tapi satu yang gue inget dari film korea itu adalah baju yang dipake sama aktris utama-nya. Karena dalam film itu karakternya adalah ce yang rame n modis, mangkenye make up dan bajunya juga modis n fashionable.

salah satu bajunya dia ngingetin gue sama baju gue waktu kecil dulu. Baju yang modelnya gue sebelin banget dan bikin gue berantem sama nyokap.

Gara-garanya gini nih. Nyokap gue kan orangnya modis banget, trus pinter jahit lagi. Dan berhubung anak perempuannya cuma gue, jadilah gue sebagai mahluk kecil yang selalu didandanin baju-baju jahitannya yang lucu-lucu.

Dan itu berlangsung terus dari mulai gue lahir sampe gue klas 4 ato 5 SD kalo ga salah. Gue inget banget tuh nyokap gue saking kreatifnya, baju2 gue tuh ga pernah sama temen2 perempuan yang laen. Bahkan rok seragam sekolah pun jadi sasaran kreativitasnya. Kalo temen2 gue semua pake rok putih/merah standar jahitan sekolah, nyokap gue malah dengan cueknya nyuruh gue ganti rok standar itu dengan rok jahitannya sendiri. Alhasil, waktu upacara bendera, rok gue laen sendiri. Bayangin, masa rok sekolah gue bahannya mengkilat, ada furingnya, full ngembang, pake kantong fantasi besar di kiri depannya, trus ada renda-rendanya lagi! hihihi… dulu sih gue cuek2 aja (dan seingat guru2/suster2 pun cuek aja, mungkin karena gue langganan juara kelas dan ketua kelas yang rajin hehehe)

Kalo baju seragam sekolah aja dipermak abis sama dia, apalagi baju bebas. Wah… baju bebasnya bener2 full gaya. Ada baju merah 3 pieces dengan model celemek di depan, plus pitanya, ada baju yang model iket-iket silang-silang belakang (ga tau deh deskripsi-in gimana), ada model longdress kaya princess di komik jepang, pokoke cem macem deh, selalu beda dari yang laen. Saking selalu bedanya, bahkan baju sekolah minggu pun dibedain. Tau kan kalo sekolah minggu tuh anak2 biasanya pake gaun rapi manis, tapi saking kreatifnya mama gue pernah ngedandanin gue dengan… celana pendek warna kuning! Justru disaat temen2 gue pake rok, nyokap malah makein gue celana pendek, kuning ngejreng pula, plus kaos mickey mouse warna kuning, iket pinggang kuning, kaos kaki kuning, asli kuning menguning dari atas ampe bawah! hehehe bener-bener deh itu nyokap…

Yang lebih kocak lagi tuh masalah seragam ekskul. Dari SD sampe SMP gue ga pernah diijinin masuk Pramuka. Tau ga alasannya kenapa? “Mama GA SUKA warna seragamnya” Udah. Gitu aja. Titik. So seumur-umur gue jangan pernah berdebat sama nyokap soal satu ini. Kalo gue tanya “Kenapa sih Ma emangnya sama warna seragamnya?” Mama gue dengan entengnya jawab “Mama ENGGA SUKA aja sama warna seragamnya yang coklat-coklat butek itu, kaya’ warna tanah aja…” Gubrak! Simply just because of that:) Tapi nyokap tuh ngedukung banget gue ikut ekskul marching band. Tau ga alasannya kenapa? Soalnya seragam marching band-nya bagus, warnanya… guess what… MERAH! Huahaha… Jadilah gue masuk drumband sekolah simply because of that shocking-red uniform hihihi

Itu baru masalah baju aja. Belom rambut. Kalo berangkat sekolah gue perlu waktu ekstra dibanding abang ade gue yang cowo karena nyokap perlu waktu untuk iket-iket kepang-kepang rambut gue. Hari ini kuncir air mancur, besoknya kuncir dibelakang (kuncir kuda), besoknya kuncir samping (kuncir dua), besoknya bingung belakang udah kanan kiri udah, akhirnya kuncir samping (seluruh rambut diiket ke samping kanan). Sampe saat ini gue selalu inget komentar ade gue yang dulu masih cadel: “mama mama… kuncil lambutnya embak miling…”) Hehehe bukan miring Dek, emang modelnya gitu

Kalo dah bosen kuncir menguncir, besoknya kepang mengepang. Hari ini kepang satu, besok kepang dua, sampe akhirnya 1/3 rambut dikepang kanan, 1/3 rambut dikepang kiri, dan 1/3 sisanya dikuncir satu digabung dengan 2 kepangan diatas. Lumayan lama juga loh nungguin nyokap gue beres dengan masalah kuncir menguncir itu, untung gue ga terlambat masuk sekolah :)

Sampe akhirnya gue makin gede dan gue mulai ga satu selera lagi ama nyokap. Suatu hari kita sekeluarga mo pergi kemana gitu gue lupa, trus seperti biasa nyokap mulai pilihin baju gue. Dan baju yang dipilih itu gue ga suka karena gerah dan gatel kalo dipake. Belom warnanya yang terlalu rame ada merah ada ijo ada kuning, jadi gue makin ga suka. Gue lebih suka baju laen yang warnanya lebih kalem, abu-abu ato item gitu.

So abis mandi, gue dengan bersikeras nolak pake baju itu. Trus nyokap gue kaget banget. Mungkin saat itu pertama kalinya gue nolak baju pilihan dia (yang mungkin menurut dia bagus banget). Karena kaget ngeliat gue ngelawan, akhirnya dia marah. Gue juga marah karena gue ngerasa gue punya selera sendiri dan gue berhak nentuin pake baju mana yang gue suka. Akhirnya dua-duanya marah-marahan dan diem-dieman di mobil waktu berangkat. Dan ketiga cowo lainnya di mobil (bokap, abang, ade) cuma bisa ikutan diem aja ga tau kenapa kok dua cewe ini jadi bete n jutek.

Tapi peristiwa marahan itu jadi titik tolak buat kita bedua. Sejak itu mama jadi mulai nyadar kalo bukan lagi little girl yang bisa didandanin dengan seleranya sendiri. Sejak itu juga gue mulai nyadar kalo gue, walopun sebagai cewe yang terlahir sebagai darah dagingnya sendiri, punya selera yang jauh berbeda dengan dia. Mungkin mama gue modis, fashionable, suka model2 baju yang glamor/eyecatching, suka warna merah dan warna2 berani lainnya, tapi gue berbeda sekali sama dia. Gue lebih suka baju yang modelnya simpel, sederhana, dengan warna yang kalem. Mama suka aksesoris yang gemerincing, menjuntai sana-sini, full color, sedangkan gue selalu anggep semua aksesoris itu ga ada gunanya karena cuma bikin ribet gerakan gue aje. Mungkin karena mama gue orangnya rame, suka ngobrol, dan sering jadi pusat perhatian. Sedangkan gue cenderung pendiem dan sama sekali ga suka jadi pusat perhatian.

Akhirnya makin lama kita makin saling mengerti. Karena udah saling mengerti, kita berdua bisa betah shopping berjam-jam dan bisa saling menebak baju/aksesoris mana yang akan disukai. Walopun kita ga menyukai selera masing-masing, tapi kita menghormati selera masing-masing. Gue ga complain kalo mama shopping baju2 yang ngejreng, begitu juga mama ga pernah nyela-nyela pilihan baju gue yang mungkin (terlalu) sederhana (atau mungkin terlalu ngebosenin) buat dia.

Dan waktu nonton dvd itu gue jadi inget masa kecil dulu. Jadi inget mama gue. Gue ngebayangin gimana mama gue di surga sekarang. Apa di surga semua orang pake jubah putih? Kaya’nya engga deh. Tuhan pencipta langit bumi kan kreatif dan penuh warna. Ikan di laut aja warna-warni. Masa sih di surga semua pake baju putih? Mama gue bisa boseeeeeeeen banget kudu pake baju putih mulu :)

September 11, 2006

extremely focus

Filed under: personal

A few weeks ago I heard a sermon that has really changed me. I want to share it with all of you. It’s been a blessing for me and I hope it will also be a blessing for you. So, here it is. Be blessed!

Bagaimana meraih mimpi:

1. hormati mimpi yang datang dari Tuhan
Masing-masing dari kita punya mimpi. And we know that we know mimpi itu datengnya dari Tuhan. Karena datengnya dari Tuhan, maka hormati benih mimpi itu. Karena apa yang kita hormati, kita akan tertarik padanya. Seperti kalo kita hormatin seseorang, maka kita akan tertarik untuk mengenal orang itu, mencari tau tentang orang itu, dan pasang mata dan telinga kalo ada informasi tentang orang itu. Singkatnya, kita akan fokus padanya. Jadi kalo kita hormatin mimpi dari Tuhan, kita akan fokus padanya.

2. miliki kerinduan yang besar
What I desire, I pursue. Kalo kita punya strong desire, maka kita akan berusaha for the dream to come true.

3. gunakan pikiran
Bagaimana saya berpikir, begitulah saya. Karena itu kita harus jaga pikiran. Pikiran itu menentukan siapa kita dan bagaimana kita. Contoh: dalam bidang spesialisasi. Kalo mau sukses, jaga pikiran. Fokuskan pikiran itu. Why? Because you can’t be excellent in everything. Choose one area where you want to be excellent in. Misalnya: kalo udah pilih IT, you eat, drink, live, breathe, think about IT. Pilih satu bidang di mana kita pengen menjadi excellent di dalamnya. Jangan biasa-biasa aja. Jangan mediocre. Don’t become people of average, tapi jadi people yang excellent.

4. buat rencana untuk membuat mujizat itu terjadi
Make a plan to make the miracle happen. Mau liat mujizat? Make the most of your time! Untuk mencapai destiny berarti meraih potensi yang Tuhan ijinkan dan yang Tuhan inginkan. Kalo kita ga fokus, kita akan gampang banget distracted. Kalo kita ga fokus, kita akan gampang kalah sama sama gangguan/distraction yang iblis buat. Iblis tau kita mulai berbahaya karena iblis tau destiny kita itu luar biasa dahsyatnya dalam Tuhan. Makanya iblis akan berusaha buat kita keluar dari proses pencapaian destiny itu. Dan proses itu sakit. Sakit karena kita sedang going through transformation. Dan karena sakit, ada orang yang berusaha menghindar dari rasa sakit itu. Akibatnya dia akan mundur dan ga bisa mencapai potensi dan destiny yang Tuhan tentukan.

Untuk mencapai potensi yang Tuhan tentukan:
1. saya harus tau tujuan
2. saya harus tau apa yang mau saya capai
3. saya harus tau bagaimana membangun hubungan yang solid untuk menunjang tercapainya tujuan

Karena itu, before you do something, think about these 3 questions:
1. Is this a part of God’s plan or not?
2. Is this furthering me to God’s destiny or not?
3. Is this only a distraction or not? Is this wasting my time or not?

Efesus 5:16
- How to live purposefully?
Always make a plan. Buat rencana hari ini jam sekian jam sekian ngapain. Pagi-pagi saat teduh doain semua rencana itu. Selanjutnya bikin rencana jangka panjang. Make a plan for next week, next month, next year. That’s why orang-orang sukses itu punya secretary, punya assistant, untuk ngingetin semua rencana dan appointment. Karena mereka tau pentingnya perencanaan hari ini menit ini apa aja yang mesti dikerjain.

- How to live accurately
Hidup sesuai dengan plan. Ga bisa cuma pray for today, tapi pray dengan spesifik. Ga bisa cuma bilang “Lord I pray for today” tapi mesti bilang “Lord, I pray for the meeting about this, about that, with who, when, where, etc” Bukan berarti Tuhan ga tau tentang itu, tapi kita mesti spesifik pada project-project tertentu.

And this is the important one…
Why you haven’t reached the God’s highest given potentials?
Because of… LACK OF FOCUS !

1 Kor 9:24 Lari dengan tujuan
Mulai hari selalu ingat, selalu pikirkan “WAKTUKU BERHARGA” Jam ini menit ini detik ini ga akan pernah bisa diulang lagi. Make the most of your time. You must be obssessed with the dream that God has given to you. Mulai hari ini, mulai aktifin kembali mimpi itu. Mulai kobarin lagi mimpi itu. Jangan pernah distracted dengan kekecewaan, dll. Sekali lagi, FOKUS!

EXTREMELY FOCUS!
Pikiran jangan tercerai berai. Yang tercerai berai itu ga pernah punya kekuatan. Seperti bohlam lampu yang power nya tercerai berai, makanya power nya ga bisa motong besi baja. Tapi sinar laser yang extremely focus itu bisa potong besi baja. Bedanya cuma satu? FOKUS.

So, what’s the key to success?
EXTREMELY FOCUS !!!

*khotbah ini bener2 ngubah pandangan gue selama ini. Selama ini pikiran gue bercabang-cabang. Karena si abang bilang mau ngajak merit bulan juni (which happened to be only a plan without any realization after all :) , fokus gue jadi beralih ke gimana nyari biaya pernikahan, gimana caranya supaya bisa nyicil rumah kalo udah abis buat pesta, gimana kalo cuma bisa dapet rumah kecil di luar Jakarta (bekasi misalnya) yang jauhnya 2 jam naek bis dari sudirman, gimana bisa beli mobil kalo nyicil rumah terus 15 taon, gimana bisa ini gimana bisa itu. Gimana bisa kerja kalo dah punya anak. Gimana bisa lanjutin S2 kalo uangnya dah kepake mulu bayar keperluan rumah tangga, dll dsb dst.

Dan setelah putus (en ga jadi kawin hehehe), beban berat itu mendadak hilang dari pundak gue. Hidup gue jadi ringan banget. Gue jadi inget mimpi-mimpi gue yang selama ini gue pendem. Mimpi2 itu berkobar lagi.

Masih banyak lagi yang pengen gue raih. Gue pengen lanjutin S2, gue pengen upgrade diri gue biar bisa keep up with kemajuan di sekitar gue. Gue pengen terus makin pinter. I want to be excellent in the area I have chosen. Gue pengen jadi cewe pinter yang punya pendidikan tinggi, setinggi yang gue bisa raih. Gue juga pengen jadi cewe yang punya pengetahuan yang mendalam di pekerjaan gue, sedalem yang bisa gue pelajari. Gue juga pengen punya satu spesialiasi khusus di kantor, dan gue pengen bisa kompeten dalam bidang itu (apalah, I haven’t made a decision yet - but soon I’ll make one).

Dan setelah gue tau tentang apa artinya FOCUS, bagaimana pentingnya EXTREMELY FOCUS (ini Alkitabiah loh ternyata, fokus sama pekerjaan itu ternyata Alkitabiah juga, karena pekerjaan juga pelayanan, which is something else I just recently learned when I come to the office to win the souls for Christ), bagaimana menyingkirkan semua distraction supaya tetap fokus, and then segalanya berubah.

Within a few weeks, Lord opened a new door I never thought of. A miracle happened. My boss asked me to do something new that is far beyond my imagination. Now I’m doing a new job that I never thought I was capable of. Not because of my might, not because of my power, but it is Jesus who is working inside of me…*

Thank you Lord for the open doors
Help me to stay focused on Your higher calling in my life
Help me to reach Your highest given potentials
Help me to remember I can do all things in Christ who strengthens me
And Your name shall be glorified…

June 23, 2006

God of second chance

Filed under: personal

Dua hari lalu gue baca berita tentang UN yang bawa banyak korban. Ujian Nasional taon ini mensyaratkan nilai minimal kelulusan 4,26 untuk tiap mata pelajaran (Bhs. Indonesia, Inggris, dan Matematik). Kalo salah satu mata pelajaran nilainya ga sampe 4,26 berarti GA LULUS, ga peduli 2 mata pelajaran laennya mo 8 apa 9 juga kaga ngaruh.

Gimana kalo bahasa indonesia nya 8 dan inggrisnya 8 tapi matematik nya 4? Ga lulus juga menurut peraturan itu. Padahal kan kalo dirata-ratain tuh anak udah ngantongin average score 6 lebih. Gile ga seh peraturan itu?

Gue ga abis pikir sama peraturan itu. Apa bisa ujian 2 jam dijadiin tolok ukur pinternya seorang anak? Apa bisa nilai 4 dijadiin tolok ukur kalo seorang anak itu terlalu (maaf bahasanya) bodoh untuk lulus SMU? Apakah kalo seorang anak ga bisa matematika itu artinya anak itu terlalu bodoh untuk ikutin tingkat pendidikan selanjutnya sehingga dia harus “dijegal” oleh pemerintah untuk lanjutin kuliah?

Sedih, bener-bener sedih gue ngeliat sistem pendidikan di bangsa ini. Sebagai guru (meskipun cuma guru kursus bahasa inggris doang:) selama lebih dari 10 taon, gue tau persis kalo ga semua anak itu bisa pinter di semua bidang. Ada anak2 yang emang ga bakat di bidang itung-itungan. Ada yang parah banget kalo soal bahasa. Ada yang error banget kalo disuruh ngapal, tapi ngitung jago. Ada yang berbakat banget di bidang seni. Ada yang pendiem tapi jago nulis. Ada yang jago ngomong tapi kalo disuruh nulis koherensinya berantakan.

What I’m trying to say is: kalo seorang anak ga jago matematika, that’s not the end of the world. Kalo satu anak ga bisa ngitung jangan dibilang bodoh dong. Emangnya cuma yang bisa matematika aja yang bisa berhasil di dunia ini?

Mungkin bapak-bapak/ibu-ibu di depdiknas berpendapat kalo udah tau ga jago matematik jangan ambil jurusan IPA. Duh, dengan segala hormat bapak ibu, mereka kan baru 16-17 tahun… Mereka masih kecil untuk nentuin pilihan, apalagi tau persis jati dirinya (maksudnya keahlian/kelemahan masing-masing) Mungkin mereka salah pilih jurusan, tapi taunya terlambat. So they have to stick with it till the end (ampe selesai kelas 3 maksudnya). So mereka harus berjuang keras belajar untuk lulus ujian mata pelajaran matematika. Emangnya gampang belajar? Susah loh untuk belajar dan paham pelajaran matematika 3 taon mulai dari kelas 1 sampe kelas 3. Tapi semuanya “ditanding” cuma dalam 2 jam aja.

Kalopun memang hasilnya tuh anak cuma dapet 4, ya udah. Mo diapain lagi kalo bisanya cuma segitu? Tapi jangan jegal mereka. Jangan bikin mereka ga lulus. Ga lulus tuh bener-bener menghancurkan harga diri seorang anak. Ga bisa matematik bukan berarti ga bisa kuliah di mana-mana. Masih banyak pilihan jurusan di universitas yang menerima anak2 dengan kemampuan matematik pas-pasan.

Waktu gue sma dulu, gue baru nyadar kalo gue tuh ga bisa matematik pas kelas 3. Kalo ulangan dapet 4-5 mulu, dapet 6 tuh mujizat. Tapi kalo inggris, gue langganan 9 ato 10. Bahkan NEM gue untuk inggris tuh 9,80. Trus gue nyadar kalo bidang gue tuh bahasa, bukan eksakta. Tapi dah telat, gue dah kelas 3. Mo balik ke IPS (A3) dah too late. Soalnya kan penjurusan dah jalan 2 taon (sejak kelas 2 SMA). So, terpaksa gue selesaiin SMA dengan susah payah melewati ulangan2 matematika, fisika, kimia yang bener2 stressful. Tapi untunglah gue berhasil lulus juga. Begitu lulus SMA, langsung banting stir pilih sastra. Trus lulus UMPTN keterima di sastra inggris Unpad. Rasanya legaaa… banget bisa sekolah yang bebas dari ngitung-ngitung:)

Pas kuliah (sampe sekarang juga masih) nyambi jadi guru bahasa inggris di satu tempat kursus bahasa inggris yang cukup besar. Begitu lulus kuliah gue langsung kerja jadi translator di kantor akuntan publik yang masuk big four. What I’m trying to say here is: bukan berarti gue yang angka NEM-nya merah untuk pelajaran eksakta ga bisa berhasil di dunia kuliah atau dunia kerja. Bukan berarti semua pintu tertutup buat gue. Tuhan pasti buka pintu yang laen kok, karena Tuhan tau persis kelemahan gue dan apa yang paling cocok buat gue.

So, buat bapak ibu di depdiknas, mohon pertimbangkan lagi peraturan itu. Sebaiknya yang dijadikan patokan bukan nilai per mata pelajaran, tapi rata-rata nilai keseluruhan (indonesia + inggris + matematik trus dibagi 3). Kalo patokannya per mata pelajaran kok kesannya matematika itu lebih penting ya dari bahasa?

Buat adik-adikku yang gagal di UN, jangan putus asa ya dik… Jangan sampai frustasi atau mau bunuh diri segala. Ayo kita berdoa sama-sama supaya ada ujian susulan. Atau perubahan peraturan. Atau perubahan kebijakan. Ga ada yang mustahil kok buat Tuhan. Tuhan itu selalu kasih kesempatan kedua. He is God of second chance.
And always remember: when God closes one door, He always opens another one…

March 20, 2006

thanks for dropping by

Filed under: personal

Makasih ya temen-temen yang udah drop by! Makasih juga buat temen-temen yang udah kasih comments (ouli@bluebottle.com, r4ch3l@sbcglobal)… maap ya comments nya ga bisa nongol, soalnya saya ga tau gimana caranya nongolin comments *blushing for being gaptek* Tapi saya lagi belajar kok gimana caranya :) In the meantime, happy reading !

Always remember, Jesus loves you!

January 3, 2006

new year resolution(s)

Filed under: personal

Taon baru lewat…

Duh, akhirnya selesai juga gegap gempita taon baru-an. Dari dulu gue selalu heran sama orang-orang yang suka heboh ama taon baruan. Kenapa sih orang suka rame banget nyambut malem taon baru? What’s so special about new year? Dari duluuuu…, dari kecil ampe gede kaya gini, buat gue malem taon baru tuh ga ada bedanya sama malem-malem laennya. Malem 31 desember ya tetep sama kaya malem-malem laennya. Malem ya sama gelapnya sama malem-malem laennya, malem ya tidur sama kaya tidur malem-malem laennya, bangun ya bangun sama kaya bangun sehari-hari tiap pagi, so, what’s the difference?

Tapi biar gitu, gue tetep bersyukur sama Tuhan kalo gue masih bisa bangun pagi dan menikmati hari baru yang Dia beri. Bener loh gue bersyukur gue masih diberi nafas kehidupan. Kalo ini sih truly from my heart. Ini selalu doa ucapan syukur gue tiap pagi. Gue pertama kali denger seseorang berdoa “kami berterima kasih atas nafas kehidupan yang Kau beri” itu pada pagi hari sebelum kita sekeluarga berangkat ke gereja dan Mama meninggal di sana, 3 jam kemudian. Sejak saat itu, kata-kata “terima kasih atas nafas kehidupan” selalu terngiang dan terucap setiap pagi di doa gue.

Dan taon baruan kaya gini biasanya orang-orang suka bikin new year resolutions. Engg, kalo gue apa ya? Gue bikin juga ah, dan gue tulis juga ah, biar ada bukti otentik :) Biar taon depan gue bisa baca lagi dan liat apa bener bisa gue lakuin? hehehe

Here’s my list:

resolusi with Him: new year
- bisa selesaiin baca seluruh Alkitab yang ketiga kalinya (behind schedule nih, seharusnya tahun ini yang keempat kalinya :(
- bisa “perpuluhan waktu” tiap hari
- bisa ngurangin hobi baca buku rohani dan ngegantinya dengan baca Alkitab
- bisa jadi intercessor yang ga selfish (bukan doain kepentingan pribadi mulu tapi doain orang lain dengan lebih sungguh)

resolusi with him (him with small letter)
- rencananya sih dia pengen married bulan juni, tepatnya tanggal 17-06-2006 (gue kudu doa sungguh-sungguh nih)
- pengen bisa jadi “penolong terbaik” buat dia (aiiihhh, Amsal banget yah :)
- pengen bisa jadi Proverbs 31 woman alias wanita menurut Amsal 31 seutuhnya (duile seutuhnya, emang selama ini kepotong-potong :D

resolusi kesehatan:
- pengen lebih banyak makan sayur (biar sehat ampe tua dan ga kena hipertensi, kolestrol, jantung, dll kaya keluarganya bokap hiiiii…)
- pengen nurunin berat 4 kilo lagi (ngelanjutin “kesuksesan” turun 5 kg taon 2005 lalu) sekaligus biar lebih gampang kalo nyari model buat wedding gown yang putih panjang menjuntai itu hihihi
- pengen lebih teratur lagi fitness-nya (kan biar lebih sehat)

resolusi keuangan:
- pengen bisa nabung lebih disiplin lagi
- pengen bisa stop bela-beli ini itu yang kaga penting
- pengen bisa patuh sama anggaran yang gue buat sendiri (ugh! that’s a hard one)

resolusi pekerjaan
- 1st job: pengen bisa dateng on time tiap hari di kantor
- 2nd job: pengen bisa ngajar tiap Sabtu tanpa pernah absen (kasian murid-murid gue yang manis itu kalo gurunya absen mulu)
- 3rd job: pengen bisa dapet order terjemahan lebih banyak lagi (biar cash flow mengalir lebih lancar)
- 4th job: gile apa punya 4th job? kapan gue bisa bernapas :D

Apalagi ya? Itu dulu deh. Bisa terlaksana aja udah bagus banget ;)

December 14, 2005

betis oh betis (part II)

Filed under: personal

11 Desember 2005

Masih inget ga cerita gue tentang betis? Ini lanjutan “betis oh betis” sebelomnya :) Intinya sih cerita tentang keminderan gue… Tapi itu seh doeloe, skarang gue dah bertobat, ga minder lagi sama betis gue yang (emang) gede itu.

Untuk ngebuktiin kalo gue udah ga minderan lagi sama betis gue itu, akhirnya gue putusin untuk pergi keluar, ketemu orang, dengan pake rok. Bukan rok panjang semata kaki loh yang buat seragam di gereja kalo tugas kolekte. Rok sepanjang itu sih tetep aja sembunyiin kekurangan gue. Tapi rok sedengkul, asli sedengkul jadi semua orang bisa liat betis gue.

Tau ga gue pergi kemana pake rok itu? Ke acara Natal-nya kantornya yayang. Rada fighting juga sih waktu mau pake. Bayangin aja, depan orang laen yang ga gue kenal aja dulu gue malu nunjukin kekurangan gue itu, apalagi di depan yayang. Yah namanya juga cewe, pasti pengen keliatan cantik dong di depan cowonya. Jadi selama ini gue ga berani pake rok kalo pergi bareng dia, takut ketauan betis gue yang gede itu.

Tapi kan skarang dah bertobat. Kaga ada lagi deh minder-minderan. Terserah deh orang mo bilang betis maradona kek, betis tukang becak kek, cuek aja. Yang penting gue bersyukur gue punya kaki dan betis yang sehat, sempurna, bisa jalan, bisa lari, bisa lompat. Dan gue bersyukur kepada Tuhan untuk itu. Sebagai bukti kalo gue bersyukur untuk itu, gue mo tunjukin betis gue to the whole world (duile segitunya hehehe)

Dan hari itu gue pake deh rok bunga-bunga yang panjangnya cuma sedengkul. Dan tau ga apa tanggapan yayang? Waktu ketemu sore itu dia panggil saya “Fenty cantik” hihihi gue jadi berbunga-bunga… seperti banyaknya bunga di rok gue itu :D

*Thanks Lord for setting me free. Sekarang saya bisa berjalan dengan bebas tanpa merasa minder lagi*

November 1, 2005

lepasin kendali

Filed under: personal

Hari jumat tgl 3 september kemaren bokap gue operasi balon plus pasang stent. Emang sejak awal tahun ini bokap udah sering banget ngeluh sesak di dada. Makin lama makin sering. Bahkan belakangan ini, dalam waktu 4 bulan, bokap udah bolak-balik dirawat 4 kali.

Pertama tau bokap punya jantung koroner, reaksi gue sama Tuhan adalah protes. “Tuhan, apalagi sekarang? Lima tahun lalu keluar duit abis-abisan untuk Mama cuci darah, trus Tuhan ambil Mama saya karena penyakit gagal ginjal itu. Belom habis kenangan saya tentang penyakit Mama, sekarang dokter bilang Papa penyempitan di pembuluh darah ke jantung. And now, Lord? What do You want? Wasn’t it enough before with my Mom?”

Gue protes sama Tuhan. Gue bilang ama Tuhan ama belom cukup gw udah bertobat? Apa belom cukup gue melayani Tuhan? Apa belom cukup gue berusaha jadi anak baek dan turutin permintaan Tuhan? Apa balesannya? Gue ga minta banyak sama Tuhan. Gue cuma minta Tuhan kasih kesehatan buat Papa. Permohonan doa gue terbesar cuma kesehatan Papa. Itu aja, Tuhan. Ga banyak, cuma itu aja, Tuhan. Tapi malah kenapa jadi gini?

Gue doa abis-abisan buat kesembuhan Papa. Gue puasa maraton 2 bulan lebih untuk itu. Kata Derek Prince orang yang sehat bisa berpuasa buat orang sakit yang ga bisa puasa. Gue berusaha ambil alih peperangan itu…

Sebelum divonis jantung, papa juga udah punya hipertensi duluan. So, tiap pagi gue masak masakin sehat untuk papa. Sayur2an kalo bisa direbus. No goreng-gorengan. No garem at all. No santan. No daging (kalo ini karna mahal hehehe). Semuanya sayur dan buah yang rasanya jujur aja: tasteless. Dan menu sehat itu juga yang gue bawa buat bekal makan siang ke kantor. Paginya sarapan jus sama buah. Pertama-tama sih sakit perut huehehe… tapi lama-lama jadi biasa makan kaya gitu.

Dengan puasa maraton kaya’ gitu plus menu makanan di rumah yang super strict, gue berharap Tuhan jawab doa gue supaya papa bisa cepet sembuh. Tapi yang jadi malah kebalikannya. Papa tambah parah.

Gue bilang ama Tuhan kenapa gini lagi? Kenapa Tuhan ga sembuhin Papa aja? Apa susahnya buat Tuhan penuhin permintaan gue? Apa Tuhan ga tau mahalnya biaya operasi? Apa Tuhan ga tau saya ga punya uang untuk bayar operasi itu? Apa Tuhan ga tau betapa ketatnya saya berhemat supaya bisa bayar biaya pengobatan selama ini?

Tapi Tuhan diem aja. Dan gue makin kecewa ama Tuhan…

Sampe suatu hari Senin. Sembari makan siang di kantor, gue baca buku judulnya “Ruang Tunggu Allah”. Pas gue baca buku itu, Tuhan mulai kasih tau gue sesuatu. Buku itu bilang kalo nunggu jawaban dari Tuhan, kita mesti lepasin kendali atas masalah itu. Kendali itu mesti kita lepasin dan kita kasih sepenuhnya ke Tuhan. Kita ga boleh maksa Tuhan jawab doa kita sesuai cara kita. Kalo gitu artinya kita yang nyetir Tuhan. Kita mengendalikan Tuhan. Seharusnya, kita serahin kendali itu ke Tuhan dan biarin Tuhan nyetir sesuai caranya Dia.

Plak! Pas baca itu mata gue mulai kebuka. Ternyata selama ini gue yang pegang kendali. Gue ngotot minta Tuhan jawab doa gue sesuai cara gue. Gue minta-minta sama Tuhan tapi gue tetep mau jadi yang pegang kendali. Gue pengen Tuhan nyembuhin papa secara instan. Gue pengen dengan doa puasa gue papa bisa sembuh. Itu artinya gue sok kuat. Sok berusaha dengan kekuatan itu sendiri. Dan itu salah. Bukan doa puasanya yang salah. Tapi yang salah itu pikiran gue yang nganggap kalo doa puasa gue itu mampu nyembuhin papa.

Padahal seharusnya gue serahin itu ke Tuhan. Gue ga bisa maksa-maksa Tuhan nyembuhin papa mentang-mentang gue udah doa puasa. Tuhan yang kasih papa kehidupan dan Tuhan juga yang berkuasa atas kehidupan itu. Tuhan berhak melakukan apapun karena itu pemberianNya. Dan gue sama sekali ga punya hak atas itu…

Akhirnya malem itu gue berdoa. Gue sebut itu “Doa Lepasin Kendali” Gue bilang sama Tuhan kalo gue lepasin kendali atas kesehatan papa yang gue sayangin. Gue bilang terserah Tuhan mau lakukan apa aja atas papa. Suka-suka Tuhan. Sekarang Tuhan yang pegang kendali. Bukan saya lagi, Tuhan. Terserah Tuhan mau ngapain aja. Semua yang akan terjadi itu yang terbaik. Dan gue pengen nangis pas doa itu. Gue tau gue mesti siap dengan segala “risiko” dari doa gue itu…

Dan Tuhan ga berlama-lama. Baru sejam gue tidur abis doa itu, tiba-tiba jam 12 malem bokap ngerasa sesak napas. Si Abang langsung dibangunin dan mereka langsung siap-siap pergi ke UGD langganan kita beberapa bulan ini. Dan seperti biasa gue mesti jaga rumah sendirian lagi.

Gue cuma bengong aja di kamar sambil mikir sekarang mesti gimana lagi. Gue tau Tuhan lagi jawab doa gue barusan. Dan saat itu gue ga tau mesti ngomong apa ke Tuhan. Akibatnya gue cuma diem aja di depan Tuhan, bener-bener speechless don’t know what to say… Dan Tuhan pun turut berdiam bersama gue…

Dan seperti yang udah kita duga, operasi mesti dilaksanain. Ga bisa engga. Kamis malem diputusin langsung dijadwalin besoknya, hari Jumat. Dan sebelom operasi, gue berdoa sama papa dan ade gue. Sekali lagi gue bilang ke Tuhan kalo kita lepasin kendali ke Tuhan biar Tuhan yang beracara. Rasanya waktu mo operasi itu hati gue teduh sekali, rasanya sejuk, seperti sejuknya udara siang hari itu yang ujan deras banget. Pas gue lihat ujan itu, gue bilang ke Tuhan, ini hujan berkat yang menyertai…

Operasi berjalan dengan lancar, ada 3 lokasi yang dibalonisasi dan 1 stent yang dipasang. Trus papa dipindah ke ruang intermediate selama sehari, dan hari Minggunya udah boleh dipindah ke ruang rawat inap biasa. Hari ini bokap masih di sana, tapi udah jauh lebih sehat. Udah bisa jalan lagi, udah bisa mondar-mandir lagi.

Kalo gue liat ke belakang, banyak pelajaran yang Tuhan kasih selama bolak-balik RS ini. Pelajaran pertama, pelajaran tentang kesehatan tubuh manusia. Karena ga bisa ngapa-ngapain selama nunggu di RS, gue jadi banyak baca buku. Buku kesehatan tentang hipertensi dan jantung koroner. Betapa seremnya akibat yang manusia tanggung karena memuaskan nafsu makan yang enak-enak. Tanpa disadari semua makanan berlemak, berminyak, bersantan itu pelan-pelan menabur lapisan demi lapisan di pembuluh darah manusia. Yang manusia tabur itu akan dituai dalam bentuk plak atau penyempitan di pembuluh darah. Saat manusia lahir, Tuhan berikan tubuh yang sempurna. Tapi demi memuaskan selera sepotong lidah yang panjangnya cuma beberapa cm, manusia rela merusak tubuh yang merupakan bait Allah ini. Sekarang gue udah bertobat ga mau sembarangan makan lagi. Gue ga mau ngalamin sakit yang dialami mama dan papa gue. Gue berusaha makan buah dan sayur demi menjaga bait Allah ini sebagai bukti untuk Tuhan kalo gue bener-bener mensyukuri tubuh yang sehat ini.

Pelajaran kedua, pelajaran tentang arti menyerahin kendali ke Tuhan. Tuhan ga bisa lakuin apa-apa sampe gue nyerahin semuanya ke Tuhan. Gue ga boleh sok jago nganggap kalo doa puasa gue bisa goncangin sorga. Ga bisa. Yang bisa cuma kasih karunia aja. Titik. Semuanya cuma kasih karunia.

Pelajaran ketiga, pelajaran tentang arti sayang. Sejak papa sakit gue jadi makin sayang sama papa. Gue makin deket sama papa. Gue makin menghargai waktu-waktu bersama dia. Waktu ngobrol ngalor ngidul jadi waktu berharga *di ruang intermediate gue diusir bo’ kalo nongkrong lewat dari 10 menit* Sekarang gue dan papa punya topik obrolan baru yang nyambung buat kita berdua (dulu ga ada satu topik pun yang bisa nyambung). Topiknya tuh tentang RS, penyakit, dokter, suster, obat, dan yang paling favorit: obrolan tentang pasien-pasien lain. Papa dan gue punya kenangan khusus yang lucu tentang pasien di tempat tidur sebelah, namanya Pak Ginting. Kita bedua bisa ketawa-ketiwi kalo ngobrolin si Bapak ini. Lucu banget. Tapi yang paling lucu, ga ada satu orang pun yang bisa ketawa kalo kita ceritain ini ke orang lain. Mereka pada ga ngerti apa lucunya. Cerita ini cuma lucu buat kita bedua aja, karena cuma papa dan gue yang ngerti konteksnya. Bahkan cuma nyebut nama Pak Ginting aja kita bedua udah bisa ketawa. Sampe-sampe di bis pun gue sering senyum-senyum sendiri kalo inget itu :)

Pelajaran keempat, pelajaran tentang arti berdua bersama Tuhan. Selama papa sakit, praktis gue ga banyak kegiatan. Cuma ke kantor dan ke RS aja. Ga ada jalan-jalan *sayang waktunya soalnya* Gue lebih banyak di rumah, beres-beres, baca buku, denger kaset, nyanyi sendirian buat Tuhan, dan berdoa. A really quiet life. Tapi justru itu bikin gue makin deket sama Dia. Temen buat tempat gue nangis, curhat, ngadu, nanya, keluh kesah, dan semuanya yang ga bisa gue ceritain ke orang laen.

Masih banyak lagi pelajaran yang gue dapet. Tapi semuanya bisa dirangkum jadi satu: All things work together for His glory. Rasanya ga cukup little box ini untuk menampung semua cerita tentang kebaikan Tuhan dalam hidup gue.

And that reminds me of my favorite song during those quiet nights…

Gelapkah jalan di kehidupanmu
Kau letih, kau penat, kecewa
Gentar hatimu menghadapi semua
Dan tak pernah kau temukan jawabnya

Meskipun telah kau coba dengan kuatmu
Tapi semuanya tak berarti
Walaupun dengan sgala tangis dan airmata
Tak pernah kau temukan jawabnya

Reff:
S’rahkanlah bebanmu pada Yesus
Dialah yang sanggup mengatur hidupmu
Dia lebih dari jawaban yang kau perlu
Dialah penolong yang setia
Yesus…

Di saat kau ragukan kasihNya
Ingatlah selalu janjiNya
Dia tetap serta kita menghadapi hidup ini
Hanya Dialah jawaban bagimu

(taken from: “Yesus Penolong Setia” by Wawan Yap – album “Hope”)

malin kundang dikutuk jadi patung pancoran

Filed under: personal

gileee… murid2 gue tuh kocak banget. Sabtu kemaren seperti biasa gue ngajar. Hari itu masuk lesson 10, pelajarannya tentang derivation untuk nouns. Maka, belajarlah kita tentang gimana caranya ngebentuk noun dari adjective, verb, etc.

Trus di bagian exercise ada soal-soal derivation yang dirangkai dalam satu passage, ceritanya tentang Malin Kundang. Murid2 bisa jawab soalnya without much difficulty, tapi keliatan banget dari muka2 mereka tuh udah pada keblinger banget belajar suffix -ness, -ment, -ion, -dom, -ce, -ty, dll yang ga jelas rumusnya itu.

So, biar mereka pada ga stress, gue suruh aja mereka bikin roleplay tentang cerita malin kundang itu. Dan inilah yang bikin gue ngakak.

Ada satu kelompok yang bikin roleplay ngaco banget. Ada satu murid yang kecil kurus jadi malin kundang waktu miskin. Trus dia dadah-dadahan sama ibunya waktu dia berangkat berlayar dengan saudagar. Trus murid yg kecil kurus ini ngumpet. Years later… Tiba-tiba temennya yang tinggi gede (anak SMP bo beratnya 65 kilo ada kali) muncul.

Murid2 laen bengong. “Kaga salah script nih?” mereka mikir gitu. Eh tiba-tiba murid yg dapet peran ibu ngomong “Malin, you’re a rich man now…”
Huahaha yg laen baru pada ngerti ternyata setelah jadi orang kaya si Malin Kundang jadi… endut!!!

Sekelas langsung ngakak abis. Gimana kaga lucu, peran si malin kundang versi miskin tuh anak SMP kecil item kurus yg beratnya mungkin cuma 37 kg, tapi malin kundang versi kaya tuh orangnya tinggi gede putih mirip om-om, tapi masih SMP loh!

Sambil masih ketawa-ketawa, role play berlanjut. Kisah akhirnya, si ibu mengutuk malin jadi patung. Tapi bukan patung sembarang patung. Malin dikutuk ibunya jadi patung… pancoran! huahaha…
malin kundang kan di padang, kok nyasar ke pancoran :)

Belom lagi kelompok laen. Cerita versi mereka tuh masih nurutin pakem, tapi justru pemaennya yg bikin ketawa. Gimana ga ketawa, wong malin kundang nya bisa jadi kembar! Kok bisa? Ya bisa, soalnya anggota kelompoknya ada 2 kakak adik yang kembar:)

Lucu-lucu banget lah anak-anak ini. Biar cuma roleplay di depan kelas, mereka bisa jadi bergaya kaya Oscar winning actors n actress :) Udah gitu pake bahasa inggris lagi, keren kan? Guru inggris mana yg kaga hepi ngeliatnya?

Mungkin Tuhan Yesus juga hepi kalo ngeliat anak-anakNya bisa kreatif menjalankan tugasnya masing-masing. Menghadapi tugas dan tuntutan pekerjaan yang sulit, anak Tuhan bisa menghadapinya dengan kreatif dan penuh humor. Tapi bukan berarti maen-maen loh…

Seperti murid-murid les inggris yang nyelesaiin tugasnya bikin script untuk roleplay pake usaha (mesti pake bahasa inggris, man!), anak-anak Tuhan juga berusaha nyelesaiin pekerjaan dan pelayanannya yang lumayan berat.

Begitu juga dengan anak-anak Tuhan. Kalo ada masalah berat dipikirin mulu sampe bete dan bikin tampang jadi lecek, Tuhan juga sedih ngeliatnya. Masalah akan selalu ada, tapi selalu ada juga jalan keluarnya. Tinggal tanya Bapa di surga aja. Dan cara nanyanya juga gampang banget, tingggal doa aja.

Seperti guru bahasa inggris yang tau sampe level berapa tingkat kesulitan exercise yang dikasih ke murid, Tuhan juga tau sampe level berapa tingkat masalah yang bisa dihadapi anakNya.

Walopun tugasnya susah, murid2 tetep semangat. Kalo udah kepentok ga tau apa bahasa inggrisnya, mereka tinggal tanya gurunya. Dan gurunya akan nolong utk kasih jalan keluar. Kalo murid2nya tipe yang gampang putus asa, ada soal yang susah langsung nyerah dengan tampang memelas tak berdaya. Padahal jalan keluarnya gampang banget. Sumber pertolongan itu ada di depan mata mereka: gurunya!

Seperti murid-murid yang pake kreatifitas dan sense of humor dalam tugas roleplay-nya, anak-anak Tuhan juga mesti kreatif dan tetep ceria untuk cari jalan keluar dari masalah yang dihadapinya.

Seperti guru yang terus berkeliling menghampiri murid2nya yang lagi berusaha nyelesaiin tugas, mata Tuhan juga menjelajah ke seluruh bumi. Seperti guru yang menjawab kalo ditanya muridnya, Tuhan juga menjawab doa permohonan minta tolong anak-anakNya.

Thanks Lord for my students.
Thanks for teaching me a lesson.
I say I’m a teacher but in fact they teach me a lesson.
A lesson that says: no matter how big the problem is, use your creativity and sense of humor. Then you will see that it is not so big cause God is bigger!

“pewahyuan” sayur asem

Filed under: personal

I like sayur asem a lot. But not all sayur asem. Cuma sayur asem buatan nyokap gw dulu…
Enak banget, ga ada yang ngalahin

Tapi gw nyesel kenapa dulu gw ga belajar masak dari nyokap waktu dia masih ada. Begitu mama meninggal, banyak banget penyesalan yang tertinggal. Kenapa gue ga belajar masak dari dulu. Padahal semua sodara bilang masakan mama gue enak banget.

Tapi semua udah terlanjur. Semua udah terjadi. Gue ga bisa nyesel lama-lama. Begitu masa kesedihan berlalu, gue bertekad belajar masak. Bagian paling sulit adalah gue ga punya siapa-siapa untuk ngajarin gue. Gue ga punya sisters. Ga punya aunts. Ga ada pembokat. Ga ada satu cewe pun di rumah.

Tapi gue pantang nyerah. Biar ga ada yang ngajarin pun gue tetap belajar. Guru gue yang pertama adalah majalah sedap sekejap pemula (thanks guys for creating such great magazine, been really helpful to me). Trus buku masak yang beli di toko buku. Tapi mahal. Tapi thank God akhirnya terbit tabloid masak yang harganya jauh lebih murah tapi isinya bermutu (thanks guys for creating this tabloid! Never thought about this idea before) Dan guru yang paling murah meriah adalah: internet! Tinggal copy paste dan coba di rumah.

After going through all of these, masih belom nemu juga resep sayur asem yang mirip (apalagi pas) rasanya sama masakan mama. Bayangin udah lima taon sejak mama meninggal, belom ketemu juga. Daripada kangen terus, finally I tried to forget it…

Sampai beberapa hari yang lalu…

Pas bangun pagi, biasa saat teduh dulu. Tetap doa, baca Alkitab, dan doa lagi. Tapi ga disangka ga diduga, Roh Kudus berikan “pewahyuan” yang laen dari yang laen. Tebak pewahyuan apa? Yap! Pewahyuan sayur asem!

Sementara doa, gue dibimbing dan diingetin bumbu-bumbu apa aja yang mesti dipake. Berapa banyak. Ini dulu, baru itu. Tumis dulu, baru rebus. Tambah ini, tambah itu. Jelas sekali, sejelas nonton acara masak di tivi.

Gue bener-bener takjub sama Tuhan Yesus. Tuhan tuh bener-bener perhatian sama anakNya. Tuhan tau keinginan hati gue, yang terdalem sekalipun. Yang ga ada orang yang tau sebelomnya. And He cares enough to tell me about this little thing. Hal kecil yang mungkin no big deal buat orang laen. But it’s a big deal for me. Remind me of the good old days when my mom was still alive. When she prepared the food with love. When she loved to cook the food I love. And I missed it so much…

Dan Tuhan emang luar biasa. Tuhan sang pencipta langit bumi, Tuhan yang begitu sibuk mengatur alam semesta, masih mau dan masih menyempatkan diri untuk ngajarin gue masak sayur asem…

Dan kemaren gue coba lagi bikin sayur asem. Belom sesempurna masakan mama gue, tapi hampir mirip. And my big dream for now is to make it as mirip as possible with my mom’s cooking. I know it’s not impossible, for the Lord makes all things possible…

Jesus, thanks a billion for being my cooking teacher. I want to cook for my family, with love, just like what my mom did…

sms spesial

Filed under: personal

SMS spesial
Date: 8/22/05 at 6:13PM

huehehe hari ini gw terima SMS spesial.
kenapa spesial?
karena SMS itu dari bokap.
Kenapa dari bokap dari aja spesial?
Karena itu SMS pertama dari bokap gw.
Kenapa pertama?
Karena bokap gw akhirnya bisa ngetik SMS!
Hihihi norak yah kite
Setelah sekian lama belajar (lama banget bo! pertama kali ngajarin bokap ngetik SMS tuh taon 2002:) akhirnya SMS gw dibales juga ama bokap gw, ih senangnya…

isi SMS gw tadi: Pa kata PLN entar listrik mati lagi jam 5:30 sampe jam 9:00
balesan SMS bokap gw: Nanti kalau benar mati kita pasang lilin

ga pernah gw sangka kalo senengnya nerima SMS dari bokap tuh bisa ngalahin senengnya terima SMS dari cowo ganteng huahaha

Kalo dipikir-pikir, mungkin seperti inilah senengnya Tuhan Yesus kalo akhirnya kita bisa “nyambung” sama Dia. Setelah sekian lama Tuhan berusaha komunikasi sama kita, berusaha ngomong sama kita, berusaha nyampein sesuatu kita, tapi kitanya susah banget belajar. Udah diajarin berkali-kali kalo mo tau isi hati Tuhan tuh mesti baca Alkitab, berdoa, baca Alkitab, berdoa, baca Alkitab lagi, berdoa lagi, tapi teteeeep aja kita ga bisa-bisa. Gimana mo denger suara Tuhan kalo baca Alkitab aja males? Akibatnya yah ga bisa komunikasi, ga nyambung.

Tapi sampe saatnya kita bertobat. Hubungan kita sama Tuhan jadi bener-bener suatu “hubungan”, yaitu hubungan yang ada timbal balik. Ada yang curhat, ada yang respon. Ada yang ngajarin, ada yang belajar. Ada aksi, ada reaksi. Tuhan jadi begitu nyata. Tuhan jadi begitu real dan bisa diajak ngomong (dari dulu sih sebenernya bisa tapi kita aja yang ga mau denger)

Well, what I’m trying to say is, thanks Lord for teaching me something today. Please keep talking to me…






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham