letsing4joy

October 16, 2009

loeloes

Filed under: personal

“… dan dengan demikian sejak malam ini pukul 10.30 Anda berhak menyandang gelar M.H. … tok tok tok *palu diketok 3 kali*”

kemaren malem sidang
en gue lulus
dapet A
nilai 82.40
IPK 3.71
jadi lulus sangat memuaskan
cukup amazing
for me yang lulusan non-hukum
sidangnya susah
ditanyain BW pake bahasa belanda
padahal blanda gue pas-pasan
rasanya pengen ambles aja ke dasar bumi
biar bisa kabur dari berondongan pertanyaan
abis itu
ternyata dari 5 dosen penguji
dosen terakhir yang dapet giliran
malah bilang gini
“saya appreciate sekali
seorang lulusan sastra inggris
bisa menulis tesis hukum seperti ini
dan satu hal lagi
saya mau ambil teori dari tesis ini
untuk mengajar di S-1″
waaaaaa….
seneng banget dibilangin gitu
setelah “dicecar” selama 1 jam
terbayar sudah sleepless nights
sudden wake up at night
trying to finish this thesis
jumpalitan ngejar gelombang trakhir
detik2 terakhir penyerahan draft
nyebrang lautan kemacetan jakarta
untuk cari dosen
setengah mati juggling
ngatur waktu kantor-kuliah
terbirit-birit ngabur kantor
cuma buat kuliah
relain ga makan siang
cuma buat bikin tugas
yg mesti dikumpulin ntar sore
the journey of these 2 years
has taught me so much
that reaching ur dream
takes blood, sweat, and tears (apa seh)
after all semua mules-mules
deg-degan
sesek napas
nungguin sidang
akhirnya selesai sudah
thanks yah Lord
for being my Defender
and stand beside me till the end…

thank you Lord for everything
this MH is for You…

As the Scripture says, “Anyone who trusts in Him will never be put to shame.” (Rom 10:11)

October 7, 2009

dear valued shareholders

Filed under: Uncategorized

Enjoy posting-an fiktif berikut.

Akibat kebanyakan mlototin annual report :D

Para pembaca setia blog ini maafkanlah postingan daku belakangan ini akan banyak yang rather crazy

I tend to post silly unimportant meaningless pointless stuff kalo lagi mumet palanya

Sambutan President Director of PT Itchy Scratchy Tbk & subsidiaries
dalam Annual Report 2008

Dear Valued Shareholders,

Industri pembiayaan sepanjang 2008 mengalami kondisi yang kurang menguntungkan berupa situasi fluktuatif due to the krisis ekonomi global since the third or fourth quarter gitu di tahun 2008. Karena itu we today announced year-over-year revenues on a comparable basis decreased a modest 0.2% in local currency. Foreign currency harap convert sendiri. Buat apa ada kalkulator? Mohon maaf bahasanya campur-campur English indo persis VJ MTV. Harap maklum, saya kan Director. Lagian saya kan yang nulis sambutan ini, suka-suka saya dong. FYI aja translator saya lagi cuti ke Monte Carlo. Biasanya dia yang edit karena her English is excellent. And she is very sweet and smart. Hmm, kinda miss her. Not romantically, please deh ah. Kalo ga ada dia repot, soalnya saya paling males ngurusin wording beginian. Kalo ada dia semua wording beres.

Sampai mana tadi? Oya, a modest decrease. Flat revenues certainly don’t tell the whole story of this year, as we continued building our markets. Rincian penurunan laba bersih dibanding rugi bersih yang tercatat ini harap ditanyakan saja ke financial director saya. Sebenernya barusan dia udah fax, tapi angkanya kecil-kecil jadi saya males bacanya. So, lihat aja section “financial highlights” dalam annual report ini. Halaman berapa ga tau. Balik-balik aja halamannya terus. Kalo ga ketemu juga, liat aja lampiran laporan keuangan. Udah diaudit kok sama akuntan kami yang pinter-pinter itu. Serius, they’re splendid brilliant. Really.

Tahun 2008 ini kami deklarasikan sebagai tahun ”bersama kita bisa”. Ini bukan ngikutin slogan kampanye. Ini slogan kami bikin sendiri, bukan nyatut. Hey, where’s the trust? Kami ingin agar perusahaan kami di mana Anda invest ini, bisa memperkuat financing structure kami through bank loan despite the tight liquidity. Maksud loooooh? Udahlah gampangnya, you want to see high returns kan makanya ente baca annual report ini? Bukannya pengen liat foto saya nyengir ngabisin satu halaman penuh glossy paper? The point is, lu kaga rugi dah beli saham kita orang. Kaga ada sejarah tuh goreng-goreng saham. Enakan pisang goreng. Jangan lupa beli bonds nya juga. Ane punya rencana nerbitin bonds lagi kuartal kedua taon depan. Don’t ask me kenapa kita decide to issue bonds lagi. Pengen aja ;) You ngerti lah, secara kita kan financing company. Kita berhutang agar bisa menghutangkan Anda. We build our company on the system of hutang. We specialize in utang-utangan. Makanya beli ya? Ga bakalan default kok. Percayalah, bersama kita bisa.

Apalagi prestasi kita tahun ini? O ya. Direksi telah menunjukkan prestasinya dengan membukukan revenues sebesar ……………. di tahun 2008. Call orang finance. Suruh dia isi titik-titik ini. Eh ga perlu deng. Kan tadi saya udah bilang tahun ini flat revenues. Liat aja report taon lalu. Hal ini memposisikan kami agar sejalan dengan prioritas strengthening the credit risk management dengan mengutamakan integritas, akuntabilitas, dan transparansi. Hmm, apa hubungannya?

Untuk rincian selanjutnya what’s going on with our company within the last year, baca aja terus. Bagian saya cuma sambutan aja. Minta mangap cuma segini aja, udah deadline mau turun cetak. Itu graphic designer udah tereak-tereak aja mesti binding.

Akhirnya *beneran ini terakhir* segenap jajaran direksi percaya selalu ada opportunities in crisis. Opportunity apa? Belom tau. Nanti saya pikirin dulu. Itu tugas saya mikir. Saya dibayar untuk mikir. Atau ada ide/masukan/input/saran? Bersama kita bisa.

Pada akhirnya, perkenankanlah saya representing all directors *with or without Board, terserahlah apa kata UU PT* mengucapkan terima kasih kepada para shareholders, Dewan Komisaris, dan seluruh jajaran dan lini depan maupun lini belakang perusahaan, serta para rekan kerja dan faithful customers, termasuk those less faithful or more-or-less faithful customers, atas dukungan dan kepercayaan yang terus diberikan kepada perusahaan kami yang keren ini. Bersama kita bisa. Untuk Anda kami ada. Untuk Anda, selalu bisa. Sekali bisa tetap bisa. Bisa karena biasa. Biasa-biasa aja itu tidak biasa. Biasakanlah agar Anda terbiasa. Udah lah, biarkan copywriter mengedit sambutan saya ini.

Tertanda,
PT Itchy Scratchy Tbk
a subsidiary of Shaggy Dogs Ltd
a member of Furry Cats group
collectively referred to as “the Group”
the leader in financing industry

–bersama kita bisa–
bisaaaa aja deh kamu

September 30, 2009

update kali ini

Filed under: personal

End of sep 2009

Sekedar update, pengen ngobrol yang ga penting, cape ah serius mulu.

In case you wanna know pegimane kabar ane:)

About work:
I bought a “major” item recently. I just bought a new…. karburator eh salah deng… a new kalkulator hehehe… *apanya yang major* Sekedar pengumuman aja, ini kalkulator punya fasilitas check ke depan, check ke belakang, auto correct, dan auto replay! I told you it’s keren. Sangat menolong materiality calculation that I have long grappled with hihihi. Kenapa beli kalkulator aja sampe cerita-cerita segala di blog? Iya dong. Pembelian kalkulator ini merupakan tonggak bersejarah which signifies my heart acceptance to prepare for a new identity as an auditor… Apa seeeeh… Hiperbola banget:)

About school:
Akhirnya thesis gue slesai ampe bab V kesimpulan dan saran. Pfuiii….h akhirnya. Tinggal tunggu komentar dosen. Ada lah 1 bulan-an gue ga bersemangat lanjutin sejak Tuhan dengan telak told me that He wouldn’t let me switch career to become a lawyer. Yaaaa….h. Buyar dah impian. Jadi males lanjutin tesis. What for? No use. But then Roh Kudus ingetin “finish what you started”. Harus punya roh penyelesai. People remember more about 5% that we didn’t finish rather than 95% that we accomplished well. Ini kata Os Hilman yang gue baca di email pas lagi males-malesnya lanjutin tesis. Haaaaa… Sangat menohok sekali saudara-saudara :) Yo wis, cia yooo, ganbatte, semangatin diri sendiri pake segala macam cara, yang penting bisa slesai ampe garis akhir. Biar ga jadi lawyer ya gapapa, ilmunya juga bisa kepake kok di idup sehari-hari *menghibur diri mode on*. At least sekarang ada tambahan angle lah kalo baca koran. Bisa pake angle dari perspektif orang legal, selain angle dari sudut pandang orang ekonomi semata.

About finance:
Taon ini gue bisa kasih buah sulung 3 kali. Waaaaaaa… senengnya bisa buah sulung more than once in a year. Bener loh exceeding joy itu bener-bener unspeakable pas belajar praktek firTu. Pas nyerahinnya gue pengen senyum lebaaaaaa….rrrr banget. Udah kebayang janji Tuhan buat tuaian buah sulung. Kata senior pastor, kalo kita kasih buah sulung buat Tuhan, Tuhan janji akan jaga keluarga kita. To a thousand generation His covenant will stand. Amen. Gue percaya banget itu. So waktu masukin amplop yang terbayang adalah muka 2 ponakan gue. My prayer waktu itu “Tuhan jaga ya Gabriel dan Michel. FirmanMu bilang Tuhan akan jamin kehidupan seluruh anak cucuku when I consecrate the first and the best of my first fruits. I have no kids of my own yet, but I do have ponakan2. Yang aku minta Gabriel dan Michel bisa dapet the best education that this world can give. Maybe namboru-nya lulusan lokal, but not my nephews. Bisa tumbuh besar jadi orang yang berpengaruh di negara Indonesia ini, bahkan jadi berkat buat bangsa-bangsa, amen” Wayaaaa…. Tunggulah saat itu tiba wahai rekan-rekan sebangsa setanah air. Akan ada Togatorop-Togatorop (my family name) yang berdiri bersanding sejajar dengan para ahli-ahli terkenal dari seluruh dunia. Just wait !!! Wekekek gue semangat banget nih baru ngebayanginnya aja :)

About fun:
Lagi seneng makan-makan n jalan-jalan n nonton. Hari jumat ke grand indo, hari minggu ke grand indo lagi buset dah. Minggunya nonton K-20 sama temen-temen cell di blitz. Sebenernya nonton di blitz itu against my principle of hidup hemat kikikik… Masa sih nonton aja mesti bayar goban? Keterlaluan ;) Maklum biasanya kelas noban haiyaaa… Tapi yah demi Kaneshiro Takeshi *my long-term infatuation* so I bela-belain bayar haiks… Tapi lumayan lah bisa staring at him on wide screen. Ceritanya sih mixed up lah, ada panjat tembok ala spiderman, ada sayap item plus topeng ala batman, ada terbang tandem ala superman n lois lane, ada ketawa ala zorro, semuanya digado-gado. The moral of the story? Semuanya bisa dilakukan kalo mau belajar. Ada manual dikasih shifu *eh shifu itu film silat ya? Kalo versi jepang apa sih? Laotze? Makin ngaco lagi. Hmm… pokoke teacher gitu lah ala jepang* Trus manual itu dipake untuk belajar sendiri dengan tekun. Baca, trus praktek. Gagal? Besok coba lagi. Terus begitu. Sampe akhirnya orang bilang dia udah lebih jago dari yang terjago, and he doesn’t even realize that. So the point is, waktu kamu belajar sendiri, kamu ga sadar kalo kamu udah makin pinter. Bahkan lebih pinter dari shifu or whatever name you call it. Yang bisa lihat changes dan progress itu justru orang lain. So, keep on studying, learning and practicing.

For a closing remark, enjoy the picture of the coolest man on earth haizzz… awas mimisan :)

Sekian ngalor ngidul nya. Cape ah ngetik :)

September 17, 2009

human being

Filed under: personal

Tuhan tidak meletakkanmu di bumi hanya untuk mengisi daftar hal-hal yang harus dikerjakan.
Dia lebih tertarik kepada siapa kamu daripada apa yang kamu lakukan.
Karena itulah kamu disebut human being, bukan human doing.

September 16, 2009

a nice surprise

Filed under: personal

Early Sept 2009

God gave me a very nice surprise. First surprise, gue dapet promotion di kantor. Sekarang resminya jadi senior di audit division. Rada ajaib juga sih, wong education ga nyambung sama sekali sama accounting. Kok bisa jadi promote jadi senior auditor? Ga tau lah. Ikutin aja. Kan udah ”nyerah” sama Tuhan hehehe (lihat posting-an di bawah tentang perjuangan panjang untuk penyerahan total hehehe) Second surprise, gaji naik dengan skala jutaan (bukan ratusan ribu kaya’ taon2 lalu), which is a big surprise yang kalo gue inget jumlahnya sekarang masih terkaget-kaget. Third surprise, dapet THR pake gaji baru. Fourth surprise, dapet bonus 1,5 kali gaji which is quite keren by considering global crisis yang terjadi di fiscal year ini. Wowww… sekali lagi wooowwww….

Many thanks yah Lord…All I can say is wooooooowwwwwww….

Kenapa Tuhan ciptakan aku di dunia ini? part II

Filed under: personal

End of August 2009

Kenapa Tuhan ciptakan aku di dunia ini*?
Part II

Aku tahu apa yang kau inginkan. Kerinduanmu, cita-citamu, harapanmu, masa depanmu yang kau idam-idamkan. Aku tahu semua. Tapi jika engkau memaksa Aku mengikuti keinginanmu, sebenarnya kamu berpikir kamu lebih tahu segalanya. Siapa kamu hendak memerintah Allah? Mengatakan apa yang harus Aku lakukan? Tapi kamu tak sadar akan hal itu. Akibatnya kamu jadi murung dan tak bersemangat.

Kecewa karena keinginanmu pindah kerja tak Kupenuhi? Bukankah itu bagian dari pengenalanmu akan Aku? Saat engkau mengenal AKu, AKu tahu ada banyak hal yang tidak sesuai dengan keinginannmu. Tapi itu bukan akhir segalanya. Masih ada jutaan hal lainnya yang begitu indah tersimpan untukmu. Kau hanya tak tahu saja ada di sana. Tapi untuk sampai ke sana, kau harus mematikan egomu yang mengatakan kau tahu segalanya yang kau inginkan. No, you don’t. Some things are not good for you, for your future, for your mate, for your future children, for your family to-be. That’s why I prevent you from going there.

Aku ingin agar kita membangun hubungan di mana kau bisa puas dalamKu. Aku mengasihimu dengan kasih kekal, tak peduli apa pekerjaanmu, apa posisimu. Aku tidak mementingkan semua itu. Yang Aku inginkan adalah persekutuanmu denganKu. Aku ingin agar kehidupanmu lebih bermakna. Dan itu bukan karena semua harta dan jabatan yang kau punya. Honestly, none of them impress Me. Aku tak peduli dengan semua itu.

Jangan pernah bilang Aku tidak mengenalmu, Aku tidak mengabaikanmu, Aku melupakanmu. Tak pernah sekalipun engkau lepas dari pandanganKu. Bagaimana mungkin Aku melupakanmu? AKu ciptakan kamu on purpose. I created you. I designed you. You were not created for nothing. I made you with all my heart. Before you were even there, You are already in My heart….

*nangis sesenggukan sambil nulis di jurnal*

Before you were even there, You are already in My heart….

*I guess mantan anak-anak tertolak lainnya akan nangis juga kaya’ gue kalo dengar a heart-throbbing statement di atas*

You didn’t sneak in into the earth. You were made for a purpose. Do you know why I created you? To fulfill the purpose I have for you. I know that you’re dying to know what it is. But if I tell you now, it would ruin My plans for you. You don’t have to worry what you’re going to be. So, stop complaining about how difficult things are for you. You have everything, when you have Me…

Aku menyertai engkau. Hanya itu yang kau perlukan.
Kuasa-Ku dapat diperlihatkan dengan jelas di dalam orang yang lemah
2 Kor 12:9a (FAYH)

Jangan pernah berpikir bahwa pindah karir baru akan menyenangkanmu. No, it won’t. Pernahkah kau melihat orang mati membawa karirnya? Tidak ada. Begitu juga engkau. Apapun pekerjaan yang kau lakukan, Aku tahu lebih dulu.

Jika kau ingin hidupmu berarti, cobalah cari cara untuk menyenangkanKu. Aku tidak sulit untuk disenangkan. Aku tahu setiap usaha kecil untuk menyenangkanKu dan Aku menghargai itu.

Aku tahu kau berasal dari debu, and that’s why I’m so excited when you’re trying to please Me. Try this. Buatlah orang-orang mengenalKu melaluimu. Bukan usaha yang sederhana, tapi bukan juga usaha yang terlalu sulit untuk dilakukan. Jangan pernah memandang orang sebagaimana mereka adanya. Ada begitu banyak potensi dalam mereka yang tidak kau ketahui, seperti engkau tidak mengetahui besarnya rancanganKu bagimu.

In Christ, you can do many things you never dreamed of being able to overcome. I need you to know that I’m not main-main with this. I have so many things lay ahead for you. Maybe it’s difficult to see what lies ahead if you only see it from little tiny meja kecil di ruangan kecil dengan empat tembok. But first, you must trust Me. Trust me that I know the plans for you. You were made for more…

About work, why worry? I need you there in your office. Still. Many things have to be done. That’s why I want you to stay. I’m not upset when you think you’re only doing things that are not significant, not important, so little impacting the world. It’s okay. It’s okay. It’s okay. I say, it’s okay. I’m not expecting you to do great things when you’re not even there yet. Be faithful in little things. In the meantime, stay where you are now. Jangan berhenti berbuat baik. I like it when you do that. It’s just soooo “My child”…

Tak peduli berapa puluh tahun kau bekerja, 10, 11, 12, 15, so what? It’s just numbers. Don’t worry about time passing by. I own kekekalan, remember??? I do whatever it takes to make you ready for kekekalan. Remember life is not about jobs, about money, about possession. Life is about getting ready for eternity. My question is, are you ready for that? Are you ready when I ask you how many souls have you introduced to Christ? So, when you’re not ready yet, I’ll develop you terus menerus. Tak kenal menyerah. That’s all that’s important for Me.

The next question will be how am I gonna do that? You have to trust Me that I’ll keep sending you people to help, to chat, to talk, to share, to discuss, to get to know, to interact so that you have time to share your faith in Christ. Don’t be ashamed of Me. I love you and you shouldn’t be ashamed when someone loves you that much. Imagine the King of kings and Lord of lords declares boldly that He loves you. If you can easily talk about your boy friend, you should be easily talking about me as well. Isn’t it that simple? Don’t worry. I’ll make you know how much I love you and you can tell about it. That simple. Tell them that Someone loves you so dearly that He never keeps His eyes off you. He’s holding you in His hands. He breathes the breath of life in you that no one else can do. People need that. People need to know that Someone loves them no matter what.

Belajarlah untuk percaya padaKu dan kau akan melihat hal-hal besar dan ajaib yang tidak pernah kau bayangkan. Mulai sekarang, jangan pernah ragukan kesetiaanKu padamu. Aku ada dalam setiap hembusan nafasmu, setiap detik menit dalam hidupmu.

Aku sayang kamu, Fenty.
*even now mata gue masih berkaca-kaca inget ini*
Engkaulah biji mataKu, kesayanganKu, umat yang Kubentuk hanya untukKu.
Takkan Kubiarkan kau lepas dari pandanganKu
karena AKulah Bapamu, Penciptamu, Sahabatmu, Penulis Hidupmu, dan Kekasih Hatimu.
AKU, TUHAN, YANG MENGATAKANNYA…

You have everything, when you have Me.
- God

*diringkas dari 7 halaman jurnal WPDA yang Tuhan tuntun untuk ditulis while He’s talking straight to my heart for almost 3 hours…

Kenapa Tuhan ciptakan aku di dunia ini? part I

Filed under: personal

End of August 2009

Better consider opportunities now than in ten years when life may limit your choices…
(nasihat guru drama sebelum Zac Efron lulus dalam High School Musical 3)

Friends, dua bulan terakhir (Juli-Agustus) ini gue lagi banyak mikir tentang kemana arah hidup ini sebenarnya. Hal ini yang kedua kalinya terjadi dalam idup gue. Yang pertama waktu Mama gue meninggal, gue jadi mikir banyak untuk apa manusia idup di dunia ini. Yang kedua ini ya yang sekarang ini. Soalnya gue udah 10 tahun kerja di tempat yang sama, dan rencananya bentar lagi lulus. I tell God aku ga mau ngabisin idup another ten years still doing the same thing in the same place. Aku tau idup ga bisa gini-gini aja. Mendingan resign sekarang daripada kerja 10 taon lagi tapi ga ada bedanya 10 taon lalu sama sekarang. Gue pengen idup gue berarti buat orang lain, punya dampak buat orang lain, bukan sekedar jadi karyawan yang setia but honestly ga kemana-mana. Not going anywhere. Rencananya mo banting setir sekalian, pindah dari accounting firm trus pilihannya (1) cari kerja lain yang ada hubungannya sama legal supaya ijazah S2 kepake, (2) balik ke profesi lama jadi English teacher - at least jadi teacher itu rasanya lebih fulfilling, bisa leave a mark on my students or (3) totally berhenti jadi orang upahan (baca: gajian) dan bikin usaha sendiri.

Pertanyaan pertama yang gue insist cari jawabannya berhari-hari adalah apa rencana Tuhan kenapa aku mesti lahir di dunia ini. Dan Tuhan kasih ini. Pertanyaan kedua adalah Tuhan pengen gue jadi apa. So, karena jawabannya panjang, gue bikin 2 posting-an. Gue taro di sini karena gue pikir hal ini applicable juga buat semua anak Tuhan di dunia ini, more or less, tanpa menyebutkan secara spesifik satu jenis pekerjaan tertentu. My prayer is that it’ll bless you.

Kenapa Tuhan ciptakan aku di dunia ini*?

Kamu direncanakan bagi kesenangan Allah. Pada saat kamu dilahirkan, Allah ada di sana sebagai saksi yang tidak kelihatan, tersenyum atas kelahiranmu. Dia ingin kamu hidup, dan kelahiranmu memberi-Nya kesenangan besar. Allah tidak perlu menciptakan kamu, tetapi Dia memilih untuk menciptakan kamu demi kesenangan-Nya sendiri. Kamu ada untuk kepentinganNya, untuk kemuliaanNya, untuk tujuan-Nya dan untuk kesenangan-Nya.

Mendatangkan kegembiraan bagi Allah, hidup bagi kesenangan-Nya, adalah tujuan pertama hidupmu. Apabila kamu memahami kebenaran ini sesungguhnya, kamu tidak akan pernah lagi memiliki masalah dengan perasaan tidak berarti. Kebenaran ini membuktikan betapa kamu berharga. Kalau kamu sedemikian penting bagi Allah, dan Dia menganggap kamu cukup berharga untuk ada bersamaNya dalam kekekalan, apalagi yang bisa kamu anggap lebih penting dari itu? Kamu adalah anak Allah, dan kamu mendatangkan kesenangan bagi Allah lebih dari hal lain apapun yang pernah Dia ciptakan.

”Karena kasih-Nya Allah telah memutuskan bahwa melalui Yesus Kristus Dia akan menjadikan kita anak-anakNya, inilah kesenangan dan tujuan-Nya.” (Efe 1:5 TEV)

Mengapa mendatangkan kesenangan bagi Allah itu lebih penting dari hal lain? Karena mendatangkan kesenangan bagi Allah disebut ”penyembahan”. Karena itu, segala perbuatanmu yang mendatangkan kesenangan bagi Allah merupakan tindakan penyembahan.

”Tuhan senang hanya kepada orang-orang yang menyembah Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya.” (Mzm 17:11 CEV).

”Bawalah kehidupanmu sehari-hari yakni tidur, makan, pergi bekerja, dan berjalan-berjalan, dan letakkan itu di hadapan Allah sebagai sebuah persembahan” (Rm 12:1 MSG)

Karena itu, kau telah melakukan penyembahan dalam pekerjaanmu apabila kamu mempersembahkannya kepada Allah dan mengerjakannya dengan suatu kesadaran akan kehadiran-Nya.

Karena menyenangkan Allah adalah tujuan pertama hidupmu, maka tugas terpentingmu ialah menemukan bagaimana cara melakukannya.

Berusahalah mengenal apa yang menyenangkan hati Kristus, lalu lakukanlah itu.” (Efe 5:10 MSG)

to be continued…

*diambil dari buku Purpose Driven Life-nya Rick Warren yang bener-bener speaks to my heart as if God’s talking to me by Himself

July 30, 2009

God is ready, are you ???

Filed under: ringkasan khotbah

Friends, I wanna share something yang aku dapet dari marketplace ministry conference minggu lalu. Khotbah ini dibawaian sama Pat Francis. This has been a great blessing for me and I want to share it with you. If you like this blog I’m sure you share the same passion with me: to see Indonesia change. So, sebagai orang2 yang Tuhan taruh di marketplace, aku dan kamu tentunya harus belajar banyak tentang marketplace ministry. So, here it comes.

Jos 10:5 Lalu kelima raja orang Amori itu berkumpul dan bergerak maju: raja Yerusalem, raja Hebron, raja Yarmut, raja Lakhis dan raja Eglon, mereka beserta seluruh tentara mereka. Mereka berkemah mengepung Gibeon dan berperang melawannya.
Jos 10:6 … sebab semua raja orang Amori, yang diam di pegunungan, telah bergabung melawan kami.”
Jos 10:8 Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: “Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyerahkan mereka kepadamu. Tidak seorangpun dari mereka yang akan dapat bertahan menghadapi engkau.”
Jos 10:10 Dan TUHAN mengacaukan mereka di depan orang Israel, sehingga Yosua menimbulkan kekalahan yang besar di antara mereka dekat Gibeon, mengejar mereka ke arah pendakian Bet-Horon dan memukul mereka mundur sampai dekat Azeka dan Makeda.

Jos 10:16 Kelima raja itu melarikan diri dan bersembunyi di dalam gua di Makeda.

Jos 10:17 Kepada Yosua dikabarkan, demikian: “Kelima raja itu telah ditemukan bersembunyi di dalam gua di Makeda.”

Jos 10:22 Kemudian berkatalah Yosua: “Bukalah mulut gua dan keluarkanlah kelima raja itu dari dalam dan bawa kepadaku.”
Jos 10:24 Setelah raja-raja itu dikeluarkan dan dibawa kepada Yosua, maka Yosuapun memanggil semua orang Israel berkumpul dan berkata kepada para panglima tentara, yang ikut berperang bersama-sama dengan dia: “Marilah dekat, taruhlah kakimu ke atas tengkuk raja-raja ini.” Maka datanglah mereka dekat dan menaruh kakinya ke atas tengkuk raja-raja itu.
Jos 10:26 Sesudah itu Yosua membunuh raja-raja itu, dan menggantung mereka pada lima tiang, dan mereka tinggal tergantung pada tiang-tiang itu sampai matahari terbenam.

You see friends, there are 5 raja kegelapan yang menggerakkan raja-raja di belakang Yosua.

The devil knows that Joshua is gonna do something mighty with God. That’s why dia pake 5 kekuatan besar untuk nyerang abis-abisan. Segenap kekuatan neraka diturunkan untuk nyerang satu orang ini yaitu Yosua. So, jangan pernah anggap enteng panggilan Tuhan dalam hidupmu. The devil knows that your calling is so destructive to his dark kingdom. That’s why kita sebagai anak-anak Tuhan harus tau kapan mereka mulai nyerang. Remember the enemy wants to make you stay where you are. You reach a certain level and devil said you’re not going any further.

Di mana mereka berada? Mereka sembunyi di Makeda (Yosua 10: 16 Kelima raja itu melarikan diri dan bersembunyi di dalam gua di Makeda) Apa sih Makeda? Makeda artinya place of shepherds. Apa sih place of shepherds? Artinya place where you work. Inget dunia mengalami era agriculture, era industri, era teknologi, dan sekarang era informasi (lupa urutan persisnya, entar deh gue bongkar buku kuliah lagi tentang teori laissez faire dan sebangsanya ;) Di jaman kitab ini ditulis, mereka belom masuk era internet. So makeda mereka, marketplace mereka, place of work mereka adalah ladang tempat gembalain domba. Kalo diterapin di jaman sekarang, makeda kamu bisa berarti pabrik untuk technicians, law firms untuk para lawyers, accounting firms untuk para accountants, hospitals for doctors/nurses, media companies for graphic designers, etc.

Inget 5 raja jahat itu bersembunyi di Makeda-mu (di tempat kerjamu). Mereka menahan kamu untuk berkembang dan fulfill your potentials. Untuk menggenapi rencana Tuhan dalam hidupmu. Untuk membawa terang ke sekelilingmu.

Mereka begitu geram karena they are intimidated. They’re trying to attack you in every way. They can work alone, satu demi satu. Tapi kadang-kadang mereka bisa ngumpul bareng untuk nyatuin kekuatan mereka untuk jatuhin kamu abis-abisan. Can be from each/every side all at once (dari sisi keluarga, teman, pekerjaan, kesehatan, keuangan, you name it all).

But jangan takut. Put up (take up) the shield of faith. Untuk nangkis semua flaming missiles mereka. Inget di bahasa Indonesia disebutnya panah berapi. Tapi di Amplified Bible disebut sebagai flaming missiles. Bayangin, misil! Bukan panah api. Panah api aja udah bahaya dalam perang, apalagi misil. So jangan pernah lengah dan ingetlah selalu bahwa, whoever you are, whatever your position is (maybe still lowly level now), but the devil knows that God has prepared something great lies ahead of you. That’s why the devil tries to steal it from you. Even tries to kill you, if necessary….

So, let’s start to get to know them. Here’s number one.

#1 Raja Adoni Zedek in Jerusalem

Zedek artinya the Lord is justice. Jerusalem artinya foundation of peace. Roh jahat ini kerja di politik, so terjadilah yang namanya corruption. Berasal dari greed. Roh jahat ini, sesuai namanya (justice), menanamkan ide di pikiran orang bahwa what they’re trying to do is to menegakkan keadilan. Justice. Mereka pikir mereka bertindak adil. That’s the spirit behind terrorism. Think they are fighting for a country/a belief. Tapi sebenarnya the so-called justice itu tanpa hati nurani.

Roh jahat ini bisa menyerang people of high power. Against establishment. Roh jahat ini trying to keep women down, keep other races down, keep minorities down. Roh ini disebut metroloas yang artinya underground, transit. Metro berasal dari mother, sumber, pusat. Inget kata ‘metropolis’ artinya economic center. This is the place where government houses and cultural centers are located. Roh ini menyerang mothers, women in workplace. Because women ditindas, roh ini mencoba membuat women don’t want to get pregnant. This spirit is against families. This spirit makes women work 24 hours 7 days a week and not want to have children. Pregnancy and children menghambat karir mereka. Roh ini saat ini bekerja dengan kuat di negara-negara tertentu yang against families. Remember certain countries with laws saying you can’t have more than 1 child? More than 1 child means penalty, means sanction. Other countries are now considering the same law. This is against God’s blessing (Kej 22: be fruitful and multiply)

#2 Hoham, the king of Hebron

Hoham artinya whom God forces. Hebron artinya society, alliance, group of people with agenda. Agendanya adalah committed to maksud jahat, witchcraft, deception, intimidation. Roh ini bekerja di big firms all over the world. If you work in worldwide firms, watch out. I’m not saying that all big firms are like that. Banyak juga big firms yang menjunjung tinggi respect and integrity. Tapi ada roh jahat yang controlling the big firms. Inget film “The Firm”-nya Tom Cruise? The international law firm tempat Tom Cruise bekerja ini salah satu contoh di mana roh jahat ini controlling the firm. It’s so difficult for him to fight against the invisible power in the firm.

Roh jahat ini mengajarkan the spirit of compromise. If you stay long enough, you’ll be like them. This spirit forces you to compromise. If you are anak Tuhan kamu akan dilindungi. Tapi inget the spirit will try so hard to keep you down karena kamu sendirian melawan arus dunia. Tapi jangan takut. Never compromise. Jangan pernah menurunkan standar kamu, integritas kamu, kingdom values kamu. When God’s with you, who can be against you? What matters most is Who’s with you.

#3 Piream, raja Yarmut

Piream artinya rebellious. Yarmut artinya pride. This spirit stabs you from your back. Ciri-ciri people with this spirit adalah you can’t train them. In the first chance they get, they’ll stab u in the back. For working mothers, remember that guests/helpers in the house should be helpers. They shouldn’t be destroyers. They can destroy the home because they bring the spirit of destruction and witchcraft.

#4 Yafia, raja Lakhis

Yafia artinya enlightened, dreams, visions, spirit of deception. This spirit gives you false dreams. You work hard, harder and harder, but never get enough money. You always have ideas but it turns out that those ideas don’t work. The next deal doesn’t work again. It is like false pregnancy. This spirit gives you great ideas and you dream about it. Makes you pregnant with the contract, kamu kerjakan berbulan-bulan, tapi ga berhasil, dan akhirnya kamu discouraged. Usually this spirit works in men. Men try ideas after ideas but none of them berhasil. This makes the wife complains “Enough with your dreams! No more dreams because we have no more money.”

This spirit of Japhiah works like pregnancy for 9 months but ternyata dead baby. This spirit belokkan kamu dari arah yang seharusnya. Every time you step out, ga berhasil dan akhirnya you lose your money. Nothing comes out of it

#5 Debir raja Eglon

Debir artinya pidato2 yang menginspirasi. Musuh akan membisikkan kata-katanya ke dalam hatimu.
Eglon artinya berputar-putar dalam lingkaran, anniversary demon. Visit you every year at the same time. This spirit brings you down, makes you get depressed at the same time every year (sickness, trying to commit suicide, etc). Sometimes it’s generational, artinya diturunkan dari grandfather, to father, to son, to grandson. Seperti blood tie in the family. Jika ada suicide atau trying to suicide in your family, it is demonic works. Ada hari-hari tertentu atau masa-masa tertentu dalam hidupmu (biasanya berulang setiap tahun) di mana kamu merasa depressed/tertekan. Bisa jadi roh itu sedang kejar kamu. Bisa jadi nenek moyang kamu pernah made pacts with demons (bikin pakta/perjanjian dalam bentuk rituals untuk trade off children for 3 generations dengan iblis).

The good news is kutuk itu bisa dipatahkan. Doakan dalam nama Yesus, “Listen, devil, you will not strike again! You have no right in this family! I renounce every other gods in my lineage. In my family. Darah Yesus telah menebus aku dan keluargaku. Keluargaku milik Tuhan dan aku patahkan semua perjanjian yang pernah dibuat oleh nenek moyangku denganmu. Darah Yesus telah membasuh dan menutup bungkus dan melindungi keluargaku dan engkau iblis tidak lagi berkuasa atas keluargaku.” Tapi inget, kamu bisa luput karena kamu kuat. Tapi kalo kamu luput, iblis akan mengincar anak-anakmu. So make sure anak-anakmu terus berjalan bersama Tuhan sehingga when the full-of-hatred devil returns with the same old plan anak-anakmu terus terluput.

So, jangan pernah lengah. The devil hates you so much dan dia akan mengerahkan segenap kekuatan neraka, bila perlu, untuk menggagalkan rencana Tuhan dalam hidupmu. But don’t be afraid. God joins the war. When God’s with you, you’ll outnumber the enemy. Just like Joshua, bring them to the altar, and chop their heads off. So, get ready! God is ready, are you???

“…Janganlah takut… kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab secara itulah akan dilakukan TUHAN kepada semua musuhmu, yang kamu perangi.” (Jos 10:25)

June 19, 2009

childhood homes: which one is yours?

Filed under: personal

Beberapa minggu lalu gue denger khotbah tentang tipe-tipe childhood homes dan bagaimana the past itu menentukan bagaimana kita memilih jenis pekerjaan dan juga bagaimana cara kita respon waktu Tuhan berikan berkatnya bagi kita. It’s very interesting karena bisa bikin gue belajar banyak . So, I write them down here with the hope that it can be a blessing for you as it has been a blessing for me. Be blessed!

Attitude is developed in the days of your childhood. It has been planted in all your life. It’s your past, it’s your family, yang membuat how you are now. How you act today is the result of your past. The past (pengalaman/kejadian yang pernah dialami di rumah, keluarga, lingkungan where we grew up) punya andil yang sangat besar membentuk karakter/watak kita saat ini.

Semuanya ini menentukan kondisi hati kita: pahit, marah, balas dendam, kecewa, frustasi, minder, ketakutan, tertekan, dsb. Latar belakang keluarga ini akan membentuk pola pikir seseorang, even his/her choice of work in the future.

Berbagai types of childhood homes yang disfungsional:
1. controlling home
Ciri-cirinya adalah anak ini won’t be allowed by the parents to do much. Akibatnya, ga bisa ambil keputusan sendiri, karena apa-apa dipilihin. Controlling parents won’t let their children dress themselves. Anak ga mandiri, ga bisa buat keputusan sendiri, krn tergantung sama ortu atau org lain (baby sitter, nanny, etc) untuk ambil keputusan baginya. Ini namanya over protection. Dan jenis over-protection ini bikin anak tertolak. Akibatnya: di masa depan si anak ini akan ga berani ambil resiko, selalu ambil pekerjaan yang tidak banyak tanggung jawabnya. Cendurung pilih pekerjaan yg gampang dan ga butuh tanggung jawab besar. Tapi orangtua justru ngerasa mereka udah berjasa pada anaknya by doing everything for the children.

2. full of fear home
Ortu terlalu melindungi dan ga mendorong anak untuk ambil risiko. The child will grow up in fear, no motivation in life. Punya banyak ketakutan, takut coba hal-hal baru, takut gagal, takut bikin keputusan, ga belajar utk bertanggung jawab bagi dirinya sendiri. Afraid of anything that will lead in failure.

3. insecure home
Umumnya berasal dari divorced, separate family. Uang jadi issue, dan masalahnya adalah kekuatiran. Berjuang untuk mendapat sedikit aja asal aman. Life is always in worry, anxiety, because money is never enough. Constantly striving to get extra money (asal cukup, ada pensiun, aman). Misalnya nih, anak yang lahir dari orangtua yang selalu worry about money, anaknya akan inherit the sama. Mentalnya sama: striving for the same. Selalu worried about money. Karena itu, sebagai parents, jangan kuatir mengenai uang di hadapan anak. Why? Because children can’t be upright in their faith. Apakah anak jadi berani atau ga berani tergantung pada latar belakang keluarga. Contohnya, anak yang status quo begini umumnya not a high risk taker, bukan tipe CEO. Berjuang sih berjuang untuk uang, tapi berjuang untuk mendapat sedikit lebih asal cukup aja. Lebih memilih hidup pas-pasan, dan lebih suka tinggal dalam zona nyaman daripada ambil risiko. Ga berani invest dalam obligasi, reksadana, saham atau komoditas lainnya.

4. abusive home
Orangg tua melecehkan/menganiaya anak, secara verbal/fisik, atau emosional, contoh: kata-kata kasar, menghina, memaki, hukuman fisik melampaui yang layak, disiplin yg berlebihan, pelecehan. Anak tumbuh dengan kepercayaan diri rendah. Merasa tidak berharga dan tidak layak. Anak selalu berpikir “I’m of no value”. That’s why mereka lari ke drugs, gambling, alcohol, anything yang akan menyakiti dirinya sendiri. Cenderung rebellious, anti sama social values, ga cocok dimanapun juga karena mereka berpikir “kalo aku ga cocok di keluargaku sendiri kenapa juga aku bisa cocok di tempat lain?” Mereka percaya tidak punya tempat di masyarakat. Tipe anak ini tidak akan bisa kerja keras, tidak bisa nabung, tidak bisa kaya, karena uangnya dipake untuk nyakitin diri sendiri.

5. performance-based home
Merasa bahwa dia harus buktikan diri untuk bisa diterima, dihormati dan dicintai. Orang tua cenderung membanding-bandingkan anaknya dengan anak lain yang lebih baik, atau cuma muji dan nunjukin kasih sayang waktu si anak lakuin sesuatu yang bikin bangga orangtua. Akibatnya anak harus “beli” kasih sayang dari orang tua dengan cara doing something great. Anak ini akan takut gagal karena takut kehilangan kasih sayang. Ga pernah berlajar untuk membangun diri. Takut gagal, takut ga dicintai.

Baru merasa berhasil kalo sukses (sekolah bagus, gaji tinggi, etc). Berusaha nyenengin orang yang dicintai untuk mendapat pengakuan, untuk diterima, untuk dihargai. Orang-orang seperti ini umumnya disukai atasan karena mereka pekerja keras, struggle to perform.

6. hyper-responsible home
Dari orang tua cerai atau single parent. Atau ortu sibuk kerja so anak grew up sendiri or mesti jaga adik-adiknya. Anak super tanggung jawab ga sesuai umurnya. Dewasa sebelum waktunya. Take so much responsibility at an early age. Bertumbuh dewasa tanpa masa kecil yang bahagia. Waktu tumbuh dewasa jadi terlalu bertanggung jawab, pencemas, pengkhawatir sampai tidak berani ambil resiko. Nantinya pas dewasa bisa punya 2 completely different reactions: 1. sikapnya kekanak-kanakan, 2. melakukan tugas apapun dengan penuh tanggung jawab (ga sembarangan investasi, responsible-minded type). Dalam mencari pasangan ia cenderung mencari figure yang dapat menjadi orang tua baginya.

Dampak dari semuanya ini:
1. Menentukan karakter kita
2. Menentukan bagaimana kita meresponsi ketika Tuhan memberikan berkatNya ke kamu

Contoh di Alkitab:
Om Yakub.
Yakub bekerja keras bertaon-taon tapi tetap melarat, tertekan. Yakub kan nyuri hak sulung Esau. Trus kabur dan kerja sama Laban bertaon-taon tanpa bayaran, upahnya ”cuma” isteri. Yakub itu hardworker, bahkan Laban ngakuin Tuhan memberkatinya karena Yakub karena sejak Yakub kerja sama dia hartanya dia jadi berlimpah. Kalo Yakub mau dia bisa tuntut gajinya atau upahnya. Tapi Yakub sungkan-an. Orang insecure itu ga enak hati, sungkan-an. ”Ga enak ah sama orang” begitu prinsipnya. Orang insecure itu pengen aman-aman aja. Tapi Yakub akhirnya sadar kalo kerja kerasnya bikin pamannya tambah kaya tapi ga ada apa-apa untuk istrinya dan anaknya.

So bisa dilihat kalo latar belakang keluarga Yakub ngebentuk karakternya dia. Begitu juga kita. Bisa aja kamu kelihatan loyal sama satu pekerjaan tapi sebenernya kamu tertekan (insecure). Kamu punya uang sih, tapi pas-pasan. Cuma cukup untuk survive till the next paycheck. Ga bisa ambil bagian untuk bangun rumah Tuhan atau visi-nya Tuhan yang skalanya miliaran. Kamu harus sadar bahwa just barely enough itu ga cukup. Tapi kamu ga berani bergerak, move out, karena kamu takut, sungkan. Semuanya karena latar belakang kita itulah yang nentuin hati kita (penakut, sungkanan, minder, etc). Tapi firman Tuhan bilang “lupakan jaman purbakala”. Remember your past is like invisibile inventory bag. Bisa dilihat from the expression of your face. Yang jadi sakit itu pikiran, karena hati kamu masih luka. Yes 43: jangan maklumi kondisi masa lampau. Your past doesn’t determine your future. Tidak menentukan kemana kamu bergerak.

So, after ngebaca enam tipe childhood homes ini, sadari kamu masuk mana, diberesin, jangan diomongin terus. Do something, change! Kalo keluarga kamu dulu susah, jangan dibawa-bawa sampe sekarang. Jangan terlalu irit (mis: baju tahun 70an ga mau dibuang, karena sayang, ntar juga fashion balik lagi, begitu pikiran orang pelit). Itu namanya insecurity.

Inget bahwa semua orang tua punya peran bikin kerusakan di anak. Tapi harus tetap hormati mereka sebagai ortu, bukan perbuatan mereka. Efe 6: hormati dan kasihi ortu.

Biar semua sulit, harus bertekad “I’m reaching my goals”. Semua kesulitan boleh dateng tapi harus tetap maju. Semua masa lalu (insecure, ketidakadilan), beresin, lupain, terus melangkah. Iman ga bisa bekerja di masa lalu. Penghalang besar kenapa ga bisa kaya adalah your past. You’ve got to get God’s vision for your life. Pake talenta, hobi kamu, pake itu untuk visi Tuhan. Bikin personal vision: use your talent and hobby. Patahkan roh pesimis, ketakutan

Lupain apa yang di belakang, maju dengan fokus pada destinasi Tuhan bagi hidup kamu. Terima yang baru yang Tuhan janjikan buat kamu. Inget satu hal: kamu ga bisa ubah masa lalumu, tapi kamu bisa ubah masa depanmu. Jangan izinkan masa lampaumu menentukan masa depanmu.

Yes 43:18-19a
firman-Nya: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala!
Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya?

“Thank you Lord for showing me who I am. Thank you for showing the rooted fear of failure because of living a whole life trying to win the approval of my parents. Thank you for showing me that I am totally loved and accepted by my Heavenly Father. And I can stop trying to win my parents’ favor. Please bring this Scripture to my mind whenever I am feeling down due to whatever that has come… or may come… I am so thankful that my future is brighter than my past. Thank you that I can keep moving forward. You are my greatest encouragement, and I love You… In Jesus’ name, amen. ”

-fenty-
“God’s precious daughter”

… who is loved by the King…

on the road to LULUS

Filed under: personal

plak timplak timplung…

pengumuman pengumuman, gue lulus sidang proposal, lumayanlah dapet 80, berarti bisa lanjut bikin tesis :)

ok deh sekian update singkat kali ini. hopefully within the next 4 months gue akan bisa bikin posting-an dengan judul “Akhirnya Aku Luluuuuuuuu….sssss” huehehe

June 4, 2009

the exams

Filed under: personal

haiiiiiii….

singkat aja yah…

sekilas info, sekedar update gue lagi ngapain sekarang udah sebulan ga nge-blog:)

next week ada 3 ujian yang mesti gue ikutin:

senin 8 juni:
mesti ikutan tes TOEFL yang internet-based. Emang sih gue udah sering banget ikut TOEFL, tapi yang paper-based mulu. Yang ini internet based, jadi belum punya experience sama sekali… Cita-citanya sih kalo gue lulus tes ini with flying colors gue bisa freelance ngajar TOEFL yang internet-based… Lumayan kan tiap sabtu ada side-job trus tambah pinter pula hehehe….

kamis 11 juni:
gue sidaaaaaaaaaa…..ng…. Ayayayayayaaa…. Deg-degan bener gue!!!! Aduh serem ditanyain para profesor… Jiper abis… padahal baru sidang proposal doang, belom sidang thesis beneran… Gue bisa jawab ga ya??? Baru bayangin aja perut gue udah mules nih sekarang… *ngeringis*
Selangkah lagi gue bisa lulus, duh udah ngimpi wisuda pake toga dan bergelar master hihihihi… Tapi baru sidang gini aja gue udah sakit perut duluan wekekek…. DOAIN GUE YAAAAA…..! beneran loh… doain gue yaaaa biar lulus S2!

jumat 12 juni:
ada tes psikologi apa gitu buat individual assessment dan job evaluation dari kantor. Jam 8 ampe jam 5 sore….Huayaaa… udah kerja 7 taon kok dites lagi hehehe… Apa kantor mo tes kita-kita ini pada psikopat ala Hannibal Lector? Hehehe…. Udah lupa nih kisi-kisi tes psikologi jaman lulus SMA dulu. Mana sehari sebelumnya abis sidang, pala gue masih berasep ga ya paginya :)

Kenapa ya tiga-tiganya bisa berturut-turut dalem seminggu??? Hmmm…..

April 23, 2009

the ugliest moment

Filed under: kerja kerja kerja

Tuesday, 8 April 2009

(one of the) ugliest moment(s) in my life:

Situation: hot boiling kettle di kepala gue udah panas ngegolak sampe ke ubun-ubun…
Dateng ke ruangan bos gue, nyerocos, marah semarah-marahnya sampe-sampe dada gue sesak dan susah napas…

“Yang bener aja! Diperes abis-abisan! Emangnya saya apaan? Udah kerjaan banyak banget, ga dikasih staf, eh sekarang disuruh bantuin orang lain lagi? Ini kan beda divisi! Saya aja udah kebanyakan kerjaan masa harus bantu orang lagi? Mereka kan punya divisi sendiri, punya staf sendiri, kenapa masih harus narik saya juga? Bapak kan tau sendiri saya ga punya staf untuk delegasi-in kerjaan saya? Mereka orangnya udah banyak gitu tapi masih seenaknya nyuruh saya. Trus kerjaan saya siapa yang ngurus? Keterlaluan banget sih! Kalo saya harus bantu divisi A dan divisi B, mendingan ENGGA sekalian aja dua-duanya!”

Red-faced, out of breath, blurted out, belom pernah semarah ini sejak pertama kali kerja di kantor ini…

Bos cuma melongo kaget…

Ngeliat gue murka, vented out anger persis lahar keluar dari volcano…

Dengan marah gue pulang, matiin handphone…

Then at night gue gelisah dan ga bisa tidur. Kayanya Roh Kudus pengen banget ngomong tapi gue tebelin telinga dan kerasin hati…Akhirnya gue nyerah dan berusaha baca Alkitab, berdoa…

Dan sejak hari itu, selama berhari-hari, Lord was dealing with this. Semua yang gue tulis disini bukan sekedar tegoran Tuhan dalam 1 kali doa. Engga. Ampe lima hari! Sampe hari Minggu 12 April. Guess it’s kinda serious if He was dealing with this for 5 consecutive days… Then I decided to write them down here. To remind myself, of course tujuan utama. Selain itu, tujuan lainnya supaya all readers bisa belajar dari ugly mistakes that I’ve made. Orang yang bijak adalah orang yang belajar dari kesalahannya, tapi lebih bijak lagi kalo kita bisa belajar dari kesalahan orang lain. So, walopun posting-an nya panjang, it’s worth reading, trust me. Happy reading, and be blessed!

Me: Apa sih penyebab kemarahan ini? Kasih tahu aku Tuhan, aku ga pernah semarah ini sebelumnya… All my life I’ve always thought that I’m reserved-calm-introverted type… Tapi kenapa bisa jadi gini?

God: Ada beberapa alasan mengapa kamu bisa jadi jengkel:
- secara jasmani sedang lelah/tegang
- secara emosional sedang lemah
- secara rohaniah sedang kosong

Bila secara rohaniah kamu sedang kosong, kamu akan lebih cepat marah dan memulai perselisihan/terlibat perselisihan. Bila perjalanan hidup kamu dengan Aku dalam keadaan aktif, Aku akan menjaga sehingga kesehatan emosimu tetap stabil…

Me: Iya Tuhan, aku tahu waktu itu aku sedang tegang karena ada masalah keluarga dan masalah sekolah yang aku ga tau cara penyelesaiannya… Dan semuanya itu bikin aku males baca Alkitab… Kayanya secara rohani emang lagi kosong…

God: Ya, tekanan yang datang dalam dirimu will reveal your hidden cracks. Suatu tekanan akan mengungkapkan hidden cracks dalam dirimu. Ada cacat tersembunyi yang tidak kamu ketahui: kesombongan, keangkuhan. Darimanakah asalnya pertengkaran? Keangkuhan. Angkuh karena kamu unwilling to help…

Me: Jadi aku sombong ya Tuhan….

God: Read Ams 8:13 ….(Tuhan) benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat
Read Mazmur 101:5 Orang yang sombong dan tinggi hati, aku tidak suka

Ya, dan Aku benci pada kesombongan, orang yang sombong, kecongkakan, orang yang tinggi hati.

Orang yang sombong itu merasa unfair karena merasa haknya telah dilanggar. Ciri-cirinya adalah:
- Menghendaki kemauan sendiri
- Menghendaki pengaturan waktu sendiri
- Menghendaki langkah sendiri

Tapi Aku tidak akan membiarkan semua ini terjadi. Jika Aku ijinkan semua yang kamu inginkan, kamu akan jadi egosentris dan mementingkan diri sendiri

Ingat Ams 13:10 “keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran”. Keangkuhan artinya menganggap diri terlalu tinggi. Perwujudannya:
- peduli hanya pada diri sendiri dan bukan orang lain
- tidak mau bantuin orang lain
- akibatnya self-centered, egosentris

Kamu marah karena kamu menomorsatukan dirimu dan perasaan-perasaanmu. Bila sebabnya keangkuhan, harus diakui.

Me: Tuhan, aku ngaku aku sombong. Dan aku ga mau dibilang sombong lagi sama Tuhan. Tolongin aku, tunjukin caranya gimana ngilangin kesombongan ini?

God: Akui bahwa dirimu tak lebih tinggi dari orang lain. Kalau kamu bisa, berkata ya bila bisa. Berkata tidak bila tidak bisa.

Me: But Lord, I’ve got hundreds of things to do. And I’ve got no staff to help me. Kerjaan sendiri aja belom selesai, masa harus bantuin kerjaan orang lain? Aku kan ga punya staf yang bisa aku delegasikan kerjaan. Come on, without any staff, they expect me to help another division also? It’s just so unfair…

God: Ingatlah bahwa keadilan comes after kesetiaan.

Mzm 85:12 Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit

Artinya, keadilan baru akan terjadi jika kesetiaan tumbuh. Kamu di bumi, setia dulu, baru kemudian Aku, di surga, akan menjawab dengan keadilan.

Aku akan tunjukkan keadilan kalau kamu bisa tunjukkan kesetiaan dalam pekerjaanmu. Aku tidak buta ketika kamu merasa diperlakukan tidak adil. Tapi keadilan itu akan terjadi kalau kamu setia dengan pekerjaan-pekerjaan itu dulu.

Me: Maksudnya? Aku masih ga ngerti…

God: Kamu tidak mengerti karena kamu kekurangan perspektif Allah. Kamu tidak dapat dapat melihat tangan berkat Allah yang tersembunyi dalam suatu ketidakadilan/kesulitan. Milikilah perspektif Allah dalam segala sesuatu. Sadari bahwa ketidakadilan dirancang Allah untuk memberkatimu. Ketika kamu terlalu larut dalam masalah, kamu tidak dapat melihat sudut pandang Allah. Kamu akan berkata ”It’s not fair! This is so unfair!” Akibatnya, kamu akan sangat kesal dan itu menyiksa kamu. Ini karena kamu tidak bisa melihat tangan Allah yang tersembunyi di balik ketidakadilan. Di Kejadian, semua ketidakadilan dalam hidup Yusuf akhirnya membuat Yusuf jadi lebih dekat dengan Allah.

Me: Masa aku ga boleh protes kalo aku diperlakukan ga adil? Kalo aku harus diam terus, dipendem aja, walopun sebenernya dalem hati aku protes, kan aku sendiri yang makan ati…

God: Kamu harus belajar dari situasi itu. Kamu memang perlu terbuka, iya. Kamu perlu memberitahu orang lain apa yang kamu pikirkan. Tetapi bukan tanpa sifat mengasihi, ramah dan terkendali.

Memang kamu sudah ada kemajuan, sekarang kamu bukan yang dulu, orang yang dulu suka diam saja, pendam perasaan dan ketidakpuasan. Sekarang kamu berani mengungkapkan. It’s one step ahead. Tapi next time jangan sampai blurted out, caranya harus dengan sopan santun.

Me: Tapi Tuhan, kalo kita ga boleh melawan tiap kali diperlakukan tidak adil, buat apa ada pengadilan? Buat apa ada fakultas hukum segala? Trus anak-anak hukum buat apa belajar cape-cape? Kan tujuan mereka menegakkan keadilan? Membela orang yang diperlakukan tidak adil?

God: *ga jawab langsung, tapi jawab beberapa hari kemudian, dengan film Passion of Christ yang ditayangin di RCTI Minggu Paskah 12 April*

”HidupKu penuh ketidakadilan…”

You see, ketika diadili di hadapan orang banyak, bahkan pengadilan pun, yang seharusnya memberikan keadilan, saat itu tidak memberikan keadilan…

Hidup Yesus dipenuhi dengan ketidak adilan, namun setiap ketidakadilan itu bekerjasama untuk memberi Yesus suatu nama di atas segala nama, di surga dan di bumi. (Flp 2:5-11).

Me: Are You telling me that aku harus siap menerima setiap ketidakadilan dalam hidupku? This is so hard, Lord, really hard…

God: Dalam setiap ketidakadilan, ingatlah maksud Allah dengan memberi pengalaman tersebut:
- untuk menyempurnakanmu
- untuk mengasahmu
- untuk menyiapkanmu agar lebih menghasilkan buah

Jika kamu bisa mengerti ketiga maksud Allah itu, maka kamu akan menerima dengan hati yang bersih dan perasaan tenteram, dan tanpa pertengkaran.

Me: This sounds like a life-long project…

God: Yes, that will sound like forever selama kamu membenarkan amarah-mu, atau membuat alasan-alasan untuk mengijinkan amarah itu. Dan kamu akan tetap tertawan.

Kamu akan mempertahankan apa yang kamu benarkan. Selama kamu membenarkan that it is your right to be angry, kamu akan tetap tertawan. Dengan menyalahkan orang lain, kamu merasa bebas dari tanggung jawab.

Apabila kamu menolak untuk bertanggung jawab, maka kamu mengorbankan kemampuan untuk berubah. Tanggung jawab berarti ”kemampuan untuk menanggapi”. Kemampuan kamu untuk menanggapi yang menentukan kebebasan masa depan mu. Apabila kamu merendahkan diri, mengakui kesalahan dan meninggalkannya, maka kamu akan lepas dari jerat.

Me: Maksudnya ”tertawan”? Aku ga ngerti…

God: Kamu bisa tertawan dengan pikiran tertutup, ketidakmauan untuk diajar. Mintalah pikiran yang mudah dibentuk dan terbuka kepadaKu.

Pikiran yang mudah terbuka adalah suatu pemberian yang berasal dari kasih karuniaKu, dan Aku dapat memberikan kepada mu dalam sekejap. Dalam bidang-bidang kehidupan mu yang tertutup, kamu akan tetap tidak berbuah dan tidak produktif apabila kamu tidak mengijinkan Aku untuk mengubahmu…

Me: Aku mau itu, Tuhan…

God: When My promises say so, just receive it. Already given. Read Lukas 24:45

Me: *baca en ngucapin Lk 24:45*
Lalu Ia membuka pikiran mereka (aku), sehingga mereka (aku) mengerti Kitab Suci.

God: Aku akan memberi pengertian kepada kamu, tetapi sebatas apa yang Aku ingin kamu miliki, sebatas apa yang Aku kehendaki, sesuai dengan tempo-Ku, sesuai dengan kecepatan yang Aku kehendaki…

Me: Makasih Tuhan udah kasih pengertian buat aku. Sekarang aku jadi bener-bener ngerti apa akar masalah dibalik semua kemarahanku… Now, what do I have to do next?

God: Pertama, minta ampun, bertobat from this stinking attitude. Tanamkan dalam dirimu bahwa apapun yang kamu perbuat, semua ada balasannya (tabur tuai). Sesudah itu perlakukan sesamamu dengan hormat.

Me: Dengan hormat? Maksudnya?

God: Ketika kamu mengungkapkan pikiran-pikiranmu kepada orang lain, ingatlah beberapa hal ini:
- jangan menyimpang dari pokok pembicaran
- bijaksana dalam perkataan
- lihat sudut pandang orang lain
- bersedia untuk berkompromi & berubah

Dan sebelum kamu terlibat dalam perselisihan pendapat, ingatlah hal-hal ini:
1. apakah ada alasan logis untuk terlibat perselisihan?
2. apakah kedua pihak telah menjelaskan?
3. apakah kamu menyatakan dengan jelas apa yang diinginkan dan diperlukan?
4. apakah kamu mau berbicara & berkompromi sampai mencapai cara penyelesaian yang disepakati bersama-sama?
5. dan, jagalah supaya tidak berlarut-larut

Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah. Sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah (Yak 1:19-20)

Dear Lord, help me to respond with wisdom and calmness or to keep quiet until my emotions are under better control. Thank You for not taking out anger upon me when You are upset with me. Thank You for loving me in spite of my imperfections and shortcomings. Thank You for Your willingness to forgive. In Jesus name, amen.

April 2, 2009

dipilih…dipilih…dipilih

Filed under: personal

suatu masa di belantara kemacetan kota jakarta…

me yang lagi bete kejebak macet ngomel2 dalem ati

me: duh bosen neh macet mulu *mrengut kena macet* nasib lah tinggal di jakarta… brangkat macet pulang macet…

trus tiba-tiba…ada yang respond…

God: mau ga macet?

me: *kaget dijawab Tuhan* iya, pengen tinggal di daerah yang ga ada macetnya…

God: pindah ke papua sana engga macet…

me: haaaaaaa… papua? enggaaaa maauuuuu!

God: katanya ga mau macet???

me: huehehehe…

aih lucu juga lagi bengong dibalik kaca bis, ngeluh sendirian dalem hati, eh tiba-tiba Tuhan bales ngomong:)

mangkenye, biar dikate cuma ngomel dalem ati juga kudu ati-ati, didenger Tuhan trus dikabulin keinginannya (dipindahin ke papua biar ga macet) baru tau rasa kekekkeke…

emang sih kalo tinggal di jakarta, apalagi lagi jaman kampanye gini, pasti no escape dari macet… ya udah lah, bertahan aja, cuma ampe 9 april kan, abis itu back to normal… still macet sih, tapi at least udah less parah than before:)

by the way busway, speaking of kampanye, ini petikan hasil ngobrol sama temen abis pulang kuliah. kita bedua adalah cewe2 yang jujurnya ga terlalu interested ama politik…

my friend (MF): eh pemilu entar mo pilih siapa?

me: ga tau… kamu pilih siapa?

MF: pilih dosen kita aja. daripada ga tau milih siapa

me: o dia caleg ya? dari partai mana?

MF: ga tau juga…

me: trus DPD atau DPR?

MF: eh beda ya? emang bedanya apa?

me: ga tau juga sih HUAHAHAHA….

MF: eh partainya emang ada brapa?

me: ga tau juga…

MF: banyak banget… *pusing* eh trus nyontreng nya gimana?

me: o jadi belom tau?

MF: belom *muka polos, padahal mahasiswa S2 hukum tapi ga tau cara ikut pemilu*

me: hahahaha… untung prof HTN kita ga denger…. kalo sampe denger, waaa…. kita bikin malu dosen aja :D

MF: hahaha… iya nih malu2in aja….

me: ya udah besok googling aja lah belajar cara nyontreng, ada berapa partai, ada berapa kertas yang mesti diisi, siapa yang mesti dipilih…

MF: kalo udah dapet kasih tau ya

me: ok

oalah… pemilu uda tinggal minggu depan, segelintir mahasiswa masih pada EGP. Tapi kita masih mending deh, masih berusaha nanya. At least ada keinginan untuk cari tau. Daripada golput kan lebih parah lagi. Kalo golput kan artinya kita ga mau ambil bagian untuk change this country. Itu artinya apatis, ga pedulian. Gimana mau Indonesia berubah kalo kita ga mau ngelakuin apa-apa untuk ngedukung perubahan itu. Expecting different things without doing anything. So friends, jangan pada golput ya? Pake lah hak pilih kita to change this country. Little things count loh…

oya inilah hasil research gue dari mbah google tentang tata cara contreng. Kurang lebihnya mohon maap, namanya juga penelitian 2 menit:)

Maap juga kalo bahasanya rada ngasal ato kurang resmi. Bukan berarti gue ga hormat sama bahasa Indonesia dan tata cara perpolitikan di tanah air. Sama sekali ga maksud gitu. Ini cuma bahasa sederhana sehari-hari supaya kita2 yang ga terlalu into politics bisa ngerti dan ga bikin kesalahan di bilik bambu eh bilik suara :)

FAQs from those yang pengen tau gimana cara contreng:

1. Emang ada berapa level sih yang mesti dipilih?
Ada 3, yaitu: DPR RI, DPRD, dan DPD

2. Jadi ada 3 surat suara?
Kenya gitu sih…

3. Apa bedanya ketiganya?
Hmmm… penelitian belom sampe situ:)
Sepertinya sih DPD pake foto, tapi DPR dan DPRD cuma nama aja ga pake foto
*please correct me if I’m mistaken*

4. Gimana cara contrengnya?
Kalo ga tau siapa orang yang mau dipilih, contreng aja partai-nya. Artinya, kita berikan kebebasan sama partai untuk milih siapa orang yang dapet kursi. Kalo kita contreng nama orangnya, artinya kita dukung orang itu supaya makin banyak suara buat dia biar bisa dapet kursi.

Kenapa gitu?
Karena katanya temen kuliah gue yang mantan anggota DPR, dulu orang partai yang dapet nomor urut gede (di atas nomor 3, 4, 5 dst) ga bakalan dapet kursi walopun partainya dapet banyak suara misalnya. Yang dapet kursi paling nomor 1 dan 2 aja. Jadi yang nomor urut 19 misalnya, yu dadah yu babai aja. Ga bakalan dapet kursi. Jadi sekarang, biar adil, yang dapet nomor belasan pun berhak dipilih oleh para voters. Jadi diapun berhak dapet kesempatan dipilih dan dapet kursi. Gituuuuuu…..

5. Contrengnya dimana?
Di nomor boleh, setelah nama boleh.

Buat lebih jelasnya ini gambarnya:

oke deh friends, selamat menyambut pesta demokrasi!

March 20, 2009

trust in Youuuuu……

Filed under: kerja kerja kerja

Brapa hari lalu gue dapet kerjaan bikin presentasi tentang dampak global crisis. Intinya sih bos gue, sebagai auditor, pengen bikin analisis tentang hubungan antara global crisis dengan penerbitan obligasi. Global crisis –> volatile rates –> increasing prices –> weakening purchasing price –> lower sales volume –> tight liquidity –> companies di Indonesia susah dapet foreign borrowing –> rame-ramelah Indonesia companies nerbitin bonds (obligasi).

Sebagai auditor, of course bahannya dia penuh angka dan statistik. Emang sih orang akuntansi itu communicate by numbers. For some strange reasons media komunikasi mereka itu numbers :) *no offense ya frenz* Give them a string of numbers and they can talk a lot about the prediction, trend, analysis, assumption, dll dsb. Entah gimana caranya mereka bisa ngeliat angka-angka itu bicara sendiri ke mereka dan mereka bisa ngerti bahasa angka-angka itu wekekekek

Tapi cara berpikir orang hukum beda. Mereka lebih ke why-nya. Cara berpikir mereka adalah WHY instead of WHAT. Apalagi dosen S2 lebih nekenin kita mikir MENGAPA-nya dan bukan APA-nya. Jadi misalnya ada satu UU baru keluar. Kita dituntut untuk berpikir why UU itu dibuat, why pemerintah bikinnya seperti itu, why peraturan bagus tapi legal enforcement-nya susah jalannya, why ada banyak celah, why dibikin seperti ini dan bukan seperti itu, dan why-why lainnya.

So, waktu bikin presentasi, gue kebawa cara berpikirnya orang hukum instead of orang akuntansi. Walhasil, salah sasaran. Bos gue pengen fokus ke analysis WHAT-nya (what are the impact of the crisis, what is the trend, what is our analysis, what direction companies should take during the crisis, etc). Sementara presentasi bikinan gue itu fokusnya lebih ke WHY-nya (why bonds are issued, why they prefer bonds and not foreign borrowing misalnya, dan why-why lainnya). Terpaksalah gue bikin ulang. Untung bos gue baek mau kasih waktu lagi:)

Dari sini gue belajar satu hal. Terutama hal tentang hubungan manusia dengan Tuhan. Gue, sebagai manusia, cenderung lebih berpikir ke WHY-nya. Kenapa sih Tuhan keadaan gue gini? Kenapa sih Mamaku harus meninggal? Kenapa sih Papaku harus sakit jantung? Kenapa Papa mesti operasi jantung justru ketika gue sekarang ini butuh banyak biaya buat nyelesaiin kuliah? Kenapa sih wujudin mimpiku sendiri banyak banget halangannya? Kenapa Tuhan ga kasih yang aku minta? Kenapa mimpi-mimpiku belom jadi kenyataan? Kenapa kok malah semuanya tertunda? Kenapa sih gini, kenapa sih gitu? Dan sejuta why laennya. Padahal kalo dipikir-pikir, kenapa juga mesti mikir kenapa-kenapa-kenapa? Wong otak gue yang segini-gininya ini mana bisa nampung rencana Tuhan yang overwhelming itu? Boro-boro ngerti rencana Tuhan. Ngertiin global crisis aja takes time buat gue. Secara Tuhan itu the General Manager of the Universe. Otak gue mana bisa compete dalam hal processing? Apalagi understanding…

Dan Tuhan, dengan segala kemahakuasaanNya, malah ga mengijinkan gue mengerti tentang semua rencanaNya. Mungkin Dia pengen bilang “Ngapainlah Fen mikirin kenapa-kenapa… Terima aja rencanaKu buat kamu. Yang pasti bagus punya…” Jujurnya sih gue sering kesel kalo gue ga bisa ngerti tentang satu hal. Otak gue suka cape mikir kenapa-gimana dll. Buat gue, bisa terima suatu hal tanpa tau “why”nya itu susah banget. Tapi gue tau it’s a part of the process untuk gue bisa bergantung sama Tuhan. Untuk bisa switch dari WHY ke WHAT itu sama sekali ga gampang.

Sekarang ini sih masih belajar. Masih belom lulus. Instead of nanya Tuhan “Why is this happening?” gue mesti nanya “What do You want me to do with this happening?” Instead of “Why me?” mestinya “What is Your plan for me?” Alih-alih “Why do I have go through these things?” harusnya “What lessons You want me to learn from these things?” Bukannya “Why can’t I get what I want?” tapinya “What better things You have for me?”

Dari sini gue belajar lagi satu hal. Ternyata masih banyak issues yang masih harus diselesaiin dalam hal attitude gue towards God. Untungnya Tuhan baek. Tuhan sabar banget ngajarinnya. Kalo gue ga ngerti-ngerti, masih ngebandel juga, masih coba reasoning mulu sama Tuhan, Tuhan bisa pake hal-hal kecil dalam keseharian gue untuk negor gue di mana salahnya.

Contohnya kasus presentasi global crisis tadi. Bos mikir apa gue mikir apa. Bos pengen “what”-nya gue malah bikin “why”-nya. Akibatnya salah total. And mesti ulang. Ngabisin waktu sia-sia. Siapa yang rugi? Ya jelas gue yang rugi. Mesti ngulang dari nol lagi.

Dan Tuhan pake kejadian ini untuk nunjukin gimana ruginya gue. Kalo gue nanya why mulu sama Tuhan, gue bakalan keilangan waktu banyak dalam perjalanan hidup gue sama Tuhan. Kalo gue kebanyakan protes ngambek kaya anak kecil lagi nangis tereak-tereak di supermarket, perjalanan shopping keluarga itu mana bisa cepet selesai? Yang ada waktu kebuang percuma nungguin si anak ampe selesai rewelnya. Mungkin si anak nanya KENAPA sih Papa jahat ga beliin aku sepeda itu? Tapi si Papa tau anak ini belom bisa naek sepeda roda dua, tapi si Papa udah rencana beli sepeda roda tiga di toko sebrang.

Jadi buat apa nanya why mulu kalo Tuhan tau persis yang terbaik? Percumalah. Mendingan terima aja what He has given, what He has chosen for me. Mo protes juga ga ngaruh. Kalo Tuhan udah berkehendak siapa bisa lawan? Ya kan? Percaya aja a dream delayed itu bukan berarti a dream denied. Waktunya akan tiba when our desires will come to pass. Jadi, through the seasons, don’t fret, don’t fear. Kebanyakan fret malah ga bakalan nyampe-nyampe… hehehe…

I have a promise
You said if I delight in You
All my desires will come to pass

So through the seasons
I will not fret I will not fear
I know my time is in Your hands

A dream delayed is not a dream denied
When You live by faith and not by sight

I trust in You
I put my hands in the hands of the One
Who placed the moon
Even the stars will sing for You

So I could sing and I could dance
And give thanks in every circumstance
Because of You
Because of You
I trust in You

(”Trust in You” - Abundant Life Ministry)

March 2, 2009

first fruits

Filed under: personal

Hai hai hai …
I’m back !
Langsung aja ya, gue mo kesaksian nih…

Masih inget ga cerita tentang kado ultah dari Tuhan januari lalu? Ini lanjutannya nih…

Kan Tuhan bilang kalo takaran taburan gue mesti naek tahun ini, karena kebutuhan tahun ini juga berbeda. So, this year, starting last January, Tuhan minta gue dobelin tuh offering gue tiap minggunya. Secara itung2an sih ga masuk akal, wong salary increase cuma 10% tapi Tuhan minta offering naik 100%… Gimana cara? Dan ini bikin rada jiper juga sih… meaning sekali udah janji, gue mesti jaga komitmen sepanjang tahun. Gimane kalo gue ga punya duit? Gimana mo kasih offering? Tapi gue berusaha walk by faith. Gue tau banget Lord is dealing with this issue this year. The issue in 2009 is FAITH huehehe…Stretching my faith to the level I’ve never been before.

Awal-awal Januari sih ga masalah. Eh pas akhir bulan januari keuangan bener-bener mepet. Padahal gue belom kasih buah sulung, en bulan pertama (januari) udah mo berakhir. Gue ngerasa sedih karena gue ngerasa gagal ngelakuin firman Tuhan dalam hal buah sulung. Gue bilang ama Tuhan, ”Tuhan, aku pengen naatin prinsip buah sulung ini. Tapi aku ga punya benihnya. Aku kan udah memperkatakan firmanMu. Kirimin dong benihnya supaya aku bisa nabur…Kalo bisa benihnya jangan lama-lama datengnya. Bulan februari lah at the latest. Kalo januari gagal at least februari kesampean…”

Tapi ampe akhir februari duit tinggal segitu-gitunya, cuma cukup ampe akhir minggu itu aja. Dan pas hari Minggunya gue bener-bener struggle untuk kasih offering sebesar yang gue janjiin ke Tuhan di awal tahun ini. Karena kalo gue kasih buat offering, artinya duit gue di ATM cuma tinggal ceban. Yes, only ceban left. Nothing more :)

Tapi gue berusaha taat. Gue bilang ama Tuhan ”Lord, this is all I have. Yang aku kasih ini terbaik yang aku punya. Mungkin ini ga ada artinya buat orang lain, but this means a lot for me…” So gue masukin offering itu ke kantong persembahan, sembari shaking, gemeteran, bener-bener ga tau gimana survive ampe gajian entar…

Saat itu yang gue inget cuma khotbah senior pastor. Uang bisa dijadikan indikator untuk ngukur kadar cinta kamu. Dari cara kamu pake uang bisa keliatan siapa sih number one priority in your life. Is it you yourself or God? Karena cinta mamon itu gampang sekali ketauan. Tes aja seberapa besar offering yang kamu kasih waktu kamu bener-bener ga punya uang. Dalam saat2 seperti itu bisa keliatan kadar cinta kam u sama Tuhan…

Kenapa gitu? If your offering is insignificant for you, it is also insignificant for God. Kalo yang kamu kasih itu ga berharga buat kamu, itu juga ga berharga buat Tuhan. If it doesn’t move you, it doesn’t move God. Kalo kamu bilang cinta sama seseorang, kamu berikan dia yang terbaik. Kalo kamu bilang kamu cinta Tuhan, kamu menghormati Tuhan, kamu akan memberikan the best… Bukan residu… Bukan remnants… Bukan yang sisa-sisa… Kalo yang kamu kasih itu the very dearest one, it proves that you put God as the number one in your life…Dan itu menyentuh hati Tuhan…

Cuma itu yang gue inget. Gue tau Tuhan lihat setiap step yang gue ambil. Tiap decision yang gue bikin. Termasuk tiap sacrifice. Gue tau Tuhan tau bahwa gue lagi belajar untuk percaya. Ga gampang sama sekali. Every step is a difficult step. Every step that I take is a step of faith. Belajar untuk percaya… Belajar untuk taat…Ngomongnya gampang, ngelakuinnya keringet dingin…

Dan tiga hari kemudian, ternyata honor terjemahan udah masuk ke rekening. (gue nyambi jadi freelance translator untuk satu majalah anak-anak). Tadinya gue udah seneng aja, eh ternyata Roh Kudus ingetin satu hal. “Buah sulung”. Waaaa…. Baru inget, ini kan honor pertama tahun ini. Jadi mesti kasih buah sulung. Hehehe, mesti belajar taat lagi. Musti belajar untuk percaya kalo Tuhan akan sediakan lagi. So, langsung deh transferan itu gue transfer lagi ke rekening gereja. Dan saldo ATM back to ceban :)

But things don’t stop there. Di hari senin minggu depannya, tiba-tiba, all of sudden, out of the blue, ada telpon masuk. Ada cewe (sebut aja mbak A) dari satu perusahaan graphic design yang nyari translator buat nerjemahin annual report salah satu perusahaan Tbk. Jujurnya gue bingung gimana caranya si mbak A bisa kenal gue, apalagi dapet nomor telpon kantor gue melalui operator telpon *seringkali operator ga bisa nemuin spelling nama gue dalam list ratusan nomor ekstension. Kata orang nama gue susah spelling-nya* Si Mbak A bilang dapet referensi dari temennya (sebut aja si B) yang pernah kerja di kantor gue. Dan jujurnya gue sih ga terlalu akrab sama si B karena si B ga terlalu lama kerja di kantor ini. Tapi si B mereferensikan gue. Kata si B: ”Kalo urusan annual report gitu, cari aja deh Mbak Fenty. Dia tuh jago-nya nerjemahin laporan keuangan”. So si Mbak A pun ngejar-ngejar buat nerjemahin annual report yang mesti kelar minggu itu juga. Dia tanya tarifnya dan langsung setuju ama harga yang gue minta.

Waktu itu gue amazed banget sama cara kerjanya Tuhan. Tanpa susah payah cari order, tanpa cari koneksi sana-sini, tanpa ngelamar sana-sini, tanpa susah-susah usaha, eh pas lagi tenang-tenang duduk kerja aja bisa dateng order sampingan dari orang yang ga gue kenal sama sekali. Waktu itu gue langsung inget kata senior pastor ”Bukan kamu yang ngejar berkat, tapi berkat yang ngejar kamu…” Bener banget. Gue baru kali ini ngerasain yang namanya dikejar favor Tuhan itu kaya gini ya…

Dan dikejar favor itu emang bener-bener persis Mal 3:10… sedang mencurahkan berkat yang begitu rupa atasku, sehingga aku hampir-hampir tidak mempunyai cukup ruangan untuk menerima berkat-berkat itu… Orderan itu cukup banyak dan gue ga punya cukup waktu untuk ngerjainnya (karena feb-maret itu KAP lagi peak season dan kuliah lagi marathon tiap malem karena mesti ngabisin SKS maret ini). So gue tawarin adik gue aja yang nerusin dan dia juga terima honornya. Meaning: gue bisa jadi channel of blessing buat orang lain juga.

Akhirnya bisa kelar juga, dan honor pun langsung dibayar minggu itu juga. Seneng pastinya bisa dapet side job. Tapi pas transferan masuk, gue diingetin lagi… Buah sulung! Gue inget doa gue minta benih buah sulung sebelom bulan februari berakhir. Bener-bener benihnya dateng pas sebelom hari terakhir bulan Februari! Huehehe… oiya ya. Berarti mesti buah sulung lagi. Ini kan orderan dari sumber yang berbeda. Buah sulung yang pertama kan dari majalah anak-anak. Tapi orderan ini kan sumbernya dari perusahaan desain. Dan buah sulung yang kedua ini jumlahnya 2x lipat dari yang pertama. Emang sih waktu terima duitnya rasanya pengen buat gue aja. Tapi Roh Kudus ingetin untuk hormati prinsip-prinsip dari firman Tuhan dulu. Dan begitu gue belajar untuk taat, prinsip itu ga pernah gagal. Apa yang kita tabur itu yang kita tuai. Bahkan berkali lipet. Rasanya seneeeee….ng banget bisa belajar praktekin firman Tuhan.

Tapi gue percaya semuanya ini ga brenti di sini aja. Ini baru akhir bulan Februari. Masih ada 10 bulan lagi di depan. Meaning, masih banyak hal, masih banyak miracles, masih banyak wonderful surprises yang Tuhan sediain di depan sana. But in the meantime, gue mesti naek level of faith-nya dulu. Mesti berani stretching my faith to its limit. Yang pasti gue masih harus terus belajar… belajar untuk walk by faith and not by sight…

I walk by faith and not by sight
When things go wrong it will be all right
‘Cause Someone’s greater is watching over me

My God cares too much to say
His mercies are new everyday
I get down to pray then help is on its way…

Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu (2Kor 9:10) AMIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII…..NNNNNNNN

Lord, You’re the best! Ever!

February 18, 2009

dear boss(es)

kapan ari gue baca artikel tentang tipe2 bos yang ada di dunia:)
karena terinspirasi so posting an kali ini gue mo cerita tentang my dear bosses :)
dipilih in random, ngacak aja siapa yang keinget
dilarang protes :)

Ceritanya ini gue. A smart and beautiful staff *hehehe* yang lagi cerita-cerita
fet

Yang pertama keinget of course bos gue langsung. ama
seorang senior manager, mantan auditor yang jagoan technical database. Prinsipnya adalah “kalo udah masuk database ngapain ngeprint” :) Ampun, pak, becanda:) Kata-kata favorit-nya sehari-hari adalah repository, resources, copy as link, electronic sign off, tools, enablers dan sebangsanya. Selain itu dia juga punya responsibility laen ngurusin independence and conflicts. That’s why gue kerja ama dia. Untuk urusan ini, bisa dibilang kita bedua bener2 started from scratch. Jumpalitan ngurusin new things n new systems tanpa mentor tanpa guidance. Totally belajar sendiri, tapi ajaibnya lama2 jadi “berbentuk” juga. Sekarang sih udah lumayan lah at least systems udah established, tools and procedures udah jalan. Tinggal maintenance dan enhancement aja di sana sini. The best part of his leadership style is dia mau denger pendapat/input dari anak buahnya. Ga semua leaders loh punya “kerendahan hati” kaya’ gini. Kelebihan lainnya adalah rajin, cepat tanggap/responsive, mau belajar dan cepet belajar hal-hal baru, ga terlalu demanding dan bisa ngerti some things are just beyond our control *bcs most bosses I know can’t receive no for an answer”.

cyb
next, bosnya bos gue. Ma’am satu ini asli filipino, jagoan IFRS . Spesialisasinya accounting standards kalo ga salah. Mo tanya audit issues apa tanya dia aja lah. Seorang perfectionist kelas berat. Sangat teliti *bisa dibilang ini kelebihannya* Maunya sempurna. Ya mungkin karena kerjaan dia kali yang nuntut seperti itu. Tapi being a perfectionist can be very tiring loh Ma’am, terutama buat anak buahnya hehehe… Ma’am ini jarang senyum, serius terus. Tapi sebenernya kalo dia senyum manis banget loh. Tapi entah kenapa dia ga suka senyum :)

fec
next, masih bosnya bos gue. Galak banget. Tapi sebenernya dia suka ketawa loh. Dan ketawanya sama kencengnya sama marahnya hehehe… Ampun bu, becanda:) Tapi really smart, terutama untuk audit for telecommunication industry. Teleco companies yang guede-gede level SEC udah jadi kapling-nya deh. Kelebihannya adalah orangnya down to earth dan ga jaim sama sekali. kelebihan lainnya adalah (katanya) dia sangat fight untuk kemajuan dan kesejahteraan anak buahnya hehehe

riw
next, another boss. Ga terlalu kenal banyak sih, mangkenye pic ga mirip sama sekali:) Tapi my impression sih bapak satu ini a very polite jaVanese with jaPanese decision making style. Kalo mo ambil keputusan lamaaaaa…. banget. Pernah kita ngabisin 6,5 jam cuma buat discuss satu proposal aja. Ampuuuu…n deh masuk ruangan dia jam 2 lewat en baru bisa keluar dari ruangan itu jam 9 malem. Padahal gue ada UAS di kampus sore itu. Bikin maag gue kambuh karena stress ketinggalan ujian… Terpaksalah gue ujian susulan *padahal udah belajar semaleman* Kelebihannya? Don’t know much. Mungkin kelebihannya adalah very prudent. Bagus buat auditor. Dan juga sopan dan ramah sama siapa aja, bahkan sama the so-called “lowly” level.

bel
next, another bos. A super strong woman. Suaranya keras dan tegas. Very swift, gerak cepet, cekatan, and expecting the same from others. Sepertinya tipe koleris sejati. Very smart. Lulus magna atau summa cum laude gitu dari filipin. Kelebihannya adalah mau handle hal-hal kecil dan remeh temeh dan mau bantu kerjaan kita. Very attentive to details. Orang2 panggil dia emak jambul. Hehehe, maap ya Ma’am. Emang sih jambul nya tuh bener-bener ciri khasnya. Makes me wonder merk hairspray apa yang dia pake bisa stay strong all night and day :) Bagus buat iklan (*_*) Orangnya cantik, sama cantiknya seperti namanya…


last, the big boss. Ga bisa bikin avatar-nya, jadi gue nyomot karton aja. Rada mirip sih, bukan orangnya, tapi pemandangan jendelanya hehehe. Ga berani komentar banyak, secara bos gede gitu loh:) Tipe phlegmatis sejati. Fatherly style, kelihatannya slow motion, tapi ajaibnya very quick in decision making. Kelebihan lainnya adalah sangat melindungi bawahannya. Dia bisa go extra mile untuk protect us. Mikirnya sangat jauh ke depan, which is bagaimana bawahannya bisa terus maju pada saat dia no longer around/udah pensiun nanti. Sometimes his thoughts ga bisa dimengerti dan bikin bete, tapi beberapa tahun kemudian gue baru nyadar kalo his plan for me itu semuanya buat kebaikan gue juga… Oya, dia punya Palm Reader yang keren banget loh. Selebar buku tulis, trus bentuknya mirip agenda gitu jadi orang ga bakalan tau itu gadget. Very comfortable to read, ga pake sinar biru kaya’ PDA yang bikin cape mata. Sayangnya di Indo ga ada jual palm reader. Orangnya baek, suka kasih gue gratis e-book yang baru dia beli. Untungnya dia ga nawarin gue e-book tentang golf. Secara gue ga ngerti anything tentang golf :)

(some sort of) Disclaimer: You are not authorized to copy or refer or link to any information contained herein. This information is solely made for the purpose of iseng-iseng aja and has neither actual or perceived portray of professional opinion whatsoever. Sekali lagi, any opinion expressed hereinabove was not intended or written to be used for bikin credentials:) apalagi bikin proposal:) Thank you for considering the environmental impact of printing emails. Go paperless. Go green. Yu dadah yu bai bai.

the best of un-nyambung questions

Filed under: personal

posting-an sebelomnya kan tentang bos-bos gue.
sekarang gue mo cerita tentang dosen-dosen gue.
setelah kuliah 1,5 tahun gue iseng bikin kompilasi pertanyaan2 aneh dan rada ga nyambung yang muncul di ruangan kelas:)
enjoy!

excerpt dari hukum transportasi:

Dosen: Jika ada satu kapal berbendera asing (negara A), pas sedang melintasi perbatasan negara B dan C, tiba-tiba datang perompak/pembajak dari kepulauan negara D, melakukan kejahatan pidana pada awak kapal yang kewarganegaraannya E, F, G, dan H. Menurut Anda, untuk membela kepentingan korban, hukum negara manakah yang berlaku?

Me: *belagak mikir, padahal sibuk bayangin komik ini*

potongan adegan from kuliah hukum kepailitan:

Dosen: Ditinjau dari aspek hukumnya, merger adalah bla bla bla. Konsolidasi adalah bla bla bla. Akuisisi adalah bla bla bla. Perbedaan merger dan konsolidasi adalah bla bla. Perbedaan merger dengan akuisisi adalah bla bla. Misalnya bla bla. Sekarang coba jawab pertanyaan ini. Jelaskan pekerjaan Richard Gere dalam film Pretty Woman?

Me: Dia akuisisi perusahaan2 secara hostile take over, Prof.

Dosen: Bagus!

Me: *kenapa juga tiba-tiba muncul Richard Gere???*

berikut, hukum perlindungan konsumen:

Dosen: Jika klien Anda membeli minuman ringan berwarna gelap dalam kemasan botol, dan setelah diminum ternyata ada kecoak di dalamnya. Karena jijik, serta merta ia memuntahkan dan membuang barang bukti. Apa alat bukti yang bisa Anda pakai dalam gugatan Anda?

My classmate: Mencret-mencret!

Me: *hiii… so gross!!!!*

next, hukum lingkungan

Dosen: Jika mobil tinja parkir di pinggir sungai Ciliwung di tengah malam dan Anda mencurigai bahwa mobil itu membuang limbah di sana. Namun pengendara berkilah bahwa ia sekedar parkir semata dan tidak melakukan tindakan pencemaran lingkungan di sana. Apa tindakan Anda sebagai seorang penegak hukum?

My classmate, seorang polisi: *sapa juga iseng banget tengah malem ke kali ciliwung*

Me: *cekikikan*

dari kuliah hukum dagang:

Dosen: Ciri-ciri maatschap atau persekutuan perdata adalah adanya inbreng. Inbreng ini terbagi atas?

Friend1: Uang.

Friend2: Barang

Friend3: Tenaga.

Dosen: Betul. Barang terbagi atas 2 jenis yaitu?

My classmate: Barang bergerak dan barang tidak bergerak.

Dosen: Betul.

Temen iseng: *ngebisisikin* Fen, barang bergerak kan masih dibagi dua lagi…

Me: Apa aja? *ikut bisik-bisik*

Temen iseng: Bergerak cepat dan tidak cepat…*cengar-cengir*

Me: Emang ada?! *langsung inget kuda di buku legendaris Prof. Subekti kikikikik*

pas kuliah HAKI:

Bapak Dosen, orang Ambon: Hak kekayaan intelektual meliputi banyak aspek, salah satunya hak cipta atas lagu. Misalnya lagu-lagu daerah di Indonesia, yang misalnya direkam dan djiual oleh penyanyi dari negara lain. Anda tahu lagu “Rasa Sayange”?

Mahasiswi: Tahu, Pak. *dalem hati udah deg-degan takut ditanyain WTO, GATT, TRIPs agreement, legal aspects dari pembajakan, pasal berapa UU berapa, etc etc…*

Dosen: Darimana lagu itu berasal?

Mahasiswi: Dari Ambon, Pak.

Dosen: Suka orang Ambon?

Mahasiswi: ??? *puzzled*

Dosen: Suka cowo hitam atau putih?

Mahasiswi: Putih.

Dosen: Berarti kalo item ga suka dong?

Mahasiswi: ???? *tambah puzzled*

another version of another dosen ganjen…

Petikan SMS hari Sabtu sore setelah kuliah: “Berhubung makalah Anda dapat 100, maka Anda dapat A, maka kita nonton di Grand Indonesia….bla bla bla…”

Me: *oh nooo!!! somehow ketakutan, langsung delete, biar pura-pura SMS-nya ga keterima*

best of the best, hukum kontrak…

Dosen: Jawab pertanyaan berikut. Apakah telah terjadi hubungan hukum antara nasabah dan bank dalam keadaan ini. Dalam perjanjian pinjam pakai habis, pada saat sebelum diserahkan, uang yang dipegang oleh petugas bank, namun belum diterima oleh tangan nasabah, tiba-tiba tersambar petir. Apakah telah terjadi peralihan?

My classmates: HUAHAHAA… Prof ini ga mungkin banget seee…h! Mana mungkin petir bisa specifically nyamber duit di tengah ruangan? HUAHAHAHAA … Iseng amat tuh petir!

*PS: ketawanya di luar kelas. Pas di kelas sih pada jaim semua belagak mikir:)

Remarks:
please note kalo cerita di atas tidak sepenuhnya mencerminkan daya nalar dan intelegensia seluruh mahasiswa hukum hihihi…
Tapi percayalah bahwa deep down in our hearts kita-kita ini cita-citanya menegakkan keadilan di bumi Indonesia tercinta… kita serius loh when it comes to justice…but sometimes kita kan juga stress ngeliat tumpukan buku dan bikin makalah n presentasi… that’s why lahir-lah postingan ini sebagai stress reliever wekekek

February 16, 2009

get.tagged

Filed under: personal

Gue kena tag sama rio. Here you go, Sir. I did my homework diligently:)

“The rules are simple. Use google image to search the answers to the questions below. Then you must choose a picture in the first page of results, and post it as your answer. After that tag 7 people.”

Question Satu
The age of my birthday

Ada kue berbentuk kucing eh hello kitty I presumed? Hmm… cute juga. Gue curiga ini mah buat 3th birthday kale, bukan 34th birthday hahaha

Question Dua
The place I’d like to travel

Pengen banget ke tempatnya Maria von Trapp nyanyi2 di padang rumput. Kayanya indah banget pemandangannya. Doe a deer a female deer, ray a drop of golden sun, me a name I call my self, Fa(r ) a long long way from home, lalalalalala….
Btw, itu di Austria kan ya? Austria dingin kan ya? Secara gue ga kuat dingin gitu, cuma ujan deres aja di rumah gue udah pake sweater ama kaos kaki… Pegimane mo ke Austria? Hmmm…

Question Tiga
Favorite Place

Sebenernya sih my favorite place itu sofa di rumah tempat gue baca sambil tidur2an. Tapi kalo suatu saat nanti sofa rumah itu udah perlu pensiun, I’ll consider to buy this one above. I’ll call it “Mama’s pink corner, do not disturb ;D

Question Empat
Favorite Food

Gado-gado itu TOP BGT. Ga ada yang ngalahin. Office girl yang di kantor pun udah apal menu pesenan gue yang cuma rotating di dua version ini: senin gado-gado, selasa nasi pecel, rabu gado-gado, kamis nasi pecel, jumat gado-gado dan begitu seterusnya hehehe

Question lima
Favorite Thing

Surely Bible lah. Tapi gue pengen banget punya Bible yang kata “mu” atau “kamu” atau “you” nya diganti pake nama gue ndiri. Keren banget kan? Jadi ada nama gue di sekitar 5000 bagian di PB plus Mazmur dan Amsal, atau sekitar 7000 bagian ada nama gue di seluruh PL dan PB. Yang jualan itu nama websitenya personalpromisebible. Ini contohnya, kalo misalnya kita pesen pake nama “Linda”. Selama ini sih gue bikin versi sendiri dalam bentuk buku kecil. Ketik sendiri, jilid sendiri, kagumi sendiri:) Lumayan keren juga sih hasilnya :P

Here is how this personalized Bible will read with your name:

By which He has granted to fenty His precious and exceedingly great promises; that through these fenty may become a partaker of the divine nature, having escaped from the corruption that is in the world by lust. (2 Pet. 1:4)

Question Enam
Favorite Color


Pink is the best lah. Ini pics yang gue pilih. Maap ya gue menyalahi rule of the game. Gue ga bisa pilih yang paling gue suka dari first page of results nya Mbah Google. Abisnya gue suka semua sih, susyah milihnya.

Question Tujuh
A nickname I had

Gue ketik pipin eh yang keluar malah pippa? Kok rada-rada french ya? Btw, di kampus dulu nama panggilan gue pipin. Yang declare pertama kali itu temen gue jurusan sastra prancis. Don’t know how they came up with that name. Adek gue aje ampe bingung waktu temen kuliah gue, yang jadi temen kantornya dia, refer to me as pipin. Trus di rumah dia nanya “Mbak, di kampus dipanggil Pipin ya?” Hehehe

Question Delapan
Bad Habit

Ketik “late” keluar this guy. Kesian amat tuh orang:) My bad habit: suka telat! Dateng kantor telat, dateng kuliah telat, dateng gereja telat, apa-apa telat. Dulu sih gue ga nyadar kalo bad habit ini suatu giant yang perlu gue taklukin. Gue pikir biasa lah telat, orang satu kantor juga telat mulu cincay2 aja tuh. *fyi, di ktr gue tuh biasa orang dateng telat, karena pulangnya pun selalu malem*
Tapi sejak awal tahun ini, Tuhan tegor this karatan habit (He called this “self-ruling”). Self-ruling itu artinya pemberontak, menuruti keinginan daging sendiri, ga mau tunduk sama otoritas. Meaning ga bisa setia sama hal-hal kecil yang ga dilihat orang, tapi Tuhan lihat. What a slap on my face. Bikin gue bertobat. Tapi susah banget loh ngubahnya. Dari Miss Late jadi Miss On Time itu perlu perjuangan mati2an (mati2an bangun pagi, mati2an ngejar bis, mati2an ngelawan ujan n banjir, oalah….) Still struggling with this. The battle is real and hard buat gue hihihi

Question Nine
Wish list

Kalo ditanya apa yang gue pengen saat ini, jawabannya adalah… *awas jangan pada ketawa!* Engg… gue pengen banget punya apartemen Ritz Carlton di Pacific Place wekekek *ngarep* Rasanya asik banget bisa bangun jam 8.15 trus tinggal nyebrang aja ke kantor di depan. What a luxury. Gosip yang beredar di kantor gue sih cuma CFO dan CEO yang bisa afford it. Lah gue kapan ya bisa kebeli??? Hihihi…

January 19, 2009

throw your nets

Filed under: personal

Udah ah, daripada bersedih ria mengenang job offer, mendingan gue cerita2 tentang ulang taon hari Sabtu kemaren…

Hari itu ampe sore kuliah seperti biasa. Trus sorenya sih harusnya ikutan usher di ibadah, tapi berhubung ada kuliah ampe sore jadinya ga bisa ikutan usher. Cuma ikutan ibadah aja. Trus pulangnya, bareng temen2 cell, makan-makan di salah satu resto *ga boleh sebut nama, ntar iklan lagi hehehe* Trus dikasih kado, tas kantor warna item dari charles & keith. Bagus deh, I really really really like it. Mereka tau aja gue perlu tas kantor yang guede. Biar bisa muat laptop n segala kertas-kertas A4 hehehe.

N bagian yang paling berkesan adalah waktu my leader doain gue, ada bagian doanya yang emang bener2 berkesan buat gue. Something about the breaker’s annointing yang bener2 gue rinduin…Don’t know when but I know someday I’m gonna get there… Trus something about berkat yang bilang “walaupun global crisis di sekelilingmu, krisis keuangan dunia di sekitarmu, engkau tidak akan tergoyahkan. Walaupun yang lainnya boleh runtuh, boleh collapse, tapi engkau akan tetap teguh berdiri, bahkan menjadi berkat bagi sekelilingmu… Hingga semua orang boleh melihat, bahwa Tuhanmu adalah Tuhan yang hidup… dan mereka akan mengakui bahwa Tuhanmu benar-benar nyata bekerja dalam kehidupanmu…” Hiii… sampe merinding gue waktu dengernya.. dan bahkan waktu gue nulis ini…

Tapi on top of all, bagian yang paliiiiiiii…ng berkesan tentu aja kado dari Tuhan. Pas bangun paginya, Tuhan kasih ayat ini:

Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. (2 Kor 9:8)

My heart explodes.

Ga tau kenapa tapi rasanya explode aja pas baca “melimpahkan segala kasih karunia”, trus “malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan” Gileeeee… satu kasih karunia aja udah lebih dari cukup, apalagi SEGALA kasih karunia. Jujurnya sih ga kebayang gimana realisasinya di hidup nyata, tapi roh gue rasanya lompat aja. Kaya’ pengen ngelonjak kegirangan gitu tapi ga tau persis kenapa. Yang pasti gue tau kalo Tuhan udah janji pasti jadi…

Tapi ada satu bagian yang rada ga ngerti. Itu loh bagian “senantiasa berkecukupan”. Kok rasanya rada-rada aneh ya? Meaning apa ya Lord? Kecukupan menurut Tuhan itu apa ya? Kalo menurut bahasa Indonesia sih hidup cukup-cukupan itu hidup pas-pasan huehehe… Masa sih gitu artinya???

So karena ga ngerti gue pendem aja pertanyaan itu di kepala gue. Eh tau2nya pas ibadah sorenya, pas di tengah khotbah, senior pastor bilang “kita buka 2 Korintus 9:8…” Huaaaa… itu kan ayat yang gue ga ngerti tadi pagi. Tuhan emang TOP BGT dah… tau aja gue pengen ada yang ngajarin arti ayat ini.

So, inilah penjelasan yang Tuhan kasih buat gue…

Allah menyediakan segala kasih karunia supaya saya senantiasa:
1. berkecukupan di dalam segala sesuatu
2. berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan

What is berkecukupan? Di Lukas 6:38 dibilang: Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

Dalam bahasa Grika, takaran yang baik itu artinya cukup, sufficient, mapan, ga berkekurangan. Cukup bukan berarti sekedar cukup makan doank. Tapi cukup itu artinya cukup untuk menabur di pekerjaan Tuhan, di visi Tuhan, dan tentu aja visi di skala-nya Tuhan itu ukurannya gede-gedean.

Di Lukas 6:38 ini, ada 4 level ukuran:
Level 1: takaran yang baik
Level 2: dipadatkan
Level 3: digoncang-goncang
Level 4: tumpah keluar

Ooooo….ada 4 level. Berarti selama ini saya ada di level mana sih Tuhan? Di level “belum cukup” or bahkan “ga cukup”. Kenapa ga cukup? Karena pemberian kamu ga baik takarannya. Kenapa kamu nabur-nabur terus tapi ga kecukupan? Karena takarannya salah sih.

BUUUMMM!!! My brain explodes…

Untuk masuk ke level kecukupan, takarannya harus baik. Makin tahun takaranmu harus makin naik. Karena kebutuhan tiap tahun berbeda. That’s why level pemberian tahun lalu ga bisa sama dengan tahun ini.

Trus gimana dong caranya tau takaran yang baik? Tanya Tuhan dulu. Sebelum kamu kasih offering. Jangan diprogram. Kan Tuhan udah taruh Roh Kudus di hati kamu. Tanya aja Roh Kudus. Jangan dianggurin. Roh Kudus akan kasih tau takaran yang baik. Karena Roh Kudus tau berapa kamu perlu. Berapa yang harus dituai. Jadi Roh Kudus kasih tahu berapa yang harus ditabur. Mau dapet panen 5 kuintal yang harus tau berapa banyak benih yang harus ditabur. Kalo benihnya kurang, ya nanti tuaiannya/panennya ga nyampe 5 kuintal. Mau dapet tuaian 40 juta ya ga bisa cuma nabur kecil-kecilan. Orang gila namanya doing the same thing (as last year) tapi expecting different results (this year).

So, untuk bisa tau takaran yang baik itu tergantung pada:
1. apakah bisa denger suara Tuhan
2. apakah bisa taat setelah denger suara Tuhan itu

eng ing eng…

Kenapa harus taat? Kenapa begitu kita taati suara Tuhan, Tuhan langsung kerja? Karena iman membuat Tuhan bergairah (faith excites God). Karena iman menyenangkan hati Tuhan. So, surga langsung bekerja.

Mau contoh kalo Tuhan bekerja lewat ukuran?
1. “Throw your netS”
Di versi bahasa Inggris Luk 5:4-6, Tuhan bilang ke Petrus “Throw your nets” Liat Tuhan pake bentuk plural (nets), bukan singular (net). Kenapa nets? Karena kapasitas berkat Tuhan itu multiplied. Tapi Petrus cuma pake kapasitas singular (net aja, bukan nets). Akibatnya jala sobek. Karena takarannya berkat Tuhan itu skala plural/multiplied, tapi Petrus ga ngikutin skalanya Tuhan. Because of his disobedience, he lost the blessings. Karena ga lempar nets, tuaiannya partial doang.

WAAAA… another brain explosion…

2. “Radical obedience”
Di Yoh 2:1-11, para servant itu punya radical obedience. Tau ga buyung-buyung isi aer itu seberapa banyaknya? Satu tempayan itu equal dengan 150 galon! Satu galon itu 600 liter. Dan mereka nimba untuk 6 tempayan! Bayangin nimba 6 kali 150 galon! Kamu inget kan waktu kamu nebeng minta aer di sumur tetangga waktu PAM mati, kamu nimba satu ember besar aja ngos-ngosan setengah mati. Tangan kamu ampe perih banget kena tambang. Inget kan? Ini 6 x 150 galon! Berarti kan mereka bener2 taat dan rajin banget. Coba kalo mereka males-malesan. Ga bakalan deh ada mujizat anggur. Inget, delay is not allowed kalo udah janji sama Tuhan.

So, kuncinya: pendengaran dan ketaatan yang sempurna. Inget 2 Kor 10:8 “…bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna.” Ketaatan sempurna itu artinya ketaatan yang ekstrim.

Obedience brings blessings.

Ketaatan kunci pelipatgandaan.

Your wealth ditentukan kamu sendiri di awal tahun 2009 ini.

*Okay, Lord. I get it. Really get it. Thanks for this marvelous birthday gift… love You Lord, muah muah muah*

uuhuuuuu huhuhu….

Filed under: personal

uuhuuuuu huhuhu….

beneran ga tau mo nulis judul apa

the title speaks for itself…

hari jumat sore kemaren ada telpon. dari mantan bos yang udah pindah ke accounting firm lain. dia nawarin job offer. karena ada manager-nya, orang filipino, yang cabut ke another big four. and guess what… dia nawarin gue untuk gantiin manager itu…

jreng jreng jreng… gue pikir ini birthday gift dari Tuhan…

but then… pas WPDA besok paginya… gue tanya Tuhan boleh ga terima job offer itu… And you know what apa jawaban Tuhan???

GA BOLEEEEEE….HHH

*jawabanNya telak banget… tapi maap ya ga bisa tau alasannya… I’ll have to keep it for me and God only*

huuuhuhhuuuuhuuuu… Tuhan bilang ga boleh…hiks… masa sih ga boleh Tuhan? masa sih I have to pass this great opportunity? perasaan kerja di kantor ini bertaon-taon ga pernah dapet kesempatan sekeren ini… tapi begitu kesempatan itu dateng dari kantor laen… kok ga boleh pindah sih Tuhan??? huuuuuhuuuuhuuu….batal deh jadi manager… huhuhuhuhu…

emoticon

*really speechless se-speechless speechless nya*

sibuk nengking cinta mamon :)

January 13, 2009

about me

Filed under: about me

about me…

hmmm… rada aneh juga…udah blogging 4 tahun baru bikin posting ‘about me’ wekekek…

untuk memenuhi permintaan penggemar *cieee…emang ada???* gue akan disclose di sini siapa diri gue hihihi

coverface

let’s start!

bakekok!

nama gue fenty. cewe tentunya *ya iyalah…* lahir taon 75. di jakarta. tinggal di daerah jakarta utara. cuma bedua ama papa tercinta. punya abang co dan ade co dan dua2nya dah merit. punya 2 ponakan, co juga dua2nya. very very very cute. they’re parts of my greatest treasures. apa lagi ya??? *unusual stuck mode on*

now, about church. gue ibadah di gereja apostolik di daerah sudirman. Gedungnya tetanggaan sama gedung kantor gue. Gue bersyukur banget bisa jadi bagian gereja ini sejak tahun 2007 (dulunya di gereja lama for about 7 years). No words can express how much I thank God for bringing me there. Di sini gue temuin lagi kasih mula-mula sama Tuhan. Di sini gue baru ngerti apa itu kasih karunia. Baru di gereja ini gue bisa ngerti apa tujuan hidup gue, kenapa gue ada di dunia ini, bisa ketemu para leaders yang luar biasa, yang walopun pada super sibuk, tapi rela ngabisin waktu untuk nurture orang-orang yang ada di bawahnya. Untuk ngajar gue. Untuk negor kesalahan gue. Untuk terobos semua tembok2 yang jadi penghalang hubungan gue sama Tuhan. Untuk invest waktu mereka buat ketemu gue. Untuk invest uang mereka to show they care. Untuk doain gue. Untuk mencari tau apa yang salah dengan kekristenan gue sampe ga bisa dapet terobosan. Untuk nuntun gue supaya pulih hubungan sama papa. The most beautiful thing ever. Then life becomes so colorful. Hidup jadi orang Kristen tuh ternyata exciting banget. Penuh wonderful surprises. I enjoy my life, my being, my family, my work, my study, and most of all, being His precious daughter… Thank you Lord for making them a wonderful path in my journey with You…

now, about work. Gue kerja di public accounting firm, one of the big four.
Nama kantornya?

Jangan lah, entar kebaca sama bos gue HUAHAHAHAHA…..

Di kantor ini gue kebagian tugas ngurusin quality & risk management. Kerjaannya tiap hari ngurusin independence, conflicts, legal, risk, quality, compliance, pokoke gitu-gitu deh. Basically dealing with standards, rules and regulations *u don’t wanna hear about it, bikin pusing, trust me wekekek*

now, about school. gue lulusan sastra inggris tahun 98. dari UNPAD bandung. Sekarang gue lagi ambil S2 Hukum Bisnis, di salah satu univ swasta di Jakarta. Kenapa ambil hukum? Karena ga ada angka-nya hehehe… Beneran. Serius. I like words, not numbers. Emang sih kalo dipaksain gue bisa aja sih mengerahkan segenap daya upaya dan konsentrasi untuk mantengin excel files lengkap dengan segala db, cr, jurnal kiri, formula, E = D x EIR, angka and #VALUE! yang bikin pale gue cekot cekot itu. Tapi jujurnya sih it’s not my passion. En trus terang sampe sekarang gue masih wondering kenapa Tuhan masukin gue kerja di kantor akuntan. Secara gue lulusan sastra inggris gitu… hehehe ga nyambung pisan ya??? Tapi begitulah Tuhan kita, He is God of the impossible kan :)

now, about spare time. Dulu sih every weekend gue ngajar bahasa Inggris buat anak2 sekolah di salah satu lembaga kursus bahasa inggris di daerah Pramuka. Tapi berhubung gue lagi fokus ama kuliah *biar cepet kelar*, gue brenti ngajar dulu. Susah bagi waktunya soalnya. Tapi teaching has always been and is still my passion. I’ll go back teaching lah kalo lulus nanti *kangen whiteboard on*


forgive our wrong doing eh spelling

now, about faves *hehe kaya friendster ga?* Fave food gue itu gado-gado. Juga telor dadar. *ga penting banget seh* Ga suka santen, kecuali untuk daun singkong tumbuk ala batak — for sentimental reasons only:) Ga suka santen yang dikuning-kuningin gitu kaya gulai, soto, opor, lontong sayur, tongseng ugh no thanks but no thanks. Ga suka makanan padang. At all. But really love fruits. Bisa tahan 3 harian makan buah aja. Most of fruits I like. Love rujak very much. Tapi ga kuat pedes *huaaaah* Fave movies itu semua film animasi kaya little mermaid, ice age, toy story dan sebangsanya. Call me weird tapi nonton film kartun itu the most relaxing activity buat gue. Also like film anak2 yang ada anjing2nya. Paling ga suka film alien yang berlendir-lendir gitu. Jijay aja liat binatang ileran maen pelem hehehe. Another fave thing is baca buku sambil tiduran. That’s why mata gue minus 4,5 *duh, bisa turun ga ya???*

oya, speaking of minus. Gue cewe yang setia berkacamata sejak kelas 1 SMA *penting ga sih disclosure ini?* Ga pernah pake soft lens karena ga berani. Beneran. Paling takut masukin benda aneh bening berlendir itu ke mata. Takut banget. So I prefer glasses aja deh. Tinggi 152 cm aja, berat 48 kg. Wanna stay that way. Really. Bisa nurunin 10 kg itu susah banget tau hehehe. Setaon ada kali. Perlu pertobatan yang sungguh-sungguh hihihi… Really concerned about hidup sehat, sejak papa operasi jantung beberapa tahun lalu.

Paling sebel sama cowo yang ga punya pengendalian diri sama makanannya, sama kesehatannya, sama tubuhnya. Makan kaya’ ga ada hari esok aja. padahal perut udah segede mesin fax. Dengan gayanya sok kebal nganggep dirinya bakalan terus sehat forever dan ga bakal sakit. Jejalin semua racun ke dalem perutnya. Buat gue itu artinya abusing the temple of God. Kalo dia ga menghargai tubuhnya yang adalah bait Allah, gimana dia mau hormati penciptaNya? Kalo dia sama sekali ga peduli apa yang dia makan sekarang, gimana dia mau peduli his health later in his fifties and sixties? Most of my amangboru, amanguda, amangtua, tulang, dll end up dengan sakit jantung, darah tinggi, stroke, asam urat dan sebangsanya in their fifties. Don’t wanna continue that story in my lineage. Enough is enough *apa seh :) *

Duh, kok jadi ngalor ngidul gini ? Oke deh, enough for this time. Ntar kalo ada yang keinget gue tambahin lagi hihihi

January 6, 2009

this is where you went wrong…

Filed under: mengasihiMu

Happy new year, friends!

How was your 2008? Amazing lah pastinya… Buat gue, tahun 2008 lalu itu beneeeeer2 berkesan. Ga bisa diceritain disini semuanya, later lah diceritain. Tapi yang pastinya di awal tahun ini Tuhan banyak bukain hal-hal baru yang ga pernah gue sangka sebelumnya…

Dan di awal tahun ini, pas WPDA, Tuhan cerita panjang lebar apa yang salah dengan kekristenan gue selama 8 tahun ini sejak gue lahir baru tahun 2000. Pas lahir baru, ada banyak kesalahan mendasar yang terjadi sampai akhirnya gue end up leaving the old church. And moved to a new church. Dan di gereja baru ini, gue baru tau kalo gue tuh ga tau apa-apa. Nothing. At all. So, gue pelan-pelan mulai dituntun/di-nurture sama para cell leaders, dan akhirnya ngalamin kasih mula-mula lagi *boleh baca lagi di postingan “This is how much I love you and I don’t want anything in return…” Dan sejak itu, kekristenan jadi a brand new world to me… kekristenan jadi begitu exciting…and I begin to enjoy being a Christian… sesuatu hal yang ga pernah gue rasain di gereja lama…

So this is the story…

2 Jan 2009

Tuhan kasih ayat ini sebagai kado tahun baru…

Secara itu jugalah Abraham percaya kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. (Gal 3:6)
Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu. (Gal 3:9)
Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham. (Gal 3:7)
Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham, dan berhak menerima janji Allah. (Gal 3:29)
… supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya. (Gal 3:22b)

Otomatis gue tanya, maksudnya apa yah Tuhan?
Abraham percaya (beriman) –> anak-anak Abraham = hidup dari iman –> iman dalam siapa? iman dalam Yesus Kristus –> diberkati bersama-sama –> berhak menerima janji Allah

Oke Lord, You want to say kalo saya percaya, saya punya iman, then tahun ini saya berhak menerima janji Allah, begitu kan? That sounds really wonderful, Lord, tapi boleh tanya dikit? Jelasin dong apa sih iman itu. Honestly nih, jujurnya sejak dulu kala ‘iman’ tuh suatu konsep di awang-awang buat saya… Heran ga tau kenapa ga ngerti-ngerti juga bertaon-taon, padahal sering banget denger khotbah tentang iman….

Dan malam itu juga dimulailah long journey, suatu pelajaran yang panjang sampai akhirnya Tuhan bukain pikiran gue tentang what is iman. Here it comes… Be blessed!

What is iman? “Pengakuan kekosongan dan ketakberdayaan, penyerahan dan penantian untuk mengijinkan Tuhan bekerja. Ini merupakan perkara yang paling merendahkan diri — menerima tempat kita sebagai pihak yang bergantung, yang tidak dapat mengklaim/memperoleh/melakukan apapun selain apa yang dianugerahkan oleh kasih karunia” (disalin dari tulisannya Andrew Murray dalam buku “Rendah Hati” karangan Peter Wagner - buku yang Tuhan tuntun untuk baca malem itu juga)

Huaaaa…. ini lah satu-satunya definisi manusia yang bisa gue ngertiin. Ga ada orang yang pernah bisa ngejelasin ke gua sejelas dan segamblang ini.

Ini versi bahasa gue:
–> mengaku tak berdaya –> sebegitu tak berdayanya sampai-sampai harus bergantung –> sebegitu bergantungnya sampai-sampai kita tak dapat memperoleh/melakukan apapun selain apa yang dikasih oleh kasih karunia/grace…

Dengan kata lain, ga bisa melakukan/memperoleh apa-apa tanpa iman. In short, ga bisa hidup tanpa adanya iman. Oh gitu ya, Tuhan. Ayatnya mana Tuhan? Gue tanya lagi.

Tuhan tuntun ke Gal 3:11b “Orang yang benar akan hidup oleh iman.”

Artinya apa Tuhan? Artinya: percuma susah payah berusaha lakukan ini itu tanpa adanya iman. Percuma, ga bakalan “hidup” (hidup dalam arti sesungguhnya –> hidup yang ‘hidup’, full of joy, peace, enjoying being a living person, enjoying being me, ga pengen cepet mati hehehe…)

O gitu… Dengan kapasitas otak gue, gue berusaha mencerna. Berarti, dengan kata lain, ga perlu susah payah make myself right before God. Ga perlu susah payah bikin ini itu supaya ‘benar’ atau ‘dibenarkan’ di hadapan Allah. Meaning: ga perlu bikin pelayanan hebat supaya dikenal Tuhan (remember di gereja lama –> gembala baru tertarik kalo kita bikin pelayanan hebat, kalo biasa-biasa aja ga bakalan pernah dikenal, apalagi jemaatnya ribuan).

Bukan usaha sendiri. Bukan trying to impress God with betapa banyaknya pelayanan yang telah saya lakukan (buletin, multimedia, penerjemah khotbah, seksi acara, pengurus pemuda, sekretaris panita, bendahara, seksi konsumsi, cari dana, penulis naskah drama, etc). Semua pelayanan itu ga membuat saya ‘benar’ di hadapan Allah. Saya tidak dibenarkan oleh karena pelayanan. Semuanya itu legalistik!

Apa sih legalistik itu? “Mengukur tingkah laku berdasarkan kepatuhan yang ketat atas seperangkat aturan, dengan penekanan pada apa yang tersurat ketimbang pada semangat dari aturan tersebut, disertai dengan penghukuman moral pada orang yang memilih untuk tidak mematuhinya.” (balik ke buku Peter Wagner lagi)

Hiii… gue langsung serem. Sekaligus shock. Ini kan gue…

I know that I know that God is dealing with my past… Kesalahan masa lalu yang ga pernah gue sadar.

I just realized this. Buat orang legalistik, tongkat pengukur yang dipakai adalah seberapa jauh kita bisa taat pada peraturan. Semakin taat, semakin tinggi nilainya. Semakin hebat rohaninya. Lebih fokus pada peraturan tertulis dibanding alasan yang mendasari adanya peraturan tersebut. Dan biasanya semakin besar persentase kepatuhan seseorang terhadap peraturan-peraturan tersebut, semakin besar rasa sombong rohaninya dan semakin besar pula celaannya/hukumannya terhadap orang yang tidak mematuhi peraturan tersebut.

Bener banget! Why I could say so? Because I was one of them. I was also surrounded by legalistic people di gereja lama. Bertaun-taun gue di-condemn sama temen sepelayanan sendiri. They are making me feel that I was not as good as them kalo gue ga bisa memenuhi ’standar’ mereka. Tanpa sadar gue dibentuk oleh pemikiran bahwa patuh pada AD/ART kepengurusan itu mutlak *imagine how weird! ibadah pemuda aja bikin AD/ART! how legalistic…* Yang lebih weird lagi, semua mahluk berjudul pengurus harus ambil kelas hermeneutika homilitika apaan gitu di STT ini, alamat ini ini ini. Harus ini harus itu. Ga boleh ini ga boleh itu. Kalo mereka puasa penuh 3 hari lebih ’suci’ dibanding orang yang puasa makan tapi tetep minum air putih. Kalo mereka ambil 5 pelayanan, maka mereka lebih baik daripada gue yang cuma 3 pelayanan. Kalo mereka lebih sering ikut rapat misalnya 5x sebulan, berarti mereka lebih rohani dari gue yang cuma dateng rapat 3x. Kalo mereka ikut terus doa pengurus tiap minggu, mereka lebih baik dari gue yang cuma sebulan sekali. Kalo 5 malem dalem seminggu mereka harus ke gereja after work karena urusan ini itu, mereka lebih ’setia’ daripada gue yang cuma nongol hari Sabtu Minggu doang.

Semuanya legalistik! Berusaha setengah mati patuh pada peraturan tanpa menyadari untuk apa. Tanpa menyadari untuk siapa sebenarnya semua itu dilakukan. Untuk siapa? Untuk dilihat Tuhan? Percuma kalo hatinya kering. Percuma kalo ga ada kasih buat sesama. Semuanya cuma jadi rutinitas, kering dan membosankan. Akibatnya? Fed up. Muak. Lelah.

Siapa yang salah? Bukan salah siapa-siapa. Yang salah adalah pola pikir yang mengidentifikasikan kekristenan sebagai pelayanan. Totally wrong. Wrong thinking. Kekristenan itu adalah hubungan. Bangun hubungan. Hubungan dengan siapa? Pertama, hubungan dengan Tuhan. Kedua, hubungan dengan sesama. Percuma pelayanan sana sini kalo ga ada hubungan pribadi sama Tuhan. Pelayanan jadi kering dan dangkal. Cuma cape mondar-mandir sana sini tanpa tau persis untuk apa semuanya itu.

Orang yang lahir baru jangan buru-buru disuruh pelayanan. Orang yang baru bertobat itu harus kenal dulu siapa Tuhannya. Bangun hubungan dulu sama Tuhan. Kenali siapa Dia. Apa yang telah Dia lakukan buat dirinya sebagai manusia berdosa. Kenapa Tuhan lakukan apa yang Dia lakukan (mati disalib dan tebus dosa kita). Kenali hatiNya. Alami kasihNya. Rasakan pengorbananNya. Sampai kita hancur hati dan remuk di hadapan salibNya, menyadari kita ga bisa apa-apa tanpa kasih karunia, kita akan cenderung jadi legalistik dan berusaha jadi Kristen menurut apa kata orang. Kalo jadi Kristen harus begini, begini, begini, bla bla bla.

Akibatnya? Baru pelayanan dikit aja langsung nuntut banyak dari Tuhan. Banyak orang Kristen yang kerjanya menuntut Tuhan terus: minta ini, minta itu, harus ini, harus itu, harus dapet apa yang aku mau. Karena merasa berhak nuntut. Mentalnya berkati-berkati-berkati. Kalo kena problem, yang dicari mujizat. Hamba Tuhan yang bisa bikin mujizat dikejar ke mana-mana. Yang dicari mujizatnya, pendetanya, bukan Yesusnya. How sad, really sad…

Yang Tuhan mau kita bangun hubungan dulu dengan Dia. Personally. Intimately. Dan begitu hubungan itu dibangun, kita ga akan pernah sama lagi. Kita ga akan jadi anak yang super penuntut. Kita ga akan trying to impress God with what we have/we do. Justru sebaliknya. Kita akan jadi semakin sadar we are nothing without God. Sulit untuk jadi sombong di hadapan His grace. Semua kebanggaan lenyap. Udah bisa hidup aja udah bagus. Apalagi ditebus dosanya. Bisa diangkat masuk ke dalam keluarga Allah. Bisa jadi ahli warisNya. What an honor. Semuanya only by grace…

Tanpa mengenal grace ini, kita akan terus bermental penuntut. Atau sebaliknya. Kita akan terus bertanya-tanya apakah kita sudah cukup layak di hadapanNya. Boast about many works yang sebenernya lahir out of insecurities. Condemn other people padahal sebenernya kitalah yang worthy of convictions. We measured virtues only based on religion. Mengira bahwa theology is the thing that’s saving us, while it is not. The thing that’s saving us is the very fact that we are redeemed by His blood…

Begitu kita bisa memahami betapa lebarnya dan panjangnya dan dalamnya dan tingginya kasih Kristus itu — sekalipun ia melampaui segala pengetahuan — maka kita akan merasa aman seaman-amannya. Why? Karena grace (kasih karunia) itulah jaminan keselamatan kekal kita. Dan jaminan kekal ini ga bisa dibeli dengan dengan perbuatan baik. Ga bisa dibeli dengan apapun.

So, tanpa adanya grace (kasih karunia), kita adalah orang paling malang di dunia. Why? Karena tanpa kasih karunia, kita akan terus wondering whether we’re good enough to go to heaven… But because of grace, only by His blood, and only through His mercy… We are accepted… And we are forgiven…

Because His grace is enough…
More than enough…

December 17, 2008

what if it is true?

Filed under: mengasihiMu, WPDA

This posting is dedicated to you yang lagi wondering benarkah Kristus itu anak Allah? What if it is true?

Saya tulis ini untuk kamu. Saya yakin kalau kamu sampai sebegitu tertariknya baca posting-an ini, luangkan waktu untuk visit blog ini, untuk baca tulisan ini, untuk ngikuti isi posting-postingan sebelumnya, pasti semua ada apa-apanya… Bukan karena tulisan saya, bukan karena saya *you don’t even know siapa yang nulis blog ini kan???* Tapi karena roh kamu lagi gelisah mencari sesuatu, mencari tahu apakah kebenaran sejati itu, mencari tahu apakah kekristenan itu sebenarnya…

Okay, let’s start. Mungkin kamu nanya “who is Jesus?” Siapa sih Yesus yang diceritain panjang lebar sama si penulis blog ini?

Joh 14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Yesus adalah jalan yang bisa membawa kita kepada Bapa. Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Dia datang untuk MENCARI manusia. That’s why Kristen itu bukan agama. Kenapa Kristen bukan agama? Karena agama itu artinya orang mencari Tuhan. Tapi kekristenan tidak. Karena dalam Kristen, Tuhan yang mencari manusia. Tuhan datang dalam wujud manusia sebagai Yesus.

Agama: dari bawah ke atas (manusia CARI Tuhan)
Kristen: dari atas ke bawah (Tuhan CARI manusia)

Jadi kekristenan bukan agama.

Karena agama mengajarkan berbuat baik, menjauhi dosa, beribadah tekun dsb supaya bisa ke surga. Tapi kekristenan bukan seperti itu. Berbuat baik itu emang baik, tapi merely doing good takkan pernah bisa membawa kita ke hidup kekal. Memang berbuat baik itu juga diajarkan oleh Kristus (Mat 25:45b Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku). Karena kalau kita berbuat baik pada sesama, kita telah melakukannya untuk Dia. Tapi semuanya tidak berarti jika kita tidak mengakui bahwa Kristus adalah Anak Allah, yang diutus oleh Allah Bapa.

…Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Jadi inilah dasarnya. Inilah intinya. Mengakui Kristus baru jalan masuk ke dalam keluarga kerajaan Allah. Tapi bukan berarti stop di situ aja. Sesudah kita mengakui Kristus dengan hati dan mulut kita, the exciting journey has just begun. Dari situ Tuhan akan mulai ajarin kita what is being a Christian. Mengasihi sesama, berbuat baik pada sesama, menjadi garam dan terang bagi sekitar, jadi dampak bagi lingkungan sekitar, dsb. Dan semuanya itu ga bisa diajarin sama Tuhan tanpa terlebih dulu bangun hubungan sama Tuhan. Gimana caranya mulai bangun hubungan sama Tuhan? Akui bahwa Kristus adalah Tuhan…

Semuanya itu harus kembali dulu pada intinya:
Yesus Kristus adalah Tuhan. Yesus Kristus selama-lamanya Tuhan…
Dan Yesus Kristus-lah jalan untuk kita sampai kepada Allah Bapa di surga…

Joh 14:10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

grace is enough

Filed under: mengasihiMu, WPDA

Rabu 11 Desember

Saya nanya…
Tuhan, sebenernya karya penebusan kayu salib itu atas inisiatif siapa? Allah Bapa atau Kristus sendiri?

Tuhan jawab…
Joh 8:42 … sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.

Joh 10:18 Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.”

Kristus datang karena kehendak Allah. Inisiatif Allah sendiri. Kristus datang, diutus, dengan satu tugas utama: memberikan nyawa-Nya menurut kehendakNya sendiri. Ia punya kuasa untuk memberikan. Ia juga punya kuasa untuk mengambilnya kembali. Semua ada di tangan Dia. Dia sebenarnya punya pilihan untuk tidak melakukannya (mati/memberikan nyawaNya). But He still did it.

Allah Bapa punya inisiatif –> utus AnakNya.
AnakNya masuk dalam dunia sebagai utusan –> dengan tugas yang diterima dari Bapa.

Tapi tugas itu bukanlah suruhan seperti dari atasan ke bawahan yang tidak punya power/kuasa/kehendak. Tugas itu disertai dengan kuasa untuk melakukan 2 hal sekaligus: (i) memberikan nyawaNya, dan (ii) mengambilnya kembali. Jika Yesus mau, bisa saja Dia abaikan kuasa yang no (i) itu karena toh Dia juga punya kuasa no (ii) itu.

Jika Yesus mau bisa saja Dia “skip” penderitaan kayu salib yang mengerikan itu. Bisa saja Dia “pilih” mati dengan normal, misalnya. Kenapa harus mati disiksa seperti itu jika ada pilihan lain yang lebih mudah/less painful??? Tapi jika Kristus mati secara normal, takkan pernah ada penebusan. Takkan ada pertukaran. Darah harus ditebus dengan darah. Nyawa dengan nyawa. Jadi darah (baca: nyawa) Yesus harus tertumpah untuk menebus kita orang berdosa.

Dari sini saya dapat suatu pelajaran berharga:
Dari sisi Bapa yang berinisiatif menyelamatkan anak-anakNya di dunia –> it’s something LOGICAL.
Dari sisi Kristus sebagai Anak Allah yang rela dikorbankan –> it’s something ILLOGICAL for human mind.

Kenapa illogical? Karena sulit dimengerti bagi manusia yang cenderung mementingkan diri sendiri. Yang sulit berkorban bagi orang lain. Apalagi orang lain tidak tahu berterima kasih. Something illogical inilah yang membuat saya semakin menyadari bahwa unconditional love itu memang ada. Long before I know it.

Dari sini Tuhan ajari bahwa unconditional love bukan sekedar lirik lagu yang meaningless, tapi bener-bener hidup, nyata, senyata-nyatanya. Setelah sekian lama hidup di dunia ini, mata saya baru bener-bener terbuka tentang arti UNCONDITIONAL LOVE yang Yesus beri buat saya. Makes me feel really special, really precious in His eyes. I know that I know I will never look at my self the same again, NEVER… Hidup saya begitu berharganya sampai Yesus mati buat saya…

When I feel unworthy, so undeserving
But still I can come
Just as I am
For I find Your love is free of conditions

So I will run to Your wide open arms
Where I am accepted
And I am forgiven
Your grace is enough
More than enough
Your grace is enough for me…

“Grace is Enough” by Don Moen (album “I Believe There Is More”)

December 10, 2008

at the Cross I bow my knees where Your blood was shed for me - part I

Filed under: mengasihiMu, WPDA

Friends, setelah mimpi tentang penyaliban Kristus itu, tiap hari Tuhan bukakan hal-hal baru selama WPDA (Waktu Pribadi Dengan Allah). Hal-hal baru yang jadi begitu jelas dan nyata, sesuatu yang disingkapkan satu demi satu, sejalan dengan pertanyaan dan kapasitas pikiran saya untuk mencernanya… Mungkin Tuhan tahu it’s all too overwhelming to be understood at once… So Roh Kudus ngajarin sedikit demi sedikit to make sure I really understand the power of the Cross…

Saya tulis kembali di sini buat kamu… siapapun kamu… yang bukan kebetulan baca blog ini…karena saya tahu firman Tuhan tak akan pernah kembali dengan sia-sia…

Jumat 5 Des

I keep on thinking why people don’t want to come to the Cross & salvation. Padahal it’s free of charge. Kenapa orang tidak mau terima sesuatu yang gratis, yang telah dibayar lunas oleh darah Kristus di kayu salib?

Sabtu 6 Des

Dapet ayat ini…

Joh 3:19-21 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;
tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”

Oooo ini jawabannya. Jawabannya: karena manusia masih menyukai dosa. Mereka suka dosa, dan dosa dilakukan dalam kegelapan. Jika mereka datang ke salib itu (yang adalah terang Kristus), maka dosa-dosanya akan ter-expose. Tapi mereka yang telah mengaku dosa-dosanya, dengan berani akan datang ke salib itu karena mereka tidak lagi menyembunyikan apa-apa dalam kegelapan. Tidak takut terekspos dosanya.

Oooo, itu sebabnya dulu sebelom bertobat gue males ke gereja. Rasanya ga nyaman denger lagu rohani. Pengennya langsung matiin aja lagu/radio rohani dan ganti sama lagu pop. Itu karena gue masih menikmati dosa. Masih dalam kegelapan. Masih bersembunyi sama dosa jadi langsung “gerah” begitu bersentuhan dengan sesuatu yang “kudus”. Ga betah gaul sama anak-anak Kristen yang rajin persekutuan doa. Ga nyambung ngobrol sama mereka. Tapi sejak gue bertobat, gue jadi suka banget denger lagu rohani dan rasanya nyamaaa….n banget sama semua yang berhubungan dengan kasih Kristus…

Next question. Ok, itu buat mereka yang masih menyukai gelimang dosa. Bagaimana dengan orang yang hidupnya saleh, bersih, jauh dari dosa, selalu berbuat baik? Kan ada juga orang-orang yang belum percaya yang hidupnya bersih jujur dan stay away from the so-called sins?

Dijawab di WPDA besoknya…

at the Cross I bow my knees where Your blood was shed for me - part II

Filed under: mengasihiMu, WPDA

Minggu 7 Desember

Saya nanya…
Jika pengampunan dan keselamatan dari Kristus itu free of charge, mengapa orang-orang yang belum percaya itu tidak mau datang kepada Kristus? Padahal di kitab suci mereka pun telah disebutkan mengenai Kristus? Itu kan berarti a sure sign that He’s for real. He’s known. Even their books say so.

Tuhan jawab…
Joh 5:39 Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,
Joh 5:40 namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.

Oooo, ini jawabannya… Jawabannya: karena mereka mengambil pilihan untuk tidak datang. Tuhanku Yesus Kristus telah memberi kesaksian tentang diriNya. They have the knowledge. But it’s just their choice not to come. Bukan karena Kristus tidak mau reveal Himself. The news is too good to be kept hidden. But they choose to ignore the good news…

This leads me to the next question: “Trus Tuhan, bagaimana supaya mereka mau datang? ”

Senin 8 Desember

Tuhan jawab lagi…
Joh 6:44 Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.
Joh 6:65 Lalu Ia berkata: “Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.”

Oooo, ini jawabannya mengapa mereka tidak mau datang. Karena…
- Karena mereka tidak bisa datang jika tidak ditarik oleh Bapa
- Karena Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.

Hmmm. Berarti betapapun kerasnya usaha kita untuk membawa mereka kepada Kristus, tidak akan bisa. Semuanya hanya dari Bapa. Hanya kasih karunia Bapa saja yang bisa menarik mereka. Ga bisa didorong-dorong, ga bisa disuruh-suruh.

Yang bisa kita lakukan hanyalah membawa kasih Kristus itu dalam diri kita, perbuatan kita, kata-kata kita, pertolongan/bantuan kita dalam hidup mereka. Tugas kita sebatas introduce. The rest is beyond our ability. Karena selanjutnya, yang bisa bawa hati mereka tertarik kepada Kristus, yang bisa sentuh dan jamah hati mereka, lembutkan hati mereka, insafkan mereka akan dosa, kebenaran dan penghakiman, bukan kita. Hanya Bapa yang bisa. Hanya karunia Bapa saja.

Kita (manusia) –> sebatas jadi cerminan kasih Bapa (karena mereka ga punya channel/relationship dengan Bapa, so the only channel dan the only real living thing they can see is us).
Bapa di surga –> the only power yang bisa berikan kasih karunia penyelamatan dan hidup kekal.
Kristus –> jembatan yang menghubungkan keterpisahan kita melalui karya penebusanNya di kayu salib. Hingga kita yang tadinya terpisah dari Allah karena dosa-dosa kita bisa punya jalan masuk kepada Bapa.
Roh Kudus –> Roh Tuhan yang diberikan yang diberikan untuk tinggal di dalam kita setelah Kristus mati, dibangkitkan dan naik ke sorga. Kristus harus mati supaya Roh Kudus bisa turun dan tinggal dalam kita.

Inilah skenario teragung yang pernah ada di atas bumi ini, even di seluruh jagat raya. Manusia terpisah dari Allah karena dosa. Betapapun usaha manusia berbuat baik (pergi ibadah, sedekah, dll) tidak akan pernah bisa membawa kita ke surga. Karena upah dosa adalah maut. Tapi Bapa yang begitu besar kasihNya kepada ciptaanNya itu memberikan anakNya untuk lahir menjadi manusia.

Mengapa harus jadi manusia? Karena yang berdosa itu manusia. Jadi yang menjadi pertukaran untuk manusia berdosa itu (yaitu kita) harus berupa wujud manusia juga. Harus equal. Harus setara. Kita ga bisa menebus emas dengan bebek misalnya. Atau berlian dengan kue cucur. Yang ditebus harus sama harganya dengan yang menebus.

Jadi Kristus, yang adalah AnakNya, harus turun derajat jadi manusia. Supaya pertukarannya impas. Manusia = manusia. Jadi korban darah Kristus di kayu salib bisa diterima oleh Allah Bapa di surga.

Satu Anak Manusia bisa menebus seluruh umat manusia. Kenapa Satu bisa menebus semua? Kan satu tidak equal dengan miliaran? Bagaimana harga satu Anak Manusia setimpal dengan seluruh umat manusia di dunia? Jawabannya sederhana. Karena yang Satu itu sangaaaaa….t berharga. Yang Satu itu yang paling terkasih…

Bagi seorang bapak di dunia, satu anaknya jauh lebih berarti dari seribu anak lain di dunia. Ga ada yang bisa gantiin harga anaknya sendiri, walaupun mungkin ribuan anak lain lebih tampan/cantik, lebih hebat, lebih pintar, dan lebih-lebih lainnya. Ga ada anak lain manapun di dunia yang se-berharga anaknya sendiri.

Begitu juga Bapa di surga. Pengorbanan anakNya di kayu salib, kematian AnakNya yang mengorbankan nyawaNya dan darahNya, begitu berharga… Jauuuuuuh lebih berharga dari apapun juga. Dan darahNya itu ditukar dengan keselamatan bagi seluruh isi dunia, termasuk kamu yang lagi baca blog ini…

Sayangnya tidak semua manusia menyadari ini. Masih banyak saudara-saudara kita di luar sana yang belum bisa memahami betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus itu bagi mereka… Every second thousands of souls terhilang ke neraka, karena mereka belum menerima jalan masuk itu…

Sebenarnya semuanya sudah tersedia bagi mereka, free of charge, gratis, cuma-cuma… Asal saja mereka mau menerima Kristus sebagai juru selamat mereka. Tapi, sekali lagi, semuanya terpulang kepada mereka sendiri. Apakah mereka mau? As simple as that.

Jika mereka mau, maka Allah Bapa bisa mengaruniakan jalan masuk itu kepada mereka. Dan sebelum itu terjadi, perlu ada kerjasama dari kita sebagai orang percaya. Kita harus jadi duta dulu bagi mereka. Namanya aja duta, ya kita jadi representasi Allah di bumi. We represent our Father in heaven. Kitalah yang bawa berita itu ke mereka. Selebihnya, biarkan Allah Bapa bekerja melalui Roh Kudus dalam hati mereka.

Karena…

TANPA TUHAN KITA TIDAK MAMPU
TANPA KITA TUHAN TIDAK MAU…

December 4, 2008

this is how much I love you… and I don’t want anything in return…

Filed under: mengasihiMu, WPDA

Friends, kemaren malem gue mimpi… mimpinya sediiii….h sekali…

Biasanya sih gue kalo tidur tuh jarang mimpi… tapi kemaren malem entah kenapa gue mimpi…

tentang Tuhan Yesus…

yang disalib…

Mimpi itu sedih sekali…Ditunjukin gimana tangan manusia kalo disalib… trus kaki yang ditumpuk trus dipaku berbarengan… sedih sekali… ga tau gimana cara ngungkapinnya… bikin dada gue sesak dan ga tau lagi mau nangis apa jerit…

Trus paginya pas setel musik, yang kesetel tuh lagu “Worthy Is The Lamb”-nya Hillsong…Gue langsung pengen nangis lagi… padahal gue bukan lagi doa, tapi lagi ngeringin rambut sembari dandan…

Gue ga pernah lupa pertama kali gue hancur hati abis2an waktu tau Yesus mati buat gue. For me. Personally. Waktu itu lagi ada kelas KAYAP (Kenali Apa Yang Anda Percayai/Know What You Believe) di gereja. Ini kelas permulaan buat calon-calon jemaat baru di gereja. Trus ada pemasangan potongan film Passion of Christ. Trus waktu adegan Yesus dicambuk pake cambuk bercabang, pas dicambuk, kepala Yesus kesamping, trus wajahnya dekeeeee….t ke kamera, mataNya bengkak, darah ngucur dari kepala… trus gue inget banget mataNya mandang ke gue, kesakitan, tapi dengan penuh kasih mandang ke gue… dan Dia bilang…

…this is how much I love You…
and I don’t want anything in return…

Hati gue robek abis-abisan… Belom pernah gue liat ada orang yang rela disiksa sampe mati begitu buat gue… Padahal gue ga bisa kasih apa-apa buat Dia…

Sepanjang film itu, kata-kata itu terus terusan kedengeran kenceng di kuping gue:

…this is how much I love You…
and I don’t want anything in return…

I don’t want anything in return…

I don’t want anything in return…

Rasanya hati gue meledak sama tangisan. Kalo ga malu waktu itu, mungkin gue udah nangis kenceng bangeee…t di gereja. Gue terharu banget sama kalimat “I don’t want anything in return…” Soalnya selama ini gue sering kepahitan sama orang laen, terutama cowo… Yang gue tau kalo cowo bilang “I love you” ama gue, pasti ada maunya… Pasti he wants anything in return. Semua cewe pasti tau, ga ada cowo yang rela “berbaik-baik” sama kita kalo mereka ga pengen apa-apa… Pasti ada pamrihnya… Semua cowo kalo berkorban buat kita pasti pengen “ambil” sesuatu dari kita… Bener kan girls?

Tapi Tuhan Yesus lain. Waktu Dia natap mata gue dan bilang “This is how much I love you… and I don’t want anything in return…” gue tau it’s for real. Dia tau Dia ga minta apa-apa dari gue. Not my body, not my money, not my reputation, not anything. Dia lakukan itu semua purely karena kasih. Dan Dia tau gue ga bisa berbuat apa-apa yang setimpal sama pengorbananNya…

Hati gue bener-bener ancur dengernya. Ga pernah ada cowo yang rela lakukan itu buat gue. But He did. Disiksa sampe mati, and there’s no guarantee saya sebagai manusia akan nerima cintaNya… Dia ga pernah maksa… Dia kasih kehendak bebas… Tapi semuanya udah dibayar lunas… in advance… tinggal semuanya terserah saya… apa saya mau terima uluran kasihNya yang tanpa syarat itu… atau menganggap sepi semua pengorbananNya…

Saya ga tau kenapa malem itu Tuhan kasih saya mimpi itu… Apa karena sebentar lagi Natal? Untuk ngingetin gue apa artinya Kristus lahir ke dunia? Atau karena januari bulan depan gue ultah ke 34, dan akhir tahun ini gue ninggalin umur 33 yang penuh kesan ini???

Maybe…

And I remember salah satu email paling berkesan dalam hidup gue. Ini gue copy paste di sini… untuk ingetin… what terrible things He had gone through… just to show how much He loves you (and me also)… di akhir tahun ini…

At the age of 33, Jesus was condemned to death penalty.

jesusdeath01

That was then the “worst” death. Only the worst criminals could die like Jesus. And with Jesus things were worst, because not all the criminals condemned to death could receive nails on their hands and feet.

Of course, nails… Big nails! Each was 15 a 20 cm long, with a point of 6 cm. Another point was sharp.

The nails were craved into the pulses, and not into the palms, as we are used to hear. In the pulse, there’s a tendon which extends till the shoulder, and when the nails were being hammered, that tendon broke, obliging Jesus to reinforce all the muscles of his back, so that he could breathe as He was loosing all the air from his lungs.

jesusdeath03

In this way, He was forced to support Himself onto the nail craved in his feet, which was bigger than those craved into his pulses, for both feet were craved together. And, as his feet could not endure for long time without tearing, Jesus was forced to alternate that “cycle” so that He could breathe.

Jesus endured that reality over 3 hours. Yes, over 3 hours! Long time, isn’t it? Few minutes before He died, Jesus was not bleeding anymore. He was simply pouring water from his cuts and holes.

When we imagine Him injured, we only picture Him with injuries, but it is not enough; His wounds were true holes, made in his body.

jesusdeath04

He had no more blood to bleed, He only poured water. Human body is composed by near 3.5 litres of blood (for adult).

Jesus poured all 3.5 litres of his blood; He had three nails hammered into his members; a crown of thorns on his head and, beyond that, a Roman soldier nailed a spear into his chest.

All these without mentioning the humiliation He passed after carrying his own cross for almost 2 kilometres, while the crowd spat on his face and throwed stones (the cross was almost 30 kg of weight, only for its higher part, where his hands were nailed).

jesusdeath05

Jesus had to pass all this experience, so that you can have free access to God. So that my sins and your sins could be “washed”. All of them, with no exception! Don’t ignore this situation. HE DIED FOR YOU! For you, who are now reading this in this site. Do not believe that He only died for others (those who go to the church or for pastors, bishops, etc).

He died for you! It is easy to pass jokes or foolish photos by e-mail, but when it comes to God, sometimes you feel ashamed to forward to others because you are worried on what they may think about your moral.

Accept the reality, the truth that JESUS IS THE ONLY SALVATION FOR THE WORLD..

God has plans for you, show all your friends what He experienced to save you..

60 seconds with God…

During 60 seconds, leave whatsoever your doing and seize this opportunity! Say this with all your heart… It’s ok crying… It doesn’t mean you’re weak or sissy… You’re crying because the Holy Spirit is working in your heart now…

Jesus, I know You are God and Savior. You are the Son of God. You died on the cross and rose up from death on the third day. You died so that I can live. Your blood has covered all my sins and shame. I invite You to come into my heart, Lord. I accept You as my God, my Lord and my Savior. I confess all my sins now… (mention your sins… all of them… Holy Spirit will lead you…) Please forgive my sins. I know if I accept You as my Savior, I will have an eternal life in heaven with You. From now on, I am a new creation, I have a new life, and You are here in my heart.. Amen.

If you have just prayed this prayer, congratulations! You are now forgiven and you have a blessed assurance that You will meet Jesus in heaven…

KARENA BEGITU BESAR KASIH ALLAH AKAN DUNIA INI SEHINGGA IA MENGARUNIAKAN ANAKNYA YANG TUNGGAL SUPAYA SETIAP ORANG YANG PERCAYA KEPADA-NYA TIDAK BINASA MELAINKAN BEROLEH HIDUP YANG KEKAL (YOH 3:16)

November 11, 2008

campur sari

Filed under: personal

brapa hari lalu gue iseng nonton tipi pas ada orkestra nyanyiin lagu daerah, judulnya ampar-ampar pisang kalo ga salah…

Ampar-ampar pisang
Pisangku balum masak
Masak sabigi, dihurung bari-bari 2x
Masak sabigi, dihurung bari-bari 2x

Manggalepak, manggalepok
Patah kayu bengkok
Bengkok dimakan api,
apinya kakurupan
Bengkok dimakan api,
apinya kakurupan
Nang mana batis kutung, dikitip bidawang 2x

dicontek dari “http://id.wikibooks.org/wiki/Ampar-Ampar_Pisang”

Kenapa gue niat banget googling n copy paste dari wiki segala? Karena pas nonton itu, gue dengan “iseng”nya protes sama bokap gue di samping:

Me : *after thoughtfully trying to mencerna isi lagu, a typical me yang hobi mikir* Pa, lagu ini sebenernya nyeritain apa sih?

Bokap: *mata ga beranjak dari koran* Hmmm… apa?

Me: Ini lagu. Tuh denger deh Pa. Sebenernya dia pengen ceritain apa sih? Pisangnya belom mateng? Trus berhari-hari belom mateng juga? Trus tiba-tiba kok cerita mangga? Dia tukang buah ya? Kok tiba-tiba ada mangga? Emang ada mangga namanya mangga lepok? Mangga apaan tuh? Eh yang bengkok itu mangganya apa kayunya? Eh trus dimakan api tuh… Eh kok apinya kesurupan? Eh salah cangcurupan… Apa sih cangcurupan… *puzzled*

Bokap: Pizzang apa belum matang? *ga nyambung karena lagi liat jadwal bola di koran* Itu mangga zudah dipotong di kulkazzz….*btw bokap gue tuh baek banget, tiap hari ngupasin mangga buat gue n dipotong2 dgn manis ditaruh di kulkas, always ready to eat tiap gue pulang kantor*

Me: Uuuuh… *Uuuuh Papa apaan sih, nanya apa dijawab apa*

Bokap: Hmmm *still reading his sport news*

Me: *ngacir ke kulkas ambil mangga* nyam nyam nyam…

Tau ga napa gue tiba-tiba bikin posting tentang lagu daerah? Soale gue lagi suka sama satu lagu rohani… n lagu itu pake bahasa batak! Bukan dari buku ende, loh… tapi dari CD-nya Sari Simorangkir…

Dang alani hagogoanki
Boi ahu mardalan di ngolungku
aut unang Ho na dilambungki
tung so boi ahu songonon

Hodo hagogoon manungkoli ahu

hubereng bohim laos martangiang ahu
mangido pangurupion diahu
sai tiop tangan hu sai togu ma ahu
ai Ho do Tuhan pargogo di ahu

ini versi Indonesia-nya:

Bukan dengan kekuatanku
Ku dapat jalani hidupku
Tanpa Tuhan di sampingku
Ku tak mampu sendiri

Engkaulah kuatku yang menopangku

Kupandang wajahMu dan berseru
Pertolonganku datang dariMu
Peganglah tanganku, jangan lepaskan
Kaulah harapan dalam hidupku

Entah kenapa gue pengen belajar bahasa Batak gara-gara denger lagu ini. Selama ini pengetahuan bhs batak gue tuh bener-bener pre-basic. Eh salah pre-pre-pre basic kaleee… Tapi kok bisa ya lagu ini bikin gue tertarik? Lumayan lah dapet brapa vocab. Kayanya gogo itu identik dengan harapan. So the root form is gogo. Pargogoon itu some sort of derivatives dari gogo, sebagai noun mungkin after possesive pronoun. Trus ada juga bentukan lainnya yaitu pargogo. Ga jelas jadi verb atau noun *I’ll think about it later* :)

Speaking of batak, gue mo bikin pengumuman kalo gue baru menemukan “rahasia” besar gimana bikin sayur singkong tumbuk ala lapo dengan cepat! Penasaran kan?

Ini resepnya:

SAYUR DAUN SINGKONG TUMBUK versi kilat
(utk 2 porsi only: me n bokap, santen sengaja dikit biar ga kolestrol:)

1 bks santan cair (gue pake Kara 20 ml, campur aer)
2 batang sere (keprok pake ulekan)
1 lembar daun kunyit (klo ga ada gapapa)
4 iket daun singkong muda
20 bh tekokak (terong kecil-kecil)

Bumbu halus:
2 cm kunyit
1 cm jahe
2 cm lengkuas
4 butir bawang merah
6 cabe merah (kurangin kalo ga suka pedes)
garem

Cara Bikin:
Masak santan cair sama bumbu halus. Masukin sere, daun kunyit
Tumbuk *baca: blender* halus daun singkong.
Cepet masukin daun singkong dan tekokak ke dalem santan berbumbu yang mendidih.
Masak setengah mateng.
Masukin santan kentel *baca: kara murni tanpa campuran air*.
Didihin, kecilin api.
Masak ampe mateng sambil diaduk supaya santan ga pecah. Setelah santan berminyak gitu, angkat, makan…

Paling enak dicampur sama teri kacang medan dipedesin ->slurp! <-

Dulu gue suka males bantuin mama bikin sayur ini, soalnya lamaaaa, Bo! Numbuk singkong nya setengah mati, mesti alus lagi… Tapi sekarang gue nemuin teknik baru! It’s called the “PULSE” button. Masukin daon singkongnya, sedikit2 aja, sejumput dua jumput, ke dalem gelas blender yang buat daging. Inget yang buat daging (gelas kecil), bukan yang buah (gelas besar). Trus jangan pencet tombol speed 1 ato 2, tapi pencet tombol PULSE. Pencet berkali2 (otomatis brenti tiap 1 detik). Akibatnya tuh daon jadi kaya abis ketumbuk ulekan, instead of being cair kaya jus… Gampang kan? Tinggal diulang-ulang aja prosesnya. Hemat waktu deh… Tapi mesti cepet loh, jangan ditinggal bikin ikan arsik mas apalagi nani ura segala :) Karena daon singkong ini mesti cepet dimasak, kalo kelamaan nanti jadi bau…

Oiya, foto menyusul ya… Lupa dipotret karena dah keburu abis dimakan si papa *wekekek*

btw ntar gue lanjutin lagi acara masak memasak, next posting-an tentang bikin ikan arsik, lengkap dengan penjelasan dan gambar apa itu tekokak, rimbung, kincung, rias, lokio bawang batak, asem sunde dan sejenisnya….

PS: buat kamu yang orang kalimantan jangan marah ya soal lagu ampar2 pisang tadi… asli gue ga ngerti isi lagu itu… kalo kamu orang kalimantan tulisin dong artinya di kolom comments… peace! indonesia bersatu hehehe…

October 24, 2008

help dong…

Filed under: Uncategorized

help !

adakah yang tau gimana caranya ngubah warna font di posting-an ini? Maksudnya font color-nya engga cuma item doang, tapi bisa ganti biru merah ijo dll

Abisnya di sini ga ada color palette nih…

Trus gimana ya caranya upload lagu atau video di sini?

Duh blogsome kok susah ya mau ini itu?

Apa gue import ke wordpress ato blogspot aja ya? Hmmm…
Tapi jangan ah, nanti pada kehilangan jejak yang udah bookmark ke sini:)

Duh kenapa dulu gue pilih blogsome ya hehehe…

Komentar nya ditunggu…monggo mari mampir:)

bergembira dalam pekerjaannya - part II

Filed under: kerja kerja kerja

Friends, ini lanjutan posting sebelumnya (“bergembira dalam pekerjaannya”).

Gini nih, waktu itu kan gue dengan “sukarela” ngebantu kerjaan si bos itu (gue bilang sukarela karena itu truly kerja bakti, meaning gue ga nge-charge overtime, gue ga nge-charge di job code, gue ga nge-charge meals and other expenses, bahkan gue ga nge-charge ongkos taxi sama sekali, which is ratusan ribu from sudirman to semper). Emang sih lembur itu mahal sekali (habis waktu, habis tenaga, habis duit bayar taksi) *hiks*

Tapi gue bilang ama Tuhan, inget loh Tuhan apa yang saya lakukan ini. I did it just because I want to help them. Aku mau praktek mengasihi orang lain tanpa pamrih. Aku mau belajar mengasihi orang dengan tulus, tanpa embel-embel ini itu. FirmanMu bilang aku harus mengasihi sesama. Karena duniaku dan jam-jam hidupku habis di kantor, maka aku pilih mulai mengasihi orang-orang di kantor. Aku ga mau mulai jauh-jauh pilih anak kelaparan di Uganda atau Ethiopia. Too far. Aku mau mulai praktek mengasihi mulai dari lingkungan terdekat. Dan bentuk kasih yang ku pilih adalah dengan membantu pekerjaan dengan tulus… dengan apa yang kupunya…with the little I have…

Tapi Tuhan emang luar biasa. Apa yang gue tabur itu Tuhan lipat gandakan. Emang sih yang gue tabur itu “cuma” berupa kehilangan ratusan ribu rupiah untuk jam lembur, ongkos taksi dan meals, tapi tuaiannya berlipat ganda.

Cuma dalam sebulan setelah itu, favor of God mulai berdatangan. Tiga hari sesudah itu tiba-tiba gue terima order terjemahan 300an halaman dari satu majalah anak-anak. Ordernya cukup lumayan jumlahnya, dengan pekerjaan yang tidak terlalu sulit, deadline ga terlalu mepet, dan bisa dikerjain pas libur Lebaran. Lumayan menghasilkan lah. Trus bulan itu juga gue naek gaji, plus THR, plus bonus sebulan gaji! Intinya selama bulan September itu gue terima gaji 3x, plus extra “gajian” dari honor sebagai freelance translator. Bener-bener luar biasa…

Rasanya seneee…ng banget bisa dapet favor kaya’ gini. Firman Tuhan itu bener-bener nyata bekerja kalo kita berusaha mentaatinya. Emang sih waktu ngejalanin-nya tuh susah banget. Harus kasih buah sulung, perpuluhan, persembahan khusus, pembangunan rumah Tuhan, nabur ini, nabur itu, uahhh! Kadang-kadang gue suka nanya “Duh Tuhan, kapan sih bisa berhenti nabur terus?” Tapi dengan telak Tuhan jawab…

“Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.” (Kej 8:22)

Walah… artinya seumur hidup dong Tuhan?

“Iya, karena hukum tabur-tuai itu akan terus ada selama bumi masih ada. Dan hukum itu takkan gagal. Apa yang kau tabur, itu yang kau tuai. Jika kau menabur kebaikan, kau akan menerima kebaikan. Kau menabur benih, kau menuai buah. Tapi selama menanti tuaian, jaga selalu sikap hatimu. Jangan merengut, menggerutu, mengeluh, merengek kapan dapat hasilnya. Berilah waktu untuk benih untuk tertanam, merambatkan akarnya sampai ke bawah, menguatkan dirinya. Memang proses ini perlu waktu, dan kau takkan lihat apa-apa di permukaan tanah. Tapi begitu proses pertumbuhan akar telah sempurna dan kuat adanya, maka benih itu akan bertumbuh cepat, dan berbuah-buah, terus berbuah, terus berbuah…”

Bener banget!!! Dulu-dulu gue suka menggerutu dalem hati kenapa gajinya kecil kalo kerjaan gue lagi banyak-banyaknya. Akibatnya? Ya ga dapet apa-apa. Yang ada cuma kesel, sebel, dan keuangan tetep pas-pasan. Tapi sejak Tuhan tegor my stinking attitude, gue bertobat. Bertobat dari sikap hati yang memandang kantor sebagai sumber penghasilan. Totally wrong. Wrong thinking. Sumber gue bukan kantor, tapi Tuhan. Tuhan-lah yang bisa buka sumbernya.

Kuncinya cuma sikap hati yang percaya kalo benih itu pasti dilipat gandakan. Sementara benih in the process of being dilipatgandakan, harus tetap menabur dalam pekerjaan baik.

Menabur bukan cuma dalam bentuk uang, tapi juga kelakuan sehari-hari. Sikap baik, kerja yang baik, jujur dan tulus pengen bantu orang kantor yang lagi kerepotan or kewalahan *tanpa pamrih loh*, pasti Tuhan lihat semua. Dan semua itu ga bisa kita lakukan dengan terpaksa. Pasti rasanya menyiksa kalo terpaksa. Apalagi kalo terbiasa hidup egois dan cuma mikirin diri sendiri.

Ini cuma bisa kita lakukan dengan penuh kasih kalo kita mengasihi Tuhan. Kenapa harus mengasihi Tuhan? Karena kasihNya-lah yang bisa mampukan kita untuk mengasihi sesama…

Trus gimana caranya supaya kasih Tuhan bisa tetap terus menyala? Susah kan bertahan mengasihi orang yang sulit dikasihi?

Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa,
yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya.
Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan aku oleh Roh-Nya di dalam batinmu,
sehingga oleh imanku Kristus diam di dalam hatiku dan aku berakar serta berdasar di dalam kasih.
Aku berdoa, supaya aku bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,
dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya aku dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.
Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang aku doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,
bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.

Inilah caranya. Ini doa yang gue bacain keras-keras tiap pagi. Diambil dari Efesus 3:14-20, kata ‘kamu’ diganti dengan ‘aku’. Ini doa yang diajarin sama salah satu leader di cell untuk didoain tiap hari, dari hari ke hari. Inilah caranya supaya kita terus berakar dan berdasar di dalam kasih…tetap bisa mengasihi orang yang sulit dikasihi…

Dan sejak gue praktek doa ini, gue ga tau gimana jelasinnya, tapi sejak Tuhan bilang Dia mengasihi saya, sejak itu hati gue jadi berubah 180 derajat. Gue jadi sabar dan malah jadi punya compassion sama orang paling jutek di kantor. Gue lihat wajah mereka, tatap matanya, dan yang gue lihat adalah orang-orang yang perlu kasih Tuhan…

Mungkin kamu yang lagi baca ini jadi bertanya “Trus apa hubungannya mengasihi sama terobosan keuangan?” Mungkin kamu pikir itu dua hal yang berbeda dan ga ada hubungannya sama sekali. Tapi buat gue itu sangat terkait. Kenapa? Karena kalo nabur-nabur-nabur karena itu perintah, artinya dilakukan dengan terpaksa, ga akan ada hasilnya. Yang ada cuma sebel duitnya berkurang, trus bete, trus ga percaya, trus emang bener ga ada hasilnya, trus kecewa. Eng ing eng… hati-hati.

One single bitterness akan merampok semua tuaian yang siap dituai. Yes, it’s that serious. Dan jangan lupa juga, sekali aja kita pahit sama Tuhan, langsung hilang deh tuh kasih mula-mula kita… Yes, again, it’s that serious…

So, you see the connection? KASIH itulah yang jadi dasar semua tindakan kita. Ga mungkin bisa nabur untuk rumah Tuhan kalo ga mengasihi Dia. Ga mungkin bisa bersikap baik sama manusia kalo ga mengasihi Sang Pencipta manusia itu. Ga mungkin ada favor orang lain buat kita kalo mereka ga suka sama kita kan? Dan kalo mereka ga suka sama kita, gimana mereka bisa berkati kita? Tuhan kan mesti pake orang lain untuk berkati kita? Masa pake kambing??? Kalo ga ada orang yang bisa dipake Tuhan untuk berkati kita, gimana Tuhan punya channel untuk blessing yang akan dikirim ke kita???

Jadi link-nya begini:

Skenario 1:

Si A mengasihi Tuhan –> menabur untuk pembangunan rumah Tuhan –> benih ditanam –> benih bertumbuh –> siap berbuah –> buahnya siap dituai –> tapi ga ada channel untuk kirim tuaian itu…

Surga mencari-cari channel/orang sebagai saluran untuk mengirim berkat itu ke si A…

Jika si A mengasihi Tuhan –> berbuat baik/melakukan pekerjaan baik kepada orang lain –> perbuatan baik diingat orang –> orang memberkati si A –> SI A HIDUP KELIMPAHAN

Skenario 2:

Si A mengasihi Tuhan –> menabur untuk pembangunan rumah Tuhan –> benih ditanam –> benih bertumbuh –> siap berbuah –> buahnya siap dituai –> tapi ga ada channel untuk kirim tuaian itu…

Surga mencari-cari channel/orang sebagai saluran untuk mengirim berkat itu ke si A…

Jika si A mengasihi Tuhan –> tapi malas berbuat baik kepada orang lain karena terbiasa egois mikirin diri sendiri (only me myself and I) –> si A mikir “kerjaan gue aja ga ada yang bantuin ngapain bantu orang lain?!” –> si A jadi orang cuek n dingin (but still mengaku a Christian) –> orang jadi “jauh” sama si A karena si A orangnya cuek n dingin n jaga jarak –> tidak ada orang yang bisa memberkati si A –> SI A HIDUP PAS-PASAN

Jelas kan sekarang? Menabur dan menuai itu hukum yang tak pernah gagal. Tapi inget tuaian itu ga bisa dilempar pake karung dari langit. Tuaian itu perlu saluran. Misalnya? Gaji, bonus, order yang datang sendiri tanpa perlu setengah mati cari sana-sini, koneksi, hadiah, panggilan pekerjaan, kepercayaan, posisi/jabatan, pengaruh/influence, power untuk bikin strategic decision, dan masih banyak lagi.

So, this is a hard lesson learned that I want to share with you. Sama sekali ga ada niat ngeguruin, engga, engga ada. Tujuan utama gue di sini cuma pengen bagiin pelajaran berharga yang Tuhan ajarin ke gue setelah bertahun-tahun ga ada terobosan keuangan sama sekali. Gue pengen smua orang yang baca bisa dapet “sesuatu” setelah baca ini. That’s all. Gue pengen jangan ada orang lain yang ngelakuin kesalahan yang pernah gue bikin. And above all, to tell the world bahwa Tuhan kita itu ga pernah menahan kebaikanNya…

Still I believe there is more
So I open my hands to receive
All that Your love has in store
Lord I believe…

Exceedingly abundantly
More than my minds can imagine
Love overflowing
You are bestowing
Day after day after day
Lord I believe…

(”I believe there is more” by Don Moen)

Bukankah firman-Ku baik terhadap orang yang benar kelakuannya? - Mic 2:7b

August 27, 2008

bergembira dalam pekerjaannya…

Filed under: kerja kerja kerja

kmaren malem pulang kantor jam 1 pagi…
skrg jam makan siang
tapi ga napsu makan
apalagi kerja:) huehehe
masih rada ga ‘on’ buat mikir yang berat-berat
so to lift up my spririt gue akan nge-blog aja…

topiknya tentang WPDA
WPDA tuh Waktu Pribadi dengan Allah or Time Alone With God
sebenernya pas kemaren pagi WPDA belom terlalu “ngeh” Tuhan pengen ngomong apa
Tapi yang pasti ada bagian yang lompat dari Alkitab

Ecc 3:22 Aku melihat bahwa tidak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada bergembira dalam pekerjaannya, sebab itu adalah bahagiannya. Karena siapa akan memperlihatkan kepadanya apa yang akan terjadi sesudah dia?

bergembira dalam pekerjaannya…
Hmm apa Tuhan negor gue ya?
gue inget sebelom long weekend kemaren (16-17-18 agustus)
gue bener2 empet seempet-empetnya sama kerjaan
sampe2 gue ngepalin tinju ke Tuhan sambil marah-marah dan bilang gini
“Pokoknya ya Tuhan, kalo 3 hari merah ini gue mesti masuk kantor juga…
AWAS YA! AWASSSS! GUE AKAN RESIGN !!!
RESIIII……GN!!”

“Yang bener aja dong Tuhan, masa sih orang2 pada liburan long weekend
kite2 masuk kantor kaya orang gila ga punya hari esok aja…
Masih mending gajinya gede, udah gaji segitu-gitunya
Tuntutannya banyak bener
Okelah gue tau kerja di kantor akuntan emang gini
Okelah auditor emang lebih heboh kalo diaudit dibanding mengaudit
Okelah Tuhan minta gue kerja di sini
Oke I’ll do it for You
But enough is enough
Gue bersedia masuk long weekend ini tapi abis itu liat aja
Terserah Tuhan approve apa engga, pokoke gue resign!”

Itu kata2 gue minggu lalu
Tapi untungnya Tuhan baek
Udah tau gue marah2 gitu tapi Dia tetep diem aja
Ternyata Tuhan ga bales marah
Tuhan jawab kemarahan gue dengan manisnya
Ternyata gue ga perlu masuk kantor…
Gue langsung blep melempem kempes
Hilang marahnya
Ganti dengan bengong abis keilangan akal
Yah… ga jadi dong resign-nya hehehe

En then kemaren gue kerja ampe pagi
Tapi entah kenapa gue ngerjainnya tenang aja
Ga ada tuh rasa mangkel
Yang ada cuma satu rasa aneh di hati ini aja
Entah kenapa gue jadi berbelas kasihan banget sama bos2 gue
Yang ada cuma rasa compassion luar biasa di hati gue
Gue ga tega banget liat wajah bos2 yang biasanya galak itu keliatan begitu lelah
Lelaaaaa….h banget
Sampe2 gue ga sadar bilang gini
“Ibu pulang aja, Bu… Istirahat tidur dulu…
Besok kan meeting pagi Bu… jangan sampe besok ga bisa bangun…”

Terus terang gue kaget aja gue yang staf bisa ngomong gitu sama bos gede
(Emang siapa yang jadi bos hehehe kok gue yg nyuruh pulang)
Dia juga sepertinya kaget karena mungkin berasa aneh aja ada staf yang ngomong gitu
Tapi gue bisa liat dari matanya that she really needs it
She needs care and attention just like another human being
Lupakan posisi lupakan jabatan
Yang aku inget dia manusia yang dikasihi banget sama Tuhanku
Dan aku harus juga mengasihi dia..

Trus dia beneran pulang
N gue kerja terus sendirian ampe jam 1 pagi
Dan gue sama sekali ga berasa ditinggalin
Gue cuma pengen bos2 itu bisa istirahat
Karena besok mereka masih punya banyak battle yang harus di-fight
I can’t help much with their fight tomorrow
But at least I’m trying to help with the best I can tonight

N pas nyampe jam 2-an di rumah
Gue pengen langsung tidur
Eh entah kenapa ga bisa tidur2
Mulut gue gerak2 terus pengen bahasa roh
I know that I know Tuhan pengen gue doa syafaat buat mereka
Ok Lord, I’ll pray for them
Gue bawa mereka satu demi satu dalam doa gue
Gue rasain ada beban berat dalam diri ketiga bos cewe itu
Yang bikin gue ga bisa tidur sampe gue selesai syafaat buat beban mereka itu…

Then tiba-tiba Tuhan ingetin
“Ini loh artinya ayat dari WPDA kamu tadi pagi..”

Ecc 3:22 Aku melihat bahwa tidak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada bergembira dalam pekerjaannya, sebab itu adalah bahagiannya. Karena siapa akan memperlihatkan kepadanya apa yang akan terjadi sesudah dia?

bergembira dalam pekerjaannya

Oooo… ini ya artinya Tuhan?
bergembira dalam pekerjaannya
bukan berarti workaholic
tapi dengan sukacita menjadi ‘perantara’ antara Tuhan dan manusia
antara Tuhan dan bos2 di kantor saya
pekerjaan saya bukan sekedar pekerjaan
tapi dalam pekerjaan itu Tuhan akan pertemukan saya dengan orang-orang
orang-orang yang perlu kasih Tuhan yang tulus
orang-orang yang perlu saya doakan
orang-orang berbeban berat yang perlu syafaat dari seorang pendoa
tapi bukan sekedar doa trus ga ngapa-ngapain
but then help them in practical ways..
bantuin kerjaan, bantuin ini, bantuin itu,
apa aja yang bisa diperbuat tanganku
karena kasih Tuhan pun bisa memancar melalui itu…
dan pada akhirnya
mereka akan menerima Kristus secara pribadi
dan hidup mereka takkan pernah sama lagi…

Makasih Tuhan dah ajarin pelajaran penting hari itu
Tolong aku Tuhan untuk mengerti bahwa jiwa-jiwa bos-bos ku itu lebih berharga dari apapun
Lebih berharga daripada pekerjaan lain di luar sana
Lebih berharga daripada gaji tinggi di luar sana

Jiwa-jiwa mereka yang perlu kasih Tuhan
Yang perlu kasih tulus sesama manusia
Terlepas dari posisi, jabatan atau pekerjaan
Tolong aku Tuhan untuk bisa mengasihi mereka seperti Engkau mengasihi mereka…
In Jesus name I pray
Amen

July 14, 2008

God’s family tree

Filed under: kerja kerja kerja

Friends, sebenernya sih gue mo lanjutin posting-an tentang marketplace ministry. Tapi berhubung gue lagi dapet ”pewahyuan” baru, so serial marketplace ministry kita tunda dulu dan kita selingi dengan posting-an ini dulu. So, here it comes… Be blessed!

Ceritanya gini nih. Udah hampir 5 bulanan ini gue lagi dapet kerjaan untuk ngurusin satu system yang ada hubungannya sama independence. For your information buat yang baru dateng di blog ini, gue kerja di kantor akuntan. Di kantor ini gue kebagian tugas buat ngurusin yang namanya auditor independence.

So, salah satu bagian dari independence ini adalah independence system. Dalam system ini (yang sifatnya online) ada 3,6 juta data perusahaan seluruh dunia. Yap, you got it right, 3.6 million entities all over the world dalam satu website. Dan karna gue kerja di Indonesia, gue kebagian ngurusin companies yang ada di Indonesia. Tugas gue adalah membereskan family tree atau corporate structure perusahaan2 yang ada di Indonesia. Artinya gue mesti bikin/benerin silsilah perusahaan2 itu, nentuin independence kantor akuntan kita terhadap perusahaan-perusahaan itu, and finally harus bisa analyze apakah kantor akuntan kita punya conflicts of interest kalo mereka minta kita jadi akuntan atau konsultan mereka.

Step pertama adalah benerin family trees perusahaan2 itu. Artinya perusahaan A adalah subsidiary/anak perusahaan B, trus B dimiliki oleh C, C dimiliki oleh D tapi tidak controlling, hanya significant influence. Eh tapi D juga ternyata merupakan subsidiary E yang dimiliki oleh F. Udah cape-cape dibenerin, eh ternyata E mau diakuisisi sama G yang adalah subsidiary dari H. And ternyata ultimate shareholder H adalah foreign companies yang baru diakuisisi juga sama I. Huayaa….

Belom lagi nentuin materiality dari subsidiaries itu terhadap parent-nya. Cari tau berapa ownership percentage, total assets masing-masing parent and subsidiaries, dan juga income from continuing operation before income tax-nya, trus diitung deh. Kalo ga material ya engga dimasukin di family tree. Tapi kalo material dia harus dicantumin di family tree itu.

Selama ngerjain ini, gue dibantu sama satu staff. To protect his identity, saya singkat namanya menjadi SG. SG stands for Staf Ganteng huehehe. *Mudah2an dia ga pernah nemu blog ini kekekekek tapi kalo dia nemu ya gapapa juga sih* Kadang-kadang saking terbenamnya kita dalam website yang isinya ”silsilah-silsilah” perusahaan ini, kita jadi suka error:) Misalnya kalo seharian abis chatting ngurusin family trees company A punya subsidiaries B, C, D, tapi ternyata dia jual sekian persen sahamnya ke E, eh tau-tau si A jual lagi sahamnya ke E, trus kita ketuker-tuker informasi terakhir karena kebanyakan baca belasan laporan keuangan plus laporan kepemilikan saham yang gonta-ganti terus, tau-tau dia bisa end up discussion like this:

SG: Mbak mo pulang duluan ya
Me: O ya gapapa
SG: Mo ke PRJ dulu nih, supaya ntar ga kemaleman
Me: Okay

*senyap for a few seconds*

SG: Btw, PRJ punya subsidiary ga?

Me: Huahaha *masukin emoticon kepala kuning nyengir guling-gulingan*

Besok-besoknya…

SG: Mbak, kalo dipikir-pikir kita tuh satu family tree
Me: Maksudnya?
SG: Iya, mbak kan Togatorop, berarti kita satu tree
Me: Tapi kamu kan Simatupang, berarti kamu global ultimate parent, dan saya subsidiary-nya

*PS for readers: for those yang bukan Batak, please be informed kalo Simatupang itu punya tiga anak yang namanya Togatorop, Siburian n Sianturi. FYI only*

SG: Sebenernya saya Siburian, tapi yang dipake Simatupang-nya
Me: O berarti kamu sama-sama subsidiary juga
SG: Iya, bukan parent jadi ga bisa approve
Me: Huahaha….

Ini salah satu efek samping buat kita berdua akibat dari berbulan-bulan ngurusin family tree perusahaan-perusahaan di seluruh dunia. Salah satu akibat samping lainnya adalah I can’t stop thinking about corporate structure tiap kali gue liat/baca nama perusahaan Tbk di depan mata gue. Misalnya pas lagi ada stand pameran ban mobil, trus ada nama perusahannya terpampang, mis: Multistrada Arah Sarana Tbk, yang gue pikirin bukan ban mobilnya tapi gue langsung mikir siapa parent-nya siapa subsidariesnya :)

Atau pas liat kantong plastik kresek Alfamart, otak gue langsung mendadak sontak processing and running reports: PT Alfa Retailindo Tbk, dibeli oleh PT Carrefour Indonesia which is held by Actis, and its global ultimate parent is Carrefour located in France, not an audit client :) Ato pas lewat Makro waktu mau brangkat cell di Gading, memory gue langsung retrieve information yang ada di database kepala gue: PT Makro Indonesia, dimiliki oleh SHV Holdings NV headquartered in Netherlands, one of our audit clients :)

Informasi2 gini adalah salah satu database penting buat gue karena siapa parent siapa subsidiaries akan sangat menentukan apakah kantor kita independen atau tidak terhadap entities apapun yang ada dalam family tree-nya. Belom lagi kalo mesti ngecek apakah kita punya conflicts of interest terhadap mereka. So, selama proses benerin ”silsilah” ini, gue ga boleh sembarangan narik data satu company dari tree satu ke tree lainnya. Karena akibatnya bisa panjang. Once ketarik, semua independence restrictions yang ada di family tree sebelumnya akan hilang, atau sebaliknya. Once ditarik, company yang sebelumnya ”ga ada apa-apanya” (artinya bukan priority accounts, bukan listed company clients, bukan listed company’s affiliates), bisa jadi akan inherit semua restrictions yang telah ada di family tree yang baru.

Misalnya ada company A yang tadinya dia stand alone di satu tree. Artinya dia bukan priority accounts, ga ada restrictions sama sekali. Siapa aja all over the world boleh ”ngapa-ngapain” company itu. Artinya, mo audit kek, mo kasih tax service kek, transaction advisory kek, terserah aja. Kaga perlu minta ijin sapa-sapa, ga perlu approval.

Tapi kalo gue tarik company A ini ke satu tree yang fully complicated alias complex banget, maksudnya dia priority accounts yang dianggap penting sama kantor kita, eg total assetnya above sekian triliun rupiah dan punya subsidiaries everywhere in the world, si company A yang tadinya ga ada apa-apanya ini akan mendadak menjadi bagian dari satu keluarga/satu tree khusus yang ga sembarangan treatment-nya. Kalo mo ada service tertentu di negara ini, harus minta approval dulu sama global partner. Why? Karena sebagai bagian dari keluarga besar tertentu, ada begitu banyak restrictions yang menyertainya. Entah restrictions karena dia SEC registered, karena dia publicly listed, karena dia priority accounts, ato sekian banyak alasan lainnya.

Dari sini Tuhan ajarin lagi satu hal. Tuhan bukakan satu hal baru yang ga pernah gue nyadar sebelumnya. Sewaktu gue terhilang, gue dicari sama Tuhan. Persis seperti system admin yang nyari-nyari data satu company yang missing dari family tree-nya. Dan pas dia finally ketemu satu company itu (among 3.6 million companies data), dia akan seneng karena akhirnya bisa tarik the missing sheep eh missing company kembali ke keluarganya. Begitu juga Tuhan. Tuhan cari saya di antara ratusan juta penduduk muka bumi ini agar Dia bisa adopt saya kembali ke silsilah keluargaNya. Keluarga Allah.

Seperti satu company kecil tapi dia merupakan salah satu anak dari perusahaan raksasa yang ada dalam priority accounts, maka otomatis company kecil itu akan menerima treatment seperti a big great giant company lengkap dengan semua special service plus prioritas yang menyertainya. Dan bukan itu aja, ada banyak restrictions mengenai company itu berdasarkan international/professional standards. Bukan karena nama company kecil itu, tapi karena ”siapa” yang menaunginya, siapa parentnya, siapa yang memilikinya. Dan saya persis company kecil itu. Begitu saya ditarik masuk ke keluargaNya, otomatis saya akan inherit semua restrictions yang menyertai para crown prince and princes. Saya bukan siapa-siapa, ga ada apa-apanya. Tapi karena Tuhan udah adopsi saya, Tuhan udah tarik saya ke dalam keluarga kerajaan Allah, saya sekarang adalah ahli warisNya. Saya calon raja yang akan memerintah di bumi (Wahyu 5:10).

Dan sebagai anakNya, saya dikasih/dicap restrictions tertentu yang ga bisa disentuh oleh setan. Sebagai anak Allah, ada banyak restrictions yang ga bisa diutak-atik sama setan karena saya sepenuhnya udah jadi milik Allah.
- Setan bisa ganggu saya, setan bisa goda saya, tapi dia sama sekali ga berkuasa atas saya, karena saya udah dipindah dari kerajaan setan ke kerajaan Allah (Kol 1:3-14).
- saya adalah bagian dari tubuh Kristus dan setan tidak mempunyai kuasa atas saya (1Kor 12:14-27, Luk 9:1, Luk 10:19)
- saya didudukkan bersama dengan Kristus di alam surgawi (Ef 2:4-6)
- saya didudukkan di alam surgawi jauh di atas semua penguasa kegelapan dan segala sesuatu ada di bawah kaki saya (Ef 1:20-23)

So, dari sini ada banyak pelajaran yang Tuhan lagi ajarin ke saya. Tuhan bisa pake cara apa aja to reveal Himself, to reveal who I am in Christ. What is my new identity in Christ. Dan saya bener-bener amazed bagaimana Dia pake hal2 kecil dalam keseharian saya, dalam pekerjaan rutin saya, untuk mengajarkan saya tentang kebenaran firman Tuhan.

Thank you Lord for adopting me
Thank you Lord udah tarik saya jadi bagian dari keluargaMu
Teach me just to click ”accept” button in Your system
Don’t ever allow me to click ”reject” button when it comes to Your plan…

And sebelum posting-an ini ditutup, let me persembahkan one of my favorite songs from Israel & New Breed: IDENTITY from Live - A Deeper Level album… This song has been repeated a thousand times in my earphone:)

You are my Father, You are my Father
You are my future and destiny
Yeah yeah yeah yeah

You are my Father, You are my Father
In you I found my identity
Yeah yeah yeah yeah

Lay Your hands on me
Tell me who I am
I can do all things
If You say I can

Show me I am free
Free to accomplish
Your plan for me

You are my Father, You are my Father
You are my future and destiny
Yeah yeah yeah yeah

You are my Father, You are my Father
In you I found my identity
Yeah yeah yeah yeah

June 19, 2008

marketplace ministry part I

Filed under: bagi bangsa ini

Friends, ini lanjutan dari postingan sebelumnya. Kali ini gue ngomong eh nulis serius ya. Serius banget malah…

Sebagai orang yang ada di marketplace, kita jadi pelayan baris depanNya. Kita2 inilah yang dilihat, sebagai mahluk hidup real flesh and blood yang bisa dilihat oleh mata fisik saudara2 kita yang belum percaya. That’s why gaya hidup kita, kebiasaan kita, cara kita bertindak, pilihan2 hidup yang kita ambil, cara kita mengatasi masalah, dan lain sebagainya adalah refleksi dari apakah kekristenan itu sebenarnya bagi mereka yang bukan Kristen.

Sebagai pelayan garis depan Allah di tempat kerja, kita jadi masuk ke dalam konflik antara sistem dunia/kerajaan gelap dengan sistem kerajaan Allah. Kita ada di garis depan culture conflict. Bayangin si garis depan! Bayangin aja film perang Benhur ato apa kek yang pernah kamu tonton (Braveheart etc) trus taroh muka kamu sebagai pasukan terdepan! Jiper juga kan? Tapi Tuhan tempatin kita di sana dan mengurapi kita untuk menjadi suara yang berpengaruh. Kita dipersiapin Tuhan (melalui gereja dan cell) untuk menjadi tentara dari pasukan korporatnya Allah yang akan penetrasi the 9-5 window. Kita yang ada di marketplace harus membawa masuk sistem kerajaan Allah n then dorong mundur tuh kegelapan di dunia usaha.

Tapi untuk masuk ke dunia usaha, tangan kita harus bersih dan hati harus murni. Kita juga butuh banyak energi, bukan hanya kekuatan fisik tapi juga rohani. Ini untuk mengejar panggilan tertinggi. Kenapa? Karena kita perlu gairah dan semangat yang menyala-nyala untuk ngalahin keletihan luar biasa yang akan melanda kita selagi kita sedang melawan arus dunia. You’ll be drained off. Bayangin aja ngelawan arus deras sendirian… Kita akan berperang melawan struktur yang sudah ada. Mengubah pola pikir orang-orang. Dan itu akan membuat kita letih luar biasa, secara fisik dan rohani. Inget Paulus bilang: “aku mendesak maju meraih panggilan tertinggi…” That’s why kita harus siap mental. Kita harus punya prinsip. Dan kita ga akan punya prinsip sampai kita punya value.

Gimana caranya supaya punya prinsip? Punya value? Kita harus buat pernyataan visi (vision statement) pribadi. Visi ini penting sebab kita harus bisa membagikan nilai-nilai kita kepada orang lain ketika kita masuk ke marketplace.

That’s why kita masing-masing harus punya vision statement pribadi. Vision statement ini ga dateng dari langit, tapi harus dateng dari dalem diri kita sendiri karena masing-masing kita punya panggilan pribadi yang sangat spesifik sifatnya. Bikin sendiri disini maksudnya bukan ngarang2 sendiri, tapi dengan tuntunan Roh Kudus of course. Kalo ini dari Tuhan, pasti hal ini membara di hati kamu, kamu akan bergairah just to think about it. Padahal mungkin jalan ke sana kelihatannya jauu…h banget. Kelihatannya ga mungkin banget… Tapi itulah uniknya visi. Kalo visi itu gampang dilakukan, berarti itu bukan visi. Visi dari Tuhan itu cirinya impossible to do by our own strength. Why? Karena Tuhan ingin menunjukkan kuasa kemuliaanNya atas hidup kita. So that people will say “this must be from God” begitu ngeliat visi hidup kita digenapi…

Trus gimana caranya bikin vision statement? Tanyain pertanyaan-pertanyaan berikut ke diri kita sendiri: Mau jadi orang seperti apa 10 tahun mendatang? Keberadaan seperti apa yang saya inginkan? Akan menjadi siapa saya? Gaya hidup dan kualitas hidup seperti apa yang saya ingin miliki?

Supaya bisa menjadi orang yang seperti saya mau:
1. Bagaimana saya harus mengatur kehidupan saya di kelima area ini: emosi, fisik, hubungan dengan orang lain, rohani dan keuangan?
2. Bagaimana kondisi keberadaan saya sehari-hari: kondisi emosi saya, kondisi pikiran saya dari waktu ke waktu? (quality life)
3. Dengan apa/di mana saya harus terlibat?
4. Disiplin hidup seperti apa yang harus saya kembangkan?
5. Pengetahuan apa yang harus saya peroleh untuk mencapai kualitas hidup tersebut?
6. Kondisi harian macam apa yang harus saya miliko untuk saya bisa menentukan nilai-nilai saya?
7.Bagaimana cara saya melayani orang lain? Kebutuhan apa yang harus saya penuhi?
8. Hal-hal apa yang membuat saya paling bergairah dan hidup?

Jawaban2 atas pertanyaan ini adalah kunci dari tujuan hidup kita. Ini mengenai who we are and apa identitas kita. Kesuksesan di 10 tahun mendatang ditentukan oleh bagaimana kita mendefinisikan diri kita dan keinginan kita sekarang.

Vision statement ini sangat penting. Kenapa? You must be able to declare your vision statement. If not, kenapa juga orang lain harus berubah? So, if you are able to declare it, people can understand where you’re going. Dan percayalah kalo itu visi dari Tuhan, sepanjang perjalanan kita menuju visi itu, akan ada banyak divine meeting, divine appointment, divine encounters yang secara manusia ga mungkin terjadi, tapi buktinya terjadi. Itu emang sengaja Tuhan ijinkan dateng dalam hidup kita supaya skenarioNya Tuhan bisa terlaksana…

Trus gimana caranya declare our vision?
1. kita mesti bikin cap “non-negotiable” di vision statement kita itu. Tau kan maksudnya? Non-negotiable artinya harga mati, ga bisa ditawar-tawar lagi…
2. kita mesti pursue it
3. kita mesti bikin patokan yang akan menjadi code of conduct buat diri kita sendiri

Nah, kalo udah dicap “non-negotiable”, trus gimana caranya supaya kita ga akan pernah mundur lagi?
1. fervent spirit (artinya rohnya harus menyala-nyala terus)
2. passionate for Jesus
3. terus menerus dipenuhi Roh Kudus
4. terus menerus berjalan sesuai firman Allah (aktivitas kita diatur oleh undangan-undangan Tuhan)

Gimana friends? Berat yah topiknya? Emang sih, tapi ini penting sekali untuk dipahami tiap orang percaya. Tapi bukan ekedar dipahami aja, mesti dibikin trus dikerjain… Mungkin posting-an ini masih belum cukup jelas untuk dipahami in one digest. Don’t worry, I’ll be back with posting-an berikutnya !

June 9, 2008

kekelaman

Filed under: bagi bangsa ini

Friends, di Indonesia belakangan ini lagi gencar-gencarnya didengungkan kata-kata ”kebangkitan nasional”. Inggrisnya national awakening. Ga terasa udah 100 tahun sejak pertama kali kita mendengar istilah ini.

Dulu waktu gue masih sekolah, gue ga terlalu peduli ama hal ini. Mau bangkit kek, engga kek, emang gue pikirin. Yang penting nilai sejarah gue bagus di rapor and that’s all. Trus waktu jaman sekolah, gue tuh paling sebel sama acara2 peringatan hari2 bersejarah nasional. Secara saluran TV cuma satu, which is TVRI of course.

So, kalo ada siaran langsung TVRI memperingati hari apa gitu, gue jadi sebel banget karena pasti acaranya pangung-panggungan, trus ada tarian2 daerah, plus medley lagu-lagu daerah dari sabang sampai merauke, trus drama visualisasi perjalanan bangsa Indonesia, trus menteri ini naek panggung, sambutan, trus pak presiden beserta ibu naik panggung trus salam-salaman, ditutup dengan seluruh pengisi acara naik ke panggung, dan ending-nya mbak Ussy Karundeng dari TVRI whose voice is similarly alike or reminding me of upacara bendera akan tiba-tiba muncul di depan kamera, setengah screen tv kita, dengan latar belakang panggung yang dilimpahi potongan kertas warna-warni berguguran dari atas, plus background lagu kebangsaan, dengan salam ala TVRI yang begitu terkenal “Saudara-saudara sebangsa setanah air, demikian telah kita ikuti siaran langsung memperingati …..”

Tapi itu dulu. Tahun berganti tahun, saluran TV mulai bermunculan. Mulailah kita dibombardir sama film-film holywood yang penuh darah, sinetron kebengisan mertua vs mantu, infotainment yang isinya gosip mulu, berita kriminal orang dibunuh, dibakar, diperkosa, dan semua acara-acara yang ga mendidik. Terus terang sekarang gue kangen ama TV jaman dulu. Acaranya bener-bener santun, sopan, dan disensor. Bahkan belakangan ini kalo gue lagi iseng gue suka banget nonton kuis bahasa inggris di TVRI, watching those bright and smart high school students in english competition *walopun gambarnya burem karena TVRI ga jelas ditangkep di daerah rumah gue* Rasanya berharga banget acara edukatif begini ditengah semua acara ga bermutu di belasan stasiun tv sekarang ini. Gue juga kangen sama persatuan semua stasiun tv yang rela give up agenda acara mereka sendiri demi bela-belain ikut relay siaran langsung acara peringatan hari bersejarah Indonesia… Rasanya saat itu united we stand, semua bersatu, mengesampingkan kepentingan sendiri, demi mengenang bahwa negara kita ini (pernah) bersatu… dan mencoba mengangkat kembali kenangan indah persatuan masa lalu… supaya kita tersadar kembali siapa kita sebenarnya…

Dan begitu bangsa kita ditimpa masalah bertubi-tubi, krisis moneter, ekonomi collapsed, kerusuhan mei, demonstrasi di sana-sini, pembakaran rumah-rumah ibadah, gue sering merenung what has been going on with this country. Kemana bangsa yang “katanya” ramah-tamah ini? Apalagi setelah kenaikan BBM ini. Rasanya ada tekanan berat di bangsa ini yang membuat orang-orang jadi pada galak dan gahar. Dikit-dikit marah. Tersinggung dikit, langsung bakar, langsung jarah… Apalagi pas denger lagu-lagu perjuangan yang banyak dipasang di tv menjelang hari kebangkitan nasional lalu, entah kenapa gue jadi tersentuh banget dan mata gue langsung panas dan berair. Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa kita… Tanah air pasti jaya… Indonesia tercinta… Kemana perginya satu nusa satu bangsa itu? Kenapa kita sekarang saling serang, saling bakar, saling bunuh, hanya karena kita berbeda? Kenapa? Kenapaaa???

Dan pertanyaan yang lebih penting lagi adalah: kemana orang-orang Kristen yang seharusnya berdiri atas bangsa ini? Apa yang kita lakukan bagi bangsa ini? Ngumpet di balik tembok gereja, yang penting adem, dingin, ada AC, praise worship nya bagus, dah bayar perpuluhan, dah bayar pajak, selesailah tugas kekristenan gue. Yang penting gue diberkatin, ada penghasilan, anak sehat, sekolah beres, selesai. At least ada bahan kesaksian: Tuhan Yesus kasih berkat berupa ini itu dll. Yang penting kita sekeluarga dah bantu pelayanan si hamba Tuhan ini itu, tiap hari Minggu setor muka untuk digembalakan, trus si gembala ”mengawetkan” kita alias preserve us di ”kulkas” adem gereja sampai Tuhan Yesus datang. Trus masuk sorga.

Is that all? Terus terang gue wondering apakah kekristenan cuma segitu doang. Bertobat, lahir baru, dibaptis selam, terima baptisan Roh Kudus, bisa bahasa roh, udah… mentok. That’s it and that’s all. Ambil pelayanan, trus sokong/support pelayanan hamba Tuhan tertentu, trus setia supaya bisa di”awet”kan sama gereja sampe Tuhan Yesus dateng. Kok rasanya kita ”cuma” dipake sama hamba Tuhan untuk bantu mereka? Aren’t we supposed to do something better than that???

That’s why gue ninggalin gereja lama gue karena itu. Kok rasanya kekristenan di sana jadi egois banget ya? Yang sering gue denger dulu adalah ”senang terus, menang terus, makan terus” dari balik mimbar. Why does it sound so selfish? Yang penting gue-senang-gue-kenyang trus peduli banget orang lain gimana? Aren’t we supposed to weep and cry for this country when our fellow Indonesians are suffering? Aren’t we supposed to do something about it?

Apakah ini bukannya ignorance? Ketidakpedulian? Kekelaman dahsyat? Bikin kita jadi kebal, mati rasa, tumpul nuraninya, dan akhirnya jadi bebal alias stupid ga mau diajar. Yang penting perusahaan gue maju, terus produksi, peduli amat perusahaan lain bangkrut. Kalo mereka bangkrut asik dong. Ga ada kompetitor. Gue tambah kaya. Order masuk ke gue semua. Dia Kristen apa bukan sih ga urusan.

Apakah ini namanya kekristenan? Just me and my money? Apakah ini yang namanya kesuksesan? Sukses di atas ketidaksuksesan orang lain? I don’t think so. Kesukesan sejati artinya kita bisa membuat orang lain sama suksesnya seperti kita. Jika semua orang Kristen bermental seperti ini, betapa majunya bangsa kita. Kita akan bahu membahu saling menolong, dengan satu tujuan: agar orang lain bisa sesukses kita dan orang itu bisa kembali mengajarkannya ke orang lain. Mengajar. Memuridkan. Satu sukses jadi dua. Dua multiply jadi empat. Empat jadi lapan. Lapan jadi enambelas. Dst dst. Akibatnya? Ekonomi satu daerah meningkat, meluas ke daerah sekitarnya, satu propinsi, satu pulau, satu bangsa.

That’s why lama-lama gue jadi mencari-cari sesuatu. Cari jawaban apakah cuma gue aja yang mikir gini. Cari gereja yang bisa jawab pertanyaan di kepala gue ini. Cari tau apa yang salah dengan mentalitas kita-kita orang Kristen ini yang cenderung merasa nyaman as long as I am blessed. Dan begitu gue nemuin satu gereja ini dua tahun lalu, gue belajar suatu pelajaran berharga.

Senior pastor-nya bilang bahwa tugasnya sebagai seorang gembala adalah memperlengkapi kita-kita ini, jemaatnya, untuk suatu pelayanan di marketplace. Artinya, bukannya jemaat “dipake” untuk bantuin pelayanan gembala, tapi justru sebaliknya. Gembala memperlengkapi, mengajar, menyiapkan jemaatnya untuk “pelayanan” yang sesungguhnya di dunia nyata, yaitu marketplace ministry. Di hari Minggu gembala mengajarkan kebenaran firman Tuhan bagaimana menegakkan kingdom principles dan kingdom values di dunia kerja kita masing-masing. Bagaimana piercing the darkness with kingdom values. Bagaimana stay strong dan make influence ke sekeliling kita dengan prinsip firman Tuhan. Bagaimana memenuhi amanat agung kita sebagai pengikut Kristus di bumi ini: yaitu menjadikan semua bangsa muridNya. Bagaimana mengadakan pelayanan pendamaian antara sesama yang terhilang dengan Tuhan. Dengan demikian, kerajaan Tuhan ditegakkan di muka bumi ini…

Kita adalah pelayan baris depanNya Tuhan. Kita-kita inilah yang harus bergerak di semua bidang. Dimanapun kita bekerja, itulah platform yang telah Tuhan sediakan bagi kita untuk menjangkau jiwa-jiwa, untuk take dominion, untuk occupy the land, untuk jadi agent of change, agar terjadi koalisi pengusaha bermental kerajaan sorga karena kita ditetapkan Tuhan untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa…

Gue begitu seneng begitu tau hal ini. Inilah yang gue cari selama ini. Gue tau Christianity is much more exciting than “senang terus, menang terus, makan terus”. I know that I know that I know I must do something for this country. Gue tau Tuhan bikin gue jadi anakNya untuk suatu tujuan besar, suatu tugas besar, dan bukan sekedar maju altar call, bahasa roh, merinding-merinding, rebah glepak, trus pulang. Memang rebah dalam roh tidak bisa disangkal. I do agree with that. Tapi abis itu apa? Begitu terus tiap minggu? Ya engga lah. Mesti naek level dong. Abis terima Roh Kudus itu ya kita mesti do something.

I know He has a special calling for each of us untuk membawa perubahan bagi bangsa ini. Go ahead. Pergi ke marketplace ministry. Keluarga, hukum, kepemerintahan, media dan komunikasi, art-entertainment, pendidikan, ekonomi. Taklukkan seven mountains itu. Setiap orang pasti at least berada dalam one of those seven mountains. Occupy the land, take dominion. Ubah mountain itu menjadi kemuliaan Tuhan. Jangan sekedar dateng kerja sekedar kerja. Yang penting setia kerja, dapet gaji bulanan, cukup untuk makan minum transport bayar cicilan rumah/mobil, bayar uang sekolah, dan sedikit sisa untuk liburan or jalan-jalan. That’s it. How boring. Life’s much more than that. Masih banyak visi Tuhan yang belum tergenapi. Masih banyak jiwa-jiwa yang setiap detik terhilang ke neraka. Masih banyak mereka yang haus kasih Tuhan yang tanpa syarat. Masih banyak orang yang kelihatannya begitu sibuk tapi ga tau untuk apa sebenernya mereka hidup di dunia. Sayangnya masih banyak gereja yang belum menyadari ini…

Sejak gue tau kebenaran ini dua tahun lalu, gue jadi semangat banget ngejalanin hari-hari gue. Setiap minggu senior pastor selalu bukakan hal-hal baru tentang market place ministry yang bikin gue bergairah menjalani hari-hari kerja gue. Senior pastor selalu membakar semangat kita setiap minggu-nya untuk terus maju berperang di hari senin-sabtu dengan fresh strategies, new revelation, new creative ideas, yang semuanya berasal dari Biblical principles.

Rasanya seneng banget ada mentor yang terus mendorong kita menegakkan kerajaan Allah dalam pekerjaan kita sehari-hari, apapun pekerjaan itu. Rasanya seneng banget knowing that I can do something for the Lord. Rasanya seneng banget bisa jadi satu balok bagi pembangunan Indonesia, walopun gue cuma kerja kantoran biasa. Tapi Tuhan ga anggep itu biasa-biasa aja. Tuhan punya big assignment untuk gue. I’m in a special mission from the Lord. But He doesn’t leave me alone. He provides me with a community that can teach me and equip me. Rasanya seneng banget kita punya komunitas cell yang melatih kita how to win souls for Christ in our marketplace ministry.

Ga ada masalah apapun pekerjaan itu. Semuanya kita punya peran sebagai the missing piece in a puzzle yang membuat lengkap satu gambaran utuhnya Tuhan. Economy? Kerja dengan prinsip integritas, honesty, no double bookeeping. Legal? No bribery, no compromising, the whole truth nothing but the truth. Government? fight for the people rights. You’re the servant and milikilah mental seorang servant. Media? Conquer the media world with Biblical truths. Use your creative talent to glorify the Lord. No pornography, no violence as the minimum standard. Use the creativity in you because He is a creative God. He’s the Creator, anyway. Art-entertainment? Jangan serupa dengan dunia ini, tapi berubahlah oleh pembaharuan budimu. Ga perlu ngikutin gaya dunia, create your own style that can draw people to God. Pendidikan? Tanamkan nilai-nilai kebenaran sedari dasar. You have all the chance untuk menanamkan biblical truths dari hari ke hari and you’ll see that your students never forget it sampai dewasa nanti.

Tapi on top of that, jangan pernah lupa panggilanmu sebagai anak Allah. Great Commission: Pergilah dan jadikanlah semua bangsa muridKu… Jiwa-jiwa di sekelilingmu itu akan Tuhan tuntut di hari penghakiman nanti. “Berapa banyak yang terhilang yang telah kau bawa kepadaKu?”

So, orang-orang marketplace, ga usah sibuk pelayanan sana-sini. Sibuk pelayanan ga bikin kita benar di hadapan Allah. Fokusin aja satu pelayanan: pelayanan pendamaian. Damaikan manusia dengan Allah. Itulah pelayanan terbesar yang bisa kita bawa ke Tuhan. Kalo kita peluk peranan kita sebagai spiritual parent, maka kehidupan pekerjaan kita tidak akan pernah sama lagi. Jiwa-jiwa itu menanti kasihNya. Kita kerja di kantor bukan karena duit semata. Kita ada di sana karena Tuhan tetapkan kita disana. Menggarami. Menginjili. Memenangkan. Merawat. Memuridkan. That’s the big picture, the main idea. The work is only the platform for us to enter in.

Why?

Karena jiwa-jiwa berharga di mata Tuhan…

Karena jiwa-jiwa berharga di mata Tuhan…

Karena jiwa-jiwa berharga di mata Tuhan…

Karena jiwa-jiwa berharga di mata Tuhan…

Karena jiwa-jiwa berharga di mata Tuhan…

Karena jiwa-jiwa berharga di mata Tuhan…

KARENA JIWA-JIWA BERHARGA DI MATA TUHAN…

June 3, 2008

Filed under: personal

di posting an lalu gue promised mo posting-an serius. sbenernya dah ada ide ngegolak yang siap tertumpah sih, tapi gue mo nulis ini dulu.

gini loh. hari apa tau pas lagi tanggalan merah, gue nonton tipi. filmnya airbud.

airbud

Itu loh anjing retriever yang bisa maen basket. Don’t know kenapa gue suka banget pelem-pelem anak anak yang punya binatang piaraan ajaib bisa bikin apa gitu. Ga tau dah udah brapa belas kali gue nonton airbud version ini tiap dipasang di tipi *anyway biasanya pas tanggal merah, trus pagi-pagi* So kalo kantor libur gue akan bangun siang, trus nyetel tipi n nonton film anjing-anjing an ini. Padahal blom sarapan n mandi n gosok gigi, cuek aja. Gue betah banget nonton film yang sama berulang-ulang, ampe selesai lagi. Padahal dah tau plot-nya. Ada anak kecil, ga dianggep sama geng top di sekolah, trus punya anak anjing, eh trus anak anjing itu ternyata bisa maen basket/soccer/football/etc, trus mreka berdua di-spot talent nya sama seseorang, trus mereka maen sports, kalah dulu, trus down, trus bangkit lagi sama motivator (bisa coach/bisa guru/bisa orang tua/orang2 unik lainnya yg punya otoritas), trus mereka menang… terkenal… the end… airbud terbang-terbang di udara… either lapangan basket or bola… the end… credit title…

Seneng banget deh nontonnya. Perfect way to spend my holiday. Hihihi… abis itu baru mandi… eh laper dulu deng, kan dah jam 12 siang:)

Mungkin ini adalah salah satu keanehan gue … demen nonton pelem anak-anak plus anak anjing begini. Tapi ini masih kalah aneh sama keanehan gue laennya. Tau ga apa? Selama pelem sederhana ini diputer, gue ga bisa berhenti mikir.

Friends, for your information, gue tuh orangnya pemikir. Apa juga gue pikirin. That’s why gue ga terlalu sering ngomong, karena energi gue abis di mikir. Saking parahnya, film untuk konsumsi children aja gue pikirin. Misalnya? Gini nih.

Kan waktu pengadilan si airbud turut diundang. Nah waktu pengadilan itu berjalan, gue langsung mikir macem-macem. Kenapa binatang bisa masuk ruang sidang? Dia sebagai apa? Saksi, terdakwa, pengacara? Kok bisa? Bukannya menurut KUHperdata binatang itu dianggap benda? Trus benda apa? Bergerak or tidak bergerak? Sebagai harta milik atau apa? Apakah hukum Amerika consider animals as subject to law? Mereka pake common law kan? Bagaimana dengan kepemilikannya? Adakah surat kepemilikan yang diakui?

Ini baru dari sisi legal. Dari segi ekonomi gue mikir berapa biaya untuk sidang ini. Siapa yang bayar, majikannya si air bud atau adopting parents. Gue juga mikir berapa maintenance expense untuk kasih makan anjing segede gini.

Dari sisi rohani gue mikir bagaimanakah di surga nanti. Apakah nanti kita ketemu anjing-anjing peliharaan kita yang dulu. Apakah diganti dengan mahluk-mahluk baru? Mengapa binatang bisa peka sekali sama perasaan tuannya? Mengapa mereka bisa punya karakter setia, galak, penyerang, etc. Berarti mereka punya emosi dong…

Dari segi sosiologis gue mikir apakah anjing punya jaringan sosial yang kuat dengan anjing-anjing tetangga. Apa mereka punya RT? Do they have gangs? How do they differentiate each other? Kan mukanya mirip semua? Ga punya KTP lagi.

And the list goes on and on. Kalo mau diterusin mungkin ampe pelem selesai juga gue ga akan brenti mikir. And this is one of my keanehan yang gue ga abis pikir. Udah tau ini simple movie for simple mind, which is for children. Tapi malah gue pikirin semua yang ga penting-penting. By the way bus way, adakah orang di sana yang bisa kasih advis gimana caranya ngurangin kebiasaan gue yang suka mikir ini ??? Please advise :) *hehehe kaya email ke bos aje*

May 13, 2008

those little tiny creatures part II

Filed under: Uncategorized

as promised, nih gw bikin analysis buat cartoon characters fave gue… Just warning aja, ini sekedar keisengan gue semata n sama sekali ga ada dasar ilmiahnya huehehe

miss candy-candy
si miss duo permen dueto ini nampaknya kurang kasih sayang orangtua. Secara dia hidup di panti asuhan dan ga jelas sapa bokapnya. Maybe that’s why candy kuadrat ini deket sekali sama orang tua yang rambutnya janggutnya putih itu *weks sapa lagi namanya lupa dah lama banget… pokoke dia suka pake kemeja flanel kotak-kotak, bukan pak janggut of course man it’s another comics lah yauw* And maybe that’s why candy-candy ini ga terlalu sukses dalam urusan percintaan… inget ga miss wavy hair ini dikelilingi 5 cowo ganteng dalam hidupnya dia… sampe abis pelemnya di tv gue juga masih wondering sebenernya yang finally berhak menyandang gelar prince charming-nya miss kuncir dua ini. Alasannya mungkin karena dia haus kasih sayang seorang ayah, ga punya figur ayah dalam hidupnya, makanya dia seumur hidupnya mencari sosok ayah dalam pemuda-pemuda yang dikenalnya. Tapi ga berhasil lah, wong mereka juga punya issue anak tertolak juga. Huehehe jadi deh anak-anak tertolak saling bertemu dan mencari fulfillment di masing-masing. Sampe kapan juga ga bakal berhasil. Kan yang bisa menghapus rasa tertolak dan memberikan pemenuhan sepenuhnya cuma Tuhan Yesus aja. If candy-candy bertobat lahir baru dan terima Kristus, dia akan merasa penuh sebagai manusia, akan merasa dikasihi tanpa syarat, dan tidak akan mencari rasa pemenuhan diri dari cowo-cowo itu… that’s why juga lima co2 itu pada bolak-balik lari dateng lari lagi dateng lagi dst… karena mungkin candy2 set a very high expectation from them yang bikin co manapun ga mampu memenuhinya… Ya iyalah.. cuma Tuhan Yesus yang bisa mengisi kekosongan hati kita, ya kan???

next: miss minnie mouse
Miss tempelan ini sebenernya karakternya selalu hepi. Tapi sayangnya personality dia kurang di-explore, secara dia tuh cuma figuran doang yang menemani koko miki mouse. Sepertinya miss minnie ini harus menyadari adanya kegerakan bangkitnya wanita yang apostolik di mana wanita pun bisa jadi leader yang luar biasa, bukan hanya jadi sekedar pendamping semata… Sebenernya miss minnie itu bisa bikin banyak hal instead of berdiri cengengesan aja di samping aa miki. Terbukti dia tuh disukai sama gus angsa, goofy, bebek-bebek di kandang, dll. Sebenernya itu dah kuat untuk jadi modal pemimpin desa bebek. Keceriaan dan kehangatan karakternya bisa memenangkan hati gerombolan siberat dengan passcode 176 671 nya yang terkenal itu, melembutkan kepelitan gober bebek, menangani trio kwak kwik kwek yang sepertinya ga akrab sama desi bebek *perhatiin ga kalo body language tiga anak polos ini sepertinya jaga jarak sama auntie deasy duck?*

yang berikutnya snow white.
Di dalam miss putih salju ini gue liat transformasi karakter yang luar biasa. Dari miss manja lemah gemulai berubah menjadi miss super rajin pisan yang keibuan penuh tanggung jawab mengasuh 7 dwarfs. Yang tadinya males beres-beres eh langsung bertobat dan berbalik 180 derajat dari jalan-jalannya yang jahat dan berubah menjadi wanita tangguh yang menyadari nature keibuannya dengan mengasuh sekaligus bertanggung jawab sama 7 anak angkatnya. Dan begitu dia berubah, Tuhan bisa rubah segala yang jahat yang direka-rekakan oleh permaisuri jahat menjadi kebaikan (racun apel kaga mempan maaa….n, malah dikasih bonus pangeran yang tampan huayaaaa…)

lucky luke ini adalah lone ranger versi kocak-nya. Dengan tagline “I’m a lonesome cowboy” ini menunjukkan karakter dia ga bisa terikat, ga bisa komitmen. Dia masih suka bebas lepas tapi sebenernya dia mengakui sendiri kalo dirinya itu tuh lonesome. Maybe lucky luke should visit a church, ikut altar call, bertobat lahir baru terima Kristus, dia bisa jadi agent of change yang mengubah hati-hati keras nya para cowboy menjadi anak Tuhan yang lembut penuh kasih. Kenapa? Karena sebenernya lucky luke itu baik. Dia mengutamakan kebenaran (bukan kejahatan) di atas segalanya. Berarti values-nya dia juga bagus kan sebenernya? Kalo dia ngerti kebenaran firman Tuhan pasti dia akan jadi an excellent sheriff instead of wondering cowboy yang cuma bisa berteman sama kuda…

sekian keisengan coret2an gue, besok-besok gue mau balik lagi ah dengan posting-an yang serius hehehe

April 30, 2008

those little tiny creatures

Filed under: personal

friends, setelah lama bikin blog, gue baru notice dua hal. Pertama, tulisan gue makin lama makin serius, n jarang becanda lagi *mungkin karena tambah tua ngkali ya…* Kalo dulu-dulu gue perhatiin tone tulisan gue tuh masih banyak bcanda nya, tapi skarang ntah napa jadi serius banget. Kedua, blog ini punya kekurangan yaitu… kurang… kurang apa tau ga? Kurang gambar! Yap, pics tuh limited banget. Pic yang paling setia nongkrong ya pics satu tuh di atas: merah menyala halte busway-nya hahaha… ga jelas tuh halte mana yang dipotret, mungkin halte dukuh atas kali huehehe

Anyway, that’s the reason gue nulis posting-an ini. Gue pengen nambah gambar-gambar biar blog ini lebih berwarna. Sekaligus bring back my childhood memories. Sapa tau my happy tone in writing bisa balik juga:). Dan topik yang gue pilih adalah… jreeeng… my all-time-favorites comic characters…

Kenapa gue milih comic characters? karena katanya cartoon characters yang disukai seseorang bisa mencerminkan pribadinya hehehe. Psst, by the way, gue baru denger ada orang yang bikin penelitian serius trying to prove that Christopher Robin (itu loh anak cowo temennya Winnie the Pooh) itu bisa punya masalah tendency untuk gender-nya di adulthood hihihi Maksudnya based on the characters depicted now someday he’ll grow up as Christy Robin (jadi cewe maksudnya:) Huaaaayaaa…:) Adaaa ajaaa…

Ok, back to the topic. Ini nih gambar-gambar yang selalu amazing everytime I see them. Cuma liat gambar2 mereka aja udah bikin gue happy…

Yang pertama adalah… Candy-candy! She’s my all time favorite karena baju-bajunya selalu colorful dan enak dilihat, manjain mata…

candy tomboy2
ini gaya tomboy-nya tapi tetep manis…

candy baby doll2
kalo ini gaya baby doll yang imut banget. Salah satu ciri Candy-candy yang selalu gue suka adalah pita-pita di rambutnya, yang mostly di semua scene warnanya merah…

Yang kedua yang gue suka adalah minnie mouse. Sebenernya sih dia salah satu tokoh disney yang konsisten dalam hal kostum. Kalo donal bebek selalu pake kostum biru, miss minnie ini sih trademark nya baju merah totol-totol putih dengan pita merah totol-totol yang sama (mungkin bahan baju-nya sisa trus dijadiin pita aja, lebar banget malah:) Persis nyokap gue yang sering bikinin pita buat gue kalo bahan baju gue hasil jahitan nyokap gue ada sisanya wekekek

here she is
minnie merah2

tapi dia sering juga ga konsisten dengan tampil pake kostum pink pita pink sekaligus sepatu pink…
minnie pink2
tetep manis sih… but I keep wondering why she’s always wearing oversized shoes, either they are yellow or pink, selalu aja kebesaran :)

Yang selanjutnya adalah snow white. Sebenernya sih I have no reason why I like her dari segi karakter (kok bisa-bisanya makan apel dari orang yang ga dikenal, laper kali ya si mbak snow white ini:) Satu-satunya alasan gue suka dia is because of that little tiny red ribbon on her head… gimana caranya ya kok si pita itu ga jatoh-jatoh, padahal si miss cleanliness ini udah nimba aer, ngepel, nyuci panci, etc wakakak
snow white ngepel

Trus di samping karakter-karakter ketiga tokoh yang girly banget itu, gue juga suka sama tokoh-tokoh gokil berikut:
ikyu-san kalo ikyu-san ini gue suka bukan karena pita (wong dia gundul kok:) Tapi karena gue kagum banget sama kerajinan dia yang jago banget ngepel shaolin temple sendirian… Bener! ikyu-san ini top bener deh soal ngepel mengepel, kalo ga percaya nonton aja sendiri. Going back and forth ngepel dari ujung ke ujung everytime dia ditindas sama seniornya di shaolin temple itu:)

Karakter berikutnya yang ekspresinya bener-bener kocak kalo lagi ngakak adalah …
lucky luke ngakak2
bener kan kocak abis gayanya sama si jolly jumper ini? Cuma liat gambarnya aja gue pengen ikutan ketawa sama mereka, abisnya lucu banget sih:)

Selanjutnya adalah … mimin Hehehe inget si mimin ga? Sebenernya sih kisah hidupnya rada mengharu-biru (keluarga miskin, ibu jadi buruh cuci, dst dst). Tapi mukanya si mimin ini kok selalu ceria ya? Biar abis dipukul pantatnya sama emak juga kok matanya tetap ceria ya…

Trus yang terakhir adalah.. smurf jamur inilah desa budidaya jamur yang berhasil di smurf oleh smurf karena mereka saling smurf terhadap smurf lainnya… Sebenernya sih gue rada takut ngeliat kulit mereka yang biru-biru, tadinya gue pikir mereka sakit demam ato apa ampe menggigil gitu. Tapi gue sedikit terhibur sama rumah jamur-jamur mereka yang ga kalah anehnya. Maybe that’s why mereka kena sakit kulit sampe biru gitu, pasti gara-gara tinggal di jamur sehingga kulitnya juga ikut jamuran hihihi… Trus dari segi tata bahasa, sebagai mantan guru bahasa gue salut sama kreativitas si pengarang yang merangsang daya nalar anak-anak pembaca agar bisa menggunakan kata yang tepat (verb, noun, adverb, adjective) untuk mengisi kalimat-kalimat smurf-smurf itu…*jangan smurf itu smurf-nya, nanti kamu smurf kalau tidak smurf… huayooo! isilah titik-titik eh replace the italic word with the right form of word huehehe

trus pegimane sama psychological analysis nya? ntar dulu yah pegel nih upload

April 28, 2008

the integrity test

Filed under: happy teaching

Sabtu pagi. Sebelom berangkat kuliah baca koran dulu. Halaman pertama Kompas: ”Ketika Pinsil Anak-anak Tidak Bergerak…” Details: 284 siswa harus mengulang UN. Baca lanjutannya: anak-anak kelas 3 yang ikut UN di salah satu SMU di daerah Sumatera harus ngulang UN. Alasan: Guru-guru mereka membetulkan lembar jawaban murid-murid. Barang bukti: pinsil, penghapus, serutan. Tindak pelanggaran: memalsukan surat berdasarkan KUHP pasal sekian. Ancaman hukuman: 6 tahun penjara. Modus operandi: 4 guru bahasa inggris secepat kilat menjawab soal begitu amplop dibuka dan langsung membuat kunci jawaban. Begitu selesai, guru-guru lain langsung membagi 4 kunci jawaban itu dan kemudian membetulkan jawaban anak-anak yang salah dengan penghapus. Lokasi: ruang guru BP.

Duh Tuhan… apalagi ini? Miris bener baca pengakuan guru-guru itu. Katanya mereka ga tega melihat anak-anak didik mereka yang tidak bisa mengerjakan soal-soal itu. Kasihan mereka udah sekolah bertahun-tahun harus gagal hanya karena standar UN yang ga adil buat anak daerah. Mungkin buat anak Jakarta soal seperti itu mudah. Tapi di daerah, anak-anaknya tidak sepintar anak Jakarta karena minimnya fasilitas. Tidak adil menyamakan standar kelulusan, begitu keluhannya.

”Pinsil anak-anak tidak bergerak…” Guru mana yang ga sedih melihat wajah-wajah putus asa anak-anak muridnya menghadapi lembar ujian? Guru mana yang ga berpacu jantungnya melihat lembaran-lembaran jawaban yang kosong di meja anak-anak sementara jam dinding di kelas terus berdetak menunggu bel berdering tanda ujian selesai? Guru mana yang tega hatinya membayangkan wajah-wajah itu harus mengulang kembali tahun depan? Guru mana yang ga putus asa melihat pinsil-pinsil itu tegak terdiam di tangan basah keringat dingin murid-muridnya …???

Hati saya menjerit bertanya “Tuhan, apa yang salah dengan sistim pendidikan di bangsa ku ini? Apa yang salah, Tuhan? Apa…??? Murid yang tidak mau belajar? Apakah mereka salah kalau mereka tidak punya buku untuk belajar? Apakah mereka salah kalau mereka kelelahan untuk belajar karena harus bekerja sambil sekolah? Apa mereka salah kalau mereka harus bekerja keras agar bisa bayar uang sekolah sekaligus biaya makan sehari-hari?

Jika murid tidak bersalah, lalu siapa yang harus disalahkan? Gurunya? What can they do with such heavy burden of national passing grade? Bagaimana mungkin mereka bisa mengajar dengan sempurna dengan minimnya jam pelajaran plus minimum exposure of the language itself? Where can they get the audio tapes for pronunciation, video tapes for context learning, good dictionaries for reference, etc etc?

Lalu siapa lagi yang harus disalahkan? Pembuat kebijakan di negara ini yang sepertinya “memaksakan” semua anak harus pintar, no matter what? Atau sistem pendidikan di negara ini yang menitikberatkan pada hasil? If you get lower than 4.25, then you’re stupid. If you’re stupid then stop going to school cause you got no future. Is that what you want to say? How can you make such high standard like Japan if you know the quality of schools here? Are you blind??? Please someone in Depdiknas, give me an answer… How could you make such a policy when you know your own system is not ready yet? Why are you too proud, too arrogant to admit that the UN system is not effective at all? How could you have such a cold heart, insisting on your system while hundreds of students jatuh bergelimpangan akibat kekerasan hatimu? Apakah begitu sulitnya membatalkan kebijakanmu hanya karena malu karena kebijakan itu terlanjur diberlakukan? Tell me the truth, apakah murid-murid di bangsa ini bisa langsung pintar dengan adanya UN? Apakah hasil akhir begitu berharganya di jaman sekarang ini ??? Bukankah dengan demikian bapak ibu mengajarkan shortcut, jalan pintas demi hasil semata? Generasi macam apa yang bapak ibu ingin lahirkan dengan sistem shortcut ini? Bagaimana dengan konsep pendidikan moral, budi pekerti, kejujuran, integritas, usaha keras, karakter, penghargaan bakat/talenta yang jauh lebih berharga bagi masa depan mereka dibanding sekedar bisa lewat angka 5 di UN?

Duh, saya bener-bener ga tau mau ngomong apa lagi. Saya ga tau mesti gimana lagi, mesti berbuat apa lagi. Saya cuma mantan guru bahasa inggris for the past 12 wonderful years. I’m no longer a teacher but saya bener-bener gerah sama semrawutnya sistem pendidikan di negara ini. Para petinggi di dunia pendidikan kita seakan-akan ingin menunjukkan bahwa di masa kepemimpinannya mereka berhasil menaikkan standar ”kepintaran” anak-anak Indonesia. Padahal semuanya semu. Semuanya hanya mengejar hasil akhir. Semuanya mengejar statistik semata agar tampak bagus di laporan. Begitu terengah-engahnya anak murid jaman sekarang mengejar nilai hingga mereka lupa untuk apa mereka belajar. Belajar menjadi sesuatu yang hanya mengejar angka. Bukan agar pintar. Bukan agar cerdas, bisa menganalisis, bisa memakai logika, bisa menyimpulkan sebab akibat, yang merupakan esensi belajar itu sendiri. Anak-anak harus tahu mengapa mereka bisa menjawab sesuatu sebagai A misalnya, dan bukan B, karena mereka mengerti teorinya, bisa menganalisanya, dan mengambil kesimpulan atasnya. Tapi kenyataannya? Sekarang yang mereka tahu jawabannya A dan bukan B adalah karena mereka menghafalnya. Bukan karena mereka mengerti, but because they are being told to do so. Mereka jadi mesin-mesin penghafal mati yang tidak bisa reasoning, tidak bisa analyzing, let alone explaining to others…

Rasanya frustasi banget ngeliat sistem pendidikan di negara ini. Mo dibawa kemana anak-anak jaman sekarang ini? Rasanya semua udah dicuci otaknya bahwa hasil akhir lah yang terpenting, bukan prosesnya. Akibatnya akan sangat mengerikan: lahirlah generasi yang hanya mau peduli dengan nilai akhir. Peduli amat sekolah cape-cape tiap hari, toh yang menentukan juga cuma 2 hari ujian akhir aja. Mo bolos tiap hari juga ga ngaruh lah, yang penting dateng ujian, tau jawaban, lewat nilai minimal, lulus. Tapi mereka lupa bagaimana mereka keluar akan menentukan bagaimana mereka masuk.

Jika mereka keluar dari sekolah dengan pola pikir seperti itu, bagaimana nanti mereka masuk dunia kerja sebagai orang dewasa? Bawa angka-angka ujian semu, yang penting keterima dulu. Udah masuk kerja, peduli amat sama integritas, kejujuran, yang penting hasil akhir: duit banyak, mobil keren, rumah mentereng. Yang mereka pikirin adalah: hasil akhir, hasil akhir, hasil akhir. Toh orang ga akan peduli apakah mereka jujur apa engga. Yang mereka tau: people respect them with the final results, not the process behind the results…

Betapa menyedihkannya harus membayangkan kalau seperti ini jadinya. So, jangan pernah salahkan koruptor-koruptor yang semakin merajalela tanpa rasa malu lagi. Siapa yang menjadikan mereka seperti itu? Kita sendiri. Kita sendiri yang selalu mengagungkan hasil akhir tanpa mau tau gimana mereka mendapatkannya. Kita sendiri yang memupuknya dengan menganggap bahwa mereka yang kaya adalah mereka yang berhasil. Sikap kita sendiri yang membuat praktek seperti itu makin subur. So, jangan pernah menyalahkan orang lain as if we’re holy holy holy, never guilty. Cek dulu diri kita. Apakah kita lebih menghormati orang yang bermobil mewah dibanding yang naik ojek misalnya? Apakah kita lebih melayani orang yang berpenampilan rapi dibanding yang lusuh? Apakah kita lebih membanggakan anak kita yang dapet 9 dibanding yang dapet 6 misalnya? Apakah kita pernah berusaha tau betapa kerasnya usaha sang anak yang harus belajar berhari-hari dulu sampe bisa dapet 6?

Gue jadi makin sadar bahwa ada something that is really wrong with the mentality in this country. Kita terlalu mengagungkan apa yang kelihatan dibanding yang tidak kelihatan. No wonder corruption semakin bersimaharajalela. Semua yang wow pasti memukau. Padahal yang memukau itu ga jelas darimana asalnya. Dan kita akan terus terpukau seperti itu sampai suatu saat orang tersebut ditangkap KPK. Serta merta semua orang akan langsung sahut-menyahut memberi julukan-julukan yang intinya mencaci. Sebenernya kalo mau dirunut ujung pangkalnya, koruptor tidak lahir dalam sehari. Itu orang ga lahir langsung pengen korupsi. Engga, engga seperti itu. Waktu lahir pasti dia jujur. Tapi semakin dia besar, masuk sekolah, dia mulai belajar nilai-nilai tertentu yang sayangnya salah. Kalo dapet 9 orangtua bangga, padahal hasil nyontek. Bisa bikin PR bagus, guru muji-muji, padahal boleh nyalin kelas sebelah. Masuk universitas favorit, keluarga besar bangga, padahal papinya cari kenalan sana sini yang bisa dapet jatah/fasilitas. Masuk kerja, egois abis-abisan, yang penting dapet duit banyak biar calon mertua terpukau. Gesek kartu kredit, hutang sana-sini, yang penting pesta perkawinan megah biar dilihat semua sodara udah jadi orang berhasil. Istri harus penampilannya gemerincing emas berlian di atas yang lain, biar semua orang tau suaminya orang sukses. Punya anak, set up the same standard, and the list goes on and on and on…

So, what should we do now? May be not much karena kita just an ordinary citizen. Tapi kita-kita yang ordinary people ini extraordinary di mata Tuhan. Kita lahir di Indonesia ini bukan cuma sekedar menuh-menuhin bumi Indonesia aja. Tuhan punya assignment buat masing-masing kita. Kita punya special mission yang Tuhan taruh di hati kita masing-masing. Kita punya chance, punya kesempatan untuk touch the lives of people around us. Cobalah untuk lebih menghargai proses dibanding hasil. Kenapa? Karena Tuhan kitapun lebih tertarik sama proses perubahan karakter kita. Karakter lebih berharga daripada kekayaan. Karakter lebih berharga daripada bakat/talenta. Why? Karena jika kita udah sampai di posisi puncak/level atas, karakter lah yang menguji kita apakah memang kita layak di sana. Bukan bakat kita, bukan kepintaran kita, bukan kekayaan kita.

That’s why mulai sekarang, kita harus coba untuk melihat sesuatu bukan dari luarnya aja. Tapi coba lihat proses dan usaha keras untuk sampai di sana. Kalo kamu guru, jangan hanya memuji mereka yang dapet nilai paling tinggi, tapi coba juga puji usaha mereka-mereka yang bisa benerin nilai merah jadi biru misalnya. Anak pinter dah biasa nerima pujian, tapi cobalah puji mereka yang ga pernah dapet pujian, karena mereka sangat membutuhkannya. Kalo kamu pimpinan, cobalah menghargai staf kamu yang walk an extra mile. Jangan hanya lihat mereka sebagai support yang harus bantu kamu mencapai target yang kamu inginkan. Cobalah lihat kelebihan mereka dibanding yang lain, and you’ll be grateful about it. Kalo kamu masih staf, jangan menuntut bos kamu always know everything, can always decide everything. Cobalah menghargai dia sebagai seorang manusia biasa yang kadang-kadang lelah, stress, ga sabaran, ga percaya diri, butuh kata-kata dukungan, bingung ambil keputusan, dll. Hargai setiap perubahan positif di dirinya dan pujilah dia untuk itu. In short, kita harus bisa nunjukin ke semua orang di sekitar kita bahwa kita set up a different standard. Our standard is not the same as the world’s. Dunia boleh menghargai hasil akhir, tapi kita sebagai anak Tuhan, lebih menghargai integritas dan kejujuran karena buat Tuhan kita, karakter adalah segalanya…

Thanks ya friends udah baca blog saya ini. Saya yakin kamu dateng di blog ini bukan kebetulan. Saya percaya kamu pun punya passion yang sama. Kamu juga pengen ada perubahan di bangsa kita ini. Kamu juga rindu bisa touching the lives of others, as the agent of change in this country… Jangan pernah nyerah ya friends… Tetap terus jaga integritas kamu… Jangan pernah kompromi dengan standar firman Tuhan, terus lift up the standard… Mari kita sama-sama berusaha bikin perubahan di sekitar kita, bawa dampak buat sekeliling kita, sampai kita lihat jiwa-jiwa diubahkan, kehidupan dipulihkan… Kita ubah atmosfir di sekeliling kita, sampai bumi Indonesia penuh kemuliaanNya… Amin.

February 17, 2008

in the name of the law

Filed under: mengasihiMu

In case u wanna know gue mo nulis apa kali ini, ini nih topiknya …. Tinjauan sosio-yuridis terhadap hukum bangsa Israel (suatu studi historis komparatif antara hukum Israel dan hukum Indonesia) Wakakak panjang bener yah :) Judul blog kok kaya judul paper, untung gue ga pake NIM gue disini hihihi

Gini loh friends, alasannya kenapa gue pengen banget nulis hal ini cuma satu hal. Gue pengen share apa yang gue dapet setelah sekian lama bergulat melawan ketidaksukaan gue sama kitab Imamat. Tau Imamat kan? Entah kenapa yah dari dulu gue kurang suka baca Imamat. Untuk tahun ini, gue nyampe round 8 in Bible reading. Artinya dah 7 kali selesai baca Kejadian ampe Wahyu, dan tahun ini round 8 ulang lagi Kejadian ampe Wahyu. Pas Kejadian sih seru ada penciptaan plus all-time favorite Yusuf, Keluaran juga seru ada Musa segala, tapi pas masuk Imamat, duuuu…h rada2 boring deh. Kalimat-kalimat ajaib kaya “Janganlah engkau masak anak kambing dalam susu induknya…” itu kok kaya’nya ga ada relevansinya banget sih sama hidup gue???

So, dari tahun ke tahun, gue selalu jadi males saat teduh kalo dah nyampe di Imamat. Pengennya langsung buru-buru baca aja biar cepet selesai dan bisa pindah ke kitab selanjutnya. Emang sih gue bisa aja langsung loncatin bagian yang ga suka itu, tapi rasanya susah buat gue. Soalnya gue tuh orangnya teratur, sistematis dan prosedural. Jadi dari tahun ke tahun gue ngikutin prosedur mulai Kejadian, Keluaran, Imamat dst sesuai urutan dari halaman pertama sampe halaman terakhir. Gue yang prosedural abis ini paling ga suka ada bagian yang longkap-longkap, bagian kosong, bagian yang missing, etc. Call me weird, but I always follow procedures and I like procedures Bahkan footnotes-pun gue baca hihihi

Sampai malem ini gue baca Imamat 19 di KJV. Gue bener-bener terpana sama “sistematisasi” nya yang ga sistematis sama sekali ini. Semuanya campur aduk aje. Bayangin, hukum tentang witchcraft (ramalan) langsung diikutin sama improper haircuts (mencukur tepi rambut berkeliling), trus tiba-tiba ngomongin tato (merajah kulit), eh tau-tau ngomongin hukum yang menentang making your daughter into a prostitute (perempuan sundal). Hah?

Buat gue yang lagi ngambil S2 hukum, undang-undang bangsa Israel bener-bener ajaib. Pertama, undang-undang bangsa Israel jumlahnya kurang lebih cuma 600-an dalam Keluaran+Imamat+Bilangan+Ulangan. Coba bandingin sama banyaknya UU di Indonesia. Kedua, undang-undang mereka itu simple. Karena simplicity-nya itu, ga perlu masuk FH dulu biar ngerti UU-nya mereka. Ketiga, ini yang paling amazing, ga ada particular order. Suka-suka aja ga pake pasal ayat dsb dsb. Bandingin sama, misalnya BW atau Burgerlijke Wetboek alias KUHPerdata yang dibagi dalam empat buku (perihal orang, benda, perikatan, dan pembuktian & lewat waktu).

Sepertinya hukum-hukum yang tercantum dalam Perjanjian Lama ini punya ciri khusus. Cirinya: kehidupan mereka ga dianalisis dalam komponen-komponen yang terpisah, tapi dipandang sebagai satu kesatuan. Artinya, buat bangsa Israel, ga ada tuh yang namanya pemisahan antara gereja dan Negara. Tiap aspek kehidupan – politik, keluarga, makanan, ekonomi – semuanya berhubungan dengan Tuhan. Bahkan 10 Perintah Allah pun mencakup perintah mengenai hubungan dengan Tuhan, dan juga hubungan dengan sesama. Dua-duanya jadi tidak terpisahkan.

Makin gue pelajarin hukum-hukum di Imamat ini, makin kebuka mata gue bahwa hukum ini pun sangat sangat sangat mempengaruhi hukum di negara-negara modern sampe skarang ini. Misalnya:

1. Manusia lebih penting dari property.
Misalnya, ga pernah ada hukuman mati untuk kejahatan terhadap property. Dan juga, budak dianggap sebagai manusia, bukan harta milik.

2. Tidak ada kelompok/kelas dalam sistem hukum mereka
Di Israel, semua orang sama di hadapan hukum. Equality before the law. Bahkan orang asingpun punya hak-hak yang jelas ketentuannya. Bandingin sama BW jaman Belanda kita yang masih membedakan golongan Eropa, Timur Asing, dan pribumi/bumiputera. Please deh… hare geneeee ???

3. Sanksi sesuai dengan perbuatan
Buat bangsa Israel jaman itu: eye for an eye (Im 24:20). Untuk membatasi balas dendam. Tapi itu jaman Perjanjian Lama. Setelah karya penebusan Yesus di kayu salib, ga ada lagi eye for an eye. Yang ada hukum kasih. Ampuni, ampuni, dan ampuni… Bagian pembalasan itu bukan bagian kita, pembalasan itu hak-Nya Tuhan…

4. Perzinahan mendapat hukuman keras
Bandingin sama di negara kita yang kaya’nya ga terlalu peduli whether you slept with your neighbor’s wife

5. Pihak yang lemah dan miskin memperoleh perlindungan
Ada ketentuan khusus yang melindungi hak-hak kaum lemah. Orang kaya harus memberikan jalan bagi mereka agar mereka dapat hidup, misalnya ” sisa-sisa buah anggurmu janganlah kaupetik untuk kedua kalinya dan buah yang berjatuhan di kebun anggurmu janganlah kaupungut, tetapi semuanya itu harus kautinggalkan bagi orang miskin dan bagi orang asing” (Im 19:10)

6. Sikap, dan juga tindakan, punya arti penting.
Hukum ”kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Im 19:18) mengandung arti bahwa mematuhi undang-undang tertulis aja ga cukup. Kenapa? Karena hukum ini tujuannya untuk membangun hubungan dengan sesama dengan dasar kasih.

Pas baca semua itu gue jadi inget sama kuliah kemaren, pas Sabtu kemaren sore. Pas mata kuliahnya Sejarah Hukum, dan temen gue lagi presentasi tentang Hukum dan Agama Kristen. Temen gue yang laen nanya apakah ada contoh negara di dunia ini yang menerapkan semacam ”syariat” Kristen. Yang lagi presentasi ini – Kristen yang udah lahir baru – menjawab bahwa kekristenan tidak mengajarkan do this do that dalam kehidupan bernegara. Yang penting adalah pemerintahan manapun berasal dari Allah dan kita sebagai warga negara wajib mematuhi hukum negara dan tunduk pada otoritas. Tapi yang terpenting dari semuanya adalah hukum kasih. Karena kalo kita punya kasih, kita ga akan melakukan tindakan apapun yang menyakiti orang lain, bahkan jika tidak ada satupun peraturan tertulis yang dibuat mengenainya. Tapi kalo kita ga punya kasih, mau ditulis peraturan sekeras dan sebanyak apapun, tetap aja akan ada pelanggaran dan saling menyakiti sesama.

Bahkan jika orang lain menghina Tuhan Yesus Kristus pun, kita ga akan marah. Kita malah justru berdoa buat dia supaya Tuhan mengampuni orang itu karena dia tidak tahu apa yang dia perbuat. Kenapa bisa gitu? Karena Tuhan kita ga perlu dibela. Ga perlu kita bentuk Front Pembela Yesus karena Tuhan Yesus kita terlalu besar untuk dibela. Kalo sampe kita merasa perlu membela Yesus, artinya kita mengecilkan keTuhanan Yesus. Masa sih manusia membela penciptanya? Artinya kan Tuhan itu terlalu lemah makanya perlu kita untuk membela Dia. Engga, lah… Engga seperti itu. Jadi kalo ada begitu banyak orang yang menghina Yesus, atau menghina kita sebagai pengikut Kristus, ga bakalan deh kita bawa mereka ke pengadilan. “Pembalasan adalah hak-KU” begitu kata Tuhan Yesus. Bagian kita sebagai pengikut Kristus adalah mendoakan mereka dengan penuh kasih agar mata hati mereka terbuka. Jadi pada dasarnya the so-called law in Christianity itu semuanya berdasar hukum kasih. Jadi kalo mau dilihat lebih mendalam, hukum kasih itu menyangkut semua aspek kehidupan manusia.

Sekarang gue pelan-pelan mulai ngerti kenapa Tuhan suruh gue ambil hukum. Selama 6 bulan ini gue terus bertanya-tanya apa sih manfaatnya ilmu hukum yang gue pelajari sekarang ini sama hidup gue. Soalnya pelajarannya ga ada hubungannya sama sekali sama kerjaan gue di kantor, apalagi kehidupan gue sehari-hari. Gue sempet ragu bener ga sih gue mesti ambil semua SKS ini yang keliatannya sama sekali ga penting dan ga ada relevansinya – with the real life.

Tapi pelan-pelan Tuhan mulai bukain satu demi satu lewat kejadian yang gue alamin day by day. Semuanya mengarah ke pemahaman betapa besarnya Tuhan kita. Betapa tinggi rancanganNya. Betapa dalam hikmatNya. Dan semuanya itu makin membuat gue menyadari betapa kecilnya diri gue. Betapa ceteknya pikiran gue dibanding hikmatNya. Betapa sombongnya gue menganggap kitab Imamat itu ga penting buat dibaca… Betapa angkuhnya gue berpikir bahwa semua Perjanjian Lama itu ga ada artinya lagi buat kita yang hidup di jaman anugerah…

Membuat saya tertempelak untuk merendah di hadapanNya… dan menyadari betapa saya harusnya bersyukur bahwa ada darah Yesus yang tertumpah untuk menebus saya… sebagai atonement… sebagai pendamaian… sebagai pembayaran… atas semua kesalahan dan pelanggaran yang saya lakukan…

Karena ada Yesus sebagai pembela saya… as my Lawyer… di hadapan Allah Bapa Hakim yang adil… di hadapan iblis sebagai pendakwa yang sangat membenci saya… yang berusaha dengan segala macam cara agar saya masuk ke dalam hukuman kekal… Tapi semua senjatanya tidak akan pernah berhasil menempa saya… Hanya karena satu Nama yang berkuasa… Nama Yesus yang berkuasa…

*thank you Jesus for being my Lawyer… No fees can ever pay for what You’ve done for me…*

February 4, 2008

I’m attracted to you…

Filed under: LSD

I’m attracted to you…

Girls, how do you feel if Someone so adorable says He’s attracted to you …???
Sebelum dijawab panjang lebar, coba perhatikan baik-baik capitalization kalimat di atas. Harap perhatikan bahwa S dan H dalam Someone dan Him itu bentuknya capital letters. Got it? Bisa tebak kemana arahnya posting-an ini?

Yap. Betul sekali. Someone who says “I’m attracted to you” itu Tuhan Yesus kita…

Pasti kamu nanya kenapa tiba-tiba gue nulis dengan topic attract meng-attract ini. Girls, topik beginian nih walopun keliatannya sepele tapi penting banget buat jaga diri kita sebagai cewe-cewe single. Tau ga napa?

Gini loh, kamu pasti ngerasa ada banyak perubahan yang terjadi pada kamu begitu kamu bertobat, lahir baru dan terima Kristus. Begitu kita penuh dengan Roh Kudus, di samping perubahan-perubahan batiniah yang terjadi, ada banyak juga perubahan lahiriah yang terjadi, either you realize it or not…

Pertama, makin lama wajah kita makin bersinar. Bukan karena pake produk pemutih wajah merk ini itu, sama sekali engga *awas merkuri –Red*. Tapi sebagai anak Tuhan yang penuh terang kemuliaan-Nya, ada sebagian kharisma Kristus yang terpancar dari wajah kita. Orang-orang akan looking at our faces intently dan bertanya ada apa di muka kita karena terus menerus bercahaya dan bersinar *they don’t know it comes from within: joy of the Lord, peace from Holy Spirit, freedom from bondage* Begitu kamu lahir baru pasti kamu pernah ngalamin ditanyain gini. Kalo bahasanya temen2 sih biasanya nanya kenapa muka gue bisa kelihatan mengkilap hehehe. Mereka bener-bener curious dengan produk pembersih wajah apa yang gue pake (which is actually cuma sabun biasa yang harganya ga nyampe ceban:) Dan besoknya mereka langsung beli dan pake waktu ketemu mereka di toilet. Hehehe sabun itu mesti bayar gue tuh buat promosi gratis…

Kedua, makin banyak cowo yang entah terang-terangan atau diem-diem jadi suka ngeliatin kita. Mereka jadi suka atau berusaha deket-deket kita. Bukan karena kita cakep seksi atau sebangsanya, tapi karena mereka ngerasa nyaman deket kita. Sebenernya sih ga masalah buat kita kalo banyak yang pengen deket-deket kita, ya kan? Itung-itung membagikan damai sejahtera Kristus buat sekeliling lah… Tapi yang repotnya kalo gara-gara kita mereka jadi berantem berebutan pengen deket kita (entah di staff room di kantor, di kursi kelas, etc). Dan begitu kita beranjak ninggalin tempat itu, mereka akan bilang ”fading like a flower” karena hilanglah rasa damai as soon as we leave the room. Inget kan cerita Saul? Roh Saul selalu merasa nyaman deket Daud dan petikan kecapinya. Kenapa? Karena roh-roh jahat yang ada dalam diri Saul langsung letoy bin lemes begitu ngadepin Roh Kudus yang diam dalam diri Daud. Roh Kudus yang membawa damai itu punya kekuatan dengan radius tertentu yang sanggup melumpuhkan seluruh kuasa gelap yang berada dalam wilayah/radiusnya. Tapi begitu Saul menjauh dari Daud, roh-roh jahat itu kembali punya kekuatan untuk berontak, makanya Saul kembali dikuasai roh jahat dan berubah jadi benci dan pengen bunuh Daud. Mungkin inilah dasar Alkitab dibalik teori kepribadian ganda atau schizophrenic *bener ga sih ini spelling-nya*

Ketiga, sebagai anak Tuhan yang punya anointing, kita akan menjadi desirable but untouchable. Most of them akan komentar seperti ini tentang kita “Emmm, suka sih sama dia, tapi kok ga bisa deketin ya…”

Kenapa? Alasan pertama: karena tubuh kita ini ditutup bungkus oleh darah Yesus. Akibatnya ada “selubung” yang melindungi kita kemanapun kita pergi.

Alasan kedua: the woman’s heart is so hidden behind God’s heart that a man must find God’s to find hers. Terjemahan bebasnya, hati perempuan kita begitu tersembunyi di balik hatiNya Tuhan hingga pria harus menemukan hatiNya Tuhan dulu, baru kemudian dia bisa mendapatkan hatinya kita *kenapa jadi panjang banget gini terjemahannya hihihi* Maksudnya, ga sembarang cowo bisa masuk ke hati kita. Mereka mesti ngerti hatiNya Tuhan dulu baru mereka bisa ngerti hati kita. Kenapa? Karena hati kita udah jadi milikNya Tuhan, begituuuu….

Alasan ketiga, kita ini termasuk tipe cewe expensive. Remember, expensive! How expensive? As expensive as Jesus’ blood… Inget, diri kita ini begitu amat sangat very expensive sampai-sampai Yesus harus mati di kayu salib untuk “membayar” harganya kamu… Ada darah Yesus yang harus tertumpah demi menebus diri kamu… Now you realize how expensive you are? So, kamu ga boleh sembarangan kasih diri kamu/hati kamu/ tubuh kamu untuk cowo manapun juga…

Walopun untouchable, tapi kita tetep desirable karena ada anointing yang turun atas kita. But, anointing attracts bugs, begitu kata Benny Hinn. Maksudnya? Anointing/urapan itu terus “menyemir” kita dari hari-hari sehingga kita akan menjadi begitu shining, persis lampu terang yang attract bugs. Tapi hati-hati, kita ga bisa membatasi what kind of bugs yang akan datang ke kita, termasuk hot passionate bugs yang dateng tanpa diundang… Maksudnya? Bukan karena kita anak Tuhan trus yang tertarik ke kita itu pasti cowo-cowo anak Tuhan yang baek-baek, eits jangan salah. Anointing itu juga akan menarik cowo-cowo laen yang bukan anak Tuhan. So, sebagai cewe, kita mesti bener-bener jaga diri. Bukan semua cowo yang attracted to us itu “berasal dari Tuhan”. Kita harus tau yang mana hot passionate bugs yang harus kita hindari. Menghindari bukan berarti menyakiti loh. Tapi menghindari-nya dengan cara yang penuh dignity ya, dengan kasih. Kan kita anak Tuhan, jadi caranya harus sopan, jangan galak-galak… Kamu ga mau kan dikejer-kejer cowo mirip Saul yang ngejer-ngejer Daud pake tombak siap terhunus hehehe

Masih banyak lagi tanda-tanda lahiriah yang bisa dicontohin di sini, tapi dipilih tiga aja biar ga kepanjangan. Kamu sendiri pasti tau deh. But the point is, the more we (as girls) are attracted to God, the more men are attracted to us. Akibatnya? Kita bisa dibikin bingung sama mereka. Bingung pertama mungkin gimana caranya menghindari mereka yang pengen kita hindari (kategori hot passionate bugs). Bingung kedua mungkin gimana cara menyeleksi mereka yang “kelihatannya” baek (kategori anak Tuhan). Bingung ketiga mungkin milih which one is the one (kategori the one and only). Dan kalo kita masih di tahap kedua (tahap seleksi), bisa-bisa kita jadi bangga dan berkata dalam hati “Eh, he’s attracted to me…”

Be careful, girls. Kalo kita ga hati-hati di tahap ini, bisa-bisa kita jatuh dalam dosa kesombongan loh. Bisa-bisa kita jadi bangga sendiri dan menyombongkan diri dalem hati (cuma) gara-gara ada cowo, anak Tuhan yang baek, ganteng, pinter, dll attracted to us. Kalo kita udah sombong gini, berarti kita udah lupa sama Tuhan loh… Kenapa? Karena kalo gue nganggep diri gue keren karena he is attracted to me, berarti gue udah meletakkan posisi cowo itu di atas posisi Tuhan…

Ayo, mana yang lebih keren? God is attracted to me atau he’s attracted to me? Bukankah lebih penting God is attracted to me? Karena Sang Pencipta langit bumi beserta isinya itu attracted to me, turns His eyes on me, whistles on me… And He thinks I’m attractive… The God of all universe thinks I’m attractive…Isn’t it sooooo flattering? Much more flattering than any flowers/chocolate/gifts/romantic eyes from the most adorable man on earth?

Girls, please understand kalo ini bukan artinya kamu ga boleh pacaran with the adorable one itu. No, no, no, that’s not what I’m saying. Maksudnya adalah, jangan sampe kamu lupa diri dan terlena dengan semuanya itu. Jangan sampe kamu meletakkan mereka pada porsi dan posisi yang salah. Jangan sampe kebahagiaan ”attraction” dari satu cowo ganteng mengalahkan kebahagiaan ”attraction” dari kekasih hatimu yang sejati – Tuhan Yesus.

Buat apa semua cowo attracted to you but God isn’t attracted to you anymore karena hati kamu sudah beralih dariNya? Isn’t it a big disaster? Bukankah lebih penting – dan lebih indah – jika God is attracted to you, and you’re attracted to Him, with all your heart, more than anything else in this world ??? Ada kasih yang begitu dalam antara kamu dan Dia… Kasih yang ga bisa diungkapkan dengan kata-kata indah, ga bisa dibandingkan dengan apapun juga, ga mau kamu tukarkan dengan apapun juga… Kasih yang hanya bisa dirasakan oleh kamu dan Dia… Yang begitu hangat, begitu hangat mengalir di hati kamu, lebih hangat dari apapun juga…

And makes you realize, no man on earth can give what Jesus can give to you… KehangatanNya, kasihNya, perhatianNya, kesetiaanNya, waktuNya, hatiNya, mataNya… hanya untuk kamu…

Jesus thinks you’re beautiful, so beautiful, so precious, more precious than His life… that He is willing to die for you… Is there any man on earth willing to die for you? Is there any ???

My God and King
To You alone I sing
For the things I see
For all eternity

My God and King
Through the storm I sing
Covered by Your wings
This song of love I bring

You’ll be my dream come true
Just to be with You
How I see brand new
With eyes for only You

I have eyes for only You

*to Jesus, my true love… This song of love is only for You…*

December 28, 2007

What’s your priority?

Filed under: kerja kerja kerja

“What’s your priority…?”

Friends, pernah ga kamu ditanyain what’s your number one priority in your life? Someone did. Someone asked me that question a few weeks ago. And He’s God.

Ceritanya gini. Waktu itu hari Selasa. Jadual hari itu bentrok semua ga karu-karuan. Pertama, ada ujian di kampus jam 6 ampe 7.30 di salemba. Kedua, mesti dateng cell jam 7 malem di gading. Ketiga, dan yang paling ribet, ada banyak kerjaan di kantor padahal boss gue lagi meeting seminggu di luar negeri. Kalo boss gue ga ada di kantor, gue bener-bener butek. Ga ada tempat bertanya (soalnya confidential). Masalahnya, semua kerjaan dia mesti gue yang handle. Mateng deh gue, padahal kerjaan boss gue itu susah sekali…Dan, kalo ada apa-apa, boss-nya boss gue langsung tanya-tanya ke gue. Haiyaaa…

Karena hari itu gue buru-buru (sekaligus bingung mau pilih mana: ke kampus atau ke cell), plus ga ada boss tempat bertanya, akhirnya gue kerjain semua sendirian dengan kekuatan gue sendiri. Dan karena pusing kerja sendirian, akhirnya waktu gue tersita di kantor dan sama sekali ga bisa ikut ujian plus ga ikut cell…

Dan kerja sendirian itu resiko-nya besar. Kerjaan gue ga ada yang kontrol, ga ada yang ngecek dulu, tapi mesti langsung diserahin ke boss-nya boss. Dan akibatnya: ada kesalahan gue yang kelewat…

Pas gue nyadar, gue buru-buru ngaku. Dan akibatnya boss-nya boss itu marah-marah sama gue, dengan suaranya yang tinggi melengking. Dia bilang gini “Kerja ga bener! Loe kerja apa ngelamun? Loe ngerti ga sih apa yang mesti loe kerjain? Blah blah blah…” Honestly, kata-katanya dia tuh bener-bener nyakitin. Dalam hati gue pengen protes. “Udah bagus gue bantuin. Ini kan kerjaan boss gue. Wajar dong kalo staff-nya salah-salah dikit. Lagian juga sapa suruh cuma assign 2 orang di tim ini. Di negara lain tuh untuk tim beginian minimal ada 6 orang! Dan 6 orang-nya mereka itu bener-bener fully dedicated 100% khusus untuk kerja itu aja. Soalnya ini kan kerjaan rumit, confidential lagi. Ga bisa nanya-nanya sembarangan ke orang laen. Lah di Indonesia? Cuma ada 2 orang: gue dan boss gue. Udah gitu boss gue juga cuma bisa 50% dedicated ke tim ini karena dia sendiri masih punya responsibility lain yang ga kalah beratnya. Dan gue juga mesti bagi waktu 50% bantuin tim audit. Cuma ngandelin 2 orang aja mana bisa. Dengan kondisi tim kaya’ gini, you expect a perfect work from me??? From us??? Yang bener aja dong! Ga adil!” Rasanya gue pengen bales ngomong gitu ke boss gue, tapi gue tahan aja semuanya karena gue tau gue yang salah.

Lagian kalo gue berusaha bela diri juga percuma. Udah jelas gue yang salah kok. Dan gue juga tau gue mesti belajar bertanggung jawab atas tanggung jawab pekerjaan gue. Kalo gue bales ngejawab, berarti gue ga berani tanggung jawab dong…

Dan abis dimarah-marahin gitu, gue malah jadi marah-marah sama Tuhan. Gue bilang ama Tuhan “Tuhan, ga adil! Kenapa kerjaan saya susah banget? Kenapa tanggung jawab-nya gede banget? Padahal saya kan cuma administrative support di sini, dengan gaji seorang admin, tapi kenapa saya mesti dikasih kerjaan yang rumitnya kaya auditor? Sementara temen-temen saya yang sama-sama admin kerjaannya ringan banget. What about me? Mesti ngurusin quality, risk, legal, claims, independence, compliance, conflicts… Pusing! Belom lagi maintenance buat system, termasuk database-nya. Gile aje semua spesialisasi tumplek blek jadi satu payung di sini. Tuhan kan tau betapa tebelnya dokumen yang mesti saya baca tiap hari demi untuk catch up… Udah gitu kuliah lagi. Eh udah ambil S2, trus Tuhan minta saya committed di cell. Gimana mau komit di cell kalo kerja+kuliah aja saya udah mo keabisan napas? Apa lagi, Tuhan? Kurang apa lagi? Kurang apa lagiiiiiiiiiii…….????”

Gue bener-bener lampiasin semua keluhan gue saat itu. Dan setelah cape marah-marah sendiri sama Tuhan, akhirnya gue diem. Dan setelah itu dengan lembut Tuhan cuma tanyain satu hal ”What’s your priority?”

Deg! Gue kesentak. “What’s your priority?” Iya ya, what’s my priority? Kalo gue bilang my first priority is Jesus, gue tau gue boong. Yang sebenernya sih ME and JESUS. Jadi ME yang nomor satu, baru JESUS. Trus ditanya lagi “ME itu apa aja?” Gue pikir-pikir, dalam ME itu yang ada yah MY job, MY study, MY ini, MY itu dan lain-lainya. Biasanya my job nomor satu, serius kerja, cuekin dulu telpon or sms dari temen-temen cell. Pokoknya my job kelar dulu, baru ikut kuliah. Kalo kuliah dah selesai, baru dateng ke cell. Pokoknya dateng cell kalo sempet aja. Kalo ada waktu aja. Kalo ga ada waktu ya ga dateng…Pokoknya it’s’ all about me me and me dulu deh, yang laen menyusul…

Dan kemudian dengan lembut gue dituntun untuk belajar satu hal. Roh Kudus tiba-tiba gue diingetin sama satu lagu sekolah minggu, judulnya JOY. Artinya Jesus, Others and You. JOY: Jesus-Others-You. Dengan satu kata ini JOY, gue diajarin beginilah seharusnya prioritas hidup gue sebagai anak Tuhan. Yang pertama JESUS. Yang kedua OTHERS (sesama). Yang ketiga YOU (baru diri sendiri).

Dari sini gue belajar satu hal. Tuhan mau ngajarin kalo mengutamakan kantor dibanding cell itu belom tentu bagus hasilnya. Buktinya gue bela-belain lembur, bela-belain ga ikut ujian di kampus, demi untuk nyelesaiin urusan kantor, tapi toh tetep aja ada kesalahan di kerjaan gue. Priority yang gue pilih itu belom tentu priority yang Tuhan mau.

Pelan-pelan Roh Kudus ajarin gue kalo priority hidup kita tuh seharusnya udah berubah. Tuhan Yesus selamatkan hidup gue bukan cuma supaya gue sekedar selamet doang. Kalo gue dah terima keselamatan, abis itu gue mesti “keluar” dan mencari OTHERS atau sesama gue yang masih terhilang, masih belum menerima anugerah keselamatan dari Tuhan.

Ga bisa mentang-mentang udah ada jaminan masuk sorga trus gue tenang-tenang aja hidup sendiri, just Me and Jesus. Orang laen peduli amat lah, yang penting JUST ME AND JESUS. Engga, ga bisa gitu. Gue mesti letakkin OTHERS sebagai satu prioritas di atas ME, di atas gue sendiri. Dan on top of all, ada JESUS yang akan memampukan gue melakukan semuanya… Melakukan semua tanggung jawab yang Tuhan bebankan pada diri gue, sebagai staff di kantor, sebagai mahasiswa di kampus, sebagai anggota cell, dengan semua komitmen yang menyertainya…

So, sekarang gue belajar untuk switch urutan prioritas gue. Setelah pelajaran dimarahin bos ini, gue jadi belajar banyak hal. Percuma bekerja dengan kekuatan gue sendiri. Hasilnya ga sempurna. Percuma menomorsatukan pekerjaan, kalo hubungan dengan sesama anak Tuhan ditinggalkan. Percuma belajar keras, kalo ga ada hikmat dari Roh Kudus. Percuma berusaha sendirian, kalo Tuhan ga ditempatkan di atas segalanya…

Emang ga gampang ngubah prioritas yang udah tertanam bertaon-taon di kepala gue. Tapi gue mau belajar. Gue mau belajar gimana memenuhi amanat agung sebagai orang Kristen. Gue mau belajar gimana membawa jiwa-jiwa kepada Kristus. Gue mau belajar dari temen-temen cell gue gimana punya hati bagi jiwa-jiwa. Gimana tetap terus berdoa tanpa pernah menyerah bagi jiwa-jiwa di sekeliling gue. Gimana memberi hati dan perhatian bagi mereka yang terhilang, walopun untuk itu gue harus rela keluar waktu, tenaga dan uang… Gue mau belajar gimana mengedepankan keselamatan orang-orang di sekeliling gue, di atas agenda pribadi gue sendiri, tanpa menelantarkan tanggung jawab pekerjaan dan pendidikan yang Tuhan kasih buat gue.

I know it’s not easy, Lord, but I believe You’ll help me…

J = Jesus
O = Others
Y = You

November 19, 2007

feminisme ???

Filed under: personal

Friends, beberapa minggu lalu gue bener-bener pusing. Tau ga napa? Kan semester ini ada yang kuliah Etika, dan dosennya kasih tugas bikin paper per bab. Pas nama gue dibacain, eh tau-taunya gue dapet bab tentang feminisme. Yaiks!!! Mungkin karena waktu itu gue satu2nya cewe yang ada di kelas itu, mangkenye dosennya langsung assign gue bikin paper tentang feminisme.

Aduh pusyiiii…ng. Kenapa juga gue? Kenapa juga mesti feminisme? Perasaan gue kan lagi ngambil jurusan business law, tapi kenapa mesti bikin tugas kaya’ ginian? Au ah gelap…

Setelah macet berhari-hari *karena no idea at all what to write*, akhirnya gue nyerah dan coba bikin pelan-pelan. Tapi susah loh nulis tentang sesuatu yang ga kita tau. Akhirnya gue coba baca sana-sini untuk bikin summary pendapat para feminis. Tapi semakin gue baca, semakin gue tau ini bertentangan sama kebenaran firman Tuhan…

Gue berusaha bersikap akademis dengan berpijak pada dasar ilmu pengetahuan. Tapiiii… sejak gue bertobat, gue selalu mendasarkan semuanya pada Biblical principles. Firman Tuhan itu jadi buku di atas segala buku, firman Tuhan itu udah mendarah daging, jadi part of my being. Tidak bisa tidak. Mau kata ahli ini kek, itu kek, semuanya cuma jadi reference aja kalo ga sejalan sama firman Tuhan. Ibaratnya default atau template, semua pendapat para experts cuma di-copy paste insert delete aja pada satu cetakan master slide (powerpoint sekaleee…:) Maksudnya, master slide dalam otak gue itu ya Biblical principles. So, pendapat para ahli cuma jadi tambahan info aja dalam master slide.

Memang sih belajar banyak ilmu ga salah. Tapi semua ilmu itu seharusnya bukan bikin kita jadi keblinger dan sok pinter, tapi malah harus bikin kita makin rendah hati dan makin menyadari kedalaman hikmatNya Tuhan. Semua ilmu harus tunduk sama kebenaran firman Tuhan…

Soooo, setelah berkutat sekian lama baca referensi ini itu, semua reference itu — sperti biasa– patah sama kebenaran firman Tuhan.

Tapi masalahnya, gue ga tau apa pernah ada mahasiswa sekuler yang pake ayat Alkitab sebagai reference/kutipan sebagai dasarnya dalam satu karya tulis ilmiah. Gue mikir lama banget sampe akhirnya gue memutuskan untuk menyertakan ayat Alkitab itu sebagai reference gue yang final, reference yang gue setujuin sebagai landasan pemikiran gue. Terserah loh dosen nya setuju apa engga, but that’s what I believe as the final truth. Semua teori dari semua ahli boleh ngomong berbeda dengan dasar2 ilmiah yang luar biasa mantapnya, tapi semuanya ga ada yang bisa menandingi kedalaman hikmat firman Tuhan…

Dan inilah kutipan dari bagian akhir paper gue:

Sebagai kesimpulan, penulis berpendapat bahwa etika kepedulian (ethics of care) lahir dari suatu kesadaran penuh yang mengakui wanita memang lebih caring in nature. Hal ini bukanlah sekadar teori ciptaan manusia semata, namun semuanya berawal dari proses penciptaan wanita – untuk apa wanita lahir ke dunia ini. Sesuai dengan firman Tuhan yang menyebutkan wanita adalah penolong yang sepadan bagi pria (TUHAN Allah berfirman: ”Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” – Kej. 2:18)

Seorang penolong pastilah bukan seseorang yang dingin, acuh, tidak pedulian. Seorang penolong pastilah mempunyai empati, belas kasihan, dan kepedulian terhadap sesamanya. Itulah sebabnya etika kepedulian banyak didengungkan oleh kaum wanita. Bukan karena wanita lebih unggul atau superior dalam hal ini, tapi lebih karena ada sifat-sifat alamiah yang ditanamkan dalam hati seorang wanita oleh Tuhan untuk memenuhi panggilannya sebagai seorang ’penolong’.

Tuhan tidak akan meminta kita melakukan sesuatu yang Dia tahu kita tidak mampu melakukannya. Tuhan juga tidak akan memanggil kita menjadi ’penolong’ tanpa terlebih dulu memperlengkapi kita dengan kualitas-kualitas seorang ’penolong’ seperti kepedulian, perhatian, belas kasihan, kemampuan nurturing, dsb.

Hal ini bukan berarti pria tidak diperlengkapi dengan rasa kepedulian. Pria juga mempunyai rasa kepedulian, seperti dibuktikan oleh banyaknya dokter pria yang truly altruist, guru pria yang a teacher by heart, dan masih banyak contoh lainnya. Namun pria tidak dipanggil untuk menjadi ’penolong’, tetapi pria dipanggil untuk menjadi ’kepala’.

Seperti layaknya kepala yang dipenuhi oleh pikiran, maka pria lebih cenderung menggunakan pikirannya daripada hatinya. Hal ini bukan berarti pria lebih unggul atau superior dari wanita, namun di sinilah letak kedalaman dan kedahsyatan rancangan Tuhan. Tuhan mempunyai panggilan yang berbeda untuk pria dan wanita agar mereka dapat saling melengkapi. Sepertinya Tuhan merancangkan bahwa pria menjadi alat untuk mencerminkan PIKIRAN-Nya, dan wanita untuk mencerminkan HATI-Nya. Mana yang lebih unggul? Tidak ada. PIKIRAN membutuhkan HATI untuk menjaga arah langkahnya, dan HATI mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi pikiran.

Karena itu, etika kepedulian adalah salah satu bentuk kelembutan yang dapat mengatasi sisi kosong dari etika keadilan yang menemui jalan buntu untuk menjawab tingkat kekerasan yang semakin brutal saat ini. Ketika etika keadilan gagal menyelesaikan letupan-letupan kekerasan dengan mengajukan pertanyaan pada ada/tidak adanya bukti, maka etika kepedulian menjadi alternatif.

Etika kepedulian memberikan peluang bagi diberikannya kesempatan untuk merubah diri, memulai hidup baru dan memperbaiki kesalahan serta bersama-sama belajar dari kesalahan itu. Dengan ketulusan, akan terjadi sebuah pemulihan hubungan interaksi antara manusia.

Di titik ini, etika kepedulian patut untuk dibangun, dengan memusatkan diri pada saling keterhubungan. Saling mendengarkan. Saling menyampaikan. Saling mempedulikan. Dan inilah insting kewanitaan (maternal) yang menyebabkan wanita seringkali mengambil keputusan yang berbeda dengan pria.

Terakhir, penulis menyimpulkan bahwa bahwa men and women are different, but none is superior than the other. Perbedaan yang ada itu tidaklah membuat wanita lebih inferior dari pria atau sebaliknya. Perbedaan khas wanita ini berhubungan dengan pengalaman, cara dibesarkan di keluarga, dan yang terpenting, panggilan terutama dalam hidup seorang wanita. Panggilan wanita adalah memelihara dan melahirkan kehidupan. Dan nilai-nilai kehidupan – seperti memelihara dan melahirkan kehidupan itu – bukanlah nilai-nilai yang inferior.

Sebaliknya, wanita harus menyadari bahwa cara maskulin yang mengambil keputusan etis berdasarkan prinsip-prinsip etika yang abstrak (yaitu menerapkan satu prinsip umum untuk semua kasus), rasionalitas, ketidakberpihakan, keadilan, dan objektivitas, bukanlah sesuatu yang superior atau bahkan sesuatu yang tidak berperasaan. Sebaliknya, pria juga harus menyadari bahwa cara feminin yang mengambil keputusan berdasarkan particularity (yaitu menerapkan prinsip kasus-demi-kasus, dan bukannya satu prinsip umum untuk semua kasus), kepedulian, dan hubungan, bukanlah sesuatu yang inferior atau lembek atau plin-plan.

Perbedaan ini tidaklah untuk diperdebatkan yang mana lebih superior atau lebih inferior. Perbedaan ini ada sebagaimana adanya, karena memang begitulah adanya. Dengan menyadari perbedaan ini, pria dapat menjadi rambu penuntun bagi wanita untuk dapat mengambil keputusan secara bijaksana tanpa terlalu terhanyut dengan perasaannya dan kepeduliannya terhadap orang lain. Sebaliknya, wanita dapat menjadi rambu pengingat bagi pria untuk mengambil keputusan dengan tidak terlalu kaku berpegang pada prinsipnya sehingga melupakan perasaan dan kepentingan orang lain. Sekali lagi, perbedaan ada untuk saling melengkapi, karena memang kita – pria dan wanita – diciptakan untuk saling melengkapi.

God made the sun, God made the moon
To harmonize a perfect tune
One can’t do without the other
They just have to be together …

-fentybukanfeministapiharusbikinpapertentangfeminisme-

November 12, 2007

ngecat atep

Filed under: mengasihiMu

Friends, hari Minggu kemaren gue seneng banget. Dan gue heran banget kenapa satu hal yang keliatannya simpel banget bisa bikin gue bener-bener rileks…

Tau ga kegiatan itu ngapain? Ngecat atep. Iya bener, atep rumah. Biar dikate gue anak cewe satu-satunya (boru sasada – Red:) bukan berarti gue ga bisa naek atep kan? Sekarang kan era reformasi (loh kok???)

Pas pulang gereja hari Minggu kemaren, ntah kenapa gue kangen ama bokap gue. Rasanya dah lama banget ga ngobrol ama bokap sejak gue mulai sibuk kuliah malem. Praktis senin ampe sabtu gue berangkat pagi n pas sampe rumah bokap dah tidur (kalo dah tua emang tidurnya cepet tapi bangunnya pagi). So, kinda miss him gitu loh…

Pas sampe rumah, gue liat bokap gue lagi ngecat atep. Trus karena panas dia pegang payung tanan kiri dan pegang kuas di tangan kanan. Gue ga tega liat bokap kepanasan gitu. Trus gue pegangin aja payungnya, kemana dia bergerak gue ikutin aja. Lama-lama gue juga pengen bantuin ngecat. Bokap bilang jangan. Nanti tangannya kotor, katanya. Tapi gue sih cuek aja, kalo kena cat kan entar bisa diilangin pake pembersih kuteks gue (looohhh???)

Kita sih ga banyak ngomong waktu itu. Cuma sibuk ngecat bedua aja sampe ga terasa dah sore. Aktivitasnya dikit, ngecat only, dan ngomong nya juga dikit. Asli cuma repetitive action aja tanpa banyak mikir ato pake otak ato pake laptop ato pake research plus analysis. Engga, sama sekali ga. Pikiran gue sama sekali ga lari kemana-mana (mikir kantor, mikir klien, mikir judul thesis, mikir data primer, sekunder, tersier, etc etc) Bener-bener semuanya gue lupain dan cuma fokus ke satu hal doank. Pikiran dan tangan cuma focus on one thing: NGECAT…

Dan herannya abis selesai itu rasanya gue tenaaa…ng banget. Bener-bener fresh. Apalagi pas selesai trus kita pesen siomay dari tukang yang lewat. Sambil makan siomay dan mandangin hasil karya hari itu, gue duduk di samping bokap di atas genteng. Sore-sore, adem, angin sepoi-sepoi, matahari dah mulai turun, duduk diem ga ada kerjaan, ngobrolin remeh temeh yang ga penting, rasanya dunia ini tenang banget… Ga ada bos yang ngejar ini itu, ga ada klien, ga ada reports, ga ada dosen yang ngasih tugas, ga ada tumpukan buku, ga ada ada laptop, ga ada bunyi telpon, aaahhh indahnyaaa…

Gue bersyukur banget bisa ngabisin waktu yang berharga sama bokap. Sebenernya gue pengen bisa lebih sering ngabisin waktu berdua sama dia. Gue pengen buat kenangan indah sama bokap selagi Tuhan masih kasih umur panjang buat papa. Gue ga pengen ada why-didn’t-I-spend-more-time-with-him regrets kalo nanti saatnya tiba papa dipanggil pulang sama Tuhan… Gue pengen treasure everyday I still have with him…

Tapi masalahnya interest kita beda, so susah buat matching-nya. Susah cari aktivitas yang kita berdua bisa sama-sama enjoy. Yang pasti sih bokap gue demen banget nonton bola. So gue berusaha lah untuk masuk ke dunianya dia dengan cara nemenin nonton bola, beli tabloid olahraga, baca sport news di internet, supaya gue ngerti dikit dan bisa nyambung ngobrol ama dia. Hasilnya? Huehehe… diketawain mulu ama bokap. Masa gue ga tau apa bedanya liga champion ama liga eropa hihihi… Yah maklum dong Pa, masa lupa kalo anak Papa ini cewe :)

Tapi gapapa lah gue belajar ”masuk” ke dunianya bokap. At least gue dah tau apa yang dia sukain so gue bisa punya bahan obrolan dan aktivitas bareng.

Begitu juga hubungan kita sama Bapa di surga. Kita, sebagai anakNya, harus berusaha mengenal hati-Nya, mengenal diri-Nya, supaya kita bisa tune-in, bisa berada pada frekuensi yang sama. Gimana mau fokus ngobrol sama Bapa di surga yang kudus kalo pikiran kita masih sibuk sama hal-hal laen? Gimana bisa ”nyambung” sama pikiranNya kalo pikiran kita lari kemana-mana? Gimana bisa ngerti tulisanNya (Firman Tuhan) kalo dibaca aja jarang? Gimana bisa totally and fully connected kalo kita sendiri ga mau usaha untuk me”nyambung”kan diri padaNya???

Maapin saya ya Tuhan saya jarang usaha untuk ”connect” sama Tuhan
Maapin juga ya saya ga mau cari cara supaya bisa ”nyambung” sama Tuhan
Help me to be more interested in You, in my heavenly Father’s Word
As I am trying to be in interested in my earthly father’s words

PS: Walopun sebenernya menurut gue bola tuh ga terlalu interesting apalagi exciting, tapi gue akan tetap berusaha ngerti demi bokap tercinta:) Belajar bola udah, belajar ngecat udah, belajar benerin keran udah, cuma belajar benerin pompa aer yang belon…

Pa, minggu depan kita ngecat lagi yuk? Apa kek gitu kita cat…

October 28, 2007

wasted talents

Filed under: vision and dreams

Friends, gue mo cerita. Gini nih.

Baru-baru ini gue denger ada satu klien yang mencatat nilai asetnya (rig dan sumur minyaknya) hanya sekitar x miliar. Tapi pas aset-nya itu terbakar, perusahaan asuransi ganti kerugiannya jauuu…h lebih besar dari yang di-record. Untuk rig dan sumur minyak nya yang kebakar itu, insurance membayar 7x lipet, dan itupun hanya untuk rig-nya aja! Belom termasuk sumur-nya yang jelas-jelas jauh lebih berharga…

Dari sini gue belajar sesuatu. Kadang-kadang, kita sebagai anak Tuhan, cenderung underestimate sama “value” kita di dunia ini. Kita menganggap diri kita ini hanya senilai x aja, ga lebih ga kurang. Kita melihat diri kita begitu kecilnya sampe-sampe memberi label harga yang begitu rendahnya. Persis seperti perusahaan itu yang mencatat nilai asetnya begitu rendahnya, selama bertaon-taon. Tapi begitu aset-nya itu terbakar, datang perusahaan asuransi, dan eng ing eng… Insurance comes up with such a high price that nobody has ever imagined before. Bahkan nilai penggantian itupun baru untuk rig-nya yang cuma konstruksi pendukung, belom untuk sumur-plus-minyak yang terkandung di dalamnya.

Pasti ada alasan kenapa insurance bisa come up dengan harga setinggi itu. Pasti karena insurance melihat asset itu jauh lebih berharga dari apa yang dilihat perusahaan pemiliknya. Pemilik mungkin menganggap apa yang dimilikinya itu sebagai sesuatu yang “biasa-biasa aja”. Tapi ternyata di mata orang luar, apa yang “biasa-biasa aja” itu adalah sesuatu “yang luar biasa”, sampai-sampai dia berani bayar mahal untuk itu.

Friends, begitu juga dengan kita. Kita sebagai anak Tuhan punya sesuatu luar biasa dalam diri kita. Ada kebesaran Tuhan dalam diri kita. Ada sesuatu yang sangat berharga dalam diri kita. Ada great talents, great potentials ready to explode yang Tuhan taruh dalam kita. Dan iblis tau itu. Dia tau persis kalo masing-masing kita itu ancaman besar buat dia. Iblis itu juga sebenernya (tadinya sebelom jatuh dalam dosa kesombongan) punya great potentials dalam dirinya (bisa nyanyi luar biasa indahnya, amat sangat tampan rupawan). Tapi karena jatuh dalam dosa kesombongan, akibatnya dia jadi wasted talents. Potentials-nya mati, ga bisa dipake. Akibatnya, yang ada cuma broken dreams. So, dia menderita banget karena great potentialsnya ga kepake, dreams-nya harus broken dan mati…

Jadi iblis pengen liat kita ikut menderita seperti dia juga. Dia benci sekali kalo kita bisa explore potentials dalam diri kita. Hal ini mengingatkan dia sama sesuatu yang ga akan pernah lagi bisa dia lakukan. So, dengan segala cara dia berusaha agar kita bener-bener buta dan ga menyadari great potentials yang ada dalam diri kita, akibatnya kita ga akan pernah mencapai fulfillment (penggenapan rencana Tuhan dalam hidup kita).

Kita persis seperti perusahaan pemilik aset itu. Ga menyadari betapa mahalnya miliknya. Tetapi perusahaan asuransi berani bayar mahal untuk itu, persis seperti Yesus yang berani bayar mahal untuk diri kita. Sebegitu mahalnya sampai harus ditebus dengan darahNya dan nyawaNya.

So, friends, jangan pernah lagi berpikir ”gue ga ada apa-apanya, gue ga bisa apa-apa, gue cuma segini-gini aja…” Stop thinking like that. Begitu kita terima Yesus dalam hati kita, ada aliran-aliran air hidup yang memancar. Kalo sumur minyak hanya bisa mengucur selama sekian tahun, aliran air hidup dari Tuhan itu akan terus memancar setiap saat. Dan aliran air hidup itu begitu berharga karena bisa mendampaki ribuan orang yang haus dan lapar akan kasih Tuhan. That’s why kita menjadi begitu bernilai di mata iblis. Kita jadi ancaman serius buat iblis.

Mungkin kamu bertanya “Tapi Kak, saya aja ga tau potensi apa yang Tuhan taruh dalam diri saya. Gimana caranya raih fulfillment itu? Kalo mau nyampe ke penggenapan janji Tuhan dalam hidup saya kan berarti saya harus tau dulu apa potensi saya…”

Yap, betul sekali. Kamu perlu tau potentials apa dalem diri kamu. Gimana caranya? Simple, just ask God to reveal it to You. Minta Tuhan tunjukin ke kamu hal-hal apa yang bisa kamu lakukan lebih baik dari orang lain. Hal-hal apa yang sangat suka kamu lakukan, bahkan kamu rela melakukannya berjam-jam tanpa dibayar sekalipun. Hal-hal apa yang sangat mudah kamu lakukan, begitu mudahnya dan begitu cepatnya, tapi orang lain perlu bersusah-payah baru bisa selesai. Hal-hal apa yang bikin kamu begitu passionate, sampai kamu rela begadang untuk itu but still you enjoy doing it. Hal-hal apa yang bikin kamu semangat bangun pagi. Hal-hal apa yang bikin kamu terbakar semangatnya everytime you think about it. Hal-hal apa yang sering kamu impikan dan bayangkan. Hal-hal apa yang ada dalam setiap tarikan nafas kamu. You think about it, you dream about it, you breathe in it…

I can’t tell you what it is. Nobody can tell you what it is. Only you — and you only — who knows what it is…

But if you don’t know what it is, ask God, right now, to start reveal it for you

Ayo kita sama-sama berdoa:

Bapa di surga
Aku minta agar Engkau singkapkan potensi luar biasa dalam diri mereka
Jangan biarkan potensi itu terkubur bertahun-tahun lamanya
Jangan biarkan the great potentials become wasted talents
Jangan biarkan mereka gagal mencapai fulfillment
Jangan biarkan mereka gagal mencapai penggenapan janji Tuhan dalam diri mereka

Aku tahu Tuhan ada begitu banyak potensi dalam diri setiap adik-adikku yang sedang baca blog ini
Ada banyak calon pengusaha, ahli ekonomi, hukum, teknologi, pembangunan, kedokteran, sains, pendidikan yang sedang Tuhan persiapkan saat ini
Yang sedang Tuhan siapkan untuk membangun bangsa ini
Untuk membawa bangsa ini bangkit dari keterpurukannya
Ada begitu banyak anak muda di luar sana yang siap menyambut masa depannya bersama Tuhan

Tunjukkan panggilan hidup mereka sejak mereka muda ya Tuhan
Perjelas visi mereka mulai sekarang ya Tuhan
Karena ada begitu banyak hal yang harus dibereskan di bangsa kami ini
Pakai setiap anak-anakMu ya Tuhan, tanpa terkecuali
Biar setiap kami, dari segala bidang ilmu yang ada
Bisa saling membangun, saling menolong, saling melengkapi
Untuk membangun kesejahteraan kota dan bangsa di mana kami Kau tempatkan
Hingga kami bisa membawa kemuliaanMu
Di bangsa kami, Indonesia…

Dalam nama Yesus kami berdoa
Amin

October 26, 2007

ayo sekolaaa…h

Filed under: personal

Ayo sekolaaaaa…h

Belakangan ini lagu “ayo sekolah” yang dulu sempet populer di tipi (lupa tipi apaan, TVRI kale) bertaon-taon lalu, sering banget terngiang di kuping gue. Tau ga napa? Gara-garanya kan sekarang gue balik sekolah lagi, ngambil S2. Jadi back to school, ayo sekolaaa….h:)

Tapi tau ga, ternyata S2 tuh jauuuuh lebih berat dari S1. Pertama, satu mata kuliah aja bukunya minimal 4 (kalo jaman S1 dulu kan satu mata kuliah cuma satu jegrek fotokopian aja wekekek. Baca aja tuh fotokopian, dijamin sakti waktu ujian:) wong soalnya dari situ semua… Tapi S2? Weleh, weleh, min 3 buku mesti dibaca dan di-compare, baru bisa ngomong. Itu baru untuk mata kuliah wajib semester pertama. Tapi karena gue mesti ambil matrikulasi, so SKSnya jadi 2 kali lipet banyaknya, meaning buku yg mesti dibaca juga 2 kali lipet *huaaaaa….*

Kedua, kuliah sambil kerja itu bener-bener perlu komitmen sungguh-sungguh (plus rela keluar tenaga dan waktu yg ga maen-maen). Tau ga, sebulan ini practically gue ga bisa ngapa-ngapain selain kerja dan kuliah. Dulu sih gue bisa dengan tenang tiap hari pulang kerja jam 8 or 9 malem, tapi sekarang? Jam 5:30 mesti terbirit-birit ngejar bis dari Sudirman supaya ga telat kuliah jam 6 sore ampe 10 malem di Salemba. Itu tiap hari dari Senin ampe Jumat, plus hari Sabtu jam 8 pagi ampe 7 malem hmmmpphhh *sigh*

So, karena jam-jam malem hari, yang biasanya gue pake untuk kerja, harus dipake untuk duduk di kelas dan dengerin dosen, makanya gue harus compensate for the time lost dengan jam-jam tidur gue. So begitu sampe rumah jam spuluh setengah sebelasan, gue langsung mandi n tidur. Tapi jam 2 ato 3 pagi gue mesti bangun lagi untuk catch up dengan kerjaan kantor yg tadi sore mesti gue tinggalin atau paper-paper yg mesti dikumpulin. Yah, pake sistem kalong semaleman deh:)

Keempat, kuliah itu kudu siap-siap keluar hepeng alias duit abis-abisan. Satu semester aja belasan juta, belom lagi beli buku-buku yang mahalnya najubujubuneng. So, selama belom lulus, siap-siaplah memangkas semua pengeluaran yang ga penting (mis jalan-jalan, makan-makan, shopping dll) demi bayar SPP dan beli buku.

Semuanya bener-bener major changes yang ga gampang adaptasinya. Makanya susah banget buat gue untuk ambil keputusan kuliah lagi. Gue tau persis Tuhan yang suruh gue ambil langkah ini. Tapi gue tunda-tunda terus selama satu tahun dengan alasan ini itu (“ga mau ah Tuhan, jurusan yang Tuhan suruh pilih ga nyambung sama kerjaan skarang” atau “jangan skarang dong Tuhan, kan sekarang baru pindah ke bagian baru di kantor n perlu invest waktu lebih untuk adaptasi dulu” atau “kan Tuhan tau kerjaan skrg lagi banyak-banyaknya” atau “Tuhan, gimana mo kuliah jam 5 sore di Salemba, kan dari Sudirman perlu sejam lebih after 5:30, naek bis lagi!” atau dgn alasan pamungkas gue: ”ga bisa ah Tuhan, ga punya duit buat bayar SPP” dll dll dll)

Tapi akhirnya cape juga gue reasoning sama Tuhan. So, setelah konfirmasi 700 juta kali dari Tuhan *wekekek*, peneguhan dari sana-sini sampe no escape betapapun gue berusaha menghindar, minta tanda aneh-aneh dari Tuhan supaya ga kejawab eh malahan kejawab melulu *xixixi*, akhirnya gue nyerah juga…

Tapi emang bener loh begitu kita ambil keputusan untuk taat, heaven starts to back us up. Amazingly Tuhan atur segala sesuatu untuk support gue. Tepat pada hari pertama matrikulasi, tiba-tiba gue di-assign untuk bantuin tim audit di kantor klien di daerah medan merdeka (meaning: cuma perlu 20 menit ke kampus instead of one and half hour by bus from sudirman office). Dan gue mesti stay di kantor klien ini selama 3 bulan, meaning gue ga perlu pusing sama issue terlambat masuk kelas sampe desember nanti. Trus, gue juga percaya bahwa Tuhan juga yang atur supaya kerjaan utama di kantor (yang non audit) bisa berbarengan selesai semua deadline-nya sebelom semester baru dimulai.

Bahkan, sampe untuk urusan domestik terkecil sekalipun, seperti nyuci nyetrika nyapu ngepel rumah dll, Tuhan kirimkan bala bantuan pas sebelum hari kuliah pertama dimulai. Tau ga, di rumah tuh selama 7 taon gue ga pernah pake pembokat sama sekali. Gue handle semuanya sendiri. Tapi mungkin karena Tuhan tau gue bakalan ga punya energi yang tersisa untuk itu, mangkanya Tuhan kasih a nice surprise. Tuhan datengin orang untuk bantu-bantu di rumah (sebenernya sih bukan gue yang nyari, tapi istri abang gue yang nyari) Dan sekarang gue ga perlu pusing lagi dengan urusan domestik: baju dicuciin, disetrikain tinggal pake, bahkan brangkat kerja pun makanan dah siap tinggal bungkus aja. Tuhan itu bener-bener full of surprises.

Tapi gue percaya surprises-nya ga percaya berhenti di situ aja. Gue percaya masih banyak nice surprises lain yang Tuhan sediain, selama gue mau taat sama apa yang Dia suruh. Gue ga tau what lies ahead, tapi gue tau heaven will continue to back me up. Mungkin sekarang Tuhan mau stretch me to the limit. Pertama, stretch my faith (merentangkan iman/faith gue ke titik dimana gue ga punya biaya but still take a step of faith going to college). Dan kedua, stretch my potentials (merentangkan potensi fisik/intelektual/professional untuk belajar begitu banyak hal baru di sela-sela beban pekerjaan yg numpuk).

Oke Lord, stretch it to the limit
Stretch me to the limit
To the limit that I never thought I could reach…
Cause my limit is not Your limit
And Your limit is limitless…

let’s sing for joy

Filed under: kerja kerja kerja

Friends, belakangan ini gue bete berat. Apalagi kemaren, ugh bener-bener deh! Bawaannya sewot aje. Sampe temen2 gue pun kena getahnya, ga cuma staf, senior, ampe manajer aja gue semprot.

Gara-garanya sih mungkin karena cape. Soalnya kan sekarang ini kan gue lagi bantuin tim audit di kantor klien. Dan untuk penugasan ini deadline ketat banget, cuma 75 hari untuk klien segede gaban. Padahal tiap hari gue juga mesti kuliah jam 5. Jadinya tiap hari bawaannya buru-buru aja: ngikut bos meeting ke sana-sini, balik lagi ke kantor klien, trus masih harus ngadepin temen2 auditor yang minta ini itu, plus mesti fight gimana harus kerja cepet dengan fasilitas minim di kantor klien (internet connection yang super lemot dan bikin frustasi, ga ada fasilitas standar, minum aja ga dikasih sama sekali, ruangan auditor yang kecil seemprit banget plus super sesak, ugh… bener-bener klien terparah yang pernah gue datengin)

Belom lagi kalo dah sore, kepala gue dah pusing mikirin tugas kuliah yang belom selesai, buku buat ujian belom ketemu, pengen pulang cepet supaya sempet cari buku dulu ke gramedia, eh… malah gue direcokin terus sama ini itu. Ugh, rasanya gue pengen keluar aja dari kerjaan ini. Gaji-nya admin, tapi tuntutannya auditor. Bener-bener ga seimbang…

Sampe tadi sore, pas lagi bete-betenya, gue ngeluh dalem hati (sama Tuhan juga mungkin) karena gue mesti ikut meeting lagi. Gue complain berat kenapa Tuhan kasih gue beban dengan salary yang ga seimbang. Eh, ga tau kenapa Tuhan malah pake mulut temen gue untuk ngajar gue. Temen gue tiba-tiba nyeletuk ”Gapapa lah Fen, kan elo jadi tau semuanya, lebih pinter dari auditor malah…”

Deg! Gue kaget. Gue ga pernah berpikir sejauh itu. Iya ya, seharusnya gue bersyukur Tuhan kasih gue kesempatan buat belajar. Okelah gaji ga seberapa. Tapi kesempatan belajarnya kan jadi besar banget. Gue pikir-pikir, gue beruntung banget bisa ikut meeting sama petinggi-petinggi perusahaan minyak besar ini. Padahal, siapa sih gue? Cuma sekretaris dadakan di audit project ini. Tapi, dengan gitu, gue jadi belajar banyak tentang accounting, tentang audit, tentang industri perminyakan negara, masalah2 internal mereka, kenapa perusahaan minyak indonesia kalah tertinggal dibanding negara lain, bahkan sekarang gue jadi ngerti kenapa negara penghasil minyak terbesar no. 17 di dunia ini harus bergulat dengan harga minyak yang selangit. Kalo dulu gue masih blank dengan istilah-istilah yang mereka omongin, sekarang gue bisa ngerti dan malah jadi semakin tertantang untuk lebih ngerti dan lebih ngerti lagi. Semakin gue belajar, semakin gue ingin tau. Dan herannya, gue jadi makin tertarik untuk mempelajari data-data yang dikasih klien ke gue. The more I know, the more I realize how much more I need to know… The more I read, the more I want to learn…

Gue jadi nyesel kenapa gue mesti ngeluh dan ngomel-ngomel sama Tuhan. Gue juga nyesel kenapa gue biarin iblis mengambil sukacita gue sampe gue ngomel-ngomel dan bersikap jutek sama temen2 auditor. Seharusnya gue ga boleh gitu. Justru seharusnya gue membantu mereka yang lagi stress berat dengan deadline ketat dan beban pekerjaan segunung. Gue sih masih mending bisa pulang sore buat kuliah lagi. But what about them? Mereka belakangan ini baru pulang jam 1 pagi (bahkan minggu lalu jam 5 pagi!), padahal deadline masih sebulan lagi…

Dan pas saat teduh pagi ini, Tuhan ingetin:
”Do all things without murmurings and disputings… among whom ye shine as lights in the world” (Phi 2:14-15, KJV)

Tuhan ingetin gue untuk tidak ngeluh, ngomel-ngomel, bahkan berantem (disputing), tapi malah harus jadi terang untuk sekitar gue. Emang sih kalo lagi banyak kerjaan gue cenderung dispute sama temen gue dan berkeras kalo itu bukan kerjaan gue, tapi kerjaan elo. Walopun mungkin gue bener, tapi bukan gitu caranya. Bukan dengan jutek dan ngomel, tapi dengan kasih supaya kita bisa jadi saksi Kristus yang jadi terang buat orang-orang di sekitar kita.

Dari Filipi yang gue baca pagi ini Tuhan ingetin gue tentang sukacita, tentang joy, tentang let sing for joy, yang belakangan ini rasanya udah gue lupain. Rasanya gue udah lupa tentang joy di tengah semua tekanan ini. Rasanya gue udah lupa bagaimana joyful-nya gue waktu pertama kali gue nyanyiin lagu Let Sing for Joy-nya Don Moen yang jadi inspirasi didirikannya blog ini. Kenapa juga gue mesti ilang sukacita cuma gara-gara kerjaan? Kenapa gue mesti ilang sukacita cuma gara-gara banyak tugas kuliah? Paulus aja dipenjara masih bisa bersukacita. Apalagi gue…

Ampuni saya Tuhan yang ga tau bersyukur
Ampuni saya yang gagal jadi saksi Kristus di pekerjaan saya
Lord, bring back the joy
So that I can sing again:
Let’s sing for joy to God our strength

Sekarang saya mau berdoa untuk para auditors yang mungkin lagi baca blog ini
With all my heart I say: Bless them Lord
Berikan mereka…
…stamina to stay up in those long tiring nights
…hikmat untuk mengambil keputusan
…kejernihan pikiran untuk mengatasi masalah
…keteguhan untuk selalu berpegang pada honesty and integrity
…kemampuan untuk stay strong with their faith
…keberanian untuk piercing the darkness with the Kingdom’s principles
In Jesus name I pray
Amen

October 10, 2007

intelligent debt management

Filed under: Uncategorized, personal

Friends, hari ini gue legaaa… banget. Rasanya ada sekarung beras yang diangkat dari pundak gue. Tau ga napa? Karena… hari ini semua utang kartu kredit gue LUNAS! I repeat, SEMUAnya, Rp 0, lunas, impas pas pas…

Mungkin temen-temen nanya kenapa sih bisa bayar utang kartu kredit aja heboh banget? Mungkin buat temen-temen lain hal ini biasa aja, tapi buat gue ini satu major breakthrough yang luar biasa banget buat gue. Soalnya setelah lebih dari 2 tahun ini akhirnya gue lepas dari ”ikatan” cicilan kartu kredit yang bener-bener ”mencekik” leher. Padahal friends, gue sama sekali ga menikmati uang pinjaman itu. Semuanya habis dipake untuk biaya pernikahan ade gue tahun 2005 lalu, trus beberapa bulan kemudian tiba-tiba bokap gue mesti operasi jantung. Akibatnya utang credit card gue jadi membengkak ke angka puluhan juta…

Dan tau ga, seringkali malem-malem sebelom tidur gue pandangin billing statements (dari 5 bank yang berbeda!) itu dan gue miris banget ngitungin jumlah payable yang mesti gue bayar. Saat itu juga gue sadar kalo tukang becak depan rumah gue itu bisa jadi jauh lebih kaya dari gue. Kenapa? Karena tukang becak itu mungkin cuma punya 20ribu di kantongnya, tapi hutang-nya zero. Artinya dia berkelebihan, dan gue berkekurangan. Karena saldo gue minus puluhan juta, padahal gaji cuma sekian juta. Selisihnya masih puluhan juta. Berarti gue yang saldo nya minus jauh lebih miskin dari tukang becak yang saldo nya plus. Kalo keuangan gue tuh ibaratnya laporan keuangan perusahaan, mungkin opini-nya independent auditor akan bilang bahwa dia punya doubt tentang going concern yang ga jelas huehehe… Ga punya fixed assets, cash flow seret, yang ada cuma short-term liabilities. My goodness…

Saat itu juga gue bertobat di hadapan Tuhan. Gue akuin kalo gue udah jatuh dalam dosa hutang dan gue mau lepas dari semuanya. Tapi gue mau bertanggung jawab atas setiap sen yang ada. Gue ga lepas tangan dan minta Tuhan yang beresin semua. Engga, itu ga adil. Gue yang berbuat kok gue minta Tuhan yang tanggung jawab bayarin? Enak aja! Gue mesti bertanggung jawab atas semua sen hutang yang gue bikin. Di hadapan Tuhan gue janji kalo gue akan bayar semuanya, sedikit demi sedikit, dengan segenap kemampuan gue, dengan seluruh ide menghemat yang bisa gue pikir, sampe akhirnya semua bisa lunas terbayar. Dan janji itu menuntut komitmen yang sungguh-sungguh…

Langkah pertama adalah bikin list semua hutang yang ada. Dari yang paling kecil sampe yang paling gede.

Langkah kedua adalah nutupin kartu kredit, satu demi satu. Dari lima jadi empat, dari empat jadi tiga, dari tiga jadi dua. Dan itu artinya mulai dari hutang yang paling kecil dulu, supaya semakin banyak kartu yang bisa ditutup.

Langkah ketiga adalah mulai memangkas semua pengeluaran yang bisa dipangkas. It hurts, really hurts. Karena artinya gue mesti menurunkan standar hidup gue. Dan itu ga gampang sama sekali. But I have to do that. I have promised to God and I will do it. Gue dah janji sama Tuhan gue mau bayar semuanya, betapapun iritnya hidup gue sehari-hari… Ga pernah naik taksi lagi. Kemana-mana slalu berusaha naik bis, walopun pulang lembur sekalipun. Gapapa naik bis sambung-menyambung, jatohnya pasti lebih murah daripada taksi. Ga beli makan siang di kantor, tapi bawa dari rumah. Kalo di rumah ga sempet masak, beli aja di warteg deket rumah sebelom brangkat ke kantor. Jauh lebih murah daripada ngabisin 25ribu cuma buat nasi goreng doang di resto lantai 1 di kantor (belom minumnya!). Kalo kepengen jus, bikin aja sendiri dari rumah. Beli tomat di tukang sayur, trus blender sendiri dan bungkus buat di kantor. Gampang kan?

Hari-hari pertama emang berat, tapi lama kelamaan jadi biasa. Trus makin lama jadi makin mahir hidup hemat. Karena mau ngirit ongkos, jadi males ke mall. Akibatnya, jadi jarang banget belanja-belanja yang ga perlu. Beli baju jadi jarang banget. Apalagi sepatu, tas, accessories yang ga penting, wah ga kepikiran sama sekali deh. Prinsip gue selama belom rusak, akan gue pake terus itu baju/sepatu/tas. Pelit? Bukan… Ini mah kepaksa:)

Sampai suatu saat, suatu siang di kantor, Roh Kudus bawa gue nonton streaming khotbahnya Ps. Crefflo Dollar tentang intelligent debt management. Dari khotbah itu gue dapet penghiburan banyak banget, dan dari khotbah itu juga akhirnya gue bisa belajar selesaiin semua utang.

Ini ringkasannya…

Hampir semua orang tau Ps. Crefflo Dollar itu salah satu pastor terkaya di dunia. Mansion-nya luar biasa megah, punya pesawat pribadi, mobilnya super mewah, etc etc. Tapi ga banyak yang tau kalo dulunya dia itu terlilit hutang 15 ribu dollar AS. Sampai suatu saat dia masuk dari garasi rumahnya, duduk di pojokan di rumahnya, dan menyadari bahwa mobil yang dikendarainya, kursi yang didudukinya, tivi yang ditontonnya, kulkasnya, mesin cucinya, tempat tidurnya, dan semua furnitur-nya, dibeli dengan kartu kredit. Alias semua barang di rumahnya adalah HUTANG. Saat itu dia menyadari kalo dia mati nanti, dia ga punya apa-apa untuk diwariskan. He is a man of zero. Saat itu pula dia bertobat, mengakui dia punya masalah dengan hutang, dan minta Tuhan membantunya untuk mengatasi ikatan itu.

Dengan hikmat Tuhan, Ps. Crefflo Dollar mulai mengambil langkah ini:
1. bikin daftar semua hutang yang dia punya
2. mulai menabur di tanah yang subur (artinya di gereja lokal yang memang punya track record yang bagus dalam hal tabur-tuai) Kenapa? Karena, jujur dia mengakui, bahwa dia perlu gereja yang terbukti bisa open heaven when he sows there. Tanah nya mesti bagus supaya benih yang dia tabur di sana bisa berbuah.

Selanjutnya, ada juga langkah-langkah praktis yang harus dilakukan:
Pertama. keluar dari sistem pinjaman (get out of renting system). Hutang itu bondage, suatu ikatan. Dan yang namanya ikatan, dia pasti mencengkram kita terus supaya kita ga bisa lepas darinya.

Kalo rasanya there’s a hole in your pocket, watch where your money is going. And watch what your money is doing.
Tapi sebelom itu, selesaikan dulu semuanya dengan Tuhan:
- akui kalo butuh bantuan (recognize that you need help from God)
- ambil komitmen untuk menyelesaikan semua hutang, even if it takes a long time (remember God likes commitment, because God respects covenants. He is the God of covenants)
- konsolidasikan semua hutang
- jangan pernah lagi pake credit card
- usahakan untuk cari extra money from side job, even if it means you must take the heavy load
- lihat gaya hidup sekarang, dan ubah! Cut down the expenses yang ga perlu (mis. Ps. Crefflo ga pake cellphone lagi, tapi selalu kasih tau istrinya dia ada di mana- di mana, jadi istrinya bisa telpon pake telpon kantor.
Dia dan istrinya ga lagi beli-beli pizza. Semua masak sendiri. Belanja sekali seminggu, dan belanjaan itu HARUS cukup untuk seminggu. Jadi menu harus diatur seminggu.
Mereka ga pergi nonton bioskop lagi, gantinya nonton aja di rumah, artinya: hemat waktu, hemat uang, hemat bensin.
Istrinya ga lagi pergi ke salon seminggu sekali cuma buat hairdo aja. Istrinya beli satu wig aja yang bagus supaya ga perlu ke salon mulu.
Dan setelah melakukan semua perubahan itu, mereka terkaget-kaget menyadari betapa banyaknya uang yang bisa dihemat. Mereka surprised karena ternyata mereka bisa nabung. Trus mereka makin semangat nabung.
Beli bensin cuma sekali seminggu, dan bensin itu harus cukup seminggu. Kalo ga ada bensin, ya ga bisa pergi kemana-mana sampe hari beli bensin di minggu berikutnya dateng.
Ps. Crefflo waktu itu cuma punya 2 jas, tiap minggu khotbah 2 jas itu aja yang dituker pake.
- bikin agreement sama orang bank untuk bayar 2 kali per bulan (dan bukannya sekali sebulan) supaya bisa selesaiin cicilan lebih cepet *ini di Amrik, ga tau di Indo bisa apa engga* Dan tau ga, dalam 4 ½ tahun akhirnya cicilan rumahnya terbayar lunas. Mungkin denger 4 ½ tahun rasanya lama banget. Tapi kalo kamu pikirkan bahwa dalam waktu 5 tahun mendatang kamu masih punya hutang, lebih baik ambil langkah sekarang, walupun menyakitkan (kencangkan ikat pinggang etc) tapi setidaknya ada sesuatu yang selesai. At least you’re in different spot, posisi kamu dah berubah.
- Jangan pernah anggep enteng nabung 5 dollar juga. *mungkin di Indonesia-kan artinya jangan anggep enteng nabung cuma goceng aja* Mungkin kamu pikir what’s it gonna do? Tapi dari sedikit itu jangan kaget kalo kamu akhirnya bisa nabung banyak.
- Bikin pembukuan. Untuk semua pengeluaran harus ada anggarannya, harus ada posnya, harus jelas kemana larinya uang.

Jangan lupa kalo semuanya itu ada dasarnya. Semuanya itu Alkitabiah. Diligent hard work? That’s biblical. Making wise decision? That’s biblical. Setting up a budget? That’s biblical.

Mau tau rinciannya? Nih:
1. diligent hard work –> Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: (Ams 6:6)
semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas (Ams 30;25)
2. making wise decision –>Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboroskannya.
3. setting up a budget –> SEbab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya … (Luk 14:28)

Selain itu Ps. Crefflo Dollar juga kasih kesaksian bahwa setelah dia berusaha menerapkan prinsip-prinsip Alkitabiah itu, heaven starts to back him up. Tiba-tiba ada unexpected income, dari sini dari sana. Tapi kalo udah terima uang kaget gitu dia ga langsung foya-foya. Uang itu langsung dia potong perpuluhan (karena dia butuh God’s supernatural help to support his finance), dan sisanya langsung buat bayar sisa hutang. Kenapa? Karena diligence demands partnership with the Spirit. Dia perlu melaksanakan a law of diligence. Dan begitu dia taat, assistance from heaven shows up in his life.

So, gimana friends, bagus banget kan khotbahnya Ps. Crefflo Dollar ini? Khotbah ini bener-bener ngebuka mata gue kalo pastor sehebat dan setenar dia pun dulu punya pernah punya masalah seperti yang gue alami. Tapi dia berhasil mengatasi semuanya dengan prinsip Alkitab. So, begitu gue denger khotbah ini, gue langsung bertekad (dan berdoa): kalo dia bisa, gue pun harus bisa. Ps. Crefflo anak Tuhan, saya juga anak Tuhan. Dan Tuhan ga membeda-bedakan orang. Asal kita mau partnership sama Roh Kudus, pasti heaven starts to back us up, ya kan? Dan hasilnya? Ps. Crefflo bebas dari hutang sejak saat itu, dan mulai hari ini pun saya bebas lepas dari hutang…

Thanks Lord for speaking to me through his sermon, through his experience
As I have been really blessed by his sermon, I also want to bless others by sharing my experience here
Right now Lord, I’m praying for anyone who’s visiting this blog
Anyone who’s reading this blog because (s)he’s having problems with debt
Bless them Lord, wherever they are
Bless their finance, bless their income
Teach them how to manage their money
Give them wisdom how to get out of their debt
Break the curse or the bondage that they mave
So that Your children are totally debt free
And can start enjoying the life of abundance
That You have promised to us
In Jesus name I pray
Amen…

September 5, 2007

the wedding

Filed under: personal

akhirnyaaa… tanggal 1 september lewat juga…

Rasanya lega banget bisa ngelewatin minggu lalu. Minggu lalu tuh bener-bener ribet banget dah. Soalnya kan abang gue merit tanggal 1, pake acara adat batak lagi, aarrrgggh!!!

Sejak gue bertobat 7 taon lalu, Roh Kudus ngajarin gue banyak hal. Salah satunya adalah praktik okultisme yang banyak banget ditemuin di adat batak. Salah satunya yang parah adalah upacara pernikahan adat batak yang penuh penyembahan berhala. (Gue ga bisa cerita panjang lebar di sini, but someday I’ll make a posting about it - in details)

So, begitu Roh Kudus ajarin hal itu, saat itu juga katakan gue katakan gue putus hubungan sama upacara pernikahan adat batak. Gue ga akan pernah lagi terlibat dalam, hadir pada, atau ikut dalam adat pernikahan batak, siapapun orang yang menikah itu. Gue ga mau mmenyakiti hati Tuhan dengan melakukan sesuatu yang gue tau mendukakan hati-Nya.

Terserah lah gue dibilang ga tau adat sama keluarga. Lebih baik gue ditolak keluarga daripada ditolak Tuhan. Lebih baik dikucilkan keluarga daripada menyakiti hati Tuhan…

Emang sih sejak gue ambil keputusan itu, gue diejek abis-abisan sama keluarga gue, terutama abang gue. Gue dicap ga tau adat, terlalu ekstrim, dan bahkan disindir dengan bahasa rohani “ga punya kasih…” Disindir-sindir “buat apa nyanyi lagu rohani terus tiap hari di kamar tapi ga punya kasih sama keluarga” Dianggap sesat sejak masuk gereja baru. Dianggap dicuci otak sama pendeta karismatik. Dan berbagai celaan lainnya.

Selama 7 tahun ini gue berusaha bertahan diem aja kalo disindir-sindir gitu. Gue cuma minta kesabaran aja dari Roh Kudus untuk bertahan melalui itu semua. Gue berdoa agar suatu saat mata hati mereka dibukakan oleh Tuhan. Gue ga bisa mendesak Tuhan supaya hal itu terjadi segera, tapi gue tau pasti suatu saat nanti hal itu pasti terjadi…

Selain gue ga setuju sama acara adat, gue juga menentang usaha-usaha demi terlaksananya acara adat itu. Tau ga, udah tau merit biasa aja mahal, eh malah pake acara adat lagi yang jauh lebih mahal. Masih mending punya dana besar, ini ga punya dana lagi! Tau ga, demi gengsi agar bisa melangsungkan pernikahan mewah di gedung dengan full adat, bokap dan abang gue bela-belain ngutang! Ampuuuu…nnn! Udah tau ga punya duit kok malah bikin acara gede-gedean dengan cara ngutang! Gue jadi inget khotbah-nya Pst. Creflo Dollar. Dia bilang “debt is trying to impress others with what you don’t have” Bener banget! Utang itu sebenernya adalah usaha untuk membuat orang lain terkesan dengan apa yang sebenernya tidak kita punya…

Bokap dan abang gue berusaha membuat orang lain terkesan dengan (uang) yang sebenernya ga mereka miliki. Dalam usaha membuat orang lain terkesan dengan pernikahan megah, mereka berhutang dari orang lain. Dan ini juga sesuatu yang bener-bener gue tentang abis-abisan. Buat gue, pernikahan itu yang penting adalah sah di mata Tuhan. So, yang paling penting adalah pernikahan di gereja-nya. Tapi kalo emang punya uang lebih ya gapapa bikin resepsi. Tapi itu kalo punya uang loh… Kalo ga punya ya engga usah resepsi. Buat apa pesta gede-gedean kalo abis itu kelilit utang ? Buat apa pesta megah sehari doang tapi abis itu mesti nyicil kartu kredit sampe 5 taon? Buat apa kemegahan 2-3 jam (yang belom tentu diinget orang) tapi abis merit bingung mau tinggal dimana? Ga punya uang buat ngontrak, apalagi beli rumah, yang ada cuma utang kartu kredit dengan bunga 45% per taon yang mencekik leher???

Kenapa gue mesti ngomong keras gini? Karena gue dah belajar hard lesson dari pernikahan adik gue di tahun 2005 lalu. Tau ga berapa utang kartu kredit ade gue setelah merit itu? Puluhan juta!!! Dan sampe detik ini dia harus bayar semua utang itu!

Itu baru ade gue doang. Dari gue, sebagai kakaknya, gue harus nyicil bayar utang kartu kredit sampe 2 taon! Dan sampai sekarang pun masih… Tiap bulan gaji gue mesti kepotong 1/3 cuma buat bayar utang peninggalan biaya merit dari dua taon lalu. Gue sama sekali ga bangga ngomong ini. Gue cuma pengen orang laen belajar dari kesalahan yang udah gue perbuat.

Tapi bokap dan abang gue ga mau belajar dari kesalahan gue itu. Mereka lebih mementingkan terlihat keren dimata keluarga dan ga peduli sama saran dari gue dan ade gue. Mungkin karena mereka belom merasakan lelahnya harus nyicil hutang bertahun-tahun… (yang financing biaya pernikahan ade gue tahun 2005 itu emang cuma gue dan ade gue, mereka ga bisa bantu finance waktu itu…)

Dan suatu hari, di tengah ketegangan kesibukan yang makin meningkat, pertengkaran pun akhirnya terjadi. Abang gue ngatain gue terlalu ekstrim gara-gara gue bilang ga mau ada adat-adatan atau batak-batakan kalo gue merit nanti. Karena tersinggung, abang gue langsung ngatain gue terlalu ekstrim. Karena kesel, gue akhirnya bilang ya udah gue emang terlalu ekstrim. Dan karena ekstrim itulah gue bilang gue cuma mau dateng pas pemberkatan gereja dan SAMA SEKALI GA MAU DATENG pas acara adat. Dan sejak saat itu abang gue keliatan benci sekali sama gue…

Sebenernya sehabis pertengkaran itu gue sedih sekali. Gue tanya Tuhan apakah gue salah mempertahankan iman gue di tengah keadaan seperti ini? Apakah taat sama Tuhan itu artinya harus dibenci keluarga? Gue sayang abang gue, I really do. Tapi gue juga sayang sama Tuhan dan gue sama sekali menyakiti hatiNya… Kenapa orang lain ga bisa mengerti bahwa okultisme, penyembahan berhala itu kekejian di mata Tuhan? Kenapa orang ga bisa ngerti kalo kita bener-bener harus putus hubungan apapun dengan praktik okultisme, sekecil apapun itu, begitu kita decide to follow Jesus? Apakah mentaati Roh Kudus (which is tidak terlibat lagi dalam okultisme) itu begitu ekstrim nya di mata manusia sampai bikin abang gue benci sama gue?

Dan pas saat teduh berikutnya, Tuhan hibur gue dengan ayat ini…

Dengarlah firman TUHAN, hai kamu yang gentar kepada firman-Nya! Saudara-saudaramu, yang membenci kamu, yang mengucilkan kamu oleh karena kamu menghormati nama-Ku, telah berkata: “Baiklah TUHAN menyatakan kemuliaan-Nya, supaya kami melihat sukacitamu!” Tetapi mereka sendirilah yang mendapat malu (Yes 66:5)

Begitu gue baca “saudara-saudaramu, yang membenci kamu” itu, gue pengen nangis… Gue pengen nangis karena Tuhan tau apa yang gue alami. Tuhan tau apa yang rasa. Tuhan tau gue sendirian lewatin ini semua. He knows what I’m going through… Dan Tuhan kasih gue penghiburan luar biasa yang ga bisa gue dapet dari siapapun juga…

Dan begitu gue baca lanjutannya “karena kamu menghormati nama-Ku”, gue jadi tenang. Tuhan pengen bilang kalo apa yang gue lakuin itu dah bener. Tuhan sendiri yang bilang “menghormati nama-Ku”… Berarti God approves. And that’s all that matters for me… All I want is to menghormati nama-Nya, above everything else…

So, sejak dapet ayat itu, gue jadi tenang. Gue tetap stick to my belief, regardless of what people say, what people may think of me, or how they treat me. Gue bilang sama Tuhan “Tuhan, saya pernah mau diusir dari rumah ini gara-gara masalah ini. Kalaupun akhirnya saya bener-bener diusir, I’m ready Lord. I’m ready for Your name. Karena apapun yang terjadi, Yesus takkan pernah tinggalkan saya sendiri…”

Dan akhirnya pernikahan itu tiba. Gue ikut pemberkatan di gereja, of course. Tapi acara adat sama sekali gue ga terlibat. Gue cuma dateng sebentar liat pengantin masuk gedung, dari pintu luar, and that’s it. Abis itu gue pamit untuk beres-beres di rumah. Sebagai cewe sendirian di rumah, gue harus beresin rumah, bersihin ini itu, nyapu, ngepel, nyiapin makan untuk puluhan orang yang akan datang nanti malem, beserta nyiapin tetek bengek perlengkapan makan minum. Belom lagi nyuci piring, gelas, sendok, tatakan, mangkok, baskom, dll dsb yang buaaaanyaaaa…k banget. Belom lagi geser-geser perabotan yang berat-berat. Kalo cape sih jangan ditanya. Kalo gue pengen nangis dan inget mama (seandainya mama masih ada pasti gue ga bakalan secape ini nanggung beban ini sendirian), gue langsung tengking pikiran itu dan bersyukur bahwa mama udah senang di surga…

Tapi sisi baiknya sih pas hari H-nya itu gue udah terbiasa dengan segala kerepotan rumah tangga itu. Soalnya kan kalo adat batak tuh panjang banget prosesinya, ada 8 tahap kalo ga salah. Jadi beberapa minggu sebelumnya gue dah “terlatih” menyiapkan makanan untuk 60-80 orang sekaligus dalam satu rumah. So, gue dah tau apa-apa aja yang mesti disiapin, plus dah tau jaga stamina supaya engga ambruk beberes rumah sendirian tanpa pembantu. Gue juga dah sistematis ngurus prosedur persiapan, pemakaian, pencucian, sekaligus penyimpanan kembali semua perabot *wekekek*

And thank God, akhirnya semua selesai juga… Akhirnya tanggal 1 lewat juga… Dan bagian yang paling mengharukan adalah: sesaat sebelum berangkat meninggalkan rumah, abang gue dateng ke kamar gue dan bilang “De, doain abang ya…” dengan mata berkaca-kaca dan suara yang bergetar. Gue jadi terharu banget sampe ikutan mau nangis. Dia yang selama ini keliatan begitu membenci gue dan iman gue, ternyata minta gue doain dia di acara besarnya (walopun tanpa dia minta pun gue selalu doain dia…)

Pas ngeliat dia begitu gagah dengan jas pengantinnya, gue bener-bener ga tahan pengen nangis inget masa-masa kecil kita dulu. Di sekolah dulu. Dimarahin mama. Ketawa-ketawa bahagia. Terutama inget masa-masa susah waktu mama sakit. Inget gimana hancurnya hati dia, sebagai anak kesayangan mama, waktu mama meninggal. Inget masa-masa susah waktu mama sakit. Inget pengorbanan dia nginep berbulan-bulan di kolong tempat tidur mama di rumah sakit sementara gue go outside day and night working my head off untuk bayar biaya cuci darah mama. Inget betapa remuknya hati dia nangis di samping peti mati mama. I remembered well those moments with him…

Dan sekarang abang masuk tahap baru dalam kehidupannya. Meninggalkan masa lajangnya di belakang dan mulai kehidupan baru bersama istrinya. Terus terang gue sedih banget ditinggal sendirian sama papa, but I realize this is the moment that we all have to go through. So I release blessings for him. Waktu abang gue peluk gue dengan jas pengantinnya, gue peluk dia kenceng banget sambil nangis “Wah abang sekarang merit… Selamat ya Bang…” cuma itu yang bisa gue omongin sembari nangis. Kita berdua sama-sama nangis berdua di kamar itu, ga bisa ngomong apapun kecuali pelukan kenceeee…ng banget. Dan bahkan waktu lepas pun kita masih pelukan tiga kali lagi sembari nangis… Cuma kita berdua yang ngerti what we have gone through. I know he knows that I love him. Regardless of our differences, kita adalah kakak adik seumur hidup dengan ikatan darah yang ga bisa dipisahin sama apapun juga…

Selamat ya Bang…
Selamat menempuh hidup baru…
My prayers are always with you…

August 27, 2007

copet = batak ?

Filed under: personal

dasar batak eh dasar copeeee…ttt !!!

Kalo dipikir-pikir, bener ga sih copet itu mayoritas orang batak? Maap yah, bukannya gue rasis ato prejudice. Tapi ini pertanyaan beneran (n please remember juga: gue asli batak loh! 100% dari papa dan mama, including ompung boru dan doli dari dua sisi :)

Gara-garanya gini nih. Pertama kali gue ditodong di terminal senen, diambil jam tangan gue, sama orang batak (dah jelas lah dia batak, biar ga pake label nama. Dari logatnya aja dah ketauan, plus rahang hastakona yang terdeteksi dari jarak 100 m juga:) Itu sih dah lama, kira-kira 5-6 taon lalu.

Yang kedua kali, kemaren sabtu, mau dicopet di bis, sama 6 orang, gerombolan orang batak. Kan gue nunggu bis di halte rawasari. Trus gue dah berasa ga enak sih ada segerombolan cowo batak bertampang serem-serem yang ngeliatin gue terus. Gue sih cuek aja diliatin *biasa sih dimana-mana cowo-cowo suka ngeliatin gue, gue kan cakep hehehe geer pisan :) * Tapi lama-lama gue sebel juga diliatin mulu, untung bis gue dateng, trus gue naek aja.

Eh ternyata 6 batak itu ikutin naek juga. Trus mereka langsung pepet gue abis-abisan. Gue geser kiri, mereka ikut geser kiri. Gue geser kanan, mereka ikut geser kanan. Padahal sebelah sana masih kosong banget. Trus dua orang pepet gue dari depan, temen2nya di belakang. Asli gue kesel banget. Gue dorong aja tuh cowo di depan gue dengan keras dan ngomong “Apaan sih dari tadi ?!!” Eh tau ga, bukannya dia minta maap malahan dia marah-marah pake bahasa batak! Untung gue ga ngerti! Kalo gue ga ngerti, berantem kali gue saat itu juga hehehe…

Tapi untunglah tiba-tiba ada orang yang mendadak mau turun, so gue langsung bergerak cepat dan duduk. Selamat lah gue… Akhirnya gue duduk, tapi sebenernya dalem hati masih mangkel banget sama gerombolan batak itu..

Ga lama kemudian terjadi kehebohan lagi. Gerombolan itu belagak mau turun, tapi sembari sok dorong-dorongan sampe bikin satu cowok di depan gue bener-bener pissed off dan naek darah. Ya iyalah, siapa juga ga marah didorong-dorong dan dipepet gitu…

Akhirnya gerombolan itu turun. Begitu turun, langsung deh orang-orang di sekitar gue langsung pada komentar. “Mbak tadi mau dicopet ya?” “Mbak tadi saya lihat udah mau digerayangin tuh?” “Mbak sebenernya sih kita dah lihat tadi mereka mau nyopet…”

Ya amploooo….ppp! Dah tau gitu, tapi orang satu bis pada diem aje! Ga ada yang tergerak nolongin kek, ngomong kek, apa kek… Yah beginilah di jakarta, orang pada cari selamet aja… Walopun gitu, gue ga nyalahin mereka kok. Mereka juga pasti ga mau cari masalah. Biarlah gue ga diingetin siapa-siapa, tapi yang pasti Roh Kudus selalu ingetin gue…

Sejak gue nunggu di halte, emang sih Roh Kudus dah ingetin gue “Hape di kantong, hape di kantong, hape di kantong…” Saat di halte itu gue sih sebenernya pengen ngeluarin hp dari kantong trus pindahin ke tas. Tapi gue pikir risiko banget kalo gerombolan itu ngeliat, apalagi gue sendirian cewe malem-malem gitu.

Dan pas gue dikepung sama 6 cowo itu, dengan tegas Roh Kudus ingetin gue berulang-ulang “Copet. Copet. Copet…” Terus terang aja gue sebagai cewe takut dikepung sama 6 cowo yang tampangnya menyeramkan gitu. Tapi rasa takut itu kalah sama rasa kesel gue sama kepengecutan mereka. Ih, beraninya sama cewe! Cewenya sendirian lagi! Dan mereka beraninya berenam! Beraninya keroyokan! Bener-bener pengecut! Tampang aja serem, kelakuannya level keroyokan…

Jujurnya sih gue sempet bertanya sama Tuhan. “Kok gini sih Tuhan? Kok dari orang satu bis itu, cuma saya yang dipepet? Saya kan anak Tuhan… Kok Tuhan ga bikin saya invisible supaya saya ga jadi target copet-copet itu? Tuhan kan paling jago lindungin anak-anakNya…” Tapi begitu muncul pikiran itu, langsung gue tepis aja. Gue switch pikiran negatif itu ke pikiran positif aja. Gue bersyukur Tuhan masih lindungi gue malem itu. Gue juga bersyukur Roh Kudus selalu ingetin gue pada saat-saat yang tepat.

Dan besok paginya, pas saat teduh, gue dapet ayat ini:

Setiap senjata yang ditempa terhadap engkau tidak akan berhasil… (Isa 54:17)

Gue langsung senyum lebaaaaaaa….rrrr banget pas baca ayat ini. Ooooo… ternyata Tuhan mau ngajarin ini ya? Setiap senjata yang ditempa terhadap anak Tuhan tidak akan berhasil, ya Lord? Makasih ya Tuhan… Cara Tuhan ngajar tuh bener-bener orisinil dah, kaga ada duanya. So unpredictable, but so creative… Gue langsung tenang pas dapet ayat ini. Gue makin yakin kalo Tuhan ga pernah tinggalin gue SEDETIK pun. Tiap hal yang terjadi dalam hidup kita itu penting buat Tuhan. Ga ada yang insignificant. Ga ada yang missed dari kendali Tuhan. Everything is under His control…

Abis itu gue ditegur juga sama Tuhan. Gue berasa ditegor karena gue punya kebiasaan jelek yang Tuhan mau ubah. Kebiasaan jelek gue tuh suka anggap enteng hari Sabtu or weekend.

Karena hari Sabtu tuh jadual gue ga terlalu berat, lumayan ringan, alias ga ke kantor tapi cuma ngajar doang, jadi gue suka ngegampangin saat teduh hari Sabtu. Kalo hari Senin ampe Jumat, gue bener2 serius saat teduhnya, karena working days itu berat buat gue. Berat pekerjaan di kantor, susah, perlu hikmat luar biasa, dan perlu stamina untuk kerja dari pagi ampe malem. Karena workload yang berat dan susah, gue bener2 serius saat teduh pas paginya supaya I can go through the day. Supaya gue bisa jawab semua pertanyaan bos gue hari itu dengan hikmat Roh Kudus. Supaya gue bisa selesaiin those difficult tasks with wisdom. Supaya gue dikasih stamina lembur terus tanpa jatuh sakit. That’s why I’m really serious with saat teduh hari Senin ampe Jumat.

Tapiii, kalo hari Sabtu, gue jadi nyantai. Gue pikir “Ah cuma ngajar aja, ga susah kok. Ga berat. Gampang aja…” Makanya gue saat teduhnya juga cincay-cincay aja. Ga serius-serius amat. Tapiii… ternyata Tuhan ga suka itu. Tuhan pengen ngajarin gue kalo hari Sabtu pun bisa terjadi hal-hal yang di luar dugaan. Dikepung copet misalnya. Makanya gue harus selalu siap sedia setiap hari. Harus isi full tank, full armor, dengan firman Tuhan, minta Tuhan tutup bungkus kita di pagi hari supaya dijauhkan dari yang jahat…

Makasih ya Tuhan udah ngungkapin kebiasaan jelek saya. Makasih ya Tuhan udah ngajarin pelajaran yang “nyentil” saya.
Makasih ya Tuhan udah lindungin saya.
Tolong saya Tuhan untuk selalu berjaga-jaga setiap pagi.
Tolong saya Tuhan untuk selalu menganggap serius setiap hari, setiap pagi, yang masih boleh saya jalani…
Dan satu lagi…
Ampuni saya ya Tuhan yang udah prejudice sama orang batak…
Ampuni saya ya Tuhan yang udah bersikap kasar sama copet itu…
Ampuni saya ya Tuhan yang marah-marah sama mereka, walaupun seharusnya saya mendoakan mereka…
Ampuni orang batak yang suka nyopet ya Tuhan…
Sadarkan mereka, jamah hati mereka, dan terutama, cukupi kebutuhan mereka supaya mereka ga nyopet lagi…
Dan juga, ampuni saya ya Tuhan yang sebel sama orang Batak, yang sebel sama suku saya sendiri, yang malu melihat kelakuan suku saya sendiri…
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.

August 13, 2007

lift up your standard

Filed under: kerja kerja kerja

Friends, gue baru terkaget-kaget loh kalo standarNya Alkitab, yang bikin kita harus lift up our standard dari hari ke hari, sering bentrok sama standar orang-orang di sekeliling kita …

Semakin kita mengenal firman Tuhan, semakin kita dituntut untuk naikin standar kita (lift up our standard) dalam semua aspek hidup kita sehari-hari. Tapi kadang-kadang standard kita itu terlalu tinggi buat orang2 sekitar kita…

Gara-garanya gini nih. Gue baru tau kalo ada atasan yang ngerasa risih kalo nerima pekerjaan yang terlalu bagus dari staf-nya. Ceritanya gini. Kan bos gue mau meeting sama bos-nya dia. Trus gue diminta persiapin bahannya. Ya udah gue bikin aja sesuai instruksi. Trus waktu gue kasih, eh dia malah bilang “Ga udah terlalu bagus deh, saya jadi risih…”

Haaa? Asli gue bengong. Kok jadi risih nerima pekerjaan bagus? Gue jadi bertanya-tanya sendiri apa yang salah dengan pekerjaan yang bagus.

Temen-temen juga suka nanya sama gue kenapa gue kok semangat banget kerjanya. Kenapa gue kok mau-maunya kerja rajin, nerima banyak banget kerjaan, dengan gaji yang… gituuuuu deh:)

Well friends, kalo gue ceritain semuanya, pasti panjang banget. Tapi intinya satu: Tuhan yang ubahkan gue. Tuhan yang buka pikiran gue, buka pikiran sempit gue, kalo kerja tuh bukan buat gaji semata. Emang sih gue ga muna’ kalo gaji tuh bisa boosting semangat kerja. Tapi baru dua tahun ini gue nyadar kalo bukan cuma gaji yang bisa boosting semangat kerja. Booster yang paling utama itu cuma satu: kerja buat Tuhan dan bukan buat manusia… (Kol 3:23)

Senior pastor gue pernah bilang satu kalimat penting. Dan kalimat inilah yang terus gue inget sebelom gue mulai kerja. “Work at the level of excellence with an attitude of humility”

Maksudnya? Jangan pernah ngasih hasil kerja yang ecek-ecek, yang asal-asalan, harus yang excellent (inget: excellent loh, bukan perfect!). Kenapa mesti excellent? Karena Tuhan kita itu excellent, dan kita adalah anak-anakNya yang fearfully and wonderfully made. Jadi ciptaan yang fearful dan wonderful itu harus selalu berada pada tingkat excellent, ga boleh mediocre, ga boleh average, ga boleh sedang-sedang saja. Anak Tuhan punya standar khusus. Bukan standar dunia. Tapi standarnya Tuhan. Apa standarNya? StandarNya: bekerja seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia…

So, kalo kerja buat Tuhan (ga perlu di gereja, di kantoran pun itu juga kerja buat Tuhan), ga boleh sembarangan alias asal-asalan. Harus berikan yang terbaik. Sekali lagi: YANG TERBAIK.

Tapi kalo udah bisa berikan yang terbaik, jangan sombong. Jangan mentang-mentang trus petantang petenteng. Ga boleh itu. Inget itu semua bisa terjadi cuma karena kasih karunia Tuhan aja. Harus tetap rendah hati walaupun mungkin kamu (kadang-kadang) lebih bener dari orang lain. Dan caranya untuk tetap rendah hati adalah: inget kalo kita bisa di tempat itu karena Tuhan yang bawa kita ke sana. Inilah maksud dari “with an attitude of humility”

Sekali lagi: work at the level of excellence with an attitude of humility… Itu yang jadi pedoman gue dari hari ke hari…

Gue naekin standar gue bukan karena bos gue. Bukan karena kantor gue. Bukan karena pekerjaan gue. Bukan karena siapa-siapa, tapi karena TUHAN yang minta… Because my God deserves the best that I can give…

So friends, kalo kamu diejek sama temen kantor kamu karena kamu dianggap kerajinan, dianggap aneh sama temen kantor kamu karena kamu mau kerja keras dengan gaji kecil, jangan kecil hati… Jangan patah semangat… Jangan pernah menyerah… Inget standar kamu sekarang udah beda. Standar kamu itu standar yang dibuat oleh Tuhan. Standar itu di level yang disebut excellence. Tetap terus stay excellent no matter what people say. Ga peduli orang ngomong apa, yang penting kita berusaha menyenangkan hati Tuhan. Inget Tuhan selalu liatin kita. Selalu perhatiin kerjaan kita…

*PS: Bukan hanya God yang notice pekerjaan kamu, tapi orang-orang yang ga kamu kenal pun akan notice kalo kamu work at the level of excellence. Mungkin sedikit sharing tambahan gue ini bisa membesarkan hati kamu. Beberapa minggu lalu gue denger berita dari senior managers gue kalo bos-nya dia (yaitu division head) gue cerita bahwa gue tuh jadi rebutan di divisi laen. Ada orang-orang lain di divisi lain (yang gue ga kenal sama sekali!) yang rebutan pengen minta gue jadi staf-nya mereka. Tapi bos itu langsung nolak seketika itu juga karena dia ga ijinin orang laen ambil gue. Dia tetep pengen gue kerja sama dia. The point is: terus lift up your standard, friends… Jangan pernah turunkan standar kamu, terus dan terus lift up your standard! And see how God promotes you with His own way…in His own time…

ga bisa tidur? loh kok bisaaaa…???

Filed under: kerja kerja kerja

Beberapa hari yang lalu temen2 gue di kantor lagi kena musim mata bengkak. Tau ga musim mata bengkak tuh apa? Itu tuh penyakit kurang tidur. Ciri-cirinya adalah: mata bengkak, sedikit merah (jangan banyak-banyak, kalo merahnya banyak itu sih sakit mata:), daerah sekitar mata menghitam, dsb.

Dan kalo pagi-pagi ketemu orang2 begini, satu pelajaran berharga yang gue pelajarin selama 7 taon di kantor ini adalah: stay away from them! Kenapa? soale orang2 yg cirinya gini pasti kurang tidur. Dan orang kurang tidur tuh biasanya pemarah dan sumbunya pendek. Jadi ga bisa diajak ngomong basa-basi. Pasti bawaannya gampang marah kalo ada satu hal aja yang ga beres, atau ada satu pernyataan remeh yang dia ga suka atau dianggap ga penting buat dia.

Dalam 2 hari berturut-turut ada 3 orang di sekitar gue yang lagi kena musim mata bengkak. Yang pertama lagi deadline jadi baru pulang jam 4 pagi. Yang kedua, masih mending, bisa pulang jam 2 pagi, tapi baru 2 jam tidur, eh bayinya nangis minta susu. Yang ketiga, bos gue sndiri (wekekek:)

Si bapak bos ini pagi-pagi nongol ke tempat duduk gue, dengan mata bengkak, sedikit merah, belom shaving, so keliatan cape n berantakan banget.

Trus dia langsung curhat “Kemaren malem saya ga bisa tidur.”

Dengan hati-hati, dengan asumsi orang kantor smua galak kalo kurang tidur, gue nanya walopun gue dah tau pasti jawabannya, “Kenapa Pak? Mikirin apa?”

And I have already guessed, he said “Mikirin kerjaan…”

Trus gue langsung nyerocos aja “Aduuuh Pak, sayang banget ga bisa tidur cuma gara-gara mikirin kerjaan…” (Sok tau banget ya gue???hehehe)

Gapapa deh gue dibilang sok tau ato apa. Gue cuma pengen sharing aja pendapat gue sama si bos. Soalnya gue ga tega ngeliat bos gue jadi kucel dan kecapean gitu. Menurut gue, kalo kita stay up all night till morning, mikirin kerjaan, sebenernya tuh rugi dua kali. Rugi pertama, rugi kehilangan tidur. Rugi kedua, rugi kehilangan waktu yang kebuang sia-sia cuma buat mikir tapi sebenernya kerjaan tetap aja ga selesai. Iya kan?

Masih mending lah kalo ga tidur tapi kerja, so besok paginya kerjaan selesai walopun ga tidur. Artinya kan satu masalah selesai? (masalah kerjaan dah selesai when morning comes). Tapi kalo cuma “mikirin” doang, dua masalah sama-sama ga selesai. Pertama: masalah ga tidur, kedua: masalah kerjaan yang tetap aja ga selesai walopun dipikirin sepanjang malem ampe ayam berkokok juga (btw, masih ada ga sih orang di jakarta yang tetangganya miara ayam yang berkokok pagi-pagi? Kok di deket rumah gue ga ada lagi orang yang piara ayam ya :)

Loh kok jadi ngomongin ayam? Oke, back to the topic. Tadi apa topiknya? O ya, ga bisa tidur. Satu hal yang gue ga pernah bisa ngerti adalah kalo orang ga bisa tidur. Kalo orang ga bisa makan gue bisa ngerti. Gue juga kadang-kadang ga bisa makan kalo lagi stress or sakit. Tapi ga bisa tidur? Seumur hidup gue ga pernah ngerasain ga bisa tidur. Gue sih tipe pelor (nempel langsung molor).

Biarpun lagi ada masalah, lagi banyak pikiran, gue tetep bisa tidur. Prinsip gue sih ngapain gue pikirin, biar dipikirin ampe pagi juga itu masalah kan tetap ada? So, kalo besok pagi itu masalah masih tetap ada, mendingan gue tidur aja dulu malem ini dan besok pagi baru gue pikirin lagi hehehe. Lagian tuh masalah kan ga bakalan lari kemana-mana ampe besok pagi juga:)

Eits, jangan salah, ini bukan berarti gue ga peduli sama kerjaan. Sama sekali bukan gitu. Gue tetap mikirin kok tanggung jawab kerjaan. Buat gue, anak Tuhan tuh harus bisa jadi solusi buat orang sekitarnya. I have to be the solution for someone else’s problems, because that’s why God puts me there.

I like working hard, because my God also works hard. My God is a hardworking God (He never slumbers nor sleeps), so I am hardworking too. Tapi gue bukan Tuhan yang never slumbers nor sleeps. Gue manusia yang butuh tidur. Gue bisa rontok kalo ga tidur. I need sleep because I realize God creates me as a human with a need of sleep.

Mangkenye gue bingung banget kalo ada orang yang bisa kuat ga tidur semaleman. Buat gue itu ajaib banget, bener-bener luar biasa. Tapi di sisi lain, gue jadi bertanya dalam hati? Kenapa sih Tuhan saya TIDAK pernah TIDAK BISA tidur?

Dan, amazingly, setelah bos gue curhat dia ga bisa tidur, pas di malem hari itu gue nanya pertanyaan iseng ga penting itu sama Tuhan sebelom gue bobo, besok paginya, pas saat teduh…

Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku (Mzm 94:19)

Doeeeng… itu ayat yang gue dapet besok paginya pas saat teduh. Oooo… jadi ini ya alasan kenapa gue gampang banget tidur? So, kata Alkitab, biar dikate banyak pikiran juga, orang-orang yang mendapat penghiburanNya itu akan tetap tenang jiwanya, alias … bisa tidur! Kenapa? Karena mereka dapet jaminan yang menghibur dari janji Tuhan bahwa everything is under His control. Ga perlu kuatir, ga perlu bingung, everything will be all right with God. Tuhan akan berperang buat kita dan kita akan diam saja. Itulah bedanya orang dunia dengan orang2 yang punya pengharapan pada Tuhan.

Dan saking under control-nya everything itu, Tuhan ijinin gue tau jawaban dari pertanyaan remeh temeh gue. Bahkan pertanyaan iseng yang ga mutu pun, dengan senang hati DIA jawab! Hehehe, bener-bener top dah Babe gue di surga !!!

limited connectivity (baca: KAGA NYAMBUNG)

Filed under: personal

bbrpa hari lalu, pas iseng abis makan siang, gue baca artikel di salah satu web kristen tentang gmana caranya komunikasi alias ngobrol sama “target” supaya nyambung. Hehehe asli gue setuju banget sama tips-tips yang dia kasih, sayangnya dah telat :) karena gue bacanya pas dah putus wekekek

knapa gue setuju banget ama tips-nya dia? karena gue selama masa-masa awal pacaran bener2 ketipu sama tampang, tapi lupa satu hal yang mendasar yang akhirnya bikin gue super enek dan super cape jalanin hubungan itu…

tau ga napa? gini nih. di awal masa pedekate, si mantan gue tuh bilang, dari cewe2 yang dia kenal, dia ngerasa “cocok” banget sama gue. maksudnya tuh gue “nyambung” kalo diajak ngobrol ama die. Katanya sih dia banyak kenal cewe cakep, tapi susah nyambung. So begitu kenal gue dia ngerasa gue cocok ama die sooo dia pdkt deh ama gue. Dengan alasan utama “nyambung”

Tapiiiiii…. lama-lama, gue malah ngerasa gue ketipu berat sama dia. Kenapa? Karena kok lama-lama gue ga ngerasa nyambung sama sekali sama dia? Pertama-tama sih dia emang keliatan keren, ganteng, berwibawa, cukup rohani, dsb. Tapi kenyataannya? Belakangan gue tau semuanya palsuuuuuu……

Belakangan gue tau kalo dia tuh minderan banget. Sebenernya buat gue sih it’s okay, benerrrr it’s okay punya cowo yang pendidikannya sma. benerrr! gapapa. Asal dia dah bertobat, takut akan Tuhan, bener-bener berusaha mengetahui kehendak Tuhan dalam hidupnya, itu syarat utama buat gue. Karena kalo template-nya dah gitu, gue yakin tuh orang pasti karakternya akan terus berubah menyerupai Kristus, day by day. Tapi alangkah kecewanya gue begitu tau kenyataan yang sebenernya.

Kekecewaan pertama. Gue pikir, karena dia udah jadi pengurus di gereja, pasti dia punya hubungan pribadi sama Tuhan dan berusaha mengenal kehendakNya. Tapi tau ga? Makin lama gue makin curiga karena kalo gue ngajak ngobrol tentang apa sih arti ayat ini, kenapa Tuhan ngomong ini dan bukan itu, gimana caranya win the lost souls, doa puasa, etc, dia sama sekali GA NYAMBUNG. Bener-bener buta total dan obrolan langsung mandek sama sekali. Rasanya kaya ngomong sama tembok karena ga ada respon sama sekali. Gue pikir bahan obrolannya terlalu berat, tapi kok tiap kali ganti bahan mentok mulu?

Trus pelan-pelan gue selidiki, ternyata dia kalo hari Minggu tuh suka bolos gereja. Gue pikir sih sekali-kali mungkin karena dia cape atau sakit atau apa. Tapi kok hampir tiap Minggu gitu? Kalo ga gue ajakin dia pasti bolos dan tau ga alasannya apa? Ketiduran…. weleh weleh. Gue bener-bener kaget. Dan yang paling ngagetin adalah: waktu gue tanya kenapa Alkitabnya kok ditinggal terus di motor. Gue tanya gimana besok pagi kalo mo baca Alkitab pas saat teduh? Tau ga jawabannya apa? “JARANG BANGET, HAMPIR GA PERNAH MALAH…” dengan tampang cuek dan ga bersalah gitu. Haaaaaa??? ga pernah baca Alkitab? Gubrakssss!!! Pengurus gereja ga pernah baca Alkitab?!! Bener-bener syok berat gue malem itu…

Saat itu juga kekagumannya langsung rontok total, persis seperti debu jalanan… Semua tampang kerennya, semua pelayanannya di pemuda, semua penampilannya di mimbar gereja, hancur total di mata gue. Rasanya ditipu abis-abisan sampe gue ga tau lagi mo ngomong apa pas doa sama Tuhan tentang kelanjutan hubungan itu. Rasanya malesss banget ketemu dia lagi, rasanya gue ga punya tujuan lagi untuk ngelanjutin pacaran ama die. Buat apa???

Tapi gue ga punya alasan mo putus. Masa sih alasannya karena dia kurang rohani? Kesannya kok gue sok kudus banget? Apa nanti kata temen2 sepelayanan? Masa gue mesti bongkar kedoknya dia di hadapan semua pengurus??? Masa sih nanti kalo diintegorasi sama ketua: kenapa kalian putus? Trus gue jawab: karena dia ga pernah baca Alkitab. Apa ga pada shock itu semua pengurus? Apa gue ga dianggap sok rohani banget? Sooo, gue simpen itu semua rapet-rapet dalem hati gue dan gue berusaha jalanin hubungan itu dengan berat hati.

Gue berusaha bilang sama diri gue sendiri: okelah ga nyambung soal kerohanian, tapi soal obrolan sehari-hari kan at least dia nyambung. But girls, please remember kalo tingkat pendidikan atau kadar intelektual, seperti orang-orang tua kita yang sering bilang itu, ternyata emang penting dalam suatu hubungan. Rasanya cape loh ngobrol sama orang yang lemot. Bikin frustasi.

Misalnya nih, soal pekerjaan. Gue bener2 mati kutu kalo ngobrol soal kerjaan. Jangankan buat nanya-nanya, dia aja ga ngerti gue kerjanya di kantor apaan. Boro-boro deh jelasin tentang konsep services-nya public accounting firm. Akuntan publik aja dia kaga tau itu mahluk apaan. Mo curhat tentang kerjaan? Stuck. Mo minta pengertian lagi deadline jadi ga bisa date karena mesti kerja ampe malem? Langsung nadanya tinggi dan ga mau jemput ke kantor. Langsung tersinggung karena ga pernah ngerti arti deadline di tempat kerjanya di pabrik yang serba rutin. Mo minta pengertian Sabtu Minggu ga bisa kemana-mana karena ngejar deadline Senin? Tersinggung lagi.

So, mo discuss tentang istilah akuntansi dalam bahasa inggris? Ga nyambung. Mo ngomongin latest news in economic world? Ke laut aje. Mending baca koran sendirian. Kalo gue betah berlama-lama di bagian buku asing di Gramedia? Langsung bete dan ninggalin gue. Kalo gue lagi kumat pengen browsing itu software-software keren (bajakan:) di toko komputer? Langsung pasang tampang bosen banget. Duh Tuhan, kenapa saya mesti pacaran sama diaaaaaa….????

Ngobrol pake bahasa Inggris? Jangan harap. Gue baru pake dua kata bahasa Inggris aja (itu juga ga sengaja! keceplosan!), dia tampangnya langsung tersinggung banget. Langsung galak dan bilang “Udah tau aku ga bisa bahasa Inggris!” Ya ampuuuunnn!!! Gue kan ga sengaja, namanya juga gue translator, trus guru bahasa Inggris lagi. Yah gue breathe in dan breathe out in English!

Nanya tentang problems ecek-ecek soal gimana ya insert photoshop picture ke dalam pagemaker file buat warta gereja? Percuma, photoshop aja dia kaga pernah denger. Gimana ya caranya bikin flash buat slide pengumuman ibadah? Boro-boro deh. Sampe topik yang amat sangat umum seperti gimana caranya handle anak yang hiperaktif yang jadi murid les inggris gue? Melongo lagi.

Duh Tuhan, saya mesti cari bahan apa lagi biar nyambung ama dia? Gue bener-bener cape, makan ati luar dalem. Akibatnya, gue makin males dan malesss ketemu dia… Daripada mesti ketemu, kaya’nya mendingan tiduran di sofa ga bergerak-gerak sampe Tuhan Yesus dateng :)

Boro-boro ketemu, kalo ditelpon aja gue males banget jawab. Kalo di-sms, males banget deh balesnya. Padahal cuma gerakin jempol aja buat reply, bener2 males dan buang tenaga. Pokoknya udah bener-bener ga interested lagi deh sama everything about him…

Dan akhirnya dia bisa “baca” juga perubahan gue itu. Dan seperti yang gue tebak: dia marah-marah dengan alasan gue egois dan ga pedulian. Dan buntutnya, dah ketebak, dia minta putus. Dalem hati gue bilang yes! Gue bisa bilang sama Tuhan: “Tuhan, tuh dia kan yang minta putus? Berarti saya ga salah dong… Itu kan keinginan dia. Berarti kesalahan “melukai hati orang” bukan ada di bagian gue. Tapi di bagian dia…hehehe”

Gue bukannya cari cowo yang perfect. Engga, sama sekali engga. Tuh cowo ga harus tau segalanya. Gue bukan cari orang sempurna yang bisa segalanya. Tapi yang gue cari adalah seseorang yang punya “passion” di satu bidang tertentu, satu bidang pilihannya, jadi dia bener2 mendalami satu bidang itu, becoming an expert in that special subject.

Menurut gue, orang yang really focus on something that he is passionate about is really attractive. Orang yang pinter di bidangnya tuh sangat menarik. Dan pasti ngobrol sama orang2 seperti ini ga bakalan ngebosenin. Kenapa? Karena dia punya fokus. Dia punya keahlian, punya expertise. Dia punya specific goal(s). Dia punya visi. Dia punya special assignment dari Tuhan. Dia punya reason why he lives. Terserah bidang apa aja. Akuntan kek, auditor kek, legal kek, IT kek, apa kek, doesn’t matter to me. Yang penting ada satu bidang spesifik yang dia tekuni dengan penuh passion.

Dan akhirnya, begitu putus, gue jadi ngerasa bebasssss banget, lepassss banget. Semua temen gue akhirnya bilang: Fen, elo makan ati pas pacaran ama dia? Soalnya emang pas pacaran ama dia itu berat badan gue turun drastis. Temen2 gue gosipin katanya gue tekanan batin, makanya gue jadi kurus …HUAHAHAHAAA….

Tapi emang sih, abis putus, berat gue pelan-pelan naek lagi. Gue jadi ilang beban, dan rasanya seneeeng banget bebas merdeka. Gue bebas mo kerja sampe jam brapa aja, di hari apa aja… Gue bebas mau sekolah lagi, mau kuliah lagi… Gue bebas jalanin masa depan gue yang indah bersama Tuhan… Gue bebas dari tekanan harus menikah sama calon suami yang KAGA NYAMBUNG, bahkan kaga nyambung in all aspects of my life… hihihi…

August 1, 2007

do you like Me?

Filed under: mengasihiMu

Beberapa minggu lalu (ato bulan???), gue baca satu posting-an di yahoogroups gue. Kalo ga salah judulnya “Do You Like God?” Isinya sih intinya tentang apakah kita bener-bener menyukai Tuhan sebagai Seorang Pribadi. Kenapa hal ini ditanyain? Karena istilah Jesus Loves You, We Love You Lord, atau Tuhan mengasihimu, aku mengasihiMu Tuhan, dsb itu udah terlalu overused alias terlalu sering dipake. Saking sering dipakenya, kita cenderung pake kata-kata itu sampe makna-nya ilang. Kita sekedar ngomong aja tanpa merasakan betapa dalamnya makna kata-kata itu.

Maksudnya gini nih. Mengasihi itu kan satu perasaan. Kita bisa aja mengasihi, tapi itu bukan berarti menyukai. Misalnya orang tua bisa aja mengasihi anak remajanya yang sikapnya kurang ajar dan hanya ngomong ke orangtua kalo butuh duit. Ya, orangtua itu mengasihi anaknya. No doubt about it. Tapi apakah orang tua itu menyukai anaknya? Apakah orang itu menyukai sikap anaknya yang kurang ajar itu? Apakah orang itu menyukai BERADA bersama abg yang sikap jutek-nya itu nyebelin? Nah, lihat kan bedanya? Mengasihi bukan berarti menyukai.

Kembali ke pertanyaan awal: do you like God? Apakah kita bener-bener menyukai Tuhan? Kalo kita menyukai Tuhan, artinya kita menyukai keberadaan Tuhan, menyukai waktu-waktu yang dihabiskan bersama Tuhan. Misalnya gini nih. Kalo gue suka temen gue, gue suka ngabisin waktu sama dia, ngobrol berjam-jam sama dia, nongkrong bareng dia, jalan-jalan bareng dia. Ga masalah makan di mana, makan apa, asal kita bisa curhat berjam-jam.

Tapi beda kalo kita ga suka sama orang yang ngajak makan itu. Contohnya nih, acara makan-makan di kantor. Misalnya seorang bos ngajak anak buahnya makan-makan di restoran mahal. Karena yang ngajak makan itu bos, terpaksa anak buahnya pada ikut. Tapi pas acara makan-makan, si anak-anak buah itu berusaha milih kursi sejauh mungkin dari bos-nya, sedeket mungkin sama pintu keluar, supaya bisa cepet ngabur dan ga perlu berlama-lama basa-basi sama bosnya. Every second di resto itu terasa lamaaa banget walopun resto-nya itu bagus banget dan menu-nya sop sarang burung walet terbang yang naujubile jut-jutan mahalnya.

Kalo disuruh milih, mungkin si anak buah itu lebih suka nongkrong di warung roti bakar di pinggir jalan tapi sama temen-temennya yang emang dia enjoy with whom (s)he’s eating and talking. Mungkin nongkrong di situ, cuma beli roti bakar 6000 perak plus teh botol bisa ampe jam 11 ato 12 malem ngobrol ngalor ngidul yang ga penting tapi menyenangkan. Kenapa? Because (s)he enjoys the company of his/her friends. Karena dia menyukai, menikmati keberadaan orang yang menemaninya.

Dari sini gue belajar apa itu artinya “menyukai”. Apakah gue menyukai Tuhan? Apakah gue menyukai bersama-sama Tuhan sama seperti gue menyukai keberadaan temen gue? Apakah gue menikmati saat teduh bersama Dia? Atau apakah gue “terpaksa” saat teduh just because that’s what He wants me to do? Kalo gue terpaksa (karena cape abis kerja ampe jam 1 pagi, masih ngantuk, dll), itu sama seperti sikap gue yang terpaksa pergi makan-makan sama bos, tapi sebenernya gue ga menyukai saat-saat itu. Tapi kalo gue menyukai Tuhan, gue bisa berjam-jam curhat sama Tuhan sampe lupa waktu dan baru berhenti karena gue sadar gue mesti mandi dan siap-siap pergi ke kantor.

So, what I’m trying to say is, tes pertama untuk mengetahui apakah kita mengasihi Tuhan adalah dengan cara bertanya “Apakah aku menyukai Tuhan Yesus?”

Karena kata “menyukai” itu artinya kita “like Him as a buddy” atau sebagai teman. Dengan seorang teman, we can be who we really are. Dan kalo kita bisa jadi temen dia, itu artinya dia juga menyukai keberadaan kita apa adanya kita. That’s why both can spend hours together doing unimportant things. Kalo kita menyukai Tuhan, kita bisa ngobrolin apa aja remeh-temeh yang ga penting tanpa takut dianggap wasting His time. Tapi kalo kita ga menyukai Tuhan, kita akan cenderung menganggap hubungan Tuhan-dengan-manusia itu seperti hubungan bos-dengan-staff yang sifatnya perintah-I-tell-you-what-to-do-and-you-do-it. Hubungan seperti itu cenderung kaku dan ga ada ketulusan di dalamnya. Akibatnya, kita lakukan perintah Tuhan karena Tuhan bilang harus kita kerjain dan kalo engga kita ga dapet berkat. Padahal, bukan hubungan seperti ini yang Tuhan inginkan. Tuhan pengen kita enjoy Him, as much as He enjoys us as His creative beings.

Thank you Lord for being my Buddy…
Thank you Lord for the countless hours You spend with me…
Deep down from my heart, I just want to say:
I LIKE YOU LORD…
And I really mean it…

*by the way, sekarang gue ga ngerasa terpaksa lagi loh kalo diajak makan sama bos-bos. Dulu gue anggap mereka sebagai bos yang kasih perintah, but now I enjoy having the chance to know them as human beings yang punya perasaan/masalah/pergumulan/kesedihan/kekecewaan, bukan sekedar atasan belaka. Sejak Tuhan ubahkan pola pikir yang kaku dan rigid, sekarang gue liat bos-bos gue sebagai precious souls yang amat sangat dikasihi Tuhan Yesus. Dan amazingly, sekarang gue bisa mengasihi mereka dengan tulus, mendoakan mereka tiap kali gue berdoa di pagi hari, bukan karena gue butuh sesuatu dari mereka, tapi karena gue melihat mereka sebagai jiwa-jiwa yang amat sangat berharga di mata Tuhan… Begitu berharganya sampai Tuhan-ku rela mati bagi mereka…

July 5, 2007

have a nice weekend

Filed under: happy teaching

Have a nice weekeend…!!!

Itulah kalimat terakhir yang selalu gue ucapin di akhir pelajaran. Ini kalimat pamungkas yang gue seneeeee…..ng banget ngucapinnya. Soale kan besoknya minggu, jadi murid-murid gue ini (dan gurunya ini juga:) pasti libur. In short, besok kita semua bebaaaa…sss :)

Kenapa gue seneng banget bisa ngucapin ini? Karena tiap kali gue ngomong these magic words, dijamin semua wajah murid-murid gue jadi ceria dan nyengir lebar melangkah ke luar kelas sambil bilang “Thank you Miss, have a nice weekend !” (tapi kadang-kadang sih ada juga murid-murid SMP gue yang ga reply pake bahasa Inggris tapi malah cium tangan gue…eits… asli gue kaget banget… kaget aja digituin, soale seumur-umur gue sekolah ga pernah ngeliat ada murid yang cium tangan guru… wekekek:)

Selain itu, gue juga seneng banget bisa ngeliat wajah-wajah anak-anak sekolah itu bisa ceria dan lepas dari beban. Kenapa gue ngomong gitu? Soale nih guys, tau kan belakangan ini lagi musim ujian. Terutama yang anak kelas 3, either SMP ato SMU, pasti lagi pada stress belajar buat ujian. Keliatan banget deh mereka pada cape banget, udah digeber abis-abisan seminggu penuh di sekolah, ikut kelas pengayaan or pemantapan, eh pulangnya mesti ikut kursus inggris lagi. Pernah ada kejadian murid SMP kelas 3 gue dateng telat ke kursus, trus langsung banting tas ke kursi, langsung mukanya ditaro di meja, sambil ngomong gini dengan tatapan memelas “Udah deh Miss, hari ini jangan belajar lagi ya? Enek banget dah tadi di sekolah abis ikut kelas pemantapan. Mana soal latihannya banyak banget lagi! Ga usah belajar lagi ya Miss? Ya? Ya? Ya? Ya?”

Terus terang aja gue kasian banget ngeliat nasib murid-murid sekolah jaman sekarang ini. Been there. Done that. Know exactly how they feel. Tapi jaman gue dulu ga pernah ada murid kelas 3 yang ga lulus. Smua pasti lulus, biar nilainya ancur juga. Tapi mereka skarang pasti jauh lebih stress lagi. Kurang dikit aja, bisa-bisa ga lulus. Gimana ga pada stress berat???

Gue ngerti banget gimana capenya mereka. Tapi gue kan guru kursus mereka yang dibayar buat ngajar Inggris. Mereka dah bayar mahal-mahal, dah cape-cape dateng ke tempat kursus, masa gue suruh pulang? Ga adil kan. Akhirnya gue biarin aja dia diem di pojokan, dengan muka tiduran di meja, dan gue bilang “Ya udah kalo kamu cape ga usah belajar. Tapi saya tetep ngajar temen-temen kamu yang laen ya… Mereka kan dateng ke sini buat belajar.”

Ya udah deh trus gue ngajar seperti biasa, tapi dengan speed yang jauh lebih lambat. Exercises-nya juga cuma sedikit dengan waktu yang lebiiii….h panjang. Dan pas gue tau mereka dah selesai ngerjain exercises-nya, gue pura-pura ga tau aja dan biarin mereka maen catur jawa, maen hp, ngobrol, baca majalah sama temen di sampingnya.

Mungkin guru-guru lain bisa protes baca posting-an ini. Don’t blame you guys. But I know what I’m doing. Kalopun gue paksain mereka belajar, percuma. Kepala mereka semua dah berasap:) Mo diajarin apa juga langsung mental deh, dah sampe titik jenuh. Apalagi mereka sama-sama kelas 3, sama-sama satu sekolah lagi! Dan mereka sama-sama pinternya, gue tau itu. Nilai bahasa inggris mereka di rapor tuh rata-rata 8 dan 9, minimal 7. Itupun nilai di salah satu sekolah unggulan di daerah jakarta.

So, kalo udah ngadepin kelas gini, gue berusaha lebih rileks sama mereka. Mendingan ngobrol dulu aja deh (tapi ngobrol-nya pake bahasa inggris loh). Cari topik-topik yang menarik tapi tetap mendidik. Lupain dulu deh boring topic di buku pelajaran tentang terbentuknya batuan sedimentasi (yaiks! in English pula!). Mendingan cari topics of their interest, supaya mereka bisa lebih rileks tapi tetap practising their English.

Topiknya apa aja dong? Tanyain aja mereka how do you feel now? Gimana di sekolah? Ntar mau masuk SMU mana? Pelajaran apa yang paling nyebelin? Yang paling kamu suka? Siapa guru di sekolah yang kamu sebelin? Kenapa kamu sebel sama dia? Gimana rasanya mo ujian bulan depan? Kalo kamu ntar bebas abis ujian kamu pengen ngapain? Biasanya mereka sukaaaa… banget ngomongin rencana “bebas” mereka setelah terlepas dari penjara ujian ini itu.

Nah kalo dah gitu, biasanya mereka lebih rileks. Mereka tau mereka punya guru yang mengerti perasaan mereka, mengerti kesusahan mereka, mengerti segala tekanan yang mereka hadapi sebagai anak-anak pintar di sekolah unggulan. Dan mereka akan lebih open dan receptive sama gurunya. Mereka ga lagi memandang kamu sebagai another teacher yang siap membabat kamu dengan another “thousands of multiple choice questions”, tapi sebagai seorang teacher yang pernah mengalami masa-masa yang sedang mereka alami sekarang.

Dan setelah 4 jam berlalu, dan bel pun berbunyi dengan nyaring, akhirnya gue bisa melepas mereka dengan berkata “That’s all for today, class! Have a nice weekend…!!!” Dan mereka pun dengan suaranya yang (sebagian) high pitching, (sebagian) mulai pecah karena pubertas, (sebagian) dah mulai keluar bass-nya, dengan kompak penuh semangat membalas “Thank you Miiiiiisssss….Have a nice weekend…” sambil nyengir selebar-lebarnya….

Dan sembari ngeliat mereka lari-larian berebutan keluar kelas, belagak dorong-dorongan depan pintu supaya temen-temennya di belakang ga bisa keluar, trus yang dah berhasil keluar langsung matiin lampu kelas, yang langsung disambut dengan teriakan anak-anak cewe yang masih di dalem, gue cuma ketawa aja ngeliat tingkah mereka yang persis anak-anak itu. Mungkin badan mereka udah tinggi besar seperti pria, mungkin tubuh mereka udah seperti wanita dewasa, but deep inside they are still children who need time to play, to have fun, to enjoy their youth…

Ah, gue kangen banget nih pengen ngajar lagi. Padahal baru 2 minggu libur, kenapa rasanya lama banget yaaa…? Eh Sabtu ini kelas dah mulai deng. Asik, gue bisa ngajar lagi nih:) Lumayan penyegaran, setelah setiap hari dari jam 8 pagi ampe jam 8 malem kerja mulu melolotin laptop di kantor hehehe…

May 23, 2007

the joy is here: WAKE UP!

Filed under: WPDA

Posting-an ini dipersembahkan *duile dipersembahkan, kaya pelem indonesia 70an aje* ehm ehm dipersembahkan buat temen-temen yang lagi mikir gimana caranya biar ga ketiduran lagi pas mau saat teduh.

Please note kalo posting-an ini ga dibuat untuk menggurui siapapun juga. Gue juga masih harus mengerahkan segenap kekuatan untuk bisa bangun pagi tiap harinya. Tapi gue pengen share pengalaman gue aja, dan berharap sharing ini berguna bagi siapapun yang baca.

Yang pertama, gue pernah baca kalo it takes 2-3 weeks to make something become your habit. Maksudnya untuk memulai kebiasaan baru, biasanya orang tuh perlu melakukannya 2-3 minggu BERTURUT-TURUT sampai akhirnya hal itu jadi kebiasaan. So, kalo kamu pengen bener-bener menang menaklukan kemalasan bangun pagi, kamu perlu bertekad kuat untuk TERUS MENERUS melakukannya selama 2-3 minggu (bukan Senin bangun pagi, Selasa juga, tapi Rabu gagal, Kamis mulai lagi, dst).

Ga bisa berhenti di tengah jalan atau istilahnya ambil break. Misalnya Senin ampe Jumat setia bangun pagi, tapi Sabtu Minggu kamu sengaja bangun siang supaya ada off ato libur *emangnya kantor sabtu minggu libur :) *.

Jangan pernah break sehari juga. Karena break itu akan menghancurkan kebiasaan 6 hari yang kamu bangun dengan susah payah. Dengan kata lain, tubuh kamu yang sedang dibiasakan bangun pagi itu, dan mulai terbiasa itu, harus terpolusi/tercemar dengan kembali ke kebiasaan lama (bangun siang) itu.

Trus gimana dong caranya biar bisa bangun pagi untuk saat teduh (tanpa ketiduran lagi of course) ?

1. Pasang alarm yang super cempreng. Lupakan bunyi kriiiiiiiing klasik ala jam weker. Kalo jam weker itu udah ada di kamar kamu sejak 300 juta tahun yang lalu, kamu akan sudah amat sangat terbiasa dengan bunyinya sampe-sampe kamu ga peka lagi kalo jam itu bunyi *and even keep on snoring while it’s ringing* Kalo kamu punya hp murah meriah, beruntunglah kamu. Karena hp murmer itu kan biasanya suaranya cempreng, ga ada mega bass-nya sama sekali.

So, pasanglah lagu paling norak dan paling berisik yang ada di phone setting kamu itu sebagai alarm tone. Makin cempreng makin bagus. Kuping kamu pasti shock berat denger bunyi extremely cempreng itu pagi-pagi, dan hasilnya? Kamu pasti langsung melek!

2. Begitu mata kamu melek, langsung minum aer putih 530 ml. Kenapa harus 530 ml? Karena itu ukuran tupperware baru gue hihihi. Engga, becanda deng. Maksud gue, kalo minumnya cuma seteguk dua teguk, kaga bakalan ngepek. Langsung ngantuk lagi. Tapi kalo minumnya banyak sekaligus, otomatis pasti susah kan? Untuk bisa minum 530 ml air secara nonstop tanpa istirahat, kamu harus tetap melek selama sekian detik (kalo ga konsentrasi bisa keselek, bener!)

Nah, selama konsentrasi minum itu mata kamu akan “dipaksa” untuk terbuka, dan akhirnya bener-bener terbuka, dan terus terjaga. Dan proses minum itu akan restart proses metabolisme tubuh kamu setelah sekian jam idle alias powersave on. Kalo proses metabolisme itu udah mulai, udah warming up, maka setiap sel tubuh kamu itu langsung alert and ready to work again. PS: minum air putih pagi-pagi itu juga bagus untuk kesehatan loh…

3. Begitu mata dah melek dan badan kamu alert, jangan mulai dengan doa syafaat dulu kalo kamu masih dalam level pemula bangun pagi *kalo levelnya dah advanced alias dah bertaon-taon bisa bangun pagi secara otomatis sih gapapa* Kenapa gue bilang jangan mulai dengan doa syafaat dulu untuk level pemula? Karena kalo doa kan matanya tertutup, dan begitu mata tertutup kamu langsung kangen pengen tidur lagi. Jadi mendingan jangan.

Lebih baik saat teduh itu dimulai dengan nyanyi. Kenapa mesti nyanyi? Karena kalo nyanyi tubuh kita akan semakin aktif. Belom lagi pikiran kita yang baru aktif itu (inget kerjaan, inget PR, inget ujian, inget kantor, inget ini inget itu) mesti diselaraskan sama roh kita. Pikiran yang mendadak aktif kemana-mana itu mesti ditenangkan dulu supaya in line with roh kita yang rindu bertemu Tuhan.

“Tapi Kak, pagi-pagi gue males banget nyanyi…Mana semua orang masih pada tidur lagi, ayam aja belom bangun. Kok kaya’nya cuma gue sendirian yang bangun pagi…” Kalo kamu bilang gitu, coba baca nomor 4 di bawah ini.

4. Pasang radio Kristen yang mulai siaran pagi-pagi buta. Karena kalo bangun pagi-pagi gue ngerasa the only person in the world who wakes up at such odd time, gue ngerasa ada yang nemenin kalo gue langsung setel radio pelita kasih yang mulai siarannya jam 4 pagi. Kalo denger suara penyiarnya, gue seneng ada juga orang di luar sana yang udah “memulai kehidupan” bersama gue.

So, begitu matiin weker, minum glek glek glek, pasang RPK, trus nyanyi deh ikutin lagu-lagunya. Abis itu, tubuh jiwa roh gue siap sedia untuk kegiatan berikutnya: perkatakan firman (baca keras-keras janji-janji Tuhan yang indah buat gue), terus baca Alkitab, terus baru deh berdoa (doa dengan akal budi atau doa dengan bahasa roh). Berdoa gue tempatin di tahap terakhir karena doa itu cenderung paling panjang waktunya dan ga bisa diburu-buru. Akhirnya, jam 5.30 biasanya semua selesai and I’m ready to start the day with Jesus.

Sekedar tips:

- Kalo kamu tinggal di kos-kosan dengan tetangga kanan kiri yang bukan Kristen, please jangan nyanyi keras-keras, apalagi pasang lagu Hillsong United dengan full blast jam 4 pagi. Betapapun meledaknya hati kamu dengan sukacita, inget tetangga yang masih bobo jam segitu. Boleh nyanyi, boleh bahasa roh, tapi jangan terlalu keras lah. Kita anak Tuhan ga mau jadi batu sandungan kan? Kalo kita tereak-tereak dan ngeganggu mereka, gimana kita bisa jadi berkat buat mereka yang belum percaya ???

Last but not least, semua yang disebutin di atas cuma sharing pengalaman aja. Bukan satu patokan kalo semuanya harus ngikutin urutan di atas. Tuhan itu amat sangat kreatif dan Dia berbicara pada kita dengan berjuta cara. Apa yang terjadi buat gue belom tentu terjadi buat orang laen. Apa yang terjadi hari ini belom tentu sama dengan besok. Intinya cuma satu: biarkan Dia bekerja dengan sebebas-bebasnya. Bagian kita nurut aja. Lakuin aja apa yang Dia minta kita lakukan. Jangan pernah batasi Dia yang tidak terbatas itu dengan pemahaman kita yang terbatas ini. Let Him reveal Himself who He is…more and more…day by day…as we continue our walk with Him everyday…

May 22, 2007

leave a mark that cannot be erased

Filed under: happy teaching

Friends, pernah perhatiin ga dandanan ABG belakangan ini? Sekarang gue makin sering ngeliat para ABG, terutama cowo, dandanannya makin aneh aja. Rambut berdiri-diri kaya’ pencakar langit, tegak tercacak dengan kokoh seperti dikasih lem uhu, baju item-item, celana item, asesoris penuh rantai-rantai dan paku-paku, persis kaya toko material. Itu baru yang tampak luar aja. Belom kalo dideketin, ups! Ternyata ada banyak tindikan di sana-sini. Di kuping, di alis, di hidung, dan yang ajaib, di lidah! Bener, di lidah! Gue pernah liat murid gue sendiri lidahnya ditindik pake anting hiiii….Kok ga sakit sih?

Gue jadi inget jadi film dvd kartun yang gue tonton hari minggu lalu, judulnya Incredibles *hehehe ketinggalan jaman banget ya, maklum lah, jarang banget nonton sih soalnya* Di film itu ada anak cowo yang namanya Dash *aneh banget ya namanya Dash, tebakan gue kakak-adiknya pasti namanya Semi Colon, Full Stop, Hyphen, Slash, wekekek:)* Sebagai anak superhero, si Dash ini punya special power dalem dirinya. Tapi sayangnya power itu ga boleh dipake sama sekali atau ketauan orang. Akibatnya dia jadi stress dan pemberontak. Nakal banget lah di rumah dan di kelas. Gurunya sampe stress.

Semua guru pasti pernah ngalamin hal kaya gini. Mungkin sering malah. Sulit banget ngadepin murid-murid pemberontak yang sikapnya selalu nantang. Sebenernya sih dalem hati mereka setuju dengan pendapat gurunya, tapi demi keliatan berbeda dari yang lain, mereka selalu jadi ekstrim kiri. Kalo sekelas bilang A, dia pasti bilang B. Kalo sekelas bilang B, dia pasti bilang C. Pokoknya harus berbeda dari yang lain.

Sikap pemberontakan ini pasti ada akar masalahnya. Kalo lagi duduk di bis gue sering mikir sendiri apa sih sebenernya akar masalah anak-anak ini. Setelah lama mikir, gue nemuin satu kesimpulan: Penolakan Diri. Penolakan diri ini bisa jadi dari orangtuanya, dari sekelilingnya, atau mungkin dari dirinya sendiri.

Gue jadi inget Mazmur 139:13-14 Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

Anak-anak ini sebenernya berharga (walopun tindakannya seringkali nyebelin). Kenapa gue sebut mereka berharga? Karena mereka itu dibentuk sama Tuhan sendiri! Mereka dibentuk dan ditenun oleh tangan Tuhan sendiri. Jadi mereka itu hasil karya tenunan adikodrati yang begitu ajaib. Jadi mereka itu masterpiece, bener-benar handmade of God. Karena yang ngebentuk itu Maha Kudus, pastilah ada kemuliaan Tuhan yang tertanam dalam setiap sel di tubuh mereka.

Sayangnyaaaa…. tidak semua orang tau hal itu. Bahkan mungkin orangtuanya sendiri ga menyadari ada kemuliaan Tuhan yang turun dalam diri putra-putri mereka. Mereka malah berulang kali menyebut anaknya bodoh, lamban, malas, ga ada bagus-bagusnya, dsb dsb. Atau guru-gurunya di sekolah mencap mereka sebagai anak yang susah diatur. Begitu telinganya denger kata2 negatif seperti itu, secara ga sadar setiap sel dari tubuh anak-anak itu berontak. Setiap bagian dari tubuh, jiwa, roh mereka menolak semua cap negatif itu. Kenapa? Karena sel-sel tubuh mereka itu tau kalo mereka diciptakan begitu mulia. Begitu berharga (Yes 43:4). Begitu berharganya sampai Tuhan sendiri yang turun tangan untuk membentuknya dalam rahim ibunya.

Tapi begitu lahir ke dunia, bukan nurturing atau kesempatan developing yang mereka terima, tapi malah semua celaan, ejekan, hinaan. Jelas aja innermost being mereka berontak. Karena substance mereka tidak didesain untuk menerima semua hal negatif itu. Ada supernatural design yang udah ada template-nya, udah dibentuk dari awalnya, ready to form and come into being (mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya Mzm 139:16)

Tapi design itu mampet. Macet. Ga berkembang seperti yang seharusnya, seperti yang Tuhan rancangkan sejak mereka belum lahir. Akibatnya, segenap diri mereka berontak. Tapi mereka ga tau kenapa mereka berontak. Mereka hanya tau mereka pengen berontak. Pokoknya pengen aja. Dengan caranya sendiri…

Ada yang berontak dengan cara yang ekstrim: lari ke narkoba. Tapi ga semua loh pemberontakan keliatan dengan cara yang negatif. Ada juga bentuk-bentuk pemberontakan yang “halus”. Tau ga maksudnya halus? Artinya begitu halusnya, begitu sempurnanya, begitu bagusnya, sampai ga ada orang yang menyadari kalo itu sebenernya bentuk pemberontakan terpendam.

Misalnya? Karena sekali dikatain bodoh, si anak belajar mati-matian, harus jadi juara 1 melulu, langsung stress liat angka 7 di rapor, harus 8 atau 9. Akibatnya, perlahan-lahan dia jadi perfeksionis kronis yang begitu kerasnya sama diri sendiri. Ga bisa mengampuni dirinya sendiri kalo gagal.

Ini salah satu bentuk kegagalan menerima dirinya sendiri. Ga ada self-acceptance. Karena ga bisa menerima dirinya sendiri, dia berontak terhadap dirinya sendiri. Jenis pemberontakan ini sulit sekali diliat secara kasat mata oleh orang tua atau guru. Kalo pemberontakan lainnya seperti narkoba/dandanan aneh-aneh sih gampang diliat dari ujung sudut kelas 3x4 m. Tapi kalo pemberontakan halus ini jarang ada yang bisa kenalin. Guru malah cenderung muji-muji anak perfeksionis yang sebenernya lagi struggling hebat dalam dirinya.

Mereka belajar karena mereka dianggap berharga hanya kalo jadi juara kelas. Dan itu harus belajar mati-matian. Padahal setiap orang, termasuk anak kecil sekalipun, perlu merasa aman, merasa diterima, dengan apa adanya mereka. Mereka bukan anak yang bisa segalanya. Mereka tetap ingin diterima, bahkan jika pulang ke rumah dengan membawa nilai 5 sekalipun.

Sayangnya si anak kecil itu ga bisa berbuat apa-apa untuk mengatasi hal itu. Mereka pengen keluar dari tekanan itu, tapi ga tau caranya. Akhirnya mereka cuma bisa bertahan dari tahun ke tahun dengan cara survival mereka sendiri. Yang berontak terang-terangan makin liar dari ke hari-hari (makin dia berontak maka orang lain makin menjauh darinya, dan akhirnya dia makin merasa aman dengan comfort zone-nya sebagai pemberontak tanpa ada yang bisa ganggu). Yang berontak halus makin parah perfeksionis-nya (makin dia berusaha sempurna maka orang makin memuji dia…tanpa ada yang menyadari kelemahannya yang tidak bisa mengampuni dirinya sendiri)

Semua pattern ini harus dipatahkan. Harus dihancurkan. Kalo dibiarkan terus-menerus, amat sangat ga sehat. Mereka akan tumbuh jadi orang-orang dewasa yang terus menerus memberontak dengan cara yang berbeda. Dan satu-satunya cara untuk sembuh hanya ada satu: firman Tuhan. Karena Tuhan yang membentuk kita, Tuhan yang menciptakan kita, maka cuma Tuhan jugalah yang bisa menyembuhkan. Karena Dia yang create, cuma Dia juga yang bisa restore.

Gimana cara restore-nya? Dengerin perkataanNya:
Sebab engkau berharga di mata-Ku dan mulia,
dan Aku ini mengasihi engkau… (Yes 43:4)

Biarin aja orang lain ga nganggep kita. Biarin aja orang anggep rendah. Biarin aja orang bilang kita ga memenuhi standar. Biarin aja. Yang penting bukan apa kata manusia, tapi kata Tuhan. Kalo Tuhan aja Pencipta langit bumi beserta isinya bilang kita berharga, apalagi yang kurang? Perlu penerimaan dari siapa lagi ??? Perlu pengakuan dari siapa lagi ???

Dan kita bukan cuma BERHARGA, tapi juga MULIA. Bayangin, BERHARGA dan MULIA…

Karena itulah temen-temen, kalo pekerjaan kamu berhubungan dengan dunia pendidikan, baik pendidikan anak atau remaja, percayalah kalo itu bukan kebetulan. Tuhan taroh kamu di sana untuk satu tujuan mulia. So, jangan pernah underestimate tanggung jawab seorang guru, betapapun rendahnya penghargaan bangsa ini terhadap profesi seorang guru.

Mungkin kamu pikir kamu “cuma” guru sekolah minggu, guru vokal/musik, guru kursus inggris/mandarin/jepang, guru anak autis, pengasuh anak SLB, guru tari anak, guru gambar anak-anak, guru les gitar/piano/organ/etc, guru les kumon/sempoa, les matematika, ato guru part-time apalah yang kamu pikir ga terlalu penting buat disebutkan di CV kamu sewaktu lulus kuliah dan mulai melamar pekerjaan ke kantor-kantor elit sepanjang Sudirman-Thamrin.

Tapi inget, guru bukan “cuma” sekedar guru. Kata-kata seorang guru (entah berupa pujian, dukungan, atau pengertian) sangat penting dan tinggal tetap dalam hati murid-murid kamu. Inget kan betapa masih jelasnya memory kita tentang guru kesayangan kita di sekolah dulu? Inget loh sekarang ini kamu itu jadi role model buat murid-murid kamu. They look up to you…And they may even admire you…

Mungkin mereka keliatannya cuma anak-anak culun yang belom bisa apa-apa *apalagi kalo muka-muka innocent itu mulutnya lagi melongo atau ternganga ngeliatin kamu dengan tatapan polosnya, persis kaya’ anak sapi imut:)* Tapi inget selalu kalo Tuhan-lah yang menenun mereka. Ada kemuliaan Tuhan dalam diri mereka. Ada potentials dalam diri mereka. Potentials that are ready to explode. Only if their teachers can see it in them… Only if you can spot it in them…

You should thank God for bringing you as their teachers in the path of their lives. Bersyukurlah untuk itu. Kamu punya kesempatan untuk menabur firman Tuhan dalam hidup anak-anak itu. Kamu punya kesempatan untuk leave a mark in their lives. Leave a mark that cannot be erased…

May 4, 2007

still standing

Filed under: kerja kerja kerja

Beberapa hari yang lalu gue baca thread tentang hubungan antara baca amsal dan mengerti pelajaran. Si thread starter-nya nanya bener ga sih kalo baca amsal dulu sebelom baca buku pelajaran bisa cepet ngerti. Trus yang reply cuma satu orang. Dia bilang ga ada efeknya, walopun dia udah baca dari awal sampai akhir Amsal.

Thread ini rada menggelitik buat gue. Pertama, tema-nya cukup ajaib karena jarang banget ada anak sekolah yang tertarik ngomongin ini (you know, biasanya pertanyaan anak muda Kristen kan berkisar boleh ga ngewarnain rambut, pacaran boleh ini boleh itu ga, gimana tau kalo PH dari Tuhan dsb dsb, pokoke gitu deh:) Kedua, anak muda tuh rada-rada kurang mudeng when it comes to Amsal, apalagi Wahyu:) Ketiga, inti pertanyaan ini yang mencerminkan sebagian besar sikap kita sebagai orang Kristen.

Poin ketiga ini lah yang pengen gue omongin di sini. Kita, sebagai manusia, cenderung pengen hasil akhirnya aja. Pengen instan langsung terjadi. Jadi sekali baca Amsal, pengennya langsung penuh hikmat aja. Pengen langsung pinter dan bisa mempersingkat waktu baca, alias compress studying time (biar sisa waktunya bisa dipake buat maen hehehe)

Ya engga lah. Baca Amsal tuh bukan mantra ato obat ajaib kaya ramuannya Lang Ling Lung, atau ramuannya Panoramix yang bisa bikin Asterix langsung mendadak kuat dan sakti mandra guna. Amsal tuh perlu dibaca berulang-ulang, direnungkan, dihafalkan, sehingga kita bener-bener berendam di dalam Firman Tuhan itu. Ibarat Obelix yang waktu kecil udah kecebur dalam ramuan ajaibnya Panoramix, kita juga harus menceburkan diri dalam kedalaman hikmat Amsal itu supaya kita bisa kuat menghadapi lawan anytime anywhere. Jadi bukan kaya Asterix yang sekedar minum setegak, langsung kuat, tapi langsung lemes lagi beberapa saat kemudian begitu efek ramuan itu abis.

Gue pernah baca satu buku yang ngebahas kitab Amsal. The book really changes the way I read Amsal. Judulnya “Hikmat” karangan Larry Lea. terbitan Metanoia. Bagian yang gue paling inget adalah keunikan dari kitab Amsal itu yang terdiri dari 31 pasal. Dia bilang 31 pasal itu bukan kebetulan. 31 pasal itu artinya 31 hari dalam satu bulan, jadi tiap hari dalam sebulan kita mesti baca 1 pasal. Maksudnya tanggal 1 Januari baca Amsal 1, tanggal 2 Januari baca Amsal 2, tanggal 3 Januari baca Amsal 3 dan begitu terus berulang-ulang di bulan Februari, Maret, April sampai Desember. Dan kita bukan sekedar baca aja tapi mesti diapalin! And see the results…

Sejak gue baca buku itu, gue langsung ikutin saran dia. Tiap hari gue baca Amsal sesuai tanggal, dan berusaha untuk hafalin (ternyata susah banget bo! Satu ayat aja ga gampang apalagi satu pasal! Auwww….) Tapi gue terus berusaha kok:) Ga jelas kapan gue bisa berhasil seluruh ayat dan seluruh pasal itu, but I keep on trying. I keep telling myself masa’ sih ngapalin Amsal aja ga bisa? Liat tuh Marilyn Hickley bisa hafal Wahyu. Wahyu bo! I repeat Wahyu!!! Pantesan si ibu awet muda gitu walopun dah 70 tahun, bacanya aja Wahyu… Lah gue, boro-boro ngapalin Wahyu, baca Wahyu aja kadang-kadang takut sendiri hihihi

Sampe mana tadi? O ya sampe ngapalin Amsal and see the results. Gue lupa sejak tahun berapa gue mulai program baca 1 pasal Amsal tiap hari (yang jelas mulainya sejak hari gue beli buku Larry Lea itu:) Waktu mulai sih ga berasa apa-apa, but I keep on doing it anyway. Gue suka Amsal karna setiap ayatnya bener-bener tajem, ada contradiction antara negatif dan positif, bodoh dan pintar, bebal dan mudah diajar, hitam dan putih, jahat dan baik, fasik dan pengasih, and nothing in between. Rasanya buku itu ditelekapkan (ditempelin ke muka gue sedeket-deketnya) dan bilang : Ini loh contoh yang jelas-jelas jelas banget, strict to the point, carried to the extremes, as plain as it could be, gamblang banget, masa sih masih belom jelas jugaaaa???

Setelah beberapa lama baca Amsal secara rutin tiap pagi, gue sering merasa kangen sama Amsal di tengah-tengah penumpang dalam bis, di tengah-tengah waktu makan siang, di tengah tumpukan kerjaan, pas lagi suntuk-suntuknya sore-sore di kantor, dll. So gue bikin buku kecil yang isinya ayat-ayat Amsal favorit gue, so gue bisa buka di mana aja karena selalu fit into my purse.

Selain bisa bikin kangen, Amsal juga bikin tambah wise. Gue bilang wise bukan smart karena bijak itu beda sama pinter. Pinter itu lebih ke pengetahuan tapi bijak itu lebih ke kemampuan untuk memahami sesuatu dan menyelesaikannya. Misalnya gini nih, gue kan kerja di kantor akuntan tapi latar belakang pendidikan gue sastra inggris. Sebagai lulusan sastra inggris kan gue taunya simple past tense simple present tense dan tense-tense lainnya:) Tanpa accounting background sama sekali, untuk bisa ngerti segala istilah akuntasi yang mesti gue terjemahin, gue desperately need wisdom from God…

Dan kalo gue liat ke belakang, setelah sekian lama gue belajar Amsal, gue baru nyadar ternyata Tuhan buat perbedaan nyata. Kalo dulu gue bener-bener completely at loss menghadapi istilah-istilah akuntansi itu, sekarang entah kenapa malah orang-orang nanya-nanya ke gue tentang arti istilah-istilah itu… Kalo dulu hasil pekerjaan gue yang diperiksa bos, sekarang justru bos-bos gede itu yang nanya ke gue karena mereka ga yakin dengan pemahaman mereka sendiri… Kalo dulu gue merasa minder ketemu bos-bos yang begitu cerdas dan pinter, sekarang justru mereka pikir lebih baik nyuruh gue aja karena susah kalo mereka kerjain sendiri…

Kadang-kadang gue suka pengen nangis karena begitu bersyukur-nya sama Tuhan… Gue tanya Tuhan siapa sih gue ini sampe bos-bos itu merasa perlu nanya ke gue? Gue cuma staf administrasi biasa dengan level rendah, tapi Tuhan bisa kasih karunia buat gue untuk membantu pekerjaan bos-bos yang levelnya jauh di atas gue…

Gue bersyukur buat semua itu. Gue juga bersyukur gue still standing walopun seringkali gue pengen nyerah aja selama 7 taon kerja di sini. Gue still standing walopun jutaan kali gue ngerasa minder dibanding temen2 kantor yang (rasanya) jauh lebih pinter dari gue. Gue still standing di sini bukan karena gue pinter, bukan karena gue bisa, tapi semuanya cuma karena kasih karunia Tuhan aja. Gue still standing karena Tuhan yang tambahkan hikmat dari hari ke hari. Gue still standing karena Tuhan ga akan pernah ijinkan gue give up…

If not for your goodness
If not for your grace
I don’t know where I would be today
If not for your kindness I never could say
I’m still standing

If not for your mercy
If not for your love
I most likely would have given up
If not for your favor
I never could say
I’m still standing
but by the grace of God

I’m still standing
I’m standing
I’m still standing
but by the grace of God

(Still Standing by Israel Houghton & New Breed)

PS: Buat adik-adikku yang masih sekolah or masih kuliah, dan rasanya pengen nyerah aja ngadepin pelajaran yang rasanya syusyeeeh banget, I suggest you read Proverbs every morning. Baca 1 pasal Amsal tiap hari, begitu terus berulang-ulang. Jangan harapkan hasil yang instan, tapi coba terus setia dari hari-hari walopun mungkin belom keliatan hasilnya. Jangan pernah nyerah karena begitu kamu mulai, kamu lagi mulai membangun suatu dasar kokoh yang ga bisa kamu liat. Inget kan hikmat itu bukan kaya’ ramuan Panoramix? Tapi day by day kamu akan lihat kalo kamu akan semakin berbeda dari temen2 kamu, kamu akan semakin lebih bijaksana dari mereka, dan someday guru2 atau dosen2 kamu akan (harus) mengakui bahwa kamu 10 kali lebih cerdas dari yang lain, seperti Daniel yang lebih 10 kali cerdas dari semua orang di kerajaannya… So, tiap mo nyerah, nyanyi aja I’m still standing, I’m still standing, I’m still standing, but by the grace of God…

April 10, 2007

let’s volt in !!!

Filed under: Roh Kudus

Gue baru aja nonton voltus five. Tau voltus 5 ga? Ga tau? Kamu pasti bukan lahir tahun 70-80 an. Iya lah. Soalnya rata-rata anak-anak yang grew up taon 80an pasti kenal voltus. Voltus kan serial kartun jepang yang ngetop banget. Mirip-mirip anime gitu, yang ceritanya tentang robot super guede. Robot ini tingginya 56 meter dan beratnya 600 ton kalo ga salah. Tapi biar berat gitu dia ga susah jalan loh:)

Malahan dia punya banyak senjata, macem-macem lah pokoknya, yang bisa dikeluarin dari seluruh pelosok eh penjuru badannya (my favorite is bomber missile. Kalo mereka teriak gini nih: bombaaaa missail… dengan logatnya yang soooooo… japanese:) Tapi yang paling sakti adalah tenkuu ken. Pokoknya kalo keluar tenkuu ken ini semua musuh pasti mati deh. Tapi sebelom mati si voltus ini pasti membelah badan musuhnya dengan gerakan khas dari samping atas, trus ke bawah, trus naik ke atas lagi, membentuk huruf V. Abis itu baru mati deh musuhnya. *jangan tanya gue kenapa mesti bentuk huruf V dulu, mungkin kalo huruf F ribet kali yee…*

Waktu kecil dulu, gue terbengong-bengong, bareng abang dan ade gue, di depan tipi sambil mengagumi kehebatan si voltus. Jangan tanya kenapa gue nonton voltus dan bukan candy candy. Soalnya abang ade gue semuanya cowo jadinya gue sebagai cewe minoritas selalu kalah suara saat mesti memutuskan film mana yang akan disewa dari rental video *jaman dulu ga ada ultra disc, apalagi dvd. Yang ada cuma rental VHS*
Personilnya adalah keinichi *yang gue kagumin karena ganteng banget, padahal cuma gambar karton wekekek*, trus ada ippei, dijouru, megumi, dan hiyoshi. Kalo ada satu yang ngambekan, ato mau resign dari film eh dari pasukan voltus, ini masalah berat buat voltus. Voltus bisa-bisa sitting idle alias nganggur ga beroperasi. Wong si robot itu kan bisa terbentuk karena ke 5 pesawat itu harus bergabung dulu *bunyinya jegrek, jegrek, jegrek, jegrek, jegrek* sampe semua pesawat itu merangkai diri menjadi kepala (pesawatnya kenichi), trus yang jadi badan, tangan, dan kaki. Bayangin aja kalo satu pesawat ga ada pilotnya trus gimana dong tuh pesawat bisa jegrek jegrek alias bergabung?

Tapi untunglah, sebelum voltus-nya ancur babak belur diobok-obok sama musuhnya, pasti tuh personil pada bertobat alias menyesal dan kembali lagi ke panggilan tugasnya. Trus voltus (or bagian voltus) yang udah terhuyung-huyung kelelahan *bayangin 600 ton terhuyung-huyung, pasti pohon2 sekitar pada ngap-ngapan takut ketimpa* akhirnya bisa bangkit lagi dengan kekuatan baru dari personil yang baru dateng.

En jangan lupa, ada satu ciri khas film ini yang masih gue inget *selain soundtrack voltus lima sahabat kita semua, lima pemuda yang gagah perkasa, digemari oleh anak-anak semua, dengan robot tempur sehebat voltus limaaa….. my goodness gue masih inget lagu ini after twenty years!* Ciri khas itu adalah komando Kenichi untuk mengajak 4 personil lainnya bergabung: “Let’s volt in !”

“Let’s volt in” artinya Kenichi sebagai kepala, sekaligus sumber energi, mengajak yang lain-lain, maksudnya anggota-anggotanya yang power-nya lebih lemah, untuk menyetrum diri. Kenapa mesti nyetrum? Karena yang lain perlu volt, perlu tenaga, dari sumbernya. Volt in bukan sekedar nge-charge kaya nge-charge batre hp. Kalo nge-charge hp kan powernya maksimalnya yah semaksimal full battery. Tapi kalo volt in artinya kekuatan mereka akan berkali lipat ganda, dan bisa ngalahin musuh.

Ajakan Kenichi untuk “volt in” (baca: mari saling menyetrum diri:) ini sekarang rasanya berbeda banget sama jaman dulu gue nonton. Dulu “volt in” ini, buat gue sebagai anak kecil, cuma berarti mari bergabung. Tapi sekarang, setelah gue ikut Tuhan, ajakan “let’s volt in” ini terasa seperti ajakan buat gue untuk “tap into God’s power” Gue mesti tersetrum, ter-connect, terhubung, ke sumber kuasa untuk mampu mengalahkan si iblis yang adalah musuh kita. Kalo gue ga volt-in ke God’s power, gue ga bisa dapet sumber energi itu. Akibatnya, gue cuma seperti si Megumi kecil yang terbang dengan pesawat kecilnya tapi mesti ngelawan musuh segede gunung. Tapi kalo si Megumi kecil itu udah volt-in ke Kenichi, mereka bisa jadi besar dan kuat dan penuh senjata terpendam yang siap digunakan setiap saat.
Kalo kita volt in ke God’s power, kita bisa jadi besar dan kuat berlipat ganda karena kita udah kesetrum ke sumber tenaga yang ada habisnya. Sumber tenaga itu bisa mampukan kita untuk mengalahkan semua senjata si iblis yang dilontarkan ke kita. Sekali volt in, kita yang kecil kaya’ Megumi itu bisa langsung jadi raksasa rohani yang menggentarkan si iblis. Hebat banget kan source of power-nya Tuhan kita itu? Tapi source of power itu bisa ada melalui Roh Kudus. Dan kuasa Roh Kudus itu harus diaktifkan. Dan cara mengaktifkannya adalah: kita menyambut aktif tawaran “Terimalah Roh Kudus” (Yoh 20:22) Dan begitu kita terima Roh Kudus, mungkin badan kita akan bergoncang dengan hebat, atau gemetar dari atas sampai bawah, atau nangis, atau tertawa dengan penuh sukacita, atau rebah dalam roh, atau tanda-tanda lain yang menyertainya.

Volt in yang pertama itu mungkin sangat berkesan buat kita. Tapi itu cuma permulaan. Ga bisa tiap saat gemeter-gemeter merinding-merinding terus. Sejalan dengan pertumbuhan rohani kita, kita mesti volt-in terus menerus, tiap-tiap hari. Volt in yang selanjutnya mungkin ga sedramatis pengalaman volt in pertama, tapi volt in berikut-berikutnya itu ga kalah powernya dari hari-hari. Power yang Tuhan berikan itu sesuai takaran, sesuai dengan porsi yang harus kita terima untuk menghadapi serangan musuh yang makin besar dari hari-hari *iya dong, kalo kita dah jadi jendral perang-nya Tuhan alias general of God’s army, ga mungkin lah iblis kirim pasukan ecek-ecek untuk gempur kita kan?*

So, buat yang lagi baca posting-an ini, itu bukan kebetulan loh. Temen-temen ada di sini karena Tuhan Yesus pengen bilang “let’s volt in!” Yuk kita terima ajakan “let’s volt in” dari Tuhan itu! Nyetrum ke Tuhan ga sakit kok, untung banget malah. Sekali nyetrum sama Tuhan, pasti kita terima POWERRRR yang powerful banget.

So guys, LET’S VOLT IN !!!

lets volt in

March 23, 2007

what are your dreamzzz ???

Filed under: vision and dreams

Beberapa minggu lalu, gue mesti ngajar satu lesson yang judulnya “what are your dreams?” di kelas intermediate yang mayoritas murid2nya anak SMA eh SMU (maklum deh angkatan eighties jadi kebiasaan ngomong SMA bukan SMU:) Pas persiapan bahan ngajar, gue semangat banget karena gue pikir topiknya penting dan bermanfaat banget buat anak2 sekolah yang masa depannya masih panjang dan terbuka lebar.

Gue berpikir nih anak-anak kan masih pada SMU, masih umum, jadi masa depannya masih terbuka lebar karena masih banyak pintu kemungkinan yang terbuka buat mereka. Mereka bisa pilih mau jadi apa aja, bisa milih fakultas apa aja, bisa milih jurusan apa aja. Beda dengan gue yang dah lulus dan kerja bertaon-taon, jadi lapangan pekerjaannya amat sangat terfokus dengan latar belakang pendidikan alias jurusan gue *wekekek*

Eits jangan salah, bukan berarti gue menyesali pilihan gue, engga, sama sekali engga. Gue suka banget sama jurusan sastra inggris dan gue bersyukur banget gue bisa dapet kerja yang sesuai banget sama latar belakang pendidikan gue. Dan gue berharap murid2 gue pun, yang masih remaja-remaja itu, bisa mengetahui keinginan dan interest or talent mereka masing-masing seperti gue tau what I like pada saat lulus SMA eh SMU *duh tuh kan ngomong SMA lagi*

So gue berangkat ngajar dengan penuh antusiasme. Tapi ternyata, keadaan di lapangan amat sangat berbeda dengan persiapan. Pas gue tanya masing-masing tentang “what are your dreams”, jawabannya sungguh mengecewakan. Kebanyakan mereka cuma cengar-cengir sambil garuk-garuk kepala dengan jawaban “I don’t know, Miss” Masih mending deh ada yang jawab pake bahasa Inggris. Yang lebih parah malah ngomong “Ga tau” atau “Belom tau” atau “Apa ya?” dengan bengong melompong.

Ihhhhhhhh !!! Gue gregetan banget deh dengernya. Mereka kan bentar lagi lulus SMU. Masa ga tau sih mo jadi apa? Mo jadi apa bangsa ini kalo anak-anak bener-bener clueless, don’t know where they’re going, don’t know what they want, have no idea at all what to do. Gue bener-bener gemessssssss banget ngeliatnya. Ternyata di luaran sana banyak sekali anak2 muda yang ga punya tujuan hidup.

Saking gemesnya, akhirnya gue terpaksa nasehatin mereka. Sebenernya sih ini bukan tugas gue. Gue kan guru bahasa inggris (cuma kursus lagi, seminggu sekali pula:) Gue bukan guru BP mereka. Tapi untuk sekali ini gue harus nasehatin mereka karena ini penting banget buat mereka.

Terus gue langsung nyerocos deh tentang arti hidup masing-masing manusia yang lahir ke bumi. Gue bilang “You’re all born for a purpose!” dengan nada keras. Wussshhhh ! Langsung pada diem semua, hening ning ning. Trus gue lanjutin “You don’t come to earth just to fulfill the earth, bukan cuma buat menuh-menuhin bumi. God created you for a specific purpose. You don’t just breathe in breathe out, just for yourself. You have to make impact on the people around you.”

Tadinya gue dah mo ngomong kalo mereka harus jadi berkat bagi orang-orang di sekitar mereka. Tapi gue langsung sadar kalo gue bukan lagi ngajar di sekolah Kristen jadi gue ga bisa pake istilah-istilah atau ayat-ayat Alkitab :) Padahal mulut gue dah siap menyemburkan ayat-ayat Alkitab tentang menenun engkau dalam rahim ibumu, betapa engkau berharga bagi Allah, betapa besar potensi yang Allah taruh dalam diri mereka, ughhh banyaaa….k banget rasanya yang pengen gue omongin ke mereka.

Gara-gara hal ini mimpi gue jadi berkoabar lagi di hati gue. Gue bayangin seandainya ini sekolah milik gue sendiri, gue pasti bebas banget membagikan kebenaran Alkitab buat murid2 gue. Gue bebas mendidik mereka sesuai dengan Alkitab. Gue bisa bentuk mereka, isi pikiran mereka, penuhi hati mereka, agar mereka bisa belajar mengetahui kehendak Allah dalam hidup mereka. Agar mereka bisa mengeluarkan potensi terbaik dalam diri mereka, to bring out the best in them, bagi kemuliaan Tuhan. Agar Tuhan bangkitkan anak2 itu menjadi saksi-saksi Kristus yang luar biasa bagi sekeliling mereka. Agar hidup mereka berdampak bagi orang lain, dan bukan sekedar menuh-menuhin bumi ….

Well, at least what I can do in the class is to give them ideas what to do with their lives. Gue bagiin sama mereka kalo hidup mereka seharusnya bermanfaat bagi orang lain. Misalnya bulan lalu kan ada banjir besar di Jakarta. Seharusnya mereka terbuka pikirannya gimana caranya supaya banjir ga terjadi lagi. Mungkin mereka bisa belajar tentang sistem pengairan ke Belanda trus menerapkan pengetahuan itu di kota kelahirannya. Atau karena BBM makin mahal dan makin langka, sebelum akhirnya abis sama sekali di bumi Indonesia, mereka bisa belajar teknologi bahan bakar alternatif, misalnya dari pohon jarak. Atau karena makin sempitnya lahan pertanian, mereka bisa belajar teknologi organik untuk sumber makanan, at least sebagai alternatif. Atau tentang bioteknologi yang makin diperlukan di masa depan yang sumber daya alamnya makin habis dari hari ke hari…

Mungkin ga banyak yang bisa gue kasih ke mereka. But at least gue dah tabur benih di pikiran mereka and I hope benih itu tumbuh subur. As I care about their future education, I believe Jesus cares about their future much more than I do… I pray that someday they will become what God wants them to be… To the highest they can be…

March 22, 2007

my secret treasure

Filed under: Bible

tadi pagi gue rada kaget pas saat teduh. Kagetnya sih bukan kenapa-napa, tapi ada satu kalimat yang selama ini belom pernah gue perhatiin sebelomnya.

Gue dah selesai baca Alkitab berkali-kali. Tapi every time gue baca lagi, selalu muncul hal2 baru yang belom pernah gue pikirin sebelomnya. Ceritanya gini nih, gue kan lagi di 2 Samuel, ceritanya mostly tentang Daud dan keluarganya. Trus gue sampe di bagian kalimat sewaktu Daud “…membiarkan ludahnya meleleh ke janggutnya….”

Gue rada kaget bacanya karna pas baca itu gue langsung mikir “Oooo, ternyata gue baru tau Daud itu punya janggut alias jenggotan” :) Berarti selama ini visualisasi alias bayangan gue tentang wajah Daud tuh salah alias ngaco total!

Dari sekian banyak tokoh Alkitab, misalnya Musa, Abraham, Petrus, Paulus, and the gang, gue bisa bayangin muka mereka gimana *cuma bayangin doang loh, kira-kira aje* Kalo Musa tuh tinggi besar janggutan rambut putih tegak berdiri di atas puncak gunung sambil ngangkat dua loh batu yang besaaa…rrr banget *ini ada di cover VCD gue wekekek* Kalo Abraham tuh wajahnya teduh dan sabar. Kalo Petrus tuh tinggi kekar dengan kulit item karena banyak kejemur matahari waktu jadi nelayan, dsb. Tapi kalo bapak Daud ini terus terang gue syusyeeeeh banget visualisasinya.

Kalo pas baca Daud kecil lawan Goliat, gue kebayang baby face-nya Michael J Fox. Kalo pas baca Daud lagi menari-nari, gue kebayang Richard Gere gara-gara pernah liat trailer-nya di tipi *btw menurut gue Richard Gere kurang wibawa buat jadi Daud* Kalo baca Daud dikejar-kejar sama
Saul, yang kebayang muka-nya Keanu Reeves lari-larian di Speed hehehe. Kalo baca Daud sebagai raja tua yang memanggil Abisag gadis Sunem itu, gue kebayang Michael Douglas (lengkap dengan Catherine Zeta Jones-nya sebagai daun muda:) Kalo baca Daud berzinah dengan Betsyeba, yang kebayang muka playboy-nya Hugh Grant. Eh pas baca “…membiarkan ludahnya meleleh ke janggutnya….” semua bayangan wajah-wajah itu langsung bleppp! ilang semuanya diganti mukanya Sean Connery wakakak

Duh, yang bener mukanya Daud kaya gimana sih? Ga taulah, tapi yang pasti jawabannya baru ketauan nanti di surga:)

Well, tau ga pelajaran apa yang gue dapet dari sini? Pertama, Alkitab itu bener-bener seru penuh kejutan. Berapa kalipun gue baca, ceritanya ga pernah usang karna gue selalu ketemu hal-hal baru yang ga pernah timbul dalam pikiran gue sebelomnya.

Kedua, kalo baca Alkitab tuh mesti pelan-pelan, ga bisa buru-buru kaya dikejar deadline. Kalo buru-buru gue bisa miss out hal-hal penting, atau detail penting, yang semuanya punya maksud kenapa bisa tertulis di situ.

Ketiga, semakin sering dibaca, Alkitab tuh bener-bener menceritakan kembali kehidupan kita sebagai manusia, lengkap dengan kegagalan dan kelemahannya. So, kalo tokoh2 penting di Alkitab aja bisa jatoh dalam dosa, kita juga jangan kecil hati kalo harus gagal.

Soalnya kalo gue mengalami kegagalan, either big or small, dalam perjalanan gue iring Tuhan, gue sering jadi malu hati sendiri untuk baca Alkitab. Gue pikir gue kurang layak baca Alkitab karna gue gagal melakukan apa yang diperintahkan/tertulis di sana. Wuitss, salah besar tuh gue. Justru dari Alkitab-lah gue belajar gimana orang2 pilihan Tuhan bangkit dari kegagalannya. Dan kegagalan mereka tuh bukan maen-maen. Bukan perkara-perkara kecil. Tapi toh mereka bisa kembali lagi ke Tuhan, bahkan jauh lebih baik lagi dari sebelumnya.

Well, what I’m trying to say is, makin lama gue makin cinta sama Alkitab. Ini buku luar biasa dahsyatnya. Kalo buku2 lain, makin sering dibaca, makin ketebak isinya (makin hafal malah:) Tapi Alkitab laen bo. Selalu baru tiap pagi dan tiap hari. Ga ada buku lain yang bisa mengaduk-aduk perasaan gue, membalut luka hati gue, menghibur kesedihan gue…. sekaligus membuat gue nangis, sedih, bertobat, menyesal, bangkit dari keterpurukan… Dan kemudian bersemangat menyambut hari baru, berharap pada janji2 indah yang belum terlihat, bertekad berbuat yang terbaik bagi Tuhan, berdoa tanpa putus betapapun mustahil keadaannya, bahkan berharap penuh pada janji hidup kekal setelah kematian nanti…

Makasih Tuhan saya bisa punya Alkitab…
Makasih Tuhan saya bisa baca Alkitab…
Makasih Tuhan saya tinggal di negara yang mengijinkan peredaran dan kepemilikan Alkitab…
Makasih Tuhan ada Alkitab di bumi ini…

PS: secret treasure adalah kata-kata yang tercetak di Alkitab cetakan trendy dengan cover girly pink imut trendy dengan gambar kartun yang kemaren gue liat di gunung agung *wanna buy one, really*

secret treasure

March 13, 2007

pada kaki salibMu

Filed under: paskah

Pada kaki salibMu
Yesus ku bertemu
Ku sujud dan bersyukur
Buat pengorbananMu

Pada kaki salibMu
Kutrima anugerah
Hanya karna kasihMu
Hidupku berubah

SalibMu salibMu
Slamanya mulia
Dosaku disucikan
Oleh darah Yesus

Pengumuman pengumuman… Bulan depan Paskah loh… My favorite day of the year (even more than my own birthday) is coming this April. Tapi kenapa ya kok di gereja-gereja Karismatik kok rasanya Paskah tuh cenderung dicuekin? Dulu waktu masih di gereja liturgis, beberapa minggu sebelum Paskah tuh pasti beda deh suasananya. Lagu-lagunya, khotbahnya, setting gereja, warna mimbar, warna toga dll, pasti dah berasa deh suasana menjelang Paskah. Tapi di gereja Karismatik kok orang-orangnya pada cuek ya sama Paskah? Padahal ini kan the most important thing that the whole world needs to remember: Jesus’ death on the cross to save us… Hiks hiks kenapa ya gereja2 sekarang kok lebih fokus abis2an sama tanggal-tanggal schedule pembangunan gedung gereja tapi rasanya kurang peduli sama tanggal ketika Dia mati untuk kita ???

Padahal kan hari itu adalah tanggal yang penting dalam sejarah umat manusia… Saat di mana manusia diperdamaikan dengan Allah, supaya kita semua tidak binasa tetapi bisa beroleh hidup yang kekal… And it took Jesus blood on the cross… DarahNya harus tercurah, mahkota duri harus menembus kepalanya, tombak harus menusuk lambungnya, paku harus menembus tangannya dan kakinya… Hanya untuk menyelamatkan umat manusia yang semestinya tidak layak untuk menerimanya… Dan manusia yang diselamatkan itu menganggap sepi semua itu…

Well, udahlah … Gue jadi sedih banget kalo inget betapa sepinya manusia menghargai darah Kristus… Biar gimanapun sepinya sekeliling gue menyambut Paskah, tapi yang penting gue tetap semangat nyambut Paskah :) Eh tapi ada deng orang2 yang semangat nyambut Paskah. Beberapa hari belakangan ini, kalo gue pasang RPK jam 4 pagi, penyiarnya suka bilang “…hari-hari menjelang Paskah ini…” sembari pasang lagu-lagu yang liriknya tentang darah Kristus, salibMu salibMu, kematian Kristus dsb. Rasanya seneeee….ng banget di pagi-pagi buta jam 4 gitu ada orang di luar sana yang juga sedang menantikan Paskah seperti gue:) Makanya gue sekarang semangat banget bangun jam 4 pagi buat denger lagu-lagu tentang salibMu salibMu yang dipasang sama RPK:) Mesti jam 4 tepat ga boleh telat karena kalo dah jam 4:30 lagu-lagunya dah ga ada dilanjutin sama acara renungan pagi hehehe

Anyway, thanks yah RPK :) Keep on playing those songs till Easter. Hopefully someday people will appreciate Easter as glorious as Christmas…

January 30, 2007

dear teachers…

Filed under: happy teaching

Beberapa minggu lalu, abis PD di kantor, temen gue bilang gini “yang khotbah tadi asyik ya, ngajarnya enak…” Trus gue jawab “Heeh, kita gampang ngertinya.” Trus udah aja, kita kembali ke laptop:)

Obrolan singkat itu bikin gue mikir. Gue dah banyak ngedenger khotbah-khotbah yang disampein sama hamba-hamba Tuhan yang berbeda. Memang firman Tuhan yang disampein itu ga akan kembali dengan sia-sia *ya, gue aminin banget itu* , tapi yang ngebawain firman itu juga punya peran besar untuk menentukan apakah firman itu sampe apa engga ke pendengarnya.

Ada hamba Tuhan yang emang pinter (I mean hampir S3) tapi cara ngomongnya begitu “tinggi” , begitu “pinter” cuma karena dia tau jemaat ga tau teologi sedalem yang dia tau. Akhirnya jemaat berasa “gerah” dan pengennya cepet2 pulang aja. Ada juga yang pinter tapi begitu banyak yang pengen dia ajarin sampe jemaat terengah-engah “ngejar” speed dia. Kebalikannya, ada yang khotbah-nya lambat banget seakan-akan jemaat semua anak Sekolah Minggu yang cuma tau cerita Zakeus orang pendek kecil bener dia panjat pohon ara hendak melihat Yesus.

Gue jadi inget dulu guru gue pernah bilang gini: “Guru yang baik itu bukan selalu guru yang pinter. Guru yang baik adalah guru yang tau gimana cara mentransfer apa yang dia tau ke murid-muridnya hingga dia bisa memindahkan sebagian isi kepalanya ke kepala murid-muridnya.” Maksudnya, gimanapun pinternya tuh guru, kalo dia ga bisa mentransfer ilmunya, dia bukan guru yang baik. Tapi guru yang ga terlalu pinter pun akan disebut guru yang baik kalo dia bisa membuat murid2nya mengerti apa yang dia pengen sampaikan.

Bener banget tuh. Itu dulu waktu gue masih jadi murid. Trus bertaun-taun kemudian, waktu gue dah jadi teacher, seorang guru yang senior pernah ngajarin gue gini satu kalimat yang amat sangat penting: “What am I here for?” Dia bilang, begitu kita berdiri di depan kelas, kita harus tanyakan satu pertanyaan penting ini ke diri kita sendiri “What am I here for?” Jawabannya tentu aja “To teach”

Jadi kalo tujuannya to teach, to make them understand, carilah cara seefektif mungkin pegimane carenye supaya murid2 mu ngerti apa yang pengen kamu sampein, even if it means you have to forget about your target, your lesson plan, your method, your curriculum etc. Jangan pusing ama target 2 jam ini mesti selesai belajar a, b, c, dan d. Kalopun selama 2 jam itu mereka cuma bisa nangkep point a doang, it’s okay. You’re not a failure. Lebih baik ngerti point A aja tapi ngerti sepenuhnya daripada maksain cekokin point A B C D dengan tingkat pemahaman cuma 10% masing-masing. Bisa-bisa point A B C D itu kecampur2 sendiri di kepala mereka dan hasilnya menelurkan formula ajaib F yang entah darimana asalnya :)

Makin lama gue ngajar, makin gue belajar sesuatu yang I’d like to share with you all. Seorang guru sejati itu rela mengosongkan dirinya, merendahkan dirinya, sampai ke tingkat di mana murid2nya berada. Dan dari tingkat di mana murid2nya berada itulah dia akan mulai segalanya. Dia harus berusaha menyamakan dirinya ke posisi muridnya supaya dia bisa tau kebutuhan muridnya. Kalo dia dah tau di level mana, apa kebutuhannya, dia akan dengan mudah mengalir dari sana, bersama-sama dengan mereka, at the same pace, the same speed, until everyone succesfully reaches the level he/she wants them to be.

Misalnya: percuma maksain murid2 ngerti past perfect tense kalo past tense aja belom ngerti. Biarpun text book jelas-jelas “mengancam” semua murid harus bisa past perfect, jangan harap mereka ngatri kalo konsep past tense aja mereka ga dapet. Dan guru yang tau “what I am here for” ga akan paksa mereka belajar sesuatu yang mereka belom siap. Dia ga akan insist target dia sendiri, maksain goal dia sendiri, dengan membiarkan murid2 nya tewas bergelimpangan dalam ketidakmengertian mereka.

Begitu juga sama Tuhan Yesus, Guru kita yang super sabar dan super pengertian itu. Dia rela merendahkan diriNya (dari surga turun ke bumi), mengosongkan diriNya (dari Tuhan menjadi Anak Manusia), supaya dia bisa satu level sama kita, murid2Nya ini. Dia berusaha “masuk” ke level kita. Walopun sebenernya, sebagai Tuhan, Dia bisa aja tinggal kasih perintah do this, do that, if you don’t do this, don’t do that, if you don’t understand please review previous chapters:) Ato bisa aja Dia bilang “Ampun deh masa gitu aja ga ngerti? Itu kan udah ditulis dari jaman Musaaaa… Please deh baca dulu dong…”

But thank God He didn’t do that. Dia rela “turun” dan bergaul sama manusia. Dan karena Dia tau kita2 manusia ini suka susah ngertinya *alias rada lemot*, makanya Dia pake contoh2 sederhana dalam model perumpamaan supaya murid2Nya ngerti. Isn’t He sooooo understanding ??? *Tapi sayangnya udah pake perumpamaan sederhana kadang2 kita masih juga ga ngerti wakakak*

Well, what I am trying to say is: if you want to be a good teacher, learn from Jesus. He is the best teacher of all. Metode pengajaran Dia sangat simpel tapi butuh kerendahan hati yang luar biasa. Kuncinya cuma satu: rela merendahkan diri dan mengosongkan diri…

…which makes me realize now that the great peachers are basically the great teachers…

thank God for the great preachers that You’ve sent to us here on earth
teach us to help them, to appreciate them more and more everyday
teach us to better students so that they can be better teachers
so that both students and teachers can reach higher and higher
to the highest level You want us to be…

January 9, 2007

ku kan terbang

Filed under: LSD

Beberapa hari lalu gue baca thread tentang gimana caranya lupain seseorang. Lucu2 juga sih comments yang ada, dan beberapa diantaranya menggelitik gue buat bikin analisis tentang komen-komen itu.

Dari semua komen yang ada, yang paling populer adalah:
1. CARI GEBETAN BARU
Katanya ini cara yang paling ampuh buat lupain yang lama. Alasannya sih ini cara yang paling praktis. Tapi menurut gue, cara ini ga ampuh untuk memberantas masalah yang ada. Ibarat menutup jerawat merah meradang di muka dengan tensoplas. Emang warna merah nyolok itu bakalan ketutup sama warna tensoplas yang mirip sama warna kulit, tapi tensoplas itu ga menyembuhkan atau menghilangkan masalah yang ada.

Jadi cari gebetan baru cuma kamuflase buat nutup luka hati yang ada di dalem. Kesannya di depan orang tuh dah dapet pacar baru trus masalah selesai. Tapi luka-luka hati, yang ga bisa diliat orang lain, perlu disembuhin dulu sampai bener2 kering. Dan yang tau apakah luka itu dah kering itu cuma diri kita sendiri dan Tuhan.

Selain itu, kasian si cowo/cewe yang jadi tensoplas itu. Dia cuma jadi pelarian. Dia ga tau apa-apa tapi dia akhirnya harus terseret dan terlibat dalam penyembuhan luka hati, either she realizes it or not. Bisa jadi dia (si tensoplas itu) yang mungkin orang yang hatinya bener2 tulus dan polos penuh kasih, ga sadar bahwa dia harus terseret dalam masalah kompleks yang ga dia sadari sebelumnya. Dan begitu dia sadar, dia ga bisa turn back karena dia udah keburu terlibat secara emosional di dalamnya.

Dan begitu udah terlibat, ga ada cara mengindar agar tidak terluka. Kalo mau lari dari hubungan itu, luka yang timbul adalah luka karena putus hubungan. Kalo mau pertahankan hubungan itu, dia juga harus terluka karena dia harus mengorbankan perasaannya untuk membantu pasangannya menyembuhkan sakit hati dari masa lalu sebelumnya. Kenapa membantu pemulihan itu bisa bikin hati dia terluka? Karena hal itu berarti dia, secara sadar, tau bahwa dia hanyalah pilihan kedua. Dan semua perempuan pasti terluka kalo dia tau dia jadi pilihan kedua… Akibatnya, tambah satu hati lagi yang terluka…

2. PIKIRIN YANG JELEK-JELEK TENTANG DIA
Sama sekali gue ga setuju sama saran ini. Kalo kita fokus untuk mikirin yang jelek-jelek dari orang itu, gue rasa ini bakalan jadi sumber kepahitan. Fokus sama yang jelek-jelek malah bisa jadi akar pahit dan akibatnya malah lebih buruk dari yang sebelumnya. Bayangin aja, luka hati aja dah jadi satu masalah serius. Trus luka itu malah dipupuk lagi sama hal2 negatif yang bikin kepahitan. Duh, pelepasan dan tengking-menengking tambah ribet aja tuh :)

3. LUPAIN AJA
Banyak yang bilang ini saran yang paling aman dan paling sedikit risikonya. Tapi kalo gue pikir-pikir sih ini rada susah diterapin buat cewe. Soalnya cewe tuh kan cenderung sentimental dan suka mengingat-ingat kenangan dan masa lalu-nya. Kata buku yang gue pernah baca: her memories keep her alive.

Emang bener sih, cewe tuh bisa mengingat dengan begitu detail semua tanggal, hari, jam, rincian, urutan, kejadian, tempat, orang, baju, lagu, atau semua bagian kenangan indah yang dia alami. Makanya cewe ga akan pernah lupa sama first love-nya, sampe kapan pun. Karena kenangan itu berarti banget buat cewe, tersimpan rapat dan rapi di sudut hatinya (cieee…) Dan cuma dia yang tau betapa bahagianya mengingat-ingat semua kenangan itu.

So, kalo dibilang “lupain aja”, maka itu hal tersulit yang bisa cewe lakukan. Cuma kasih karunia Tuhan aja yang bisa memampukan dia. Kuncinya cuma satu: SERAHKAN semua kenangan itu di KAKI TUHAN. Akui di hadapan Tuhan kalo kita punya kenangan indah tentang dia, akui bahwa semuanya udah berakhir, dan kemudian TARUH semua kenangan itu di KAKI TUHAN (dengan seember air mata dan tangis kalo perlu). Kemudian akui di hadapan Tuhan kalo kita pernah punya impian-impian indah bersamanya, serahkan semua impian itu padaNya, dan minta Tuhan mengisi hati kita dengan impian-impian baru yang berasal dari hatiNYA, bukan dari hati kita.

Kenapa impian juga mesti diserahkan? Karena kalo cuma kenangan yang diserahkan ke kaki Tuhan, ga bisa efektif. Kenangan itu masa lalu, impian itu masa depan. Kalo masa lalu doang yang diserahin, maka secara ga sadar kita masih ada setitik harapan untuk masa depan. Entah kita akui atau tidak, bisa aja kita masih berharap lanjut lagi atau nyambung lagi. Dan setitik harap itu bisa makin berkembang dan berkembang terus, dan akhirnya akan sangat menyakitkan kalo Tuhan ga ijinkan itu terjadi. So, KENANGAN + IMPIAN, dua-duanya harus direlakan untuk diletakkan sepenuhnya di kaki Tuhan.

Trus, gimana dong cara yang terbaik? Menurut gue, cara terbaik adalah BIARKAN SEMUA JADI MASA LALU dan FOKUS KE MASA DEPAN. Jangan ingkari dia pernah jadi bagian dari satu titik di hidup kita, tapi jangan pernah berharap kita akan kembali ke titik itu. Fokus ke masa depan dengan cara mengobarkan mimpi-mimpi pribadi kita yang Tuhan taruh di hati kita. Biarkan mimpi-mimpi itu terus menyala berkobar-kobar, sirami terus apinya dengan firman Tuhan, doakan tanpa berhenti, dan minta Tuhan bawa kita running with full speed, lari dengan kecepatan penuh, hingga kita ga sempet lagi merenungi masa lalu kelabu. Apa mimpimu sekarang? Kejar terus mimpimu!

Ku kan tinggalkan
Semua hidupku yang tlah lalu
Dan ku berlari padaMu

Kau jadikanku
Indah di dalam pandanganMu
Sbab ku berharga bagiMu
BersamaMu

Melintasi badai hidup
Melewati masa lalu

Reff:
Ku kan terbang tinggi melayang
Meninggalkan masa lalu
Dan kugapai indah hidupku
BersamaMu Tuhan kekuatan hidupku…

(”Ku Kan Terbang” by U/X in album “Live”)

Amsal 4:25 ….Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka…

December 11, 2006

I love you, is that ok?

Filed under: personal

Kemaren siang, sperti biasa, gue janjian jam 10.30 mo pergi ibadah bareng ama temen gue untuk ikut ibadah jam 11. Ternyata gue nyampe nya kecepetan, jam 10.15. Ya udah gue pergi ke toko buku rohani dulu buat beli majalah.

Abis beli majalah, sebelom buka pintu keluar, tiba-tiba gue tertarik sama satu gelas plastik yang dipajang deket pintu. Gelasnya sih biasa-biasa aja, tapi tulisannya bener-bener dahsyat. Tulisannya gini nih:

I love you, is that ok? – Jesus –

Deg! Pas baca itu tiba-tiba gue pengen nangis. Rasanya Tuhan Yesus sendiri yang ngomong itu ke gue. “I love you, is that ok?” Artinya: Aku mengasihimu, bolehkah? — Yesus – Bayangin, Raja segala raja, Tuhan segala tuhan, merasa perlu untuk menanyakan apakah boleh diriNya mengasihi gue yang cuma setitik debu ini. Bayangin seorang Raja minta ijin untuk mengasihi ciptaanNya.

Semakin lama gue iring Tuhan, makin gue yakin kalo Tuhan Yesus itu adalah Seseorang yang amat sangat gentle. He is a real gentleman. He is so gentle that He needs to ask for my permission before He says He loves me.

Sebenernya sih Dia ga perlu minta ijin ke saya, wong saya ni kan “cuma” ciptaanNya aja yang bisa dipites (baca: dimatiin) kapan aja Dia mau. Tapi Dia begitu respek ke saya, bahkan begitu respeknya sampai ke tingkat minta ijin dulu ke saya untuk bilang He loves me.

Kebanyakan cowo, semakin tinggi posisinya, semakin ganteng wajahnya, semakin banyak hartanya, maka makin tinggi pula tingkat kePDannya menghadapi cewe. Makin kaya/makin ganteng/makin sukses dia, makin yakin banget dia bahwa semua cewe pasti termehe-mehe sama dia :D (peace man, jangan marah ya hehehe)

Tapi Yesus, yang begitu agung, begitu kaya, begitu mulia, begitu sempurna, malah kebalikannya. Dia amat sangat sopan menyatakan bahwa diriNya mengasihi diri saya. Dia ga maen tembak langsung dengan tingkat keyakinan seribu persen, tapi Dia minta ijin dulu dengan menyatakan “is that ok?” yang sebenernya merupakan bukti betapa Dia mengasihi saya sampai Dia merasa perlu untuk merendahkan diri (baca: minta ijin) seperti itu.

Duh Tuhan Yesus, saya bener-bener keabisan kata-kata untuk mengatakan betapa saya tersanjung bisa dikasihi olehMu. Saya ga tau lagi mo bilang apa betapa saya terharu Tuhan Yesus mau mengasihi saya yang ga ada apa-apa nya ini. Saya ga tau mo nulis apa lagi untuk bilang terima kasih Engkau telah mengasihi saya. Rasanya no beautiful words can compare Your love to me.

Tapi yang saya tau, dan yang saya ingin Tuhan Yesus juga tahu…

When You say “I love you, is that ok?”

My answer is “Yes Lord, it’s ok…” with tearful eyes of mine full of love, respect and admiration …

December 7, 2006

so this is christmas…

Filed under: personal

So this is Christmas…

Belakangan ini temen-temen gue mulai pada heboh ngajakin natalan. Iya yah, ga terasa dah desember lagi, dah mo christmas lagi… Cepet banget tau-tau dah mo akhir taon lagi…

Tapi hawa natalan kok ga berasa ya buat gue:) Padahal gereja-gereja kan dah pada pasang pohon natal dan nyanyiin lagu-lagu natal. Tapi yah, just like last year, and the years before, and the years before those years, gue emang ga pernah terlalu semangat nyambut natal. Entah kenapa gue selalu lebih suka Paskah daripada natal. Kalo Paskah, apalagi sebelum Jumat Agung, gue selalu ngerasa dekeeee….ttt banget sama Tuhan Yesus. Masa-masa Paskah selalu buat gue ngerasa Tuhan tuh sayaaa…ng banget sama gue, bahkan saking sayangnya dia rela mati buat gue…

Tapi kalo Natal kok kayaknya menang hebohnya aja ya *ampuni saya ya Tuhan berpikiran seperti ini, but this is truly how I feel* Dah lama sih gue berpikir ada yang aneh sama gue. Kenapa ya gue ga bisa seheboh orang Kristen yang lain waktu menyambut Natal? Apa kadar ke-Kristen-an gue berkurang gara-gara gue kurang heboh seperti orang-orang Kristen lainnya :D Eh ini pertanyaan beneran dari hati loh, dijawab yah:)

Skarang gue mo flashback ah ke natalan di masa kecil dulu. Sapa tau nostalgia bisa bikin gue semangat natalan hehehe
Dulu waktu kecil gue seringnya sih dapet peran Maria untuk drama Natal. Peran Maria tuh enak banget loh, soalnya ga perlu ngapalin dialog *wakakak* Perannya cuma muter-muter aja di panggung sambil dipegangin sama Yusuf (yang jadi Yusuf pasti anak cowo yang tampangnya boros alias bermutu or bermuka tua… supaya matching sama gue yang dari kecil emang mukanya boros huahaha cocok dapet peran ibu-ibu)

Abis muter-muter 2 kali di panggung nunggu narator selesai ngomong, trus masuk lagi ke balik panggung, dan baru akan nongol lagi entar di ujung drama Natal dengan posisi duduk pas di samping palungan, tanpa dialog juga! hehehe enak banget kan peran Maria ini, kaga usah ngapal script, paling cuma inget blocking aja di mana palungan, di mana 3 orang majus, etc.

Trus drama Natal 3 babak ini akan ditutup dengan nyanyi sama-sama malaikat eh peran pemain malaikat (keren yah nyanyi bareng malaikat kaya di surga aje hehehe), bareng orang majus, bareng yang baca liturgi, bareng gembala, bareng pemeran domba-domba, pokoknya bareng semua deh kecuali raja herodes aja HUAHAHA… *hiii serem ya denger nama herodes, dari kecil ampe sekarang gue slalu serem tiap denger nama herodes, yang gue inget tuh orang hobi menyembelih bayi-bayi hiiii tatuuu..tttt*

Yah begitulah memori natalan waktu kecil. Gimana yah natalan anak2 sekarang? Apa mereka masih maen drama juga kaya sekolah minggu gue dulu???

December 5, 2006

demikianlah si pemalas di tempat tidurnya

Filed under: personal

…Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya… Amsal 26:14

Pagi ini gue maleee…sss banget brangkat ke kantor. Bukan, bukan karena males kerja. Kalo kerja-nya sih gue seneng-seneng aja, bahkan bisa dibilang saat-saat ini I’m really enjoying my work. New kind of job, new challenges, pokoknya new things everyday deh.

Yang bikin males adalah perjalanan ke kantor itu loh… Gara-garanya kemaren malem, karena abis ujan, jadinya perjalanan pulang ke rumah yang biasanya cuma perlu 1,5 jam jadi molor ampe 3 jam. Duh, bete banget deh. Masa perlu 3 jam aja pulang ke rumah, cuma gara-gara ujan aja? Heran deh orang Jakarta ini, kok kalo ada ujan tuh pada heboh banget sih di jalan? Dan herannya entah kenapa kalo abis ujan tuh orang2 di jalan pada gahar banget, klakson seenaknya, ga boleh disalip dikit aja langsung ngamuk kaya Hulk

Dan akibat kena macet 3 jam kmaren malem, pagi ini gue males banget mo jalan. Pengennya kerja di rumah aja deh, ga usah stress menyeberangi lautan samudera jalanan dari utara ke selatan menuju Sudirman.

Tapi setelah bolak-balik di tempat tidur memikirkan pergi engga pergi engga pergi engga, akhirnya gue bertobat juga bangun dari tempat tidur dan berangkat ke kantor. Abisnya gue malu sama Roh Kudus, masa ngaku anak Tuhan tapi bolos kerja cuma gara2 males kena macet:) Kan anak Tuhan mesti setia sama perkara2 kecil

Ternyata that’s the right choice to make. Ga disangka ga diduga ternyata mendadak bos gede calls for a meeting. Baru duduk setengah jam tau2 dipanggil ikutan meeting yang gue ga perkirakan sebelumnya (bahkan data pun masih gue simpen di kantor klien hehehe) Untunglah bos ga nanya macem-macem, tapi emang gue perlu ikut disana untuk follow up decisions yang dia buat.

Gue bersyukur hari ini gue buat pilihan yang tepat. Coba kalo pagi ini gue ngikutin rasa males gue, leyeh leyeh di tempat tidur, bolos kerja… Tau2 gue ditelpon dia trus ditanyain ada mana kan malu tuh… Malunya sih karena gue kan anak Tuhan, mesti jadi saksi Kristus yang rajin dong di tempat kerja… Tapi gimana mo jadi saksi Kristus kalo kesaksian hidup gue kaya gitu hehehe…

Makasih Tuhan dah “paksa” saya bangun pagi hari ini
Makasih Roh Kudus dah “suruh” saya berangkat kerja hari ini
Makasih Roh Kudus dah “ingetin” saya untuk jaga kesaksian hidup saya
Tuhan tolong ingetin saya terus menerus, day by day, untuk jaga kesaksian hidup saya, kapanpun, dimanapun saya berada…
Betapapun kecilnya hal itu…
Tapi saya tau Tuhan selalu memperhatikannya, karena tak ada hal yang terlalu kecil bagiMu…

December 4, 2006

mind your language, please

Filed under: personal

hari jumat lalu abis PD di kantor ada kejadian yang ga enak banget. Ceritanya nih, lift turun mulai dari lantai 30. Dan dari lantai 30 tuh dah sesak banget karena kebetulan ada pameran apaan tau di situ jadi banyak yang bejubel mau turun ke ground. Trus ada cowo di samping gue (kanan pojokan) pencet tombol 28th floor. Eh tau-tau di sudut kiri pojokan ada orang yang, entah sengaja ato ga sengaja, ke(pencet) tombol 28 itu jadi cancel. Dan lift lansung meluncur terus melaju dari lt. 30 sampe ground tanpa berhenti di lt. 28.

Begitu tuh cowo sadar udah di lantai 23, dia langsung menuduh cewe2 di pojokan kiri (sepertinya sih mbak-mbak pelayan toko) itu yang cancel. Trus dia marah-marah karena cewe2 itu ga ada yang ngaku, trus dia makin marah lagi karena dia terpaksa mesti ikut turun ke lantai dasar.

Duh, tau ga, tuh cowo kan pas di samping gue, jadi gue bisa denger jelas dia marah-marah. Tau ga yang bikin gue gerah apa? Masa dia swearing pake kalimat gini “This feels like s**t!* Ih, ampun deh ga punya manner banget sih ni cowo. Bahasa Inggrisnya sih bagus banget, ga kedengeran lagi logat asia-nya, persis kaya bahasa inggris-nya para eksekutif muda lulusan luar negeri. Penampilannya juga rapi berdasi. Tapi kata-kata yang keluar dari mulutnya tuh bener2 ga mencerminkan sopan santun orang yang berpendidikan tinggi.

Setelah kerja kantoran selama 7 taon, gue bisa lihat ternyata orang-orang yang berpendidikan tinggi (posisinya pun pasti tinggi), penampilannya berjas berdasi, ternyata ga selalu menjamin bahwa sopan santun mereka sama baiknya sama pendidikan mereka. Sering gue liat mereka bersikap kasar sama office boy/girl, marah-marah penuh murka sama tukang parkir persis di depan shiny cars mereka, ngata-ngatain betapa lambannya dan bodohnya para admin di kantor dengan kata-kata umpatan bahasa inggris yang ampun deh ga layak disebutin di sini…

Dulu gue berpikir mungkin mereka gitu karena stress banget sama tuntutan pekerjaan mereka. Tapi lama-lama gue mikir sebenernya that’s not an excuse. Kalo stress pekerjaan dijadikan excuse untuk bisa bersikap kasar sama orang2 lain, gimana dengan tukang becak yang penghasilannya mungkin cuma 1/100 dari penghasilan cowo2 berdasi itu? Pasti stress tukang becak itu berlipat kali ganda kan kalo mikirin kebutuhan sehari-hari keluarganya? Tapi kenapa tukang-tukang becak itu, yang tingkat pendidikannya jauh lebih rendah dibanding para foreign graduates itu, sikapnya jauh lebih sopan?

Emang bener ungkapan yang bilang gini: kalo mau liat karakter aslinya seseorang, lihatlah bagaimana dia memperlakukan orang-orang “kecil” yang tidak bisa memberikan apa-apa bagi dirinya (baca: can’t give anything in return). Misalnya: cara dia memperlakukan pelayan toko, waiter/waitress, pembantu, sopir, dll. Kenapa? Karena kalo dia baik sama atasan/bos/siapapun yang tingkatnya lebih tinggi dari dia, itu sesuatu yang wajar karena dia mengharapkan something in return dari posisi dan kekayaan tersebut. Tapi kalo dia baik sama orang yang lebih rendah posisinya/pendidikannya/kekayaannya (e.g. pembokat, waiters dll), dia bener-bener punya respect sama semua orang tanpa mengharapkan anything in return.

Dulu, waktu pertama-tama masuk kerja, gue dengan bodohnya terpesona sama cowo2 keren di kantor yang penampilannya keren (baju sepatu tas mahal), pendidikannya tinggi, mobilnya bagus, gajinya gede, posisinya tinggi. Tapi semakin lama gue kenal mereka, ternyata kelakuan mereka tuh bener-bener bikin gue ga betah deket-deket mereka. Cewe mana yang tahan denger cowo yang hobinya mengumpat pake f*** word dan s*** word? Cewe mana yang betah duduk di samping cowo yang nyetir sambil terus mengumpat betapa tololnya dan bodohnya semua pengemudi yang menghalangi jalan mobilnya? Cewe mana yang ga malu jalan bareng cowo yang maki-maki waiter yang dianggapnya lamban?

Cape deeeee….

semper: (in)significant place on the face of the earth

Filed under: personal

Siang ini gue baru baca berita di internet katanya bakalan ada jalur khusus motor di Jakarta. Sebenernya sih ini berita ga heboh-heboh amat, namanya juga usaha untuk ngatur lalu lintas. Tapi berita ini jadi spesial buat gue. Kenapa? Karena dari lima titik yang disebutin kena jalur khusus itu (kawasan Cawang di Jakarta Timur, Senen di Jakarta Pusat, Grogol di Jakarta Barat, SEMPER di Jakarta Utara, dan Cipulir di Jakarta Selatan), salah satunya adalah… semper. Yap! Semper saudara-saudara sekalian.

Gue kaget Semper disebut-sebut karena jarang loh ada orang yang kenal daerah yang namanya Semper. Bertahun-tahun lalu, tiap naek taksi, kalo gue sebut Semper, dijamin supirnya kaga bakalan tau. Paling mereka taunya sunter, priok, gading, sukapura, dll. Sebel deh, kesannya daerah tempat tinggal gue itu insignificant place on the face of the earth… (ya iyalah :)

Padahal semper tuh home sweet home banget buat gue *walopun macet mulu gara2 DPU hobi banget bolak-balik ninggiin jalan, belom lagi container segede-gede gunung yang menuh-menuhin jalan* Sejak lahir tahun 75 gue dah tinggal di situ (eh kepotong 5 taon sih kuliah di bandung:) and I always love my Semper no matter what (dooo segitunya…) Bahkan waktu kuliah di Bandung pun tiap kali gue liat container lewat di daerah jatinangor, container-container itu malah bikin gue homesick sama Semper dan containernya yang menghadang jalan (norak banget yah gue ?)

Eh kok jadi ngomongin container? Sampe mana tadi gue? O ya back to jalur khusus motor di Semper. Tapi jalur khususnya mana ya? Tadi pagi waktu berangkat kok gue ga liat jalur khusus itu. Padahal kan tadi pagi gue naek ojek :) Apa emang belom berlaku hari ini? Au ah, gelap. Mendingan ntar malem pulang kantor gue nonton berita aja ah, siapa tau ada berita tentang Semper di tv.

PS: Awas ya kalo pembaca beritanya salah sebut nama Semper! Bacanya sEmpEr pake e-nya EmbEr, bukan semper pake e-nya lemper :) huahaha…

November 21, 2006

cintaku di kampus biru

Filed under: personal

minggu kemaren gue ikut ujian sworn translator di UI depok. My goodness… jauh banget booo… 2 jam naek bis sodara-sodara sekalian. Terakhir kali gue kesana tuh taon 1993 waktu baru lulus sma trus ikut ujian masuk di sana. Keterima sih, tapi karena keterima juga UMPTN di Unpad jadinya UI ditinggalin. Kenapa ya dulu kok rasanya depok tuh ga jauh-jauh teuing, tapi sekarang kok rasanya depok tuh ada di belahan ujung bumi mana gitu :) Mungkin karena sekarang gue dah tambah tua huahaha

Pas nebeng bis kampus yang menih koneng pisan tea, gue jadi inget kampus di jatinangor. Settingnya mirip2 kampus jatinenjer tercinta, naik turun bukit plus pohon-pohon tapi kok tetep panas yah :) Bedanya adalah perjalanan bis/angkot kampus jatinangor dimulai dari fisip, sastra, mipa, pertanian, dan diakhiri dengan peternakan. (enak banget yah anak fisip, kampusnya paling deket gerbang jadinya ga perlu ngos-ngosan naek bukit kalo telat ga dapet angkot :) Tapi kalo kampus depok tuh memberikan privelege dapet hoek dekat gerbang kepada fakultas hukum, dilanjutkan dengan keperawatan dan seterusnya dan seterusnya baru ekonomi trus sastra eh ilmu budaya:)

Ngeliat mahasiswa-mahasiswa yang baru pada pulang kuliah tuh ngingetin jaman dulu banget waktu gue masih seneng2nya menikmati masa-masa kuliah, cekakakan di bis, nongkrong di kantin, maen basket di lapangan, duh indahnya masa-masa itu… Ga banyak pikiran, ga banyak beban, enjoy banget. Belom lagi bahan kuliahnya enak banget dan gampang banget… Jurusan inggris ya pelajarannya inggris. Ga usah belajar mitamitik, fisika, kimia ihh… Seneng banget rasanya bisa lulus sma, terbebaslah aku dari mitamitik fisika kimia yang bikin gue stress selama 3 taon hehehe. Rasanya seumur-umur belom pernah tuh gue bisa bener-bener menikmati yang namanya “sekolah” seperti masa2 kuliah di sastra

Tapi yah untuk segala sesuatu ada masanya, untuk segala sesuatu ada waktunya. Gue bersyukur Tuhan udah kasih gue kesempatan menikmati masa-masa kuliah itu, menikmati masa-masa pertemanan (sekaligus pacaran) dengan sesama teman2 kuliah, mengalami suka-dukanya hidup kos, bener-bener a real life experience yang pertama kali buat gue.

But life goes on. Ada masanya sekolah, ada masanya kerja. And I thank God for every path that I have to take in my life. So, buat “adik-adikku” yang lagi baca blog ini, nikmatin yah masa-masa kuliah kalian. Masa-masa itu ga akan pernah bisa terulang lagi. Jangan mengeluh kenapa kuliah lama banget, tapi nikmatilah itu sebagai salah satu stage of life yang harus kalian lewati (tapi jangan kelamaan kuliah ya, kasian ortu hehehe) Nanti akan datang masanya dimana kalian bisa look back to your past and wonder how great God is… How great He is that He makes you pass the entrance exam… How He helps your parents with the money to pay your school fees…. How He provides you with the things you need when you think you can’t afford it at all… How He helps you day by day, week by week, month by month, year by year till you finally graduate… And finally on your graduation day, your mother couldn’t hold back the tears in her eyes when she proudly heard your name being called… And so did Jesus…

And that’s all only because of Jesus by our side…through it all…

November 16, 2006

i am a child, i am only a child…

Filed under: happy teaching

di semua kelas yang gue ajarin, gue punya satu peraturan yang berlaku buat semua, including me as a teacher. Peraturannya adalah: selama pelajaran berlangsung, ga boleh ada hp yang bunyi. Kalo cuma mo ngirim or nerima sms aja sih oke, asal no sound. Ga boleh ada bunyi ringtone or sms alert or any sound whatsoever. Semua hp harus di-vibrate atau di-silent.

Kalo sampe bunyi, peraturannya harus maju ke depan kelas untuk nyanyi. In English. Kalo ga mau nyanyi, baca puisi juga boleh. Tapi tetep harus in English. Sejauh ini everything works well. Semua yang ketangkep hpnya bunyi biasanya menyerah dan nyanyi depan kelas. In English, of course.

Ternyata sabtu kemaren ada murid yang hp-nya bunyi. Karna yang punya hp tuh anak yang bandel dan ribut banget, satu kelas langsung seneng banget pengen ngerjain. Termasuk gue hehehe

Dengan susah payah akhirnya dia maju juga ke depan kelas, tapi mepet banget ke tembok di pojokan. Tuh murid yang biasanya ribut banget dan ga bisa diem, mendadak jadi mengkeret di depan kelas. Disuruh nyanyi susaaaa…hhh banget. Bayangin aja, kita sekelas mesti nunggu dia 15 menit. Bener, 15 menit! Sebenernya 15 menit tuh berharga banget di kelas, kan bisa kerjain exercises minimal 15 soal ato paling ga sempetlah act out untuk roleplay 2-3 grup.

Tapi karena dia susah banget disuruh nyanyi, terpaksa kita semua bengong staring ngeliatin dia nunggu dia mulai nyanyi. Sepanjang 15 menit itu dia terus2an tawar-menawar sama gue. Alesannya malu lah, ga bisa nyanyilah, ga tau lagu apalah, malu diliatin murid2 cewe lah, mau nyanyi asal murid2 cewe pada ngadep tembok lah, hpnya bunyi gara2 dikerjain temen lah, pokoknya banyak lah alesannya. Tapi gue (dan semua murid sekelas) tetap nuntut dia nyanyi karena kita sekelas udah made a deal di awal term.

Akhirnya dia mau juga nyanyi tapi dengan satu syarat. Dia nyanyi sambil ngadep tembok. Biar ga malu diliatin katanya. Ampun deh. Terpaksa gue ijinin juga, asal nyanyi. Akhirnya dia balik natap tembok, dan mulai nyanyi. Dan satu hal yang bikin gue ngakak adalah: dia nyanyi tapi mukanya hampir nyium tembok! Asli gue bener2 ketawa keras banget ngeliat tingkah tuh anak…Apalagi murid2 cewe sekelas yang dah sebel banget liat tingkahnya yang selalu bikin ribut dan bikin mereka ga bisa konsentrasi belajar.

Gue ga tau yang dia nyanyiin tuh lagu-nya siapa, tapi pokoknya lirik yang gue denger adalah “I am a child, I am a child, I am only a child…”

Memang waktu dia nyanyi itu gue ketawa. Tapi pas bubaran kelas, trus sembari ngapus papan tulis, gue jadi mikirin lirik lagunya. “I am a child, I am a child, I am only a child…” dengan muka nunduk gaya klasik disetrap di pojokan depan kelas. Gue langsung diingetin satu fakta bahwa iya memang dia only a child. Walopun badannya tinggi besar, paling besar di kelas, trus item lagi *eh item ini relevan ga sih* dia cuma anak sekolah biasa. Di balik badannya yang besar itu he’s only a child. A child that oftentimes makes mistakes. A child that needs a lesson this one and that one shouldn’t be done. A child that needs correction. A child that makes noises all the time because he wants attention. But when he gets the attention from everyone, when he is on the spotlight in front of the class, he strangely becomes embarassed…

Ada satu hal yang gue pelajarin hari itu. Gue belom ngerti psikologi pendidikan untuk remaja. Emang gue dah lama banget jadi guru kursus inggris, 11 taon dah lewat deh. Tapi taon-taon itu ga menjamin I know them well. Gue baru tau kalo umur2 segitu tuh remaja cowo suka malu di depan temen2nya yang cewe. Padahal gue kan ga nyuruh yang macem2, cuma nyanyi doang. Kenapa juga mesti malu nyanyi di depan? Gue pikir mereka seperti anak2 remaja/youth di gereja yang nature-nya penuh semangat nyanyi praise worship di mimbar gereja. Tapi gue telat nyadar kalo murid2 gue bukan anak2 youth gereja yang terbiasa dan emang suka nyanyi buat Tuhan.

Dari sini gue belajar kalo emang anak-anak Tuhan tuh beda banget sama dunia. Usia mereka boleh sama (belasan taon), penampilan boleh sama (rambut bediri-diri pake gel 3/4 botol), gaya mereka boleh sama (kaos didobel kemeja lengan panjang di dalem), tapi dalemnya beda booo….

Anak-anak Tuhan punya gambar diri yang utuh di hadapan-Nya, jadi mereka bisa menyanyi dengan dada tegak muka lurus menghadap ke depan. Anak2 Tuhan tau mereka berharga. Anak2 Tuhan tau Bapa mereka senang mendengar mereka bernyanyi untuk-Nya. Anak2 Tuhan tau, seperti apapun suara mereka, Tuhan selalu menerima mereka apa adanya…

Beda banget sama anak2 di luar sana yang belum kenal Tuhan. Yang belum mengerti betapa berharganya diri mereka bagi Tuhan. Yang belum bisa berdiri tegak dan menatap ke depan dengan pandangan “aku tau aku berharga, aku tau aku spesial, aku tau Tuhan di pihakku”

Makasih ya Tuhan udah ngajarin saya tentang mereka…
Makasih ya Tuhan You teach me about the differences You make for Your child…

November 6, 2006

awas kaca !

Filed under: happy teaching

hari Sabtu kemaren waktu gue lagi ngajar, kira-kira jam 4an sore, ada kejadian heboh banget. Lagi serius-seriusnya ngajarin tentang passive voice, tiba-tiba GUBRAKKK !!! Ada suara kaca pecah keras banget. Kaya abis ditabrak sama bola beton. Langsung aja gue keluar kelas dan tau ga apa yang gue liat? Kaca pintu ancur, pecah, luluh lantak dan yang lebih ngagetin lagi gue liat ada anak murid cowo, dengan muka imut anak SMP yang lagi kesakitan dengan muka penuh darah netes dari jidat dan idungnya.

Gue kaget banget (plus lemes banget) ngeliat darah yang terus netes. Tapi gue lebih concern lagi ngeliat muka dia yang kesakitan dan mata seorang anak yang memelas minta tolong sama ibu gurunya. Gue ga bisa nolong banyak karena dia langsung ditolong sama guru-guru laen. Trus karena ga ada hal lain yang bisa gue tolongin, akhirnya gue masuk kelas lagi dan nyuruh murid-murid lain kembali belajar.

Sampe besoknya muka dan mata anak itu ga bisa gue lupain. Bahkan waktu lagi nyanyi worship di gereja pun gue masih ngedoain dia. *Even today I’m still saying a prayer for you, Son. Get well soon ya Nak. Jangan suka lari-larian lagi di koridor. Bahaya ntar nabrak pintu lagi…* Salah satu alasan kenapa gue suka ngajar adalah gue suka banget ngeliat mata-mata anak-anak sekolah itu (terutama anak-anak SMP) yang penuh semangat, penuh sinar, penuh energi menatap masa depannya. Semakin cerdas seorang anak, semakin bersinar matanya. Dan biasanya gue selalu bener mendeteksi mana anak cerdas mana anak bermasalah cuma lewat sinar matanya.

Rasanya menyenangkan sekali bisa berdiri di depan kelas memandang mata-mata bersinar anak-anak itu. Beda banget sama suasana tiap hari di kantor. Yang gue liat cuma wajah-wajah serius yang matanya natap lurus ke layar laptop masing-masing (ya iyalah, kan mereka mesti kerja :) Makanya kalo dateng hari ngajar, gue jadi semangat karena gue justru di-energized sama energy dari anak-anak itu yang emang full energy (saking terlalu full-nya makanya anak-anak suka lari-larian di koridor, padahal ga ada yang ngejar :)

Oya back to topic. Anak-anak yang lagi usia transisi (pubertas maksudnya) emang kelebihan energy, tapi entah kenapa koordinasi mereka kurang. Jadi mereka sering nabrak-nabrak sesuatu, sering ngejatuhin benda-benda yang dipegang, dan bahkan sering jatuh. Gue tau karena gue dulu ngalamin juga kaya gitu. Karena mama gue dulu ngerti (bahkan dia yang kasih tau informasi ini waktu gue lagi ngalamin masa-masa ini), makanya dia ga pernah heran dan ga pernah marah walopun gue sering banget tanpa sengaja jatohin dan mecahin barang2 pecah belah, dan bahkan nabrak pohon natal sampe oleng semua hiasannya :) Dia cuma bilang “biasa anak remaja emang gitu…”

Mungkin ini juga yang dialamin sama anak murid yang nabrak kaca pintu sampe ancur itu. Kalo dipikir-pikir gile banget yah tuh powernya, sampe bisa mecahin kaca tebel gitu. Berarti anak kecil usia SMP pun sebenernya punya power besar.

Sebenernya kalo dipikir-pikir sih tuh anak kurus, tapi kok bisa ya pecahin kaca segede gitu? Kalo power fisik aja sebesar itu, apalagi power yang ada di dalemnya. Power pengetahuan, skill, kemauan, dan bahkan kehendak. Sebenernya justru di usia-usia seperti itulah mereka seharusnya dibentuk. Pada saat mereka masih muda, masih penuh semangat, masih so full of energy, masih full of potentials, dengan arahan yang tepat, maka di masa depan potensi mereka bisa jadi kekuatan yang bisa ngubah keadaan di sekitar mereka…

Apalagi kalo mereka punya pendidikan Kristiani yang baik, diajar oleh guru-guru yang takut akan Tuhan, guru-guru yang bisa bring out the best in them… Guru-guru yang menghargai mereka as precious jewels yang punya keunikan masing-masing… Guru-guru yg menyadari so many potentials within them ready to explode… Guru-guru yang bisa mengantar merek