Kenapa Tuhan ciptakan aku di dunia ini? part I
End of August 2009
Better consider opportunities now than in ten years when life may limit your choices…
(nasihat guru drama sebelum Zac Efron lulus dalam High School Musical 3)
Friends, dua bulan terakhir (Juli-Agustus) ini gue lagi banyak mikir tentang kemana arah hidup ini sebenarnya. Hal ini yang kedua kalinya terjadi dalam idup gue. Yang pertama waktu Mama gue meninggal, gue jadi mikir banyak untuk apa manusia idup di dunia ini. Yang kedua ini ya yang sekarang ini. Soalnya gue udah 10 tahun kerja di tempat yang sama, dan rencananya bentar lagi lulus. I tell God aku ga mau ngabisin idup another ten years still doing the same thing in the same place. Aku tau idup ga bisa gini-gini aja. Mendingan resign sekarang daripada kerja 10 taon lagi tapi ga ada bedanya 10 taon lalu sama sekarang. Gue pengen idup gue berarti buat orang lain, punya dampak buat orang lain, bukan sekedar jadi karyawan yang setia but honestly ga kemana-mana. Not going anywhere. Rencananya mo banting setir sekalian, pindah dari accounting firm trus pilihannya (1) cari kerja lain yang ada hubungannya sama legal supaya ijazah S2 kepake, (2) balik ke profesi lama jadi English teacher - at least jadi teacher itu rasanya lebih fulfilling, bisa leave a mark on my students or (3) totally berhenti jadi orang upahan (baca: gajian) dan bikin usaha sendiri.
Pertanyaan pertama yang gue insist cari jawabannya berhari-hari adalah apa rencana Tuhan kenapa aku mesti lahir di dunia ini. Dan Tuhan kasih ini. Pertanyaan kedua adalah Tuhan pengen gue jadi apa. So, karena jawabannya panjang, gue bikin 2 posting-an. Gue taro di sini karena gue pikir hal ini applicable juga buat semua anak Tuhan di dunia ini, more or less, tanpa menyebutkan secara spesifik satu jenis pekerjaan tertentu. My prayer is that it’ll bless you.
Kenapa Tuhan ciptakan aku di dunia ini*?
Kamu direncanakan bagi kesenangan Allah. Pada saat kamu dilahirkan, Allah ada di sana sebagai saksi yang tidak kelihatan, tersenyum atas kelahiranmu. Dia ingin kamu hidup, dan kelahiranmu memberi-Nya kesenangan besar. Allah tidak perlu menciptakan kamu, tetapi Dia memilih untuk menciptakan kamu demi kesenangan-Nya sendiri. Kamu ada untuk kepentinganNya, untuk kemuliaanNya, untuk tujuan-Nya dan untuk kesenangan-Nya.
Mendatangkan kegembiraan bagi Allah, hidup bagi kesenangan-Nya, adalah tujuan pertama hidupmu. Apabila kamu memahami kebenaran ini sesungguhnya, kamu tidak akan pernah lagi memiliki masalah dengan perasaan tidak berarti. Kebenaran ini membuktikan betapa kamu berharga. Kalau kamu sedemikian penting bagi Allah, dan Dia menganggap kamu cukup berharga untuk ada bersamaNya dalam kekekalan, apalagi yang bisa kamu anggap lebih penting dari itu? Kamu adalah anak Allah, dan kamu mendatangkan kesenangan bagi Allah lebih dari hal lain apapun yang pernah Dia ciptakan.
”Karena kasih-Nya Allah telah memutuskan bahwa melalui Yesus Kristus Dia akan menjadikan kita anak-anakNya, inilah kesenangan dan tujuan-Nya.” (Efe 1:5 TEV)
Mengapa mendatangkan kesenangan bagi Allah itu lebih penting dari hal lain? Karena mendatangkan kesenangan bagi Allah disebut ”penyembahan”. Karena itu, segala perbuatanmu yang mendatangkan kesenangan bagi Allah merupakan tindakan penyembahan.
”Tuhan senang hanya kepada orang-orang yang menyembah Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya.” (Mzm 17:11 CEV).
”Bawalah kehidupanmu sehari-hari yakni tidur, makan, pergi bekerja, dan berjalan-berjalan, dan letakkan itu di hadapan Allah sebagai sebuah persembahan” (Rm 12:1 MSG)
Karena itu, kau telah melakukan penyembahan dalam pekerjaanmu apabila kamu mempersembahkannya kepada Allah dan mengerjakannya dengan suatu kesadaran akan kehadiran-Nya.
Karena menyenangkan Allah adalah tujuan pertama hidupmu, maka tugas terpentingmu ialah menemukan bagaimana cara melakukannya.
”Berusahalah mengenal apa yang menyenangkan hati Kristus, lalu lakukanlah itu.” (Efe 5:10 MSG)
to be continued…
*diambil dari buku Purpose Driven Life-nya Rick Warren yang bener-bener speaks to my heart as if God’s talking to me by Himself

kadang aq merasa sulit untuk mennyatukan apa yang Tuhan inginkan dan keinginan di dunia?
Comment by fe — October 4, 2009 @ 9:20 am
@fe: emang sih kadang2 sulit juga. Emang sih yang paling bagus ya ikutin rencananya Tuhan. Tapi kalo looking back those years, even kalo kita ambil keputusan yang salah pun, Tuhan bisa puter balikin semuanya buat kebaikan kita juga. Setuju Sis?
Comment by Administrator — October 5, 2009 @ 2:49 am