the ugliest moment
Tuesday, 8 April 2009
(one of the) ugliest moment(s) in my life:
Situation: hot boiling kettle di kepala gue udah panas ngegolak sampe ke ubun-ubun…
Dateng ke ruangan bos gue, nyerocos, marah semarah-marahnya sampe-sampe dada gue sesak dan susah napas…
“Yang bener aja! Diperes abis-abisan! Emangnya saya apaan? Udah kerjaan banyak banget, ga dikasih staf, eh sekarang disuruh bantuin orang lain lagi? Ini kan beda divisi! Saya aja udah kebanyakan kerjaan masa harus bantu orang lagi? Mereka kan punya divisi sendiri, punya staf sendiri, kenapa masih harus narik saya juga? Bapak kan tau sendiri saya ga punya staf untuk delegasi-in kerjaan saya? Mereka orangnya udah banyak gitu tapi masih seenaknya nyuruh saya. Trus kerjaan saya siapa yang ngurus? Keterlaluan banget sih! Kalo saya harus bantu divisi A dan divisi B, mendingan ENGGA sekalian aja dua-duanya!”
Red-faced, out of breath, blurted out, belom pernah semarah ini sejak pertama kali kerja di kantor ini…
Bos cuma melongo kaget…
Ngeliat gue murka, vented out anger persis lahar keluar dari volcano…
Dengan marah gue pulang, matiin handphone…
Then at night gue gelisah dan ga bisa tidur. Kayanya Roh Kudus pengen banget ngomong tapi gue tebelin telinga dan kerasin hati…Akhirnya gue nyerah dan berusaha baca Alkitab, berdoa…
Dan sejak hari itu, selama berhari-hari, Lord was dealing with this. Semua yang gue tulis disini bukan sekedar tegoran Tuhan dalam 1 kali doa. Engga. Ampe lima hari! Sampe hari Minggu 12 April. Guess it’s kinda serious if He was dealing with this for 5 consecutive days… Then I decided to write them down here. To remind myself, of course tujuan utama. Selain itu, tujuan lainnya supaya all readers bisa belajar dari ugly mistakes that I’ve made. Orang yang bijak adalah orang yang belajar dari kesalahannya, tapi lebih bijak lagi kalo kita bisa belajar dari kesalahan orang lain. So, walopun posting-an nya panjang, it’s worth reading, trust me. Happy reading, and be blessed!
Me: Apa sih penyebab kemarahan ini? Kasih tahu aku Tuhan, aku ga pernah semarah ini sebelumnya… All my life I’ve always thought that I’m reserved-calm-introverted type… Tapi kenapa bisa jadi gini?
God: Ada beberapa alasan mengapa kamu bisa jadi jengkel:
- secara jasmani sedang lelah/tegang
- secara emosional sedang lemah
- secara rohaniah sedang kosong
Bila secara rohaniah kamu sedang kosong, kamu akan lebih cepat marah dan memulai perselisihan/terlibat perselisihan. Bila perjalanan hidup kamu dengan Aku dalam keadaan aktif, Aku akan menjaga sehingga kesehatan emosimu tetap stabil…
Me: Iya Tuhan, aku tahu waktu itu aku sedang tegang karena ada masalah keluarga dan masalah sekolah yang aku ga tau cara penyelesaiannya… Dan semuanya itu bikin aku males baca Alkitab… Kayanya secara rohani emang lagi kosong…
God: Ya, tekanan yang datang dalam dirimu will reveal your hidden cracks. Suatu tekanan akan mengungkapkan hidden cracks dalam dirimu. Ada cacat tersembunyi yang tidak kamu ketahui: kesombongan, keangkuhan. Darimanakah asalnya pertengkaran? Keangkuhan. Angkuh karena kamu unwilling to help…
Me: Jadi aku sombong ya Tuhan….
God: Read Ams 8:13 ….(Tuhan) benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat
Read Mazmur 101:5 Orang yang sombong dan tinggi hati, aku tidak suka
Ya, dan Aku benci pada kesombongan, orang yang sombong, kecongkakan, orang yang tinggi hati.
Orang yang sombong itu merasa unfair karena merasa haknya telah dilanggar. Ciri-cirinya adalah:
- Menghendaki kemauan sendiri
- Menghendaki pengaturan waktu sendiri
- Menghendaki langkah sendiri
Tapi Aku tidak akan membiarkan semua ini terjadi. Jika Aku ijinkan semua yang kamu inginkan, kamu akan jadi egosentris dan mementingkan diri sendiri
Ingat Ams 13:10 “keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran”. Keangkuhan artinya menganggap diri terlalu tinggi. Perwujudannya:
- peduli hanya pada diri sendiri dan bukan orang lain
- tidak mau bantuin orang lain
- akibatnya self-centered, egosentris
Kamu marah karena kamu menomorsatukan dirimu dan perasaan-perasaanmu. Bila sebabnya keangkuhan, harus diakui.
Me: Tuhan, aku ngaku aku sombong. Dan aku ga mau dibilang sombong lagi sama Tuhan. Tolongin aku, tunjukin caranya gimana ngilangin kesombongan ini?
God: Akui bahwa dirimu tak lebih tinggi dari orang lain. Kalau kamu bisa, berkata ya bila bisa. Berkata tidak bila tidak bisa.
Me: But Lord, I’ve got hundreds of things to do. And I’ve got no staff to help me. Kerjaan sendiri aja belom selesai, masa harus bantuin kerjaan orang lain? Aku kan ga punya staf yang bisa aku delegasikan kerjaan. Come on, without any staff, they expect me to help another division also? It’s just so unfair…
God: Ingatlah bahwa keadilan comes after kesetiaan.
Mzm 85:12 Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit
Artinya, keadilan baru akan terjadi jika kesetiaan tumbuh. Kamu di bumi, setia dulu, baru kemudian Aku, di surga, akan menjawab dengan keadilan.
Aku akan tunjukkan keadilan kalau kamu bisa tunjukkan kesetiaan dalam pekerjaanmu. Aku tidak buta ketika kamu merasa diperlakukan tidak adil. Tapi keadilan itu akan terjadi kalau kamu setia dengan pekerjaan-pekerjaan itu dulu.
Me: Maksudnya? Aku masih ga ngerti…
God: Kamu tidak mengerti karena kamu kekurangan perspektif Allah. Kamu tidak dapat dapat melihat tangan berkat Allah yang tersembunyi dalam suatu ketidakadilan/kesulitan. Milikilah perspektif Allah dalam segala sesuatu. Sadari bahwa ketidakadilan dirancang Allah untuk memberkatimu. Ketika kamu terlalu larut dalam masalah, kamu tidak dapat melihat sudut pandang Allah. Kamu akan berkata ”It’s not fair! This is so unfair!” Akibatnya, kamu akan sangat kesal dan itu menyiksa kamu. Ini karena kamu tidak bisa melihat tangan Allah yang tersembunyi di balik ketidakadilan. Di Kejadian, semua ketidakadilan dalam hidup Yusuf akhirnya membuat Yusuf jadi lebih dekat dengan Allah.
Me: Masa aku ga boleh protes kalo aku diperlakukan ga adil? Kalo aku harus diam terus, dipendem aja, walopun sebenernya dalem hati aku protes, kan aku sendiri yang makan ati…
God: Kamu harus belajar dari situasi itu. Kamu memang perlu terbuka, iya. Kamu perlu memberitahu orang lain apa yang kamu pikirkan. Tetapi bukan tanpa sifat mengasihi, ramah dan terkendali.
Memang kamu sudah ada kemajuan, sekarang kamu bukan yang dulu, orang yang dulu suka diam saja, pendam perasaan dan ketidakpuasan. Sekarang kamu berani mengungkapkan. It’s one step ahead. Tapi next time jangan sampai blurted out, caranya harus dengan sopan santun.
Me: Tapi Tuhan, kalo kita ga boleh melawan tiap kali diperlakukan tidak adil, buat apa ada pengadilan? Buat apa ada fakultas hukum segala? Trus anak-anak hukum buat apa belajar cape-cape? Kan tujuan mereka menegakkan keadilan? Membela orang yang diperlakukan tidak adil?
God: *ga jawab langsung, tapi jawab beberapa hari kemudian, dengan film Passion of Christ yang ditayangin di RCTI Minggu Paskah 12 April*
”HidupKu penuh ketidakadilan…”
You see, ketika diadili di hadapan orang banyak, bahkan pengadilan pun, yang seharusnya memberikan keadilan, saat itu tidak memberikan keadilan…
Hidup Yesus dipenuhi dengan ketidak adilan, namun setiap ketidakadilan itu bekerjasama untuk memberi Yesus suatu nama di atas segala nama, di surga dan di bumi. (Flp 2:5-11).
Me: Are You telling me that aku harus siap menerima setiap ketidakadilan dalam hidupku? This is so hard, Lord, really hard…
God: Dalam setiap ketidakadilan, ingatlah maksud Allah dengan memberi pengalaman tersebut:
- untuk menyempurnakanmu
- untuk mengasahmu
- untuk menyiapkanmu agar lebih menghasilkan buah
Jika kamu bisa mengerti ketiga maksud Allah itu, maka kamu akan menerima dengan hati yang bersih dan perasaan tenteram, dan tanpa pertengkaran.
Me: This sounds like a life-long project…
God: Yes, that will sound like forever selama kamu membenarkan amarah-mu, atau membuat alasan-alasan untuk mengijinkan amarah itu. Dan kamu akan tetap tertawan.
Kamu akan mempertahankan apa yang kamu benarkan. Selama kamu membenarkan that it is your right to be angry, kamu akan tetap tertawan. Dengan menyalahkan orang lain, kamu merasa bebas dari tanggung jawab.
Apabila kamu menolak untuk bertanggung jawab, maka kamu mengorbankan kemampuan untuk berubah. Tanggung jawab berarti ”kemampuan untuk menanggapi”. Kemampuan kamu untuk menanggapi yang menentukan kebebasan masa depan mu. Apabila kamu merendahkan diri, mengakui kesalahan dan meninggalkannya, maka kamu akan lepas dari jerat.
Me: Maksudnya ”tertawan”? Aku ga ngerti…
God: Kamu bisa tertawan dengan pikiran tertutup, ketidakmauan untuk diajar. Mintalah pikiran yang mudah dibentuk dan terbuka kepadaKu.
Pikiran yang mudah terbuka adalah suatu pemberian yang berasal dari kasih karuniaKu, dan Aku dapat memberikan kepada mu dalam sekejap. Dalam bidang-bidang kehidupan mu yang tertutup, kamu akan tetap tidak berbuah dan tidak produktif apabila kamu tidak mengijinkan Aku untuk mengubahmu…
Me: Aku mau itu, Tuhan…
God: When My promises say so, just receive it. Already given. Read Lukas 24:45
Me: *baca en ngucapin Lk 24:45*
Lalu Ia membuka pikiran mereka (aku), sehingga mereka (aku) mengerti Kitab Suci.
God: Aku akan memberi pengertian kepada kamu, tetapi sebatas apa yang Aku ingin kamu miliki, sebatas apa yang Aku kehendaki, sesuai dengan tempo-Ku, sesuai dengan kecepatan yang Aku kehendaki…
Me: Makasih Tuhan udah kasih pengertian buat aku. Sekarang aku jadi bener-bener ngerti apa akar masalah dibalik semua kemarahanku… Now, what do I have to do next?
God: Pertama, minta ampun, bertobat from this stinking attitude. Tanamkan dalam dirimu bahwa apapun yang kamu perbuat, semua ada balasannya (tabur tuai). Sesudah itu perlakukan sesamamu dengan hormat.
Me: Dengan hormat? Maksudnya?
God: Ketika kamu mengungkapkan pikiran-pikiranmu kepada orang lain, ingatlah beberapa hal ini:
- jangan menyimpang dari pokok pembicaran
- bijaksana dalam perkataan
- lihat sudut pandang orang lain
- bersedia untuk berkompromi & berubah
Dan sebelum kamu terlibat dalam perselisihan pendapat, ingatlah hal-hal ini:
1. apakah ada alasan logis untuk terlibat perselisihan?
2. apakah kedua pihak telah menjelaskan?
3. apakah kamu menyatakan dengan jelas apa yang diinginkan dan diperlukan?
4. apakah kamu mau berbicara & berkompromi sampai mencapai cara penyelesaian yang disepakati bersama-sama?
5. dan, jagalah supaya tidak berlarut-larut
Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah. Sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah (Yak 1:19-20)
Dear Lord, help me to respond with wisdom and calmness or to keep quiet until my emotions are under better control. Thank You for not taking out anger upon me when You are upset with me. Thank You for loving me in spite of my imperfections and shortcomings. Thank You for Your willingness to forgive. In Jesus name, amen.
