letsing4joy

December 17, 2008

grace is enough

Filed under: mengasihiMu, WPDA

Rabu 11 Desember

Saya nanya…
Tuhan, sebenernya karya penebusan kayu salib itu atas inisiatif siapa? Allah Bapa atau Kristus sendiri?

Tuhan jawab…
Joh 8:42 … sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.

Joh 10:18 Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.”

Kristus datang karena kehendak Allah. Inisiatif Allah sendiri. Kristus datang, diutus, dengan satu tugas utama: memberikan nyawa-Nya menurut kehendakNya sendiri. Ia punya kuasa untuk memberikan. Ia juga punya kuasa untuk mengambilnya kembali. Semua ada di tangan Dia. Dia sebenarnya punya pilihan untuk tidak melakukannya (mati/memberikan nyawaNya). But He still did it.

Allah Bapa punya inisiatif –> utus AnakNya.
AnakNya masuk dalam dunia sebagai utusan –> dengan tugas yang diterima dari Bapa.

Tapi tugas itu bukanlah suruhan seperti dari atasan ke bawahan yang tidak punya power/kuasa/kehendak. Tugas itu disertai dengan kuasa untuk melakukan 2 hal sekaligus: (i) memberikan nyawaNya, dan (ii) mengambilnya kembali. Jika Yesus mau, bisa saja Dia abaikan kuasa yang no (i) itu karena toh Dia juga punya kuasa no (ii) itu.

Jika Yesus mau bisa saja Dia “skip” penderitaan kayu salib yang mengerikan itu. Bisa saja Dia “pilih” mati dengan normal, misalnya. Kenapa harus mati disiksa seperti itu jika ada pilihan lain yang lebih mudah/less painful??? Tapi jika Kristus mati secara normal, takkan pernah ada penebusan. Takkan ada pertukaran. Darah harus ditebus dengan darah. Nyawa dengan nyawa. Jadi darah (baca: nyawa) Yesus harus tertumpah untuk menebus kita orang berdosa.

Dari sini saya dapat suatu pelajaran berharga:
Dari sisi Bapa yang berinisiatif menyelamatkan anak-anakNya di dunia –> it’s something LOGICAL.
Dari sisi Kristus sebagai Anak Allah yang rela dikorbankan –> it’s something ILLOGICAL for human mind.

Kenapa illogical? Karena sulit dimengerti bagi manusia yang cenderung mementingkan diri sendiri. Yang sulit berkorban bagi orang lain. Apalagi orang lain tidak tahu berterima kasih. Something illogical inilah yang membuat saya semakin menyadari bahwa unconditional love itu memang ada. Long before I know it.

Dari sini Tuhan ajari bahwa unconditional love bukan sekedar lirik lagu yang meaningless, tapi bener-bener hidup, nyata, senyata-nyatanya. Setelah sekian lama hidup di dunia ini, mata saya baru bener-bener terbuka tentang arti UNCONDITIONAL LOVE yang Yesus beri buat saya. Makes me feel really special, really precious in His eyes. I know that I know I will never look at my self the same again, NEVER… Hidup saya begitu berharganya sampai Yesus mati buat saya…

When I feel unworthy, so undeserving
But still I can come
Just as I am
For I find Your love is free of conditions

So I will run to Your wide open arms
Where I am accepted
And I am forgiven
Your grace is enough
More than enough
Your grace is enough for me…

“Grace is Enough” by Don Moen (album “I Believe There Is More”)

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://letsing4joy.blogsome.com/2008/12/17/grace-is-enough/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham