letsing4joy

December 17, 2008

what if it is true?

Filed under: mengasihiMu, WPDA

This posting is dedicated to you yang lagi wondering benarkah Kristus itu anak Allah? What if it is true?

Saya tulis ini untuk kamu. Saya yakin kalau kamu sampai sebegitu tertariknya baca posting-an ini, luangkan waktu untuk visit blog ini, untuk baca tulisan ini, untuk ngikuti isi posting-postingan sebelumnya, pasti semua ada apa-apanya… Bukan karena tulisan saya, bukan karena saya *you don’t even know siapa yang nulis blog ini kan???* Tapi karena roh kamu lagi gelisah mencari sesuatu, mencari tahu apakah kebenaran sejati itu, mencari tahu apakah kekristenan itu sebenarnya…

Okay, let’s start. Mungkin kamu nanya “who is Jesus?” Siapa sih Yesus yang diceritain panjang lebar sama si penulis blog ini?

Joh 14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Yesus adalah jalan yang bisa membawa kita kepada Bapa. Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Dia datang untuk MENCARI manusia. That’s why Kristen itu bukan agama. Kenapa Kristen bukan agama? Karena agama itu artinya orang mencari Tuhan. Tapi kekristenan tidak. Karena dalam Kristen, Tuhan yang mencari manusia. Tuhan datang dalam wujud manusia sebagai Yesus.

Agama: dari bawah ke atas (manusia CARI Tuhan)
Kristen: dari atas ke bawah (Tuhan CARI manusia)

Jadi kekristenan bukan agama.

Karena agama mengajarkan berbuat baik, menjauhi dosa, beribadah tekun dsb supaya bisa ke surga. Tapi kekristenan bukan seperti itu. Berbuat baik itu emang baik, tapi merely doing good takkan pernah bisa membawa kita ke hidup kekal. Memang berbuat baik itu juga diajarkan oleh Kristus (Mat 25:45b Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku). Karena kalau kita berbuat baik pada sesama, kita telah melakukannya untuk Dia. Tapi semuanya tidak berarti jika kita tidak mengakui bahwa Kristus adalah Anak Allah, yang diutus oleh Allah Bapa.

…Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Jadi inilah dasarnya. Inilah intinya. Mengakui Kristus baru jalan masuk ke dalam keluarga kerajaan Allah. Tapi bukan berarti stop di situ aja. Sesudah kita mengakui Kristus dengan hati dan mulut kita, the exciting journey has just begun. Dari situ Tuhan akan mulai ajarin kita what is being a Christian. Mengasihi sesama, berbuat baik pada sesama, menjadi garam dan terang bagi sekitar, jadi dampak bagi lingkungan sekitar, dsb. Dan semuanya itu ga bisa diajarin sama Tuhan tanpa terlebih dulu bangun hubungan sama Tuhan. Gimana caranya mulai bangun hubungan sama Tuhan? Akui bahwa Kristus adalah Tuhan…

Semuanya itu harus kembali dulu pada intinya:
Yesus Kristus adalah Tuhan. Yesus Kristus selama-lamanya Tuhan…
Dan Yesus Kristus-lah jalan untuk kita sampai kepada Allah Bapa di surga…

Joh 14:10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

grace is enough

Filed under: mengasihiMu, WPDA

Rabu 11 Desember

Saya nanya…
Tuhan, sebenernya karya penebusan kayu salib itu atas inisiatif siapa? Allah Bapa atau Kristus sendiri?

Tuhan jawab…
Joh 8:42 … sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.

Joh 10:18 Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.”

Kristus datang karena kehendak Allah. Inisiatif Allah sendiri. Kristus datang, diutus, dengan satu tugas utama: memberikan nyawa-Nya menurut kehendakNya sendiri. Ia punya kuasa untuk memberikan. Ia juga punya kuasa untuk mengambilnya kembali. Semua ada di tangan Dia. Dia sebenarnya punya pilihan untuk tidak melakukannya (mati/memberikan nyawaNya). But He still did it.

Allah Bapa punya inisiatif –> utus AnakNya.
AnakNya masuk dalam dunia sebagai utusan –> dengan tugas yang diterima dari Bapa.

Tapi tugas itu bukanlah suruhan seperti dari atasan ke bawahan yang tidak punya power/kuasa/kehendak. Tugas itu disertai dengan kuasa untuk melakukan 2 hal sekaligus: (i) memberikan nyawaNya, dan (ii) mengambilnya kembali. Jika Yesus mau, bisa saja Dia abaikan kuasa yang no (i) itu karena toh Dia juga punya kuasa no (ii) itu.

Jika Yesus mau bisa saja Dia “skip” penderitaan kayu salib yang mengerikan itu. Bisa saja Dia “pilih” mati dengan normal, misalnya. Kenapa harus mati disiksa seperti itu jika ada pilihan lain yang lebih mudah/less painful??? Tapi jika Kristus mati secara normal, takkan pernah ada penebusan. Takkan ada pertukaran. Darah harus ditebus dengan darah. Nyawa dengan nyawa. Jadi darah (baca: nyawa) Yesus harus tertumpah untuk menebus kita orang berdosa.

Dari sini saya dapat suatu pelajaran berharga:
Dari sisi Bapa yang berinisiatif menyelamatkan anak-anakNya di dunia –> it’s something LOGICAL.
Dari sisi Kristus sebagai Anak Allah yang rela dikorbankan –> it’s something ILLOGICAL for human mind.

Kenapa illogical? Karena sulit dimengerti bagi manusia yang cenderung mementingkan diri sendiri. Yang sulit berkorban bagi orang lain. Apalagi orang lain tidak tahu berterima kasih. Something illogical inilah yang membuat saya semakin menyadari bahwa unconditional love itu memang ada. Long before I know it.

Dari sini Tuhan ajari bahwa unconditional love bukan sekedar lirik lagu yang meaningless, tapi bener-bener hidup, nyata, senyata-nyatanya. Setelah sekian lama hidup di dunia ini, mata saya baru bener-bener terbuka tentang arti UNCONDITIONAL LOVE yang Yesus beri buat saya. Makes me feel really special, really precious in His eyes. I know that I know I will never look at my self the same again, NEVER… Hidup saya begitu berharganya sampai Yesus mati buat saya…

When I feel unworthy, so undeserving
But still I can come
Just as I am
For I find Your love is free of conditions

So I will run to Your wide open arms
Where I am accepted
And I am forgiven
Your grace is enough
More than enough
Your grace is enough for me…

“Grace is Enough” by Don Moen (album “I Believe There Is More”)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham