at the Cross I bow my knees where Your blood was shed for me - part I
Friends, setelah mimpi tentang penyaliban Kristus itu, tiap hari Tuhan bukakan hal-hal baru selama WPDA (Waktu Pribadi Dengan Allah). Hal-hal baru yang jadi begitu jelas dan nyata, sesuatu yang disingkapkan satu demi satu, sejalan dengan pertanyaan dan kapasitas pikiran saya untuk mencernanya… Mungkin Tuhan tahu it’s all too overwhelming to be understood at once… So Roh Kudus ngajarin sedikit demi sedikit to make sure I really understand the power of the Cross…
Saya tulis kembali di sini buat kamu… siapapun kamu… yang bukan kebetulan baca blog ini…karena saya tahu firman Tuhan tak akan pernah kembali dengan sia-sia…
Jumat 5 Des
I keep on thinking why people don’t want to come to the Cross & salvation. Padahal it’s free of charge. Kenapa orang tidak mau terima sesuatu yang gratis, yang telah dibayar lunas oleh darah Kristus di kayu salib?
Sabtu 6 Des
Dapet ayat ini…
Joh 3:19-21 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;
tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”
Oooo ini jawabannya. Jawabannya: karena manusia masih menyukai dosa. Mereka suka dosa, dan dosa dilakukan dalam kegelapan. Jika mereka datang ke salib itu (yang adalah terang Kristus), maka dosa-dosanya akan ter-expose. Tapi mereka yang telah mengaku dosa-dosanya, dengan berani akan datang ke salib itu karena mereka tidak lagi menyembunyikan apa-apa dalam kegelapan. Tidak takut terekspos dosanya.
Oooo, itu sebabnya dulu sebelom bertobat gue males ke gereja. Rasanya ga nyaman denger lagu rohani. Pengennya langsung matiin aja lagu/radio rohani dan ganti sama lagu pop. Itu karena gue masih menikmati dosa. Masih dalam kegelapan. Masih bersembunyi sama dosa jadi langsung “gerah” begitu bersentuhan dengan sesuatu yang “kudus”. Ga betah gaul sama anak-anak Kristen yang rajin persekutuan doa. Ga nyambung ngobrol sama mereka. Tapi sejak gue bertobat, gue jadi suka banget denger lagu rohani dan rasanya nyamaaa….n banget sama semua yang berhubungan dengan kasih Kristus…
Next question. Ok, itu buat mereka yang masih menyukai gelimang dosa. Bagaimana dengan orang yang hidupnya saleh, bersih, jauh dari dosa, selalu berbuat baik? Kan ada juga orang-orang yang belum percaya yang hidupnya bersih jujur dan stay away from the so-called sins?
Dijawab di WPDA besoknya…
