letsing4joy

December 10, 2008

at the Cross I bow my knees where Your blood was shed for me - part I

Filed under: mengasihiMu, WPDA

Friends, setelah mimpi tentang penyaliban Kristus itu, tiap hari Tuhan bukakan hal-hal baru selama WPDA (Waktu Pribadi Dengan Allah). Hal-hal baru yang jadi begitu jelas dan nyata, sesuatu yang disingkapkan satu demi satu, sejalan dengan pertanyaan dan kapasitas pikiran saya untuk mencernanya… Mungkin Tuhan tahu it’s all too overwhelming to be understood at once… So Roh Kudus ngajarin sedikit demi sedikit to make sure I really understand the power of the Cross…

Saya tulis kembali di sini buat kamu… siapapun kamu… yang bukan kebetulan baca blog ini…karena saya tahu firman Tuhan tak akan pernah kembali dengan sia-sia…

Jumat 5 Des

I keep on thinking why people don’t want to come to the Cross & salvation. Padahal it’s free of charge. Kenapa orang tidak mau terima sesuatu yang gratis, yang telah dibayar lunas oleh darah Kristus di kayu salib?

Sabtu 6 Des

Dapet ayat ini…

Joh 3:19-21 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;
tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”

Oooo ini jawabannya. Jawabannya: karena manusia masih menyukai dosa. Mereka suka dosa, dan dosa dilakukan dalam kegelapan. Jika mereka datang ke salib itu (yang adalah terang Kristus), maka dosa-dosanya akan ter-expose. Tapi mereka yang telah mengaku dosa-dosanya, dengan berani akan datang ke salib itu karena mereka tidak lagi menyembunyikan apa-apa dalam kegelapan. Tidak takut terekspos dosanya.

Oooo, itu sebabnya dulu sebelom bertobat gue males ke gereja. Rasanya ga nyaman denger lagu rohani. Pengennya langsung matiin aja lagu/radio rohani dan ganti sama lagu pop. Itu karena gue masih menikmati dosa. Masih dalam kegelapan. Masih bersembunyi sama dosa jadi langsung “gerah” begitu bersentuhan dengan sesuatu yang “kudus”. Ga betah gaul sama anak-anak Kristen yang rajin persekutuan doa. Ga nyambung ngobrol sama mereka. Tapi sejak gue bertobat, gue jadi suka banget denger lagu rohani dan rasanya nyamaaa….n banget sama semua yang berhubungan dengan kasih Kristus…

Next question. Ok, itu buat mereka yang masih menyukai gelimang dosa. Bagaimana dengan orang yang hidupnya saleh, bersih, jauh dari dosa, selalu berbuat baik? Kan ada juga orang-orang yang belum percaya yang hidupnya bersih jujur dan stay away from the so-called sins?

Dijawab di WPDA besoknya…

at the Cross I bow my knees where Your blood was shed for me - part II

Filed under: mengasihiMu, WPDA

Minggu 7 Desember

Saya nanya…
Jika pengampunan dan keselamatan dari Kristus itu free of charge, mengapa orang-orang yang belum percaya itu tidak mau datang kepada Kristus? Padahal di kitab suci mereka pun telah disebutkan mengenai Kristus? Itu kan berarti a sure sign that He’s for real. He’s known. Even their books say so.

Tuhan jawab…
Joh 5:39 Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,
Joh 5:40 namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.

Oooo, ini jawabannya… Jawabannya: karena mereka mengambil pilihan untuk tidak datang. Tuhanku Yesus Kristus telah memberi kesaksian tentang diriNya. They have the knowledge. But it’s just their choice not to come. Bukan karena Kristus tidak mau reveal Himself. The news is too good to be kept hidden. But they choose to ignore the good news…

This leads me to the next question: “Trus Tuhan, bagaimana supaya mereka mau datang? ”

Senin 8 Desember

Tuhan jawab lagi…
Joh 6:44 Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.
Joh 6:65 Lalu Ia berkata: “Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.”

Oooo, ini jawabannya mengapa mereka tidak mau datang. Karena…
- Karena mereka tidak bisa datang jika tidak ditarik oleh Bapa
- Karena Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.

Hmmm. Berarti betapapun kerasnya usaha kita untuk membawa mereka kepada Kristus, tidak akan bisa. Semuanya hanya dari Bapa. Hanya kasih karunia Bapa saja yang bisa menarik mereka. Ga bisa didorong-dorong, ga bisa disuruh-suruh.

Yang bisa kita lakukan hanyalah membawa kasih Kristus itu dalam diri kita, perbuatan kita, kata-kata kita, pertolongan/bantuan kita dalam hidup mereka. Tugas kita sebatas introduce. The rest is beyond our ability. Karena selanjutnya, yang bisa bawa hati mereka tertarik kepada Kristus, yang bisa sentuh dan jamah hati mereka, lembutkan hati mereka, insafkan mereka akan dosa, kebenaran dan penghakiman, bukan kita. Hanya Bapa yang bisa. Hanya karunia Bapa saja.

Kita (manusia) –> sebatas jadi cerminan kasih Bapa (karena mereka ga punya channel/relationship dengan Bapa, so the only channel dan the only real living thing they can see is us).
Bapa di surga –> the only power yang bisa berikan kasih karunia penyelamatan dan hidup kekal.
Kristus –> jembatan yang menghubungkan keterpisahan kita melalui karya penebusanNya di kayu salib. Hingga kita yang tadinya terpisah dari Allah karena dosa-dosa kita bisa punya jalan masuk kepada Bapa.
Roh Kudus –> Roh Tuhan yang diberikan yang diberikan untuk tinggal di dalam kita setelah Kristus mati, dibangkitkan dan naik ke sorga. Kristus harus mati supaya Roh Kudus bisa turun dan tinggal dalam kita.

Inilah skenario teragung yang pernah ada di atas bumi ini, even di seluruh jagat raya. Manusia terpisah dari Allah karena dosa. Betapapun usaha manusia berbuat baik (pergi ibadah, sedekah, dll) tidak akan pernah bisa membawa kita ke surga. Karena upah dosa adalah maut. Tapi Bapa yang begitu besar kasihNya kepada ciptaanNya itu memberikan anakNya untuk lahir menjadi manusia.

Mengapa harus jadi manusia? Karena yang berdosa itu manusia. Jadi yang menjadi pertukaran untuk manusia berdosa itu (yaitu kita) harus berupa wujud manusia juga. Harus equal. Harus setara. Kita ga bisa menebus emas dengan bebek misalnya. Atau berlian dengan kue cucur. Yang ditebus harus sama harganya dengan yang menebus.

Jadi Kristus, yang adalah AnakNya, harus turun derajat jadi manusia. Supaya pertukarannya impas. Manusia = manusia. Jadi korban darah Kristus di kayu salib bisa diterima oleh Allah Bapa di surga.

Satu Anak Manusia bisa menebus seluruh umat manusia. Kenapa Satu bisa menebus semua? Kan satu tidak equal dengan miliaran? Bagaimana harga satu Anak Manusia setimpal dengan seluruh umat manusia di dunia? Jawabannya sederhana. Karena yang Satu itu sangaaaaa….t berharga. Yang Satu itu yang paling terkasih…

Bagi seorang bapak di dunia, satu anaknya jauh lebih berarti dari seribu anak lain di dunia. Ga ada yang bisa gantiin harga anaknya sendiri, walaupun mungkin ribuan anak lain lebih tampan/cantik, lebih hebat, lebih pintar, dan lebih-lebih lainnya. Ga ada anak lain manapun di dunia yang se-berharga anaknya sendiri.

Begitu juga Bapa di surga. Pengorbanan anakNya di kayu salib, kematian AnakNya yang mengorbankan nyawaNya dan darahNya, begitu berharga… Jauuuuuuh lebih berharga dari apapun juga. Dan darahNya itu ditukar dengan keselamatan bagi seluruh isi dunia, termasuk kamu yang lagi baca blog ini…

Sayangnya tidak semua manusia menyadari ini. Masih banyak saudara-saudara kita di luar sana yang belum bisa memahami betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus itu bagi mereka… Every second thousands of souls terhilang ke neraka, karena mereka belum menerima jalan masuk itu…

Sebenarnya semuanya sudah tersedia bagi mereka, free of charge, gratis, cuma-cuma… Asal saja mereka mau menerima Kristus sebagai juru selamat mereka. Tapi, sekali lagi, semuanya terpulang kepada mereka sendiri. Apakah mereka mau? As simple as that.

Jika mereka mau, maka Allah Bapa bisa mengaruniakan jalan masuk itu kepada mereka. Dan sebelum itu terjadi, perlu ada kerjasama dari kita sebagai orang percaya. Kita harus jadi duta dulu bagi mereka. Namanya aja duta, ya kita jadi representasi Allah di bumi. We represent our Father in heaven. Kitalah yang bawa berita itu ke mereka. Selebihnya, biarkan Allah Bapa bekerja melalui Roh Kudus dalam hati mereka.

Karena…

TANPA TUHAN KITA TIDAK MAMPU
TANPA KITA TUHAN TIDAK MAU…






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham