letsing4joy

December 17, 2008

what if it is true?

Filed under: mengasihiMu, WPDA

This posting is dedicated to you yang lagi wondering benarkah Kristus itu anak Allah? What if it is true?

Saya tulis ini untuk kamu. Saya yakin kalau kamu sampai sebegitu tertariknya baca posting-an ini, luangkan waktu untuk visit blog ini, untuk baca tulisan ini, untuk ngikuti isi posting-postingan sebelumnya, pasti semua ada apa-apanya… Bukan karena tulisan saya, bukan karena saya *you don’t even know siapa yang nulis blog ini kan???* Tapi karena roh kamu lagi gelisah mencari sesuatu, mencari tahu apakah kebenaran sejati itu, mencari tahu apakah kekristenan itu sebenarnya…

Okay, let’s start. Mungkin kamu nanya “who is Jesus?” Siapa sih Yesus yang diceritain panjang lebar sama si penulis blog ini?

Joh 14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Yesus adalah jalan yang bisa membawa kita kepada Bapa. Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Dia datang untuk MENCARI manusia. That’s why Kristen itu bukan agama. Kenapa Kristen bukan agama? Karena agama itu artinya orang mencari Tuhan. Tapi kekristenan tidak. Karena dalam Kristen, Tuhan yang mencari manusia. Tuhan datang dalam wujud manusia sebagai Yesus.

Agama: dari bawah ke atas (manusia CARI Tuhan)
Kristen: dari atas ke bawah (Tuhan CARI manusia)

Jadi kekristenan bukan agama.

Karena agama mengajarkan berbuat baik, menjauhi dosa, beribadah tekun dsb supaya bisa ke surga. Tapi kekristenan bukan seperti itu. Berbuat baik itu emang baik, tapi merely doing good takkan pernah bisa membawa kita ke hidup kekal. Memang berbuat baik itu juga diajarkan oleh Kristus (Mat 25:45b Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku). Karena kalau kita berbuat baik pada sesama, kita telah melakukannya untuk Dia. Tapi semuanya tidak berarti jika kita tidak mengakui bahwa Kristus adalah Anak Allah, yang diutus oleh Allah Bapa.

…Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Jadi inilah dasarnya. Inilah intinya. Mengakui Kristus baru jalan masuk ke dalam keluarga kerajaan Allah. Tapi bukan berarti stop di situ aja. Sesudah kita mengakui Kristus dengan hati dan mulut kita, the exciting journey has just begun. Dari situ Tuhan akan mulai ajarin kita what is being a Christian. Mengasihi sesama, berbuat baik pada sesama, menjadi garam dan terang bagi sekitar, jadi dampak bagi lingkungan sekitar, dsb. Dan semuanya itu ga bisa diajarin sama Tuhan tanpa terlebih dulu bangun hubungan sama Tuhan. Gimana caranya mulai bangun hubungan sama Tuhan? Akui bahwa Kristus adalah Tuhan…

Semuanya itu harus kembali dulu pada intinya:
Yesus Kristus adalah Tuhan. Yesus Kristus selama-lamanya Tuhan…
Dan Yesus Kristus-lah jalan untuk kita sampai kepada Allah Bapa di surga…

Joh 14:10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

grace is enough

Filed under: mengasihiMu, WPDA

Rabu 11 Desember

Saya nanya…
Tuhan, sebenernya karya penebusan kayu salib itu atas inisiatif siapa? Allah Bapa atau Kristus sendiri?

Tuhan jawab…
Joh 8:42 … sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.

Joh 10:18 Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.”

Kristus datang karena kehendak Allah. Inisiatif Allah sendiri. Kristus datang, diutus, dengan satu tugas utama: memberikan nyawa-Nya menurut kehendakNya sendiri. Ia punya kuasa untuk memberikan. Ia juga punya kuasa untuk mengambilnya kembali. Semua ada di tangan Dia. Dia sebenarnya punya pilihan untuk tidak melakukannya (mati/memberikan nyawaNya). But He still did it.

Allah Bapa punya inisiatif –> utus AnakNya.
AnakNya masuk dalam dunia sebagai utusan –> dengan tugas yang diterima dari Bapa.

Tapi tugas itu bukanlah suruhan seperti dari atasan ke bawahan yang tidak punya power/kuasa/kehendak. Tugas itu disertai dengan kuasa untuk melakukan 2 hal sekaligus: (i) memberikan nyawaNya, dan (ii) mengambilnya kembali. Jika Yesus mau, bisa saja Dia abaikan kuasa yang no (i) itu karena toh Dia juga punya kuasa no (ii) itu.

Jika Yesus mau bisa saja Dia “skip” penderitaan kayu salib yang mengerikan itu. Bisa saja Dia “pilih” mati dengan normal, misalnya. Kenapa harus mati disiksa seperti itu jika ada pilihan lain yang lebih mudah/less painful??? Tapi jika Kristus mati secara normal, takkan pernah ada penebusan. Takkan ada pertukaran. Darah harus ditebus dengan darah. Nyawa dengan nyawa. Jadi darah (baca: nyawa) Yesus harus tertumpah untuk menebus kita orang berdosa.

Dari sini saya dapat suatu pelajaran berharga:
Dari sisi Bapa yang berinisiatif menyelamatkan anak-anakNya di dunia –> it’s something LOGICAL.
Dari sisi Kristus sebagai Anak Allah yang rela dikorbankan –> it’s something ILLOGICAL for human mind.

Kenapa illogical? Karena sulit dimengerti bagi manusia yang cenderung mementingkan diri sendiri. Yang sulit berkorban bagi orang lain. Apalagi orang lain tidak tahu berterima kasih. Something illogical inilah yang membuat saya semakin menyadari bahwa unconditional love itu memang ada. Long before I know it.

Dari sini Tuhan ajari bahwa unconditional love bukan sekedar lirik lagu yang meaningless, tapi bener-bener hidup, nyata, senyata-nyatanya. Setelah sekian lama hidup di dunia ini, mata saya baru bener-bener terbuka tentang arti UNCONDITIONAL LOVE yang Yesus beri buat saya. Makes me feel really special, really precious in His eyes. I know that I know I will never look at my self the same again, NEVER… Hidup saya begitu berharganya sampai Yesus mati buat saya…

When I feel unworthy, so undeserving
But still I can come
Just as I am
For I find Your love is free of conditions

So I will run to Your wide open arms
Where I am accepted
And I am forgiven
Your grace is enough
More than enough
Your grace is enough for me…

“Grace is Enough” by Don Moen (album “I Believe There Is More”)

December 10, 2008

at the Cross I bow my knees where Your blood was shed for me - part I

Filed under: mengasihiMu, WPDA

Friends, setelah mimpi tentang penyaliban Kristus itu, tiap hari Tuhan bukakan hal-hal baru selama WPDA (Waktu Pribadi Dengan Allah). Hal-hal baru yang jadi begitu jelas dan nyata, sesuatu yang disingkapkan satu demi satu, sejalan dengan pertanyaan dan kapasitas pikiran saya untuk mencernanya… Mungkin Tuhan tahu it’s all too overwhelming to be understood at once… So Roh Kudus ngajarin sedikit demi sedikit to make sure I really understand the power of the Cross…

Saya tulis kembali di sini buat kamu… siapapun kamu… yang bukan kebetulan baca blog ini…karena saya tahu firman Tuhan tak akan pernah kembali dengan sia-sia…

Jumat 5 Des

I keep on thinking why people don’t want to come to the Cross & salvation. Padahal it’s free of charge. Kenapa orang tidak mau terima sesuatu yang gratis, yang telah dibayar lunas oleh darah Kristus di kayu salib?

Sabtu 6 Des

Dapet ayat ini…

Joh 3:19-21 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;
tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”

Oooo ini jawabannya. Jawabannya: karena manusia masih menyukai dosa. Mereka suka dosa, dan dosa dilakukan dalam kegelapan. Jika mereka datang ke salib itu (yang adalah terang Kristus), maka dosa-dosanya akan ter-expose. Tapi mereka yang telah mengaku dosa-dosanya, dengan berani akan datang ke salib itu karena mereka tidak lagi menyembunyikan apa-apa dalam kegelapan. Tidak takut terekspos dosanya.

Oooo, itu sebabnya dulu sebelom bertobat gue males ke gereja. Rasanya ga nyaman denger lagu rohani. Pengennya langsung matiin aja lagu/radio rohani dan ganti sama lagu pop. Itu karena gue masih menikmati dosa. Masih dalam kegelapan. Masih bersembunyi sama dosa jadi langsung “gerah” begitu bersentuhan dengan sesuatu yang “kudus”. Ga betah gaul sama anak-anak Kristen yang rajin persekutuan doa. Ga nyambung ngobrol sama mereka. Tapi sejak gue bertobat, gue jadi suka banget denger lagu rohani dan rasanya nyamaaa….n banget sama semua yang berhubungan dengan kasih Kristus…

Next question. Ok, itu buat mereka yang masih menyukai gelimang dosa. Bagaimana dengan orang yang hidupnya saleh, bersih, jauh dari dosa, selalu berbuat baik? Kan ada juga orang-orang yang belum percaya yang hidupnya bersih jujur dan stay away from the so-called sins?

Dijawab di WPDA besoknya…

at the Cross I bow my knees where Your blood was shed for me - part II

Filed under: mengasihiMu, WPDA

Minggu 7 Desember

Saya nanya…
Jika pengampunan dan keselamatan dari Kristus itu free of charge, mengapa orang-orang yang belum percaya itu tidak mau datang kepada Kristus? Padahal di kitab suci mereka pun telah disebutkan mengenai Kristus? Itu kan berarti a sure sign that He’s for real. He’s known. Even their books say so.

Tuhan jawab…
Joh 5:39 Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,
Joh 5:40 namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.

Oooo, ini jawabannya… Jawabannya: karena mereka mengambil pilihan untuk tidak datang. Tuhanku Yesus Kristus telah memberi kesaksian tentang diriNya. They have the knowledge. But it’s just their choice not to come. Bukan karena Kristus tidak mau reveal Himself. The news is too good to be kept hidden. But they choose to ignore the good news…

This leads me to the next question: “Trus Tuhan, bagaimana supaya mereka mau datang? ”

Senin 8 Desember

Tuhan jawab lagi…
Joh 6:44 Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.
Joh 6:65 Lalu Ia berkata: “Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.”

Oooo, ini jawabannya mengapa mereka tidak mau datang. Karena…
- Karena mereka tidak bisa datang jika tidak ditarik oleh Bapa
- Karena Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.

Hmmm. Berarti betapapun kerasnya usaha kita untuk membawa mereka kepada Kristus, tidak akan bisa. Semuanya hanya dari Bapa. Hanya kasih karunia Bapa saja yang bisa menarik mereka. Ga bisa didorong-dorong, ga bisa disuruh-suruh.

Yang bisa kita lakukan hanyalah membawa kasih Kristus itu dalam diri kita, perbuatan kita, kata-kata kita, pertolongan/bantuan kita dalam hidup mereka. Tugas kita sebatas introduce. The rest is beyond our ability. Karena selanjutnya, yang bisa bawa hati mereka tertarik kepada Kristus, yang bisa sentuh dan jamah hati mereka, lembutkan hati mereka, insafkan mereka akan dosa, kebenaran dan penghakiman, bukan kita. Hanya Bapa yang bisa. Hanya karunia Bapa saja.

Kita (manusia) –> sebatas jadi cerminan kasih Bapa (karena mereka ga punya channel/relationship dengan Bapa, so the only channel dan the only real living thing they can see is us).
Bapa di surga –> the only power yang bisa berikan kasih karunia penyelamatan dan hidup kekal.
Kristus –> jembatan yang menghubungkan keterpisahan kita melalui karya penebusanNya di kayu salib. Hingga kita yang tadinya terpisah dari Allah karena dosa-dosa kita bisa punya jalan masuk kepada Bapa.
Roh Kudus –> Roh Tuhan yang diberikan yang diberikan untuk tinggal di dalam kita setelah Kristus mati, dibangkitkan dan naik ke sorga. Kristus harus mati supaya Roh Kudus bisa turun dan tinggal dalam kita.

Inilah skenario teragung yang pernah ada di atas bumi ini, even di seluruh jagat raya. Manusia terpisah dari Allah karena dosa. Betapapun usaha manusia berbuat baik (pergi ibadah, sedekah, dll) tidak akan pernah bisa membawa kita ke surga. Karena upah dosa adalah maut. Tapi Bapa yang begitu besar kasihNya kepada ciptaanNya itu memberikan anakNya untuk lahir menjadi manusia.

Mengapa harus jadi manusia? Karena yang berdosa itu manusia. Jadi yang menjadi pertukaran untuk manusia berdosa itu (yaitu kita) harus berupa wujud manusia juga. Harus equal. Harus setara. Kita ga bisa menebus emas dengan bebek misalnya. Atau berlian dengan kue cucur. Yang ditebus harus sama harganya dengan yang menebus.

Jadi Kristus, yang adalah AnakNya, harus turun derajat jadi manusia. Supaya pertukarannya impas. Manusia = manusia. Jadi korban darah Kristus di kayu salib bisa diterima oleh Allah Bapa di surga.

Satu Anak Manusia bisa menebus seluruh umat manusia. Kenapa Satu bisa menebus semua? Kan satu tidak equal dengan miliaran? Bagaimana harga satu Anak Manusia setimpal dengan seluruh umat manusia di dunia? Jawabannya sederhana. Karena yang Satu itu sangaaaaa….t berharga. Yang Satu itu yang paling terkasih…

Bagi seorang bapak di dunia, satu anaknya jauh lebih berarti dari seribu anak lain di dunia. Ga ada yang bisa gantiin harga anaknya sendiri, walaupun mungkin ribuan anak lain lebih tampan/cantik, lebih hebat, lebih pintar, dan lebih-lebih lainnya. Ga ada anak lain manapun di dunia yang se-berharga anaknya sendiri.

Begitu juga Bapa di surga. Pengorbanan anakNya di kayu salib, kematian AnakNya yang mengorbankan nyawaNya dan darahNya, begitu berharga… Jauuuuuuh lebih berharga dari apapun juga. Dan darahNya itu ditukar dengan keselamatan bagi seluruh isi dunia, termasuk kamu yang lagi baca blog ini…

Sayangnya tidak semua manusia menyadari ini. Masih banyak saudara-saudara kita di luar sana yang belum bisa memahami betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus itu bagi mereka… Every second thousands of souls terhilang ke neraka, karena mereka belum menerima jalan masuk itu…

Sebenarnya semuanya sudah tersedia bagi mereka, free of charge, gratis, cuma-cuma… Asal saja mereka mau menerima Kristus sebagai juru selamat mereka. Tapi, sekali lagi, semuanya terpulang kepada mereka sendiri. Apakah mereka mau? As simple as that.

Jika mereka mau, maka Allah Bapa bisa mengaruniakan jalan masuk itu kepada mereka. Dan sebelum itu terjadi, perlu ada kerjasama dari kita sebagai orang percaya. Kita harus jadi duta dulu bagi mereka. Namanya aja duta, ya kita jadi representasi Allah di bumi. We represent our Father in heaven. Kitalah yang bawa berita itu ke mereka. Selebihnya, biarkan Allah Bapa bekerja melalui Roh Kudus dalam hati mereka.

Karena…

TANPA TUHAN KITA TIDAK MAMPU
TANPA KITA TUHAN TIDAK MAU…

December 4, 2008

this is how much I love you… and I don’t want anything in return…

Filed under: mengasihiMu, WPDA

Friends, kemaren malem gue mimpi… mimpinya sediiii….h sekali…

Biasanya sih gue kalo tidur tuh jarang mimpi… tapi kemaren malem entah kenapa gue mimpi…

tentang Tuhan Yesus…

yang disalib…

Mimpi itu sedih sekali…Ditunjukin gimana tangan manusia kalo disalib… trus kaki yang ditumpuk trus dipaku berbarengan… sedih sekali… ga tau gimana cara ngungkapinnya… bikin dada gue sesak dan ga tau lagi mau nangis apa jerit…

Trus paginya pas setel musik, yang kesetel tuh lagu “Worthy Is The Lamb”-nya Hillsong…Gue langsung pengen nangis lagi… padahal gue bukan lagi doa, tapi lagi ngeringin rambut sembari dandan…

Gue ga pernah lupa pertama kali gue hancur hati abis2an waktu tau Yesus mati buat gue. For me. Personally. Waktu itu lagi ada kelas KAYAP (Kenali Apa Yang Anda Percayai/Know What You Believe) di gereja. Ini kelas permulaan buat calon-calon jemaat baru di gereja. Trus ada pemasangan potongan film Passion of Christ. Trus waktu adegan Yesus dicambuk pake cambuk bercabang, pas dicambuk, kepala Yesus kesamping, trus wajahnya dekeeeee….t ke kamera, mataNya bengkak, darah ngucur dari kepala… trus gue inget banget mataNya mandang ke gue, kesakitan, tapi dengan penuh kasih mandang ke gue… dan Dia bilang…

…this is how much I love You…
and I don’t want anything in return…

Hati gue robek abis-abisan… Belom pernah gue liat ada orang yang rela disiksa sampe mati begitu buat gue… Padahal gue ga bisa kasih apa-apa buat Dia…

Sepanjang film itu, kata-kata itu terus terusan kedengeran kenceng di kuping gue:

…this is how much I love You…
and I don’t want anything in return…

I don’t want anything in return…

I don’t want anything in return…

Rasanya hati gue meledak sama tangisan. Kalo ga malu waktu itu, mungkin gue udah nangis kenceng bangeee…t di gereja. Gue terharu banget sama kalimat “I don’t want anything in return…” Soalnya selama ini gue sering kepahitan sama orang laen, terutama cowo… Yang gue tau kalo cowo bilang “I love you” ama gue, pasti ada maunya… Pasti he wants anything in return. Semua cewe pasti tau, ga ada cowo yang rela “berbaik-baik” sama kita kalo mereka ga pengen apa-apa… Pasti ada pamrihnya… Semua cowo kalo berkorban buat kita pasti pengen “ambil” sesuatu dari kita… Bener kan girls?

Tapi Tuhan Yesus lain. Waktu Dia natap mata gue dan bilang “This is how much I love you… and I don’t want anything in return…” gue tau it’s for real. Dia tau Dia ga minta apa-apa dari gue. Not my body, not my money, not my reputation, not anything. Dia lakukan itu semua purely karena kasih. Dan Dia tau gue ga bisa berbuat apa-apa yang setimpal sama pengorbananNya…

Hati gue bener-bener ancur dengernya. Ga pernah ada cowo yang rela lakukan itu buat gue. But He did. Disiksa sampe mati, and there’s no guarantee saya sebagai manusia akan nerima cintaNya… Dia ga pernah maksa… Dia kasih kehendak bebas… Tapi semuanya udah dibayar lunas… in advance… tinggal semuanya terserah saya… apa saya mau terima uluran kasihNya yang tanpa syarat itu… atau menganggap sepi semua pengorbananNya…

Saya ga tau kenapa malem itu Tuhan kasih saya mimpi itu… Apa karena sebentar lagi Natal? Untuk ngingetin gue apa artinya Kristus lahir ke dunia? Atau karena januari bulan depan gue ultah ke 34, dan akhir tahun ini gue ninggalin umur 33 yang penuh kesan ini???

Maybe…

And I remember salah satu email paling berkesan dalam hidup gue. Ini gue copy paste di sini… untuk ingetin… what terrible things He had gone through… just to show how much He loves you (and me also)… di akhir tahun ini…

At the age of 33, Jesus was condemned to death penalty.

jesusdeath01

That was then the “worst” death. Only the worst criminals could die like Jesus. And with Jesus things were worst, because not all the criminals condemned to death could receive nails on their hands and feet.

Of course, nails… Big nails! Each was 15 a 20 cm long, with a point of 6 cm. Another point was sharp.

The nails were craved into the pulses, and not into the palms, as we are used to hear. In the pulse, there’s a tendon which extends till the shoulder, and when the nails were being hammered, that tendon broke, obliging Jesus to reinforce all the muscles of his back, so that he could breathe as He was loosing all the air from his lungs.

jesusdeath03

In this way, He was forced to support Himself onto the nail craved in his feet, which was bigger than those craved into his pulses, for both feet were craved together. And, as his feet could not endure for long time without tearing, Jesus was forced to alternate that “cycle” so that He could breathe.

Jesus endured that reality over 3 hours. Yes, over 3 hours! Long time, isn’t it? Few minutes before He died, Jesus was not bleeding anymore. He was simply pouring water from his cuts and holes.

When we imagine Him injured, we only picture Him with injuries, but it is not enough; His wounds were true holes, made in his body.

jesusdeath04

He had no more blood to bleed, He only poured water. Human body is composed by near 3.5 litres of blood (for adult).

Jesus poured all 3.5 litres of his blood; He had three nails hammered into his members; a crown of thorns on his head and, beyond that, a Roman soldier nailed a spear into his chest.

All these without mentioning the humiliation He passed after carrying his own cross for almost 2 kilometres, while the crowd spat on his face and throwed stones (the cross was almost 30 kg of weight, only for its higher part, where his hands were nailed).

jesusdeath05

Jesus had to pass all this experience, so that you can have free access to God. So that my sins and your sins could be “washed”. All of them, with no exception! Don’t ignore this situation. HE DIED FOR YOU! For you, who are now reading this in this site. Do not believe that He only died for others (those who go to the church or for pastors, bishops, etc).

He died for you! It is easy to pass jokes or foolish photos by e-mail, but when it comes to God, sometimes you feel ashamed to forward to others because you are worried on what they may think about your moral.

Accept the reality, the truth that JESUS IS THE ONLY SALVATION FOR THE WORLD..

God has plans for you, show all your friends what He experienced to save you..

60 seconds with God…

During 60 seconds, leave whatsoever your doing and seize this opportunity! Say this with all your heart… It’s ok crying… It doesn’t mean you’re weak or sissy… You’re crying because the Holy Spirit is working in your heart now…

Jesus, I know You are God and Savior. You are the Son of God. You died on the cross and rose up from death on the third day. You died so that I can live. Your blood has covered all my sins and shame. I invite You to come into my heart, Lord. I accept You as my God, my Lord and my Savior. I confess all my sins now… (mention your sins… all of them… Holy Spirit will lead you…) Please forgive my sins. I know if I accept You as my Savior, I will have an eternal life in heaven with You. From now on, I am a new creation, I have a new life, and You are here in my heart.. Amen.

If you have just prayed this prayer, congratulations! You are now forgiven and you have a blessed assurance that You will meet Jesus in heaven…

KARENA BEGITU BESAR KASIH ALLAH AKAN DUNIA INI SEHINGGA IA MENGARUNIAKAN ANAKNYA YANG TUNGGAL SUPAYA SETIAP ORANG YANG PERCAYA KEPADA-NYA TIDAK BINASA MELAINKAN BEROLEH HIDUP YANG KEKAL (YOH 3:16)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham