letsing4joy

July 14, 2008

God’s family tree

Filed under: kerja kerja kerja

Friends, sebenernya sih gue mo lanjutin posting-an tentang marketplace ministry. Tapi berhubung gue lagi dapet ”pewahyuan” baru, so serial marketplace ministry kita tunda dulu dan kita selingi dengan posting-an ini dulu. So, here it comes… Be blessed!

Ceritanya gini nih. Udah hampir 5 bulanan ini gue lagi dapet kerjaan untuk ngurusin satu system yang ada hubungannya sama independence. For your information buat yang baru dateng di blog ini, gue kerja di kantor akuntan. Di kantor ini gue kebagian tugas buat ngurusin yang namanya auditor independence.

So, salah satu bagian dari independence ini adalah independence system. Dalam system ini (yang sifatnya online) ada 3,6 juta data perusahaan seluruh dunia. Yap, you got it right, 3.6 million entities all over the world dalam satu website. Dan karna gue kerja di Indonesia, gue kebagian ngurusin companies yang ada di Indonesia. Tugas gue adalah membereskan family tree atau corporate structure perusahaan2 yang ada di Indonesia. Artinya gue mesti bikin/benerin silsilah perusahaan2 itu, nentuin independence kantor akuntan kita terhadap perusahaan-perusahaan itu, and finally harus bisa analyze apakah kantor akuntan kita punya conflicts of interest kalo mereka minta kita jadi akuntan atau konsultan mereka.

Step pertama adalah benerin family trees perusahaan2 itu. Artinya perusahaan A adalah subsidiary/anak perusahaan B, trus B dimiliki oleh C, C dimiliki oleh D tapi tidak controlling, hanya significant influence. Eh tapi D juga ternyata merupakan subsidiary E yang dimiliki oleh F. Udah cape-cape dibenerin, eh ternyata E mau diakuisisi sama G yang adalah subsidiary dari H. And ternyata ultimate shareholder H adalah foreign companies yang baru diakuisisi juga sama I. Huayaa….

Belom lagi nentuin materiality dari subsidiaries itu terhadap parent-nya. Cari tau berapa ownership percentage, total assets masing-masing parent and subsidiaries, dan juga income from continuing operation before income tax-nya, trus diitung deh. Kalo ga material ya engga dimasukin di family tree. Tapi kalo material dia harus dicantumin di family tree itu.

Selama ngerjain ini, gue dibantu sama satu staff. To protect his identity, saya singkat namanya menjadi SG. SG stands for Staf Ganteng huehehe. *Mudah2an dia ga pernah nemu blog ini kekekekek tapi kalo dia nemu ya gapapa juga sih* Kadang-kadang saking terbenamnya kita dalam website yang isinya ”silsilah-silsilah” perusahaan ini, kita jadi suka error:) Misalnya kalo seharian abis chatting ngurusin family trees company A punya subsidiaries B, C, D, tapi ternyata dia jual sekian persen sahamnya ke E, eh tau-tau si A jual lagi sahamnya ke E, trus kita ketuker-tuker informasi terakhir karena kebanyakan baca belasan laporan keuangan plus laporan kepemilikan saham yang gonta-ganti terus, tau-tau dia bisa end up discussion like this:

SG: Mbak mo pulang duluan ya
Me: O ya gapapa
SG: Mo ke PRJ dulu nih, supaya ntar ga kemaleman
Me: Okay

*senyap for a few seconds*

SG: Btw, PRJ punya subsidiary ga?

Me: Huahaha *masukin emoticon kepala kuning nyengir guling-gulingan*

Besok-besoknya…

SG: Mbak, kalo dipikir-pikir kita tuh satu family tree
Me: Maksudnya?
SG: Iya, mbak kan Togatorop, berarti kita satu tree
Me: Tapi kamu kan Simatupang, berarti kamu global ultimate parent, dan saya subsidiary-nya

*PS for readers: for those yang bukan Batak, please be informed kalo Simatupang itu punya tiga anak yang namanya Togatorop, Siburian n Sianturi. FYI only*

SG: Sebenernya saya Siburian, tapi yang dipake Simatupang-nya
Me: O berarti kamu sama-sama subsidiary juga
SG: Iya, bukan parent jadi ga bisa approve
Me: Huahaha….

Ini salah satu efek samping buat kita berdua akibat dari berbulan-bulan ngurusin family tree perusahaan-perusahaan di seluruh dunia. Salah satu akibat samping lainnya adalah I can’t stop thinking about corporate structure tiap kali gue liat/baca nama perusahaan Tbk di depan mata gue. Misalnya pas lagi ada stand pameran ban mobil, trus ada nama perusahannya terpampang, mis: Multistrada Arah Sarana Tbk, yang gue pikirin bukan ban mobilnya tapi gue langsung mikir siapa parent-nya siapa subsidariesnya :)

Atau pas liat kantong plastik kresek Alfamart, otak gue langsung mendadak sontak processing and running reports: PT Alfa Retailindo Tbk, dibeli oleh PT Carrefour Indonesia which is held by Actis, and its global ultimate parent is Carrefour located in France, not an audit client :) Ato pas lewat Makro waktu mau brangkat cell di Gading, memory gue langsung retrieve information yang ada di database kepala gue: PT Makro Indonesia, dimiliki oleh SHV Holdings NV headquartered in Netherlands, one of our audit clients :)

Informasi2 gini adalah salah satu database penting buat gue karena siapa parent siapa subsidiaries akan sangat menentukan apakah kantor kita independen atau tidak terhadap entities apapun yang ada dalam family tree-nya. Belom lagi kalo mesti ngecek apakah kita punya conflicts of interest terhadap mereka. So, selama proses benerin ”silsilah” ini, gue ga boleh sembarangan narik data satu company dari tree satu ke tree lainnya. Karena akibatnya bisa panjang. Once ketarik, semua independence restrictions yang ada di family tree sebelumnya akan hilang, atau sebaliknya. Once ditarik, company yang sebelumnya ”ga ada apa-apanya” (artinya bukan priority accounts, bukan listed company clients, bukan listed company’s affiliates), bisa jadi akan inherit semua restrictions yang telah ada di family tree yang baru.

Misalnya ada company A yang tadinya dia stand alone di satu tree. Artinya dia bukan priority accounts, ga ada restrictions sama sekali. Siapa aja all over the world boleh ”ngapa-ngapain” company itu. Artinya, mo audit kek, mo kasih tax service kek, transaction advisory kek, terserah aja. Kaga perlu minta ijin sapa-sapa, ga perlu approval.

Tapi kalo gue tarik company A ini ke satu tree yang fully complicated alias complex banget, maksudnya dia priority accounts yang dianggap penting sama kantor kita, eg total assetnya above sekian triliun rupiah dan punya subsidiaries everywhere in the world, si company A yang tadinya ga ada apa-apanya ini akan mendadak menjadi bagian dari satu keluarga/satu tree khusus yang ga sembarangan treatment-nya. Kalo mo ada service tertentu di negara ini, harus minta approval dulu sama global partner. Why? Karena sebagai bagian dari keluarga besar tertentu, ada begitu banyak restrictions yang menyertainya. Entah restrictions karena dia SEC registered, karena dia publicly listed, karena dia priority accounts, ato sekian banyak alasan lainnya.

Dari sini Tuhan ajarin lagi satu hal. Tuhan bukakan satu hal baru yang ga pernah gue nyadar sebelumnya. Sewaktu gue terhilang, gue dicari sama Tuhan. Persis seperti system admin yang nyari-nyari data satu company yang missing dari family tree-nya. Dan pas dia finally ketemu satu company itu (among 3.6 million companies data), dia akan seneng karena akhirnya bisa tarik the missing sheep eh missing company kembali ke keluarganya. Begitu juga Tuhan. Tuhan cari saya di antara ratusan juta penduduk muka bumi ini agar Dia bisa adopt saya kembali ke silsilah keluargaNya. Keluarga Allah.

Seperti satu company kecil tapi dia merupakan salah satu anak dari perusahaan raksasa yang ada dalam priority accounts, maka otomatis company kecil itu akan menerima treatment seperti a big great giant company lengkap dengan semua special service plus prioritas yang menyertainya. Dan bukan itu aja, ada banyak restrictions mengenai company itu berdasarkan international/professional standards. Bukan karena nama company kecil itu, tapi karena ”siapa” yang menaunginya, siapa parentnya, siapa yang memilikinya. Dan saya persis company kecil itu. Begitu saya ditarik masuk ke keluargaNya, otomatis saya akan inherit semua restrictions yang menyertai para crown prince and princes. Saya bukan siapa-siapa, ga ada apa-apanya. Tapi karena Tuhan udah adopsi saya, Tuhan udah tarik saya ke dalam keluarga kerajaan Allah, saya sekarang adalah ahli warisNya. Saya calon raja yang akan memerintah di bumi (Wahyu 5:10).

Dan sebagai anakNya, saya dikasih/dicap restrictions tertentu yang ga bisa disentuh oleh setan. Sebagai anak Allah, ada banyak restrictions yang ga bisa diutak-atik sama setan karena saya sepenuhnya udah jadi milik Allah.
- Setan bisa ganggu saya, setan bisa goda saya, tapi dia sama sekali ga berkuasa atas saya, karena saya udah dipindah dari kerajaan setan ke kerajaan Allah (Kol 1:3-14).
- saya adalah bagian dari tubuh Kristus dan setan tidak mempunyai kuasa atas saya (1Kor 12:14-27, Luk 9:1, Luk 10:19)
- saya didudukkan bersama dengan Kristus di alam surgawi (Ef 2:4-6)
- saya didudukkan di alam surgawi jauh di atas semua penguasa kegelapan dan segala sesuatu ada di bawah kaki saya (Ef 1:20-23)

So, dari sini ada banyak pelajaran yang Tuhan lagi ajarin ke saya. Tuhan bisa pake cara apa aja to reveal Himself, to reveal who I am in Christ. What is my new identity in Christ. Dan saya bener-bener amazed bagaimana Dia pake hal2 kecil dalam keseharian saya, dalam pekerjaan rutin saya, untuk mengajarkan saya tentang kebenaran firman Tuhan.

Thank you Lord for adopting me
Thank you Lord udah tarik saya jadi bagian dari keluargaMu
Teach me just to click ”accept” button in Your system
Don’t ever allow me to click ”reject” button when it comes to Your plan…

And sebelum posting-an ini ditutup, let me persembahkan one of my favorite songs from Israel & New Breed: IDENTITY from Live - A Deeper Level album… This song has been repeated a thousand times in my earphone:)

You are my Father, You are my Father
You are my future and destiny
Yeah yeah yeah yeah

You are my Father, You are my Father
In you I found my identity
Yeah yeah yeah yeah

Lay Your hands on me
Tell me who I am
I can do all things
If You say I can

Show me I am free
Free to accomplish
Your plan for me

You are my Father, You are my Father
You are my future and destiny
Yeah yeah yeah yeah

You are my Father, You are my Father
In you I found my identity
Yeah yeah yeah yeah






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham