letsing4joy

June 19, 2008

marketplace ministry part I

Filed under: bagi bangsa ini

Friends, ini lanjutan dari postingan sebelumnya. Kali ini gue ngomong eh nulis serius ya. Serius banget malah…

Sebagai orang yang ada di marketplace, kita jadi pelayan baris depanNya. Kita2 inilah yang dilihat, sebagai mahluk hidup real flesh and blood yang bisa dilihat oleh mata fisik saudara2 kita yang belum percaya. That’s why gaya hidup kita, kebiasaan kita, cara kita bertindak, pilihan2 hidup yang kita ambil, cara kita mengatasi masalah, dan lain sebagainya adalah refleksi dari apakah kekristenan itu sebenarnya bagi mereka yang bukan Kristen.

Sebagai pelayan garis depan Allah di tempat kerja, kita jadi masuk ke dalam konflik antara sistem dunia/kerajaan gelap dengan sistem kerajaan Allah. Kita ada di garis depan culture conflict. Bayangin si garis depan! Bayangin aja film perang Benhur ato apa kek yang pernah kamu tonton (Braveheart etc) trus taroh muka kamu sebagai pasukan terdepan! Jiper juga kan? Tapi Tuhan tempatin kita di sana dan mengurapi kita untuk menjadi suara yang berpengaruh. Kita dipersiapin Tuhan (melalui gereja dan cell) untuk menjadi tentara dari pasukan korporatnya Allah yang akan penetrasi the 9-5 window. Kita yang ada di marketplace harus membawa masuk sistem kerajaan Allah n then dorong mundur tuh kegelapan di dunia usaha.

Tapi untuk masuk ke dunia usaha, tangan kita harus bersih dan hati harus murni. Kita juga butuh banyak energi, bukan hanya kekuatan fisik tapi juga rohani. Ini untuk mengejar panggilan tertinggi. Kenapa? Karena kita perlu gairah dan semangat yang menyala-nyala untuk ngalahin keletihan luar biasa yang akan melanda kita selagi kita sedang melawan arus dunia. You’ll be drained off. Bayangin aja ngelawan arus deras sendirian… Kita akan berperang melawan struktur yang sudah ada. Mengubah pola pikir orang-orang. Dan itu akan membuat kita letih luar biasa, secara fisik dan rohani. Inget Paulus bilang: “aku mendesak maju meraih panggilan tertinggi…” That’s why kita harus siap mental. Kita harus punya prinsip. Dan kita ga akan punya prinsip sampai kita punya value.

Gimana caranya supaya punya prinsip? Punya value? Kita harus buat pernyataan visi (vision statement) pribadi. Visi ini penting sebab kita harus bisa membagikan nilai-nilai kita kepada orang lain ketika kita masuk ke marketplace.

That’s why kita masing-masing harus punya vision statement pribadi. Vision statement ini ga dateng dari langit, tapi harus dateng dari dalem diri kita sendiri karena masing-masing kita punya panggilan pribadi yang sangat spesifik sifatnya. Bikin sendiri disini maksudnya bukan ngarang2 sendiri, tapi dengan tuntunan Roh Kudus of course. Kalo ini dari Tuhan, pasti hal ini membara di hati kamu, kamu akan bergairah just to think about it. Padahal mungkin jalan ke sana kelihatannya jauu…h banget. Kelihatannya ga mungkin banget… Tapi itulah uniknya visi. Kalo visi itu gampang dilakukan, berarti itu bukan visi. Visi dari Tuhan itu cirinya impossible to do by our own strength. Why? Karena Tuhan ingin menunjukkan kuasa kemuliaanNya atas hidup kita. So that people will say “this must be from God” begitu ngeliat visi hidup kita digenapi…

Trus gimana caranya bikin vision statement? Tanyain pertanyaan-pertanyaan berikut ke diri kita sendiri: Mau jadi orang seperti apa 10 tahun mendatang? Keberadaan seperti apa yang saya inginkan? Akan menjadi siapa saya? Gaya hidup dan kualitas hidup seperti apa yang saya ingin miliki?

Supaya bisa menjadi orang yang seperti saya mau:
1. Bagaimana saya harus mengatur kehidupan saya di kelima area ini: emosi, fisik, hubungan dengan orang lain, rohani dan keuangan?
2. Bagaimana kondisi keberadaan saya sehari-hari: kondisi emosi saya, kondisi pikiran saya dari waktu ke waktu? (quality life)
3. Dengan apa/di mana saya harus terlibat?
4. Disiplin hidup seperti apa yang harus saya kembangkan?
5. Pengetahuan apa yang harus saya peroleh untuk mencapai kualitas hidup tersebut?
6. Kondisi harian macam apa yang harus saya miliko untuk saya bisa menentukan nilai-nilai saya?
7.Bagaimana cara saya melayani orang lain? Kebutuhan apa yang harus saya penuhi?
8. Hal-hal apa yang membuat saya paling bergairah dan hidup?

Jawaban2 atas pertanyaan ini adalah kunci dari tujuan hidup kita. Ini mengenai who we are and apa identitas kita. Kesuksesan di 10 tahun mendatang ditentukan oleh bagaimana kita mendefinisikan diri kita dan keinginan kita sekarang.

Vision statement ini sangat penting. Kenapa? You must be able to declare your vision statement. If not, kenapa juga orang lain harus berubah? So, if you are able to declare it, people can understand where you’re going. Dan percayalah kalo itu visi dari Tuhan, sepanjang perjalanan kita menuju visi itu, akan ada banyak divine meeting, divine appointment, divine encounters yang secara manusia ga mungkin terjadi, tapi buktinya terjadi. Itu emang sengaja Tuhan ijinkan dateng dalam hidup kita supaya skenarioNya Tuhan bisa terlaksana…

Trus gimana caranya declare our vision?
1. kita mesti bikin cap “non-negotiable” di vision statement kita itu. Tau kan maksudnya? Non-negotiable artinya harga mati, ga bisa ditawar-tawar lagi…
2. kita mesti pursue it
3. kita mesti bikin patokan yang akan menjadi code of conduct buat diri kita sendiri

Nah, kalo udah dicap “non-negotiable”, trus gimana caranya supaya kita ga akan pernah mundur lagi?
1. fervent spirit (artinya rohnya harus menyala-nyala terus)
2. passionate for Jesus
3. terus menerus dipenuhi Roh Kudus
4. terus menerus berjalan sesuai firman Allah (aktivitas kita diatur oleh undangan-undangan Tuhan)

Gimana friends? Berat yah topiknya? Emang sih, tapi ini penting sekali untuk dipahami tiap orang percaya. Tapi bukan ekedar dipahami aja, mesti dibikin trus dikerjain… Mungkin posting-an ini masih belum cukup jelas untuk dipahami in one digest. Don’t worry, I’ll be back with posting-an berikutnya !






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham