letsing4joy

February 17, 2008

in the name of the law

Filed under: mengasihiMu

In case u wanna know gue mo nulis apa kali ini, ini nih topiknya …. Tinjauan sosio-yuridis terhadap hukum bangsa Israel (suatu studi historis komparatif antara hukum Israel dan hukum Indonesia) Wakakak panjang bener yah :) Judul blog kok kaya judul paper, untung gue ga pake NIM gue disini hihihi

Gini loh friends, alasannya kenapa gue pengen banget nulis hal ini cuma satu hal. Gue pengen share apa yang gue dapet setelah sekian lama bergulat melawan ketidaksukaan gue sama kitab Imamat. Tau Imamat kan? Entah kenapa yah dari dulu gue kurang suka baca Imamat. Untuk tahun ini, gue nyampe round 8 in Bible reading. Artinya dah 7 kali selesai baca Kejadian ampe Wahyu, dan tahun ini round 8 ulang lagi Kejadian ampe Wahyu. Pas Kejadian sih seru ada penciptaan plus all-time favorite Yusuf, Keluaran juga seru ada Musa segala, tapi pas masuk Imamat, duuuu…h rada2 boring deh. Kalimat-kalimat ajaib kaya “Janganlah engkau masak anak kambing dalam susu induknya…” itu kok kaya’nya ga ada relevansinya banget sih sama hidup gue???

So, dari tahun ke tahun, gue selalu jadi males saat teduh kalo dah nyampe di Imamat. Pengennya langsung buru-buru baca aja biar cepet selesai dan bisa pindah ke kitab selanjutnya. Emang sih gue bisa aja langsung loncatin bagian yang ga suka itu, tapi rasanya susah buat gue. Soalnya gue tuh orangnya teratur, sistematis dan prosedural. Jadi dari tahun ke tahun gue ngikutin prosedur mulai Kejadian, Keluaran, Imamat dst sesuai urutan dari halaman pertama sampe halaman terakhir. Gue yang prosedural abis ini paling ga suka ada bagian yang longkap-longkap, bagian kosong, bagian yang missing, etc. Call me weird, but I always follow procedures and I like procedures Bahkan footnotes-pun gue baca hihihi

Sampai malem ini gue baca Imamat 19 di KJV. Gue bener-bener terpana sama “sistematisasi” nya yang ga sistematis sama sekali ini. Semuanya campur aduk aje. Bayangin, hukum tentang witchcraft (ramalan) langsung diikutin sama improper haircuts (mencukur tepi rambut berkeliling), trus tiba-tiba ngomongin tato (merajah kulit), eh tau-tau ngomongin hukum yang menentang making your daughter into a prostitute (perempuan sundal). Hah?

Buat gue yang lagi ngambil S2 hukum, undang-undang bangsa Israel bener-bener ajaib. Pertama, undang-undang bangsa Israel jumlahnya kurang lebih cuma 600-an dalam Keluaran+Imamat+Bilangan+Ulangan. Coba bandingin sama banyaknya UU di Indonesia. Kedua, undang-undang mereka itu simple. Karena simplicity-nya itu, ga perlu masuk FH dulu biar ngerti UU-nya mereka. Ketiga, ini yang paling amazing, ga ada particular order. Suka-suka aja ga pake pasal ayat dsb dsb. Bandingin sama, misalnya BW atau Burgerlijke Wetboek alias KUHPerdata yang dibagi dalam empat buku (perihal orang, benda, perikatan, dan pembuktian & lewat waktu).

Sepertinya hukum-hukum yang tercantum dalam Perjanjian Lama ini punya ciri khusus. Cirinya: kehidupan mereka ga dianalisis dalam komponen-komponen yang terpisah, tapi dipandang sebagai satu kesatuan. Artinya, buat bangsa Israel, ga ada tuh yang namanya pemisahan antara gereja dan Negara. Tiap aspek kehidupan – politik, keluarga, makanan, ekonomi – semuanya berhubungan dengan Tuhan. Bahkan 10 Perintah Allah pun mencakup perintah mengenai hubungan dengan Tuhan, dan juga hubungan dengan sesama. Dua-duanya jadi tidak terpisahkan.

Makin gue pelajarin hukum-hukum di Imamat ini, makin kebuka mata gue bahwa hukum ini pun sangat sangat sangat mempengaruhi hukum di negara-negara modern sampe skarang ini. Misalnya:

1. Manusia lebih penting dari property.
Misalnya, ga pernah ada hukuman mati untuk kejahatan terhadap property. Dan juga, budak dianggap sebagai manusia, bukan harta milik.

2. Tidak ada kelompok/kelas dalam sistem hukum mereka
Di Israel, semua orang sama di hadapan hukum. Equality before the law. Bahkan orang asingpun punya hak-hak yang jelas ketentuannya. Bandingin sama BW jaman Belanda kita yang masih membedakan golongan Eropa, Timur Asing, dan pribumi/bumiputera. Please deh… hare geneeee ???

3. Sanksi sesuai dengan perbuatan
Buat bangsa Israel jaman itu: eye for an eye (Im 24:20). Untuk membatasi balas dendam. Tapi itu jaman Perjanjian Lama. Setelah karya penebusan Yesus di kayu salib, ga ada lagi eye for an eye. Yang ada hukum kasih. Ampuni, ampuni, dan ampuni… Bagian pembalasan itu bukan bagian kita, pembalasan itu hak-Nya Tuhan…

4. Perzinahan mendapat hukuman keras
Bandingin sama di negara kita yang kaya’nya ga terlalu peduli whether you slept with your neighbor’s wife

5. Pihak yang lemah dan miskin memperoleh perlindungan
Ada ketentuan khusus yang melindungi hak-hak kaum lemah. Orang kaya harus memberikan jalan bagi mereka agar mereka dapat hidup, misalnya ” sisa-sisa buah anggurmu janganlah kaupetik untuk kedua kalinya dan buah yang berjatuhan di kebun anggurmu janganlah kaupungut, tetapi semuanya itu harus kautinggalkan bagi orang miskin dan bagi orang asing” (Im 19:10)

6. Sikap, dan juga tindakan, punya arti penting.
Hukum ”kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Im 19:18) mengandung arti bahwa mematuhi undang-undang tertulis aja ga cukup. Kenapa? Karena hukum ini tujuannya untuk membangun hubungan dengan sesama dengan dasar kasih.

Pas baca semua itu gue jadi inget sama kuliah kemaren, pas Sabtu kemaren sore. Pas mata kuliahnya Sejarah Hukum, dan temen gue lagi presentasi tentang Hukum dan Agama Kristen. Temen gue yang laen nanya apakah ada contoh negara di dunia ini yang menerapkan semacam ”syariat” Kristen. Yang lagi presentasi ini – Kristen yang udah lahir baru – menjawab bahwa kekristenan tidak mengajarkan do this do that dalam kehidupan bernegara. Yang penting adalah pemerintahan manapun berasal dari Allah dan kita sebagai warga negara wajib mematuhi hukum negara dan tunduk pada otoritas. Tapi yang terpenting dari semuanya adalah hukum kasih. Karena kalo kita punya kasih, kita ga akan melakukan tindakan apapun yang menyakiti orang lain, bahkan jika tidak ada satupun peraturan tertulis yang dibuat mengenainya. Tapi kalo kita ga punya kasih, mau ditulis peraturan sekeras dan sebanyak apapun, tetap aja akan ada pelanggaran dan saling menyakiti sesama.

Bahkan jika orang lain menghina Tuhan Yesus Kristus pun, kita ga akan marah. Kita malah justru berdoa buat dia supaya Tuhan mengampuni orang itu karena dia tidak tahu apa yang dia perbuat. Kenapa bisa gitu? Karena Tuhan kita ga perlu dibela. Ga perlu kita bentuk Front Pembela Yesus karena Tuhan Yesus kita terlalu besar untuk dibela. Kalo sampe kita merasa perlu membela Yesus, artinya kita mengecilkan keTuhanan Yesus. Masa sih manusia membela penciptanya? Artinya kan Tuhan itu terlalu lemah makanya perlu kita untuk membela Dia. Engga, lah… Engga seperti itu. Jadi kalo ada begitu banyak orang yang menghina Yesus, atau menghina kita sebagai pengikut Kristus, ga bakalan deh kita bawa mereka ke pengadilan. “Pembalasan adalah hak-KU” begitu kata Tuhan Yesus. Bagian kita sebagai pengikut Kristus adalah mendoakan mereka dengan penuh kasih agar mata hati mereka terbuka. Jadi pada dasarnya the so-called law in Christianity itu semuanya berdasar hukum kasih. Jadi kalo mau dilihat lebih mendalam, hukum kasih itu menyangkut semua aspek kehidupan manusia.

Sekarang gue pelan-pelan mulai ngerti kenapa Tuhan suruh gue ambil hukum. Selama 6 bulan ini gue terus bertanya-tanya apa sih manfaatnya ilmu hukum yang gue pelajari sekarang ini sama hidup gue. Soalnya pelajarannya ga ada hubungannya sama sekali sama kerjaan gue di kantor, apalagi kehidupan gue sehari-hari. Gue sempet ragu bener ga sih gue mesti ambil semua SKS ini yang keliatannya sama sekali ga penting dan ga ada relevansinya – with the real life.

Tapi pelan-pelan Tuhan mulai bukain satu demi satu lewat kejadian yang gue alamin day by day. Semuanya mengarah ke pemahaman betapa besarnya Tuhan kita. Betapa tinggi rancanganNya. Betapa dalam hikmatNya. Dan semuanya itu makin membuat gue menyadari betapa kecilnya diri gue. Betapa ceteknya pikiran gue dibanding hikmatNya. Betapa sombongnya gue menganggap kitab Imamat itu ga penting buat dibaca… Betapa angkuhnya gue berpikir bahwa semua Perjanjian Lama itu ga ada artinya lagi buat kita yang hidup di jaman anugerah…

Membuat saya tertempelak untuk merendah di hadapanNya… dan menyadari betapa saya harusnya bersyukur bahwa ada darah Yesus yang tertumpah untuk menebus saya… sebagai atonement… sebagai pendamaian… sebagai pembayaran… atas semua kesalahan dan pelanggaran yang saya lakukan…

Karena ada Yesus sebagai pembela saya… as my Lawyer… di hadapan Allah Bapa Hakim yang adil… di hadapan iblis sebagai pendakwa yang sangat membenci saya… yang berusaha dengan segala macam cara agar saya masuk ke dalam hukuman kekal… Tapi semua senjatanya tidak akan pernah berhasil menempa saya… Hanya karena satu Nama yang berkuasa… Nama Yesus yang berkuasa…

*thank you Jesus for being my Lawyer… No fees can ever pay for what You’ve done for me…*

February 4, 2008

I’m attracted to you…

Filed under: LSD

I’m attracted to you…

Girls, how do you feel if Someone so adorable says He’s attracted to you …???
Sebelum dijawab panjang lebar, coba perhatikan baik-baik capitalization kalimat di atas. Harap perhatikan bahwa S dan H dalam Someone dan Him itu bentuknya capital letters. Got it? Bisa tebak kemana arahnya posting-an ini?

Yap. Betul sekali. Someone who says “I’m attracted to you” itu Tuhan Yesus kita…

Pasti kamu nanya kenapa tiba-tiba gue nulis dengan topic attract meng-attract ini. Girls, topik beginian nih walopun keliatannya sepele tapi penting banget buat jaga diri kita sebagai cewe-cewe single. Tau ga napa?

Gini loh, kamu pasti ngerasa ada banyak perubahan yang terjadi pada kamu begitu kamu bertobat, lahir baru dan terima Kristus. Begitu kita penuh dengan Roh Kudus, di samping perubahan-perubahan batiniah yang terjadi, ada banyak juga perubahan lahiriah yang terjadi, either you realize it or not…

Pertama, makin lama wajah kita makin bersinar. Bukan karena pake produk pemutih wajah merk ini itu, sama sekali engga *awas merkuri –Red*. Tapi sebagai anak Tuhan yang penuh terang kemuliaan-Nya, ada sebagian kharisma Kristus yang terpancar dari wajah kita. Orang-orang akan looking at our faces intently dan bertanya ada apa di muka kita karena terus menerus bercahaya dan bersinar *they don’t know it comes from within: joy of the Lord, peace from Holy Spirit, freedom from bondage* Begitu kamu lahir baru pasti kamu pernah ngalamin ditanyain gini. Kalo bahasanya temen2 sih biasanya nanya kenapa muka gue bisa kelihatan mengkilap hehehe. Mereka bener-bener curious dengan produk pembersih wajah apa yang gue pake (which is actually cuma sabun biasa yang harganya ga nyampe ceban:) Dan besoknya mereka langsung beli dan pake waktu ketemu mereka di toilet. Hehehe sabun itu mesti bayar gue tuh buat promosi gratis…

Kedua, makin banyak cowo yang entah terang-terangan atau diem-diem jadi suka ngeliatin kita. Mereka jadi suka atau berusaha deket-deket kita. Bukan karena kita cakep seksi atau sebangsanya, tapi karena mereka ngerasa nyaman deket kita. Sebenernya sih ga masalah buat kita kalo banyak yang pengen deket-deket kita, ya kan? Itung-itung membagikan damai sejahtera Kristus buat sekeliling lah… Tapi yang repotnya kalo gara-gara kita mereka jadi berantem berebutan pengen deket kita (entah di staff room di kantor, di kursi kelas, etc). Dan begitu kita beranjak ninggalin tempat itu, mereka akan bilang ”fading like a flower” karena hilanglah rasa damai as soon as we leave the room. Inget kan cerita Saul? Roh Saul selalu merasa nyaman deket Daud dan petikan kecapinya. Kenapa? Karena roh-roh jahat yang ada dalam diri Saul langsung letoy bin lemes begitu ngadepin Roh Kudus yang diam dalam diri Daud. Roh Kudus yang membawa damai itu punya kekuatan dengan radius tertentu yang sanggup melumpuhkan seluruh kuasa gelap yang berada dalam wilayah/radiusnya. Tapi begitu Saul menjauh dari Daud, roh-roh jahat itu kembali punya kekuatan untuk berontak, makanya Saul kembali dikuasai roh jahat dan berubah jadi benci dan pengen bunuh Daud. Mungkin inilah dasar Alkitab dibalik teori kepribadian ganda atau schizophrenic *bener ga sih ini spelling-nya*

Ketiga, sebagai anak Tuhan yang punya anointing, kita akan menjadi desirable but untouchable. Most of them akan komentar seperti ini tentang kita “Emmm, suka sih sama dia, tapi kok ga bisa deketin ya…”

Kenapa? Alasan pertama: karena tubuh kita ini ditutup bungkus oleh darah Yesus. Akibatnya ada “selubung” yang melindungi kita kemanapun kita pergi.

Alasan kedua: the woman’s heart is so hidden behind God’s heart that a man must find God’s to find hers. Terjemahan bebasnya, hati perempuan kita begitu tersembunyi di balik hatiNya Tuhan hingga pria harus menemukan hatiNya Tuhan dulu, baru kemudian dia bisa mendapatkan hatinya kita *kenapa jadi panjang banget gini terjemahannya hihihi* Maksudnya, ga sembarang cowo bisa masuk ke hati kita. Mereka mesti ngerti hatiNya Tuhan dulu baru mereka bisa ngerti hati kita. Kenapa? Karena hati kita udah jadi milikNya Tuhan, begituuuu….

Alasan ketiga, kita ini termasuk tipe cewe expensive. Remember, expensive! How expensive? As expensive as Jesus’ blood… Inget, diri kita ini begitu amat sangat very expensive sampai-sampai Yesus harus mati di kayu salib untuk “membayar” harganya kamu… Ada darah Yesus yang harus tertumpah demi menebus diri kamu… Now you realize how expensive you are? So, kamu ga boleh sembarangan kasih diri kamu/hati kamu/ tubuh kamu untuk cowo manapun juga…

Walopun untouchable, tapi kita tetep desirable karena ada anointing yang turun atas kita. But, anointing attracts bugs, begitu kata Benny Hinn. Maksudnya? Anointing/urapan itu terus “menyemir” kita dari hari-hari sehingga kita akan menjadi begitu shining, persis lampu terang yang attract bugs. Tapi hati-hati, kita ga bisa membatasi what kind of bugs yang akan datang ke kita, termasuk hot passionate bugs yang dateng tanpa diundang… Maksudnya? Bukan karena kita anak Tuhan trus yang tertarik ke kita itu pasti cowo-cowo anak Tuhan yang baek-baek, eits jangan salah. Anointing itu juga akan menarik cowo-cowo laen yang bukan anak Tuhan. So, sebagai cewe, kita mesti bener-bener jaga diri. Bukan semua cowo yang attracted to us itu “berasal dari Tuhan”. Kita harus tau yang mana hot passionate bugs yang harus kita hindari. Menghindari bukan berarti menyakiti loh. Tapi menghindari-nya dengan cara yang penuh dignity ya, dengan kasih. Kan kita anak Tuhan, jadi caranya harus sopan, jangan galak-galak… Kamu ga mau kan dikejer-kejer cowo mirip Saul yang ngejer-ngejer Daud pake tombak siap terhunus hehehe

Masih banyak lagi tanda-tanda lahiriah yang bisa dicontohin di sini, tapi dipilih tiga aja biar ga kepanjangan. Kamu sendiri pasti tau deh. But the point is, the more we (as girls) are attracted to God, the more men are attracted to us. Akibatnya? Kita bisa dibikin bingung sama mereka. Bingung pertama mungkin gimana caranya menghindari mereka yang pengen kita hindari (kategori hot passionate bugs). Bingung kedua mungkin gimana cara menyeleksi mereka yang “kelihatannya” baek (kategori anak Tuhan). Bingung ketiga mungkin milih which one is the one (kategori the one and only). Dan kalo kita masih di tahap kedua (tahap seleksi), bisa-bisa kita jadi bangga dan berkata dalam hati “Eh, he’s attracted to me…”

Be careful, girls. Kalo kita ga hati-hati di tahap ini, bisa-bisa kita jatuh dalam dosa kesombongan loh. Bisa-bisa kita jadi bangga sendiri dan menyombongkan diri dalem hati (cuma) gara-gara ada cowo, anak Tuhan yang baek, ganteng, pinter, dll attracted to us. Kalo kita udah sombong gini, berarti kita udah lupa sama Tuhan loh… Kenapa? Karena kalo gue nganggep diri gue keren karena he is attracted to me, berarti gue udah meletakkan posisi cowo itu di atas posisi Tuhan…

Ayo, mana yang lebih keren? God is attracted to me atau he’s attracted to me? Bukankah lebih penting God is attracted to me? Karena Sang Pencipta langit bumi beserta isinya itu attracted to me, turns His eyes on me, whistles on me… And He thinks I’m attractive… The God of all universe thinks I’m attractive…Isn’t it sooooo flattering? Much more flattering than any flowers/chocolate/gifts/romantic eyes from the most adorable man on earth?

Girls, please understand kalo ini bukan artinya kamu ga boleh pacaran with the adorable one itu. No, no, no, that’s not what I’m saying. Maksudnya adalah, jangan sampe kamu lupa diri dan terlena dengan semuanya itu. Jangan sampe kamu meletakkan mereka pada porsi dan posisi yang salah. Jangan sampe kebahagiaan ”attraction” dari satu cowo ganteng mengalahkan kebahagiaan ”attraction” dari kekasih hatimu yang sejati – Tuhan Yesus.

Buat apa semua cowo attracted to you but God isn’t attracted to you anymore karena hati kamu sudah beralih dariNya? Isn’t it a big disaster? Bukankah lebih penting – dan lebih indah – jika God is attracted to you, and you’re attracted to Him, with all your heart, more than anything else in this world ??? Ada kasih yang begitu dalam antara kamu dan Dia… Kasih yang ga bisa diungkapkan dengan kata-kata indah, ga bisa dibandingkan dengan apapun juga, ga mau kamu tukarkan dengan apapun juga… Kasih yang hanya bisa dirasakan oleh kamu dan Dia… Yang begitu hangat, begitu hangat mengalir di hati kamu, lebih hangat dari apapun juga…

And makes you realize, no man on earth can give what Jesus can give to you… KehangatanNya, kasihNya, perhatianNya, kesetiaanNya, waktuNya, hatiNya, mataNya… hanya untuk kamu…

Jesus thinks you’re beautiful, so beautiful, so precious, more precious than His life… that He is willing to die for you… Is there any man on earth willing to die for you? Is there any ???

My God and King
To You alone I sing
For the things I see
For all eternity

My God and King
Through the storm I sing
Covered by Your wings
This song of love I bring

You’ll be my dream come true
Just to be with You
How I see brand new
With eyes for only You

I have eyes for only You

*to Jesus, my true love… This song of love is only for You…*






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham