letsing4joy

October 28, 2007

wasted talents

Filed under: vision and dreams

Friends, gue mo cerita. Gini nih.

Baru-baru ini gue denger ada satu klien yang mencatat nilai asetnya (rig dan sumur minyaknya) hanya sekitar x miliar. Tapi pas aset-nya itu terbakar, perusahaan asuransi ganti kerugiannya jauuu…h lebih besar dari yang di-record. Untuk rig dan sumur minyak nya yang kebakar itu, insurance membayar 7x lipet, dan itupun hanya untuk rig-nya aja! Belom termasuk sumur-nya yang jelas-jelas jauh lebih berharga…

Dari sini gue belajar sesuatu. Kadang-kadang, kita sebagai anak Tuhan, cenderung underestimate sama “value” kita di dunia ini. Kita menganggap diri kita ini hanya senilai x aja, ga lebih ga kurang. Kita melihat diri kita begitu kecilnya sampe-sampe memberi label harga yang begitu rendahnya. Persis seperti perusahaan itu yang mencatat nilai asetnya begitu rendahnya, selama bertaon-taon. Tapi begitu aset-nya itu terbakar, datang perusahaan asuransi, dan eng ing eng… Insurance comes up with such a high price that nobody has ever imagined before. Bahkan nilai penggantian itupun baru untuk rig-nya yang cuma konstruksi pendukung, belom untuk sumur-plus-minyak yang terkandung di dalamnya.

Pasti ada alasan kenapa insurance bisa come up dengan harga setinggi itu. Pasti karena insurance melihat asset itu jauh lebih berharga dari apa yang dilihat perusahaan pemiliknya. Pemilik mungkin menganggap apa yang dimilikinya itu sebagai sesuatu yang “biasa-biasa aja”. Tapi ternyata di mata orang luar, apa yang “biasa-biasa aja” itu adalah sesuatu “yang luar biasa”, sampai-sampai dia berani bayar mahal untuk itu.

Friends, begitu juga dengan kita. Kita sebagai anak Tuhan punya sesuatu luar biasa dalam diri kita. Ada kebesaran Tuhan dalam diri kita. Ada sesuatu yang sangat berharga dalam diri kita. Ada great talents, great potentials ready to explode yang Tuhan taruh dalam kita. Dan iblis tau itu. Dia tau persis kalo masing-masing kita itu ancaman besar buat dia. Iblis itu juga sebenernya (tadinya sebelom jatuh dalam dosa kesombongan) punya great potentials dalam dirinya (bisa nyanyi luar biasa indahnya, amat sangat tampan rupawan). Tapi karena jatuh dalam dosa kesombongan, akibatnya dia jadi wasted talents. Potentials-nya mati, ga bisa dipake. Akibatnya, yang ada cuma broken dreams. So, dia menderita banget karena great potentialsnya ga kepake, dreams-nya harus broken dan mati…

Jadi iblis pengen liat kita ikut menderita seperti dia juga. Dia benci sekali kalo kita bisa explore potentials dalam diri kita. Hal ini mengingatkan dia sama sesuatu yang ga akan pernah lagi bisa dia lakukan. So, dengan segala cara dia berusaha agar kita bener-bener buta dan ga menyadari great potentials yang ada dalam diri kita, akibatnya kita ga akan pernah mencapai fulfillment (penggenapan rencana Tuhan dalam hidup kita).

Kita persis seperti perusahaan pemilik aset itu. Ga menyadari betapa mahalnya miliknya. Tetapi perusahaan asuransi berani bayar mahal untuk itu, persis seperti Yesus yang berani bayar mahal untuk diri kita. Sebegitu mahalnya sampai harus ditebus dengan darahNya dan nyawaNya.

So, friends, jangan pernah lagi berpikir ”gue ga ada apa-apanya, gue ga bisa apa-apa, gue cuma segini-gini aja…” Stop thinking like that. Begitu kita terima Yesus dalam hati kita, ada aliran-aliran air hidup yang memancar. Kalo sumur minyak hanya bisa mengucur selama sekian tahun, aliran air hidup dari Tuhan itu akan terus memancar setiap saat. Dan aliran air hidup itu begitu berharga karena bisa mendampaki ribuan orang yang haus dan lapar akan kasih Tuhan. That’s why kita menjadi begitu bernilai di mata iblis. Kita jadi ancaman serius buat iblis.

Mungkin kamu bertanya “Tapi Kak, saya aja ga tau potensi apa yang Tuhan taruh dalam diri saya. Gimana caranya raih fulfillment itu? Kalo mau nyampe ke penggenapan janji Tuhan dalam hidup saya kan berarti saya harus tau dulu apa potensi saya…”

Yap, betul sekali. Kamu perlu tau potentials apa dalem diri kamu. Gimana caranya? Simple, just ask God to reveal it to You. Minta Tuhan tunjukin ke kamu hal-hal apa yang bisa kamu lakukan lebih baik dari orang lain. Hal-hal apa yang sangat suka kamu lakukan, bahkan kamu rela melakukannya berjam-jam tanpa dibayar sekalipun. Hal-hal apa yang sangat mudah kamu lakukan, begitu mudahnya dan begitu cepatnya, tapi orang lain perlu bersusah-payah baru bisa selesai. Hal-hal apa yang bikin kamu begitu passionate, sampai kamu rela begadang untuk itu but still you enjoy doing it. Hal-hal apa yang bikin kamu semangat bangun pagi. Hal-hal apa yang bikin kamu terbakar semangatnya everytime you think about it. Hal-hal apa yang sering kamu impikan dan bayangkan. Hal-hal apa yang ada dalam setiap tarikan nafas kamu. You think about it, you dream about it, you breathe in it…

I can’t tell you what it is. Nobody can tell you what it is. Only you — and you only — who knows what it is…

But if you don’t know what it is, ask God, right now, to start reveal it for you

Ayo kita sama-sama berdoa:

Bapa di surga
Aku minta agar Engkau singkapkan potensi luar biasa dalam diri mereka
Jangan biarkan potensi itu terkubur bertahun-tahun lamanya
Jangan biarkan the great potentials become wasted talents
Jangan biarkan mereka gagal mencapai fulfillment
Jangan biarkan mereka gagal mencapai penggenapan janji Tuhan dalam diri mereka

Aku tahu Tuhan ada begitu banyak potensi dalam diri setiap adik-adikku yang sedang baca blog ini
Ada banyak calon pengusaha, ahli ekonomi, hukum, teknologi, pembangunan, kedokteran, sains, pendidikan yang sedang Tuhan persiapkan saat ini
Yang sedang Tuhan siapkan untuk membangun bangsa ini
Untuk membawa bangsa ini bangkit dari keterpurukannya
Ada begitu banyak anak muda di luar sana yang siap menyambut masa depannya bersama Tuhan

Tunjukkan panggilan hidup mereka sejak mereka muda ya Tuhan
Perjelas visi mereka mulai sekarang ya Tuhan
Karena ada begitu banyak hal yang harus dibereskan di bangsa kami ini
Pakai setiap anak-anakMu ya Tuhan, tanpa terkecuali
Biar setiap kami, dari segala bidang ilmu yang ada
Bisa saling membangun, saling menolong, saling melengkapi
Untuk membangun kesejahteraan kota dan bangsa di mana kami Kau tempatkan
Hingga kami bisa membawa kemuliaanMu
Di bangsa kami, Indonesia…

Dalam nama Yesus kami berdoa
Amin

October 26, 2007

ayo sekolaaa…h

Filed under: personal

Ayo sekolaaaaa…h

Belakangan ini lagu “ayo sekolah” yang dulu sempet populer di tipi (lupa tipi apaan, TVRI kale) bertaon-taon lalu, sering banget terngiang di kuping gue. Tau ga napa? Gara-garanya kan sekarang gue balik sekolah lagi, ngambil S2. Jadi back to school, ayo sekolaaa….h:)

Tapi tau ga, ternyata S2 tuh jauuuuh lebih berat dari S1. Pertama, satu mata kuliah aja bukunya minimal 4 (kalo jaman S1 dulu kan satu mata kuliah cuma satu jegrek fotokopian aja wekekek. Baca aja tuh fotokopian, dijamin sakti waktu ujian:) wong soalnya dari situ semua… Tapi S2? Weleh, weleh, min 3 buku mesti dibaca dan di-compare, baru bisa ngomong. Itu baru untuk mata kuliah wajib semester pertama. Tapi karena gue mesti ambil matrikulasi, so SKSnya jadi 2 kali lipet banyaknya, meaning buku yg mesti dibaca juga 2 kali lipet *huaaaaa….*

Kedua, kuliah sambil kerja itu bener-bener perlu komitmen sungguh-sungguh (plus rela keluar tenaga dan waktu yg ga maen-maen). Tau ga, sebulan ini practically gue ga bisa ngapa-ngapain selain kerja dan kuliah. Dulu sih gue bisa dengan tenang tiap hari pulang kerja jam 8 or 9 malem, tapi sekarang? Jam 5:30 mesti terbirit-birit ngejar bis dari Sudirman supaya ga telat kuliah jam 6 sore ampe 10 malem di Salemba. Itu tiap hari dari Senin ampe Jumat, plus hari Sabtu jam 8 pagi ampe 7 malem hmmmpphhh *sigh*

So, karena jam-jam malem hari, yang biasanya gue pake untuk kerja, harus dipake untuk duduk di kelas dan dengerin dosen, makanya gue harus compensate for the time lost dengan jam-jam tidur gue. So begitu sampe rumah jam spuluh setengah sebelasan, gue langsung mandi n tidur. Tapi jam 2 ato 3 pagi gue mesti bangun lagi untuk catch up dengan kerjaan kantor yg tadi sore mesti gue tinggalin atau paper-paper yg mesti dikumpulin. Yah, pake sistem kalong semaleman deh:)

Keempat, kuliah itu kudu siap-siap keluar hepeng alias duit abis-abisan. Satu semester aja belasan juta, belom lagi beli buku-buku yang mahalnya najubujubuneng. So, selama belom lulus, siap-siaplah memangkas semua pengeluaran yang ga penting (mis jalan-jalan, makan-makan, shopping dll) demi bayar SPP dan beli buku.

Semuanya bener-bener major changes yang ga gampang adaptasinya. Makanya susah banget buat gue untuk ambil keputusan kuliah lagi. Gue tau persis Tuhan yang suruh gue ambil langkah ini. Tapi gue tunda-tunda terus selama satu tahun dengan alasan ini itu (“ga mau ah Tuhan, jurusan yang Tuhan suruh pilih ga nyambung sama kerjaan skarang” atau “jangan skarang dong Tuhan, kan sekarang baru pindah ke bagian baru di kantor n perlu invest waktu lebih untuk adaptasi dulu” atau “kan Tuhan tau kerjaan skrg lagi banyak-banyaknya” atau “Tuhan, gimana mo kuliah jam 5 sore di Salemba, kan dari Sudirman perlu sejam lebih after 5:30, naek bis lagi!” atau dgn alasan pamungkas gue: ”ga bisa ah Tuhan, ga punya duit buat bayar SPP” dll dll dll)

Tapi akhirnya cape juga gue reasoning sama Tuhan. So, setelah konfirmasi 700 juta kali dari Tuhan *wekekek*, peneguhan dari sana-sini sampe no escape betapapun gue berusaha menghindar, minta tanda aneh-aneh dari Tuhan supaya ga kejawab eh malahan kejawab melulu *xixixi*, akhirnya gue nyerah juga…

Tapi emang bener loh begitu kita ambil keputusan untuk taat, heaven starts to back us up. Amazingly Tuhan atur segala sesuatu untuk support gue. Tepat pada hari pertama matrikulasi, tiba-tiba gue di-assign untuk bantuin tim audit di kantor klien di daerah medan merdeka (meaning: cuma perlu 20 menit ke kampus instead of one and half hour by bus from sudirman office). Dan gue mesti stay di kantor klien ini selama 3 bulan, meaning gue ga perlu pusing sama issue terlambat masuk kelas sampe desember nanti. Trus, gue juga percaya bahwa Tuhan juga yang atur supaya kerjaan utama di kantor (yang non audit) bisa berbarengan selesai semua deadline-nya sebelom semester baru dimulai.

Bahkan, sampe untuk urusan domestik terkecil sekalipun, seperti nyuci nyetrika nyapu ngepel rumah dll, Tuhan kirimkan bala bantuan pas sebelum hari kuliah pertama dimulai. Tau ga, di rumah tuh selama 7 taon gue ga pernah pake pembokat sama sekali. Gue handle semuanya sendiri. Tapi mungkin karena Tuhan tau gue bakalan ga punya energi yang tersisa untuk itu, mangkanya Tuhan kasih a nice surprise. Tuhan datengin orang untuk bantu-bantu di rumah (sebenernya sih bukan gue yang nyari, tapi istri abang gue yang nyari) Dan sekarang gue ga perlu pusing lagi dengan urusan domestik: baju dicuciin, disetrikain tinggal pake, bahkan brangkat kerja pun makanan dah siap tinggal bungkus aja. Tuhan itu bener-bener full of surprises.

Tapi gue percaya surprises-nya ga percaya berhenti di situ aja. Gue percaya masih banyak nice surprises lain yang Tuhan sediain, selama gue mau taat sama apa yang Dia suruh. Gue ga tau what lies ahead, tapi gue tau heaven will continue to back me up. Mungkin sekarang Tuhan mau stretch me to the limit. Pertama, stretch my faith (merentangkan iman/faith gue ke titik dimana gue ga punya biaya but still take a step of faith going to college). Dan kedua, stretch my potentials (merentangkan potensi fisik/intelektual/professional untuk belajar begitu banyak hal baru di sela-sela beban pekerjaan yg numpuk).

Oke Lord, stretch it to the limit
Stretch me to the limit
To the limit that I never thought I could reach…
Cause my limit is not Your limit
And Your limit is limitless…

let’s sing for joy

Filed under: kerja kerja kerja

Friends, belakangan ini gue bete berat. Apalagi kemaren, ugh bener-bener deh! Bawaannya sewot aje. Sampe temen2 gue pun kena getahnya, ga cuma staf, senior, ampe manajer aja gue semprot.

Gara-garanya sih mungkin karena cape. Soalnya kan sekarang ini kan gue lagi bantuin tim audit di kantor klien. Dan untuk penugasan ini deadline ketat banget, cuma 75 hari untuk klien segede gaban. Padahal tiap hari gue juga mesti kuliah jam 5. Jadinya tiap hari bawaannya buru-buru aja: ngikut bos meeting ke sana-sini, balik lagi ke kantor klien, trus masih harus ngadepin temen2 auditor yang minta ini itu, plus mesti fight gimana harus kerja cepet dengan fasilitas minim di kantor klien (internet connection yang super lemot dan bikin frustasi, ga ada fasilitas standar, minum aja ga dikasih sama sekali, ruangan auditor yang kecil seemprit banget plus super sesak, ugh… bener-bener klien terparah yang pernah gue datengin)

Belom lagi kalo dah sore, kepala gue dah pusing mikirin tugas kuliah yang belom selesai, buku buat ujian belom ketemu, pengen pulang cepet supaya sempet cari buku dulu ke gramedia, eh… malah gue direcokin terus sama ini itu. Ugh, rasanya gue pengen keluar aja dari kerjaan ini. Gaji-nya admin, tapi tuntutannya auditor. Bener-bener ga seimbang…

Sampe tadi sore, pas lagi bete-betenya, gue ngeluh dalem hati (sama Tuhan juga mungkin) karena gue mesti ikut meeting lagi. Gue complain berat kenapa Tuhan kasih gue beban dengan salary yang ga seimbang. Eh, ga tau kenapa Tuhan malah pake mulut temen gue untuk ngajar gue. Temen gue tiba-tiba nyeletuk ”Gapapa lah Fen, kan elo jadi tau semuanya, lebih pinter dari auditor malah…”

Deg! Gue kaget. Gue ga pernah berpikir sejauh itu. Iya ya, seharusnya gue bersyukur Tuhan kasih gue kesempatan buat belajar. Okelah gaji ga seberapa. Tapi kesempatan belajarnya kan jadi besar banget. Gue pikir-pikir, gue beruntung banget bisa ikut meeting sama petinggi-petinggi perusahaan minyak besar ini. Padahal, siapa sih gue? Cuma sekretaris dadakan di audit project ini. Tapi, dengan gitu, gue jadi belajar banyak tentang accounting, tentang audit, tentang industri perminyakan negara, masalah2 internal mereka, kenapa perusahaan minyak indonesia kalah tertinggal dibanding negara lain, bahkan sekarang gue jadi ngerti kenapa negara penghasil minyak terbesar no. 17 di dunia ini harus bergulat dengan harga minyak yang selangit. Kalo dulu gue masih blank dengan istilah-istilah yang mereka omongin, sekarang gue bisa ngerti dan malah jadi semakin tertantang untuk lebih ngerti dan lebih ngerti lagi. Semakin gue belajar, semakin gue ingin tau. Dan herannya, gue jadi makin tertarik untuk mempelajari data-data yang dikasih klien ke gue. The more I know, the more I realize how much more I need to know… The more I read, the more I want to learn…

Gue jadi nyesel kenapa gue mesti ngeluh dan ngomel-ngomel sama Tuhan. Gue juga nyesel kenapa gue biarin iblis mengambil sukacita gue sampe gue ngomel-ngomel dan bersikap jutek sama temen2 auditor. Seharusnya gue ga boleh gitu. Justru seharusnya gue membantu mereka yang lagi stress berat dengan deadline ketat dan beban pekerjaan segunung. Gue sih masih mending bisa pulang sore buat kuliah lagi. But what about them? Mereka belakangan ini baru pulang jam 1 pagi (bahkan minggu lalu jam 5 pagi!), padahal deadline masih sebulan lagi…

Dan pas saat teduh pagi ini, Tuhan ingetin:
”Do all things without murmurings and disputings… among whom ye shine as lights in the world” (Phi 2:14-15, KJV)

Tuhan ingetin gue untuk tidak ngeluh, ngomel-ngomel, bahkan berantem (disputing), tapi malah harus jadi terang untuk sekitar gue. Emang sih kalo lagi banyak kerjaan gue cenderung dispute sama temen gue dan berkeras kalo itu bukan kerjaan gue, tapi kerjaan elo. Walopun mungkin gue bener, tapi bukan gitu caranya. Bukan dengan jutek dan ngomel, tapi dengan kasih supaya kita bisa jadi saksi Kristus yang jadi terang buat orang-orang di sekitar kita.

Dari Filipi yang gue baca pagi ini Tuhan ingetin gue tentang sukacita, tentang joy, tentang let sing for joy, yang belakangan ini rasanya udah gue lupain. Rasanya gue udah lupa tentang joy di tengah semua tekanan ini. Rasanya gue udah lupa bagaimana joyful-nya gue waktu pertama kali gue nyanyiin lagu Let Sing for Joy-nya Don Moen yang jadi inspirasi didirikannya blog ini. Kenapa juga gue mesti ilang sukacita cuma gara-gara kerjaan? Kenapa gue mesti ilang sukacita cuma gara-gara banyak tugas kuliah? Paulus aja dipenjara masih bisa bersukacita. Apalagi gue…

Ampuni saya Tuhan yang ga tau bersyukur
Ampuni saya yang gagal jadi saksi Kristus di pekerjaan saya
Lord, bring back the joy
So that I can sing again:
Let’s sing for joy to God our strength

Sekarang saya mau berdoa untuk para auditors yang mungkin lagi baca blog ini
With all my heart I say: Bless them Lord
Berikan mereka…
…stamina to stay up in those long tiring nights
…hikmat untuk mengambil keputusan
…kejernihan pikiran untuk mengatasi masalah
…keteguhan untuk selalu berpegang pada honesty and integrity
…kemampuan untuk stay strong with their faith
…keberanian untuk piercing the darkness with the Kingdom’s principles
In Jesus name I pray
Amen

October 10, 2007

intelligent debt management

Filed under: Uncategorized, personal

Friends, hari ini gue legaaa… banget. Rasanya ada sekarung beras yang diangkat dari pundak gue. Tau ga napa? Karena… hari ini semua utang kartu kredit gue LUNAS! I repeat, SEMUAnya, Rp 0, lunas, impas pas pas…

Mungkin temen-temen nanya kenapa sih bisa bayar utang kartu kredit aja heboh banget? Mungkin buat temen-temen lain hal ini biasa aja, tapi buat gue ini satu major breakthrough yang luar biasa banget buat gue. Soalnya setelah lebih dari 2 tahun ini akhirnya gue lepas dari ”ikatan” cicilan kartu kredit yang bener-bener ”mencekik” leher. Padahal friends, gue sama sekali ga menikmati uang pinjaman itu. Semuanya habis dipake untuk biaya pernikahan ade gue tahun 2005 lalu, trus beberapa bulan kemudian tiba-tiba bokap gue mesti operasi jantung. Akibatnya utang credit card gue jadi membengkak ke angka puluhan juta…

Dan tau ga, seringkali malem-malem sebelom tidur gue pandangin billing statements (dari 5 bank yang berbeda!) itu dan gue miris banget ngitungin jumlah payable yang mesti gue bayar. Saat itu juga gue sadar kalo tukang becak depan rumah gue itu bisa jadi jauh lebih kaya dari gue. Kenapa? Karena tukang becak itu mungkin cuma punya 20ribu di kantongnya, tapi hutang-nya zero. Artinya dia berkelebihan, dan gue berkekurangan. Karena saldo gue minus puluhan juta, padahal gaji cuma sekian juta. Selisihnya masih puluhan juta. Berarti gue yang saldo nya minus jauh lebih miskin dari tukang becak yang saldo nya plus. Kalo keuangan gue tuh ibaratnya laporan keuangan perusahaan, mungkin opini-nya independent auditor akan bilang bahwa dia punya doubt tentang going concern yang ga jelas huehehe… Ga punya fixed assets, cash flow seret, yang ada cuma short-term liabilities. My goodness…

Saat itu juga gue bertobat di hadapan Tuhan. Gue akuin kalo gue udah jatuh dalam dosa hutang dan gue mau lepas dari semuanya. Tapi gue mau bertanggung jawab atas setiap sen yang ada. Gue ga lepas tangan dan minta Tuhan yang beresin semua. Engga, itu ga adil. Gue yang berbuat kok gue minta Tuhan yang tanggung jawab bayarin? Enak aja! Gue mesti bertanggung jawab atas semua sen hutang yang gue bikin. Di hadapan Tuhan gue janji kalo gue akan bayar semuanya, sedikit demi sedikit, dengan segenap kemampuan gue, dengan seluruh ide menghemat yang bisa gue pikir, sampe akhirnya semua bisa lunas terbayar. Dan janji itu menuntut komitmen yang sungguh-sungguh…

Langkah pertama adalah bikin list semua hutang yang ada. Dari yang paling kecil sampe yang paling gede.

Langkah kedua adalah nutupin kartu kredit, satu demi satu. Dari lima jadi empat, dari empat jadi tiga, dari tiga jadi dua. Dan itu artinya mulai dari hutang yang paling kecil dulu, supaya semakin banyak kartu yang bisa ditutup.

Langkah ketiga adalah mulai memangkas semua pengeluaran yang bisa dipangkas. It hurts, really hurts. Karena artinya gue mesti menurunkan standar hidup gue. Dan itu ga gampang sama sekali. But I have to do that. I have promised to God and I will do it. Gue dah janji sama Tuhan gue mau bayar semuanya, betapapun iritnya hidup gue sehari-hari… Ga pernah naik taksi lagi. Kemana-mana slalu berusaha naik bis, walopun pulang lembur sekalipun. Gapapa naik bis sambung-menyambung, jatohnya pasti lebih murah daripada taksi. Ga beli makan siang di kantor, tapi bawa dari rumah. Kalo di rumah ga sempet masak, beli aja di warteg deket rumah sebelom brangkat ke kantor. Jauh lebih murah daripada ngabisin 25ribu cuma buat nasi goreng doang di resto lantai 1 di kantor (belom minumnya!). Kalo kepengen jus, bikin aja sendiri dari rumah. Beli tomat di tukang sayur, trus blender sendiri dan bungkus buat di kantor. Gampang kan?

Hari-hari pertama emang berat, tapi lama kelamaan jadi biasa. Trus makin lama jadi makin mahir hidup hemat. Karena mau ngirit ongkos, jadi males ke mall. Akibatnya, jadi jarang banget belanja-belanja yang ga perlu. Beli baju jadi jarang banget. Apalagi sepatu, tas, accessories yang ga penting, wah ga kepikiran sama sekali deh. Prinsip gue selama belom rusak, akan gue pake terus itu baju/sepatu/tas. Pelit? Bukan… Ini mah kepaksa:)

Sampai suatu saat, suatu siang di kantor, Roh Kudus bawa gue nonton streaming khotbahnya Ps. Crefflo Dollar tentang intelligent debt management. Dari khotbah itu gue dapet penghiburan banyak banget, dan dari khotbah itu juga akhirnya gue bisa belajar selesaiin semua utang.

Ini ringkasannya…

Hampir semua orang tau Ps. Crefflo Dollar itu salah satu pastor terkaya di dunia. Mansion-nya luar biasa megah, punya pesawat pribadi, mobilnya super mewah, etc etc. Tapi ga banyak yang tau kalo dulunya dia itu terlilit hutang 15 ribu dollar AS. Sampai suatu saat dia masuk dari garasi rumahnya, duduk di pojokan di rumahnya, dan menyadari bahwa mobil yang dikendarainya, kursi yang didudukinya, tivi yang ditontonnya, kulkasnya, mesin cucinya, tempat tidurnya, dan semua furnitur-nya, dibeli dengan kartu kredit. Alias semua barang di rumahnya adalah HUTANG. Saat itu dia menyadari kalo dia mati nanti, dia ga punya apa-apa untuk diwariskan. He is a man of zero. Saat itu pula dia bertobat, mengakui dia punya masalah dengan hutang, dan minta Tuhan membantunya untuk mengatasi ikatan itu.

Dengan hikmat Tuhan, Ps. Crefflo Dollar mulai mengambil langkah ini:
1. bikin daftar semua hutang yang dia punya
2. mulai menabur di tanah yang subur (artinya di gereja lokal yang memang punya track record yang bagus dalam hal tabur-tuai) Kenapa? Karena, jujur dia mengakui, bahwa dia perlu gereja yang terbukti bisa open heaven when he sows there. Tanah nya mesti bagus supaya benih yang dia tabur di sana bisa berbuah.

Selanjutnya, ada juga langkah-langkah praktis yang harus dilakukan:
Pertama. keluar dari sistem pinjaman (get out of renting system). Hutang itu bondage, suatu ikatan. Dan yang namanya ikatan, dia pasti mencengkram kita terus supaya kita ga bisa lepas darinya.

Kalo rasanya there’s a hole in your pocket, watch where your money is going. And watch what your money is doing.
Tapi sebelom itu, selesaikan dulu semuanya dengan Tuhan:
- akui kalo butuh bantuan (recognize that you need help from God)
- ambil komitmen untuk menyelesaikan semua hutang, even if it takes a long time (remember God likes commitment, because God respects covenants. He is the God of covenants)
- konsolidasikan semua hutang
- jangan pernah lagi pake credit card
- usahakan untuk cari extra money from side job, even if it means you must take the heavy load
- lihat gaya hidup sekarang, dan ubah! Cut down the expenses yang ga perlu (mis. Ps. Crefflo ga pake cellphone lagi, tapi selalu kasih tau istrinya dia ada di mana- di mana, jadi istrinya bisa telpon pake telpon kantor.
Dia dan istrinya ga lagi beli-beli pizza. Semua masak sendiri. Belanja sekali seminggu, dan belanjaan itu HARUS cukup untuk seminggu. Jadi menu harus diatur seminggu.
Mereka ga pergi nonton bioskop lagi, gantinya nonton aja di rumah, artinya: hemat waktu, hemat uang, hemat bensin.
Istrinya ga lagi pergi ke salon seminggu sekali cuma buat hairdo aja. Istrinya beli satu wig aja yang bagus supaya ga perlu ke salon mulu.
Dan setelah melakukan semua perubahan itu, mereka terkaget-kaget menyadari betapa banyaknya uang yang bisa dihemat. Mereka surprised karena ternyata mereka bisa nabung. Trus mereka makin semangat nabung.
Beli bensin cuma sekali seminggu, dan bensin itu harus cukup seminggu. Kalo ga ada bensin, ya ga bisa pergi kemana-mana sampe hari beli bensin di minggu berikutnya dateng.
Ps. Crefflo waktu itu cuma punya 2 jas, tiap minggu khotbah 2 jas itu aja yang dituker pake.
- bikin agreement sama orang bank untuk bayar 2 kali per bulan (dan bukannya sekali sebulan) supaya bisa selesaiin cicilan lebih cepet *ini di Amrik, ga tau di Indo bisa apa engga* Dan tau ga, dalam 4 ½ tahun akhirnya cicilan rumahnya terbayar lunas. Mungkin denger 4 ½ tahun rasanya lama banget. Tapi kalo kamu pikirkan bahwa dalam waktu 5 tahun mendatang kamu masih punya hutang, lebih baik ambil langkah sekarang, walupun menyakitkan (kencangkan ikat pinggang etc) tapi setidaknya ada sesuatu yang selesai. At least you’re in different spot, posisi kamu dah berubah.
- Jangan pernah anggep enteng nabung 5 dollar juga. *mungkin di Indonesia-kan artinya jangan anggep enteng nabung cuma goceng aja* Mungkin kamu pikir what’s it gonna do? Tapi dari sedikit itu jangan kaget kalo kamu akhirnya bisa nabung banyak.
- Bikin pembukuan. Untuk semua pengeluaran harus ada anggarannya, harus ada posnya, harus jelas kemana larinya uang.

Jangan lupa kalo semuanya itu ada dasarnya. Semuanya itu Alkitabiah. Diligent hard work? That’s biblical. Making wise decision? That’s biblical. Setting up a budget? That’s biblical.

Mau tau rinciannya? Nih:
1. diligent hard work –> Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: (Ams 6:6)
semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas (Ams 30;25)
2. making wise decision –>Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboroskannya.
3. setting up a budget –> SEbab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya … (Luk 14:28)

Selain itu Ps. Crefflo Dollar juga kasih kesaksian bahwa setelah dia berusaha menerapkan prinsip-prinsip Alkitabiah itu, heaven starts to back him up. Tiba-tiba ada unexpected income, dari sini dari sana. Tapi kalo udah terima uang kaget gitu dia ga langsung foya-foya. Uang itu langsung dia potong perpuluhan (karena dia butuh God’s supernatural help to support his finance), dan sisanya langsung buat bayar sisa hutang. Kenapa? Karena diligence demands partnership with the Spirit. Dia perlu melaksanakan a law of diligence. Dan begitu dia taat, assistance from heaven shows up in his life.

So, gimana friends, bagus banget kan khotbahnya Ps. Crefflo Dollar ini? Khotbah ini bener-bener ngebuka mata gue kalo pastor sehebat dan setenar dia pun dulu punya pernah punya masalah seperti yang gue alami. Tapi dia berhasil mengatasi semuanya dengan prinsip Alkitab. So, begitu gue denger khotbah ini, gue langsung bertekad (dan berdoa): kalo dia bisa, gue pun harus bisa. Ps. Crefflo anak Tuhan, saya juga anak Tuhan. Dan Tuhan ga membeda-bedakan orang. Asal kita mau partnership sama Roh Kudus, pasti heaven starts to back us up, ya kan? Dan hasilnya? Ps. Crefflo bebas dari hutang sejak saat itu, dan mulai hari ini pun saya bebas lepas dari hutang…

Thanks Lord for speaking to me through his sermon, through his experience
As I have been really blessed by his sermon, I also want to bless others by sharing my experience here
Right now Lord, I’m praying for anyone who’s visiting this blog
Anyone who’s reading this blog because (s)he’s having problems with debt
Bless them Lord, wherever they are
Bless their finance, bless their income
Teach them how to manage their money
Give them wisdom how to get out of their debt
Break the curse or the bondage that they mave
So that Your children are totally debt free
And can start enjoying the life of abundance
That You have promised to us
In Jesus name I pray
Amen…






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham