letsing4joy

August 1, 2007

do you like Me?

Filed under: mengasihiMu

Beberapa minggu lalu (ato bulan???), gue baca satu posting-an di yahoogroups gue. Kalo ga salah judulnya “Do You Like God?” Isinya sih intinya tentang apakah kita bener-bener menyukai Tuhan sebagai Seorang Pribadi. Kenapa hal ini ditanyain? Karena istilah Jesus Loves You, We Love You Lord, atau Tuhan mengasihimu, aku mengasihiMu Tuhan, dsb itu udah terlalu overused alias terlalu sering dipake. Saking sering dipakenya, kita cenderung pake kata-kata itu sampe makna-nya ilang. Kita sekedar ngomong aja tanpa merasakan betapa dalamnya makna kata-kata itu.

Maksudnya gini nih. Mengasihi itu kan satu perasaan. Kita bisa aja mengasihi, tapi itu bukan berarti menyukai. Misalnya orang tua bisa aja mengasihi anak remajanya yang sikapnya kurang ajar dan hanya ngomong ke orangtua kalo butuh duit. Ya, orangtua itu mengasihi anaknya. No doubt about it. Tapi apakah orang tua itu menyukai anaknya? Apakah orang itu menyukai sikap anaknya yang kurang ajar itu? Apakah orang itu menyukai BERADA bersama abg yang sikap jutek-nya itu nyebelin? Nah, lihat kan bedanya? Mengasihi bukan berarti menyukai.

Kembali ke pertanyaan awal: do you like God? Apakah kita bener-bener menyukai Tuhan? Kalo kita menyukai Tuhan, artinya kita menyukai keberadaan Tuhan, menyukai waktu-waktu yang dihabiskan bersama Tuhan. Misalnya gini nih. Kalo gue suka temen gue, gue suka ngabisin waktu sama dia, ngobrol berjam-jam sama dia, nongkrong bareng dia, jalan-jalan bareng dia. Ga masalah makan di mana, makan apa, asal kita bisa curhat berjam-jam.

Tapi beda kalo kita ga suka sama orang yang ngajak makan itu. Contohnya nih, acara makan-makan di kantor. Misalnya seorang bos ngajak anak buahnya makan-makan di restoran mahal. Karena yang ngajak makan itu bos, terpaksa anak buahnya pada ikut. Tapi pas acara makan-makan, si anak-anak buah itu berusaha milih kursi sejauh mungkin dari bos-nya, sedeket mungkin sama pintu keluar, supaya bisa cepet ngabur dan ga perlu berlama-lama basa-basi sama bosnya. Every second di resto itu terasa lamaaa banget walopun resto-nya itu bagus banget dan menu-nya sop sarang burung walet terbang yang naujubile jut-jutan mahalnya.

Kalo disuruh milih, mungkin si anak buah itu lebih suka nongkrong di warung roti bakar di pinggir jalan tapi sama temen-temennya yang emang dia enjoy with whom (s)he’s eating and talking. Mungkin nongkrong di situ, cuma beli roti bakar 6000 perak plus teh botol bisa ampe jam 11 ato 12 malem ngobrol ngalor ngidul yang ga penting tapi menyenangkan. Kenapa? Because (s)he enjoys the company of his/her friends. Karena dia menyukai, menikmati keberadaan orang yang menemaninya.

Dari sini gue belajar apa itu artinya “menyukai”. Apakah gue menyukai Tuhan? Apakah gue menyukai bersama-sama Tuhan sama seperti gue menyukai keberadaan temen gue? Apakah gue menikmati saat teduh bersama Dia? Atau apakah gue “terpaksa” saat teduh just because that’s what He wants me to do? Kalo gue terpaksa (karena cape abis kerja ampe jam 1 pagi, masih ngantuk, dll), itu sama seperti sikap gue yang terpaksa pergi makan-makan sama bos, tapi sebenernya gue ga menyukai saat-saat itu. Tapi kalo gue menyukai Tuhan, gue bisa berjam-jam curhat sama Tuhan sampe lupa waktu dan baru berhenti karena gue sadar gue mesti mandi dan siap-siap pergi ke kantor.

So, what I’m trying to say is, tes pertama untuk mengetahui apakah kita mengasihi Tuhan adalah dengan cara bertanya “Apakah aku menyukai Tuhan Yesus?”

Karena kata “menyukai” itu artinya kita “like Him as a buddy” atau sebagai teman. Dengan seorang teman, we can be who we really are. Dan kalo kita bisa jadi temen dia, itu artinya dia juga menyukai keberadaan kita apa adanya kita. That’s why both can spend hours together doing unimportant things. Kalo kita menyukai Tuhan, kita bisa ngobrolin apa aja remeh-temeh yang ga penting tanpa takut dianggap wasting His time. Tapi kalo kita ga menyukai Tuhan, kita akan cenderung menganggap hubungan Tuhan-dengan-manusia itu seperti hubungan bos-dengan-staff yang sifatnya perintah-I-tell-you-what-to-do-and-you-do-it. Hubungan seperti itu cenderung kaku dan ga ada ketulusan di dalamnya. Akibatnya, kita lakukan perintah Tuhan karena Tuhan bilang harus kita kerjain dan kalo engga kita ga dapet berkat. Padahal, bukan hubungan seperti ini yang Tuhan inginkan. Tuhan pengen kita enjoy Him, as much as He enjoys us as His creative beings.

Thank you Lord for being my Buddy…
Thank you Lord for the countless hours You spend with me…
Deep down from my heart, I just want to say:
I LIKE YOU LORD…
And I really mean it…

*by the way, sekarang gue ga ngerasa terpaksa lagi loh kalo diajak makan sama bos-bos. Dulu gue anggap mereka sebagai bos yang kasih perintah, but now I enjoy having the chance to know them as human beings yang punya perasaan/masalah/pergumulan/kesedihan/kekecewaan, bukan sekedar atasan belaka. Sejak Tuhan ubahkan pola pikir yang kaku dan rigid, sekarang gue liat bos-bos gue sebagai precious souls yang amat sangat dikasihi Tuhan Yesus. Dan amazingly, sekarang gue bisa mengasihi mereka dengan tulus, mendoakan mereka tiap kali gue berdoa di pagi hari, bukan karena gue butuh sesuatu dari mereka, tapi karena gue melihat mereka sebagai jiwa-jiwa yang amat sangat berharga di mata Tuhan… Begitu berharganya sampai Tuhan-ku rela mati bagi mereka…

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://letsing4joy.blogsome.com/2007/08/01/do-you-like-me/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham