letsing4joy

April 3, 2006

bagi bangsa ini kami berdiri

Filed under: bagi bangsa ini

Don’t ask what your country can do for you but ask what you can do for your country. Jangan tanya apa yang negara bisa kasih buat kamu tapi tanya apa yang bisa kamu kasih buat negaramu. Begitu kira-kira artinya. So, apa sih yang bisa kita kasih buat bangsa ini?

Sebagai anak Tuhan yang lahir dan tinggal di bangsa ini, tentu aja ada yang bisa kita kasih. Kita bisa berdoa buat bangsa ini. Tapi gimana berdoanya?

1. dengan rendah hati (2 Taw 7:14)
Saat berdoa, kita harus mau merendahkan diri di hadapan Tuhan. Kita akuin dosa-dosa bangsa ini di hadapan Tuhan dan mohon ampun atas dosa-dosa sodara sebangsa kita. Walopun mungkin kita ga ikut/terlibat/ga pernah sama sekali melakukannya, tapi kita akui bahwa kita tinggal di negara yang sama jadi kita adalah sodara sebangsa mereka. Kita ga boleh ngerasa eksklusif dengan berpikir bahwa karena kita orang Kristen maka kita bukan sodara mereka. Atau karena mereka yang bikin dosa jadi dosa mereka ga akan pernah pengaruhin kita. Kita pikir “Dosa ya dosa elo, elo dong yang nanggung!”

Eits, kalo mereka terus-terusan ngucapin kata-kata hujatan bagi pemimpin negaranya (tukang korupsi dll), ngeluarin kata-kata kutukan untuk bangsanya (negara miskin, negara terbelakang, negara penghutang dll), ngeluarin sumpah serapah bagi sesamanya (matiin aja, bunuh aja, bakar aja), maka kata-kata itu nanti bakalan naek ke langit, terkumpul dalam gulungan kitab, dan akhirnya berbalik tumpah membanjiri bangsa ini, tepat seperti yang mereka ucapkan (Zak 5:3) Hiii, serem ga sih ngebayanginnya?

Tapi kita kan anak terang yang harus mengusahakan kesejahteraan di tempat kita tinggal (Yer 29:7). Kalo kita cuek dan ga pedulian sama dosa-dosa sekeliling kita, gimana kita bisa mengusahakan kesejahteraan? Jadi kita harus berdiri atas dosa-dosa itu dan mohon pengampunan atasnya. Kenapa juga mesti kita yang berdoa, dan bukan mereka? Jawabannya sederhana: karena mereka ga tau apa yang mereka perbuat. So, kita yang udah tau apa yang mereka perbuat, harus menjadi perantara buat mereka. Kenapa juga mesti kita yang jadi perantara? Karena kita sudah mengenal Kristus, kita sudah diangkat jadi anakNya, jadi kita boleh meminta kepada Bapa di surga.

Sebagai anakNya, tentu kita dikasihi oleh Bapa. Anak tau Bapanya mengasihi dirinya. Anak tau Bapanya akan memenuhi permintaannya. Tapi anak itu juga tau bahwa permintaannya itu sesuatu yang besar karena besarnya sakit hati Bapanya atas perbuatan saudaranya itu. Jadi anak itu akan datang meminta dengan rendah hati karena dia tau dia butuh kasih karunia.

2. dengan berani (Kej 18:31)
Sebagai anakNya, kita juga berani meminta pada Bapa. Berani bukan sembarang berani, tapi berani karena apa yang kita minta itu sesuai dengan kehendak Tuhan.

Kehendak Tuhan adalah agar jiwa-jiwa diselamatkan. Trus gimana dong caranya supaya mereka bisa diselamatkan? Kita kan ga bisa menjangkau mereka satu demi satu. Ada satu cara yang luar biasa jangkauannya. Yang bisa menembus laut, pulau, negara, benua dan semua batasan lainnya, baik batasan waktu, jarak, tempat, dll. Cara itu namanya doa. Doa itu ibarat sinyal yang kita tembakin ke satelit (surga), dan satelit (surga) itu akan menembak balik sinyal (doa) itu langsung tepat ke target yang kita doain.

So, doa itu adalah senjata kita yang powerful banget. Never underestimate the power of prayers. Apalagi doa puasa. Makanya ga heran kalo banyak hal telah terjadi di bangsa ini sejak anak-anak Tuhan mulai bersehati berdoa. Sejak para pendoa syafaat mulai bangkit di bangsa ini. Sejak mereka mulai berseru bagi bangsa ini. Sejak mereka merelakan dirinya menjadi perantara bagi bangsa ini. Mereka berani berdiri di atas bangsa ini. Berani karena mengetahui bahwa Allah mengasihi mereka dan Allah menjawab doa umatNya yang mengasihiNya.

3. dengan iman (Yoh 15:7)
Kadang-kadang nih, makin kita berdoa, makin buruk keliatannya. Makin kita berdoa, makin jauh hasilnya dari yang kita harapin. Inget kan kerusuhan, kekerasan, demonstrasi, gonjang-ganjing pemerintahan, naeknya harga-harga, bencana alam tsunami, gempa, banjir, ledakan bom sana-sini, bahaya teroris, aniaya umat Kristen, sulitnya ijin ibadah, dst dst dst.

Kadang-kadang keadaan buruk itu justru merupakan babak awal dari jawaban doa kita. Kadang-kadang Tuhan perlu “menggoncangkan” sesuatu dulu sebelum sesuatu yang luar biasa terjadi. Kadang-kadang kita ga bisa lihat hutan kalo kita berdiri terlalu deket sama pohon tinggi. Artinya kita ga bisa lihat rencana Tuhan yang jauh lebih besar karena kita hanya bisa lihat sebagian kecil dari tindakan Tuhan. Tetaplah percaya Tuhan udah denger doa kita dan saat ini Dia sedang ngejawab doa itu. Dia sedang bekerja, bahkan pada saat kita ngerasa Dia diem aja. Tetaplah percaya bahwa pada akhirnya, Allah yang berkuasa. Dan akhirnya: tetaplah berdoa, tetaplah berdoa, dan tetaplah berdoa…

Bagi bangsa ini kami berdiri
Dan membawa doa kami kepadaMu
Sesuatu yang besar pasti terjadi
Dan mengubahkan neg’ri kami
Hanya namaMu Tuhan ditinggikan
Atas seluruh bumi…






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham