Frenz, ini lanjutan posting sebelomnya yang judulnya “it’s not about me”
As a Christian, we’re here on earth with a mission. Our job is to be an ambassador of Jesus to the people around us. And the people around us are the people we work with. And our work is the platform for the glory of God. And the platform is made solely for His glory. How does He get His glory? When we dedicate our business to Christ and when we involve Him in our decisions. That’s how He gets the glory.
So, what are the practical steps so that our work can become the platform for His glory?
There are 5 Bs
The first B is…
1. BERSEMANGAT
Whatever your hand finds to do, do it with all your might. Ecclesiastes 9:10 (NIV)
Dunia sekeliling kita ngajarin bahwa sukses diukur dari posisi, jabatan dan kekayaan. If you don’t measure up to a certain standard, then you are a failure. That’s what our world says. But what does God say about it? Buat Tuhan, motivasi, cara dan makna dari pekerjaan kita lebih penting dari uang.
Why? Because in heaven, we only take character, not our career. So, motivasi hati kita saat bekerja itu lebih penting dari pekerjaan itu sendiri. Apakah kita bekerja dengan semangat dan sepenuh hati? Semangat atau antusiasme itu tidak diukur dari how fun your job is or how much it pays; it’s based on why you do what you do…
Well, I heard someone asked me “Gimana mo semangat? Kerjaannya boring gini…” Well, if you ask me that question, I would suggest you to remember these things supaya bisa semangat:
a. Inget: who’s the Boss
Work hard and cheerfully at whatever you do, as though you were working for the Lord rather than for people. Colossians 3:23 (NLT)
Your boss is not really your boss; your boss is Jesus. Cara paling gampang untuk menjadi bersemangat dalam pekerjaan adalah dengan mengubah focus pekerjaan kita dari "I’m doing this for my boss/ for a paycheck/ for gaji / for cicilan rumah" menjadi "I’m doing this for the Lord." With that in mind, kita bisa ngerjain apapun – yes apapun, mulai dari ngerapiin folder bantex, cuci piring, ngiris bawang, masak, ngetik email, jawab telpon — dan mengubahnya menjadi suatu act of worship. For God.
Remember that the Lord will give you an inheritance as your reward, and the Master you are serving is Christ. Colossians 3:24 (NLT)
Waktu kita mengubah work into worship, kita mulai ngumpulin credits in heaven. Dan ini bukan sekedar poin kartu kredit yang bisa expired kalo lewat batas waktunya, ini adalah eternal deposits in heaven.
b. Inget: God is watching
"Work hard so God can say to you, ‘Well done.’ Be a good workman, one who does not need to be ashamed when God examines your work" (2 Timothy 2:15 LB).
Biarpun ga ada orang lain yang ngeliat, tapi Tuhan selalu liat apapun yang kita kerjain. Inget Daud yang setia gembalain 2-3 domba walopun nobody cares, nobody is looking at him? Justru di padang gembalaan itu lah Tuhan uji hati dia, uji kesetiaan dia, apakah dia setia dengan hal-hal kecil yang jadi tanggung jawabnya. And the result? God promotes him to be the king. Imagine, dari gembala menjadi raja. And it all starts with kesetiaan
c. Inget: sikap menentukan sukacita
"The diligent find freedom in their work; the lazy are oppressed by work" (Proverbs 12:24 MSG).
It all starts with attitude. Your attitude determines your joy. Kalo sikap udah jelek, ilang deh sukacita. Bayangin sikap jelek, eh kerjaan jelek pula. Udah deh, ke laut aje huehehehe… Mana kesaksian idup kita? A lousy job is a lousy job, but it’s even worse when you complain about it =D It starts with your attitude, and it’s all in your attitude.
Now we go to the second B…
2. BELAJAR
Do yourself a favor and learn all you can… Proverbs 19:8 (TEV)
Yang namanya belajar itu ga brenti waktu hari wisuda. Yang namanya belajar itu life-long. Why? Because people die when they stop learning. So, even if you’re still 23, but you don’t want to learn anything anymore, then you already die. Why? Karena the moment you stop learning, you also stop growing. Dan apapun yang brenti bertumbuh kan artinya mati? So, kalo ga mau mati, never stop growing, never stop learning. By learning, you will expand your horizon.
Buat yang kerja di kantoran, remember that the moment you stop growing, your contribution to your company stops growing also. Kalo kita ga kasih kontribusi apa-apa ke tempat kerja kita, artinya ilmu kita itu udah stale. Udah basi. The world out there is changing very fast. So if we graduate 5 years ago, those 5-yr-old knowledge itu udah basi banget dengan kemajuan dunia saat ini.
So we need to upgrade ourselves. Bisa lanjut kuliah lagi? Itu bagus. Tapi kan S2 mahal? Well, I didn’t say harus kuliah. Kita bisa ikut kursus kek, ikut training kek, ikut short courses kek, belajar online kek, baca buku kek, ikut seminar kek, ikut kelas kek, apa kek, whatever necessary yang terkait dengan kemajuan pekerjaan kamu. Even if you have no intention to continue/specialize in the field you’re working on now, kamu bisa melirik ilmu tambahan apa yang kamu perlu pelajari sebagai persiapan to jump in the area of your interest later on.
En yang paling penting dari semua, belajar lah dari Alkitab. Alkitab kita penuh dengan hikmat, wisdom, knowledge, teaching that the world cannot offer. Percuma belajar keras kalo kita mengabaikan waktu pribadi dengan Tuhan. Karena Tuhanlah sumber hikmat itu. What is hikmat? Hikmat itu adalah kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang kita punya. So percuma punya gelar berderet-deret kalo ga bisa mengaplikasikan pengetahuan itu dalam idup sehari-hari.
…then remember what you learn and you will prosper. Proverbs 19:8 (TEV)
Oya, selama filling your head with learning, jangan lupa nyatet. Catetan itu penting. Why? Karena kata statistic, dalam waktu 72 jam orang akan melupakan 95% yang mereka denger. Otak bisa lupa, tapi kertas ga akan lupa. So, kesimpulannya, belajar dan ingetlah apa yang kita pelajari.
Learn all you can and remember what you learn and watch how God blesses your work.
And the third B is…
3. BANTU
"Servants, do what you’re told by your earthly masters. And don’t just do the minimum that will get you by. Do your best." Colossians 3:22 (MSG)
Why bantu-bantu is important? Karena firman Tuhan bilang gitu… “Tunjukkan kasihmu dalam hal saling membantu…” (Efesus 4:2)
Oia, btw, “bantu” adalah salah bentuk dari bahasa kasih. Inget buku the Five Love Languages? Itu loh five love languages which include quality time, words of affirmation, touch, gifts and acts of service. Yang terakhir itu, “act of service”, bisa diterjemahkan sebagai "bantu-bantu" *terjemahan bebas sebebas-bebasnya*
Now, back to topic. Tuhan mau kita go beyond the normal dan melebihi apa yang diminta dari kita. Exceed the expectations of boss, customers, clients… Mungkin kamu akan bilang “Ah Fen, elo sih gampang ngomong gitu. Elo kaga tau sih how demanding/ annoying/ irritating my bosses are…” Well friends, yes, it’s true I don’t know what your situation is. But all I know is God says so. And it’s not negotiable. If God says so, then we have to do it. No choice
Friends, kalo Tuhan suruh kita begitu, pasti Tuhan akan kasih kekuatan ke kita untuk melakukan itu. Tuhan itu ga jahat. Dia ga akan petantang-petenteng nyuruh kita ini itu tanpa dia kasih solusi gimana ngerjainnya. So gimana dong caranya? Berdoa. Minta Tuhan kasih kita kekuatan untuk mengasihi those difficult people.
Everything you do must be done with love. 1 Corinthians 16:14 (NLT)
Why is this so important for success? Karena alasan nomor satu kenapa Tuhan tempatkan di dunia adalah untuk belajar mengasihi. Tuhan itu kasih dan Tuhan ingin kita hidup di dunia ini untuk memancarkan kasihNya. Jadi kalo Tuhan mau ngajarin kita tentang apa itu kasih, siap-siap aja Tuhan akan tempatin kita di sekeliling unlovely people *glek…telen ludah*
So gimana dong ngadepin those unlovely people? Well jangan pernah remehin kekuatan kata-kata sopan, senyum, pujian tulus, kata-kata dukungan, dan telinga yang mendengar. People need affirmation, attention, and affection. Ga ada orang di planet bumi ini yang ga butuh perhatian. But a caring person is hard to find.
Mungkin kamu akan bilang “Ih susah amat sih jadi orang Kristen. Mesti ini mesti itu…Buat apa? Semua temen gue juga kerjanya estede banget. Standar lah. Ngapain rajin-rajin?”
Well friends, kita idup di dunia with the culture of mediocrity. Semuanya serba standar. Inget ga betapa betenya kalo kita ketemu pegawai instansi tertentu yang kerjanya ogah-ogahan, kerjanya kaya hidup segan mati tak mau, dilayanin asal-asalan… It seems that they just get by, try to give just the minimum, with little effort as possible. Dateng sesiang mungkin, pulang secepet mungkin, kaga mau rugi semenit juga =))))
It sounds like bad news if we’re surrounded by those kind of people. But the good news is, jika sekeliling kamu kaya gitu, it’s so easy to stand out at work… Kalo kamu decide to do more than expected, you’ll rise to the top ^-^
"If someone demands that you go one mile, go with him two miles" (Matthew 5:41)
This is the kind of work that God blesses. Exceed the expectations and watch God bless it.
Now, the fourth B is…
4. BEBENAH
Hehehe… penting ya bebenah? Well, bebenah nya di sini bukan bebenah kamar, tapi benahin karakter…
We can rejoice when we run into problems and trials, because we know that they are good for us - they help us learn to endure. And endurance develops strength of character in us, and character strengthens our confident expectation of salvation. Romans 5:3-4 (NLT)
Benahin karakter itu penting karena Tuhan lebih tertarik sama karakter kita. Gimana caranya Tuhan benahin karakter kita? Ya dengan cara pake orang-orang sekeliling kita. Kan ga mungkin Tuhan pake kambing =D
Karena the ones available itu the people we interact with everyday, 8 hours per day, 40 hours per week (and even lots more kalo lembur =), so those people lah yang akan Tuhan pake untuk uji karakter kita. Untuk ngasah karakter kita. Untuk benahin karakter kita yang perlu diberesin.
So kalo those people begin to make you unkind, to get upset, to get angry, to be prideful, remember that it is God’s given opportunity to do good and to grow in character. This is the opportunity from God untuk belajar praktekin firman Tuhan to bless those who curse you, to pray for those who offend you *glek glek…telen ludah lagi*
So, daripada ngedumel grumble mumble jumble, mendingan pake aja “kesempatan” itu to praise God. Just say “Lord, I want to pray they have a good day. I pray that they come to know You and that you will bless that person.” Susah? Emberrrrrr….. Gue juga masih struggling in this area. Masih on off on off. Kadang berhasil. Kadang gagal. Seringnya sih gagal huehehehe…
Ga gampang kan praying and blessing orang yang nyebelin… But I keep on trying. Because I know it’s worth trying. Karena Tuhan janji if I learn to do that, someday I’ll find myself naturally growing in godly character…
And the last B is…
5. BEDANDAN dan BEBERES
Kenapa bedandan dan beberes digabung? Biar cepet ngetiknya huehehehe…. Kalo bedandan menyangkut penampilan, kalo beberes menyangkut kerapihan.
First bedandan. Penampilan itu penting for your success. Iyalah. First impression itu penting, karena kan yang diliat orang pertama kali kan penampilan kita, bukan hati kita? Siapa juga yang bisa ngeliat dalemnya hati kita? So the first thing people notice about us is our physical appearance. So kalo brangkat kerja ya jangan pake baju kumel bin lusuh, rambut lepek, muka berminyak, badan bau keringet, kuteks kekopek di sana-sini, maskara blobor, lipstick nempel setengah n stengah nya lagi ilang, eyeliner mencong-mencong, alis buntung, sepatu dekil kaya’ abis nyawah, etc etc etc. Jangan lupa touch up untuk benerin make up kalo ada kesempatan. Buat apa ada kaca di toilet kalo ga dipake buat ngaca ^-^. Tapi jangan ngaca mulu loh, kapan kerjanya kalo bentar-bentar ngaca hehehehe…
Remember you are a beautiful princess because your Father is the King of kings. A beautiful princess who is loved by the King of kings, so loved very much, so expensive, that it took His death, His blood, to purchase you in a divine exchange… With such a high purchase price, masa sih princess penampilannya acak-acakan?
En satu lagi, the way we dress shows how much we respect other people. Kalo kita ga hormat sama orang lain, kita akan pake baju seenak jidatnya. Bodo amat lah apa kata orang. Padahal sebenernya semua orang pengen dihormati kan? So, dengan berdandan rapi, the message we’re conveying to others is “I respect you”. Kalo kita respect orang lain, orang lain juga akan respect kita. Ga susah kan?
Next, beberes. Beberes itu keliatannya ga penting tapi itu penting. Sebelom pulang kantor, coba sisihkan waktu untuk beresin meja kerja kita. Apalagi kalo kamu dealing with a lot of confidential information, jangan sampe dokumen penting itu ketinggalan ngejeblak dijentrengin segambreng di meja. It’s so unprofessional. So, sebelom pulang, beresin semua kertas-kertas, masukin ke laci/lemari biar semua aman terkendali dan lancar jaya
Apalagi kalo working area kita itu adalah akses yang dilewat-lewatin orang banyak. Meja kerja yang berantakan secara ga langsung bisa nunjukkin kalo pemiliknya juga berantakan dan ga bisa manage dirinya. Kalo meja yang lebarnya seuprit itu aja ga bisa di-manage, gimana mo manage orang lain? Emang sih pas lagi sibuk-sibuknya, wajar aja kalo meja tuh jadi pabalatak pisan. Kertas tumpuk-tumpuk yah biasa lah kalo kerja. Tapi setelah jam kerja selesai, pas mo pulang, beresin dong… Ga lama lah, it takes only 5 minutes of your time. Yang untung juga kita sendiri kok. Kalo semalem dah rapi, besok paginya kan rapi enak diliat. For me, meja berantakan itu bikin pala mumet. Ruwet. Bikin bête n ga bisa mikir. Tapi kalo liat meja putih bersih kinclong itu rasanya aman tentram damai sejahtera gemah ripah loh jinawi *apasih*
Well, that was the last B. Mungkin ga semuanya tercakup di sini but at least it covers most of the important aspects. Tapi don’t get me wrong ya. Gue nulis-nulis beginian bukan berarti I’m a master of it. No, no, no.. masih jauuuuuuu….hhhh lah
Gue nulis di sini dengan tujuan untuk ngingetin diri gue sendiri *remember? prinsip nyatet*. Tujuan lainnya adalah untuk sharing what I’ve learned from God. And maybe what I’ve learned itu very simple, very practical, but it’s based on Biblical principles. Prinsip-prinsip Alkitab itu bisa diterapin kok dalam kesederhanaan keseharian kita… Why? Because our God itu bukan di awang-awang yang “holy-holy-holy” aja. God cares about every single little thing we do on earth. Pritilan kecil-kecil yang kita hadapin sehari-hari…
Karena dari kecil-kecil itulah Tuhan liat apakah kita bisa dipercaya with those little things… Kalo udah lulus di level kecil-kecil, Tuhan akan percayakan kita dengan bigger and greater things…
Inget: pekerjaan adalah tes dari Tuhan. Remember di surga nanti kita akan rule and reign with God. Kata-kata “rule” dan “reign” itu ga main-main. This is a large-scale job with great responsibilities yang ga sembarang orang bisa lakukan. This is the kind of work yang dipegang setingkat prime minister. So kalo kita ga bisa dipercaya dengan hal-hal kecil di bumi, gimana Tuhan mau kasi great responsibilities kita di surga nanti???
"Whoever can be trusted with very little can also be trusted with much …" (Luke 16:10 NIV).